1.4.A.5. RUANG KOLABORASI
KERJA KELOMPOK
ANGGOTA KELOMPOK 2 :
IMRON AZIZ S.Pd MAULANA RENDIK ISWAHYUDI, S.Pd. SD
CGP ANGKATAN 7
KABUPATEN LUMAJANG
GURU BERGERAK, INDONESIA MAJU
MENGANALIS MENDALAM
CONTOH KASUS YANG DISEDIAKAN
• Istilah “Budaya Positif di Sekolah”, sangat penting untuk dijaga dan dilestarikan. Memahami
budaya yang ada di dunia pendidikan hingga mengakar pada praktik di sekolah,
bagaimana budaya positif di sekolah dapat membentuk karakter murid, guru, dan bahkan
visi dan misi dalam sekolah itu sendiri. Selain itu, kita sebagai guru akan belajar memproses
disiplin positif dalam budaya sekolah yang nantinya akan menjadi perubahan baru yang
menggerakkan seluruh komponen sekolah.
Pemikiran-pemikiran bahwa tentang sekolah sebagai institusi pembentukan karakter. Mari kita
ingat kembali makna pendidikan sendiri dari Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara:
“Adapun maksud pendidikan yaitu: menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-
anak itu agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai
keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya”
DALAM MENANGANI KASUS KASUS PERLU DENGAN MENGARAHKAN PADA BUDAYA
POSITIF SKEOLAH
MENGANALISIS KASUS 1
1. DALAM PENERAPAN RESTITUSI KASUS DI ATAS, SIKAP-SIKAP RESTITUSI APA
SAJA YANG SUDAH DIJALANKAN OLEH IBU SANTI?
JAWABAN:
• Menstabilkan identitas : menanyakan kepada fifi dan natali tentang indakan mereka terhadap ibu
Eni dan menyanyakan apakah mereka bersedia memperbaika permasalahan yang ada
• Validasi tindakan : ibu santi menanggapi bahwa tindakan fifi dan natali yang ada kemauan untuk
meminta maaf dengan sungguh-sungguh dan menanyakan kembali apa yang mereka bisa lakukan
untuk menggantikan rasa tidak menghormati bu eni
• Menanyakan keyakinan : menanyakan kepada mereka apa yang akan mereka lakukan dan bagaimana
cara mereka memperbaiki tindakan.
2. Apakah restitusi yang diusulkan Fifi dan Natali sudah sesuai dengan kesalahan yang telah
dibuat? Bagaimana dengan solusi yang diusulkan keduanya, langkah-langkah restitusi apa
saja yang sudah dilakukan?
JAWABAN :
Restitusi yang diusulkan oleh mereka sudah sesuai dengan pelanggaran yang telah mereka buat, adapun langkah
restitusinya :
• Menstabilkan identitas : mengakui kesalahan dan meminta maaf
• Validasi tindakan : mengakui bahwa tindakaj mereka tidak sesuai keyakinan kelas
• Menanyakan keyakinan : mengadakan diskusi kelompok dengan teman-temannya dan mengirim email kepada
bu Eni tentang gagasan mereka dalam diskusi
MENGANALISIS KASUS 1
3. Dalam kasus di atas, posisi apakah yang telah diambil oleh Ibu Eni dalam
menangani Fifi dan Natali? Jelaskan jawaban Anda.
JAWABAN :Posisi yang diambil Bu Eni adalah posisi kontrol sebagai teman. Bu
Eni di posisi ini tidak akan menyakiti murid, namun akan tetap berupaya
mengontrol murid melalui persuasi.
4. Jika Anda adalah Pak Hasan, bagaimana Anda menyikapi langkah yang ditempuh Ibu
Santi?
JAWABAN : Saya akan mendukung upaya yang dilakukan Bu Santi karena
memposisikan dirinya sebagai Manajer.
MENGANALISIS KASUS 2
1. Dalam kasus di atas, sikap posisi apakah yang diambil oleh Bapak Lukman? Jelaskan, apakah
indikatornya?
Jawaban : Posisi yang diambil P.Lukman adalah kontrol penghukum
Alasan : Karena P.Lukman menggunakan nada tinggi dalam bertanya kepada
sabrina kemudian memberian hukuman secara verbal kepada Sabrina dengan
cara menyuruh melepas sepatunya seharian sehingga Sabrina merasa malu dan
tidak berani keluar kelas.
2. Bila Bapak Lukman mengambil posisi seorang Manajer, apa yang akan dikatakannya, pertanyaan-
pertanyaan seperti apakah yang akan diajukan ke Sabrina? Jelaskan.
1. Apa yang kita yakini Sabrina? ( menanyakan kesepakatan kelas yang telah dibuat
bersama kepada Sabrina )
2. Apakah kamu meyakininya Sabrina ? ( menanyakan kepada sabrina apakah dia juga
meyakini tentang kesepakatan kelas yang telah dibuat bersama )
3. Jika kamu meyakininya,apakah kamu mau meperbaikinya? (menanyakan kepada Sabrina
tentang sikap sabrina atau upaya sabrina dalam memperbaiki kesalahannya)
4. Jika kamu memperbaiki ini,maka kamu akan menjadi pribadi yang bertanggung jawab ?
(memberikan dampak yang timbul apabila Sabrina mau memperbaiki kesalahannya )
1.
MENGANALISIS KASUS 2
3. Kira-kira bila Anda adalah Kepala Sekolah di sekolah tersebut
• Nilai kebajikan apa yang ingin dituju oleh peraturan harus berwarna
hitam?
Jawaban :
Nilai kebajikan yang dituju adalah rasa persamaan artinya semua murid memakai
warna yang sama tanpa membedakan status,warna hitam tidak mudah kotor
• Bagaimana Anda menyikapi langkah yang diambil Pak Lukman
mengenai kasus tersebut?
Jawaban :
Langkah yang diambil P.Lukman kurang tepat karena dapat menimbulkan dampa
negatif pada psikis Sabrina,misalnya dendam,atau trauma karna nanti bisa
jadi bahan bulying oleh temannya.
MENGANALISIS KASUS 3
1. POSISI KONTROL APA YANG DIAMBIL OLEH IBU DANI DALAM PENDEKATANNYA
KEPADA FAJAR??
JAWABAN :
Posisi kontrol yang diambil oleh Ibu Dani adalah posisi kontrol
“sebagai pembuat orang lain bersalah”
2. MEMBACA SIKAP FAJAR, KIRA-KIRA KEBUTUHAN APA YANG
DIPERLUKAN OLEH FAJAR?
JAWABAN:
Dalam kasus ini Fajar membutuhkan kebutuhan dasar yaitu Aktualisasi diri.
Mencapai penuh potensi sesorang termasuk kreativitas.Fajar juga mungkin
membutuhkan cinta dan kasih sayang sebagai kebutuhan dasar.”
MENGANALISIS KASUS 3
3. BILAMANA IBU DANI MENGAMBIL POSISI PEMANTAU, APA YANG AKAN DILAKUKAN
ATAU DIKATAKAN OLEHNYA?
PERTANYAAN-PERTANYAAN SEPERTI APA YANG AKAN DIAJUKAN? JELASKAN.
JAWABAN :
• Peraturannya bagaimana?
• Apa yang telah kamu lakukan fajar?
• Apa sangsi dan konsekuensinya jika kamu tidak mengikuti pelajaran dengan baik?
4. APABILA ANDA ADALAH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH FAJAR DAN
MENGETAHUI HAL INI, BAGAIMANA TINDAK LANJUT ANDA?
JAWABAN :
• Menggali informasi tentang Fajar dari berbagai sumber
• Mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi
MENGANALISIS KASUS 4
1. Posisi kontrol apa yang telah dipraktikkan oleh Kepala Sekolah Ibu Suti? Hal-
hal apa saja yang dilakukannya sehingga Anda berkesimpulan demikian?
Jawaban :
Posisi kontrol manajerial,karena dalam menyelesaikan kasus ini Kepala Sekolah
Ibu Suti menerapkan 3 restitusi
1. Menstabilkan identitas : Disini Kepala Sekolah menstabilan emosi Dino
sehingga dia menjadi tenang dalam menjawab pertanyaan Kepala Sekolah.
2. Validasi tindakan salah : Disini Kepala sekolah berkata bahawa ada cara
lain untuk dilakukan dan menanyakan kesepakatan yang telah dibuat
kepada Dino.
3. Menanyakan keyakinan : Disini Kepala Sekolah menanyakan keyakinan yang
telah dibuat atau disepakti oleh sekolah kepada Dino sehingga membuat
Dino bertanggung jawab atas perbuatannya dan berusaha memperbaiki
kesahannya
MENGANALISIS KASUS 4
2. Dalam kasus tersebut, bagaimana Dino dikuatkan, bagaimana Anto dikuatkan
oleh Ibu Suti?
Jawaban :
Dalam kasus ini Dino dikuatkan dengan “manusia pasti pernah melakukan
kesalahan “.
Anto dikuatkan dengan apa yang harus dilakukan Dino untuk memperbaiki
kesalahannya
3. Kira-kira nilai-nilai kebajikan (keyakinan sekolah) apa yang dituju dalam kasus tersebut?
Jelaskan!
1. Tanggung Jawab ,karena dalam kasus ini Dino berani bertanggung jawab atas
kesalahan yang dia buat dan berusaha memperbaiki kesalahannya
2. Saling menghormati,karena dalam kasus ini kita diajarkan agar saling
menghormati dengan teman dan tidak menggunakan emosi
3. Menghilangkan rasa dendam.karena setiap manusia pasti pernah berbuat salah
dan kita wajib memaafkan apabila ada yang meminta maaf.
TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT
SALAM GURU PENGGERAK
TERGERAK, BERGERAK, MENGGERAKKAN