The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ika.arma.rani, 2022-11-24 04:13:21

E-BOOK TBC

E-BOOK TBC

Keywords: TBC

Pemerintah Kota Malang
Puskesmas Polowijen

E-BOOK

TBC

(TUBERCULOSIS)

PROMOSI KESEHATAN
PUSKESMAS POLOWIJEN

SUMBER : @pkm_polowijen puskpolowijen.malangkota.go.id
KEMENKES RI

Puskesmas Polowijen

Pemerintah Kota Malang
Puskesmas Polowijen

TBC

(TUBERCULOSIS)

TBC adalah penyakit
menular yang disebabkan
oleh kuman micobacterium

tuberculosis. Sebagian
besar kuman TBC

menyerang paru-paru,
tetapi dapat juga mengenai

organ tubuh yang lain.



Kuman TB berbentuk
batang mempunyai sifat

khusus yaitu tahan
terhadap asam

pewarnaan yang disebut
pula Basil Tahan Asam
(BTA).

Puskesmas Polowijen @pkm_polowijen puskpolowijen.malangkota.go.id

Pemerintah Kota Malang
Puskesmas Polowijen

FAKTOR PENYEBAB SESEORANG TERINFEKSI
MYOBACTERIUM TUBERCULOSIS

USIA HEREDITER

pada masa bayi kemungkinan Keturunan dan keluarga yang
terinfeksi sangat tinggi memiliki riwayat penyakit
Tuberculosis
JENIS KELAMIN
STRESS
pada akhir masa anak-anak
dan remaja, angka kematian situasi yang penuh stress (injury
dan kesakitan lebih banyak atau penyakit, kurang nutrisi,
terjadi pada anak perempuan stress emosional, kelelahan
yang kronik)

NUTRISI INFEKSI BERULANG
status nutrisi
kurang HIV, Measles,
Pertusis

PUBER

Pada masa puber dan remaja
dimana masa pertumbuhan
yang cepat, kemungkinan
infeksi cukup tinggi karena diit
yang tidak adekuat

Puskesmas Polowijen @pkm_polowijen puskpolowijen.malangkota.go.id

Pemerintah Kota Malang
Puskesmas Polowijen

KLASIFIKASI
TUBERCULOSIS

Berdasarkan organ yang terinfeksi,
klasifikasi tuberculosis ada 2, yakni

TB Paru dan ekstra Paru




TB Paru adalah tuberculosis yang TB Paru BTA Positif
menyerang jaringan paru, tidak
Disebut TB Paru BTA (+) apabila
termasuk pleura sekurang-kurangnya 2 dari 3
(selaput paru) spesimen dahak SPS (Sewaktu
Pagi Sewaktu) hasilnya positif,
Berdasarkan hasil atau 1 spesimen dahak SPS
pemeriksaan dahak, TB Paru positif disertai dengan
pemeriksaan radiologi paru
dibagi menjadi 2, yaitu : menunjukkann gambaran TB
aktif.
orTogBtaaentkku,tslusaterbnalugaphppaulearurjikasneeynnsantecuidtlinauinagigntnu(,dppbkaeaeunrrrliiuccta,,ualmulaorsdtisusiikuasse,mlynlgaa)yi,mannkgjieapnllmle,esneuajnraalyur,erlsarimaenlnfaegp,u
TB Paru BTA Negatif

Apabila dalam 3 pemeriksaan
specimen dahak SPS BTA
negatif dan pemeriksaan

rasiologi dada menunjukkan
gambaran TB aktif. TB Paru
dengan BGA (-) dan gambaran

radioogi positif dibagi
berdasarkan tingkat keparahan,

bila menunjukkan keparahan
yakni kerusakan luas dianggap

berat

Puskesmas Polowijen @pkm_polowijen puskpolowijen.malangkota.go.id

Pemerintah Kota Malang
Puskesmas Polowijen

KLASIFIKASI
TUBERCULOSIS

Tipe penderita Klasifikasi
ditentukan berdasarkan Tuberculosis
selanjutnya adalah
riwayat pengobatan berdasarkan tipe
sebelumnya. Ada
beberpa penderita
tipe penderita :
Kasus baru adalah penderita yang belum pernah
diobati dengan OAT atau sudah pernah menelan
Obat Anti Tuberkulosis (OAT) kurang dari satu bulan

Kambuh (relaps) adalah penderita TBC yang belum
pernah mendapat pengobatan dan telah dinyatakan

sembuh, kemudian kembali berobat dengan hasil
pemeriksaan BTA positif

Pindahan (transfer in) yaitu penderita yang sedang
mendapat pengobatan disuatu kabupaten lain kemudian

pindah berobat ke kabupaten ini. Penderita pindahan
tersebut harus membawa surat rujukan/pindah

Kasus berobat setelah lalai (default/drop out)
adalah penderita yang sudah berobat palig kurang 1

bulan attau lebih dan berhenti 2 bulan atau lebih
kemudian datang kembali berobat.

Puskesmas Polowijen @pkm_polowijen puskpolowijen.malangkota.go.id

Pemerintah Kota Malang
Puskesmas Polowijen

TANDA DAN GEJALA
TUBERCULOSIS

Demam diirasakan dengan
sentuhan kulit baru akan terasa

hangat, belum panas

Batuk kering (non produktif),
batuk produktif (sputum)

Keluarnya darah atau dahak
berdarah dari paru-paru dan
tenggorokan (saluran pernapasan)

ketika batuk

Sesak Nafas

Nyeri Dada

Nafsu makan menurun, sakit
kepala, nyeri otot, keringat

malam

Puskesmas Polowijen @pkm_polowijen puskpolowijen.malangkota.go.id

Pemerintah Kota Malang
Puskesmas Polowijen

KOMPLIKASI
TIBERCULOSIS

Komplikasi yang sering terjadi pada pasien penyakit
TBC apabila tidak ditangani dengan benar akan
menimbulkan komplikasi, diantaranya yaitu :
1. Komplikasi dini : pleuritis, efusi pleura , empiema,
faringitis.
2. Komplikasi lanjut :
a. Obstruksi jalan napas, seperti SOPT (Sindrom
Obstruksi Pasca Tuberculosis)
b. Kerusakan parenkim berat, seperti SOPT atau
Fibrosis paru Cor pulmonal, amilosis, karsinoma paru,
ARDS.

CARA
PENULARAN

Penyakit tuberculosis (TBC) bisa ditularkan melalui kontak
langsung dengan pasien TBC, seperti terpapar hembusan

nafasnya, cairan tubuhnya, dan apabila menggunakan
sendok dan handuk secara bersamaan

Puskesmas Polowijen @pkm_polowijen puskpolowijen.malangkota.go.id

Pemerintah Kota Malang
Puskesmas Polowijen

CARA

PENCEGAHAN

Bagi 1.Minum obat sampai habis sesuai petunjuk
Penderita 2.Menutup mulut ketika batuk atau bersin
3.Tidak meludah di sembarang tempat
4.Meludah di tempat yang terkena sinar matahari

langsung atau ditempat yang sudah ada
karbol/lisol

1.Jemur kasur seminggu sekali Bagi
2.Buka jendela lebar-lebar agar udara Keluarga

dan sinar matahari bisa langsung

Pencegahan 1.Imunisasi BCG pada bayi
Lainnya 2.Meningkatkan daya tahan tubuh dengan

makanan bergizi
3.Pemeriksaan massal terhadap kelompok-

populasi tertentu (Karyawan, anak pesantren)
4.pemeriksaan terhadap individu yang bergaul erat

dengan penderita tuberkulosisi paru BTA postif

Puskesmas Polowijen @pkm_polowijen puskpolowijen.malangkota.go.id

Pemerintah Kota Malang
Puskesmas Polowijen

PRINSIP

PENGOBATAN

Pengobatan TB dilakukan dengan prinsip -
prinsip sebagai berikut:

1.OAT harus diberikan dalam bentuk kombinasi beberapa
jenis obat, dalam jumlah cukup dan dosis tepat sesuai
dengan kategori pengobatan. Jangan gunakan OAT
tunggal (monoterapi). Pemakaian OAT-Kombinasi Dosis
Tetap (OAT-KDT) lebih menguntungkan dan sangat
dianjurkan

2. Untuk menjamin kepatuhan pasien menelan obat, dilakukan
pengawasan langsung (DOT = Directly Observed Treatment)
oleh seorang Pengawas Menelan Obat (PMO).

3.Pengobatan TB diberikan dalam 2 tahap, yaitu tahap awal
(intensif) dan lanjutan (Kemenkes RI, 2021).
Tahap awal (intensif) berlangsung sejak memulai
pengobatan hingga 2 bulan. Pasien TB WAJIB meminumobat
SETIAP HARI. Tujuannya untuk menonaktifkan
kuman/bakteri.

Tahap lanjutan berlangsung sejak bulan ke-2 hingga
bulan ke-6 atau lebih. Pasien meminum obat SETIAP
HARI Tujuannya untuk mematikan kuman/bakteri.

Puskesmas Polowijen @pkm_polowijen puskpolowijen.malangkota.go.id

Pemerintah Kota Malang
Puskesmas Polowijen

TERIMAKASIH

Puskesmas Polowijen @pkm_polowijen puskpolowijen.malangkota.go.id


Click to View FlipBook Version