Modul Berbasis QR Code 44 Bab IX Filum Echinodermata | Invertebrata Gambar 9. 5 Bintang laut Sumber : Campbel. 2008 Gambar 9. 6 bintang laut mengular Sumber :Campbel. 2008 4) Kelas Asteroidea Kelas Asteroidea memiliki ciri tubuh yang pipih dan berbentuk bintang. Contoh spesies dari kelas ini adalah bintang laut. Bintang laut memiliki lengan majemuk yang memancar dari sebuah cakram pusat, dipermukaan bawah bintang laut tempat terdapatnya kaki tabung. Lapisan permukaan paling luar terdiri atas lapisan sel epidermal yang bersilia. Di Bawah kulit terluar terdapat endoskeleton. Sistem pencernaan bintang laut menyekresikan getah-getah pencernaan yang mencerna tubuh moluska yang lunak di dalam cangkangnya sendiri. Bintang laut bereproduksi secara seksual. Bintang laut juga terkenal dengan kemampuan regenerasinya. Beberapa spesies dapat bereproduksi secara aseksual dengan fragmentasi. Contoh spesies kelas ini adalah Astropecten sp. 5) Kelas Ophiuroidea Ophiuroidea merupakan hewan berbentuk bintang dengan lengan lurus, panjang dan fleksibel. Sering juga disebut bintang ular laut. Cakram tubuhnya terlihat jelas. Anggota kelas ini memiliki kaki ambulakral pada lengan pipanya. Pergerakkan ular bintang laut ini dilakukan dengan kibasan lengan dan menggunakan kaki tabungnya untuk mencekram substrat. Beberapa spesies merupakan pemakan suspensi, sedangkan yang lain merupakan predator atau pemakan bangkai. Contoh spesies ini antara lain Ophiothrix flagilis, dan Ophiopholis aculeata. 6) Kelas Concentricycloidea Kelas Concentricycloidea contoh spesiesnya yaitu Aster laut. Aster laut hidup pada kayu yang terendam air. Tubuh aster laut tidak berlengan dan biasanya berbentuk cakram, ia memiliki organisasi tubuh bersisi lima dan berdiameter
Modul Berbasis QR Code Invertebrata | 45 kurang dari satu sentimeter. Bagian tepi tubuhnya dikelilingi oleh duri-duri kecil. Aster laut mengabsorpsi nutrien melalui membran yang mengelilingi tubuhnya. Habitat dan Peranan Echinodermata Echinodermata biasanya banyak dijumpai di seluruh perairan pantai. Echinodermata dapat dijumpai mulai dari pantai yang pasang surut sampai perairan yang cukup dalam sekalipun. Biasanya echinodermata berada di kedalaman antara 0,5 sampai 40 m. Echinodermata sangat menyukai perairan yang airnya jernih dan relatif tenang. Echinodermata juga suka berada di tempat dengan berbagai zona, seperti daerah padang lamun, zona pertumbuhan alga, zona tubir, dan lereng terumbu karang. Habitat Echinodermata dapat kita dijumpai di dalam ekosistem laut. Terutama pada ekosistem yang yang paling tinggi, seperti pada terumbu karang yang berada di zona intertidal. Hal ini karena adanya pengaruh faktor fisik dan kimia pada masing-masing daerah. Pada pantai intertidal, terdapata batu yang keras sehingga menyebabkan mikroorganisme echinodermata akan berkembang menjadi keanekaragaman terbesar baik untuk spesies hewan maupun tumbuhan. Echinodermata juga termasuk kedalam kelompok invertebrata yang tingkat keanekaragaman spesiesnya sangat tinggi dan sangat berperan penting bagi kehidupan baik secara ekologis maupun ekonomis. Hal ini karena, echinodermata bersifat pemakan seston, yang perannya dalam suatu ekosistem sangat penting yaitu untuk merombak sisa – sisa bahan organik yang sudah tidak digunakan lagi oleh spesies lain tetapi masih bisa dimanfaatkan oleh beragam jenis echinodermata lainnya. Beberapa spesies pada echinodermata bisa dimanfaatkan bagian-bagianya sebagai sumber makanan konsumsi manusia. Video penjelasan Echinodermata Gambar 9. 7 Aster Laut Sumber : Campbel, 2008
Modul Berbasis QR Code 46 Uji Pemahaman Konsep Kegiatan 3 | Invertebrata Uji Pemahaman Konsep Kegiatan 3 Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep yang sudah dipelajari Anda telah mempelajari materi sebelumnya mengenai animalia, filum Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata, dari ciri-ciri atau karakteristik, pengklasifikasian kelas serta peranannya dalam kehidupan. Coba kalian jawab pertanyaan-pertanyaan berikut. 1. Jelaskan apa yang kalian ketahui tentang Mollusca? 2. Jelaskan apa yang kalian ketahui tentang Filum Arthropoda? 3. Jelaskan apa yang kalian ketahui tentang Filum Echinodermata? Kemampuan mengklasifikasikan objek menurut tertentu sesuai dengan konsepnya Pengklasifikasian Hewan Tujuan Mengklasifikasikan hewan dari filum Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata Petunjuk : Dalam kegiatan ini, kalian diminta untuk mencari informasi dan mengidentifikasi sebanyak mungkin tentang berbagai jenis hewan invertebrata sesuai dengan filum Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata, kemudian menuliskannya di dalam tabel. Dengan kegiatan ini diharapkan kalian dapat mengklasifikan spesies kedalam kelas dari berbagai jenis hewan dan memprediksi jenis hewan berdasarkan ciri yang teramati. Tabel Pengklasifikasian Mollusca No Nama Hewan Ciri-ciri Kelas Polyplacophora Gastropoda Bivalvia Cephalopoda Tabel Pengklasifikasian Arthropoda No Nama Hewan Ciri-ciri Kelas Crustacea Insecta Arachnida Myriapoda
Modul Berbasis QR Code Invertebrata | Uji Pemahaman Konsep Kegiatan 3 47 Tabel Pengklasifikasian Echinodermata No Nama Hewan Ciriciri Kelas Crinoidea Holothuroidea Echinoidea Asteroidea Ophiuroidea Concentricycloidea Memberikan contoh dan bukan contoh dari suatu konsep Jodohkan contoh gambar yang sesuai dengan kelasnya (Tarik sebuah garis dari kiri kekakanan) Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi Coba kalian gambarkan bagaimana proses perkembangan metamorfosis sempurna pada kupuu-kupu! Kelas Arachnida Kelas Echinoidea Kelas Bivalvia
Modul Berbasis QR Code 48 Uji Pemahaman Konsep Kegiatan 3 | Invertebrata Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep Berilah tanda (√) pada kolom benar atau salah dibawah ini yang sesuai dengan pertanyaan yang diberikan. Pertanyaan Benar Salah Mollusca mempunyai tubuh lunak dan sebagian bercangkang Sistem syaraf pada mollusca terdiri atas cincin saraf Arthropoda memiliki kaki yang berbuku-buku Arthopoda bergerak menggunakan kaki pembuluh (ambulakral) Echinodermata termasuk kelompok hewan berkulit duri Menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu Pembuktian dari pengamatan spesies hewan invertebrata dapat menerapkan prosedur materi filum porifera dan coelenterata dengan tujuan dapat menjelaskan ciri-ciri, klasifikasi filum Mollusca, Arthropoda dan Echinodermata berdasarkan bentuk tubuh, simetri tubuh dan reproduksinya. Untuk lebih mengetahui spesies dari filum Mollusca, Artropoda dan Echinodermata kalian dapat melakukan pengematan dengan cara: 1. Ambillah spesies yang akan diamati atau tonton video pada modul dan amatilah morfologi yang terlihat ! 2. Tulikan dan jelaskan struktur morfologi spesies ! 3. Buatlah klasifikasi taksonominya! Mengaplikasikan konsep dalam pemecahan masalah Coba kalian amati hewan Mollusca, Arhtropoda dan Echinodermata disekitar kalian. Kemudian kalian bisa mengisi peranan pada kolom berikut. Nama Spesies Peranan
Modul Berbasis QR Code Invertebrata | Uji Pemahaman Konsep Kegiatan 3 49 Tes Formatif Petunjuk: Kerjakanlah soal-soal dengan men-scan QR Code berikut, untuk menuju ke google form. Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban yang terdapat di bagian akhir pada google form. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar. Nilai = Konversi tingkat penguasaan: • 90 - 100% = baik sekali • 80 - 89% = baik • 70 - 79% = cukup • < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar Invertebrata, terutama bagian yang belum kalian kuasai.
Modul Berbasis QR Code 50 GLOSARIUM | Invertebrata GLOSARIUM Ambulakral : Daerah kaki tabung pada sistem vaskuler air Amoeboid : Bergerak seperti Amoeba dengan Pseudopodia Animalia : Kingdom yang terdiri atas eukariota multiseluler yang mencerna makanan Aselomata : Tidak memiliki rongga tubuh Avertebrata : Hewan tanpa tulang belakang Klasifikasi : Pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan diri Metamorfosis : Perubahan ukuran dan bentuk tubuh insecta saat berkembang dari muda menjadi dewasa Parasit : Organisme yang memakan inti sel, jaringan atau cairan tubuh spesies lain (inang). Pseudoselomata : Hewan yang memiliki rongga tubuh semu Diocious : Hewan berkelamin terpisah Flagela : Embelan panjang pada sel, terspesialisasi untuk lokomosi Fragmentasi : Cara reproduksi aseksual berupa pematahan induk tunggal menjadi individu-individu yang baru Hermafrodit : Individu yang berfungsi sebagai jantan dan betina sekaligus dalam reproduksi seksual dengan cara menghasilkan sperma dan sel telur Kelas : Dalam klasifikasi, kategori taksonomi diatas tingkat ordo Ordo : Dalam klasifikasi, kategori taksonomi diatas tingkat family Partenogenosis : Reproduksi aseksual dengan betina yang menghasilkan keturunan dari sel yang tidak terfertilisasi
Modul Berbasis QR Code Invertebrata | BIODATA PENULIS 51 BIODATA PENULIS Nama Lengkap : Nur Apriliana Telp/Hp : 085795443146 Email : [email protected] [email protected] Pendidikan : Jurusan Tadris Biologi Alamat Institusi : IAIN Syekh Nurjati Cirebon Alamat Rumah : Jln Panembahan girilaya, Desa Ciawi Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon Riwayat Pendidikan 1. TK Dahlia 2. SDN 2 Ciawi 3. SMPN 4 Palimanan 4. SMAN 1 Jamblang : IPA 5. IAIN Syekh Nurjati Cirebon : Jurusan Tadris Biologi
Modul Berbasis QR Code 52 Daftar Pustaka | Invertebrata Daftar Pustaka Abidin, Zainal. 2010. Studi Keanekaragaman Serangga di Vegetasi Savana Taman Nasional Bromo Tangger Sameru. Skripsi Pada Jurusan Biologi Fakultas Sains Dan Teknologi. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Tidak Diterbitkan. Brotowidjoyo, Mukayat Djarubito. 1989. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga. Cambell, Neil A dan Jane B. Reece.2008. Biologi Edisi 8 Jilid 2. Jakarta: Erlangga. Cecie Star, dkk .2012. Biologi Kesatuan dan Keanekaragaman Makhluk Hidup Edisi 12Buku 1. Jakarta Selatan: Penerbit Salemba Teknika. Dahuri, Rokhmin. 2003. Keaneka Ragaman Hayati Laut. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Irnaningtyas. 2013. Biologi untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga. Kristiani, Ninik. 2010. Biologi Grade X. Jakarta: PT Intermitra Group. Mardiastuti, Wiwik Endang. 2010. Mengenal Hewan Invertebrata.Bekasi:Penerbit Mitra Utama. . Nurhadi dan Yanti, febri. 2018. Buku Ajar Taksonmi Invertebrata. Yogyakarta: Deepublish Rusyana, Adun. 2014. Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktek). Bandung: Alfabeta. Starr, Cecie dkk. 2012. Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup Edisi 12 Buku 1. Jakarta: Penerbit Salemba. Suparno,dkk.2009.Transplantasi spons laut petrosia nigricans.vol 14(4):234- 421. ISSN:0853-7291. Suwignyo, Sugiarti dkk.2005.Avertebrata Air Jilid 1.Jakarta:Penerbit Swadaya. Syamsuri, Istamar. 2009. Biologi untuk SMA Kelas X Semester 1. Jakarta: Yusron, Eddy. 1985. “Beberapa Catatan Cacing Laut (Polychaeta)”. Oseana. Volume X. Nomor 4.
Modul Berbasis QR Code Invertebrata | Daftar Pustaka 53