The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KISAH PENEMUAN BUNGA RAFFLESIA ARNOLDI (RPP 2)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by achmadsyahrulmustofa, 2022-08-13 02:44:54

KISAH PENEMUAN BUNGA RAFFLESIA ARNOLDI (RPP 2)

KISAH PENEMUAN BUNGA RAFFLESIA ARNOLDI (RPP 2)

KISAH PENEMUAN BUNGA RAFFLESIA ARNOLDI

DI BENGKULU

Rafflesia arnoldii adalah tumbuhan yang
kelangsungan hidupnya menggantungkan
sumber energi pada inangnya. Raflesia pertama
ditetapkan sebagai bunga nasional melalui
Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 yang
diteken oleh Presiden Soeharto. Saat ini, status
konservasi Raffllesia menurut IUCN masuk
dalam kategori terancam punah.

Rafflesia disebut sebagai tumbuhan yang unik, dan dikategorikan
dalam parasit sempurna yang tidak memiliki batang, daun,dan akar sejati,
serta salah satu darinya merupakan bunga tunggal terbesar di dunia. Dr
Joseph Arnold, seorang dokter, pecinta alam, dan penjelajah di abad ke 19,
sangat takjub saat pertama kali melihat bunga jenis R. arnoldii ini di
pedalaman Manna, Bengkulu Selatan pada tahun 1818, karena bunga ini
bisa mekar hingga mencapai 110 cm.

Lokasi dimana Dr J. Arnold pertama kali melihat Rafflesia tersebut
bernama Pulo Lebbar, sebuah tempat yang dicapai oleh ekspedisi pada
jaman itu dalam waktu 2 hari perjalanan menyusuri Sungai Manna. Dr J.
Arnold, yang namanya diabadikan pada salah satu jenis Rafflesia,
meninggal karena malaria selama expedisi di daerah tersebut. Proses
penamaan pertama kali untuk jenis Rafflesia memiliki kisah tersendiri, yang
melibatkan intrik, politik, dan ketamakan.

Sebetulnya orang asing yang pertama melihat jenis Rafflesia, bukan
Stamford Raffles ataupun Dr Joseph Arnold, tetapi Louis Auguste
Deschamp, seorang dokter dan penjelajah alam berasal dari Perancis, yang
pada akhir abad ke 18 berlayar ke Jawa. Ia sempat ditangkap oleh Belanda,
tetapi oleh Gubernur Jendral Belanda saat itu, Van Overstraten, Deschamp
tidak ditahan dan diminta untuk melakukan ekspedisi di Pulau Jawa selama
tiga tahun dari 1791 sampai dengan 1794.

Buku yang dipublikasikan tahun 2011 itu juga menceritakan bahwa,
Deschamp pertama kali melihat, mengumpulkan spesimen, dan
menggambarkan Rafflesia yang ditemukan di Pulau Nusakambangan pada
tahun 1797 atau 20 tahun lebih dahulu daripada penemuan Dr Joseph
Arnold yang menggemparkan itu.

Kemudian pada 1798, Deschamp pulang ke Perancis dengan semua
koleksinya. Saat mendekati Selat Inggris, kapalnya ditangkap dan semua
koleksinya dirampas oleh Inggris. Pada saat itu, setelah melihat rampasan
koleksi spesimen, para ahli botani Inggris sadar bahwa Deschamp telah
menemukan jenis yang sangat unik dan tidak pernah dilihat sebelumnya,
dan ada semacam kompetisi rahasia antar ahli botani tentang siapa yang
akan menerbitkan jenis yang sangat menakjubkan itu.

Mereka juga berpendapatan siapapun orangnya, jenis yang
mencengangkan itu harus didiskripsikan atau dinamakan oleh orang Inggris,
bukan Belanda apalagi Perancis. Sehingga Raffles, yang saat itu sebagai
Gubernur Jendral Inggris di Bengkulu, memerintahkan William Jack untuk
segera mendiskripsikan jenis yang ditemukan di Bengkulu Selatan.

(Nais, 2001; Meijer, 1997).
https://tirto.id/kisah-penemuan-bunga-rafflesia-arnoldi-di-bengkulu-cCYS


Click to View FlipBook Version