MODUL V
PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI
SEKOLAH DASAR
KELAS V
KKG PENDIDIKAN AGAMA HINDU
KABUPATEN / KOTA BLITAR
2022
Tempat Suci Dalam Agama Hindu
(Nihan halaning tan patirtha, hana ya wwang mangke kramanya, tapwan
popawasa tigang wengi, tapwan padyus ring tirtha, tapwan paweh
kancanadana, godana, ikang wwang mangkana kramanya, ya ika
paramarthaning dari dra ngaranya
Terjemahan:
Berikut inilah malapetaka orang orang yang tidak mengunjungi tempat
tempat suci adalah orang yang seperti ini keadaannya tidak berpuasa selama
tiga malam berturut turut tidak mandi ditempat suci, tidak memberikan
sedekah emas sedekah lembu ; orang yang demikian keadaannya adalah
orang yang sangat miskin.
(Sarasamuscaya,278)
PETUNJUK SISWA
Yuk gunakan Modul ini dengan cara sebagai berikut.
1. Bacalah Om Awighnamastu Namosiddham sebelum belajar.
2. Perhatikan judul setiap babnya.
3. Ingatlah setiap tujuan pembelajaran yang harus dicapai.
4. Pahami dengan baik setiap uraian materi.
5. Kerjakan tugas yang tersedia untuk mengukur pemahaman dan kemampuan kalian.
6. Buatlah rangkuman pada buku kalian untuk mengingatkan kalian akan materi yang sudah
dipelajari sebelumnya.
7. Kerjakan latihan soal untuk mengukur tingkat kemampuan kalian.
8. Lanjutkan belajar ke bab selanjutnya jika pelajaran sebelumnya sudah kalian pahami.
9. Ucapkan parama santi jika kalian selesai belajar.
Tujuan Pembelajaran
Pada bab ini, kalian akan mengenai tempat suci, menghargai tempat suci ,
menunjukan perilaku bertanggun jawab untuk menjaga kelestarian agama Hindu,
mengenal tempat suci serta menyajikan bentuk dan struktur tempat suci dalam
agama Hindu.
MATERI
1. Pengenalan Tempat Suci Agama Hindu
Tempat Suci (pura) bagi umat Hindu adalah suatu tempat yang disucikan, dikeramatkan, sebagai tempat
pemujaan bagi umat beragama. Salah satu di antaranya merupakan tempat melakukan upacara Yajña yang
disesuaikan dengan Desa, Kala, dan Patra.
Pura berasal dari kata pur yang artinya benteng atau tempat berlindung.
Pura sebagai tempat berlindung karena umat Hindu merasa wajib untuk
melakukan pemujaan di Pura, untuk memohon keselamatan ke hadapan
Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena Pura
sebagai tempat pemujaan dan sebagai tempat berlindung, maka setiap
Pura wajib dijaga dan dipelihara oleh umat Hindu di mana Pura itu
berada.
Memelihara Pura adalah tanggung jawab sebagai umat Hindu. Melestarikan Pura
maksudnya adalah memelihara dan, melaksanakan Upacara Yajña yang
disesuaikan dengan Desa, Kala, dan Patra. Desa artinya tempat, yaitu tempat
dibangunnya sebuah Pura. Kala artinya sama dengan waktu, kapan upacara itu
dilaksanakan. Patra artinya keadaan, dalam keadaan bagaimana upacara itu
dilaksanakan oleh desa atau masyarakat penanggung jawab itu. Pelaksanaan
upacara di masing-masing Tempat Suci atau Pura yang ada di Bali khususnya
ataupun di Indonesia pada umumnya terkadang ada perbedaan, namun memiliki
tujuan yang sama yaitu untuk mohon keselamatan lahir dan bathin.
2. Beberapa Persyaratan Memasuki Tempat Suci Agama Hindu
Tempat Suci/pura merupakan tempat yang wajib disucikan oleh umat Hindu. Sebagai
umat beragama Hindu memiliki rasa bertanggung jawab untuk menjaga dan melesatrikan setiap
Tempat Suci yang dibangun dan telah dimanfaatkan sebagai tempat untuk melakukan ritual
keagamaan sesuai dengan situasi dan kondisi dimana Tempat Suci itu dibangun. Seperti apakah
tanggung jawab tersebut? Agar kamu memahami wujud tanggung jawab untuk melestarikan
Tempat Suci, antara lain:
a. membangun Tempat Suci dengan dasar hati yang tulus iklas sesuai dengan fungsinya;
b. dimanfaatkan sebagai tempat upacara yajña, pasraman, dharma wacana;
c. dijaga dan dilestarikan agar tetap aman dan nyaman sebagai tempat sembahyang.
3. Syarat-syarat Masuk Tempat Suci
1. Sehat jasmani dan rohani.
2. Berpakaian yang sopan, bersih dan rapi.
3. Tidak dalam cuntaka/kotor baik cuntaka yang disebabkan oleh
diri sendiri maupun cuntaka disebabkan oleh orang lain.
Cuntaka yang disebabkan oleh diri sendiri misalnya sedang dalam
keadaan datang bulan bagi kaum wanita, setelah melahirkan atau sedang
dalam keadaan keguguran. Sedangkan cuntaka yang disebabkan oleh
orang lain misalnya ada keluarga yang meninggal, atau tetangga dekat,
warga desa yang dalam keadaan berduka cita atau meninggal.
Persyaratan seperti tersebut wajib kita patuhi dan lestarikan agar kesucian
Pura sebagai Tempat Suci tetap terjaga.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam membangun Tempat Suci diantaranya adalah:
Tri Mandala berasal dari kata tri dan kata
mandala. Tri artinya tiga dan mandala
artinya tempat. Jadi, Tri Mandala artinya
tiga tempat untuk melakukan kegiatan
pada saat pelaksanaan upacara di sebuah
Pura.
Bagian-bagian Tri Mandala:
1. Nista Mandala
2. Madya Mandala
3. Utama Mandala
a. Nista Mandala adalah areal Pura yang paling di
bawah atau paling di luar. Di sini merupakan tempat
melakukan persiapan-persiapan Yajña seperti
membuat penjor, membuat lapan sehingga mungkin
saja masih ada suara-suara yang keras dan
pembicaraan-pembicaraan yang humoris untuk
menghilangkan rasa lelah saat bekerja.
b. Madya Mandala biasanya kita jumpai taritarian yang
bersifat sakral seperti Tari Baris Gede, Tari Rejang Dewa, Tari Topeng Sidhakarya, Wayang Sudha
Mala/Wayang Lemah, yang berfungsi untuk menghibur dan mensucikan pikiran kita akan masuk ke
Utama Mandala.
c. Utama Mandala biasanya berupa Candi Gelung. Candi Gelung berfungsi untuk memulai pemusatan
pikiran. Pada Utama Mandala adalah tempat melaksanakan pemujaan terhadap Ista Dewata yaitu
Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan yang berstana di Pura tersebut.
AYO KERJAKAN !
Setelah memahami bacaan di atas, jawablah pertanyaan- pertanyaan berikut dengan
benar!
1. Tempat yang disakralkan dan digunakan untuk tempat persembahyangan disebut?
Jawab: …………………………………………………………………………………
2. Apa saja syarat masuk tempat suci?
Jawab: …………………………………………………………………………………
3. Apa yang dimaksud dengan Tri Mandala?
Jawab: …………………………………………………………………………………
4. Bangunan apa saja yang terdapat di Madya Mandala?
Jawab: …………………………………………………………………………………
5. Padmasana, Meru, dan Penglurah terdapat di bagian mana?
Jawab: …………………………………………………………………………………
RANGKUMAN
Tempat Suci (pura) bagi umat Hindu adalah suatu tempat yang disucikan,
dikeramatkan, sebagai tempat pemujaan bagi umat beragama. Salah satu di antaranya
merupakan tempat melakukan upacara Yajña yang disesuaikan dengan Desa, Kala, dan
Patra. Syarat-syarat Masuk Tempat Suci adalah sehat jasmani dan rohani, berpakaian
yang sopan, bersih dan rapi dan tidak dalam cuntaka/kotor baik cuntaka yang
disebabkan oleh diri sendiri maupun cuntaka disebabkan oleh orang lain. Tri Mandala
berasal dari kata tri dan kata mandala. Tri artinya tiga dan mandala artinya tempat. Jadi,
Tri Mandala artinya tiga tempat untuk melakukan kegiatan pada saat pelaksanaan
upacara di sebuah Pura. Bagian-bagian Tri Mandala: Nista Mandala, Madya Mandala,
dan Utama Mandala
EVALUASI
I. Pilihan Ganda
Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d pada jawaban yang paling tepat!
1. Tempat yang disucikan melalui proses penyucian disebut ....
A. Tempat Tinggal B. Tempat Rapat C. Tempat Suci D. Tempat Umum
2. Tiga bagian area Pura disebut ....
A. Tri Mala B.Tri Mandala C. Tri Murti D. Tri Kona
3. Wilayah atau area yang paling suci terletak pada bagian ....
A. Utama Mandala B. Madya Mandala C. Nista Mandala D. Jaba Sisi
4. Berikut ini yang bukan nama bangunan yang ada di Pura yaitu ....
A. Padmasana B.Kubah C. Meru D. Pepelik
5. Bangunan suci yang atapnya bertumpang disebut ....
A. Bale Kulkul B. Meru C. Bale Pawedan D. Gedong
6. Kata pura berasa dari bahasa Sanskerta yang artinya ....
A. Suci B. Rumah C. Benteng D. Sakral
7. Bangunan suci yang berada pada bagian Utama Mandala adalah ....
A. Kulkul B. Bale Gong C. Candi Bentar D. Bale Pawedan
8. Pada bagian Madya Mandala terdapat bangunan suci ....
A. Bale Pawedan B. Padmasana C. Candi Bentar D. Bale Agung
II. Pilihan Ganda Kompleks
Berilah tanda centang pada jawaban yang benar (jawaban bisa lebih dari 1)!
9. Candi bentar adalah pintu gerbang memasuki Pura dari Nista Mandala ke ....
Utama Mandala
Madya Mandala
Jaba Tengah
Uttara Mandala
10 Bangunan suci yang paling utama pada bagian Utama mandala adalah ...
Pepelik
Sanggah Surya
Padmasana
Pawedan
III. Uraian
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar!
1. Jelaskan pengertian Pura!
2. Tuliskan bagian-bagian Tri Mandala!
3. Tuliskan bangunan yang ada di Utama Mandala!
4. Tuliskan bangunan yang ada di Madya Mandala!
5. Jelaskan Syarat-syarat untuk memasuki tempat suci!
KUNCI JAWABAN
AYO KERJAKAN ! (...)
1.Tempat yang disakralkan dan digunakan untuk tempat persembahyangan disebut Pura
2.Apa saja syarat masuk tempat suci disebut Sehat jasmani dan rohani, Berpakaian yang
sopan, bersih dan rapi.Tidak dalam cuntaka/kotor baik cuntaka yang disebabkan oleh diri
sendiri maupun cuntaka disebabkan oleh orang lain.
3.Apa yang dimaksud dengan Tri Mandala adalah tiga tempat untuk melakukan kegiatan pada saat
pelaksanaan upacara di sebuah Pura
4. Bangunan apa saja yang terdapat di Madya Mandala adalah Bale Kulkul dan Bale Gong
5. Padmasana, Meru, dan Penglurah terdapat di bagian mana adalah Utama Mandala
EVALUASI (....)
I. Pilihan Ganda
1. C 5. B
2. B 6. C
3. A 7. A
4. B 8. A
II. Pilihan Ganda Kompleks
9. Jaba Tengah, Madya Mandala
10. Padmasana, Sanggah Surya
III. Uraian
1. Pura berasal dari kata pur yang artinya benteng atau tempat berlindung. Pura sebagai
tempat berlindung karena umat Hindu merasa wajib untuk melakukan pemujaan di Pura,
untuk memohon keselamatan ke hadapan Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha
Esa.
2. Nista Mandala, Madya Mandala, dan Utama Mandala
3. Padmasana, Meru, dan Panglurah
4. Bale Kulkul dan Bale Gong
5. Sehat jasmani dan rohani, berpakaian yang sopan, bersih dan rapi, dan tidak dalam cuntaka/kotor
baik cuntaka yang disebabkan oleh diri sendiri maupun cuntaka disebabkan oleh orang lain.