PERENCANAAN BERBASIS DATA SMP NEGERI 1 JUMO, TEMANGGUNG UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN SEKOLAH Nunik Pujiyanti Oleh : AKSI NYATA
Pendahuluan Setelah muncul rapor pendidikan maka SMP Negeri 1 Jumo dalam menyusun RKS menggunakan rapor pendidikan sebagai salah satu sumber data yang digunakan untuk menyusun RKS baik RKT maupun RKAS berdasarkan hasil Identifikasi, Refleksi dan Benahi yang dilaksanakan dengan seluruh warga sekolah (Guru, karyawan, komite sekolah). Data yang digunakan akurat sehingga efektif memperbaiki kekurangan yang terjadi dan tepat sasaran. Penyusunan RKS sebelum ada rapor pendidikan Penyusunan RKS SMP Negeri 1 Jumo sebelum munculnya Raport Pendidikan mengacu hasil evaluasi dan analisis dari 8 SNP oleh masing-masing Standar. Namun pada kenyataannya data serring tidak berdasarkan fakta di lapangan. Hanya berdasarkan asumsi dan keinginan semata. Keputusan sering mengakibatkan kesalahan, kurang efektif dan akurat tidak tepat sasaran. Setelah ada rapor pendidikan
Apa itu Perencanaan Berbasis Data (PBD)? Tujuan Perencanaan Berbasis Data (PBD) Memberikan perbaikan pembelanjaan anggaran serta pembenahan sistem pengelolaan satuan pendidikan yang efektif, akuntabel dan konkret. Penyesuaian kebutuhan satuan pendidikan atau dinas berdasarkan identifikasi masalah yang berasal dari data pada platform Rapor Pendidikan Mendorong SP dan dinas pendidikan untuk melakukan pembenahan melalui penyusunan kegiatan peningkatan capaian berdasarkan hasil identifikasi dan refleksi terhadap capaian di Rapor Pendidikan dan kondisi lapangan. Bentuk pemanfaatan data pada platform Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan pendidikan, dinas pendidikan maupun pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan untuk mencapai peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang berkesinambungan.
URGENSI Sekolah dapat melaksanakan program dan pengadaan yang tepat sasaran, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan. Dalam menyusun PBD, satuan pendidikan merujuk pada capaian di 5 dimensi Rapor Pendidikan, yaitu: 1. Output, kualitas capaian pembelajaran siswa Dimensi A: Mutu dan relevansi hasil belajar siswa Dimensi B: Pemerataan pendidikan yang bermutu 2. Proses, Kualitas Proses Belajar Siswa Dimensi D: Mutu dan relevansi pembelajaran 3. Input, Kualitas Sumber Daya Manusia dan Sekolah Dimensi C: Kompetensi dan kinerja PTK Dimensi E: Pengelolaan sekolah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel
Langkah-Langkah PBD Langkah sederhana proses Perencanaan Berbasis Data (PBD) IDENTIFI KASI REFLEKSI BENAHI Mengidentifikasi masalah dan akar masalah berdasarkan Profil Pendidikan Menetapkan solusi penyelesaian akar masalah Memasukkan solusi dalam dokumen perencanaan dan anggaran
Merumuskan akar masalah, kemudian menentukan program untuk menyelesaikan akar masalah. Penentuan program dengan merujuk pada contoh program yang dirumuskan oleh kemendikbudristek Memilih benahi yang sesuai dengan kondisi dan kapasitas SMP Negeri 1 Jumo Memilih program yang memiliki potensi dampak paling tinggi untuk mengatasi akar masalah dengan anggaran seefisien mungkin. LANGKAH YANG TELAH KAMI LAKUKAN
Mengekplorasi Rapor Pendidikan di Laman Merdeka Mengajar
Tahapan Identifikasi, Refleksi, dan Benahi dalam satu dokumen Dari tahapan identifikasi, refleksi dan benahi sebelumnya, selanjutnya dimasukkan dalam format RKT Rumuskan kegiatan berdasarkan benahi yang sudah ditetapkan Kegiatan yang diisi adalah kegiatan yang butuh dibiayai maupun yang tidak butuh dibiayai Kegiatan yang tidak perlu pembiayaan tetap dijalankan meski tidak ada didalam RKAS Format RKT ini adalah bentukyang lebih sederhana dari format RKT yangada sebelumnya RKT SMP NEGERI 1 JUMO MENYUSUN RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT):
Dari unduhan file Rapor Pendidikan di Platform, muncul seluruh masalah (5 masalah prioritas), akar masalah, dan saran program secara otomatis. Sekolah memprioritaskan kegiatan. Memilih akar masalah yang akan diselesaikan (menghapus akar masalah yang tidak akan diselesaikan di tahun perencanaan) Menentukan kegiatan benahi yang akan dilaksanakan (hapus yg tidak akan dilakukan) Menambahkan masalah, akar masalah, maupun kegiatan yang belum tertulis di otomasi Dari benahi yang dipilih, lalu menambahkan kolom “kegiatan di RKAS” lalu dituliskan kegiatan RKAS sesuai dengan referensi kegiatan RKAS HAL-HAL YANG TELAH KAMI LAKUKAN
Memilih kegiatan dalam RKT, dimasukkan dalam ke dalam format RKAS 1. Satuan pendidikan memilih program dan kegiatan didalam RKT yang akan dibiayai pada tahun perencanaan 2. Program dan kegiatan dicarikan bentuk kegiatan detailnya dalam ARKAS. Jika tidak ditemukan, dapat diusulkan agar dimasukkan dalamARKAS. 3. Kegiatan yang terpilih dimasukkan di format RKAS. Terdapat tiga pilihan format RKAS: a. Jika satuan pendidikan sudah menerapkan ARKAS, dimasukkan kedalam aplikasi tersebut b. Jika satuan pendidikan menerapkan aplikasi RKAS diluar ARKAS, maka dapat menggunakan aplikasi yang tersedia dan diharapkan dapat bermigrasi ke ARKAS c. Jika satuan pendidikan belum menggunakan aplikasi, sekolah dapat menggunakan format RKAS manual dan diharapkandapatbermigrasi ke ARKAS MENYUSUN ARKAS
LEMBAR ARKAS SMP NEGERI 1 JUMO
Rapor Pendidikan
Dalam membuat penyusnan perencanaan biasanya sekolah hanya mengura, memperkirakan dan memperhitungkan harga dan kebutuhan sesaui dengan asumsisaat penyusunan, karena pada saat barang, modal atau jasa dilakukan ada perubahan harga yang tidak sesaui dengan rencana yang telah dibuat. Biasanya asumsi yang dibuat berdasarkan keputusan bersma dan diperkirakan dengan perubahan yang akan terjadi pada masa yang akan datang, sehingga rencana yang telah disusun sesuai dengan yang terjadi nantinya. Yang menjadi pertimbangan dalam penyusunan RKT dan RKAS adalah tentang keperluan kegiatan yang bersangkutan tentang peserta didik, kegiatan kurikulum dan kegiatan pembelajaran serta pengembangan PTK, sarana prasarana, keuangan serta pembiayaan yang dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan, rencana kerja disusun untuk meningkatkan dan mengembangan mutu sekolah. kondisi yang dihadapi, visi misi dan tujuan yang akan dicapai. Menentukan prioritas dalam penyusunan RKT dan RKAS. Kenaikan harga barang/produk, jasa dan kebutuhan dengan sumber dana yang minim. Sehingga pengusunan RKT dan RKAS sering terhambat karena tidak lagi sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan. Selama ini apa yang menjadi pertimbangan disusunnya kegiatan seperti yang tertera dalam RKT dan RKAS? Apa tantangan yang pernah dihadapi dalam melakukan perencanaan? Fakta yang menjadi dasar pertimbangan bersama agar perencanaan baik dimasa yang akan datang? Ringkasan Umpan Balik
SMP Negeri 1 Jumo melakukan (PBD) diawali dengan : melakukan eksplorasi dashboard platform Rapor Pendidikan secara bersama-sama dengan seluruh guru karyawan dan komite sekolah. menganalisis juga melalui unduhan Laporan Rapor Pendidikan Selanjutnya juga mencermati rekomendasi PBD yang sdah ada. Tahap 1 : Identifikasi untuk memilih dan menetapkan masalah Menemukan 6 indikator prioritas di halaman ringkasan Rapor Pendidikan. Selanjutnya proses identifikasi, dengan cara yaitu: 1. Memilih indikator-indikator dengan label capain yang paling rendah (merah, kuning dan hijau) 2. Jika terdapat 2 label capaian dengan warna yang sama maka memilih indikator mana yang lebih membutuhkan intervensi dengan melihat detail Peringkat/Kuintil yang lebih rendah (memilih Peringkat menengah bawah (61-80%) atau Peringkat menengah (41- 60%) 3. Jika pada peringkat/Kuintil masih memiliki nilai yang sama maka memilih Indikator mana yang lebih membutuhkan intervensi/perbaikan dengan melihat delta atau kenaikan/penurunan capaian dengan prioritas (penurunan yang paling tinggi, atau kenaikan yang paling rendah). 4. Jika pada delta masih memiliki nilai yang sama, maka membandingkan skor capaian (klik ‘Apa arti capaian saya?’ , dan dilanjutkan dengan memilih indikator yang memiliki skor lebih rendah)
Tahap 2 : Memilih Akar Masalah 1. Dari masalah yang dipilih, klik ‘Pelajari akar masalah’ . Melihat 4 kartu akar masalah dari indikator level 1 dan level 2 yang menyertainya. Perlu diketahui basis/dasar untuk melakukan perbaikan pada indikator prioritas atau akar masalah adalah: - Sumber daya satuan pendidikan - Anggaran yang dimiliki oleh satuan pendidikan - Kondisi dari masing-masing satuan pendidikan 2. Pilih indikator level 2 dari indikator level 1 yang menjadi masalah (Indikator level 2 tersebut juga merupakan akar masalah) 3. Selanjutnya didapatkan 3 kartu akar masalah yang terdapat di bagian bawah. Kartu-kartu sudah diurutkan berdasarkan indikator-indikator yang paling membutuhkan intervensi.
Tahap 3 : Merumuskan Benahi 1. Dari akar masalah yang sudah dipilih, baik dari level 1 maupun level 2 selanjutnya merumuskan benahi dengan melihat inspirasi benahi yang ada di bagian bawah halaman ringkasan 2. Dapat memilih sebagian atau seluruh inspirasi kegiatan benahi. Selanjutnya, mempelajari inspirasi kegiatan benahi dengan klik tombol “Lihat di Merdeka Mengajar” Tahap 4 : Memasukkan detail IRB ke dalam dokumen RKT Setelah selesai merumuskan Benahi, selanjutnya memasukkan ke dalam dokumen RKT, dengan langkah-langkah berikut: 1. Memindahkan hasil dari tahap 1, 2, dan 3 ke dalam dokumen RKT (dapat membuat secara mandiri Lembar RKT ) 2. Satuan pendidikan melakukan reviu dokumen RKT yang sudah lengkap, hasil reviu dapat berupa penambahan atau pengurangan. Tahap 5 : Memasukkan detail IRB ke dalam lembar kerja ARKAS Masukkan kegiatan yang membutuhkan anggaran ke dalam Lembar Kerja ARKAS
1. Memindahkan kolom inspirasi kegiatan benahi yang terpilih dari RKT ke dalam kolom benahi di lembar kerja ARKAS 2. Memindahkan contoh kegiatan ARKAS yang terpilih dari RKT ke dalam kolom kegiatan di lembar kerja ARKAS. Mengisi Kolom penjelasan kegiatan dengan rincian kegiatan apa saja yang dilakukan sesuai dengan yang terdapat pada kolom kegiatan. Mengisi kolom uraian kegiatan diisi dengan rincian barang dan jasa yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut. 3. Mengisi kolom Jumlah dengan jumlah barang dan jasa yang dibelanjakan dalam 1 tahun. Untuk kolom satuan berisi satuan barang dan jasa yang dibelanjakan dalam 1 tahun. Kolom harga satuan berisi harga per satu satuan (rujukan dapat melihat ke aplikasi SIPlah atau sumber lainnya yang relevan) dan kolom total berisi perkalian antara jumlah dan harga satuan Catatan: 1. Jika jumlah total anggaran melebihi estimasi total anggaran yang dimiliki, maka dapat mengurangi: Jumlah barang dan jasa, Barang dan jasa, dan Kegiatan 2. Jika jumlah total anggaran kurang dari estimasi total anggaran yang dimiliki, maka dapat menambahkan: Jumlah barang dan jasa, Barang dan jasa, dan Kegiatan 3. Jika total anggaran sudah sesuai, di reviu dan disetujui; memasukkan lembar kerja ARKAS ke dalam aplikasi ARKAS. Penyusunan ARKAS SMP Negeri 1 Jumo
REFLEKSI PENYUSUNAN RKS
Dokumen Kegiatan Penyusunan RKT dan RKAS
SMP NEGERI 1 JUMO Aksi Nyata Nunik Pujiyanti KEPALA SEKOLAH Jumo, 11 Februari 2024