1
K ATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan
materi ajar pembelajaran kimia “Hidrokarbon“. Materi ajar ini disusun dalam
rangka pengembangan perangkat pembelajaran inovatif abad 21 pada
program PPG Angkatan ke 2 Universitas Tanjungpura. Dalam penulisan materi
ajar ini, penulis banyak mendapatkan bantuan, petunjuk, serta bimbingan dari
berbagai pihak, karena itu tidaklah berlebihan jika penulis menyampaikan
ucapan terima kasih kepada Bapak/Ibu Dosen pembimbing modul
pengembangan bahan ajar yang telah membimbing selama pembuatan bahan
ajar ini. Penulis menyadari bahwa bahan ajar ini masih jauh dari sempurna,
hal ini karena kemampuan dan pengalaman penulis yang masih ada dalam
keterbatasan. Untuk itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya
konstruktif demi perbaikan dalam modul ini yang akan datang.
Semoga materi ajar ini bermanfaat dalam dunia pendidikan. Akhir
kata penulis sampaikan terima kasih semoga Allah SWT senantiasa meridhoi
segala usaha kita. Aamiin
Nunukan, Juni 2021
HAJERAH
2
D AFTAR ISI
Kata Pengantar .......................................................................................................................2
Daftar Isi .............................................................................................................. 3
Glosarium ............................................................................................................ 4
A. Pendahuluan............................................................................................... 6
1. Deskripsi singkat .................................................................................................6
2. Relevansi .................................................................................................................6
3. Peta Konsep ...........................................................................................................7
B. Inti ................................................................................................................. 8
1. Capaian Pembelajaran ......................................................................................8
2. Materi Pokok .........................................................................................................9
3. Uraian Materi ........................................................................................................11
4.
C. Penutup ....................................................................................................... 20
1. Rangkuman ...........................................................................................................20
Daftar Pustaka ....................................................................................................21
3
G LOSARIUM
senyawa karbon paling sederhana yang terdiri dari atom C dan H.
hidrokarbon dengan rantai karbon terbuka.baik jenuh maupun tidak
jenuh.
senyawa hidrokarbon dengan rantai karbon jenuh (ikatan kovalen
tunggal). Rumus umumnya CnH2n+2.
senyawa hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap dua pada rantai
karbonnya. Rumus umum alkena adalah CnH2n.
senyawa hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap tiga pada rantai
karbonnya. Rumus umum alkena adalah CnH2n–2.
Dua senyawa atau lebih yang mempunyai rumus kimia sama tetapi
mempunyai struktur yang berbeda.
senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi
kerangkanya berbeda.
senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama tetapi posisi
gugus fungsinya berbeda.
senyawasenyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi struktur
ruangnya berbeda.
4
A. Pendahuluan
Dalam materi ajar ini kita masih akan membahas tentang
hidrokarbon yaitu suatu senyawa yang terdiri dari unsur carbon dan
karbon. Dengan keunikan atom karbon yang memiliki empat electron
valensi mampu berikatan kovalen dengan kuat. Unsur karbon dapat
membentuk berjuta-juta macam senyawa hanya dengan beberapa
unsur lain, misalnya hydrogen, oksigen, dan nitrogen. Karbon dapat
membentuk senyawa sederhana. Misalnya karbon monoksida (CO),
metana (CH4) sampai senyawa kompleks, misalnya klorofil daun
(C55H72O5N4Mg) dan hemoglobin (C2932H4724N828O840S8Fe4). Penyusun
utama senyawa-senyawa tersebut adalah unsur carbon, hydrogen dan
oksigen,
Materi pertama yang akan dibahas pada BAB pertama di kelas XI
ini adalah Hidrokarbon. Materi ini sangat perlu kita pahami dengan
baik karena sangat banyak dalam kehidupan sehari-hari dan
dibutuhkan. Gula, kayu, pupuk, minyak, plastik dan nasi merupakan
beberapa contoh dari senyawa karbon yang banyak kita jumpai.
Hidrokarbon terdiri atas hidrogen (H) dan karbon (C). Senyawa
hidrokarbon adalah senyawa organik yang tersusun dari atom-atom
karbon dan hidrogen. Sering kita lihat ibu rumah tangga berbelanja di
pasar swalayan atau di toko sembako menggunakan plastic sebagai
wadah belanja. Perabotan rumah tangga seperti barang elektronik
khususnya AC dan kulkas yang canggih. Tanpa kita sadari bahwa kita
bergantung pada senyawa-senyawa kimia dalam hal ini senyawa
hidorkarbon.
5
UNSUR HIDROGEN (H) Disusun oleh SENYAWA HIDROKARBON
Terdiri atas
UNSUR KARBON (C)
Mempunyai RANTAI ATOM KARBON
KEKHASAN
dengan bentuk
Atomnya memiliki RANTAI TERBUKA RANTAI TERTUTUP
Terdapat pada Terdapat pada
EMPAT ELEKTRON SENYAWA ALIFATIK SENYAWA AROMATIK
VALENSI
SENYAWA SIKLIK
Mempunyai Membentuk
ISOMERI DERET HOMOLOG Untuk membentuk
Sebagai TATA NAMA
SENYAWA SENYAWA Berdasarkan
HIDROKARON HIDROKARBON ATURAN IUPAC
TIDAK JENUH
JENUH
ALKANA terdiri dari
rumus umum
ALKENA ALKUNA
CnH2n+2
rumus umum rumus umum
strukturnya berupa
CnH2n CnH2n-2
IKATAN TUNGAL
strukturnya berupa strukturnya berupa
IKATAN RANGKAP IKATAN RANGKAP
DUA TIGA
6
B. INTI
a) Kompetensi Dasar
3.1 Menganalisis struktur dan sifat senyawa hidrokarbon
berdasarkan kekhasan atom karbon dan golongan senyawanya.
4.1 Membuat model visual struktur molekul hidrokarbon yang
memiliki rumus molekul yang sama.
b) Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.7 Menelaah nama senyawa alkena dan alkuna jika diketahui
rumus strukturnya.
3.1.8 Membandingkan struktur senyawa alkena dan alkuna jika
diketahui nama senyawanya.
4.1.4 Merancang model struktur alkena dari bahan plastisin
4.1.5 Merancang model struktur alkuna dari bahan plastisin.
4.1.6 Mendemonstrasikan video hasil kegiatan model struktur
alkena dan alkuna dari bahan plastisin
4. Tujuan Pembelajaran
1) Melalui diskusi bersama guru via whatsapp group, pengamatan
video, membaca materi ajar, dan menyelesaikan LKPD, peserta
didik dapat menelaah nama senyawa alkena dan alkuna
berdasarkan strukturnya dengan tepat. (TPACK,
4C:Comunication-Colaboration, Literasi, PPK).
2) Melalui diskusi bersama guru via whatsapp group, pengamatan
video, membaca materi ajar, dan menyelesaikan LKPD, peserta
didik dapat membandingkan struktur senyawa alkena dan
alkuna jika diketahui nama senyawanya dengan tepat.
(TPACK, 4C:Comunication-Colaboration, Literasi, PPK).
3) Dengan pencarian informasi melalui link youtube dan diskusi
kelompok, peserta didik dapat bekerja sama merancang model
struktur alkena dan alkuna dari bahan plastisin dengan benar.
(TPACK, 4C:Comunication-Colaboration, Art, PPK).
4) Dengan pencarian informasi melalui link youtube dan diskusi
kelompok, peserta didik dapat bekerja sama
mendemonstrasikan video hasil kegiatan model struktur
alkena dan alkuna dari bahan plastisin dengan percaya diri dan
benar. (TPACK, 4C:Comunication-Colaboration, Art, PPK).
7
a) Identifikasi dan Sumber Senyawa Karbon
b) Kekhasan Atom Karbon
c) Penggolongan Senyawa Hidrokarbon
e) Sifat Senyawa Hidrokarbon
f) Keisomeran Senyawa Hidrokarbon
8
Perhatikan gambar struktur di bawah ini!
Apakah kalian masih ingat? Kira-kira apa nama senyawanya ?
Coba tuliskan jawaban kalian di bawah ini!
Silakan kalian perhatikan gambar struktur senyawa hidrokarbon di bawah ini
dengan teliti!
???????????????????
9
Setelah kalian amati gambar di atas, kira-kira apa pertanyaanmu.
Tuliskan!
1.
2.
3.
4.
5.
Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut,
silakan kalian baca materi di bawah ini!
a. Alkena
1. Pengertian Alkena
Alkena adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan satu ikatan
rangkap –C = C- . Senyawa dengan dua ikatan rangkap 2
disebut alkadiena, dan yang mempunyai tiga ikatan rangkap 2
disebut alkatriena.
Contoh : 1,3-butadiena
2. Deret Homolog Alkena
Alkena juga deret homolog yang pola perubahannya sama
dengan deret homolog alkane.
Adapun Rumus Umum Alkena adalah : CnH2n
Berikut adalah tabel yang menunjukkan sebagian anggota deret
homolog alkena :
10
3. Tata Nama Alkena
Ada dua system penamaan senyawa maupun unsur kimia, yaitu
sistem tata nama IUPAC (International Union of Pure and Applied
Chemistry) dan sistem tata nama TRIVIAL.
Pemberian nama rantai terpanjang sebagai rantai induk
pada rantai karbon alkena menggunakan deret homolog
alkena pada tabel di atas.
Sedangkan pemberian nama rantai cabang menggunakan
deret alkil sesuai gugus alkil pada rantai karbon alkena.
11
Deret Alkil
Alkil adalah alkana yang kehilangan satu atom H.
Rumus umum alkil adalah : CnH2n + 1
Alkil bukan merupakan senyawa tetapi berupa gugus yang menempel dalam
rantai senyawa hidrokarbon berupa rantai cabang.
Metil Etil Propil Isopropil
Butil Isobutil Sek-butil Ters-butil
12
Menuliskan Struktur dan Tata Nama Senyawa Alkena
Tata Nama Alkena Rantai Lurus :
Nomor posisi ikatan rangkap HARUS memiliki nomor terkecil dan
menjadi prioritas pertama.
Contoh :
Nomor Ikatan rangkap HARUS dimunculkan dalam nama alkena.
Contoh : 2 - pentena
Tata Nama Alkena Rantai Bercabang :
Contoh : Tentukan Rantai Induk, yaitu rantai terpanjang yang mengandung
ikatan rangkap dua.
1 23 4 5
Rantai Induk : 5
Nama R. Induk : Pentena
34 5 6 Rantai Induk : 6
2 Nama R. Induk : Heksena
1
Tentukan Rantai Cabang / gugus alkil.
1 23 4 5
Contoh :
Rantai Induk : 5
Nama Gugus Alkil : Etil
13
345 6
2 Rantai Induk : 6
Nama Gugus Alkil : Metil
1
Jika terdapat rantai Induk yang panjangnya sama dengan berbagai
bentuk, maka dipilih rantai induk dengan jumlah cabang terbanyak.
Contoh : Rantai Induk : 6
Nama R. Induk : Heksena
Jumlah R. Cabang : ada 2
Nama R. Cabang : Etil & Metil
Rantai Induk : 6
Nama R. Induk : Heksena
Jumlah R. Cabang : ada 3
Nama R. Cabang : Etil & Metil
Tentukan nomor ikatan rangkap dan cabang/gugus alkil.
INGAT : Prioritas pertama adalah nomor posisi ikatan Rangkap
disusul oleh rantai cabang harus nomor terkecil.
43 2 1
Contoh :
Rantai Induk : 6
5 Nama R. Induk : Heksena
Nomor Rangkap : 3
6 Nomor Cabang : 4
34 5 6 Rantai Induk : 6
Nama R. Induk : Heksena
2 Nomor Rangkap : 3
1 Nomor Cabang : 3
14
Jika nomor posisi ikatan rangkapnya sama dari kiri atau kanan, maka
prioritas penomoran dimulai dari yang dekat dengan cabang dan
memiliki banyak cabang.
Contoh :
Dari Kiri : Dari Kanan :
Nomor Rangkap : 3 Nomor Rangkap : 3
Nomor Cabang : 2, 4, 5 Nomor Cabang : 2, 3, 5
Hanya 1 cabang (Metil) sebelum Ada 2 Cabang (Etil dan Metil)
Ikatan rangkap dua sebelum ikatan rangkap dua.
Tentukan nama senyawa dari struktur yang dimaksud.
“Nomor Cabang - Nama Cabang- Nomor Ikatan Rangkap - Nama
Rantai Induk”
345 6
Contoh : Rantai Induk : 6
Nama R. Induk : Heksena
2 Rantai Cabang : 1
Nomor Rangkap : 3
Nomor R. Cabang : 3
Nama R. Cabang : Metil
3-metil-3-heksena
Contoh : Rantai Induk : 6
Nama R. Induk : Heksena
15 Rantai Cabang : 3
Nomor Rangkap : 3
Nomor R. Cabang : 2, 3, 5
Nama R. Cabang : Metil & Etil
3-etil-2,5-dimetil-3-heksena
b. Alkuna
1. Pengertian Alkuna
Alkuna adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan satu ikatan
rangkap tiga ( –C C-). Senyawa yang mempunyai dua ikatan
rangkap 3 disebut alkadiuna dan senyawa yang mempunyai 1
ikatan rangkap 2 dan 1 ikatan rangkap 3 disebut alkenuna.
Contoh : 1,3-butadiuna
2. Deret Homolog Alkuna
Alkuna juga deret homolog yang pola perubahannya sama
dengan deret homolog alkane.
Adapun Rumus Umum Alkuna adalah : CnH2n - 2
Berikut adalah tabel yang menunjukkan sebagian anggota deret
homolog alkuna
Propuna, C3H4
3. Tata Nama Alkuna
Ada dua system penamaan senyawa maupun unsur kimia, yaitu
sistem tata nama IUPAC (International Union of Pure and
Applied Chemistry) dan sistem tata nama TRIVIAL.
Pemberian nama rantai terpanjang sebagai rantai induk
pada rantai karbon alkuna menggunakan deret homolog
alkena pada tabel di atas.
Sedangkan pemberian nama rantai cabang menggunakan
deret alkil sesuai gugus alkil pada rantai karbon alkuna.
16
Deret Alkil
Alkil adalah alkana yang kehilangan satu atom H.
Rumus umum alkil adalah : CnH2n + 1
Alkil bukan merupakan senyawa tetapi berupa gugus yang menempel dalam
rantai senyawa hidrokarbon berupa rantai cabang.
Metil Etil Propil Isopropil
Butil Isobutil Sek-butil Ters-butil
17
Menuliskan Struktur dan Tata Nama Senyawa Alkuna
Tata Nama Alkuna Rantai Lurus :
Nomor posisi ikatan rangkap HARUS memiliki nomor terkecil dan
menjadi prioritas pertama.
Contoh :
Nomor Ikatan rangkap HARUS dimunculkan dalam nama alkena.
Contoh : 2 - pentuna
Tata Nama Alkuna Rantai Bercabang :
Tentukan Rantai Induk, yaitu rantai terpanjang yang mengandung
ikatan rangkap dua.
43 21
Contoh :
Rantai Induk : 4
Nama R. Induk : Butuna
3 21 Rantai Induk : 6
Nama R. Induk : Heksuna
4
5
6
18
Tentukan Rantai Cabang / gugus alkil.
43 21
Contoh : Rantai Induk : 4
Nama Gugus Alkil : Isopropil
3 21 Rantai Induk : 6
Nama Gugus alkil : Metil
4
5
6
Jika terdapat rantai Induk yang panjangnya sama dengan berbagai
bentuk, maka dipilih rantai induk dengan jumlah cabang terbanyak.
Contoh : Rantai Induk : 6
Nama R. Induk : Heksuna
Jumlah R. Cabang : ada 1
Nama R. Cabang : isopropil
Rantai Induk : 6
Nama R. Induk : Heksuna
Jumlah R. Cabang : ada 2
Nama R. Cabang : Etil & Metil
19
Tentukan nomor ikatan rangkap dan cabang/gugus alkil.
INGAT : Prioritas pertama adalah nomor posisi ikatan Rangkap
disusul oleh rantai cabang harus nomor terkecil.
Contoh :
Rantai Induk : 4
Nama R. Induk : Butuna
Nomor Rangkap : 1
Nomor Cabang : 3
Nama R. Cabang : Isopropil
Rantai Induk : 6
Nama R. Induk : Heksuna
Nomor Rangkap : 1
1 Nomor Cabang : 3
Nama R. Cabang : Metil
Jika nomor posisi ikatan rangkapnya sama dari kiri atau kanan, maka
prioritas penomoran dimulai dari yang dekat dengan cabang dan
memiliki banyak cabang.
Contoh :
Dari Kanan : Dari Kiri :
Nomor Rangkap : 3 Nomor Rangkap : 3
Nomor Cabang : 3, 5, 5 Nomor Cabang : 2, 2, 4
Hanya 1 cabang (Metil) sebelum Ada 2 Cabang (Metil dan Metil)
Ikatan rangkap dua sebelum ikatan rangkap dua.
20
Tentukan nama senyawa dari struktur yang dimaksud.
“Nomor Cabang - Nama Cabang- Nomor Ikatan Rangkap - Nama
Rantai Induk”
Contoh : Rantai Induk : 6
Nama R. Induk : Heksuna
2 Rantai Cabang : 1
Nomor Rangkap : 1
Nomor R. Cabang : 3
Nama R. Cabang : Metil
3-metil-1-heksuna
Contoh : Rantai Induk : 6
2, 2, 4 – trimetil - Nama R. Induk : Heksuna
Rantai Cabang : 3
Nomor Rangkap : 3
Nomor R. Cabang : 2, 3, 5
Nama R. Cabang : Metil (tri-)
Silakan klik link
di bawah!
https://www.yout
ube.com/watch?v
=vOBDTkFI37c&t
=77s
21
c. Membuat Model Visual Struktur Senyawa
Silakan klik link Hidrokarbon
di bawah!
Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa yang hanya
https://www.y disusun oleh unsur hydrogen dan carbon, (CxHy). Meskipun hanya
terdiri dua unsur tapi mampu membentuk berjuta-juta senyawa
outube.com/w hidrokarbon bahkan senyawa kompleks sekalipun. Hal ini
disebabkan oleh kemampuan atom karbon untuk berikatan kovalen
atch?v=MYG dengan unsur nonlogam lainnya
Dengan jumlahnya yang banyak tentu bentuk molekul yang
dihasilkan juga pasti berbeda-beda. Bentuk molekul ini tidak dapat
kita lihat secara mikroskopik dengan kasat mata. Oleh karena itu,
dalam memvisualisasikan bentuk molekul dari senyawa
hidrokarbon khususnya, dapat digunakan berbagai aplikasi ataupun
web, misalnya Chemdraw, Chemsketch, atau Molview, yang sangat
membantu kita untuk melihat bentuk molekul suatu senyawa secara
nyata.
Kelimpahan sumber daya alam yang diberikan oleh-Nya
dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya khusus untuk
kepentingan pembelajaran. Berbagai bentuk sumber daya alam
yang mirip dengan bentuk molekul sebenarnya dapat dimanfaatkan
untuk merangkai struktur senyawa hidrokarbon. Jeruk, tomat,
terong bulat, dan lain-lain yang bisa diumpamakan sebagai unsur-
unsur Carbon dan Hidrogen. Lidi, Tangkai, rotan, dan lain-lain bisa
digunakan sebagai ikatannya baik berupa ikatan tunggal maupun
rangkap.
Fyj_ISeM
22
C. Penutup
a. Alkana merupakan hidrokarbon alifatik jenuh, yaitu hidrokarbon
dengan rantai terbuka dan semua ikatan – C – C – merupakan ikatan
tunggal.
a. Deret homolog alkane merupakan deret jumlah atom yang
bertambah sebanyak CH2.
b. Ada dua system penamaan senyawa maupun unsur kimia, yaitu
sistem tata nama IUPAC (International Union of Pure and Applied
Chemistry) dan sistem tata nama TRIVIAL.
23
D AFTAR PUSTAKA
Link youtube : https://www.youtube.com/watch?v=vOBDTkF
https://www.youtube.com/watch?v=4VcIrw5GAJI
Susilowati, Endang dan Harjani, Tarti. 2016. Buku Siswa Kimia X SMA
Kurikulum 2013 Edisi revisi. Solo : Pusat Perbukuan Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan.
Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia Untuk SMA kelas X Kurikulum 2013.
Surakarta : Erlangga
24