The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by PPAEO, 2022-02-28 23:06:12

Sosialisasi Piloting MRA AEO DJBC-KCS

Sosialisasi Piloting MRA AEO DJBC-KCS

DIREKTORAT JENDERAL

BEA DAN CUKAI

SOSIALISASI

PILOTING MRA AEO DJBC-KCS

Kamis, 16 September 2021

DIREKTORAT AEO INDONESIA
JENDERAL
BEA DAN CUKAI

DEFINISI

“Operator Ekonomi yang mendapat pengakuan oleh Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai sehingga mendapatkan perlakuan kepabeanan tertentu”

JENIS OPERATOR EKONOMI ❑ Pengusaha TPB
❑ Pihak lainnya yang terkait dalam fungsi
❑ Importir
❑ Exportir rantai pasokan global seperti
❑ PPJK
❑ Pengangkut konsolidator dan penyelenggara pos
❑ Pengusaha TPS

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kementerian Keuangan Kementerian Keuangan

DIREKTORAT BENEFIT AEO
JENDERAL
BEA DAN CUKAI

• Penelitian dokumen dan/atau pemeriksaan fisik yang minimal
• Prioritas untuk mendapatkan penyederhanaan prosedur kepabeanan
• Pelayanan khusus dalam hal terjadi gangguan terhadap pergerakan pasokan logistik serta ancaman

yang meningkat
• Kemudahan pemberitahuan pendahuluan (pre-notification)

• Dapat menggunakan jaminan perusahaan (corporate guarantee)

• Kemudahan pembayaran dalam bentuk berkala

• Kemudahan pembongkaran dan/atau pemuatan langsung tanpa dilakukan penimbunan

• Prioritas untuk diikutsertakan dalam program-program baru DJBC
• Layanan khusus oleh Client Manager
• Layanan penyelesaian kepabeanan di luar jam kerja Kantor Pabean
• Kemudahan-kemudahan yang disepakati bersama dengan administrasi kepabeanan negara lain

dalam kesepakatan Pengakuan Timbal Balik (Mutual Recognition Arrangement)

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kementerian Keuangan Kementerian Keuangan

DIREKTORAT MUTUAL RECOGNITION ARRANGEMENT (MRA)
JENDERAL
BEA DAN CUKAI

Definisi
Kesepakatan Pengakuan Timbal Balik (Mutual Recognition Arrangement) adalah
kesepakatan antara dua atau lebih administrasi kepabeanan.

Manfaat

Diakui sebagai Efisiensi waktu dan Business
AEO di negara biaya logistik (fast growth/competiti
export clearance)
partner veness/new
market

Recognitio
n

*) Syarat dan Ketentuan berlaku Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kementerian Keuangan
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kementerian Keuangan

DIREKTORAT Mitra MRA AEO Indonesia
JENDERAL
BEA DAN CUKAI

Timeline Peserta Piloting

Februari 2020 Pihak DJBC
1. PT LG Electronics Indonesia
Indonesia telah menandatangani MRA AEO dengan Korea 2. PT Intiguna Primatama
3. PT Great Giant Pineapple

September 2021 Pihak KCS
1. Samsung Electronics CO., LTD.
Akan dilaksanakan piloting MRA AEO dengan Korea 2. LG Electronics Inc.
Piloting tersebut akan dilaksanakan selama 2 bulan 3. LG Chem, Ltd.

Kantor Pelaksana Piloting

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A
Tanjung Priok

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C
Soekarno-Hatta

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kementerian Keuangan Kementerian Keuangan

DIREKTORAT Piloting MRA AEO DJBC-Korea Customs Services
JENDERAL
BEA DAN CUKAI

Bagaimana cara 3 Perusahaan AEO Indonesia yang dilibatkan dalam piloting mendapatkan manfaat dalam skema
piloting MRA AEO DJBC-KCS?

01 AEO Indonesia menginformasikan status AEO dan
Kode AEO-nya kepada mitra dagangnya di Korea.
Contoh:

AEO Indonesia Mitra Dagang di Korea Kode AEO yang diinformasikan kepada mitra dagang di

Korea adalah kode AEO tanpa menggunakan tanda “.” dan
tanda “:” , sehingga menjadi sebagai berikut:

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kementerian Keuangan Kementerian Keuangan

Piloting MRA AEO DJBC-Korea Customs Services

Bagaimana cara 3 Perusahaan AEO Indonesia yang dilibatkan dalam piloting mendapatkan manfaat dalam skema
piloting MRA AEO DJBC-KCS?

02 Kemudian, mitra dagang di Korea mengajukan
permohonan kepada KCS untuk penerbitan OBPC baru
bagi eksportir AEO Indonesia.
Setelah OBPC diterbitkan oleh KCS, mitra dagang di Korea
harus memasukkan formulir deklarasi impor "OBPC itu"
untuk transaksi ini dan transaksi berikutnya.

Catatan: DIREKTORAT

KCS memiliki peraturan terpisah mBJEeENAnDDEgARNAeLCnUaKAiI hal-hal apa saja perlu

diketahui importir dan apa yang harus dilakukan dengan OBPC

Mitra Dagang di Korea (termasuk status AEO). Selain itu, KCS menerbitkan buku panduan

bagi para pedagang dan mengadakan acara sosialisasi untuk

memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan untuk realisasi

manfaat MRA.

Jika mitra dagang di Korea masih belum mendapatkan informasi
yang jelas maka dapat diarahkan untuk berkonsultasi dengan
Bea Cukai Korea / KCS

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kementerian Keuangan Kementerian Keuangan

DIREKTORAT Piloting MRA AEO DJBC-Korea Customs Services
JENDERAL
BEA DAN CUKAI

PENTING UNTUK DICATAT
Untuk mendapatkan benefit di Korea dalam skema piloting MRA AEO, agar 3 perusahaan AEO di Indonesia
harus menginformasikan dengan jelas Kode AEO nya dan memiliki komunikasi yang lancar, saling
menguntungkan, dan importir Korea harus mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa
kargo AEO dapat dikenali dalam sistem Korea.

Setelah pelaksanaan piloting, akan dilakukan review. Kami berharap kepada 3 Perusahaan AEO
Indonesia yang dilibatkan dalam piloting MRA AEO DJBC-KCS, untuk dapat memberikan
feedback mengenai pelaksanaan piloting. Feedback dimaksud dapat berupa benefit yang
diterima di Korea, hambatan yang terjadi atau hal-hal lainnya yang terkait.

Kontak yang dapat dihubungi: 021-4753412 Sahabat AEOnesia

AEO Center, Gedung Kalimantan Lt.1, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kantor Pusat Bea dan Cukai, Jl.Jenderal A Yani Kementerian Keuangan
(By Pass) Rawamangun, Jakarta Timur – 13230

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kementerian Keuangan


Click to View FlipBook Version