The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by RINA ROCHIANA, 2023-04-04 03:15:16

ilovepdf_merged (3)

ilovepdf_merged (3)

Pembelajaran MIskonsepsi Jenjang SD Implementasi Kurikulum Merdeka Kelompok 1 Kiswati Kasih Winarni Rina Rochiana Rujiani M. Robani BBPMP Provinsi Jawa Tengah Edy Muryanto Sri Wulan Dinaryati


Miskonsepsi Intrakurikuler Jenjang SD Miskonsepsi Konsep Yang Benar Proses pembelajaran kurikulum merdeka blm berjalan baik karena metode yang digunakan guru masih sesuka hati. Asesmen harusnya disusun sesuai kemampuan siswa Proses pembelajaran yang mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistic, serta sesuai karakteristik siswa dan materi pembelajaran. (Pembelajaran berdiferensiasi) (Panduan hal : 5) Guru merasa orang paling pandai sehingga tidak perlu melibatkan pihak lain dalam pembelajaran. (Panduan hal : 8) Setelah memahami CP, pendidik mulai mendapatkan ide-ide tentang apa yang harus Pembelajaran yang relevan yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan dan budaya peserrta didik serta melibatkan orangtua dan komunitas sebagai mitra. (Panduan hal : 6) Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan (Panduan Hal: 4) Guru menyusun asesmen yang sama untuk semua siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus Pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru masih monoton dan belum dirancang sesuai tahap perkembangan peserta didik.


Dalam menentukan dan menyusun asesmen sumatif akhir semester, guru masih belum ada kepercayaan melaksanakan secara mandiri, sehingga ketika disusun bersama tim dalam satu gugus, ada perbedaan TP dari setiap satuan pendidikan, sehingga pada Guru masih bingung menyusun TP dari sebuah CP yang ada dalam 1 fase, mana yang seharusnya didahulukan. dipelajari peserta didik dalam suatu fase. Pada tahap ini, pendidik mulai mengolah ide tersebut, menggunakan kata-kata kunci yang telah dikumpulkannya pada tahap sebelumnya, untuk merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang dikembangkan ini perlu dicapai peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran, hingga akhirnya pada penghujung Fase mereka dapat mencapai CP. Oleh karena itu, untuk CP dalam satu fase, pendidik perlu mengembangkan beberapa tujuan pembelajaran. Dalam tahap merumuskan tujuan pembelajaran ini, pendidik belum mengurutkan tujuan-tujuan tersebut, cukup merancang tujuan-tujuan belajar yang lebih operasional dan konkret saja terlebih dahulu. Urutan-urutan tujuan pembelajaran akan disusun pada tahap berikutnya. Dengan demikian, pendidik dapat melakukan proses pengembangan rencana pembelajaran langkah demi langkah, yang mencakup Kompetensi dan Lingkup Materi. Pendidik memiliki alternatif untuk merumuskan tujuan pembelajaran dengan beberapa alternatif: merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan CP, merumuskan tujuan pembelajaran dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘lingkup Materi’ pada CP, merumuskan tujuan pembelajaran Lintas Elemen CP (Panduan hal : 15-19) Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik. Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut. Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar


akhirnya menyusun butir soal berdasarkan buku ajar. Peserta didik dianggap telah berhasil dengan cukup melihat hasil belajarnya / sumatif dengan nilai tinggi dan menomorduakan proses belajarnya. Keberhasilan Capaian Pembelajaran yang disusun tergantung kompetensi guru/ pendidik di setiap jenjangnya, sehingga menjadi beban guru ketika masih banyak peserta didik yang belum menguasai CP dengan baik di jenjang kelas tertentu. Materi pembelajaran harus selesai sesuai target waktu yg ada tanpa menyadari capaian pembelajaran tersebut dikuasai / dipahami dengan baik oleh peserta didik. contoh CP kelas 3 harus selesai diakhir semester 2 kelas 3. Penyusunan Rencana Pembelajaran pada Perencanaan Pembelajaran dapat disusun Penilaian bukan sekedar untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik Penilaian dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam proses belajar . Penilaian bukanlah kegiatan yang terpisah dari proses pembelajaran. Penilaian seharusnya dilaksanakan melalui tiga pendekatan yaitu assessmentof learning ( penilaian akhir pembelajaran),assesment, for learning(penilaian untuk pembelajaran) dan assessment as learning ( penilaian sebagai pembelajaran) Panduan Hal : 26 - 30 untukmenyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya. (Panduan hal :8-9) Kegiatan intrakurikuler bersifat wajib dilakukan peserta dengan jadwal teratur yang ditetapkan sebelumnya dan diharapkan tujuan utama pembelajaran tercapai serta peserta didik mendapatkan pemahaman yang baik pada mata pelajaran yang diampu. Bila materi belum selesai bisa dilanjut ke jenjang diatasnya dalam satu fase yang sama. (Panduan Hal : 11-14) CP disusun berdasarkan fase,maka guru harus berkolaborasi dan menjalin komunikasi dengan sesama guru yang mengajar di fase yang sama dalam merancang dan merancang pembelajaran untuk fase satu fase. Sehingga kompetensi pembelajaran yang akan dicapai peserta didik dapat dipelajari secara berkesinambungan . Selain itu guru juga dapat menyampaikan informasi terkait karakteristik peserta didik di setiap jenjangnya,di mana informasi ini penting untuk membuat desain pembelajaran yang paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. (Panduan Hal : 11-14)


Pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru masih monoton dan belum dirancang sesuai tahap perkembangan peserta didik kurikulum merdeka masih terinspirasi dengan Rencana Pembelajaran yang memuat komponen lengkap Dalam menyusun perencanaan pembelajaran, guru menyusun RPP/modul ajar secara mandiri, belum melibatkan guru lain yang satu fase. Dalam perencanaan pembelajaran KM, guru menganggap tak perlu ada RPP karena sudah berganti dengan modul aj a r. Asesmen disamakan dengan penilaian pembelajaran yang berfungsi untuk mengetahui hasil pembelajaran. Asesmen hanya dilakukan pada proses dan akhir pembelajaran. minimal memuat 3 komponen : Tujuan pembelajaran, Langkah langkah, dan asesmen. Panduan Hal : 15 Asesmen adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan, dan pencapaian hasil belajar peserta didik . Asesmen perlu dilakukan pada awal, proses, dan akhir pembelajaran. (Panduan hal : 8) Dalam KM guru dapat menggunakan salah satu dari rencana pebelajaran tersebut. Komponen yang harus ada (komponen minimum) dalam RPP lebih sederhana, focus mendokumentasikan rencana. Sementara dalam modul ajar, perencanaan dilengkapi dengan media yang digunakan, termasuk juga instrumen asesmennya. Oleh karena modul ajar lebih lengkap daripada rencana pelaksanaan pembelajaran, maka pendidik yang menggunakan modul ajar untuk mencapai satu atau lebih tujuan pembelajaran tidak perlu lagi mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran. (Panduan Hal : 23) Pengembangan rencana pembelajaran hendaknya kolaboratif antara guru satu dengan guru lain dala fase yang sama. Satu fase biasanya lintas kelas, misalnya CP fase A yang berlaku untuk kelas I dan kelas II. Pada awal tahun guru kelas I dan II saling kolaborasi untuk mendapatkan informasi tentang misalnya materi/konten yang sudah dan belum diajarkan. ( Panduan hal : 11) Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan. (Panduan Hal: 4)


Ganti kurikulum ganti buku Dalam Menyusun modul ajar, guru membuat indicator/ TP langsung breakdown dari ATP. Buku bukan satu-satunya sumber belajar bisa menggunakan sumber belajar lain misalnya memanfaatkan lingkungan sekitar atau fitur PMM. (Panduan Help desk Kurikulum Merdeka) Harusnya TP disusun harus menggunakan KKO agar dapat terukur ketercapaiannya. (Panduan Hal 13)


MISKONSEP KOKURIKUL


PSI LER/ P5


SUMARJO TITIK SUDIARTI WIWIK EKAWATI YULI RINDARNINGSIH HINDUN DWI INDRIANI ANIS AGUNG K IBNU PRASETIYO IBNU KAMIJO JOKO SUSANTO KELOMPOK P5 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.


P5 berorientasi dengan produk yang akan ditampilkan pada gelar karya dan membutuhkan dana dalam kegiatan gelar karya MISKONSEPSI


KONSEP YANG BENAR P5 bertujuan untuk penguatan karakter dalam dimensidimensi profil pelajar Pancasila, berfokus pada prosesnya untuk penguatan karakter, bukan produk atau perayaan, serta tidak harus membutuhkan dana yang besar. (HAL 27 dimensi p3)


Pemahaman P5 untuk meningkatkan ketrampilan peserta didik. MISKONSEPSI


KONSEP YANG BENAR P5 dilakukan untuk menguatkan karakter dimensi-dimensi profil pelajar pancasila (hal 27 Dimensi dan Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)


P5 merupakan bagian dari mata pelajaran MISKONSEPSI


KONSEP YANG BENAR P5 merupakan kegiatan diluar intrakurikuler dan berdiri sendiri dengan alokasi waktu tersendiri, serta merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila.(hal 5 Gambaran Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)


Pelaporan projek dilakukan setiap semester MISKONSEPSI


KONSEP YANG BENAR Pelaporan projek dilakukan setiap akhir Tahun Pelajaran, berbentuk diskripsi dengan menunjukan hasil perkembangan peserta didik (101 Pengolahan Hasil Asesmen)


asesmen dilakukan dari produk yang dihasilkan dari projek penguatan profil pelajar pancasila MISKONSEPSI


KONSEP YANG BENAR asesmen menyasar pada kompetensi profil pelajar pancasila yang dihasilkan dari awal sampai akhir/ selama proses berlangsung, sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan (hal 56 Mengembangkan Topik, Alur Aktivitas, dan Asesmen Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)


proses asesmen projek sudah didesain guru/ fasilitator projek MISKONSEPSI


KONSEP YANG BENAR proses asesmen memberi kesempatan siswa untuk menampilkan/ memilih metode asesmen sesuai kreativitas siswa


P5 adalah satu- satunya cara untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila MISKONSEPSI


KONSEP YANG BENAR P5 bukan satu - satunya metode untuk mengembangkan karakter siswa melainkan merupakan penguatan upaya mengembangkan Profil Pelajar Pancasila dapat dikembangkan melalui intrakurikuler, ekstrakurikuler dan budaya lingkungan sekolah


pendekatan pembelajaran P5 menggunakan berbasis proyek MISKONSEPSI


KONSEP YANG BENAR P5 bisa menggunakan pendekatan berbasis PjBL, PBL dan Inquiri


Tema yang dipilih dalam P5 adalah tema yang mudah tanpa adanya tahap identifikasi kesiapan satuan pendidikan. MISKONSEPSI


KONSEP YANG BENAR kegiatan P5 dirancang berdasarkan permasalahan yang ada dilingkungan siswa kemudian dari hasil asesmen diagnostik, pertanyaan pemantik, siswa menetukan gagasan untuk turut serta menawarkan solusi terhadap pemecahan masalah sehingga sesuai dengan tema yang dipilih


TERIMA


A KASIH


Click to View FlipBook Version