The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Karunia Indayarti, 2020-03-01 00:40:03

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah





























































































Praktikum Akuntansi Lembaga

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah



Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat


serta karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan e-modul ini


sebagai pembelajaran berupa bahan ajar di tingkat menengah

kejuruan.


E-modul berbasis web ini berisi tentang materi Akuntansi

Keuangan Pemerintah Daerah pada mata pelajaran Praktikum


Akuntansi Lembaga kelas XI SMK. Disusun secara sistematis agar


peserta didik mampu mengingat dan memahami materi yang disajikan.

E-modul ini juga dilengkapi dengan contoh soal dan latihan soal.


Harapan penulis, semoga modul ini dapat menjadi acuan untuk


para peserta didik dalam meningkatkan pengetahuannya tentang

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah. Dalam penulisan e-modul ini


kami menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dan jauh


dari kesempurnaan sehingga saran dan kritik sangat kami harapkan

guna perbaikan pada masa yang akan datang.


Akhir kata, semoga e-modul ini dapat bermanfaat bagi peserta


didik dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.




Malang, Januari 2020





Penyusun









Praktikum Akuntansi Lembaga i

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah



Daftar Isi


Kata Pengantar …………………………………………………………………………………… i


Daftar Isi …………………………………………………………………………………………… ii


Glosarium ……………………………………………………………………………………………… 1


I. Pendahuluan ………………………………………………………………………………… 2

1. KD dan IPK ………………………………………………………………………………… 2


2. Deskripsi Modul ……………………………………………………………………… 3

3. Waktu ………………………………………………………………………………………… 3


4. Petunjuk Penggunaan Modul …………………………………………………… 3

II. Pembelajaran ………………………………………………………………………………… 5


1. Tujuan ………………………………………………………………………………………… 5


2. Materi ………………………………………………………………………………………… 6


3. Contoh Soal ……………………………………………………………………………… 17

4. Rangkuman ………………………………………………………………………………… 19


5. Latihan Soal ……………………………………………………………………………… 21

III. Evaluasi …………………………………………………………………………………………… 22


IV. Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………… 27

























Praktikum Akuntansi Lembaga ii

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


Glosarium

Asset Daerah : Semua kekayaan sumber daya yang dimiliki


daerah yang dapat diukur dengan satuan uang


Belanja Daerah : Semua pengeluaran daerah dari kas umum

daerah yang mengurangi ekuitas dana


DAU : Dana Alokasi Umum

Ekuitas Daerah : Kekayaan bersih pemerintah daerah yang


merupakan selisih antara aset dan kewajiban


pemerintah

Kewajiban Daerah : Utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang


mengakibatkan berkurangnya sumber daya


ekonomi daerah

LO : Laporan Operasional


LRA : Laporan Realisasi Anggaran


Satker : Satuan Kerja

SILPA : Sisa Lebih Perhitungan Anggaran


SKPD : Satuan Kerja Perangkat Desa


PAD : Pendapatan Asli Daerah

Panjar : Uang muka kerja


Pembiayaan Daerah: Semua transaksi keuangan untuk menutup defisit


atau untuk memanfaatkan surplus

Pendapatan Daerah: Semua penerimaan daerah melalui kas umum yang


dapat menambah ekuitas dana


PPTK : Pengadaan dan Pejabat Pelaksana Teknis




Praktikum Akuntansi Lembaga 1

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah



Pendahuluan


Kompetensi Dasar


3.3 Menganalisis transaksi pendapatan daerah, belanja


daerah, pembiayaan daerah, aset daerah, kewajiban

daerah dan ekuitas dana daerah



4.3 Melakukan pencatatan transaksi pendapatan daerah,

belanja daerah, pembiayaan daerah, aset daerah,

kewajiban daerah, dan ekuitas dana daerah



Indikator Pencapaian Kompetensi



3.3.1 Menjelaskan mengenai transaksi pendapatan daerah

3.3.2 Menjelaskan mengenai transaksi belanja daerah


3.3.3 Menjelaskan mengenai transaksi pembiayaan daerah

3.3.4 Menjelaskan mengenai transaksi asset daerah

3.3.5 Menjelaskan mengenai transaksi kewajiban daerah


3.3.6 Menjelaskan mengenai transaksi ekuitas dana daerah




4.3.1 Menerapkan pencatatan transaksi pendapatan daerah

4.3.2 Menerapkan pencatatan transaksi belanja daerah


4.3.3 Menerapkan pencatatan transaksi pembiayaan daerah

4.3.4 Menerapkan pencatatan transaksi aset daerah


4.3.5 Menerapkan pencatatan transaksi kewajiban daerah

4.3.1 Menerapkan pencatatan transaksi ekuitas dana daerah





Praktikum Akuntansi Lembaga 2

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah



Deskripsi



Modul ini berisi tentang materi Akuntansi Keuangan Pemerintah

Daerah yang mencakup tentang pendapatan daerah, belanja daerah,


pembiayaan daerah, aset daerah, kewajiban daerah dan ekuitas dana

daerah. Setelah mempelajari modul ini, siswa diharapkan mampu


menjelaskan mengenai transaksi pendapatan daerah, belanja daerah,


pembiayaan daerah, aset daerah, kewajiban daerah dan ekuitas dana

daerah.



Waktu


Alokasi waktu pada pembelajaran ini yaitu 12 JP @45 Menit,


dilakukan dalam tiga kali pertemuan.


Petunjuk Penggunaan Modul


1. Petunjuk bagi Peserta didik

Langkah-langkah belajar yang harus ditempuh peserta didik


adalah sebagai berikut:


a. Bacalah dengan cermat kompetensi dasar dan indikator

pencapaian kompetensi dari materi pembelajaran ini.


b. Bacalah dengan cermat peta konsep e-modul dan pengertian


dari istilah-istilah sulit dalam e-modul ini.

c. Baca dan pahamilah materi dengan cermat, kemudian kerjakan


latihan soal yang terdapat dalam e-modul ini.







Praktikum Akuntansi Lembaga 3

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


d. Apabila dalam proses memahami materi peserta didik


mengalami kesulitan, diskusikan dengan teman-teman atau

konsultasikan dengan guru/pendidik.


e. Peserta didik tidak dibenarkan melanjutkan ke kegiatan belajar


berikutnya sebelum menguasai secara tuntas materi pada

kegiatan belajar sebelumnya.


f. Gunakan sumber belajar yang relevan, jika diperlukan.




2. Petunjuk bagi Guru


Langkah-langkah yang harus dilakukan guru/pendidik adalah


sebagai berikut:

a. Menginformasikan kepada peserta didik mengenai langkah-


langkah menggunakan e-modul ini.

b. Membimbing peserta didik untuk menentukan dan mengakses


sumber belajar tambahan yang relevan untuk belajar.


c. Membimbing peserta didik untuk mengerjakan latihan soal


dalam kegiatan pembelajaran.

d. Melakukan penilaian.


e. Menjelaskan kepada peserta didik mengenai bagian yang

diperlukan dan merundingkan rencana pembelajaran


selanjutnya.












Praktikum Akuntansi Lembaga 4

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah





Pembelajaran


Tujuan






Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat:

1. Menjelaskan mengenai transaksi pendapatan daerah dengan tepat

2. Menjelaskan mengenai transaksi belanja daerah dengan tepat


3. Menjelaskan mengenai transaksi pembiayaan daerah dengan tepat


4. Menjelaskan mengenai transaksi aset daerah dengan tepat

5. Menjelaskan mengenai transaksi kewajiban daerah dengan tepat


6. Menjelaskan mengenai transaksi ekuitas dana daerah dengan tepat


7. Menerapkan pencatatan transaksi pendapatan daerah dengan tepat

8. Menerapkan pencatatan transaksi belanja daerah dengan tepat


9. Menerapkan pencatatan transaksi pembiayaan daerah dengan tepat


10. Menerapkan pencatatan transaksi aset daerah dengan tepat


11. Menerapkan pencatatan transaksi kewajiban daerah dengan tepat


12. Menerapkan pencatatan transaksi ekuitas dana daerah dengan


tepat




















Praktikum Akuntansi Lembaga 5

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah



Materi




Peta Konsep







Pendapatan Daerah



Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah
Belanja Daerah





Pembiayaan Daerah






Asset Daerah





Kewajiban Daerah





Ekuitas Dana Daerah






























Praktikum Akuntansi Lembaga 6

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah






Dalam akuntansi keuangan pemerintah daerah, jenis

transaksi dapat dirinci berdasarkan struktur APBD yang

terdiri dari pendapatan daerah, belanja daerah, dan
pembiayaan daerah. Selain itu masih ada jenis transaksi lain,

yaitu transaksi Non-Kas Pemda, dan transaksi Rekening Antar-

Kantor (RAK), yaitu antara PPKD-SKPD. Di samping itu,
berdasarkan sifat dan jenis entitas, transaksi masih dapat

dibagi ke dalam akuntansi untuk transaksi di SKPD atau disebut

transaksi SKPD dan transaksi untuk tingkat Pemda yang
ditangani PPKD atau disebut juga transaksi PPKD.





Klasifikasi Akuntansi Keuangan Daerah


Akuntansi keuangan daerah diklasifikasikan menjadi enam jenis,

yaitu:


a. Pendapatan Daerah


Pendapatan daerah meliputi semua penerimaan uang melalui


rekening kas umum daerah, yang menambah ekuitas dana. Ini

merupakan hak daerah dalam satu tahun anggaran dan tidak perlu

dibayar kembali oleh daerah. Pendapatan daerah meliputi:

Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, dan Lain-lain


Pendapatan Daerah yang Sah. Pendapatan daerah dibedakan

menjadi dua yaitu pendapatan LRA dan LO.

Pendapatan LRA dicatat berdasarkan basis kas. Konsep


pendapatan LRA yaitu penerimaan kas, menambah saldo anggaran lebih






Praktikum Akuntansi Lembaga 7

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


(SAL), tahun anggaran bersangkutan, tidak perlu dibayar kembali,


dicatat dengan basis kas, disajikan dalam laporan realisasi anggaran.

Sedangkan pendapatan laporan operasional (LO) merupakan hak


pemerintah yang diakui sebagai penambah ekuitas dan tidak perlu


dibayar kembali dalam periode yang bersangkutan. Konsep pendapatan

LO yaitu hak pemerintah, penambah ekuitas, tahun anggaran yang


bersangkutan, tidak perlu dibayar kembali, dicatat dengan basis


akrual, disajikan dalam laporan operasional.

Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar pencatatan


penerimaan kas adalah surat ketetapan pajak daerah (SKPD), surat


ketetapan retribusi (SKR), surat tanda setoran (STS), bukti transfer

dan nota kredit bank.


Jurnal Penerimaan Kas:

1) Penerimaan kas pendapatan pajak


Kas di bendahara penerimaan xxx


Pajak daerah xxx


2) Penerimaan kas pendapatan retribusi daerah

Kas di bendahara penerimaan xxx


Retribusi daerah xxx

3) Penerimaan kas hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan


Kas di bendahara penerimaan xxx


Hasil pengelolaan kekayaan


daerah yang dipisahkan xxx






Praktikum Akuntansi Lembaga 8

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


4) Penerimaan kas lain-lain PAD yang sah


Kas di bendahara penerimaan xxx

Lain-lain PAD yang sah xxx





b. Belanja Daerah

Belanja daerah meliputi semua pengeluaran dari rekening kas


umum daerah yang mengurangi ekuitas dana, merupakan kewajiban

daerah dalam satu tahun anggaran dan tidak akan diperoleh



pembayarannya kembali oleh daerah. Belanja Daerah meliputi:

Belanja Langsung, yaitu belanja yang terkait langsung dengan


pelaksanaan program; Belanja Tidak Langsung, yaitu belanja tugas

pokok dan fungsi yang tidak dikaitkan dengan pelaksanaan program.


Jenis belanja diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:

1) Belanja operasi, merupakan pengeluaran anggaran untuk kegiatan


sehari-hari pemerintah pusat/daerah yang memberi manfaat


jangka pendek.

2) Belanja modal, merupakan pengeluaran anggaran untuk perolehan


aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu


periode akuntansi

3) Belanja tak terduga, merupakan pengeluaran anggaran yang


bersifat tidak biasa seperti bencana alam


4) Beban transfer, merupakan pengeluaran uang atau kewajiban

untuk mengeluarkan uang dari satu entitas ke entitas lain yang


diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.




Praktikum Akuntansi Lembaga 9

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah





Jurnal pengeluaran kas:

1) Pelaksanaan belanja


Belanja xxx


Kas di bendahara pengeluaran xxx

2) Pemberian panjar kepada penerima panjar


Utang lainnya – Panjar xxx


Kas di bendahara pengeluaran xxx




c. Pembiayaan Daerah


Pembiayaan daerah meliputi semua transaksi keuangan untuk


menutup defisit atau untuk memanfaatkan surplus. Pembiayaan


Daerah terdiri dari Penerimaan Pembiayaan, Pengeluaran

Pembiayaan, dan Sisa Lebih Anggaran Tahun Berkenaan. Termasuk


dalam transaksi Penerimaan Pembiayaan yang dimaksudkan untuk


mengatasi defisit anggaran adalah: Sisa lebih perhitungan anggaran


tahun anggaran sebelumnya; Pencairan dana cadangan; Hasil

penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan; Penerimaan pinjaman


daerah; Penerimaan kembali pemberian pinjaman; Penerimaan

piutang daerah.

Sedangkan yang termasuk dalam Pengeluaran Pembiayaan


Daerah yang dimaksudkan untuk menyalurkan surplus anggaran


adalah: Pembentukan dana cadangan; Penyertaan modal (investasi)

pemerintah daerah; Pembayaran pokok utang; Pemberian pinjaman




Praktikum Akuntansi Lembaga 10

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


daerah. Dokumen sumber yang digunakan adalah SP2D yang


dilengkapi lampiran.

Jurnal Pembiayaan:


1) Sisa lebih anggaran tahun sebelumya SILPA tidak dibuat jurnal


2) Pencairan dana cadangan

Kas di kas daerah xxx


Penerimaan pembiayaan-pencairan


dana cadangan xxx

3) Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan

Kas di kas daerah xxx

Penerimaan pembiayaan-hasil


kekayaan daerah yang dipisahkan xxx


4) Penerimaan pinjaman


Kas di kas daerah xxx

Penerimaan pembiayaan-penerimaan


pinjaman xxx

5) Penerimaan kembali pemberian pinjaman


Kas di kas daerah xxx


Penerimaan kembali pemberian


pinjaman xxx

6) Penerimaan piutang daerah


Kas di kas daerah xxx

Penerimaan pembiayaan-penerimaan


piutang xxx





Praktikum Akuntansi Lembaga 11

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


7) Pembentukan dana cadangan


Pengeluaran pembiayaan-pembentukan

dana cadangan xxx


Kas di kas daerah xxx


8) Penyertaan modal investasi pemerintah daerah

Pengeluaran pembiayaan-pembentukan


Dana cadangan xxx


Kas di kas daerah xxx

9) Pembayaran pokok utang


Pengeluaran pembiayaan-pembayaran


pokok utang xxx

Kas di kas daerah xxx


10) Pemberian pinjaman daerah

Pengeluaran pembiayaan-pemberian


Pinjaman xxx


Kas di kas daerah xxx




d. Aset Daerah


Asset daerah merupakan semua kekayaan sumber daya yang

dimiliki daerah yang dapat diukur dengan satuan uang. Asset daerah


dibedakan menjadi dua yaitu aseet lancar dan asset tidak lancar.


Pengakuan Asset Tetap merupakan pengakuan terhadap perolehan

aset yang dilakukan oleh Satuan Kerja.







Praktikum Akuntansi Lembaga 12

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


Pengakuan aset tetap dan ekuitas sangat terkait dengan belanja


modal yang dilakukan oleh Satker. Sedangkan aset lancar sangat

berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas daerah serta


transaksi kas daerah lainnya. Dokumen sumber yang digunakan


adalah surat ketetapan pajak daerah (SKPD), surat ketetapan

retribusi (SKR), berita acara hasil inventarisasi (baik piutang,


persediaan, dan barang), bukti memorial, dan bukti lainnya.


Jurnal pencatatan aset daerah

1) Pengakuan piutang di akhir periode


Piutang xxx


Cadangan piutang xxx

2) Pengakuan bagian lancar tagihan penjualan angsuran di akhir


periode

Bagian lancar tagihan penjualan angsuran xxx


Tagihan piutang penjualan xxx


Cadangan piutang xxx


Tagihan penjualan angsuran xxx

3) Pengakuan bagian lancar tuntutan ganti rugi di akhir periode


Bagian lancar tuntutan ganti rugi xxx

Tagihan tuntutan ganti rugi xxx


Cadangan piutang xxx


Tuntutan ganti rugi xxx


4) Pengakuan persediaan diakhir periode

Persediaan xxx




Praktikum Akuntansi Lembaga 13

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


Cadangan Persediaan xxx


- Kemudian diawal periode, saldo persediaan dicatat jurnal

pembalik


Cadangan Persediaan xxx


Persedian xxx

5) Pengakuan asset tetap hasil pegadaian/hibah


Asset tetap xxx


Diinvestasikan dalam asset tetap xxx

6) Pelepasan asset tetap


Diinvestasikan dalam asset tetap xxx


Asset tetap xxx

7) Pengakuan konstruksi dalam pengerjaan


Konstruksi dalam pengerjaan xxx

Diinvestasikan dalam asset tetap xxx





e. Kewajiban Daerah


Pengakuan Utang, jika dalam hal ini adalah pengakuan utang

perhitungan pihak ketiga di Satker, maka sangat terkait dengan


transaksi belanja yang mengharuskan pemotongan pajak atau

potongan-potongan belanja lainnya. Namun jika utang yang dimaksud


adalah utang jangka panjang, maka hal ini timbul dari transaksi


pembiayaan penerimaan yang dilakukan oleh PPKD.


Kewajiban dikelompokkan menjadi dua yaitu kewajiban jangka

pendek dan kewajiban jangka panjang. Pada umumnya kewajiban yang




Praktikum Akuntansi Lembaga 14

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


timbul dari transaksi SKPD adalah kewajiban jangka pendek dalam


bentuk utang pemotongan pajak dan utang kepada pihak ketiga yang

berasal dari pengadaan barang/jasa. Dokumen sumber yang digunakan


adalah surat perintah membayar (SPM), surat perintah pencairan


dana (SP2D), nota debet, bukti pemotongan pajak, surat setoran

pajak dan bukti transaksi lainnya.


Jurnal pencatatan kewajiban daerah:


1) Penerimaan utang pemotongan pajak

Kas di bendahara pengeluaran xxx


Utang pajak xxx


2) Pelunasan utang pemotongan pajak

Utang pajak xxx


Kas di bendahara pengeluaran xxx

3) Pengakuan utang karena pengadaan barang/jasa


Dana yang harus disediakan untuk


pembayaran utang jangka pendek xxx


Utang jangka pendek lainnya xxx

4) Pelunasan utang karena pengadaan barang/jasa


Utang jangka pendek lain xxx

Dana yang harus disediakan untuk


Pembayaran utang jangka pendek xxx


f. Ekuitas Dana Daerah

Ekuitas Dana Daerah adalah kekayaan bersih pemerintah daerah


yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah.


daerah.
Praktikum Akuntansi Lembaga 15

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


Ekuitas Dana diklasifikasikan ke dalam:


1) Ekuitas Dana Lancar

Ekuitas dana lancar adalah selisih antara aset lancar dengan


kewajiban jangka panjang. Ekuitas dana lancar terdiri dari:


SILPA xxx

Pendapatan yang ditangguhkan xxx


Cadangan piutang xxx


Cadangan persediaan xxx

Dana yang disediakan untuk pembayaran utang jangka pendek xxx


Total ekuitas dana lancar xxx


2) Ekuitas Dana Investasi

Merupakan kekayaan pemerintah daerah yang termasuk di


dalamnya aset nonlancar selain dana cadangan dikurangi dengan

kewajiban jangka panjang. Ekuitas dana investasi terdiri dari:


Diinvestasikan dalam investasi jangka panjang xxx


Diinvestasikan dalam aset tetap xxx


Diinvestasikan dalam aset lainnya xxx

Dana yang disdiakan untuk pembayaran utang jangka panjang xxx


Total ekuitas dana investasi xxx

3) Ekuitas Dana Cadangan


Merupakan kekayaan pemerintah yang dicadangkan untuk


kepentingan sebelumnya.










Praktikum Akuntansi Lembaga 16

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah



Contoh Soal


1. Pendapatan Daerah


Diterima peendapatan dari peembayaran pajak Kedai Kopi Aromatic


sebesar Rp 2.500.000. Buatlah jurnal transaksi tersebut!

Jawab:


Kas di Bendahara Penerimaan 2.500.000


Pajak Kedai Kopi 2.500.000

2. Belanja Daerah


Dinas koperasi dan UMKM mengadakan pelatihan pembuatan laporan

keuangan untuk UMKM sebanyak 25 UMKM di kecamatan Gudo


dengan rincian biaya sebagai berikut:


a. Sewa tempat pelatihan Rp 20.000.000


b. Fotocopy modul dan bahan pelatihan Rp 65.000.000

c. Konsumsi peserta dan penyelenggara Rp 70.000.000


d. Honor penyelenggara pelatihan Rp 40.000.000

Berdasarkan data tersebut buatlah jurnal atas transaksi diatas!


Jawab:


Sewa tempat pelatihan 20.000.000


Fotocopy modul dan bahan pelatihan 65.000.000

Konsumsi pelatihan 70.000.000


Honor penyelenggara 40.000.000

Kas di bendahara pengeluaran 195.000.000








Praktikum Akuntansi Lembaga 17

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


3. Pembiayaan Daerah


Kelurahan Kedung Mulyo membentuk dana cadangan sebesar Rp

25.000.000. Buatlah jurnal dari transaksi tersebut!


Jawab:


Pembentukan dana cadangan 25.000.000

Kas di Kas Daerah 25.000.000


4. Asset Daerah


Dibeli mesin fotokopi untuk keperluan kantor Desa Cemara sebesar

Rp 16.000.000. Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi tersebut!


Jawab:


Mesin Fotokopi 16.000.000

Diinvestasikan dlm asset tetap – Peralatan 16.000.000


5. Kewajiban Daerah

Tanggal 9 Februari 2018 terdapat pembayaran alat tulis kantor


sebesar Rp 1.700.000 dari kegiatan penyediaan ATK. Bendahara


pengeluaran memungut PPh 22 sebesar Rp 28.000 dan PPN sebesar


Rp 250.000. Buatlah jurnal pencatatan utangnya!

Jawab:


Kas di Bendahara pengeluaran 278.000.000

Utang Pemotongan PPh 22 28.000


Utang Pemotongan PPN 250.000


6. Ekuitas Daerah


Dari pencatatan transaksi pada soal nomor 1-5, buatlah pencatatan

ekuitasnya (jika ada)!




Praktikum Akuntansi Lembaga 18

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


Jawab:


Dana Cadangan 25.000.000

Diinvestasikan dalam Asset Tetap 16.000.000


Total Ekuitas 41.000.000





Rangkuman





Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam

rangka penyelenggaraan pemerintah daerah. Pengelolaan akuntansi


daerah merupakan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan,


penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban dan pengawasan

keuangan daerah.


Pendapatan daerah merupakan semua pemasukan oleh bendahara


umum daerah yang dapat menambah ekuitas dana daerah. Pendapatan

daerah dibedakan menjadi dua yaitu pendapatan LRA dan pendapatan


LO.


Belanja merupakan semua pengeluaran oleh bendahara umum

daerah yang mengurangi saldo anggaran dan tidak akan diperoleh


pembayarannya kembali oleh pemerintah. Belanja dapat


diklasifikasikan menjadi belanja operasi, belanja modal dan belanja tak

terduga.


Pembiayaan merupakan semua semua transaksi keuangan untuk


menutup defisit atau untuk memanfaatkan surplus. Pembiayaan Daerah





Praktikum Akuntansi Lembaga 19

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


terdiri dari Penerimaan Pembiayaan, Pengeluaran Pembiayaan, dan Sisa


Lebih Anggaran Tahun Berkenaan.

Asset daerah merupakan semua kekayaan sumber daya yang


dimiliki daerah yang dapat diukur dengan satuan uang. Asset daerah


dibedakan menjadi dua yaitu aseet lancar dan asset tidak lancar.

Kewajiban daerah merupakan utang daerah yang timbul dari


peristiwa masa lalu yang mengakibatkan berkurangnya sumber daya


ekonomi daerah. Kewajiban dikelompokkan menjadi dua yaitu

kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang.


Ekuitas daerah merupakan kekayaan bersih pemerintah daerah


yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. Ekuitas

daerah diklasifikasikan menjadi tiga yaitu ekuitas dana lancar, ekuitas


dana investasi dan ekuitas dana cadangan.











































Praktikum Akuntansi Lembaga 20

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


Latihan Soal







Berikut merupakan beberapa transaksi yang dilakukan oleh Kelurahan


Baru Karang pada bulan januari.

Tanggal Transaksi

5 Januari 2018 Mencairkan dana cadangan tahun anggaran sebelumnya


sejumlah Rp 25.000.000

9 Januari 2018 Diterima pendapatan pajak kendaraan bermotor sebesar Rp

135.000.000

12 Januari 2018 Mengeluarkan uang untuk membantu organisasi Karang

Taruna sebesar Rp 12.000.000


15 Januari 2018 Dibeli kendaraan dinas berupa mobil sebesar Rp

250.000.000

19 Januari 2018 Diterima SP2D LS untuk pembayaran tahap akhir

pembangunan puskesmas pembantu sebesar Rp

200.000.000

Berdasarkan transaksi diatas, buatlah jurnal pencatatan beserta


laporan ekuitas dananya!



























Praktikum Akuntansi Lembaga 21

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah



Evaluasi



Uji Kompetensi


A. Pilihan Ganda


1. Keseluruhan kegiatan yang meliputi kegiatan perencanaan,

pelaksanaan, pentatausahaan, pertanggungjawaban, dan


pengawasan keuangan daerah disebut …


a. Penataan keuangan daerah

b. Pelaksanaan keuangan daerah


c. Peraturan keuangan daerah


d. Pengelolaan keuangan daerah

e. Manajemen keuangan daerah


2. Jenis-jenis transaksi keuangan pemerintah daerah berdasarkan

struktur APBD adalah sebagai berikut, kecuali …


a. Pendapatan daerah


b. Belanja daerah


c. Anggaran keuangan daerah

d. Pembiayaan daerah


e. Kewajiban daerah

3. Berdasarkan obyek pendapatan, penerimaan daerah yang


bersumber dari daerah itu sendiri disebut …


a. Pendapatan komisi


b. Pendapatan bunga

c. Retribusi daerah




Praktikum Akuntansi Lembaga 22

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


d. Pendapatan daerah


e. Pendapatan pajak

4. Penerimaan yang diperoleh pemerintah daerah yang bersumber


dari wilayahnya sendiri dan dipungut berdasarkan peraturan


daerah disebut …

a. Pendapatan pajak


b. Pendapatan asli daerah


c. Pendapatan denda

d. Pendapatan transfer


e. Pendapatan lain-lain


5. Hak pemerintah yang diakui sebagai penambah ekuitas dalam

periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu


dibayar kembali disebut …

a. Pendapatan


b. Pendapatan LRA


c. Pendapatan LO


d. Belanja pegawai

e. Belanja barang


6. Dokumen sumber yang biasa digunakan sebagai sumber

pencatatan aset tetap adalah sebagai berikut, kecuali …


a. Buku inventarisasi barang


b. Surat perintah pencairan dana


c. Surat keputusan penghapusan

d. Surat keputusan mutase barang (antar SKPD)




Praktikum Akuntansi Lembaga 23

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


e. Surat keputusan hibah


7. Insentif pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah

termasuk dalam kelompok …


a. Belanja modal


b. Belanja operasi

c. Beban operasi


d. Belanja pegawai


e. Beban pegawai

8. Pendapatan nonoperasional yang diakui ketika dokumen sumber


berupa berita acara kegiatan seperti berita acara penjualan


untuk mengakui surplus penjualan aset nonlancar telah diterima

disebut …


a. PAD dari hasil eksekusi jaminan

b. PAD tanpa penetapan


c. PAD melalui penetatapan


d. Pendapatan transfer


e. Pendapatan nonoperasional

9. Jurnal untuk mencatat transaksi penerimaan kas pendapatan


pajak daerah adalah …

a. Kas di bendahara penerimaan xxx


Pajak daerah xxx


b. Pajak daerah xxx


Kas di bendahara penerimaan xxx






Praktikum Akuntansi Lembaga 24

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


c. Kas di bendahara peneriman xxx


Hasil pengelolaan kekayaan daerah xxx

d. Kas di bendahara penerimaan xxx


Retribusi daerah xxx


e. Kas di bendahara penerimaa xxx

Pajak retribusi xxx


10. Berikut merupakan jurnal untuk mencatat pengakuan karena


pengadaan barang adalah …

a. Utang jangka pendek lainnya xxx


Dana yang harus disediakan untuk


pembayaran utang jangka pendek xxx

b. Dana yang disediakan untuk pembayaran


utang jangka pendek xxx

Utang jangka pendek lainnya xxx


c. Utang jangka pendek lainnya xxx


Kas di bendahara pengeluaran xxx


d. Kas di bendahara pengeluaran xxx

Utang jangka pendek lainnya xxx


e. Dana cadangan xxx

Utang jangka pendek lainnya xxx





B. Essay


1. Belanja modal merupakan pengeluaran anggaran untuk perolehan

aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari




Praktikum Akuntansi Lembaga 25

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah


satu periode akuntansi. Belanja apakah yang tergolong dalam


kategori belanja modal?

2. Dinas pariwisata membeli kendaraan berupa mobil senilai Rp.


200.000.000 untuk menunjang keperluan operasional kantor.


Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi tersebut!

3. Diterima SP2D LS untuk pembayaran pengadaan peralatan


kantor berupa 1 unit mesin fotocopy seharga Rp 30.000.000, 2


unit PC komputer seharga Rp 28.000.000 dan 1 unit printer

seharga 1.000.000. Buatlah jurnal pencatatan transaksi


tersebut!


4. Pada tanggal 15 Januari 2017, bendahara pengeluaran

memberikan panjar kepada PPTK kegiatan penyediaan barang


cetakan sebesar Rp 11.000.000. Berdasarkan transaksi

tersebut, buatlah jurnal pencatatannya!


5. Diterima SPJ dari bendahara pengeluaran selama tahun


anggaran 2017 PPK-SKPD yang berkaitan dengan transaksi


kewajiban sebagai berikut:

a. Bendahara menyetorkan PPh 22 sebesar Rp 27.000.000


b. PPn sebesar Rp 350.000

yang dipungut pada tanggal 19 Januari 2017. Buatlah jurnal


untuk mencatat transaksi tersebut!














Praktikum Akuntansi Lembaga 26

Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah



Daftar Pustaka






Hadi, Baskoro. 2018. Praktikum Akuntansi Lembaga/Instansi


Pemerintah. Jakarta: Pustaka Mulia

Harti, Dwi & Kusmayadi. 2019. Praktikum Akuntansi Lembaga/Instansi


Pemerintah. Jakarta: Erlangga


Indayarti, Karunia. 2019. Handout Praktikum Akuntansi Lembaga

Kementerian Dalam Negeri. 2014. Pengelolaan Keuangan Daerah



























































Praktikum Akuntansi Lembaga 27


Click to View FlipBook Version