The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Marlianasari2303, 2020-10-29 08:31:16

Muatan Lokal Membatik

MULOK MARLIANASARI

NAMA:MARLIANASARI
KELAS:X IPA3

TUGAS MUATAN LOKAL MEMBATIK

1.MOTIF KLASIK

MOTIF BATIK PAMILUTO

SejarahBatik solo motif pamiluto ini biasanya dikenakan oleh ibu dari pihak
mempelai wanita pada saat acara tukar cincin. Motif batik ini memberi arti agar
ikatan pernikahan tidak dapat dipisahkan seperti mimin lan mintuno. Pamiluto
berasal dari kata pulut.
Motif batik pamiluto berasal dari daerah surakarta. Surakarta dikenal sebagai
kota budaya dan kota batik selain berbagai tempat wisata budaya.
Berbagai ragam kesenian banyak tercipta dari kota tersebut yang tercipta
tumbuh berkembang dan dilestarikan hingga sekarang. Keunikan karya
seni di Surakarta mencerminkan sosial budaya pada zamanya, seperti
kesenian yang diciptakan dari lingkungan keraton mempunyai ciri khas
tersendiri yang lekat dengan budaya keraton Surakarta Hadiningrat.

MOTIF BATIK PARANG KUSUMO

Batik Parangkusumo berasal dari kata “kusumo” yang artinya kembang
atau bunga yang dikaitkan dengan kembanging ratu. Sesuai dengan
namanya, batik.Parangkusumo hanya dipakai oleh kalangan keturunan raja
secara turun-temurun bila berada didalam keraton.Batik parang banyak
ditemukan di daerah Solo dan Yogyakarta sebab menurut sejarahnya, batik
parang diciptakan pada zaman Keraton Mataram. Makna yang terkandung
dalam motif ini adalah bahwasanya hidup harus dilandasi oleh perjuangan untuk
mencari keharuman lahir dan batin sebagaimana wangi harumnya bunga. Bagi
orang Jawa keharuman yang dimaksud adalah keharuman batin dan perilaku,
keharuman pribadi, taat pada norma-norma yang berlaku dan bisa membawa diri
agar dapat terhindar dari berbagai bencana
MOTIF BATIK LERENG

Sejarah motif ini diawali dari pelarian keluarga kerajaan dari Keraton Kartasura.
Para keluarga raja terpaksa bersembunyi di daerah pegunungan agar terhindar dari
bahaya. Mereka berada di daerah-daerah yang sulit dijangkau musuh. Motif ini
berarti juga topo broto para raja yang dilakukan di lereng-lereng pegunungan untuk
mendapatkan wahyu atau wangsit. Dalam tapa brata itulah mereka dapat melihat
pemandangan gunung dan pegunungan yang berderet-deret sehingga menyerupai
pereng atau lereng. Untuk itu maka motif ini dijadikan sebagai simbol kesuburan.
Berasal dari daerah istimewa yogyakarta
adanya motif ini diawali karna sejarah keluarga raja karaton kartasura.

MOTIF BATIK TRUNTUM

Penamaan truntum berasal dari kata tumaruntum yang dalam bahasa Jawa
berarti tumbuh berkembang. Pada perkembangannya, batik motif truntum
sekarang dikreasikan dengan kombinasi motif batik lain demi kebutuhan industri.
Contohnya batik Batik truntum.
merupakan batik asal Solo. Batik ini diciptakan oleh permaisuri Paku
Buwana III yang bernama Ratu Kencana.truntum dikombinasikan dengan
motif cakar, sawat, atau babon angrem. Batiksolo adalah toko Batik online yang
menyediakan aneka kebutuhan batik anda.
2.PEKALONGAN

Motif Batik Semen

Batik ini dibuat pada masa pemerintahan Paku Buwono ke IV yang
memegang tahta pada tahun 1788-1820 M. Motif ini memberikan pelajaran
kepada putranya yang sudah diangkat sebagai Putra Mahkota calon
penggantinya. Batik yang bercorak “semenan” dengan nama “semen-rama”
ini diambil dari ajaran Prabu Ramawijaya kepada Raden Gunawan
Wibisono saat akan mengganti raja di Alengka sepeninggal Prabu
Dasamuka. Ajaran yang dikenal adalah “Hatha Brata” yang harus

dilaksanakan oleh seorang calon pemimpin. Batik Semen Kakrasana
adalah salah satu jenis batik semen yang berasal dari Surakarta, Jawa
Tengah. Dalam perkembangan selanjutnya, kandungan nilai filosofis pola
semen, selain yang dilambangkan oleh ragam hias dari Hastabrata, ada
pula yang ditambah dengan ragam-ragam hias lain yang menjadi dasar
pemberian nama polanya, sebagai contoh adalah pola semen Gajah
Birawa. Dalam pola tersebut nampak adanya ragam hias berupa gajah,
pada semen rante terdapat bentuk-bentuk seperti rantai, dan seterusnya.
Selain itu, banyak pola semen dengan ragam hias pokok yang sudah
mengalami improvisasi sesuai selera penciptanya tetapi tetap alam arti
filosofis yang sama, diberi nama yang mempunyai arti sebagai cerminan
serta harapan. Sebagai contoh adalah semen Sidoasih dengan berbagai
versi namun mencerminkan arti yang sama.

Motif sawat

Batik sawat berasal dari kata sawat yang mempunyai arti melempar. Zaman dulu orang Jawa
percaya kepada para dewa sebagai kekuatan yang mengendalikan alam semesta. Salah satunya
yaitu Batara Indra yang mempunyai senjata wajra atau bajra, yang berarti thathit/ kilat. Senjata
tersebut digunakan dengan cara melemparkannya (Jawa: nyawatake). Bentuk senjata tersebut
menyerupai seekor ular yang bertaring dan bersayap (Jawa : mawa lar). Bila dilemparkan ke
udara, senjata ini akan menyambar – nyambar dan mengeluarkan suara yang sangat keras dan
menakutkan. Walaupun menakutkan, wajra juga mendatangkan kegembiraan sebab dianggap
sebagai pembawa hujan. Senjata pusaka batara indra ini diwujudkan dalam motif batik berupa
sebelah sayap dengan harapan agar si pemakai selalu mendapatkan perlindungan dalam
hidupnya. Motif Batik Sawat Asal Daerah Pekalongan. akan tetapi pada perkembangannya
motif batik ini sudah berkembang di seluruh pulau jawa dan berkembang sangat pesat khusnya di
daerah Pekalongan. Adapun jenis motif dari batik Sawat seperti, Motif batik Jawah Liris Seling
Sawat Gurdo( Jawah liris = gerimis ), Motif batik Latar Putih Centel Sawat Gurdo ( Filosofi =
Bila dipakai menjadikan wibawa ), Motif batik Semen Romo Sawat Gurdo Cantel ( di gunakan /
di pakai untuk mitoni/pesta, Filosofi = Agar selalu mendapatkan berkah Tuhan.), Motif batik
Semen Romo Sawat Gurdo ( Filosofi : Dipakai menjadikan macak (menarik).

Motif tujuh rupa

Batik motif Tujuh Rupa berasal dari Pekalongan.

Batik ini bernuansa kekayaan alam. Umumnya, batik pekalogan menampilkan
bentuk motif bergambar hewan atau tumbuhan. Motif-motif pada batik tujuh rupa
diambil dari campuran kebudayaan lokal dengan kebudayaan luar. Hal tersebut
dikarenakan Pekalongan dulunya merupakan tempat transit para pedagang dari
banyak negara. Akulturasi budaya itulah yang membuat batik Pekalongan sangat
khas, khususnya motif jlamprang, motif buketan, motif terang bulan, motif semen,
motif pisan bali dan motif lung-lungan.

Motif jlamprang

Motif jlamprang

motif batik Pekalongan adalah motif jlamprang,yaitu suatu motif yang
berbentuk semacam nitik dari Yogyakarta yang disebut juga dengan motif
batik geometris biasanya berupa lingkarang maupun segitiga.motif batik
Jlamprang pekalongan mendapatkan inspirasi motif batik yang berasal dari
pedagang asal Gujarat,india.Yaitu dari kain tenun tang berbahan sutra kah
Gujarat yang dibuat dengan teknik ikat dobel atau patola.kemudian oleh
masyarakat pekalongan diadopsike dalam motif batik yang serupa motif tenun
tersebut.jadilah motif Jlamprang berupa ceplok yang terdiri dari bentuk bujur
sangkar dan persegi panjang yang disusun menyerupai anyaman pada kain

tenun patola.ditambah dengan warna warna khas batik pesisir
pekalongan,terciptalah motifJlamprang yang indah.

3.BATIK MONOCROMATIK

Monokrom berasal dari kata mono dan chrom. Mono artinya satu atau
tunggal, chrom artinya warna. Jadi monokromatik berarti memiliki warna
tunggal atau satu warna. Oleh karena batik monochrome merupakan
penerapan teknik batik dan pewarnaan dengan satu jenis warna pada
kain. Batik monokrom pernah menjadi trend motif 2015 di kalangan
hijabers. Batik monokrom lebih elegan jika dipadupadankan dengan corak
tekstil khas Indonesia lainnya. Batik monokrom dapat menjadi pilihan bagi
wanita muslimah yang tetap ingin modis dan trendy.
Batik monokrom Sederhana tapi cocok jika dimodifikasikan dengan yang kain
lain. Batik monokrom bisa dikreasi dengan padu padan busana yang ada
dengan warna yang cocok. Misalnya memadukan motif persegi dengan batik
Pekalongan bermotif bunga. dll.

4.MOTIF JUMPUTAN

MOTIF RANTAI

MOTIF TUMPAL KUPU

MOTIF BULAT BULAT ABSTRAK

berasal dari bahasa jawa. Menjumput berarti memungut atau mengambil dengan
semua ujung jari tangan. cara pembuatan kain batik jumputan sangat sederhana dan
mudah dilakukan karena tidak menggunakan lilin dan canting. Batik jumputan dibuat
dengan cara menjumput kain yang di isi biji-bijian sesuai dengan motif yang di
kehendaki, selanjutkan mengikat, dan terakhir melakukan pencelupan kedalam warna.
Meskipun dengan cara sederhana. Hasil kain batik jumputan tidak kalah indah dengan
jenis batik yang lain. Batik jumputan merupakan suatu karya seni yang mempunyai
nilai budaya dan nilai ekonomi tinggi. Batik Jumputan merupakan kerajinan khas
daerah Banjarmasin yang sangat digemari masyarakat. Baik itu oleh
masyarakat umum, maupun pecinta batik nusantara. Jumputan atau yang
biasa dikenal sebagai teknik celup ikat ini berasal dari Tiongkok. Sebelum
sampai ke Nusantara dalam perkembangan batik jumputan/jumputan kain,
teknik celup ikat berkembang lebih dulu di India, hingga akhirnya menyebar
luas dan berkembang hingga saat ini.

5.MOTIF FORMIKA

batik formika adalah batik yang dibuat dengan cara menempelkan warna di
atas permukaan kain. Teknik yg digunakan dalam tekstil di daerah
Pekalongan pada tahun 1973. Efek motif yang ditimbulkan pada batik
formika adalah mau,motif abstrak.Teknik ini digunakan dalam tekstil
didaerah Pekalongan pada tahun 1973.efek motif yang ditimbulkan pada
batik formatika adalahmotif abstrak.

6.MOTIF LUKIS

Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung
melukis pada kain putih. Karena merupakan pengembangan dari
batik tulis klasik, batik lukis masih mengandung unsur yang sama
dengan batik tulis dalam aspek bahan, pemrosesan, dan
pewarnaan. Bagaimanapun juga karena terpengaruh seni lukis
modern, terdapat banyak sekali perbedaan dalam hal tampilan,
terutama pada motif dan warna. Perkembangan berbagai macam teknik
pembuatan motif atau cara memberi warna pada batik telah berkembang dan
menciptakan banyak cara baru salah satunya adalah Batik Lukis ini. Proses pembuatan
batik ini pada umumnya sama namun jika dilihat hasil akhir dari kedua proses ini akan
tampak perbedaan dalam hasil akhirnya. Batik yang dibuat dengan teknik batik lukis
akan terlihat memiliki warna yang sangat beragam dan juga dengan tampilan warna
yang lebih cerah. Untuk dapat membuat Motif Batik Lukis ada beberapa tahap yang
harus dilakukan diantaranya adalah dengan mempersiapkan kain katun atau kain
dengan bahan sutra yang akan diubah menjadi batik dengan teknik batik lukis. Setelah
kain ada dan telah siap maka proses selanjutnya adalah memberikan bentuk dan juga
pola yang nantinya akan menjadi motif batik yang diinginkan oleh pembuat baju batik
tersebut. Selain itu ada juga seniman yang langsung menggunakan canting dan juga
malam untuk membentuk pola yang diinginkannya ada pada permukaan batik
nantinya.


Click to View FlipBook Version