SURAT LAMARAN
PEKERJAAN
E Menyusun surat lamaran pekerjaan
dengan memerhatikan isi, sistematika,
Kompetensi Dasar
dan kebahasaan.
E INDIKATOR Menganalisis surat lamaran pekerjaan dengan
memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan.
Menyimpulkan surat lamaran pekerjaan dengan
memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan.
Menyusun surat lamaran pekerjaan dengan
memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan.
Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari surat lamaran pekerjaan
dengan pendekatan Saintifik dan model
pembelajaran Problem Based Learning, peserta didik
dapat menyusun surat lamaran pekerjaan dengan
memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan
dengan penuh tanggung jawab.
Tempat dan Tanggal Sistematika Surat Lamaran Kerja
Penulisan Salam Pembuka
Isi Surat
Hal
Lampiran Salam Penutup
Tujuan Tanda Tangan dan
Nama Jelas
STRUKTUR SURAT LAMARAN
KERJA
CERMATI
STRUKTUR
BERIKUT
PERHATIKAN PENJELASAN
BERIKUT!
Tempat dan tanggal pembuatan surat
Berbeda dengan surat dinas, surat lamaran pekerjaan tidak memerlukan KOP surat. Pada bagian paling atas,
Pinters bisa langsung menuliskan tempat dan tanggal penulisan surat secara lengkap.
Contoh: Yogyakarta, 29 Agustus 2020
Penulisannya lengkap, tidak ada yang disingkat. Pada bagian akhir tidak diberi titik. Posisi umumnya ada di
sebelah kanan, bisa juga di bagian kiri.
Hal dan Lampiran
Setelah tanggal, di bawahnya adalah Hal dan Lampiran. Posisinya ada di bagian kiri.
Hal biasanya diisi dengan “Lamaran Pekerjaan” dan Lampiran diisi dengan jumlah dokumen yang terlampir.
Tujuan Surat
Selanjutnya adalah kepada siapa surat tersebut ditujukan. Tidak perlu menggunakan “Kepada”. Langsung tulis
saja “Yth. Penerima surat Lamaran”.
Biasanya penerima surat lamaran hanya menyatakan jabatan. Pinters hanya perlu menuliskan jabatannya, tidak
usah menggunakan Bapak atau Ibu.
Penulisan “Jalan” jangan disingkat. Penulisan alamat usahakan tidak lebih dari 3 baris.
Pinters tidak perlu menggunakan tanda baca titik pada akhir setiap baris.
Contoh:
Yth. Manajer HRD PT. XYZ
Jalan Panembahan Senopati Nomor 20 Yogyakarta 55000
Salam Pembuka
Sebelum masuk bagian isi, tuliskan lebih dahulu salam pembuka. Lebih baik menggunakan salam universal.
“Dengan hormat,” adalah salam pembuka yang umum digunakan. Tambahkan tanda koma setelah salam
pembuka. Tidak perlu ditulis menjorok ke dalam.
Paragraf Pembuka
Pada alinea pembuka, Pinters bisa menuliskan darimana kamu mendapatkan informasi lowongan pekerjaan.
Contoh:
Sehubungan dengan informasi lowongan kerja di website official PT. XYZ, saya yang bertanda tangan di
bawah ini:
Bagian Isi
Pada bagian isi, biasanya terbagi dalam 3 hal, yaitu: identitas, maksud surat lamaran kerja, dan berkas-berkas
lamaran kerja.
Pada bagian identitas, tuliskan informasi yang sekiranya perlu misalnya: Nama lengkap, jenis kelamin, TTL,
pendidikan terakhir & jurusannya, dan kontak (email & nomor HP).
Setelah menuliskan identitas, Pinters bisa menuliskan maksud dari surat lamaran. Kamu juga bisa menyampaikan
beberapa skill atau suatu kondisi yang bisa menarik minat tim recruiter.
Contoh:
Yth. Manajer HRD PT. XYZ
Jalan Panembahan Senopati Nomor 20 Yogyakarta 55000
Salam Pembuka
Sebelum masuk bagian isi, tuliskan lebih dahulu salam pembuka. Lebih baik menggunakan salam universal.
“Dengan hormat,” adalah salam pembuka yang umum digunakan. Tambahkan tanda koma setelah salam
pembuka. Tidak perlu ditulis menjorok ke dalam.
Paragraf Pembuka
Pada alinea pembuka, Pinters bisa menuliskan darimana kamu mendapatkan informasi lowongan pekerjaan.
Contoh:
Sehubungan dengan informasi lowongan kerja di website official PT. XYZ, saya yang bertanda tangan di
bawah ini:
Bagian Isi
Pada bagian isi, biasanya terbagi dalam 3 hal, yaitu: identitas, maksud surat lamaran kerja, dan berkas-berkas
lamaran kerja.
Pada bagian identitas, tuliskan informasi yang sekiranya perlu misalnya: Nama lengkap, jenis kelamin, TTL,
pendidikan terakhir & jurusannya, dan kontak (email & nomor HP).
Setelah menuliskan identitas, Pinters bisa menuliskan maksud dari surat lamaran. Kamu juga bisa menyampaikan
beberapa skill atau suatu kondisi yang bisa menarik minat tim recruiter.
Contoh:
Bermaksud untuk melamar pada posisi Web Programmer. Saya sudah 2 tahun berpengalaman di bidang
tersebut dan menguasai html, jquery, javascript, bootstrap, wordpress, php, dll sebagai penunjang pekerjaan.
Saya cukup disiplin dengan deadline, bisa bekerja dalam tim, memiliki motivasi belajar tinggi, dan siap
ditempatkan di cabang manapun.
Setelahnya, Pinters bisa menuliskan lampiran berkas lamaran kerja misalnya: CV, ijazah terakhir, KTP, sertifikat,
SKCK, Kartu Kuning dll.
Bagian Penutup
Bagian penutup pada surat lamaran kerja biasanya berisi harapan supaya diterima dan ucapan terima kasih.
Contoh:
Demikian surat ini saya buat. Besar harapan saya supaya bisa diterima dan menjadi bagian dari PT. XYZ. Atas
perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
Tanda Tangan & Nama
Bagian paling akhir yaitu tanda tangan dan juga nama terang. Sebelum tanda tangan, perlu menuliskan
“Hormat Saya,”.
Contoh:
Hormat Saya,
TTD
Edy Nugroho