LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)
DI PT.ISTANA CIPTA SEMBADA
TAHUN PELAJARAN 2021 / 2022
Periode Pelaksanaan 10 januari 2022 s/d 14 mei 2022
Diajukan sebagai Porto Folio Pelaksanaan
Praktik Kerja Lapangan
DISUSUN OLEH :
ALI MASKUR
BAGUS PUTRA PRATAMA
DIMAS ADITIYA PUTRA
MALIHATUN NISA
MARSHA DWI SAPTAWARDHANI
AGRIBISNIS PENGOLAAN HASIL PERIKANAN
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 GLAGAH BANYUWANGI 2022
i
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)
DI PT. ISTANA CIPTA SEMBADA
TAHUN PELAJARAN 2021 / 2022
Periode Pelaksanaan 10 Januari 2022 s/d 14 Mei 2022
DI SUSUN OLEH :
ALI MASKUR
BAGUS PUTRA PRATAMA
DIMAS ADITIYA PUTRA
MALIHATUN NISA
MARSHA DWI SAPTAWARDHANI
Banyuwangi,14 Mei 2022
Disetujui Oleh,
Pembimbing Sekolah Pembimbing DUDI
SINTA ARI FERDINAYA AAN SETIYO BUDI
Mengetahui,
Ketua Kompetensi Keahlian
AGRIBISNIS PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN
RIKAT, STP
NIP.197208232014071001
ii
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunianya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan laporan hasil pelaksanan praktek kerja industri (PRAKERIN).
Penyusunan laporan praktek kerja industri ini adalah salah satu syarat
untuk mengikuti Ujian kenaikan kelas tahun pelajaran 2022/2022 dan laporan ini
juga sebagai bukti bahwa kami telah melaksanakan dan menyelesaikan praktek
kerja industri di PT.ISTANA CIPTA SEMBADA.
Laporan ini dapat disusun dan diselesaikan dengan baik dan lancar berkat
bantuan dari berbagai pihak, baik dari pembimbing materi (PIC) maupun teknis.
Oleh karena itu, kami mengucapkan banyak terima kasih Kepada :
1. Bapak Panuri, S.pd., MM selaku kepala sekolah SMK Negeri 1 Glagah.
2. Bapak Rikat, Stp, selaku Ketua Kompetensi keahlian jurusan APHPI
3. Ibu Sinta Ari Ferdinaya, selaku guru pembimbing dari sekolah.
4. Bapak Aan Setiyo Budi, selaku pembimbing industri selama pelaksanaan PKL
diPT.Istana Cipta Sembada.
5. Bapak Hamim Gufron, selaku pembimbing lapangan selama pelaksanaan PKL.
Semoga penulisan Laporan Praktek Kerja Industri ini dapat memberikan
manfaat bagi kami khususnya dan pembaca pada umum.
iii
DAFTAR ISI
Halaman
COVER...................................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN ..........................................................................ii
KATA PENGANTAR .................................................................................iii
DAFTAR ISI............................................................................................ IV
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................1
A. Latar Belakang Program PKL ....................................................... 1
B. Tujuan program PKL......................................................................2
C. Manfaat Program PKL .................................................................. 3
BAB II PROSES DAN HASIL BELAJAR DI INDUSTRI ............................. 5
A. Waktu Dan Tempat Pelaksanaaan PKL....................................... 5
B. Tinjauan Umum Perusahaan/Industri............................................5
B.1 Sejarah Singkat Perusahaan / Industri .................................5
B.2 Visi dan Misi Perusahaan ................................................... 6
B.3 Struktur Organisasi Perusahaan ......................................... 6
B.4 Lay Out Pabrik UD ’’ICS’’.................................................. 10
C. Kegiatan Program PKL (Praktek Kerja Lapangan)....................11
C.1. Ruang Lingkup Pekerjaan ...............................................11
C.2. Alur Proses Pembekuan Udang IQF............................... 13
BAB III PENUTUP… ...............................................................................22
A. KESIMPULAN ........................................................................... 22
B. SARAN........................................................................................ 22
DAFTAR PUSTAKA................................................................................23
Lampiran – Lampiran ......................................................................24
iv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Program PKL
Prakerin atau Praktik Kerja Industri dilaksankan untuk melatih dan
memberikan pengajaran kepada siswa/ siswi dalam Dunia Industri atau
Dunia Usaha yang relavan terkait kompetensi keahlian masing-masing.
Selain itu prakerin juga bertujuan umtuk memberikan bekal ilmu dalam
dunia kerja agar dimasa mendatang siswa dapat bersaing dalam dunia
industri yang semakin berat seperti saat ini, untuk mempersiapkan siswa /
siswi agar memiliki kemampuan teknis dengan wawasan yang luas dan
fleksibel di era kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, meningkatkan
mutu dalam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta mengasah dan
mengimplementasikan materi yang diperoleh siswa / siswi dari sekolah masing-
masing terkait jurusannya.
Kegiatan prakerin merupakan salah satu bentuk kegiatan dari sekian
banyak visi dan misi SMK Negeri 1 Glagah dalam mempersiapkan siswa dan
siswinya untuk memasuki Dunia Industri dan Dunia Usaha (DI/DU)
nantinya.Dunia Industri dan Dunia Usaha tersebut tentunya tidak dapat diperoleh
dengan mudah, maka dari itu para siswa / siswi tidak hanya dibekali dengan
belajar teori saja tetapi juga pemahaman tentang lingkungan yang akan mereka
hadapi setelah lulus sekolah. Kegiatan prakerin dilaksanakan sesuai dengan
kemampuan atau kejuruan yang terdapat pada masing-masing siswa / siswi.
1
B. Tujuan Program PKL
Tujuan Program PKL Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) – Praktik
Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan belajar yang dilakukan diluar
sekolah. Kegiatan belajar ini dilakukan di industri yang relavan dengan
kompetensi keahlian siswa yang melakukan PKL tersebut. Sekolah Menengah
Kejuruan harus melakukan kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia industri
(DU/DI) dalam rangka pembelajaran praktik di luar sekolah. Bentuk kerjasama
tersebut harus di dokumentasi kan dalam bentuk Nota Kesepakatan (MoU)
sehingga hubungan antara SMK dan DU/DI memiliki dasar yang jelas yaitu MoU.
Program praktik Kerja Lapangan (PKL) disusun bersama antara SMK dan DU/DI
yang menjadi institusi / industri Pasangan dalam pelaksanaan PKL untuk
memenuhi kebutuhan peserta didik sebagai peserta PKL, sekaligus merupakan
wahana berkontribusi bagi DU/DI terhadap upaya peningkatan kualitas
pendidikan di SMK.
Tujuan Program PKL antara lain sebagai berikut.
1. Memberikan pengalaman kerja langsung kepada peserta didik dalam
rangka menanamkan iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli
mutu proses dan hasil kerja.
2. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membangun dan
mengembangkan kepribadiannya yang berkarakter sesuai dengan nilai-
nilai positif yang tumbuh dan diperlukan oleh masyarakat, khususnya di
dunia kerja ang ditekuni. Menanamkan etos kerja yang tinggi bagi peserta
didik untuk memasuki dunia kerja sesuai tuntutan pasar kerja global
3. Memenuhi hal-hal yang belum dipenuhi di sekolah agar mencapai
keutuhan standar kompetensi lulusan.
2
4. Salah satu bentuk aktivitas dan aktualisis dalam penyelenggaraan model
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) antara Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) dan Institusi Pasangan (IP) yang memadukan secara sistematis
dan sistemik program pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
dan program pelatihan penguasaan keahlian di dunia kerja (DU / DI).
C. Manfaat Program PKL
Karena Program Praktik Kerja Lapangan disusun bersama antara SMK dan
DUDI yang telah menjadi institusi / industri pasangan (IP) dalam pelaksaan PKL
untuk memenuhi kebutuhan peserta didik sebagai peserta PKL, sekaligus
merupakan wahana berkontribusi bagi DUDI terhadap upaya peningkatan
kualitas pendidikan di SMK. Maka manfaat PKL juga dapat dirasakan oleh selain
siswa dan SMK itu sendiri tetapi juga dapat bermanfaat juga bagi industri yang
telah menjadi pasangan (IP) dalam melakukan kerjasama untuk PKL.
Manfaat Program PKL antara lain sebagai berikut.
1. Siswa dapat mengaplikasikan dan meningkatkan ilmu yang telah
diperoleh di sekolah.
2. Menambah wawasan mengenai dunia kerja khususnya berupa
pengalaman kerja langsung dalam rangka menanamkan iklim kerja
positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja.
3. Menambah dan meningkatkan kompentesi serta menambah etos
kerja yang tinggi sesuai budaya industri.
4. Memperkuat kemampuan produktif sesuai dengan kompetensi
keahlian yang dipelajari.
3
5. Mengambangkan kemampuan sesuai dengan bimbingan atau
arahan pembimbing industri dan dapat berkontribusi kepada dunia
kerja.
6. Memperkuat kepribadiannya yang berkarakter sesuai dengan
tuntunan nilai-nilai yang tumbuh dari budaya industri.
4
BAB II
PROSES DAN HASIL BELAJAR DI INDUSTRI
A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan PKL
A.1 Waktu Pelaksanaan PKL
Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dilaksanakan selama 4
bulan yaitu pada tanggal 10 Januari - 14 mei 2022.
A.2 Tempat Pelaksanaan PKL
Kerja Praktek ini dilakukan di PT.ISTANA CIPTA SEMBADA (ICS)
terletak di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Kabupaten
Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.
B. Tinjauan Umum Perusahaan / Industri
B.1 Sejarah Singkat Perusahaan / Industri
PT. Istana Cipta Sembada merupakan sebuah perusahaan
swasta nasional yang bergerak dalam usaha pengolahan hasil
perikanan dengan spesifikasi produknya adalah udang beku. Produk
udang beku yang di hasilkan mempunyai pangsa pasar ter besar di
Jepang dan sebagian di Amerika Serikat dan Eropa.
Pada awal berdirinya tanggal 1 Oktober 1988, PT.Istana Cipta
Sembada bertempat di desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten
Banyuwangi dengan nama perusahaan Istana Cipta Sembada, bekerja
sama dengan PT Mahayasa yaitu dengan menyewa tempat untuk unit
5
pengolahan. Pada tanggal 1 Agustus 2001, perusahaan memindahkan
kegiatan produksinya ke Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Kabupaten
Banyuwangi dengan menempati bangunan pabrik milik sendiri atas lahan
s e l u a s 2 3 . 7 5 0 , 05 m² . Pe m b a n gu n a n p a b r i k d i l a k u k a n s e t e l a h
diterbitkannya SK Bupati Banyuwangi nomor :94/MB/Tahun 2000 tanggal 15
mei 2000, sejak memindahkan kegiatan produksinya di Labanasem
perusahaan namanya menjadi PT.Istana Cipta Sembada pada tahun 2007
dengan No. SK 216/PP/SKP/PB/IV/07. Produk yang dihasilkan PT.Istana
Cipta Sembada Peeled Tail On (PTO), semi Individual Quick Frozen (IQF),
Peeled And Devained (PND) natural. Rata-rata kapasitas produksi PT
.Istana Cipta Sembada adalah 12-15 ton perhari.
B.2 Visi dan mIsi Perusahaan
a. Memproduksi dan menyediakan barang hanya dengan standard
kualitas tinggi.
b. Selalu berusaha untuk memuaskan pelanggan ICS.
c. Perusahaan industri makanan & minuman.
B.3 Struktur Organisasi Perusahaan
=> Struktur Organisasi
Struktur organisasi PT.Istana Cipta Sembada terdiri dari beberapa bagian.
Hal ini dapat dilihat pada lampiran, sedangkan tugas dari masing-masing
bagian adalah sebagai berikut:
a. Manajer perusahaan ( Manajer Operasional )
1) Mengawasi keseluruhan kegiatan di perusahaan
6
2) Bertanggung jawab terhadap organisasi, manajemen, dan kegiatan proses
3) Memastikan bahwa rancangan HACCP telah diterapkan dan dibuat
pembahasan / revisi secara berkala apabila diperlukan, guna tercapainya
tujuan yaitu menghasilkan hasl pengolahan udang yang dapat diterima oleh
pasar internasional.
4) Mengulas rancangan HACCP bersama dengan semua manajer terkait
b. Manajer pembelian
1) Memberikan laporan kepada Manajer Operasional
2) Bertanggung jawab terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
pembelian semua bahan baku yang dibutuhkan perusahaan.
3) Ikut serta dalam mengulas rancangan HACCP
4) Ikut serta dalam mengulas rancangan HACCP
c. Manajer produksi GMP
1) Memberikan laporan kepada manajer operasional
2) Bertanggung jawab terhadap kegiatan pengolahan udang
3) Memastikan bahwa pengolahan udang sesuai dengan rancangan
HACCP yang sudah dibentuk dan tetap mengikuti aturan
d. Quality Assurance
1) Memberikan laporan kepada Manajer Operasional
2) Bertanggung jawab terhadap perencanaan, pengendalian kegiatan
proses produksi mulai dari penerimaan bahan baku sampai ekspor agar
seluruh prouk yang dihasilkan sesuai dengan standar / kualitas yang
diterapkan oleh perusahaan dan dapat diterima oleh pelanggan.
3) Ikut serta dalam mengulas rancangan HACCP.
7
e. Manajer PPIC
1) Memberikan laporan kepada Manajer Operasional
2) Bertanggung jawab terhadap perencanaan, pengendalian dan
kelancaran, pelayanan yang baik terhadap pembelian bahan baku,
produksi serta bahan-bahan pendukungnya hingga pengiriman ekspor.
3) Ikut serta dalam mengulas rancangan HACCP
f. Manajer Teknik
1) Memberikan laporan kepada Manajer Operasional
2) Bertangung jawab terhadap kelancaran pengoperasian dan
perawatan/pemeliharaan semua mesin dan peralatan pengolahan dan
pendukungnya pada semua tahap kegiatan pengolahan.
g. Quality Control
1) Memberikan laporan kepada QA
2) Bertanggung jawab mengkoordinasikan dan memamntau penerapan
GMP dan SSOP berdasarkan konsepsi HACCP
h. Laboratorium
1) Memberikan laporan kepada QA
2) Bertangung jawab dalam pengujian sampel raw material hingga produk akhir
secara mikrobiologi maupun kimiawi secara kualitatif dan kuantitatif
i. Sanitasi proses
1) Memberikan laporan kepada QA
2) Bertanggung jawab menjamin kebersihan seluruh dan ruangan didalam
ruang produksi sesuai standar kebersihan yang ditentukan oleh perusahaan.
8
j. Limbah dan Sanitasi Lingkungan
1) Memberikan laporan ke Quality Assurance
2) Bertanggung jawabb menjamin kebersihan lingkungan perusahaan yang
dihasilkan akibat dari proses produksi sehingga dapat menghasilkan limbah yang
aman untuk lingkungan
k. Asisten Manajer Produksi
1) Memberikan laporan ke manajer produksi
2) Bertanggung jawab terhadap proses produksi
l. Asisten Manajer Wilayah A
1) Memberikan laporan ke manajer produksi
2) Bertanggung jawab terhadap proses potong kepala, pengupasan dan
pembuangan usus hingga pencucian
m. Asisten Manajer Wilayah B
1) Memberikan laporan ke manger produksi
2) Bertanggung jawab terhadap proses pemisahan warna, sortasi, size
penimbangan dan penyusunan.
n. Asisten Manajer Wilayah C
1) Memberikan laporan ke manager produksi
2) Bertanggung jawab terhadap proses added value
o. Asisten Manager Wilayah D
1) Memberikan laporan ke manager produksi
2) Bertanggung jawab terhadap proses IQF
9
B.4 Lay Out Pabrik UD "ICS"
10
C. Kegiatan Program PKL (Praktek Kerja Lapangan)
C.1 Ruang Lingkup Pekerjaan
Ruang Lingkup pada Praktek Kerja Lapangan (PKL) kali ini adalah
membantu pelaksanaan tugas di PT.Istana Cipta Sembada Labanasem
Banyuwangi. Siswa dan siswi melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL)
selama 4 bulan yang terhitung mulai tanggal 10 Januari sampai 14 Mei 2022 di
bagian Penerimaan Bahan Baku, Deadhing (Potong Kepala), Peeling dan
Deveining (kupas dan cukit), Grader, Soaking , IQF, Glazing, dan Packing.
Adapun Ruang Lingkup Kerja tiap bagian di PT.ICS, antara lain :
1. Ruang Lingkup Kerja bagian Penerimaan Bahan Baku
a). Mambantu proses penerimaan udang
b). Menulis data udang setiap tirisan
c). Menghitung kitir satuan
2. Ruang Lingkup Kerja bagian Deadhing (Potong Kepala)
a). Membantu memotong kepala dan genjer udang
3. Ruang Lingkup Kerja bagian Peeling dan Deveining (Kupas dan Cukit)
a). Membantu mengupas kulit udang
b). Suplai es
4. Ruang Lingkup Kerja bagian Grader
a). Menghitung cek hasil grader
b). Membantu sortasi udang di mesin conveyor
5. Ruang Lingkup Kerja bagian Soaking
a). Membuat larutan turbo
b). Meneliti udang saat di steering
11
6. IQF (Individual Quick Freezing)
a). Meratakan produk IQF
7. Glazing
a). Mencelupkan udang yang selesai dibekukan di IQF ke air dingin
menggunakan keranjang stainless steel
8. Packing
a). Mengemas hasil produk udang
b). Membantu stampel pada mc
Tabel 1. Jadwal Jam PKL
Hari Jam masuk Istirahat Jam akhir
Senin 15.00
Selasa 07.00 12.00-13.00 15.00
Rabu 15.00
Kamis 07.00 12.00-13.00 15.00
Jumat 15.00
Sabtu 07.00 12.00-13.00 12.00
07.00 12.00-13.00
07.00 11.00-13.00
07.00 -
12
ALUR PROSES PEMBEKUAN UDANG IQF
A. PENERIMAAN BAHAN BAKU
Sebelum masuk diproses pengolahan satu hari sebelum pembongkaran
harus di uji laboratorium yaitu size, dan kualitas. Penerimaan ini bertujuan untuk
mengetahui kondisi fisik udang yang diterima sesuai dengan standar kualitas dari
segi fisik dan kimia. Setelah lolos uji lab udang akan memasuki proses
penerimaan yang dimana terdapat beberapa tahap-tahap. Tahap pertama yaitu
Pembongkaran.
- Tahap pembongkaran ini udang yang dari dek truck dibongkar kemudian
akan dimasukkan kedalam washing tank. Tujuan dari pencucian washing tank
adalah untuk meredupsi benda atau kotoran yang menempel pada udang,
terdapat campuran yang digunakan dalam washing tank yakni air 350 lt,
chalorine 292, dan ppm 50.
Tahap kedua yaitu Penirisan
- Tahap penirisan udang dilakukan setelah udang melalui pencucian
washing tank kemudian udang akan ditiriskan kedalam keranjang kuning selama
kurang lebih 7 menit. Sekali tirisan akan dibedakan dengan label hijau dan putih,
yang dapat mencapai 25 keranjang dengan 25 label.
Tahap ketiga yaitu Sampling
- Tujuan dari sampling adalah untuk mengetahui atau menentukan size dan
cek udang, dalam keranjang udang akan di ambil sample untuk di timbang dan di
hitung cek nya.
13
Tahap keempat yaitu Penimbangan
- Udang yang sudah ditiriskan dalam keranjang akan melalui tahap
penimbangan yang dimana perkeranjang di timbang dengan kapasitas 21kg.
Proses penerimaan ini berakhir pada tahap penimbangan setelah itu udang
akan melalui proses yang dimana setiap keranjang akan dibagikan kedalam
keranjang stainless steel dengan muatan 3kg / keranjang. Maka 1 keranjang
kuning berisi 21 kg dan membutuhkan 7 keranjang stainless steel kecil.
Kemudian keranjang kecil tersebut akan diratakan dan dibagikan kepada
borongan pk (potong kepala).
B. PK (POTONG KEPALA)
Proses potong kepala ini adalah proses pemotongan kepala dan
pemisahan genjer pada udang yang dimana menghasilkan udang utuh tanpa
kepala. Tujuan dari potong kepala adalah selain untuk menghasilkan udang utuh
melainkan juga untuk mencegah dari berkembang biaknya microba. Microba
yang ada pada udang dapat mencapai 75%. Pemotongan bagian kepala udang
dilakukan secara manual dengan menggunakan alat bantu kuku ninja yang
terbuat dari stainless steel.
Adapun cara memotong kepala dan genjer udang
=>Tangan kiri memegang bagian badan ibu jari menekan kearah bawah dari
jari telunjuk mendorong ke atas hingga kepala dan genjer terlepas. Hasil udang
yang sudah terlotong kepalanya akan dikumpulkan menggunakan keranjang
kemudian akan ditimbang terlebih dahulu. 1 keranjang berisi 20 kg. Setelah itu
ditimbun dalam box dengan menggunakan air dingin dan es.
14
C. KUPAS DAN CUKIT
Proses pengupasan kulit dan pembuangan usus udang, proses ini dimana
hasil udang yang sudah terpisah dari kepala akan melalui tahap pengupasan kulit
dan pencukitan usus udang. Tujuannya ialah untuk mendapatkan produk bersih.
Hasil udang yang di timbun akan di bagikan kedalam keranjang yang berisi 2kg
lalu keranjang tersebut akan dibagikan kepada borongan kupas dan cukit.
Adapun cara untuk mengupas dan mencukit
=> • Tangan kiri memegang badan setelah itu dibalik dan tangan kanan
memegang kaki udang
• Setelah itu kulit udang dikupas dengan hati-hati.
=> • Dibantu menggunakan alat pind cukit
• Lalu bagian punggung udang akan terlihat usus kemudian dicukit dengan
alat pind cukit.
Hasil PK yang baik mempunyai daging yang utuh dan bersih dari usus dan
genjer. Hasil udang yang sudah terkupas dan dicukit akan dikumpulkan
dikeranjang dan diletakkan dimesin conveyor yang menuju ke tahap chekcer.
Tujuan dari checker adalah untuk memilah udang yang belum dikupas dan
dicukit. Setelah itu hasil udang yang lolos checker akan dikumpulkan dan
ditimbun dalam box dengan campuran air dan es.
15
D. GRADER
Grader adalah proses pemisahan size udang. Pada proses ini udang akan
disortasi ukurannya ada beberapa tahap pada grader tersebut.
Tahap pertama Pencucian Washing tank.
- Hasil udang yang ditimbun akan dimasukan dalam washing tank, udang
akan melalui tahap pencucian Washing tank dengan campuran air 480 lt,
chalorine 160 cc dan ppm 20.
Tahap kedua Grader
- Setelah udang memasuki tahap pencucian, udang otomatis masuk
kedalam mesin grader. Udang akan terpisah sesuai ukuran atau size-nya. Fungsi
dari mesin grader ialah memisahkan ukuran udang mulai dari yang terkecil
hingga terbesar.
Tahap ketiga Mesin conveyor
- Hasil pemisahan udang dari mesin grader akan terpisah melalui mesin
conveyor yang dimana terdapat 6 mesin conveyor yang berbeda ukuran udang.
Tahap keempat Sampling
- Hasil udang dari mesin conveyor akan dicek terlebih dahulu untuk
mengetahui hasilnya.
Tahap ke lima Penimbangan
- Penimbangan hasil udang dari mesin conveyor perkeranjang yang dimana
ditimbang dengan kapasitas. Setelah melalui tahap proses tersebut hasil udang
akan ditimbun dalam box dan diberi kode yang berbeda sesuai cek hasil udang,
setelah itu udang akan melalui proses selanjutnya.
16
E. SOAKING
Pada proses ini udang akan melaku proses perendaman. Tujuan dari
soaking ini adalah untuk menambah bobot atau volume udang. Bahan tambahan
yang digunakan ada STTP, Turbo, es, dan garam. Masing-masing bahan tersebut
mempunyai fungsi sendiri yakni :
- Fungsi STTP yaitu sebagai food adiktif yang bertujuan untuk
mengenyalkan produk, meningkatkan rendemen dan membuat produk menjadi
lebih bening.
- Fungsi Turbo yaitu untuk menambah volume atau untukmengembangkan udang.
- Fungsi Garam yaitu untuk campuran sttp dalam perendaman.
- Fungsi Es yaitu untuk menjaga kualitas atau mutu udang selama proses
sebelum udang menjadi produk jadi.
Tahap pertama pada soaking yakni penirisan udang sebanyak 2 sampai 3
kali hingga mencapai suhu 22 sampai 23°C, kemudian diberi larutan Turbo
sebanyak 142 liter. Setelah itu udang diaduk menggunakan steering, tahap
steering ini membutuhkan waktu selama 5 jam. Pada saat steering setelah 3 jam
akan diberi larutan STTP sebanyak 75 liter kemudian steering dilanjut sampai
waktu 5 jam. Setelah 5 jam akan dimasukkan atau ditambahkan es ke dalam box
dengan suhu 0 sampai 5°C, kemudian didiamkan atau direndam dengan waktu
16 sampai 17 jam atau semalaman. Setelah proses perendaman udang akan
dicek berapa hasil dari soaking semalam jika hasil steering gagal akan di soaking
ulang atau di soaking 2 malam jika berhasil akan masuk proses selanjutnya.
17
F. IQF (INDIVIDUAL QUICK FREEZING)
Teknik pembekuan udang dengan metode IQF di PT.Istana Cipta Sembada
memiliki prinsip membekukan oriduk secara individu dengan menggunakan gas
nitrogen proses pembekuan menggunakann Individual Quick Freezing (IQF)
menggunakan mesin tunnel freezer. Tujuan dari pembekuan dengan suhu adalah
untuk memebekukan udang dengan suhu pusat -18°C. Pembekuan udang
menggunakan mesin IQF adalah agar tiap potong udang yang dibekukan tanpa
menempel satu sama lain secara cepat terus-menerus dan tidak terpotong
potong. Kapasitas mesin tunnel freezer sekitar 800 sampai 900 kg per jamnya.
Dalam mesin IQF memiliki beberapa bagian-bagian yang setiap bagian tersebut
mempunyai kecepatan yang berbeda yaitu :
=> Infeed : - Mesin conveyor yang digunakan untuk meratakan undang sebelum
memasuki ruang kedua, pada mesin ini menggunakan suhu ruang.
=> Booster 1 : - Ruang freezing tahap pertama. Pada ruang ini menggunakan
suhu -30° C.
=> Booster 2 : - Ruang freezing tahap kedua. Pada ruang ini menggunakan suhu
yang sama dengan ruang freezing tahap pertama yakni -30°C, tetapi perbedaan
dari ruang 1 dan ruang 2 ini adalah penggunaan kecepatan pada ruang freezing
yang pertama menggunakan kecepatan lebih cepat dibandingkan dengan ruang
kedua.
=> Tunnel : - freezer tahap akhir. Pada tahap ini yang di mana hasil udang harus
benar-benar sempurna.
Kelebihan teknik pembekuan udang dengan metode IQF adalah waktu
pembekuan cepat kadar air dalam bahan dapat benar-benar habis dan kapasitas
produksi yang besar.
18
Prosedure Pembekuan udang
=> Udang akan dicelupkan terlebih dahulu ke dalam larutan air (Air 100 lt,
chalorine 8.3 cc, dan 10 ppm). Tujuannya untuk menghilangkan kotoran dan
bakteri pada udang, kemudian di celupkan kembali di air dingin untuk
mereduksi air chalorine itu.
=> Udang diratakan secara sendiri-sendiri ( tidak boleh tumpang tindih ) dan
rapat pada infeed conveyor.
=> Proses pembekuan dapat dimulai setelah suhu pembekuan yang
ditetapkan pada mesin IQF.
=> Dikeluarkan dari mesin IQF, kemudian produk akan melewati mesin
hardening yang berfungsi untuk mengeraskan produk sehingga terbentuk
lapisan glazing yang sempurna.
=> Penimbangan dilakukan secara manual dengan menggunakan timbangan
elektrik. Penimbangan dilakukan secara cermat, cepat, dan tepat sesuai
standard yang telah ditetapkan.
G. GLAZING
glazing yaitu pelapisan udang dengan cara dicelupkan air dingin
dengan suhu 0-1°C. Glazing bertujuan untuk mengawetkan produk
dengan cara mencegah dehidrasi selama penyimpanan dan mencegah
terjadinya kontak dengan oksigen yang dapat menyebabkan oksidasi
selama penyimpanan beku. Glazing berfungsi memberi kenampakan
lebih menarik lebih bercahaya dan transparan karena adanya lapisan es yang
tipis pada permukaan produk.
prosedure nya dimulai dari udang yang selesai dibekukan di IQF kemudian
dimasukan ke keranjang yang terbuat dari stainless steel kemudian glazing
dengan cara di celupkan ke air dingin selama 3- 4 detik, air glazing dikontrol
setiap jam nya.
19
H. PACKING
Packing ialah proses dimana produk kemasan udang akan dikemas untuk
menjaga agar mutu dan kualitas udang tetap baik sampai di tangan buyer.
Pengemasan udang beku di PT.Istana Cipta Sembada ada 2 cara yaitu:
=> Pengemasan l (Plastic polietilen / polybag)
- Bahan yang membungkus produk secara langsung. Bahan yang digunakan
adalah plastik polietilen.
=> Pengemasan ll (Master Carton)
- yang digunakan adalah master karton yang bertujuan untuk melindungi produk
secara keseluruhan baik dari resapan air atau lingkungan lembab, sehingga
PT.Istana Cipta Sembada Banyuwangi menggunakan plastik polybag yang
berlapis lilin.
=> Pendeteksi logam (Metal detector)
- Pendeteksian logam dilakukan dengan cara melewatkan seluruh produk yang
telah ditimbang dan dikemas dalam polybag pada alat pendeteksi logam. Pada
kondisi normal, arah gelombang pemancar menyebar ke arah
penerima atau produk yang akan dideteksi, apabila ada benda asing baik logam
atau besi maupun bukan yang termasuk logam atau besi maka alat akan
berbunyi, kemudian akan dicek kembali melalui mesin metal detector untuk
memastikan tidak ada logam atau besi pada produk tersebut.
20
=> Pengemasan lll
Pengemasan akhir dilakukan setelah produk dilewatkan pada mesin
metal detektor yang kemudian langsung dikemas dalam master carton,
setiap master carton berisi 10 kemasan plastik polybag. Master carton yang
lengkap dan tepat dilakban lalu di strapping dengan warna PP-band sesuai
produk yang dikemas.
I. COLD STORAGE
Proses penyimpanan dilakukan setelah semua produk terkemas dengan
baik. Penyimpanan beku dilakukan pada ruang yang dirancang untuk
menyimpan produk yang dibutuhkan pada suhu -20 sampai -23°C yaitu cool
storage. Penyimpanan ini berfungsi untuk mempertahankan kualitas produk
sambil menunggu untuk diekspor.
21
BAB lll
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah melaksanakan kegiatan PKL di PT tersebut, kini saya dapat
mengambil beberapa kesimpulan apabila saat berada di sekolah seorang
siswa diajarkan mengenai teori, maka teori tersebut dapat digunakan sebagai
dasar saat melakukan kegiatan secara langsung atau praktek.
Selain itu, untuk mengikuti ujian nasional, sangat penting bagi seorang
siswa untuk melakukan PKL. Dengan mengikuti kegiatan tersebut maka
mereka akan lebih mudah dalam mendapatkan pembelajaran serta
pengalaman yang lebih banyak khususnya dalam dunia kerja secara
langsung.
Setiap siswa bahkan mendapatkan peluang untuk belajar lewat bekerja
secara langsung dengan cara mengerjakan pekerjaan yang sesungguhnya.
Dengan adanya PKL tersebut, saya juga dapat merasakan sendiri bagaimana
pelaksanaan praktek di lapangan yang dibimbing langsung oleh pihak
industri.
B. Saran
Terdapat beberapa saran yang saya tujukan kepada setiap siswa PKL
lainnya. Bagi siswa maupun siswi yang melakukan kegiatan PKL ini ada
baiknya untuk terus menjaga nama baik sekolah. Terutama saat berada di
tempat pelaksanaan kegiatan praktek kerja tersebut sesuai dengan peraturan
perusahaan.
22
Sementara itu, saran untuk sekolah adalah sebaiknya baik siswa
maupun siswi yang akan diterjunkan ke sebuah perusahaan dengan
keperluan PKL diberikan pengenalan terlebih dahulu tentang pekerjaan yang
akan dilakukan terlebih dahulu. Dengan begitu, mereka akan lebih siap
secara fisik dan juga mentalnya.
23
DAFTAR PUSTAKA
https://perikanan38.blogspot.com/2021/06/pembekuan-udang-dngn-
metoda.html?m=1
24
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran foto kegiatan
Seragam APD (baju proses)
sortasi grager
25
Mesin grader
Mesin IQF
26
Area Toilet
Kantin
27
Musholah
Tempat istirahat
28
Limbah
Parkir area
29