MACAM MACAM BATIK 2
1. Batik Pekalongan
-Sejarah Batik Pekalongan
Sejarah Pembatikan di Pekalongan, sangat berkaitan dengan perkembangan
peradaban kerajaan Mataram Islam serta mengikuti penyebaran ajaran Islam di
tanah Jawa yang dilakukan oleh para Wali dan pedagang muslim yang datang ke
Pekalongan. Dalam beberapa catatan sejarah menunjukan, bahwa
perkembangan batik di Pekalongan telah mulai dilaksanakan pada masa
Kerajaan Mataram Islam sekitar abad 17 Masehi. Dalam dokumen milik V.O.C
disebutkan bahwa pada tahun 1740 pernah terjadi pengiriman kain dari
Pekalongan ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan omset sebesar 20 ribu Real
Spanyol (mata uang V.O.C kala itu) per tahun.Ketika Sultan Agung memerintah
Kerajaan Mataram, di Pekalongan sudah ada penjual batik buatan Pronocitro,
yakni seorang saudagar batik Pekalongan yang bernama Nyai Singobarong.
Sedangkan proses pembuatan membatik di wilayah Pekalongan, diperkirakan
sudah ada sejak tahun 1830 atau paska perang Jawa, ketika itu sisa-sisa
pasukan Laskar Diponegoro menetap dan mengembangkan usaha batik disini.
-Asal Batik Pekalongan
Maka dari itu, nama motif ini diambil dari daerah asalnya yaitu Pekalongan, Jawa
Tengah, tempat dari motif batik ini berasal. Batik Pekalongan ini juga bisa
disebut dengan batik pesisir, karena letak geografis kota Pekalongan yang
berada di pesisir pantai utara pulau Jawa.
-Perkembangan Batik Pekalongan
Secara umum perkembangan batik Pekalongan mengalami pasang surut. Pada
tahun 1900-an batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat karena
kenaikan permintaan baik dari dalam maupun luar negeri. Pada akhir abad ke 19
dan awal abad ke 20 merupakan periode puncak dari peran kelompok
wirausahawan pribumi.
2. Batik monokromatik
-Pengertian Batik Monokromatik
Batik monokromatik memiliki warna tunggal (mono), atau satu warna saja. Batik
monokromatik menggunakan dua atau lebih warna yang sejenis. Misalnya biru
muda dan biru tua. Dan secara bahasa monokromatik berasal dari kata mono
yaitu satu atau tunggal dan chrom berarti warna.
-Langkah-langkah membuat Batik Monokromatik
1. Siapkan alat dan bahan untuk membuat batik seperti kain mori, lilin atau
malam, canting, alat tulis, pewarna kain, gawan , wajan dan kompor.
2. Membuat pola pada kain mori dengan pensil.
3. Panaskan lilin atau malam menggunakan wajan dan kompor yang telah
disediakan.
4. Isi canting dengan lilin yang sudah cair, kemudian gambar mengikuti pola
yang sudah dibuat sebelumnya.
5. Proses pembatikan ada baiknya dilakukan secara perlahan dengan urutan
atas ke bawah, kiri ke kanan atau sebaliknya.
6. Proses pewarnaan pada batik dapat dilakukan apabila lilin pada batik
tersebut sudah mengeras. Untuk mendapatkan warna sesuai dengan
keinginan, pewarnaan dapat dilakukan berulang - ulang.
7. Proses pelorotan adalah langkah selanjutnya setelah proses pewarnaan.
Pelorotan merupakan proses pelepasan lilin pada kain dengan menggunakan
air mendidih.
8. Setelah lilin sudah terlepas dari kain, bilas kain lalu kemudian dikeringkan.
Proses pengeringan ini dapat dilakukan dengan di angin - anginkan dan tidak
boleh dijemur yang terkena matahari langsung.
9. Batik siap untuk dipergunakan.
-Contoh Batik Monokromatik
Batik Simbut dan Kelengan
Batik kelengan yaitu cara pembuatan batik dengan satu kali celupan warna
sehingga motif yang dihasilkan tetap putih berupa warna mori.
Batik simbut adalah batik kuno yang ditemukan di daerah Banten. Menurut
sejarah pembuatan batik simbut ini tidak menggunakan lilin malam. Sebagai
perintangnya digunakan bubur ketan. Kemungkinan saat batik simbut ditemukan
belum dikenal lilin malam. Teknik ini mempunyai kelemahan karena perintang
tidak bisa menembus kain mori. Selain itu warna masih bisa merembes ke kain
yang dilapisi perintang. Pada percobaan perintangan sederhana dengan
menggunakan bahan bubur kanji kental atau pasta semen
3. Batik Jumputan
-Sejarah Batik Jumputan
Sejarah batik ini berasal dari Tiongkok. Karena zaman dahulu perdagangan
melalui lautan sudah lumayan maju. Banyak manusia dari sebuah wilayah
menjelajah lautan untuk menyinggahi wilayah lain dan mengadopsi budayannya,
termasuk batik.Salah satu kelompok saudagar yang dianggap berjasa membawa
teknik Batik Jumputan ke Nusantara ialah para penyintas dari India. Teknik ini
kemudian menyebar di India dan oleh para sudagar India dibawa masuk ke
Indonesia. Perkanalan Batik Jumputan ini menggunakan misi perdagangan.Di
Indonesia, teknik tersebut disambut gembira. Salah satu penyebabnya, hasil
batiknya beragam dengan rangkaian warna-warna yang bagus. Karena
disebarkan oleh saudara India, maka batik ini diterima dengan baik di banyak
daerah. Diantaranya Sumatra, khususnya Palembang, di Kalimantan Selatan,
Jawa dan Bali.Di Jawa, daerah yang mengembangkan Batik Jumputan ialah
Solo, Yogyakarta dan Pekalongan. Meski akarnya sama, dari Tiongkok, namun
dalam perkambangannya dipengaruhi kondisi daerahnya masing-masing. Dan itu
sangat berpengaruh pada motifnya.
-Daerah Asal Batik Jumputan
Diantaranya Sumatra, khususnya Palembang, di Kalimantan Selatan, Jawa dan
Bali. Di Jawa, daerah yang mengembangkan Batik Jumputan ialah Solo,
Yogyakarta dan Pekalongan.
-Perkembangan Batik Jumputan saat Ini
Batik merupakan karya seni asli Indonesia yang berkembang luas di Indonesia
bahkan dikenal hingga mancanegara. Secara umum, batik merupakan lukisan
yang dibuat di atas kain menggunakan canting yang ditutup dengan malam,
kemudian diberi warna. Macam-macam batik sangatlah beragam, salah satunya
yaitu batik jumputan. Jumputan atau yang biasa dikenal sebagai teknik celup ikat
ini berasal dari Tiongkok. Sebelum sampai ke Nusantara dalam perkembangan
batik jumputan/jumputan kain, teknik celup ikat berkembang lebih dulu di India,
hingga akhirnya menyebar luas dan berkembang hingga saat ini.
4. Batik Formika
-Pengertian Batik Formika
batik formika adalah batik yang dibuat dengan cara menempelkan warna di
atas permukaan kain. Teknik yg digunakan dalam tekstil di daerah
Pekalongan pada tahun 1973. Efek motif yang ditimbulkan pada batik formika
adalah motif abstrak.
-Cara Membuat Batik Formika
1. Siapkan selembar kain mori putih sesuai ukuran yang dibutuhkan
2. Isi bak dengan air sampai penuh (2 cm dibawah mulut bak).
3. Encerkan cat minyak dengan terpentin.
4. Pilih cat yang memiliki warna cerah dengan kualitas yang baik.Ciprat-
cipratkan cat secara acak ke permukaan air dalam bak.
5. Untuk membantu penyebaran warna digunakan kipas angin.
6. Bentangkan dan tempelkan permukaan kain yang akan diberi warna ke
atas permukaan cat dalam bak.
-Daerah Asal Batik Formika
Seperti yang kita tahu,formika ialah teknik yang digunakan dalam tekstil di
daerah Pekalongan Pada Tahun 1973.
5. Batik Lukis
-Pengertian Batik Lukis
Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis
pada kain putih. Batik lukis di Indonesia dapat menarik wisatawan
mancanegara dan akan tetap dilirik, bahkan sempat menjadi intrik dengan
negara lain yang ikut merasa bahwa batik telah menjadi milik mereka.
-Teknik Gambar Batik Lukis
1. Pertama kali membuat goresan-goresan motif pada kertas gambar dengan
menggunakan lilin lampu.
2. Kertas yang telah digambari motif atau pola-pola tadi kemudian dilabur
atau dikuas dengan cat air warna tua atau pekat.
3. Hasil gambar yang menyerupai kain batik ini kemudian dikeringkan
dengan cara diangin-anginkan.
-Proses Membuat Batik Lukis
1. mengandung kanji, menggunakan air panas yang dicampur dengan merang
atau jerami.
2. Ngemplong, yaitu proses memadatkan serat-serat kain yang baru
dibersihakan.
3. Memola, yaitu pembuatan pola menggunakan pensil ke atas kain.
4. Mbatik, yaitu menempelkan lilin/malam batik pada pola yang telah digambar
menggunakan canthing.
5. Nembok, yaitu menutup bagian yang nantinya dibiarkan putih dengan lilin
tembokan.
6. Medel, yaitu mencelup kain yang telah dipola, dilapisi lilin ke pewarna yang
sudah disiapkan.
7. Ngerok/Nggirah, yaitu proses menghilangkan lilin dengan alat pengerok.
8. Mbironi, yaitu menutup bagian2 yang akan dibiarkan tetap berwarna putih
dan tempat2 yang terdapat cecek (titik titik).
9. Nyoga, yaitu mencelup lagi dengan pewarna sesuai dengan warna yang
diinginkan.
10. Nglorod, yaitu proses menghilangkan lilin dengan air mendidih untuk
kemudian dijemur.