The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

tahap-tahap pengadaan bahan pustaka dan alih media

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by shafirach24, 2020-10-25 07:59:20

Pengadaan Bahan Pustaka dan Alih Media

tahap-tahap pengadaan bahan pustaka dan alih media

Keywords: pengadaan bahan pustaka

KATA PENGANTAR
Rasa syukur dan terima kasih saya sampaikan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa atas petunjuk dan kebaikan-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan buku panduan dan
pedoman tentang Pedoman Pengadaan Bahan Pustaka Elektonik dan Panduan Alih Media
Elektronik Perpustakaan Sekolah ini dengan baik. Tujuan penyusunan buku panduan dan
pedoman ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Perpustakaan Digital.
Tugas ini dapat terselesaikan dengan baik tentunya atas bantuan dari beberapa pihak.
Sehingga pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada
beberapa pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung menyelesaikan
tugas mata kuliah ini. Walaupun saya sudah berusaha keras, namun tugas ini memang masih
jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik, saran dan
masukan dari beberapa pihak demi perbaikan tugas sederhana ini menuju arah yang lebih
baik.
Semoga tugas sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya tugas yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi
perbaikan tugas ini di waktu yang akan datang

Blitar, 20 Oktober 2020

Penyusun

1

DAFTAR ISI
Kata Pengantar .......................................................................................................................1
Daftar Isi ................................................................................................................................2
BAB I Pendahuluan ...............................................................................................................3
Latar Belakang .......................................................................................................................3
Dasar Hukum .........................................................................................................................3
Tujuan Sasaran.......................................................................................................................4
BAB II Ruang Lingkup Kegiatan ..........................................................................................5
Prinsip Pengadaan Bahan Pustaka dan Alih Media ...............................................................5
Tujuan Pengadaan Bahan Pustaka dan Alih Media ...............................................................7
Hambatan Bahan Pustaka dan Alih Media ............................................................................8
Bentuk-Bentuk Penerapan Alih Media Pada Pembelajaran...................................................8
BAB III Prosedur Buku Pustaka dan Alih Media..................................................................10
Tahapan Pengadaan Bahan Pustaka.......................................................................................10
Sistem Pengadaan Bahan Pustaka..........................................................................................11
Proses Alih Media Perpustakaan ...........................................................................................12
Daftar Pustaka........................................................................................................................14

2

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Informasi dibutuhkan dalam kehidupan manusia dari waktu ke waktu. Informasi tersebut
digunakan untuk berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat. Perkembangan bentuk
maupun cara mendapatkan informasi terjadi sangat cepat dengan adanya penyediaan
informasi yang merupakan gabungan antara data dan suara secara cepat tanpa batasan
ruang dan waktu. Informasi dapat diperoleh oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja,
dengan menggunakan kecanggihan teknologi informasi. Kebutuhan masyarakarat akan
informasi semakin berkembang, perlu adanya suatu lembaga yang tanggap terhadap
pengelolaan, penyimpanan serta penyebaran informasi, lembaga tersebut sering kita kenal
dengan nama perpustakaan. Perpustakaan berdasarkan Undang-undang No.43 tahun 2007
adalah suatu institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam
secara professional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan,
penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. Pada zaman sekarang ini,
perkembangan teknologi sudah semakin pesat sehingga menjadi sebuah kebutuhan
bagi setiap orang. Semua orang dapat melakukan hal-hal lebih mudah dengan teknologi
yang sudah ada termasuk kemudahan dalam mencari dan mendapatkan informasi.
Perpustakaan digital sebagai penyedia layanan berbatis teknologi informasi dan
komunikasi atau yang disingkat (TIK) memerlukan alat teknologi informasi yang
kemudian digunakan untuk mengakses informasi yang tersebar di berbagai tempat.
Adapun layanan informasi digital itu membutuhkan lebih sedikit ruang dan waktu dari
pada informasi dalam bentuk cetak atau buku yang ada di perputakaan tradisional,
sehingga perpustakaan digital dapat membantu mengurangi biaya terhadap informasi
tersebut berupa kalimat, suara ataupun gambar. (Widia Permana dkk, 2012: 3)

1.2 Dasar Hukum
1. Undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, yang tertuang pada pasal
3, menyatakan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian,
pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan
bangsa. Pelestarian bahan perpustakaan mencakup perbaikan dan perawatan fisik serta
alih media ke bentuk lain yaitu mikrofilm, mikrofis dan bentuk digital

3

2. Surat keputusan kepala perpustakaan RI No. 03 tahun 2001 disebutkan bahwa bidang
transformasi digital mempunyai tugas pokok melaksanakan pelestarian kandungan
informasi bahan pustaka melalui alih media digital ke media baru

3. Undang-undang nomor 5 tahun 1992. Tentang cagar budaya dan undang-undang
nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta sehingga keberadaan hasil karya budaya
bangsa/naskah kuno di bumi persada ini tetap aman, terjaga dan terlindungi. Serta
tidak mudah untuk berpindah pengelolahannya oleh pihak lain

4. Undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, yang tertuang pada pasal
3, menyatakan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian,
pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan
bangsa. Pelestarian bahan perpustakaan mencakup perbaikan dan perawatan fisik serta
alih media ke bentuk lain yaitu mikrofilm, mikrofis dan bentuk digital

5. Surat keputusan kepala perpustakaan RI No. 03 tahun 2001 disebutkan bahwa bidang
transformasi digital mempunyai tugas pokok melaksanakan pelestarian kandungan
informasi bahan pustaka melalui alih media digital ke media baru

1.3 Tujuan Sasaran
1. Memberikan gambaran mengenai tahapan-tahapan pelaksanaan kegiatan alih media
digital/elektronik
2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai tatacara pelaksanaan kegiatan
alih media digital/elektronik
3. Adanya standarisasi Alih media, yang dapat diadaptasi oleh semua pihak dalam
pelaksanaan kegiatan alih media digital.
4. Memberikan gambaran mengenai tahapan-tahapan pengadaan bahan pustaka
elektronik
5. Memberikan gambaran mengenai tahapan-tahapan pelaksanaan kegiatan alih media
digital/elektronik

4

BAB II
RUANG LINGKUP KEGIATAN

2.1 Definisi Pengadaan Bahan Pustaka dan Alih Media
a. Pengadaan bahan pustaka merupakan rangkaian dari kebijakan pengembangan koleksi
perpustakaan. Pengadaan Bahan Pustaka Menurut Sumantri, (2002:29), ”Pengadaan
bahan pustaka atau koleksi adalah proses menghimpun dan menyeleksi bahan pustaka
yang akan dijadikan koleksi, hendaknya koleksi harus relevan dengan minat dan
kebutuhan peminjam serta lengkap dan actual. Dalam kegiatan pengadaan bahan
pustaka, perpustakaan terikat dan sekaligus dipandu oleh rambu-rambu yang tertuang
dalam kebijakan pengembangan koleksi. Koleksi mana yang menjadi prioritas
pengadaan sudah ditentukan dalam kebijakan pengembangan koleksi. Dengan
demikian arah pengembangan koleksi sudah jelas. Hal ini penting dilaksanakan
dengan tujuan untuk menghindari buku atau jenis lainnya yang sebenarnya kurang
bermanfaat bagi pengguna perpustakaan yang masuk kedalam jajaran koleksi.
Terfokus pada koleksi perpustakaan era keterbukaan informasi, maka penerapan
teknologi informasi melahirkan bentuk baru pada koleksi perpustakaan sehingga
memungkinkan perpustakaan untuk bertransformasi pada pengembangan koleksi
bahan pustaka dan perlu kiranya koleksi seperti e-journal dan e-book dapat
dikembangkan sesuai dengan standar umum pengembangan koleksi bahan pustaka.
Pengembangan koleksi ini bisa dilakukan dengan cara alih media dari cetak ke
elektronik ataupun dari file pdf/word ke versi e-book dengan berbagai format.
b. Alih media digital adalah salah satu kegiatan melestarikan khasanah budaya bangsa
dengan mengalih bentuk dari bentuk asli ke bentuk/media digital. Alih media
merupakan proses digitasi yaitu proses alih media dari media cetak seperti buku,
majalah, koran, foto dan gambar ke dalam bentuk data digital yang dapat direkam,
disimpan dan diakses melalui komputer atau media digital lainnya. Beberapa hal yang
melatar belakangi perlunya dilakukan kegiatan alih media yaitu :

1) Mengatasi kendala kekurangan ruangan
Setiap perpustakaan tentu melakukan kegiatan pengadaan koleksi untuk
menambah kelengkapan koleksi yang dimilikinya. Biasanya pertumbuhan
dan perkembangan koleksi ini tidak diimbangi oleh perluasan ruangan
perpustakaan. Akibatnya rak-rak yang tersedia untuk menampung koleksi
tahun demi tahun semakin penuh sesak, sehingga membuat ruangan

5

perpustakaan tidak nyaman lagi. Salah satu upaya mengatasi masalah ini
adalah dengan melakukan kegiatan alih media dari bentuk asli ke bentuk
digital (CD).

2) Mencegah kerusakan fisik bahan pustaka
Kebanyakan bahan pustaka yang dikoleksi perpustakaan adalah bahan
pustaka dalam bentuk tercetak yang terbuat dari kertas seperti buku,
majalah, jurnal, surat kabar, skripsi, tesis, desertasi, arsip-arsip penting dan
dokumen-dokumen lainnya yang bernilai historis. Tentunya bahan pustaka
tersebut tidaklah dapat bertahan terlalu lama, seiring dengan bertambahnya
usia fisik dokumen tersebut ada banyak hal yang menyebabkan kerusakan
dari segi fisiknya, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Dalam
upaya menyelamatkan informasi yang terdapat dalam bahan pustaka
tersebut maka perlu dilakukan kegiatan alih media.

3) Kelangkaan
Salah satu fungsi perpustakaan adalah mengumpulkan dan melestarikan
khazanah karya manusia terutama yang menjadi ruang lingkup koleksi dari
jenis perpustakaan tersebut. Dari sekian banyak bahan pustaka yang di
koleksi perpustakaan tentu terdapat juga koleksi-koleksi yang bernilai
historis dan langka. Koleksi yang bernilai historis dan langka harus
dilestarikan baik dari segi fisiknya maupun segi isi informasinya. Upaya
pelestarian koleksi yang bernilai historis dan langka ini salah satunya
adalah dengan melakukan kegiatan alih bentuk dari fisik ke bentuk digital
atau disk.

4) Perkembangan teknologi informasi
Perkembangan teknologi informasi terutama komputer dan perangkat
terkait lainnya membawa dampak yang sangat positif dalam kegiatan di
perpustakaan. Kehadiran teknologi informasi harus diterima dan
dimanfaatkan di perpustakaan, karena :

a. Tuntutan terhadap mutu dan jumlah layanan

b. Tuntutan terhadap penggunaan koleksi bersama

c. Kebutuhan untuk mengefektifkan SDM

6

d. Tuntutan terhadap efisiensi waktu

e. Keragaman informasi yang dikelola

f. Kebutuhan akan ketepatan dan kecepatan layanan informasi.

2.2 Tujuan Pengadaan Bahan Pustaka dan Alih Media
a. Tujuan Pengadaan Bahan Pustaka
Pengadaan bahan pustaka dimaksudkan agar koleksi perpustakaan sesuai dengan
kebutuhan pengguna. Kesesuain diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan koleksi
perpustakaan. Koleksi perpustakaan harus terbina dari suatu seleksi yang sistematis
dan terarah disesuaikan dengan tujuan, rencana, anggaran, yang tersedia. Dengan
adanya pengadaan bahan pustaka maka koleksi perpustakaan dapat dibina sebaik
mungkin sehingga tujuan perpustakaan dapat tercapai. Adapun tujuan pengadaan
bahan pustaka sebagai berikut:

1. Untuk meningkatkan budaya baca

2. Untuk membantu dalam mencukupi keperluan bahan pustaka dalam jumlah yang
memadai dalam rangka memperluas kesempatan bagi pengunjung perpustakaan

3. Untuk melengkapi perpustakaan dengan bacaan yang bermutu sesuai kebutuhan
pemustaka

b. Tujuan Alih Media
- Untuk memudahkan pengguna dalam mengakses informasi tampa harus datang ke
perpustakaan karna bahan pustaka yang telah di alih mediakan dapat di akses
secara online
- Layanan jarak jauh (long distance service) yang di maksud dengan layanan jarak
jauh adaah pengguna dapat mengakses layanan sepuasnya tampa harus terkendala
dengan jarak, waktu dan tempat

- Mempertahankan dan melestarikan koleksi-koleksi yang bersifat langka agar nilai
informasi yang terkandung di dalamnya dapat di selamatkan serta keaslian dari
koleksi tersebut terselamatkan dengan melakukan digitalisasi

- Melestarikan khasanah budaya bangsa, dengan mendokumentasikan naskah-naskah
yang ada di Nusantara ke dalam format digital sebagai kepentingan, penelitian,
pendidikan pengguna, penerbitan serta programprogram pameran

7

- Memungkinkan kerja sama antar lembaga atau instansi yang terkait dalam
pemanfaatan sumber informasi bersama (e-resources)

2.3 Hambatan Pengadaan Bahan Pustaka dan Alih Media
a. Hambatan Pengadaan Bahan Pustaka
1. Pendanaan
Dalam pengembangan koleksi perpustakaan pendanaan selalu menjadi masalah ,
karena dana yang tersedia terbatas
2. Infrastruktur Teknologi ( Akses Internet )
Kapasitas internet yang rendah dan masih terbatasnya penyajian dalam mengakses
jaringan internet, sehingga mempengaruhi statistic dalam penggunaan buku
elektronik
3. Pengguna
Pengguna masih kurang dalam memanfaatkan e-book dan menganggap bahwa e-
book tidak terlalu penting
b. Hambatan Alih Media
1. Anggaran (budget)
Pada kegiatan digitalisasi membutuhkan anggaran yang cukup besar, karena
kegiatan ini membutuhkan alat-alat yang terhitung mahal, seperti PC (personal
computer), kamera digital, scanner, serta media penyimpanan, dll.
2. Kesiapan SDM (sumber daya manusia)
Baik itu dari tingkat pengambil kebijakan, hingga staff sebagai pelaksana yang
harus siap dengan perkembangan teknologi digital
3. Infrastruktur TI
Ketersediaan infrastruktur TI dalam mewujudkan kegiatan digitalisasi, karena
kegiatan digitalisasi ini merupakan kegiatan yang kompleks, yang pasti akan
berhubungan dengan pengembangan sarana dan prasarana TI lainnya
4. Kebijakan
Pada kegiatan digitalisasi perlu adanya standar operasional yang dijadikan acuan
bersama

2.4 Bentuk-Bentuk Penerapan Alih Media Pada Pembelajaran
1. Video Pembelajaran
Video pembelajaran adalah salah satu media atau saranapembelajaran berbentuk video
yang berisi tentang materi-materi pelajaran seperti: Matematika, Bahasa Indonesia,

8

Bahasa inggris,dan sebagainya.Video pembelajaran ini biasanya dibuat oleh guru atau
si pengajardan suatu lembaga pendidikan. Jenis Video Pembelajaran pun ada 2 yaitu:
Versi online dan versi offline.
2. Aplikasi
Aplikasi dalam bidang pembelajaran ialah aplikasi yang membantu para guru untuk
menyampaikan ataupun menjelaskan suatu subyek pelajaran. Biasanya aplikasi dalam
pembelajaran akan membahas suatu subyek pelajaran yang dibutuhkan praktik yang
cukup rumit. Seperti pelajaran: Ilmu pengetahuan alam (IPA), Matematika, dan Seni.
Secara tidak langsung, aplikasi ini membantu para pengajaratau guru untuk
mempermudah mempraktikan suatu ilmu ataupun teori kepada masing-masing
individu peserta didik.
3. Ujian Nasional Berbasis Komputer
Ujian Nasional berbasis computer ini sama halnya dengan ujiannasional berbasis
kertas. Tapi yang membedakan diantara keduanya hanyalah tentang perantaranya,
ujian nasional berbasis komputer mulai diterapkan pada tingkat sekolah dasar pada
tahun 2017 karena di nilai efektif dalam mencegah bocornya soal-soal un, efektif
dalam penilaian, dan efisien dalam waktu.

9

BAB III
PROSES PENGADAAN BAHAN PUSTAKA

DAN PEDOMAN ALIH MEDIA

3.1 Tahapan Pengadaan Bahan Pustaka
1) Inventarisasi bahan-bahan pustaka yang harus dimiliki
Untuk menginventarisasi bahan-bahan pustaka ini guru , pustakawan bisa berpedoman
kepada buku-buku yang memuat daftar bahan pustaka. Buku tersebut dapat diperoleh
salah satunya dari penerbit-penerbit buku, dalam katalog buku (daftar buku) terdapat
bermacam-macam judul buku. Ciri-ciri setiap judul dijelaskan secara terinci, seperti
pengarangnya, penerbitnya, kota terbitnya, tahun terbitnya, jumlah halaman, ukuran
buku, harganya, bahakan uraian singkat isi bukunya. Hal ini mempermudah guru
pustakawan apabila sewaktu-waktu akan memesan buku-buku tertentu kepenerbit.
Cara lain yang dapat ditempuh oleh guru, pustakawan untuk memperoleh daftar buku
atau katalog buku adalah menghubungi lembaga-lembaga tertentu yang memang
sering kali mengeluarkan atau menerbitkan buku-buku. Di Indonesia ada banyak
lembaga yang menerbitkan buku-buku, antara lain Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI), Biro Pusat Statistik, LP3ES, UNESCO.

2) Inventarisasi bahan-bahan pustaka yang dimiliki
Untuk menginventarisasi bahan-bahan pustaka ini guru pustakawan bisa berpedoman
kepada buku induk perpustakaan sekolah. Apabila perpustakaan sekolah tersebut
belum memiliki buku induk maka guru pustakawan harus menginventarisasi semua
bahan-bahan pustaka, dan tentu akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh
sebab itu sedini mungkin semua bahan-bahan pustaka harus dimasukkan ke dalam
buku induk. Selain itu kiranya akan lebih baik apabila penginventarisasiannya
digolong-golongkan menurut subyek atau jenisnya sehingga dapat diketahui bahan-
bahan pustaka subyek atau jenis mana yang terasa sangat dibutuhkan oleh
perpustakaan sekolah.

3) Analisis kebutuhan bahan-bahan pustaka
Berdasarkan inventarisasi di atas guru pustakawan sudah bisa menginventarisasi
bahan-bahan pustaka yang dibutuhkan. Bahan-bahan pustaka yang dibutuhkan itu
yang dimaksud adalah bahan- bahan yang seharusnya dimiliki atau tersedia di

10

perpustakaan, tetapi bahan-bahan pustaka tersebut belum dimiliki oleh di
perpustakaan sekolah.

4) Menetapkan Prioritas
Apabila hasil analisis kebutuhan bahan-bahan pustaka menunjukkan bahwa bahan-
bahan pustaka yang dibutuhkan sangat banyak, sementara dana yang ada tidak cukup,
maka perlu dibuatkan prioritas dari seluruh bahan pustaka yang dibutuhkan, sehingga
dapat ditetapkan bahan-bahan pustaka yang mana yang harus segera diusahakan.
Ada beberapa hal yang perlu dijadikan dasar pertimbangan dalam menetapkan
prioritas, antara lain:
a) Kurikulum sekolah
b) Bakat dan minat murid-murid
c) Pengetahuan, kecakapan, dan keterampilan murid-murid
d) Tingkat usia murid-murid
e) Sumber-sumber pengadaan bahan pustaka
f) Keadaan ruang dan peralatan perpustakaan sekolah yangtersedia
g) Anggaran yang tersedia untuk pengadaan bahan-bahan pustaka.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan baik tidaknya suatu
buku adalah :
1. Isi atau ruang lingkup isinya
2. Sistematika penyajian
3. Kemampuan pengarang
4. Penerbitnya
5. Kelengkapan di dalam buku, misalnya indek, ilustrasi, lampiran
6. Kualitas sampul dan kertasnya
7. Edisi atau tahun terbitannya

5) Menentukan cara pengadaan bahan-bahan pustaka
Langkah terakhir dalam perencanaan pengadaan bahan-bahan pustaka adalah
menentukan cara pengadaannya. Jadi setelah menentukan buku-buku mana yang harus
segera diusahakan, maka ditentukan cara pengadaannya, mungkin dengan cara
membeli , hadiah, menyewa dan sebagainya.

3.2 Sistem Pengadaan Bahan Pustaka
a. Pembelian

11

Cara memperoleh koleksi yang terbaik adalah melalui pembelian. Pengadaan dengan
cara ini dapat dilakukan baik langsung membeli ke toko atau melalui pemesanan ke
jobber, penerbit. Apabila pemesanan koleksi dengan cara surat maka data koleksi
harus dicantumkan dengan jelas dalam bentuk suatu daftar pesanan. Hal ini berguna
untuk pengaduan jika ada sesuatu yang menyimpang atau berbeda dengan pesanan.
Adapun data yang ada dalam daftar pesanan meliputi : pengarang, judul, kota terbit,
penerbit, edisi, tahun terbit, ISBN, jumlah copy, harga. Sedangkan untuk majalah di
tambah volume, ISSN, harga satuan atau langganan. Disamping itu sertakan informasi
tentang pembayaran. Untuk setiap judul buku yang dipesan sebaiknnya dibuatkan
kartu tersendiri, kartu-kartu tersebut disusun menurut pengarang atau judul.
b. Hadiah
Koleksi yang diperoleh melalui hadiah siswa, penerbit, penyalur, yayasan atau
lembaga pemerintahan. Sebaiknya hadiah tersebut sebelum diterima telah melalui
prosedur seleksi yang baik. Untuk hal ini perpustakaan menunjukkan daftar buku yang
diperlukan dengan prioritas buku yang sangat diperlukan baik jenis atau jumlahnya
c. Tukar Menukar
Koleksi yang tidak bermanfaat bagi perpustakaan atau tersedia cukup banyak copy-
nya dapat dimanfaatkan dengan cara ditukarkan kepada perpustakaan lain yang
mungkin membutuhkan. Dari koleksi tersebut dibuatkan suatu daftar, kemudian
dikirimkan ke beberapa perpustakaan disertai dengan beberapa buku yang dibutuhkan
sebagai penukarnya
d. Titipan atau Pinjaman
Adakalanya perpustakaan menerima titipan atau pinjaman bahan pustaka untuk
memenuhi kebutuhan informasi dalam proses belajar mengajar. Pinjaman tersebut
dapat berasal dari lingkungan sekolah maupun pihak lain di luar lingkungan sekolah
sebagai perwujudan bentuk kerjasama sekolah dengan pihak lain.
e. Penerbitan Sendiri
Untuk melengkapi koleksinya, perpustakaan hendaknya menghimpun semua bahan
pustaka yang diterbitkan oleh lembaga yang bersangkutan, misalnya : brosur, jurnal,
majalah, buku dan lain-lain.
3.3 Proses Alih Media Perpustakaan
Alur kerja men-digitalisasi sebuah dokumen dari bentuk cetak ke bentuk digital
diperlukan beberapa tahap:
1. Capturing

12

Capturing merupakan langkah awal dalam pengumpulan bahan pustaka yang akan
dialihmediakan yang terdapat pada suatu perpustakaan atau sumber informasi lain.
mengetahui seberapa banyak kekayaan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Untuk
memudahkan proses pendataan koleksi yang dimiliki
2. Filtering & Processing
Filtering merupakan proses seleksi dan pemilihan dokumen berdasarkan kebijakan
yang ada mengacu kepada kualitas isi, dengan membuat sebuah standar seperti
bagaimana korelasi isi dokumen dengan visi dan misi sebuah perpustakaan atau
institusi
3. Organizing
Organizing merupakan upaya menetukan dan mengatur setiap kategori ilmu
pengetahuan yang sudah dibuat dalam bentuk file digital ke dalam satu database yang
merupakan bagian dari perpustakaan digital, agar berkas digital yang sudah dibuat
dapat diakses dan ditelusur
4. Publising
Merupakan langkah bagaimana cara kita mempublikasikan semua atau sebagian
kategori ilmu pengetahuan yang sudah ditampilkan, maka digunakan jaringan
internet. Selain disebarkan melalui jaringan intranet atau internet, bias juga dilakukan
diseminasi (penyebaran). Melalui media CD- ROOM
5. Service
Merupakan bentuk layanan dari pengelola ke pengguna atau anggota perpustakaan
atau pusat informasi. Dalam melakukan tugas layanan ini bisa dilakukan oleh petugas
khusus, seperti halnya petugas referens pada perpustakaan

13

DAFTAR PUSTAKA
Agusta, A.S. 2019. PROSES PENGEMBANGAN KOLEKSI SERIAL ELEKTRONIK

“PENGEMBANGAN KOLEKSI DIGITAL LAYANAN SERIAL ELEKTRONIK
PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA”. Jurnal
Iqra’Volume, 13(2).
http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/iqra/article/download/5867/2720
Azizah,Lailan.2013. Penerapan Digitalisasi Untuk Perpustakaan, Jurnal Iqra’ Volume 06(02).
http://dpad.jogjaprov.go.id/article/library/vieww/alih-media-digital-bahan-pustaka-652
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.2014.Pedoman Pembuatan E-Book dan Standar

Alih Media. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI

14

15


Click to View FlipBook Version