The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Mata Pelajaran Akuntansi Keuangan Deplesi Aset Tetap Untuk SMK/MAK Kelas XII

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rizky.19045, 2021-05-04 23:36:27

BAHAN AJAR LKPD

Mata Pelajaran Akuntansi Keuangan Deplesi Aset Tetap Untuk SMK/MAK Kelas XII

Keywords: LKPD

LEMBAR KERJA
PESERTA DIDIK

MATA PELAJARAN
AKUNTANSI KEUANGAN

DEPLESI ASET
TETAP

Untuk SMK/MAK

XII

IINAMA : ……………………………………………………..
:……………………………………………………...
KELAS :……………………………………………………….
NO. ABSEN

AKUNTANSI KEUANGAN
DEPLESI ASET TETAP

UNTUK SMK/MAK
KELAS XII

RIZKY RENDIANA PUTRI
PEMBIMBING :

Moh. Danang Bahtiar, S.Pd., M.Pd.

KATA PENGANTAR

Puji Syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya sehingga
bahan ajar lembar kerja peserta didik Akuntansi Keuangan Deplesi Aset Tetap berbasis
Discovery Learning ini dapat terselesaikan dengan baik.

Pada kesempatan ini, penulis sebagai salah satu mahasiswi di Fakultas Ekonomika dan
Bisnis, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Universitas Negeri
Surabaya menyusun Lembar Kerja Peserta Didik yang sederhana untuk memenuhi tugas pada
mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar serta untuk membantu kegiatan pembelajaran siswa
SMK/MAK kelas XII. LKPD ini mencakup beberapa Kompetensi Dasar yang akan diajarkan
selama dua sampai tiga kali pertemuan.

Saya menyadari masih terdapat kekurangan dalam penyusunan LKPD ini, oleh karena
itu kritik serta saran yang membangun saya harapkan dari para pembaca agar penyusunan
LKPD selanjutnya dapat lebih baik lagi. Semoga LKPD ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca.

Penulis

iii

DAFTAR ISI

Cover ………………………………………………………………………………………. i
Cover dalam ………………………………………………………………………………... ii
Kata Pengantar …………………………………………………………………………….. iii
Daftar Isi …………………………………………………………………………………… iv
Petunjuk Penggunaan ………………………………………………………………………. v
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar …………………………………………………… vi
Tujuan Pembelajaran ……………………………………………………………………….. vii
Peta Konsep ……………………………………………………………………………….. viii
Uraian Materi ………………………………………………………………………………... 1
Penugasan/Praktikum ……………………………………………………………………….. 3
Lembar Kerja Siswa …………………………………………………………………………. 4
Ringkasan Akhir …………………………………………………………………………….. 6
Penilaian (Evaluasi) …………………………………………………………………………. 6
Lembar Kerja Siswa ………………………………………………………………………… 11
Penutup …………………………………………………………………………………….. 16
Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………. 17

iv

PETUNJUK PENGGUNAAN

Sebelum memulai untuk membaca materi dan mengerjakan soal penugasan yang ada
pada Lembar Kerja Peserta Didik Akuntansi Keuangan Deplesi Aset Tetap, peserta didik
diharapkan membaca serta memahami petunjuk penggunaan LKPD terlebih dahulu, untuk
mempermudah mempelajari materi ini.

1. LKPD ini menggunakan pendekatan pembelajaran Saintifik dengan model
pembelajaran Discovery Learning.

2. Dikerjakan baik secara individu maupun kelompok.
3. Kerjakan tugas-tugas yang tersedia dalam LKPD Akuntansi Keuangan ini dengan

baik dan benar.
4. Dapat menggunakan sumber lain sebagai referensi belajar siswa.
5. Isi jawaban secara berurutan dan di tempat yang telah disediakan.
6. Tulis jawaban secara jelas dan urut.
7. Kumpulkan LKPD sesuai waktu yang telah ditentukan.
8. Skor dalam LKPD akan dijadikan sebagai penilaian belajar untuk setiap individu.

v

KOMPETENSI INTI

DAN

KOMPETENSI DASAR

KI-3 (Pengetahuan) : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif
sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan
Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian
dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional.

KI-4 ( Keterampilan) : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga.
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas
yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara
efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.

vi

Kompetensi Dasar :
3.16 Menganalisis pencatatan beban deplesi aset tetap berupa sumber daya alam.
4.16 Melakukan pencatatan beban deplesi aset tetap berupa sumber daya alam.
Indikator Pencapaian Kompetensi :
3.16.1 Menjelaskan Aset tetap berupa sumber daya alam dan aset tidak berwujud
3.16.2 Menganalisa karakteristik, harga perolehan dan metode pencatatan beban deplesi
aset tetap berupa sumber daya alam
4.16.1 Mencatat transaksi yang terkait dengan perolehan dan pembebanan biaya deplesi
untuk aset tetap berupa sumber daya alam
4.16.2 Melakukan pencatatan beban deplesi aset tetap berupa sumber daya alam.

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar siswa dapat menjelaskan Aset tetap
berupa sumber daya alam dan aset tidak berwujud

2. Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar siswa dapat menganalisa
karakteristik, harga perolehan, dan metode pencatatan beban deplesi aset tetap
berupa sumber daya alam.

3. Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar siswa dapat mencatat transaksi yang
terkait dengan perolehan dan pembebanan biaya deplesi untuk aset tetap berupa
sumber daya alam.

4. Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar siswa dapat melakukan pencatatan
beban deplesi aset tetap berupa sumber daya alam.

vii

PETA KONSEP

Akuntansi Keuangan
Deplesi Aset Tetap

Pengertian Karakteristik Aset Harga Perolehan
Tetap berupa SDA
Metode Pencatatan
Beban Deplesi Aset

Tetap

viii

URAIAN MATERI

Pengertian Deplesi dan Pencatatannya
Deplesi diartikan sebagai pengurangan biaya (cost) yang disebabkan

pengelolaan sumber daya menjadi persediaan seperti penurunan nilai pada
tambang dan hutan kayu. Artinya deplesi merupakan penyusutan alamiah
sehingga tidak bisa Anda perbaharui. Deplesi bisa dihitung dari banyaknya
penghasilan yang Anda dapatkan dari total aset yang diambil dari cadangan
sumber daya alam. Terdapat persamaan antara depresiasi dengan deplesi ini,
yakni sama-sama menurunkan manfaat ekonomi atas aktiva tetap hanya situasi
dan kondisi aset yang disusutkan saja yang tak sama. Apabila aset yang
disusutkan dalam depresiasi merupakan aset tetap berwujud seperti bangunan
atau mesin, maka deplesi bisa meliputi aset tak berwujud. Aset yang
disusutkan dalam deplesi diantaranya kayu, barang tambang dan lain
sebagainya. Aktiva ini dikarakteristikkan dengan dua fitur utama yaitu
Pengambilan (penggunaan) sepenuhnya aktiva itu dan penggantian aktiva ini
hanya dapat dilakukan oleh tindakan alam.

Untuk mendapatkan sumber daya alam tersebut perusahaan harus
mengeluarkan biaya yang disebut dengan biaya atau harga perolehan. Harga
perolehan sumber daya alam dihitung dari besarnya biaya yang dikeluarkan
untuk mendapatkan dan menyiapkan sumber daya alam hingga siap untuk
digunakan. Untuk sumber daya alam yang sudah ditemukan dan siap diambil,
harga perolehan terdiri atas harga yang harus dibayar untuk mendapatkan
properti.

Harga perolehan sumber daya alam akan dialokasikan menjadi beban sedikit
demi sedikit sesuai dengan hasil yang didapatkan. Pengalokasian tersebut
disebut dengan deplesi. Deplesi dihitung dengan metode unit produksi.

Pada metode unit produksi, perusahaan akan membagi harta perolehan
setelah dikurangi nilai sisa dengan taksiran total hasil yang dapat diperoleh
sehingga dapat ditentukan deplesi per unit. Beban deplesi dihitung dengan
mengalikan deplesi per unit dengan jumlah hasil yang dapat diperoleh atau
digali pada tahun yang bersangkutan. Berikut ini rumus untuk menghitung
beban deplesi :

Beban deplesi = Harga perolehan – Nilai sisa × Jumlah hasil yang diperoleh

Taksiran total hasil

Revisi Perhitungan Deplesi dan Pencatatannya

1|Page

Terkadang beban deplesi yang telah dihitung dan dicatat perlu untuk direvisi
kembali. Hal ini dapat disebabkan oleh dua hal berikut :
1. Apabila harga perolehan yang ditaksir berbeda dengan harga perolehan

yang sebenarnya.
2. Apabila taksiran isi tambangnya berbeda dengan taksiran isi tambang yang

dipakai dalam menghitung deplesi.

Revisi terhadap beban deplesi dapat dilakukan dengan cara, antara lain :

1. Revisi dilakukan pada deplesi tahun-tahun yang lalu dan tahun-tahun yang
akan datang. Revisi cara ini dilakukan seperti pada aset tetap. Pada saat
diketahui adanya perubahan maka akan dihitung lagi deplesi per unit,
kemudian dilakukan revisi. Jika diketahui deplesi pada tahun lalu terlalu
besar, jurnal koreksinya sebagai berikut.

Akumulasi deplesi Rp xxx

Laba tidak dibagi (koreksi laba tahun lalu) Rp xxx

Jika diketahui deplesi pada tahun lalu terlalu kecil, jurnal koreksinya
sebagai berikut.

Laba tidak dibagi (Koreksi laba tahun lalu) Rp xxx

Akumulasi deplesi Rp xxx

Dalam PSAK 64, revisi ini disebut dengan revisi atau koreksi retrospektif,
karena seolah-olah kebijakan akuntansi yang baru telah diterapkan
sebelumnya dan entitas harus menyajikan kembali laporan keuangannya.
2. Deplesi pada tahun-tahun yang lalu tidak direvisi, tetapi deplesi untuk
tahun-tahun yang akan datang dilakukan dengan data yang terakhir. Revisi
ini disebut dengan koreksi prospektif. Koreksi prospektif diterapkan jika
yang mengalami perubahan adalah estimasi akuntansi. Estimasi akuntansi
adalah perkiraan mengenai satu atau beberapa elemen pos, laporan
keuangan, ataupun rekening yang terjadi apabila tidak dapat diukur secara
pasti.
Berikut contoh perhitungan beban deplesi
Pada tanggal 2 Januari 2019, PT Bara menginvestasikan Rp 40.000.000,00 pada
sebuah tambang batu bara yang ditaksir akan menghasilkan 10.000.000 ton batu
bara tanpa nilai sisa. Pada tahun pertama PT Bara telah menambang 1.000.000
ton batu bara. Hitunglah besar beban deplesi pada tahun pertama !
Perhitungan beban deplesi :
Beban deplesi = Harga Perolehan – Nilai sisa × Jumlah hasil yang diperoleh

Taksiran total hasil
Beban deplesi = (Rp 40.000.000,00 – Rp 0,00) × 1.000.000

10.000.000
Beban deplesi = Rp 4.000.000.000,00

2|Page

Beban deplesi tahun pertama PT Bara akan dicatat ke dalam jurnal dengan

mendebet beban deplesi dan mengkredit akumulasi deplesi. Untuk lebih

jelasnya perhatikan jurnal berikut.

31 Desember 2019 Beban Deplesi Rp 4.000.000.000,00

Akumulasi deplesi Rp 4.000.000.000,00

PENUGASAN / PRAKTIKUM

TUGAS KELOMPOK

1. Pada tanggal 2 Januari 2019, PT Maharani menginvestasikan uangnya sebanyak Rp

66.000.000.000,00 pada suatu pertambangan batu bara. Pertambangan batu bara

tersebut ditaksir mengandung 6.000.000 ton batu bara. Diketahui hasil tambang

selama 2 tahun pada PT Maharani adalah sebagai berikut.

Tabel 6.2 Hasil Tambang Batu Bara PT Maharani Tahun 2019 dan 2020

Tahun Hasil Tambang Biji Besi

2019 2.400.000 ton

2020 1.800.000 ton

Pada akhir periode tahun kedua, batu bara yang masih terkandung sebanyak

3.000.000 ton. Berdasarkan ilustrasi ini, buatlah jurnal beban deplesi dan jurnal

beban deplesi tahun 2020 !

2. Berikut ini sebagian informasi yang berkaitan dengan laporan posisi

keuangan/neraca PT Berkah per 31 Desember 2019.

Aset tetap Rp 26.000.000.000,00

Aset sumber daya alam Rp 70.000.000.000,00

Kas Rp150.000.000.000,00

Ekuitas Rp165.000.000.000,00

Liabilitas Rp 45.650.000.000,00

Akum. Penyusutan asset tetap Rp 11.850.000.000,00

Akum. Deplesi sumber daya alamRp 23.500.000.000,00

Berdasarkan informasi di atas, buatlah neraca sebagian untuk PT Berkah !

3|Page

LEMBAR KERJA SISWA

………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

4|Page

………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

5|Page

RINGKASAN AKHIR

Deplesi diartikan sebagai pengurangan biaya (cost) yang disebabkan
pengelolaan sumber daya menjadi persediaan seperti penurunan nilai pada
tambang dan hutan kayu. Artinya deplesi merupakan penyusutan alamiah
sehingga tidak bisa Anda perbaharui. Deplesi bisa dihitung dari banyaknya
penghasilan yang Anda dapatkan dari total aset yang diambil dari cadangan
sumber daya alam. Aset yang disusutkan dalam deplesi diantaranya kayu,
barang tambang dan lain sebagainya. Aktiva ini dikarakteristikkan dengan dua
fitur utama yaitu Pengambilan (penggunaan) sepenuhnya aktiva itu dan
penggantian aktiva ini hanya dapat dilakukan oleh tindakan alam.

Pada metode unit produksi, perusahaan akan membagi harta perolehan
setelah dikurangi nilai sisa dengan taksiran total hasil yang dapat diperoleh
sehingga dapat ditentukan deplesi per unit. Beban deplesi dihitung dengan
mengalikan deplesi per unit dengan jumlah hasil yang dapat diperoleh atau
digali pada tahun yang bersangkutan. Berikut ini rumus untuk menghitung
beban deplesi :

Beban deplesi = Harga perolehan – Nilai sisa × Jumlah hasil yang diperoleh
Taksiran total hasil

PENILAIAN (EVALUASI)

A. Pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan cara memberi tanda silang

(X) pada huruf A, B, C, D, atau E !

1. PT Kartika membeli pertambangan bijih besi seharga Rp 90.000.000.000,00.

Pertambangan tersebut diperkirakan mengandung 8.200.000 ton bijih besi. Pada

tahun pertama PT Kartika dapat mengambil 1.100.000 ton bijih besi. Besarnya
deplesi bijih besi per ton adalah …

a. Rp 10.957,60 d. Rp 10.971,60

b. Rp 10.975,60 e. Rp 10.987,60

c. Rp 10.977,60

6|Page

2. PT Investama menginvestasikan uangnya pada sebuah pertambangan minyak bumi

sebesar Rp 42.000.000.000,00. Diperkirakan tambang minyak bumi tersebut dapat

menghasilkan 6.000.000 liter minyak. Pada tahun pertama dapat diambil 900.000

liter, pada tahun kedua berhasil diambil 865.000 liter, dan pada tahun ketiga berhasil

diambil 910.000 liter. Jurnal beban deplesi minyak bumi untuk tahun kedua yang
benar adalah …

a. Beban deplesi minyak bumi Rp 5.600.000.000,00

Akumulasi deplesi minyak bumi Rp 5.600.000.000,00

b. Beban deplesi minyak bumi Rp 6.3000.000.000,00

Akumulasi deplesi minyak bumi Rp 6.3000.000.000,00

c. Beban deplesi minyak bumi Rp 6.020.000.000,00

Akumulasi deplesi minyak bumi Rp 6.020.000.000,00

d. Beban deplesi minyak bumi Rp 6.055.000.000,00

Akumulasi deplesi minyak bumi Rp 6.055.000.000,00

e. Beban deplesi minyak bumi Rp 6.370.000.000,00

Akumulasi deplesi minyak bumi Rp 6.370.000.000,00

3. PT Amanah membangun pertambangan bauksit seharga Rp 54.000.000.000,00.

Diperkirakan tambang tersebut dapat menghasilkan 1.000.000 ton bauksit tanpa

nilai sisa. Pada tahun pertama PT Amanah berhasil mengambil 190.000 ton bauksit.

Pada tahun kedua bauksit yang dapat diambil sebanyak 110.000 ton dan diketahui

jika sisa bauksit yang masih dapat diambil sebanyak 800.000 ton. Jurnal koreksi
untuk tahun pertama adalah …

a. Akumulasi deplesi Rp 937.729.000,00

Laba tidak dibagi (koreksi laba tahun lalu) Rp 937.729.000,00

b. Akumulasi deplesi Rp 932.729.000,00

Laba tidak dibagi (koreksi laba tahun lalu) Rp 932.729.000,00

c. Laba tidak dibagi (koreksi laba tahun lalu) Rp 932.217.000,00

Akumulasi deplesi Rp 932.217.000,00

d. Akumulasi deplesi Rp 923.729.000,00

Laba tidak dibagi (koreksi laba tahun lalu) Rp 923.729.000,00

e. Tidak dicatat

4. Berdasarkan soal nomor 3 di atas, diketahui beban deplesi bauksit pada tahun kedua
sebesar …

a. Rp 5.940.000.000,00 d. Rp 5.988.999.000,00

b. Rp 5.399.000.000,00 e. Rp 6.014.250.000,00

c. Rp 5.399.999.000,00

5. Pada tanggal 2 Januari 2019, PT Anugrah mengakuisisi hak untuk menggunakan

1.000 hektar tanah di kabupaten A guna menambang emas. Biaya lease-nya adalah

Rp 60.000.000.000,00, biaya eksplorasi sebesar Rp 85.000.000.000,00, dan biaya

pengembangan tak berwujud sebesar Rp 100.000.000.000,00. PT Anugrah

memperkirakan bahwa tambang tersebut dapat menghasilkan sekitar 1.000.000 ons
emas. Besar beban deplesi per ons emas dari tambang tersebut adalah …

a. Rp 170.000,00 d. Rp 160.000,00

b. Rp 158.000,00 e. Rp 245.000,00

7|Page

c. Rp 185.000,00

6. Pada tanggal 10 Februari 2019, PT Angkasa membeli pertambangan batu bara

dengan harga Rp 120.000.000.000,00. Perkiraan kandungan batu bara yang dapat

diambil dari pertambangan tersebut sebanyak 2.000.000 ton. Pada tahun pertama

PT Angkasa dapat mengambil 400.000 ton batu bara. Pada tahun kedua,

pertambangan membutuhkan tambahan dana pengembangan tak berwujud sebesar

Rp 25.000.000.000,00. Pada akhir tahun kedua batu bara yang dapat diambil

sebanyak 500.000 ton. Berdasarkan ilustrasi tersebut, beban deplesi pada tahun
kedua diketahui sebesar …

a. Rp 37.812.500.000,00 d. Rp 38.712.500.000,00

b. Rp 37.822.500.000,00 e. Rp 37. 817.500.000,00

c. Rp 37.712.500.000,00

7. Pada tanggal 3 Maret 2019, PT Nusantara membeli pertambangan timah dengan

harga Rp 75.000.000.000,00. Diperkirakan tambang tersebut dapat menghasilkan

timah sebanyak 4.000.000 ton. Pada tahun pertama timah yang dapat diambil

sebanyak 860.000 ton. Jurnal yang tepat untuk beban deplesi timah tahun pertama
adalah …

a. Beban deplesi timah Rp 15.000.000.000,00

Akumulasi deplesi timah Rp 15.000.000.000,00

b. Beban deplesi timah Rp 16.125.000.000,00

Akumulasi deplesi timah Rp 6.3000.000.000,00

c. Beban deplesi timah Rp 6.020.000.000,00

Akumulasi deplesi timah Rp 6.020.000.000,00

d. Beban deplesi timah Rp 15.937.500.000,00

Akumulasi deplesi timah Rp 15.937.500.000,00

e. Beban deplesi timah Rp 15.375.000.000,00

Akumulasi deplesi timah Rp 15.375.0000.

8. Pada tanggal 10 Juni 2019, PT Yudistira menginvestasikan uangnya untuk

pertambangan batu bara sebesar Rp 56.000.000.000,00. Diperkirakan tambang

tersebut mampu menghasilkan batu bara sebanyak 5.000.000 ton. Pada tahun

pertama tambang dapat menghasilkan 1.100.000 ton batu bara. Besarnya beban
deplesi untuk tahun pertama yang benar adalah …

a. Rp 12.320.000.000,00 d. Rp 13.320.000.000,00

b. Rp 12.230.000.000,00 e. Rp 12.330.000.000,00

c. Rp 12.220.000.000,00

9. PT Logam Mulia diperkirakan akan mendapatkan 20.000.000 ton batu bara dari

tambang yang bernilai Rp 75.000.000.000,00 dan tidak ada nilai sisa. Besarnya batu

bara yang sudah dapat ditambang oleh PT Logam Mulia selama 5 tahun adalah

sebagai berikut.

Tahun 1 2.000.000 ton

Tahun 2 2.200.000 ton

Tahun 3 2.050.000 ton

Tahun 4 1.800.000 ton

8|Page

Tahun 5 2.500.000 ton

Jurnal pencatatan beban deplesi yang benar berdasarkan ilustrasi di atas adalah …

a. Beban deplesi batu bara Rp 7.505.000.000,00

Akumulasi deplesi batu bara Rp 7.505.000.000,00

b. Beban deplesi batu bara Rp 8.520.000.000,00

Akumulasi deplesi batu bara Rp 8.520.000.000,00

c. Beban deplesi batu bara Rp 7.687.500.000,00

Akumulasi deplesi batu bara Rp 7.687.500.000,00

d. Beban deplesi batu bara Rp 6.700.000.000,00

Akumulasi deplesi batu bara Rp 6.700.000.000,00

e. Beban deplesi batu bara Rp 9.357.000.000,00

Akumulasi deplesi batu bara Rp 9.357.000.000,00

10. Pada tanggal 7 Maret 2019, PT Merapi membangun pertambangan emas dengan

taksiran harga perolehan sebesar Rp 62.000.000.000,00. Pertambangan tersebut

diperkirakan dapat menghasilkan 2.000 ton emas. Pada tahun pertama emas yang

berhasil dieksploitasi sebanyak 300 ton dan pada tahun kedua sebanyak 400 ton.

Pada tahun kedua dibutuhkan tambahan biaya untuk pembangunan pertambangan

sebesar Rp 500.000.000,00. Berdasarkan ilustrasi di atas, pencatatan jurnal koreksi
yang benar untuk tahun pertama adalah …

a. Akumulasi deplesi Rp 9.375.000.000,00

Laba tidak dibagi (koreksi laba tahun lalu) Rp 9.375.000.000,00

b. Akumulasi deplesi Rp 9.300.000.000,00

Laba tidak dibagi (koreksi laba tahun lalu) Rp 9.300.000.000,00

c. Laba tidak dibagi (koreksi laba tahun lalu) Rp 9.300.000.000,00

Akumulasi deplesi Rp 9.300.000.000,00

d. Akumulasi deplesi Rp 75.000.000,00

Laba tidak dibagi (koreksi laba tahun lalu) Rp 75.000.000,00

e. Tidak dicatat

B. Jawablah beberapa pertanyaan berikut dengan jawaban yang benar !

1. Pada tanggal 7 April 2019, dibangun pertambangan bijih besi dengan taksiran harga

perolehan sebesar Rp 50.000.000.000,00. Taksiran total biji besi yang dapat

ditambang pada pertambangan tersebut sebesar Rp 12.500.000 ton. Pada tahun

pertama pertambangan tersebut dapat menghasilkan 800.000 ton biji besi. Pada

tahun kedua biaya pembangunan tambang bertambah sebesar Rp

12.500.000.000,00. Pada tahun tersebut pertambangan dapat menghasilkan

1.200.000 ton biji besi. Buatlah jurnal untuk mencatat beban deplesi biji besi untuk

tahun kedua !

2. Pada tanggal 2 Januari 2019, PT Bara menginvestasikan Rp 40.000.000.000,00

pada sebuah tambang batu bara yang ditaksir akan menghasilkan 10.000.000 ton

batu bara tanpa nilai sisa. Pada tahun pertama PT Bara telah menambang 1.000.000

ton batu bara. Pada tahun kedua ternyata biaya pembangunan tambang bertambah

sebesar Rp 5.000.000.000,00. Pada akhir tahun tambang batu bara telah

dieksploitasi sebanyak 1.200.000 ton. Hitunglah dan catatlah beban deplesi pada

tahun kedua !

9|Page

3. Pada tanggal 6 Maret 2019, PT Tambang Sejati membeli pertambangan biji besi
senilai Rp 110.000.000.000,00. Diperkirakan tambang tersebut memiliki cadangan
sebanyak 22.000.000 ton tanpa nilai sisa. Pada tahun pertama telah digali sebanyak
5.230.000 ton. Buatlah jurnal untuk mencatat beban deplesi biji besi pada tahun
pertama !

4. Terdapat sebuah lahan yang digunakan untuk tambang yang memiliki kisaran
harga sebesar Rp.100.000.000. Lahan tersebut ditaksir memiliki kandungan
tambang sebesar 100.000 ton dan setelah dieksploitasi ternyata nilai taksirnya
mencapai Rp.10.000.000. Hitunglah deplesi per ton dan buatlah jurnalnya untuk
mencatat deplesi !

5. Sebidang lahan (tanah) yang terdapat kandungan tambang dibeli seharga
Rp20.000.000,00. Taksiran isinya sebesar 150.000 ton. Tanah tersebut setelah
dieksploitasi nilainya ditaksir sebesar Rp2.000.000,00. Hitunglah deplesi per ton
dan buatlah jurnalnya untuk mencatat deplesi !

10 | P a g e

LEMBAR KERJA SISWA

…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………

11 | P a g e

…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………

12 | P a g e

…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………

13 | P a g e

…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………

14 | P a g e

…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………..

15 | P a g e

PENUTUP

Keberhasilan pencapaian kompetensi pada materi Akuntansi Keuangan Deplesi Aset
Tetap ini sangat tergantung pada kesungguhan dan partisipasi keaktifan perserta didik dalam
mengikuti pembelajaran. Bahan ajar ini merupakan bahan pendukung dalam mempelajari
Akuntansi Keuangan. Semoga keberadaan bahan ajar ini dapat membantu para peserta didik
untuk mencapai kompetensi yang di syaratkan dan berguna juga bagi guru dalam menajalankan
tugas mengajar materi Akuntansi Keuangan Deplesi Aset Tetap.

16 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA

Astuti, Sari Dwi. 2019. Akuntansi Keuangan untuk Kompetensi Keahlian Akuntansi dan
Keuangan Lembaga SMK/MAK Kelas XII. Surakarta : CV Mediatama.

17 | P a g e


Click to View FlipBook Version