The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA GAYA HIDUP BERKELANJUTAN (Aksi dan Kampanye Penyelamatan Iklim Global)_compressed

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by khanzashakila2020, 2023-01-03 00:41:13

MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA GAYA HIDUP BERKELANJUTAN (Aksi dan Kampanye Penyelamatan Iklim Global)_compressed

MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA GAYA HIDUP BERKELANJUTAN (Aksi dan Kampanye Penyelamatan Iklim Global)_compressed

"GAYA HIDUP BERKELANJUTAN"
(AKSI DAN KAMPANYE
PENYELAMATAN IKLIM GLOBAL)
SMA NEGERI 1 SEMIN
2023

MODUL PROJEK
PENGUATAN PROFIL
PELAJAR PANCASILA




A. Tema Projek 3
“Gaya Hidup
Berkelanjutan”

B. Topik
Aksi dan Kampanye
Penyelamatan Iklim
Global

C. Aksi:
1. Pembuatan Biopori.
2. Penghijauan.
3. Pengelolaan Sampah.

D. Dimensi Profil Pelajar Pancasila
(dimensi, elemen, sub-elemen)

No. Dimensi Elemen Sub
Elemen




Bertakwa

kepada Menjaga

Tuhan Yang Akhlak

1 Maha Esa kepada lingkung

dan alam an alam

Berakhlak sekitar

Mulia




2 Bergotong- Berkolabo Kerja
royong rasi sama

Menghasil

kan

Karya

3 Kreatif dan -

Tindakan

yang

Orisinil

E. Tujuan Spesifik
1.Mengurangi jumlah limpasan air
permukaan.
2.Menambah jumlah infiltrasi air
tanah.
3.Menambah produksi oksigen di
lingkungan sekolah.
4.Mengurangi polutan CO2.
5.Pembiasaan budaya 3R (Reuse,
Reduce, Recycle).
6.Membudayakan LiSA (Lihat
Sampah dan Ambil)

F. Kompetensi yang
diharapkan dicapai oleh
siswa:
Berkembang sesuai harapan.

H. Pertanyaan pemantik.
1.Bagaimana jika kopimu tanpa
air?
2.Bagaimana akhir dari
sampahmu?
3.Berapa rupiah yang harus kamu
keluarkan untuk setiap menit
kamu menghirup oksigen jika
oksigen harus membeli?

H. Pembagian Kelas;
1.Topik Pembuatan Biopori untuk
kelas A (X1 dan X2).
2.Topik Penghijauan untuk kelas B
(X3 dan X4).
3.Pengelolaan Sampah di Sekolah
untuk kelas C (X5 dan X6).

I. Alur Kegiatan Projek

Temukan

Bayangkan

Lakukan

Bagikan

SJIUSRWNAASLISWI Asesmen Diagnostik

N Hari/ Kegiatan Instrument Target Materi
o. Tanggal

Pengenalan

Projek 3:

1 Rabu, 11 Temukan Asesmen Asesmen
Januari Diagnostik, Diagnostik
Penyampaian
2023 Jurnal tema
(jam ke-5 Kegiatan Menyaksikan
s.d. selesai) Video 1:
Biopori

Mengisi LK 1:

Biopori


Menyaksikan
video 2:
Kamis, Penghijauan
Mengisi LK 2:

12 Januari

Penghijauan
2 2023 Temukan Jurnal Menyaksikan
(jam Kegiatan video 3:
Pengelolaan
ke-5 s.d. Sampah
Mengisi LK 3:
selesai) Pengolahan
Sampah
Refleksi


Pembagian
kelompok
Rabu, kerja (6
kelompok tiap

18 Januari

kelas)
3 2023 Bayang- Jurnal Menentukan
(jam Kegiatan kegiatan
kan (sesuai tema)
Menentukan
ke-5 s.d. 2023 kebutuhan
selesai) bahan dan
alat
Merencanaka
n anggaran
secara
sederhana
Merencanaka
n aksi
kampanye di
Sosmed dll

N Hari/ Kegiatan Instrument Target Materi
o. Tanggal


Biopori:
Survey
Kamis, lokasi
Menandai

19 Januari

lokasi
4 2023 Lakukan Jurnal Membuat
(jam Kegiatan dokumen
aksi
ke-5 s.d. kampanye

selesai) Penghijauan:
Survey

lokasi
Menandai
Rabu, lokasi
Membuat

25 Januari

dokumen
5 2023   Jurnal aksi
(jam Kegiatan kampanye

ke-5 s.d. Ecobrick:
Persiapan
selesai) tempat
pengumpul
VIKINGSTORY OF an sampah
plastik
kering dan
botol air
mineral
ukuran 600
ml
Membuat
dokumen
aksi
kampanye

Biopori:
Menyiapka
n alat dan
bahan
Menyiapka
n biopori

Penghijauan:
Menyiapka
n alat dan
bahan
Membuat
kreasi botol
bekas
menjadi
pot

Ecobrick:
Menyiapka
n alat dan
bahan

N Hari/ Kegiatan Instrument Target Materi
o. Tanggal

Kamis, Biopori:
Menyiapka

26 Januari
Jurnal n alat dan
6 2023 Kegiatan bahan
(jam Menyiapka
Jurnal n biopori
ke-5 s.d. Kegiatan,
Lembar Penghijauan:
selesai) Observasi Menyiapka
n alat dan
Rabu, bahan
Membuat

1 Februari   kreasi botol
7 2023 bekas
(jam menjadi
pot
ke-5 s.d.
Ecobrick:
selesai) Menyiapka
n alat dan
bahan

Biopori:
Melubangi,
menanam,
menimbun,
menutup

Penghijauan:
Menyiapka
n media
tanam
Menyiapka
n bibit
tanam
Menyiapka
n tempat
tanam

Ecobrick:
Menyiapka
n botol air
mineral
600 ml
Mengisi
botol
dengan
sampah
plastik dan
dipadatkan

N Hari/ Kegiatan Instrument Target Materi
o. Tanggal


Biopori:
Melubangi,
Kamis,
menanam,
menimbun,

2 Februari
Jurnal menutup
8 2023   Kegiatan,
(jam Lembar Penghijauan:
Menyiapka
ke-1 s.d. Observasi n media
tanam
selesai) Menyiapka
n bibit

tanam
Menyiapka
Rabu,
n tempat
Jurnal tanam

8 Februari
Kegiatan, Menata pot
9 2023 Bagikan Lembar di lahan
(jam Observasi yang sudah
disediakan
ke-5 s.d.
Ecobrick:
selesai) Menyiapka
n botol air
mineral
600 ml
Mengisi
botol
dengan
sampah
plastik dan
dipadatkan
Menimban
g mencapai
minimal
berat 200
gram
Menyimpa
n di tempat
yang sudah
disediakan

Membagikan
kegiatan dari
awal s.d.
selesai
melalui media
sosial
(Instagram,
Facebook, WA)
Perawatan,
pemanenan,
dan
pemasaran
(tanpa batas
waktu)

PENDAHULUAN

Dewasa ini, kampanye mengenai cara
menanggulangi perubahan iklim sedang ramai
digalakkan. Hal ini tak terlepas dari aktivitas
pemanasan global yang terus meningkat setiap
harinya, menempatkan bumi dalam kondisi yang
semakin kritis. Untuk itu, demi kelangsungan hidup
generasi yang akan datang, penanggulangan
perubahan iklim harus segera dilakukan.

Pada tahun 2015, para pemimpin dunia
menandatangani perjanjian besar yang disebut
perjanjian Paris, untuk menerapkan solusi bagi
permasalahan ini. Inti dari semua solusi perubahan
iklim adalah mengurangi emisi gas rumah kaca, yang
harus mencapai nol sesegera mungkin.

Karena hutan dan lautan memainkan peran yang
sangat penting dalam mengatur iklim bumi,
meningkatkan kemampuan alami hutan dan lautan
untuk menyerap karbon dioksida juga dapat
membantu menghentikan pemanasan global. Sebagai
anggota dari masyarakat internasional, Anda juga bisa
lho, melakukan beberapa hal sederhana untuk
membantu menanggulangi perubahan iklim.

Berikut adalah beberapa cara menanggulangi
perubahan iklim yang bisa Anda terapkan dari level
keluarga dan orang-orang terdekat, untuk membantu
mencegah memburuknya pemanasan global.

1. Tingkatkan Kesadaran Masyarakat
Cara menanggulangi perubahan iklim yang pertama
adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat
di sekitar Anda mengenai topik ini. Dorong teman,
keluarga, dan rekan kerja Anda untuk mengurangi
polusi karbon mereka.

2. Lakukan Tekanan Politik
Cara menanggulangi perubahan iklim yang kedua
adalah dengan melakukan tekanan-tekanan politik
terhadap pemimpin setempat. Lobi politisi dan bisnis
lokal di sekitar Anda untuk mendukung upaya
pengurangan emisi dan pengurangan polusi karbon.
Pilihlah masalah lingkungan yang Anda pedulikan,
buat permintaan khusus untuk perubahan, lalu coba
atur pertemuan dengan perwakilan lokal Anda. Anda
bisa melakukannya dengan kelompok peduli
lingkungan yang ada di kota Anda. Jika ingin berhasil
mengatasi darurat iklim, politisi harus menjadi bagian
dari solusinya.
3. Ubah Moda Transportasi
Cara menanggulangi perubahan iklim yang ketiga
adalah dengan mulai mengubah moda transportasi
yang Anda gunakan. Transportasi menyumbang
sekitar seperempat dari semua emisi gas rumah kaca
dan di seluruh dunia, hingga banyak pemerintah
menerapkan kebijakan untuk mendekarbonisasi
perjalanan. Anda bisa memulai untuk membantu hal
ini dengan tidak menggunakan kendaraan pribadi
untuk bepergian. Berjalan kakilah atau gunakan
bersepeda sebagai moda transportasi harian Anda.
Jika jaraknya terlalu jauh, gunakan transportasi
umum.
4. Ubah Pola Makan
Cara menanggulangi perubahan iklim yang keempat
adalah dengan mengubah pola makan Anda.
Konsumsilah lebih banyak makanan nabati. Saat ini,
sekitar 60 persen lahan pertanian dunia digunakan
untuk penggembalaan ternak dan orang-orang di
banyak negara mengonsumsi lebih banyak makanan
hewani daripada makanan yang sehat. Di samping itu,
diet kaya nabati juga dapat membantu mengurangi
penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke,
diabetes, dan kanker.

5. Belanja di Pasar Lokal
Cara menanggulangi perubahan iklim yang kelima
adalah dengan berbelanja di pasar lokal dan pilihlah
makanan yang berkelanjutan. Untuk mengurangi jejak
karbon makanan Anda, belilah makanan lokal dan
musiman. Anda akan membantu usaha kecil dan
pertanian di daerah sekaligus mengurangi emisi
bahan bakar fosil yang terkait dengan transportasi
dan penyimpanan rantai dingin. Jika Anda ingin
selangkah lebih maju, cobalah menanam buah,
sayuran, dan rempah Anda sendiri. Anda dapat
menanamnya di taman, di balkon atau bahkan di
ambang jendela.
6. Jangan Membuang-Buang Makanan
Cara menanggulangi perubahan iklim yang ke enam
adalah dengan tidak membuang-buang makanan.
Sepertiga dari semua makanan yang diproduksi hilang
atau terbuang. Menurut Laporan Indeks Limbah
Makanan UNEP 2021, masyarakat secara global
membuang 1 miliar ton makanan setiap tahun, yang
menyumbang sekitar 8-10 persen dari emisi gas rumah
kaca global. Hindari pemborosan dengan hanya
membeli apa yang Anda butuhkan. Manfaatkan setiap
bagian yang dapat dimakan dari makanan yang Anda
beli. Ukur ukuran porsi nasi dan bahan pokok lainnya
sebelum memasaknya, simpan makanan dengan
benar (gunakan freezer jika ada), berkreasilah dengan
sisa makanan, bagikan makanan ekstra dengan teman
dan tetangga, dan berkontribusilah pada skema
berbagi makanan lokal.
Buat kompos dari sisa-sisa yang tidak bisa dimakan
dan gunakan untuk menyuburkan kebun.
Pengomposan adalah salah satu pilihan terbaik untuk
mengelola sampah organik sekaligus mengurangi
dampak kerusakan lingkungan.

7. Pilih Pakaian dengan Cerdas
Cara menanggulangi perubahan iklim yang ketujuh
adalah dengan memilih pakaian yang akan Anda
kenakan dengan cerdas. Industri fesyen menyumbang
8-10 persen dari emisi karbon global. Dan 'fast fashion'
telah menciptakan budaya membuang pakaian yang
pada akhirnya berakhir di tempat pembuangan
sampah. Anda bisa mengubah hal ini. Belilah sedikit
pakaian baru dan kenakan pakaian tersebut lebih
lama. Cari label berkelanjutan pada pakaian yang
Anda beli, dan gunakan layanan sewa untuk acara-
acara khusus daripada membeli barang baru yang
hanya akan dipakai sekali. Daur ulang pakaian bekas
dan perbaiki bila perlu.
8. Tanam Pohon
Cara menanggulangi perubahan iklim yang terakhir
adalah dengan menanam pohon. Setiap tahun, sekitar
12 juta hektar hutan dihancurkan. Deforestasi ini,
bersama dengan pertanian dan perubahan
penggunaan lahan lainnya, bertanggung jawab atas
sekitar 25 persen emisi gas rumah kaca global. Anda
dapat berperan dalam membalikkan tren ini dengan
menanam pohon, baik secara individu maupun
sebagai bagian dari kolektif untuk menghentikan
degradasi tanah dan lautan, melindungi
keanekaragaman hayati, dan membangun kembali
ekosistem.

Rencana Aksi

1.Pembuatan Biopori
a.Pengertian Biopori
Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat
secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air
yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara
meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini
dicetuskan oleh Dr. Kamir Raziudin Brata, salah satu
peneliti dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya
Lahan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan
membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan
sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah
organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat
menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu
menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana
ini kemudian disebut dengan nama biopori.

b.Manfaat Biopori
Biopori memiliki segudang manfaat secara ekologi dan
lingkungan, yaitu memperluas bidang penyerapan air,
sebagai penanganan limbah organik, dan meningkatkan
kesehatan tanah. Selain itu, biopori juga bermanfaat secara
arsitektur lanskap sehingga telah digunakan sebagai
pelengkap pertamanan di berbagai rumah mewah dan
rumah minimalis yang menerapkan konsep rumah hijau.
Biopori kini menjadi pelengkap penerapan kebijakan luas
minimum ruang terbuka hijau di perkotaan bersamaan
dengan pertanian urban. Bahkan pemerintah sangat
menganjurkan ruang terbuka hijau memiliki biopori

1)Penyerapan air
Biopori mampu meningkatkan daya penyerapan tanah
terhadap air sehingga risiko terjadinya penggenangan
air (waterlogging) semakin kecil. Air yang tersimpan
ini dapat menjaga kelembaban tanah bahkan di
musim kemarau. Keunggulan ini juga dipercaya
bermanfaat sebagai pencegah banjir
2)Penanganan limbah organic
Biopori juga dapat mengubah sampah organik menjadi
kompos. Pengomposan sampah organik mengurangi
aktivitas pembakaran sampah yang dapat
meningkatkan kandungan gas rumah kaca di
atmosfer. Setelah proses pengomposan selesai,
kompos ini dapat diambil dari biopori untuk
diaplikasikan ke tanaman. Kemudian biopori dapat
diisi dengan sampah organik lainnya. Sampah organik
yang dapat dikomposkan di dalam biopori diantaranya
sampah taman dan kebun (dedaunan dan ranting
pohon), sampah dapur (sisa sayuran dan tulang
hewan), dan sampah produk dari pulp (kardus dan
kertas).
3)Kesehatan tanah
Biopori juga dapat meningkatkan aktivitas organisme
dan mikroorganisme tanah sehingga meningkatkan
kesehatan tanah dan perakaran tumbuhan sekitar.

a.Cara membuat Biopori
1)Alat dan Bahan yang Harus Disiapkan
§ Bor biopori atau bor tanah
§ Pipa PVC dengan penutup yang sudah dilubangi di
bagian pinggirannya
§ Sampah organik
§ Air
Kawat (jika tidak memakai penutup yang dilubangi)

2) Cara Membuat Biopori
·Tentukan lokasi tanah yang akan dijadikan lubang
biopori;
·Siram tanah agar menjadi lunak dan mudah
dilubangi;
·Lubangi tanah dengan bor biopori atau bor tanah dan
buat secara tegak lurus;
·Buat lubang sedalam 1 meter dengan diameter 10-30
cm;
·Lapisi lubang dengan pipa PVC seukuran diameter
lubang yang sudah disiapkan; ( 10 – 30 cm )
·Isi lubang dengan sampah organik seperti daun,
rumput, kulit buah, dan lain-lain; dan
·Tutup lubang dengan kawat besi atau tutup pipa PVC
yang sudah dilubangi.

Berikut link video cara
membuat lubang Biopori:

Video 1

Video 2

3)Cara Merawat Lubang Biopori
·Isilah lubang biopori dengan sampah
biopori secara bertahap setiap 5 hari
sekali (pastikan agar selalu terisi penuh);
·Biarkan sampah yang sudah terisi penuh
di dalam lubang selama 3 bulan hingga
berubah menjadi kompos; dan
Setelah itu, angkat kompos yang sudah
jadi dan isi kembali lubang tersebut
dengan sampah organik yang baru.

LK 1 Biopori

GAMBAR PERALATAN DAN BAHAN PEMBUAT BIOPORI

2. Penghijauan.
Banyak yang menyamakan reboisasi dengan
penghijauan. Namun penghijauan dengan reboisasi ini
berbeda. Penghijauan adalah menanam pohon di
tempat yang diyakini bisa tumbuh misalnya saja di
halaman rumah Anda sendiri di halaman sekolah atau
di pingir-pingir jalan. Sebagaimana namanya,
penghijauan memiliki arti kegiatan atau aktivitas
pemulihan, pemeliharaan, serta peningkatan kembali
kondisi lahan supaya dapat bermanfaat secara
optimal sesuai dengan fungsinya. Peningkatan kondisi
lahan tersebut dapat dilakukan salah satunya dengan
menanam pohon. Bentuk usaha penghijauan
umumnya dilakukan sebagai respon terhadap kondisi
lingkungan yang memburuk, sehingga perlu dilakukan
penanaman guna ‘menghijaukan’ kembali. Aktivitas
penghijauan tidak melulu tentang menanam 1.000
pohon di hutan belantara atau puncak gunung. Ada
banyak cara dan bentuk penghijauan yang bisa kita
lakukan secara mudah dan sederhana. Cara-cara
tersebut bahkan bisa kita terapkan di halaman
rumah, taman kota, dan lingkungan sekitar kita.
Alhasil, dari lingkungan terdekat pun kita tetap bisa
melakukan upaya penghijauan. Lantas, apa yang bisa
kita lakukan?
a.Menanam Tanaman di Pot
Upaya penghijauan berikutnya yang dapat kita
lakukan yaitu dengan menanam tanaman di pot.
Sebab, salah satu tempat tumbuh tanaman yang
fleksibel adalah pot karena tidak akan banyak
memakan tempat dan lebih praktis. Selain itu pot juga
biasanya berukuran kecil, sehingga setiap sudut atau
tempat yang kosong bisa diisi dengan tanaman. Guna
memilih tanaman penghijauan dalam pot gunakan
kriteria berikut ini:

NOTEBOOK

Hindari penggunaan tanaman penghijauan yang
berbahaya bagi manusia, apalagi jika tanaman
diletakkan di jalan umum. Tanaman pot yang
diletakkan di jalan umum ada baiknya bila yang
berbunga dan daunnya indah sehingga sedap
dipandang mata. Jika pot tanaman akan diletakkan di
dalam rumah, kantor, atau tempat yang relatif aman
maka bisa memilih tanaman yang mahal atau
eksklusif.

b. Membuat Taman
Fungsi taman dalam sebuah lingkungan selain sebagai
tempat beristirahat juga bisa berfungsi sebagai
penghasil oksigen. Jadi, keberadaaan taman bukan
hanya untuk pelengkap estetik sebuah lingkungan
saja, melainkan juga memiliki fungsi ekologis. Dengan
adanya taman, lingkungan pun akan terasa segar dan
membuat betah penghuni sekitar

c. Taman Vertikal untuk Rumah/ Sekolah
Nah, kalau kondisi rumah/sekolah tidak
memungkinkan untuk dibuat taman karena lahan
yang sempit, sebagai alternatifnya bisa dengan
membuat taman vertikal. Taman vertikal atau taman
tegak adalah tanaman dan elemen taman yang
disusun sedemikian rupa pada bidang tegak lurus atau
mendekati tegak lurus sebagai taman. Tanaman
disusun dalam media tanam tertentu secara
permanen sehingga tanaman bisa hidup dan tumbuh
secara optimal dalam jangka waktu yang cukup lama
pada bidang vertikal. Konsep taman vertikal cocok
diterapkan di tempat yang terbatas di mana bentuk
taman seperti umumnya tidak bisa dibuat

Jendela Kamar

SMART
MOUSE DEER

d. Menanam Pohon Pelindung
Keberadaan pohon pelindung di halaman
rumah/sekolah akan membuat lingkungan terasa
sejuk, rindang, sekaligus indah. Selain itu, beberapa
pohon pelindung misalkan pohon angsana juga efektif
sebagai penyerap karbon yang artinya kondisi udara
lingkunganmu akan menjadi segar dan akan
mendapat pasokan oksigen melimpah

Link Video PengLhKija1 uan

3. Pengelolaan Sampah di sekolah Nobody Knows
But You

a. Pengertian Sampah

Sampah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan

[manusia] yang berwujud padat [baik berupa zat

organik maupun anorganik yang bersifat dapat terurai

maupun tidak terurai] dan dianggap sudah tidak

berguna lagi [sehingga dibuang ke lingkungan]. Alam

tidak mengenal sampah, yang ada hanyalah daur

materi dan energi. Hanya manusia yang menyampah

[mengakibatkan munculnya sampah].

b.Karakteristik sampah di Sekolah

Sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak orang

dapat menjadi penghasil sampah terbesar selain

pasar, rumah tangga, industri dan perkantoran.

Secara umum sampah dapat dipisahkan menjadi :

1)Sampah organik/mudah busuk berasal dari: sisa

makanan, sisa sayuran dan kulit buah-buahan, sisa

ikan dan daging, sampah kebun (rumput, daun dan

ranting).

2)Sampah anorganik/tidak mudah busuk berupa :

kertas, kayu, kain, kaca, logam, plastik , karet dan

tanah.

Sampah yang dihasilkan sekolah kebanyakan adalah

jenis sampah kering dan hanya sedikit sampah basah.

Sampah kering yang dihasilkan kebanyakan berupa

kertas, plastik dan sedikit logam. Sedangkan sampah

basah berasal dari guguran daun pohon, sisa makanan

dan daun pisang pembungkus makanan.

c. Pengelolaan sampah

Pemilahan yaitu memisahkan menjadi kelompok

sampah organik dan non organik dan ditempatkan

dalam wadah yang berbeda.

Pengolahan dengan menerapkan konsep 3R yaitu:

1)Reuse (penggunaan kembali) yaitu menggunakan

sampah-sampah tertentu yang masih memungkinkan

untuk dipakai [penggunaan kembali botol-botol

bekas].

2)Reduce (pengurangan) yaitu berusaha mengurangi
segala sesuatu yang dapat menimbulkan sampah
serta mengurangi sampah-sampah yang sudah ada.
3)Recycle (daur ulang) yaitu menggunakan sampah-
sampah tertentu untuk diolah menjadi barang yang
lebih berguna [daur ulang sampah organik menjadi
kompos].
Untuk sampah yang tidak dapat ditangani dalam
lingkup sekolah, dikumpulkan ke Tempat
Penampungan Sementara (TPS) yang telah disediakan
untuk selanjutnya diangkut oleh petugas kebersihan
ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

d.Perancangan Pengelolaan Sampah (Ecobrick) di
Sekolah
Ecobrick berasal dari kata ecology yang dalam Bahasa
Indonesia disebut ekologi, sementara kata brick
merupakan Bahasa inggris dari bata. Jika disimpulkan,
ecobrick merupakan bata ramah lingkungan. Ecobrick
dianggap sebagai salah satu cara pemanfaatan limbah
plastik yang mudah dan efisien. Kita bisa menciptakan
susunan bata yang terlihat indah dari sampah plastik.
Pemanfaatan limbah plastik menjadi sesuatu yang
lebih berguna melalui metode ecobrick.

Berikut lamgkah-langkah pembuatan ecobrick dari
sampah plastik:
1.Pilah dan bersihkan sampah plastic
Bahan utama yang harus tersedia dalam membuat
ecobrick adalah sampak plastic. Jenis sampah plastic
yang dimaksud bisa bermacam-macam, mulai dari
kemasan deterjen, kemasan minuman, kantong
plastic, dll. Setelah semua sampah plastic terkumpul,
cuci bersih bisa menggunakan deterjen atau sabun
pencuci piring, kemudian jemur sampai kering.

"LAKUKAN SEKARANG JUGA,
SEBELUM 'NANTI' BERUBAH
MENJADI 'TIDAK SAMA SEKALI'."

2.Sediakan botol bekas air mineral

Selain sampah plastic, dalam pembuatan ecobrick

membutuhkan media berupa botol-botol plastic yang

nantinya akan menjadi “bata”. Disini kita

menggunakan botol air mineral ukuran 600 ml,

usahakan untuk mengumpulkan botol sebanyak

mungkin. Botol tidak perlu dicuci jika dalam keadaan

bersih, namun bagian dalam botol harus kering

sebelum diisi sampah plastic.

3.Gunakan tongkat/stik

Sediakan tongkat/stik yang panjangnya dua kali lipat

Panjang botol air mineral. Tongkat/stik ini digunakan

untuk mengemas sampah-sampah plastic agar muat

dimasukkan ke dalam botol. eldaitteiosnt
4.Masukkan sampah plastic

Setelah semua bahan tersedia, saatnya memasukkan

sampah-sampah plastic yang sudah dibersihkan ke

dalam botol-botol bekas. Susun sesuai keinginan mau

acak atau dikonsep agar tampak warna-warni. Isi

botol dengan sampah plastic sampai semua botol

terisi penuh.

5.Padatkan sampah plastic

Setelah semua botol terisi penuh sampah plastic,

ambil tongkat/ stik untuk mendorong sampah plastic

supata padat di dalam botol. Jika di dalam botol masih

tersisa rongga udara, tambahkan sampah plastic dan

dipadatkan sampai tidak ada rongga udara yang

tersisa.

6.Timbang ecobrick

Supaya menjadi ecobrick yang dapat ditata secara

rapi, wajib menimbang botol-botol yang sudah diisi

sampah plastic. Standar ecobrik untuk botol air

mineral ukuran 600 ml harus diisi sampah plastic

hingga mencapai berat 200 gram.

7.Simpan ecobrick di tempat teduh
Simpan ecobrick yang sudah jadi di tempat yang
teduh. Hindari paparan sinar matahari langsung agar
botol-botol ecobrick tidak menyusut.
8.Susun ecobrick
Setelah semua ecobrick selesai dibuat, selanjutnya
susun menjadi sebuah benda atau bangunan. Ecobrick
bisa dipakai untuk membuat dinding (no-permanen),
replica benda (gapura, pohon, dll), pagar, pot, dll.

Link Video

EcLoKbr1 ick

Glosarium F O R E S T

Aksi: 1 n gerakan; 2 n tindakan: sikap
(gerak-gerak, tingkah laku) yang dibuat-
buat.

Biopori: lubang buatan pada tanah yang
diisi sampah organik untuk resapan air

Daur Ulang: peredaran ulang suatu masa;
(Kim) pemrosesan kembali bahan yang pernah
dipakai, misalnya serat, kertas, dan air untuk
mendapatkan produk baru

Dokumen: n 1 surat yang tertulis atau
tercetak yang dapat dipakai sebagai bukti
keterangan (seperti akta kelahiran, surat
nikah, surat perjanjian); 2 barang cetakan
atau naskah karangan yang dikirim melalui
pos; 3 rekaman suara, gambar dalam film, dan
sebagainya yang dapat dijadikan bukti
keterangan

FOREST

Ecobrick: metode yang digunakan untuk FOREST
meminimalisir sampah plastik dengan
media botol plastik yang diisi penuh
dengan sampah anorganik bersih hingga
botol tersebut benar-benar keras dan
padat.

Emisi Karbon: gas yang dikeluarkan dari hasil
pembakaran segala senyawa yang
mengandung karbon seperti CO2, solar,
bensin, LPG, serta bahan bakar lainnya.

Infiltrasi: n penyusupan; perembesan; campur
tangan

Kampanye: gerakan (tindakan) serentak
(untuk melawan, mengadakan aksi, dan
sebagainya).

Kreasi: n 1 hasil daya cipta; hasil daya khayal
(penyair, komponis, pelukis, dan sebagainya);
2 ciptaan buah pikiran atau kecerdasan akal
manusia.

FOREST Limbah Organik: sisa bahan atau sampah
yang dapat didaur ulang dan berasal dari
makhluk hidup, seperti limbah makanan,
limbah kotoran makhluk hidup, ataupun
limbah tanaman.

FOREST

Limpasan air permukaan: bagian curah
hujan yang kelihatan mengalir masuk ke
sungai dari permukaan tanah.

Media sosial: suatu label yang merujuk pada
teknologi digital yang berpotensi membuat
semua orang untuk saling terhubung dan
melakukan interaksi, produksi dan berbagi
pesan.
Pemanasan global: suatu bentuk
ketidakseimbangan ekosistem di bumi akibat
terjadinya proses peningkatan suhu rata-
rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi.

Penghijauan: Kegiatan atau aktivitas
pemulihan, pemeliharaan, serta peningkatan
Kembali kondisi lahan supaya dapat
bermanfaat secara optimal sesuai dengan
fungsinya.

Perubahan Iklim: Perubahan iklim
merupakan suatu perubahan jangka
panjang dalam pola cuaca tertentu di
suatu wilayah

Polutan: Zat dan bahan berbahaya

F O R E S T penyebab polusi.


Click to View FlipBook Version