Ketakutan Seoran g Kayra P u t r i w a r o h m a h
Ketakutan Seoran g Kayra e d i to r : P u t r i d es a i n cove r : P u t r i d ist r i b u to r : S M P 3 B a t a m
Kayra Mustika adalah keluar rumah dan bertemu banyak orang. Saat menghadapi lingkungan baru dan orang asing diluar sana dapat membuat ototnya terasa terkunci, napasnya sesak, pikirannya berputar putar. Sampai dia tidak dapat melakukan apa pun Rasa takut itu muncul secara tiba-tiba, melainkan bertumbuh. Benih nya tertanam pada masa Sekolah Dasar dulu, sosok Kayra dianggap sebagai mainan oleh anak-anak sebayanya. Seolah olah dia hanya benda mati yang tidak punya hati dan tidak bisa merasakan sakit. Cengeng! Anak mami! Kurcaci! Hahahahahaha! Seorang anak bisa diejek dan dikerjai hanya karena tubuhnya yang mungil dan lemah. Itu yang Kayra alami. Di Bekasi dulu, ia bersekolah di SD swasta yang mewajibkan pemakaian jilbab setiap hari. Masa itu kain jilbab Kayra basah oleh air mata, sobek, atau dicoret-coret kata kata tak pantas. Ibunya histeris saat melihat coretan itu dijilbab putri kecilnya sepulang dari sekolah. Ibu mengamuk kepada pihak sekolah, lalu tanpa banyak pertimbangan lagi semua keluarga Kayra setuju dengan usul Oma Ati untuk memindahkan Kayra ke Solo. Gara gara masalah disekolah lamanya itu, rasa takut Kayra tumbuh sedikit demi sedikit. Sehingga lama kelamaan menjadi hutan berduri yang dipenuhi langit bewarna abu kehitaman. Sayangnya, setelah pindah ke sebuah SD di Solo, hari hari Luna tetap seperti biasanya tidak ada perubahan sekali pun. Di sekolah barunya ada sekumpulan anak perempuan yang diketuai dua orang berbadan tinggi dan cantik. Percuma sih cantik kalau gak ada attitude. Mereka senang sekali menghasut anakanak lain untuk menjauhi Kayra. Kayra dianggap sebagai anak pindahan yang manja, sok iya, dan sombong. Pokoknya mereka tidak menyukai semua yang Kayra lakukan. Meskipun sebenarnya mereka iri dengan apapun yang Kayra punya. Kayra tidak pernah betah disekolah. Dia lebih senang berada di rumah bersama keluarganya apalagi bersama Oma Ati. Benih yang tertanam sejak masa Sekolah Dasar. Namun, rasa takut itu tetap bertumbuh sampai Kayra SMA. P r olo g 1
Kayra selalu ingin kembali ke Bekasi untuk menjumpai Oma Ati. Meski sudah tua, Oma Ati masih sehat dan kuat. Kayra tidak mau berpikir yang aneh aneh bahwa kematian bisa menjemput perempuan yang selalu ada selama 4 tahun bersamanya. Tapi, hari ini Oma Ati dimakamkan. Ibu Kayra yang mendapat kabar dari seorang perempuan dua puluh lima tahun yang bisa di sebut itu Tantenya Kayra dan Kara. Kayra yang sedang membereskan meja belajar nya terkejut mendengar kabar buruk itu. Punggungnya membungkuk layu, sebagain rambutnya kesamping wajah. Air mata menetes hingga membasahi gaun pinknya. Ia tidak menyangkan Oma pergi secepat itu. Disudut meja belajar ada sebuah foto. Kayra memandangi sebuah foto bersama Oma Ati, Ibu, Kak Kara, dan Ayah. " Oma Ati kan udah janji mau foto bareng aku dihari pertama aku SMA," ucap Kayra. " Oma Ingkar ! " P u l a n g K e B e k a s i Beberapa hari setelah kepergian Oma Ati. Kayra sudah terdaftar sebagai siswa SMA Bontara. Kayra keterima disekolah Bontara karena ia memiliki prestasi yang sangat cukup tinggi sehingga ia lolos masuk ke SMP favorit ini.Pada hari pertama Kayra masuk SMA muka Kayra tidak ada semangat karena membayangkan fase baru hidup nya dimulai dengan kehilangan. Padahal Kayra sudah mengharapkan awal SMA nya menyenangkan. Tetapi ayah dan ibu memutuskan Kayra akan selamanya di Solo, hati Kayra hancur. 2
Kepergian Mbah Ati mengubah itu semua, dan tidak ada lagi tersisa. " Di Solo, Kayra akan berkenalan dengan Malio " ujar Kara. Kara adalah kakaknya Kayra, dirinya memiliki sifat yang baik dan sangat menyayangi adeknya." Malio?" Kata Kayra pelan. " Iya dia itu adeknya Rina." Rina itu teman baru nya Kara, awal pertama bertemu mereka merasakan kenyamanan dalam berteman walaupun baru dua hari tapi Mereka sudah bisa merasakan kenyamanan itu. Keluarga kecil Malio dan Rina juga baru pindah ke Solo 3 hari setelah Keluarga Kayra. Rumah mereka bersebelahan. Hingga suatu pagi mereka baru ketemu saat Luna mau berangkat kesekolah. Malio punya geng dengan lima anggota --- dua cewek, tiga cowok .Yang sering main kerumahnya dan tertawa tawa sampai suara nya tedengar ke kamar Kayra . **** " Mereka bakal jadi teman baru kamu, Nak. Kalian bakal sering ngobrol karena satu sekolah" ucap ayah saat mereka sedang berkumpul bersama di ruang tamu. " Kamu pasti akan bertemu teman baru yang baik, Percaya deh dengan Mbak" Kayra menggeleng." Tidak!! Kayra maunya Mbak Kara yang nemenin Kayra." " Kita bisa berkomunikasi di handphone kok, dekk" Kayra tidak percaya. Kakaknya beberapa hari kedepan akan pergi melanjutkan pendidikan nya di Jakarta. Ayah dan ibu sibuk bekerja. Oma Ati sudah tiada. Padahal keluarga satu-satunya pegangan Kayra untuk tetap bertahan. Kayra tumbuh besar dan mencapai hal tak terbayang di kota Solo ini. Dia menghabis kan hari harinya di rumah saja bersama kucing nya si Moca. Ia merindukan sosok Mbah Ati dimana setiap hari libur mereka latihan nari. Mbah Ati dulu nya seorang penari yang selalu Mambawa pulang berbagai piala. Oleh karena itu Mbah Ati melatih Kayra agar bisa seperti dirinya. Selain menari, Kayra menceritakan cita-cita nya. 3
. Kayra akan kembali ke Bekasi. Kara menceritakan kepada Malio semua kejadian yang terjadi sama Kayra selama ini. Malio yang mendengarkan semua kejadian tersebut seketika syokkk, dia tidak menyangka bahwa Kayra pernah di perlakukan seperti itu oleh anak anak sebayanya. " Aku akan bantu kakak untuk membuat Kayra hilang dari rasa takutnya, aku percaya Kayra tidak akan seperti ini terus" ucap Malio. " Kamu yakin Mal? Rasa takutnya Kayra itu setiap saat selalu bertumbuh" ujar Kara. " Malio sangat yakin kak, Kira-kira apa yang Kayra suka kak?" Kara berpikir sejenak. Ternyata Kayra itu suka membaca buku novel yang judulnya klasik. Kayra selama ini sedang mencari sebuah buku berjudul Ksatria, Putri, dan Bintang jatuh cetakan 2000. Hal yang Malio suka, ternyata disukai Kayra juga. ***** Dua hari kemudian, Kayra tiba dirumah pada waktu Zuhur. Ia pulang dengan mata yang sembab. Kara sudah tau pasti Kayra baru saja nangis. Kara mengetuk pintu kamar adeknya itu untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. " Tok,,tokkkk,tokkkk. Buka dong dekk" Kayra yang mendengar suara ketukan pintu dan mendengar suara kakaknya pun langsung bangkit dari kursinya untuk membuka pintu. Setalah pintu dibuka Kayra hanya diam saja, Akhirnya Kara membuka topik pembicaraan. " Kamu kenapa dek? Cerita ke Mbak"ucap Kara " Tadi disekolah aku di ejekin teman-teman kalau aku masuk ke sekolah Bontara karena orang dalam." Disaat Kayra menceritakan semuanya kepada kakaknya perlahan pikiran nya menjadi tenang, tetapi ia masih belum terbiasa untuk bercerita ke kakaknya ia lebih sering bercerita ke Oma Ati. Ia merindukan masa masa Oma Ati masih hidup. 4
Pagi ini, pertama kalinya setelah dua Minggu. Kayra meninggal kan rumah untuk berangkat ke sekolah, dengan memakai kemeja putih, jas berwarna merah marun berlogo SMP Bontara, Rok selutut, Dan tas berwarna hitam. Memang seragam yang keren, tapi tidak putih abu seperti umumnya yang diinginkan Kayra. Itu membuat nya murung, karena mimpinya berfoto bersama Oma Ati kini musnah. Ayah melihat ekspresi Kayra berusaha menghiburnya. Dalam perjalanan menuju gerbang sekolah. Kayra melihat Malio melambaikan tangan. Setelah Kayra turun dari mobil dan berpamitan kepada Ayah dan ibu. Mobil ayah kini telah menuju gerbang keluar. Secara tiba tiba " Halo, kalau ada apa apa kamu bisa minta tolong sama aku yaaa." Ucap Malio. Kayra yang awalnya malu dan seketika otot otot yang mengencang itu pun memberanikan diri untuk berbicara. "Iyaa" dengan nada yang pelan. Sampai lah dikelas Kayra dan Malio pun duduk di bangku masing-masing. tempat duduk Malio dan Kayra tidak jauh mereka depan belakang duduknya. " Dari pada kita diam diam gini baik aku cerita boleh gak aku cerita?" H a r i P e r t a m a 5
Kayra yang mendengar ucapan Malio pun berbicara " Iya silahkan." Malio menceritakan petualangan kecilnya. Ia pergi bersama temanya ke toko buku dan menemukan buku Kstria,Putri, dan Bintang jatuh, pergi nonton bioskop, bermain time zone. " Tahu gak, aku Nemu apa?" tanya Malio. " Emang apa? " Jawab Kayra. Malio mengeluarkan sebuah kantong plastik berisi buku dan meletakkan didepan Kayra. Kayra bertanya lagi " Apaan ini?" " Udah buka aja itu untuk kamu" jawab Malio. Setelah dibuka betapa kagetnya Kayra melihat isi dari kantong plastik itu. " Serius ini untuk aku? Ih serius!" Tanya Kayra " Iya serius.." jawab Malio lembut. " Tapi kamu tau dari mana aku suka buku ini?" tanya Kayra dengan rasa penasaran. " Aku dikasih tau kak Kara, kebetulan aku lihat itu terus ingt sama kamu, ya udah sekalian aja" Setelah beberapa lama senyum Kayra yang manis itu pun kembali. Dan Malio merasakan kalau Kayra sedang bersenang hati. Malio senang melihat Kayra yang sudah tersenyum lagi. 6
Kayra menyambut hari ke dua setelah dua Minggu, Ia sampai disekolah pukul tujuh pas lebih cepat dari biasanya. Lima belas menit sebelum bel masuk bunyi. Setelah meletakkan tas dikelas. Ia keluar menuju Taman. Ia selalu sendiri tidak ada satu pun teman yang mau bermain bersama nya. Dan ia juga belum berani berkenalan duluan karena rasa takutnya masih belum hilang. Disekolah ini dia baru berkenalan dengan Malio. Harusnya Malio ada disaat Kayra kesepian, tetapi Malio mempunyai tugas lainnya seperti OSIS. Kalau Malio tidak ada kegiatan pasti dia akan berbincang dengan Kayra ***** Bel berbunyi tanda istirahat pun tiba. Malio baru selesai dari kegiatan OSIS nya, Ia mengintip Kayra dari jendela kelas. Gadis itu meletakkan kepalanya diatas meja. Rambut panjang nya terikat rapi. Ada dua laki laki yang bermain game dan dua perempuan sedang menyantap bekal sambil bermain handphone. Melihat Kayra sendirian Malio langsung menghampiri Kayra. " Kay, kamu kenapa?" Ucap Malio. " Gak ada apa apa kok." Jawab Kayra sambil tersenyum. Senyuman nya mengempis menandakan ia sedang tidak baik baik saja. Dan sampai Malio memutuskan untuk pergi, Kayra tak mengubah posisinya. Diam tak bersuara. Hanya terdengar suara hembusan nafas. Entah mengapa Malio sedikit khawatir? Apa dia sedih? Apa yang membuat sedih kembali? K e s e p i a m 7
Sepulang sekolah, Kayra singgah disebuah kafe. Ia memesan segelas es teh dan sepiring kentang goreng. Kayra mengeluarkan handphone dari tasnya dan mencari kontak kakakny. Ia mencoba menelfon dan diangkat. Kayra menceritakan semua kesedihan dan kesepian nya hari ini. Kayra berpikir bahwa dia bakal memberhentikan pendidikan nya. Dirinya sudah capek mengalami hal seperti ini dari SD sampai SMA tak kunjung membaik. " Jangan berpikir seperti itu dek, Mbak yakin seyakin nya suatu hari nanti ada jalan terbaik buat Kayra,Apa mau Mbak minta bantuan dari ayah atau ibu?" Ucap Kara "Jangan Mbak, kasihan ayah sama ibu Kayra tidak mau menyusahkan ayah dan ibu. Jangan menambah kan banyak pikiran untuk mereka." Jawab Kayra. Kara binggung apa yang harus ia lakukan. Beberapa menit kemudian Kara berpikiran untuk meminta bantuan kepada Malio tanpa sepengetahuan adeknya. ***** Kayra menutup handphone nya dan memasukkan nya ke dalam tasnya. Kayra pulang dengan perasaan yang masih sedih. Sesampainya di rumah Kayra hanya bermain bersama kucing nya si Moca. Sambil membaca buku pemberian Malio. Andai dulu sosok Malio hadir di masa SD mungkin Kayra tidak merasakan kesepian. Aku menepis keramaian Namun,aku juga benci kesendirian 8
sudah diberi tahu oleh Kara soal masalah semalam yang di kafe melalui Line. Malio sangat senang membantu apapun asal dapat membuat hati Kayra senang. Ia seperti ingin memusnahkan hutan berduri berawan abu kehitaman. Saat istirahat seperti biasa tempat yang selalu Kayra datangi yaitu " Taman". Malio sudah mengatakan ke geng nya untuk memperkenalkan teman barunya. Teman teman nya senang. Saat Kayra sibuk membaca buku pemberian Malio beberapa hari yang lalu. Tanpa ia sadari ada dua perempuan dan tiga laki-laki yang berdiri pas di depan Kayra. " Halo kay, kenalin ini teman teman ku yang akan menjadi teman baik mu," ucap Malio " Ehh hai," jawab Kayra. Mereka pun memperkenalkan diri nya satu persatu, dua perempuan bernama Aiko dan Mora. Dua laki laki nya bernama Abib dan Nata. Aiko dan Mora sangat senang berkenalan dengan Kayra. Mereka duduk di samping kanan dan kiri Kayra. Awalnya Kayra malu dan tidak mau berbicara tapi akhirnya mereka sudah mulai berbicara. Kayra tersenyum saat mendapatkan teman baru hingga dia tidak kesepian lagi ***** Setelah melewati sekitaran dua hari bersama Aiko dan Mora senyum Kayra sudah terlihat. Karena suara suara mereka membuat betapa warna warni nya kehidupan. Walaupun mereka berbeda kelas setiap jam istirahat Aiko dan Mora selalu menjemput Kayra untuk duduk dan berbincang di kantin. Belajar bareng, dan merencanakan untuk akan berpergian ke luar rumah seperti nonton bioskop, bermain Timezone, melihat tempat tempat yang indah. H a r i p a l i n gb e r h a r g a 9
Satu tahun berjalan dengan lancar, rasa ketakutan sudah mulai memudar. Kayra tidak merasakan kesepian laginya 10
kehidupan Kayra banyak berubah. Ia sekarang tidak merasakan kesepian dan rasa takut itu sudah memudar. Hutan duri berlangit abu kehitaman sudah musnah. Sekarang tumbuh lah benih baru yang sangat subur, Subur yang membawa kebaikan. Sekitar tiga hari kedepan, SMA Bontara mengadakan ujian sekolah. Mereka berencana akan belajar bareng dirumah Kayra, sekalian belajar bareng sama Malio, Abib, Dan Nata. Namun disaat rencana yang disenangi ada bunyi suara handphone, ternyata handphone milik Mora, saat mendengar apa yang sudah dikabarkan melalui handphone. Mora sangat kaget padahal ini adalah waktu yang sangat berharga. " Kamu kenapa Mor?" ucap Kayra " A-aiko katanya akan pindah dari Sekolah Bontara, karena keluarganya akan pindah ke Palembang untuk melanjutkan kerja ayahnya." Mendengar itu, semua menjadi sedih salah satunya Kayra, karena hanya mereka yang memperdulikan dan menyelamatkan Kayra dari kesendirian. " Bahwa tak semua orang yang meninggalkan akan benar benar pergi" . Hari dimana perpisahan Mereka pun tiba. Kayra memberi sebuah hadiah kecil kepada Aiko untuk kenang-kenangan. Kayra sangat berterimakasih kepada Aiko karena telah mau menjadi teman baiknya selama ini. Akhirnya sekarang mereka tinggal berlima. . ***** Ujian pun berakhir, saatnya siswa siswi menerima hasilnya. Saat ibu memperoleh hasil kerja keras anak nya, ibu sangat senang dan bangga karena kayra sekarang sudah bisa mengembalikan presentasi nya. Dimana yang tadinya selalu mendapatkan nilai yang tidak bagus karena memikirkan pertemanan nya.kini dia benar-benar berubah. Karena dirinya sekarang sudah mempunyai teman bertukar pikiran atau support system. Ibu memberitahukan kepada Kara dan Ayah. Kara sangat berterimakasih kepada Malio karena telah membantu memudarkan ketakutan adeknya. Sekarang Kayra sudah seperti anak anak sebayanya yang mempunyai banyak teman. Dan Sudah tidak merasakan kesepian dan ketakutan. 11
Dari cerita Kayra, kita bisa mengambil sebuah pesan moral, yaitu walau hidup kita terasa tidak menyenangkan untuk waktu yang panjang bukan berarti hidup kita tidak bisa menjadi lebih baik. Pada satu titik pasti hidup kita akan berubah menjadi lebih baik walau membutuhkan waktu yang lama untuk mencapainya. Jangan mudah berputus asa jika merasa hidup kita tidak menyenangkan, berusahalah mengubah itu walau prosesnya tidak mudah. Pe s a n m o r a l 12
P r of i l p e n u l i s Putri warohmah 9.4 Batam, 17 Januari, 2008 hobby aku itu banyak, tapi berubah- ubah kadang si dengerin lagu apalagi lagu car's outside, baca buku, baca au, nonton, scroll tiktok, jalan jalan dan 1 lagi yang gak mungkin ketinggalan ngelike semua postingan JENO❥ hai teman-teman! Ini adalah kali pertama aku membuat buku digital. Nama ku putri tapi kadang ada yang manggil siput, hmz okelah gak jadi masalah kok. I wanna say thanks you untuk mama dan Rapa karena udah temanin ngerjain buku ini sampai tengah malam. Dan say thanks you juga buat kalian semua yang sudah mau meluangkan waktu untuk membaca buku ini, maaf ya kalau bukunya masih banyak kurangnya. Dan tak lupa juga ucapan terimakasih ku ke Bu Tutut karena sudah mengajari ku membuat buku digital ini. Cerita ini ide aku sendiri ya guyss. Oh iya buku ini menginspirasi kan kita untuk jangan mudah berputus asa dalam berubah menjadi lebih baik karena berproses itu tidaklah mudah. udeh segitu aja deh dulu. BYEE GUYSS....