Media Informasi Dewan Senatus Jakarta @bejanarohani Legio Maria Senatus Bejana Rohani Legio Maria Indonesia [email protected] www.legiomariasenatusbejanarohani.or.id SENA TUS BEJANA ROHANI | EDISI 9 - SEP T EMBER 2021 Bukan sebuah kebetulan bahwa setahun jelang HUT 100 tahun Legio Maria di dunia hingga perayaan puncak HUT 100 tahun Legio Maria tepatnya 7 September 2021, kita sedang dalam masa pandemi covid19 seluruh dunia. Namun, apakah kita berhenti begitu saja? RANGKAIAN KEGIATAN 100 Tahun Legio Maria
SENA TUS BEJANA ROHANI | 02 A LOKUSIO R A P A T SENA TUS Perjumpaan Maria dan Gabriel menjadikan semua ciptaan diperbaharui. SANTO GABRIEL, MALAIKAT AGUNG Malaikat Gabriel merupakan pembawa kabar gembira atau pembawa kabar dalam agama Islam. Malaikat Mikael dan Gabriel adalah pemimpin tentara Surgawi. Pesta malaikat agung dirayakan 29 September. Malaikat Gabriel merupakan utusan Surgawi pertama dalam tugas Maria sebagai Ratu Surgawi. Ia juga merupakan pelindung misi penting.
SENA TUS BEJANA ROHANI | 03 Ada kemorosotan ekonomi dan sosial, kemiskinan, banyaknya pecandu alkohol, pelacuran dan sebagainya. Tak berhenti pada perasaan PEKA dan PEDULI, tapi Roh Kudus membawa Frank Duff menindaklanjuti itu dengan AKSI NYATA, lewat berkumpul, ber-sharing tentang hal rohani dan bertukar pengalaman tentang karya belas kasih yang dilakukan pada masyarakat sekitar. Kegiatan itu tak berhenti pada karya sosial saja, tapi Roh Kudus menuntun lebih dalam dengan hadirnya BUNDA MARIA sebagai sumber inspirasi karya tersebut. “Aktor utama dari gerakan ini adalah BUNDA MARIA” kata Frank Duff. (diambil dari buku “Frank Duff - Satu yang terbaik” , oleh Penerbit OBOR 2021) Pesan ini saya dengar dari Alm. Romo B. Herman Joedianto, OSC dalam sebuah alokusio ketika saya menjadi Legioner di Bandung tahun 90-an. Romo Herman adalah seorang Romo yang tegas, displin, katakatanya keras dan tanpa basa-basi. Beliau menjadi Pemimpin Rohani di Komisium Bandung cukup lama. Awalnya saya tak paham dengan pesan ini, tapi saya mencoba merenungkan dan menjadi bekal perjalanan berlegio saya hingga saat ini termasuk dalam merayakan 100 tahun Legio Maria. Dalam refleksi saya, “jadilah Legioner Maria; bukan le-legio-an” mau menunjukan satu hal yaitu KESEJATIAN. Untuk memahami kesejatian, saya akan mengajak para legioner untuk melihat sedikit perjalanan awal berdirinya Legio Maria disekitar tahun 1920-an. Saya yakin, Bapak Frank Duff, Pendiri Legio Maria, tak pernah membayangkan bahwa kelompok kecil yang beliau prakarsai akan berjalan selama 100 tahun. S AMBUT AN Dengan membaca kisah awal perjuangan Legio Maria, saya mengajak kita sebagai pribadi, presidium dan dewan merefleksikan perjalanan Legio Maria yang kita alami dengan mengacu pada perjuangan awal. Kecintaan Frank Duff pada ROSARIO, SAKRAMEN MAHA KUDUS sejak usia muda, membuat hatinya bergejolak dan muncul untuk niat untuk membagikan imannya kepada orang lain. Kepekaan dan kepedulian hatinya terus bertumbuh khususnya dengan melihat keadaan di Dublin - Irlandia saat itu. 1. Relasi pribadi pada Tuhan dan menghidupi iman Katolik, menjadi keutamaan mengenali panggilan Allah. Relasi adalah sebuah proses yang terus menerus, termasuk relasi kita dengan Allah. Keintiman hubungan dengan Bunda Maria dan Tuhan Yesus membawa kita pada keterbukaan hati untuk peka dan peduli. “Jadilah Legioner Maria; bukan le-legio-an ” -Jeny T. Dewi, ketua Senatus Bejana Rohani - Jakarta
SENA TUS BEJANA ROHANI | 04 S AMBUT AN Legio Maria adalah sekolah latihan yang mungkin terkesan “memaksa” anggotanya untuk setia dalam doa dan devosi, dengan pertemuan rutin mingguan (rapat presidium) dan doa wajib harian (doa Catena dan/ atau Tessera). Apakah dengan latihan ini menumbuhkan relasi yang lebih intim dengan Tuhan melalui Bunda Maria? Menerima sakramen-sakramen secara rutin, khususnya sakramen Ekaristi dan sakramen tobat yang juga selalu didorong di sekolah Legio Maria. Saat pandemi covid19 ketika kita pun dibatasi untuk hadir misa tatap muka dan melakukan misa secara online dan menerima Tubuh Kristus secara batin, apakah kita masih mengimani Perayaan Ekaristi sebagai sumber dan puncak iman kita, atau jangan-jangan kita ikut misa layaknya nonton film di ponsel atau komputer? 2. Taat dan kesatuan dengan Pemimpin Gereja. Tak ada Legio Maria tanpa restu dari Imam (Pemimpin Gereja), dan bahkan Legio Maria menjadi tangan kanan Pastor Paroki. Apakah presidiumku berdialog dengan Pastor dan berkarya sesuai kebutuhan Gereja setempat? Apakah karya Legio Maria hanya copy-paste dari kebiasaan atau periode sebelumnya atau pengulangan kegiatan yang tanpa makna? Apakah Legio Maria hanya sebatas lembaga sosial atau sungguh menjadi karya kerasulan Gereja? 3. Gigih, berjerih lelah dan kreatif, menjadi karakter penting yang perlu ditumbuhkan oleh setiap legioner dan presidium atau dewan. Pantaskah menyandang sebutan “tentara atau laskar” Maria jika tidak memiliki karakter Maria yang gigih, tangguh, punya daya juang? Apakah kita masih pada tahap “yang penting saya sudah tugas mingguan” atau kita berani mencoba cara kreatif melakukan sebuah karya? Apakah kita sering mengatakan “ahh jangan, tugas itu susah, tak mungkin berhasil !!”? Beranikah legioner bukan hanya melakukan karyakarya biasa, tapi juga karya sulit? 4. Presidiumku rumahku, semangat rumah kudus Nasareth. Bagaimana hubunganku dengan anggota presidium? Sebatas menyapa dalam rapat atau seperti halnya keluarga? Apakah rapat presidium menjadi sebuah kerinduan untuk bertemu dan menjadi kekuatan cinta antar anggota legioner ?
SENA TUS BEJANA ROHANI | 05 Jeny T. Dewi S AMBUT AN Syukur dan sukacita karena seijin Allah, kita menjadi bagian dalam 100 tahun perjalanan Legio Maria, Hendaknya kita tidak berhenti pada sukacita perayaan dan seremonial saja, tetapi kita dapat memaknai 100 tahun ini menjadi sebuah momentum untuk merefleksikan inspirasi awal berdirinya Legio Maria dan perjuangannya. Lalu kita menetapkan langkah-langkah sehingga “Aku Siap Diutus” terus dihidupi dan diwujudkan. Mgr. AM. Sutrisnaatmaka, MSF dalam homili Misa 7 September 2021 mengatakan “Jangan berhenti pada kata PROFICIAT (selamat mensyukuri 100 tahun Legio Maria), tetapi lanjutkan dengan kata CRESCAT (berkembang dan bertumbuh) dan FLOREAT (berbunga dan berbuah)" . Dan sebagai wujudnya, Bapa Ignatius Kardinal Suharyo dalam Perayaan Ekaristi puncak 100 tahun, tanggal 11 September 2021, berpesan agar Legio Maria menjadi komunitas yang PEDULI. Mari kita pribadi dan komunitas, melanjutkan estafet ini dan mewujudkan pesan dari para Pemimpin Gereja dan spiritualitas Legio Maria, sehingga kita bukanlah “le-legio-an” , tapi hendaknya menjadi LEGIO MARIA yang sejati. Dirgahayu Legio Maria, teguhlah dalam Doa dan Karya; dalam kesatuan Gereja dan Bangsa Indonesia dengan setia, tangguh, serta rendah hati seperti Maria. foto oleh : KomSos KAJ
SENA TUS BEJANA ROHANI | 06 Lama berada dalam kondisi pembatasan kegiatan bermasyarakat semenjak pandemi, tidak ada yang menyangka bahwa hari Selasa (7/9/21) lalu menjadi salah satu hari macet di Jakarta sore itu. Namun, semangat 90 orang legioner yang telah mendaftarkan dirinya untuk dapat mengikuti Perayaan Ekaristi 100 tahun berdirinya Legio Maria di dunia. Perayaan Ekaristi ini dilaksanakan di gereja St. Yohanes Maria Vianney, Paroki Cilangkap, Jakarta. Dan dalam kesempatan yang istimewa ini, Mgr. A. M. Sutrisnaatmaka MSF selaku Bapak Uskup Palangkaraya berkenan memberikan homili jarak jauhnya yang disiarkan secara langsung oleh komsos Cilangkap dan youtube channel Bejana Rohani. Mgr. Sutrisna membagikan kisahnya saat beliau masih menjalani masa studi di Roma, di mana beliau merasa tertarik untuk menyaksikan dan berada di antara orangorang beriman yang memiliki "keistimewaan" dalam praktek hidup beriman. Bapak Uskup berkesempatan untuk mengunjungi Dublin dalam liburan musim panasnya, dan bertemu dengan tokoh-tokoh legioner yang telah mempraktekkan dan mengikuti teladan Bunda Maria. Melalui gerakan Legio Maria, banyak orang ditolong baik dari segi hidup beriman, maupun dalam hidup kemanusiaannya. Misalnya saat malam hari di akhir minggu, para legioner Dublin berkeliling di jalan-jalan dan menemukan orang-orang yang sedang mabuk. Mereka lah yang ditolong, diantar ke rumah, kerap dikunjungi, dan menjadi orang beriman yang semakin mendalam dan dewasa imannya. Pendek kata, para legioner menyelamatkan jiwa mereka dari gangguan kejahatan. Pengalaman ini mau menyampaikan bahwa legioner menjalankan tugasnya karena merasa terdorong oleh sabda Yesus, dan termotivasi oleh iman akan Yesus seperti yang juga ditunjukkan melalui Bunda Maria. PROFISIAT, CRESCAT, DAN FLOREAT Mgr. A. M. Sutrisnaatmaka MSF, Uskup Keuskupan Palangkaraya LIPUT AN
SENA TUS BEJANA ROHANI | 07 Dalam pelayanan kepada sesama ini, diharapkan agar pelayanan tidak hanya sekedar menjadi semboyan, tapi sungguhsungguh dilaksanakan. Sebagaimana yang telah diteladankan oleh Bunda Maria sendiri, para legioner hendaknya semakin peka, rajin, dan bersemangat dengan motivasi yang tepat. Diharapkan juga, legioner menjadi penegas identitas kekatolikan yang perlu disebar luaskan dan diumatkan, agar kesaksian sebagai murid-murid Yesus yang berlabel "Katolik" dapat memperkuat dan mendewasakan iman umat. Ini lah kesempatan pada Tahun Iman bagi legioner untuk bersaksi, baik di kalangan umat mau pun di tengah masyarakat melalui pelayanan-pelayanan yang kongkrit dan nyata kepada sesama. 100 tahun merupakan masa yang cukup panjang, yang bisa digunakan untuk mengukur ketahanan dan kesetiaan yang diperlihatkan sikap manusia yang konsisten dalam mengambil tindakan dan melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan kepada kita semua. Itu lah kesetiaan yang diperlihatkan oleh Bunda Maria yang patut kita teladani. Beriman sampai akhir dan kesetiaan yang dipupuk dari hari ke hari, untuk mempertebal iman yang sudah diikuti secara konsekuen. Kita mohon, dalam perayaan syukur atas 100 tahun berdirinya Legio Maria, baik untuk masing-masing pribadi legioner , mau pun untuk setiap presidium hingga senatus, bisa mengambil hikmah kesetiaan dalam melakukan kehendak Tuhan dan selalu siap diutus dan melaksanakan perutusan Gereja di mana pun dan dalam bidang apa pun, serta menjadi sarana untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dengan melayani sesama sesuai dengan kehendak-Nya dan demi kemuliaanNya. Semoga kita semua dapat semakin menghayati kalimat "aku ini hamba Tuhan, terjadilah kehendak-Mu" , serta siap diutus ke mana pun dan untuk karya apa pun yang dikehendaki oleh Gereja. Akhir kata, Mgr. Sutrisna menyampaikan profisiat (selamat mensyukuri 100 tahun berdirinya Legio Maria), crescat (berkembang dan bertumbuh), dan floreat (berbunga dan berbuah dalam karya pelayanan kepada sesama demi kemuliaan Tuhan). LIPUT AN
SENA TUS BEJANA ROHANI | 08 Hari itu, Bapak Uskup Ignatius Kardinal Suharyo memberikan sebuah pertanyaan yang menarik sebagai refleksi bersama. Apa yang akan Bunda Maria sampaikan, andaikan Yesus bertanya kepada Bunda Maria, "ibu, menurut ibu siapa kah saya ini?" . Pertanyaan ini dipicu oleh bacaan Injil Sabtu (11/9/21) lalu, yang kemudian berkaitan dengan usia Legio Maria yang genap menginjak 100 tahun di tahun 2021 ini. Bersama 30 orang legioner yang hadir dan disiarkan secara langsung dari gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga - Katedral Jakarta, Bapak Kardinal berkenan memimpin misa konselebrasi bersama RD Antonius Didit Soepartono dan RD Aloysius Susilo Wijoyo. Ini adalah perayaan Ekaristi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan 100 tahun Legio Maria. Didalam kontemplasinya, Bapak Kardinal mengandaikan Bunda Maria akan menjawab pertanyaan Yesus dengan jawaban, "Engkau adalah Wajah Allah yang peduli" . Ada banyak kisah yang dapat ditemukan dalam Injil, bagaimana hati Yesus selalu tergerak oleh belas kasihan. Diantaranya kisah orang kusta yang memohon kesembuhan. Juga kisah orang banyak yang kelelahan dan tidak memiliki makanan. Dalam kisah-kisah ini, kita melihat watak Yesus yang peduli, dengan melakukan sesuatu ketika melihat adanya penderitaan. Kepedulian Yesus terhadap sesama-Nya mencerminkan kepedulian Allah terhadap manusia dan seluruh alam raya. Dalam Kitab Kejadian, ada kisah dimana Kain membunuh Habel. Dan ketika Kain ditanya oleh Tuhan mengenai keberadaan adiknya, Kain menjawab dengan nada tinggi dan keras seolah tidak peduli. Meski begitu, Tuhan berkenan untuk menenangkan Kain dari ketakutannya sendiri setelah apa yang diperbuatnya kepada Habel. Bapak Kardinal juga menyampaikan, bahwa kepedulian yang sama juga ada dalam diri Bunda Maria. WAJAH ALLAH YANG PEDULI Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta LIPUT AN
SENA TUS BEJANA ROHANI | 07 Ketika Yesus telah wafat, murid-murid Yesus merasa kecil hati, cemas, dan ragu-ragu. Namun pada saat itu, berdasarkan Kisah Para Rasul, Bunda Maria ada diantara mereka. Bunda Maria peduli terhadap murid-murid Yesus yang sedang berada dalam situasi batin seperti itu, dan kemudian Bunda Maria memutuskan untuk mau menjadi teman dengan hadir diantara para murid. Kehadiran Bunda Maria yang peduli ini membuat para murid menjadi lebih berani dan bersemangat untuk terus mewartakan Injil tanpa rasa takut. Kepedulian lah yang membangkitkan semangat, membangkitkan harapan, dan membuat para rasul itu menjadi berani. Bahkan ketika para rasul ditangkap dan dipenjara, mereka mengatakan bahwa mereka bergembira karena boleh menderita demi nama Yesus. Ada sebuah keyakinan yang disampaikan oleh Bapak Kardinal, bahwa para legioner sungguh-sungguh melaksanakan tugas-tugas legio sesederhana apa pun dengan cinta yang besar, seperti yang juga disampaikan oleh Ibu Theresa dari Kalkuta, "melakukan hal-hal yang sederhana dengan cinta yang besar" . Dan semoga dengan demikian, didalam kehadiran para legioner, akan semakin tampak wajah Allah yang peduli; semakin tampak bersinar wajah Kristus yang peduli, wajah Bunda Maria yang peduli, serta wajah Gereja yang peduli. Maka marilah kita saling mendoakan agar harapan-harapan itu semakin menjadi kenyataan didalam sejarah Gereja di Indonesia yang kita cintai ini. LIPUT AN
SENA TUS BEJANA ROHANI | 10 Keliling Setengah Indonesia, Loh LIPUT AN Supaya semua legioner semakin bersatu satu sama lain seperti Tessera (artinya rantai), sehingga kita semua dapat semaki bersaudara 2 walau kita di tempat yang berlainan. . Supaya segenap legioner se Senatus Jakarta dapat mengerti bahwa Legio Maria itu 100 tahun di dunia ini. 1. Sebagai lambang terima kasih Legio Maria kepada Gereja yang sudah memberi kesempatan kepada Legio Maria untuk melayani Gereja. Maka yang harus tanda tangan adalah pimpinan gereja setempat, dalam hal ini Bapa Uskup. 3.
SENA TUS BEJANA ROHANI | 1 1 MEDAN SIBOLGA JAKARTA PEMATANG SIANTAR PADANG JAMBI PALEMBANG PANGKALPINANG 100 T AHUN LEGIO MA R I A Rekam Jejak Safari Logo 100 tahun legio maria Sumber berita : panitia 100 tahun Legio Maria
TANJUNG SELOR TANJUNG KARANG SENA TUS BEJANA ROHANI | 12 100 T AHUN LEGIO MA R I A SAMARINDA PANGKALPINANG BANJARMASIN PALANGKARAYA
SINTANG PALANGKARAYA SENA TUS BEJANA ROHANI | 13 KETAPANG SANGGAU PONTIANAK 100 T AHUN LEGIO MA R I A
BANDUNG BOGOR JAKARTA SENA TUS BEJANA ROHANI | 14 100 T AHUN LEGIO MA R I A PONTIANAK
SENA TUS BEJANA ROHANI | 15 RANGKAIAN PERAYAAN 100 TAHUN LEGIO MARIA K IS AH INSPI R A T IF
SENA TUS BEJANA ROHANI | 16 Gong dibukanya Rangkaian Perayaan 100 tahun di Senatus Jakarta, Bejana Rohani dilaksanakan pada Misa Tahunan Senatus di Katedral Bogor, Keuskupan Bogor yang dipersembahkan oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur. Oktober 2020 , saat kita mulai masuk adaptasi baru masa pandemi, Senatus Jakarta mampu membuat efek kejut bagi Legio Maria yang membuktikan Legio Maria mampu melangkah dengan sarana digital. Kegiatan perdana rangkaian 100 tahun yang yaitu talkshow setiap bulan dengan tema menarik dan narasumber kompeten. K IS AH INSPI R A T IF
SENA TUS BEJANA ROHANI | 1 7 K IS AH INSPI R A T IF Lomba Kuis Legio Maria secara online, yang dihadiri oleh 384 perwakilan Legio Maria Indonesia bahkah hingga negara tetangga/ Singapura, hal ini menunjukan Bhinneka Tunggal Ika, kreativitas dan sukacita para legioner. Kita semua adalah pemenang dari keterbatasan diri sendiri akibat pandemi. Di masa pandemi, sukacita adalah obat penangkal covid dan membuat imun tubuh naik . Oleh karenanya, legio maria juga diajak berkreasi dalam berbagai lomba, diantaranya lomba nyanyi "Santo Yusuf yang Menjaga" , lomba karya tulis "Mengapa Aku mencintai Maria" , lomba fun activity, dan lomba gerakan merawat bumi.
SENA TUS BEJANA ROHANI | 18 Hal yang tak terencana sama sekali dalam rangkaian 100 tahun Legio Maria tapi Roh Kudus membukakan jalan begitu lancar yaitu dengan kerjasama Senatus Jakarta, penerjemah, Penerbit OBOR serta dukungan dari Konsilium Dublin, sehingga terbit 2 buah karya tulis Hamba Allah Frank Duff, Bapak Pendiri Legio Maria, berbahasa Indonesia, yaitu biografi Frank Duff “Satu dari yang terbaik” dan “Dapatkah kita menjadi Orang kudus” . K IS AH INSPI R A T IF Senatus Jakarta tersebar di 17 Keuskupan di Indonesia. Momen 100 tahun ini dipakai oleh kita semua untuk menyampaikan syukur dan terima kasih kepada Pimpinan Gereja setempat atas restu dan dukungan pada Legio Maria, yang diwujudkan dengan kegiatan Safari Logo 100 tahun, audiensi dan meminta tanda tangan dari setiap Bapa Uskup di 17 keuskupan.
SENA TUS BEJANA ROHANI | 19 K IS AH INSPI R A T IF Doa menjadi benteng bagi karya kerasulan Legio Maria. Banyak devosi dan doa-doa juga mewarnai rangkaian kegiatan 100 tahun ini, diantaranya rosario Santo Yusuf, rosario merah putih, dan sebagainya.
SENA TUS BEJANA ROHANI | 20 Kanvas sudah selesai disafarikan dan miniaturnya juga sudah dibuatkan untuk keuskupan di Senatus Bejana Rohani. Ini menunjukkan rantai Legio Maria. Seluruh lomba dan talkshow sudah selesai. Novena-novena di dewan-dewan dan Senatus juga sudah selesai. Terima kasih untuk semua upaya kita di tengah pandemi, kita tidak tunduk pada virus covid19. 1 Rangkaian Perayaan 100 Tahun Legio Maria 2 Buku Pegangan Edisi Baru Harapan supaya buku pegangan ini harus menjadi guidance untuk semua legioner sehingga perlu dibaca, dipahami, dan dilaksanakan. Setiap keputusan/permasalahan di Legio Maria agar di-refer ke buku pegangan. Isinya bukan hanya aturan-aturan tetapi juga semangat dan bahan dasar bagi Legio Maria untuk menjadi orang-orang kudus. Buku Pegangan edisi baru sudah dapat dipesan melalui Bendahara 1 Senatus Jakarta. Harga diinfokan menyusul, namun kurang lebih Rp 40rb. Terima kasih atas ucapan-ucapan selamat 100 tahun dari dewan-dewan, akan diedit dan diupload ke Youtube Senatus. Selain itu, ada beberapa video mengenai kegiatan 100 tahun yang sudah diupload di Youtube, silahkan dilihat dan disebarkan. 3 Media Sosial Senatus @bejanarohani Legio Maria Senatus Bejana Rohani Legio Maria Indonesia www.legiomariasenatusbejanarohani.or.id INFO SENA TUS
SENA TUS BEJANA ROHANI | 21 C A T A T AN