PEMBAWA BAHAN AJAR PERTEMUAN 3
ACARA/MC
KEBUTUHAN
DAN TEKNIK
PEMBAWA
ACARA/MC
oleh Dorcas Seftiliana T.N., S.Pd.
XII OTKPP I SMK WIDYA DHARMA TUREN 2022
XII OTKPP I SMK WIDYA DHARMA TUREN 2022
SELAYANG PANDANG
Menjadi MC (Master of Ceremony) atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai pembawa
acara merupakan sebuah profesi atau keterampilan dari seseorang sebagai seorang yang
memandu sebuah acara. Tentunya tidak asing bagi kita untuk mengenal pembawa-
pembawa acara yang sering kita jumpai di acara televisi seperti Tukul Arwana, Najwa
Shihab, Deddy Corbuzier, Choky Sitohang, Helmy Yahya, dan lainnya.
Mereka merupakan jajaran orang-orang yang terkenal melalui kepiawaiannya dalam
membawakan acara dalam berbagai acara di televisi. Melalui prosesnya, mereka bukan
hanya terkenal karena ketenarannya tetapi juga karena keahliannya dalam menyampaikan
acara ke khalayak.
Dengan begitu, pada umumnya dalam setiap acara pasti membutuhkan pemandu supaya
acara yang diadakan akan terarah dan tentunya lebih menarik perhatian khalayak. Adanya
MC dalam suatu acara mungkin cukup terkesan mudah, tetapi profesi seorang MC
memiliki tugas yang tak mudah.
Tolak ukur suksesnya sebuah acara dapat ditentukan dari adanya peran MC dalam
menyampaikan acaranya dan membuat ketertarikan tersendiri kepada khalayak. Sehingga
tugas MC memang tidak dapat dipandang sebelah mata. Sebuah rangkaian acara akan
kurang baik dan menarik apabila MC tidak mampu membawanya secara baik sehingga
acara yang dibawakan oleh MC akan dinilai tidak sempurna. Dengan demikian kemampuan
seorang MC benar-benar diperhatikan dalam sebuah acara.
Profesi MC di era sekarang ini menjadi sebuah keterampilan yang dapat dikembangkan
oleh setiap individu. Tentunya modal awal untuk dapat mengasah skill MC yaitu dengan
kebiasaan menyampaikan gagasan di depan umum atau memiliki kebiasaan untuk melatih
public speaking akan lebih mudah untuk mengembangkan membawakan acara.
Tak jarang untuk memulai profesi MC dapat dimulai dari bangku sekolah. Tak jarang juga
bagi mereka yang berada di lingkungan perkuliahan dan sering menggunakan kesempatan
di berbagai acara dalam organisasi untuk menyampaikan gagasannya di depan umum akan
lebih mudah untuk mempelajari skill MC.
Umumnya untuk dapat mencapai skill yang baik dalam membawakan acara terdapat tahap
dasar yang dapat dipelajari baik secara individu, mendapatkan pengalaman, atau juga
dapat belajar melalui orang lain. Berikut ulasan dasar yang perlu dipelajari jika kamu ingin
menekuni profesi MC.
2018 | MARET MAHESA SOLUSI
FAKTOR KEBAHASAAN
PEMBAWA ACARA/ MC
Pembawa acara harus memperhatikan faktor kebahasaan yang meliputi pelafalan, diksi,
intonasi dan penalaran (Wiyanto dan Astuti, 2002:5).
1.Pelafalan.
Pembawa acara harus mampu melafalkan bunyi bahasa secara tepat agar tidak
menimbulkan kasak-kusuk pendengar. Misal kata "sodara" yang seharusnya dilafalkan
saudara. Jika hal ini sering terjadi, maka perhatian pendengar akan terganggu dan
pelaksanaan acara pun ikut terganggu. Pengucapan kata-kata harus jelas terdengar.
Untuk itu gerakan alat-alat ucap terutama lidah, bibir dan gigi hams leluasa. Demikian
pula dengan volume suara hams pas sesuai dengan kebutuhan pendengar. Selain itu
juga lebih penting yaitu kelancaran. Pembawa acara hams bisa berbicara lancar, tidak
terlalu cepat dan tidak terlalu lambat agar pendengar dapat dengan mudah
memahaminya.
2. Diksi.
Diksi merupakan pilihan kata yang digunakan pembawa acara dalam memandu acara.
Kata-kata yang digunakan hendaknya tepat, jelas dan bervariasi. Hal tersebut untuk
mempermudah pendengar dalam memahami. Di samping itu hendaknya menggunakan
kata-kata yang sudah dikenal (akrab) di telinga masyarakat. Misalnya menggunakan kata
"tepat" daripada efektif, kata "hemat" daripada efisien. Memang kata yang belum dikenal
dapat membangkitkan rasa ingin tahu namun akan menghambat kelancaran berbicara.
3. Intonasi.
Intonasi memadukan peran penting dalam berbicara. Penggunaan intonasi yang baik,
pendengar akan dapat memahami informasi dan meningkatkan daya tarik sehingga
pendengar pun senang, bangga dan puas mengikuti jalannya acara. Intonasi menyangkut
empat hal, yaitu tekanan, nada, tempo, dan jeda. Tekanan menyangkut keras lemahnya
suara, sedangkan nada berkaitan dengan tinggi rendahnya suara. Tempo berhubungan
dengan cepat lambatnya berbicara dan jeda menyangkut perhentian. Keempat hal
tersebut harus dipahami secara serasi 15 untuk memperoleh intonasi yang baik dan
menarik. Pembawa acara yang baik tidak akan mengucap kata-kata atau kalimat -
kalimat sama cepatnya. Kadang-kadang pembawa acara berbicara lambat diikuti
tekanan lemah dan nada rendah, kadang kadang pula pembicara berkata cepat disertai
tekanan keras dan nada tinggi untuk membangkitkan semangat pendengar. Jika
pembawa acara berbicara cepat, waktu yang digunakan sedikit. Sebaliknya jika berbicara
lambat, waktunya akan banyak. Dengan demikian pembawa acara perlu memainkan
waktu, tempo dalam berbicara untuk memperjelas informasi.
Pembawa acara tidak mungkin berbicara dalam satu nafas dan perlu berhenti pada tiap-
tiap akhir kalimat. Perhentian (jeda) bertujuan memberi kesempatan kepada pendengar
dalam memahami kalimat yang baru diucapkan sekaligus untuk menarik nafas bagi
pembawa acara. Tekanan, nada, tempo, dan jeda hams dipadukan secara harmonis
artinya keras lemahnya suara, tinggi rendahnya suara, cepat lambatnya suara dan
perhentian hams dikombinasikan dengan baik agar suara yang terdengar bukan suara
datar yang monoton melainkan suara bergelombang yang enak didengar.
4.Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat menyampaikan pesan (informasi) secara
singkat, lengkap, dan mudah diterima pendengar. Kalimat bisa menarik kalau ada
variasi. Variasi kalimat dapat dibentuk melalui perpaduan panjang pendek, letak SPOK,
aktif pasif, berita, tanya, perintah dan pilihan kata. Dengan bekal pengetahuan tersebut,
pembawa acara dapat menyusun kalimatkalimat efektif yang menarik. Selain itu kalimat
yang digunakan harus logis (masuk akal), misalnya : - waktu dan tempat saya berikan -
Bapak Andri saya persilakan - hadirin dimohon berdiri.
2018 | MARET MAHESA SOLUSI
KEBUTUHAN PEMBAWA
ACARA/ MC
Yang dibutuhkan oleh MC dalam melakukan tugasnya adalah:
1.Informasi tentang ;
Rundown acara yang lengkap dari menit ke menit
Tema acara
Dekorasi
Pihak penghelat/penyelenggara acara
Daftar semua pembicara/moderator dengan informasi yang jelas dan akurat
Daftar pengisi acara
Ketentuan untuk memperkenalkan atau menyebut tamu VIP yang hadir
Daftar semua materi dan benda yang akan dipamerkan atau diinformasikan
Daftar nama sponsor untuk ucapan terima kasih (bila dibutuhkan)
Daftar nama tamu yang akan hadir (VIP, VVIP)
Tempat pelaksanaan acara (Gedung, tempat parkir, fasilitasnya)
2.Kerjasama dengan panitia acara dalam mempersiapkan pengisi acara dan
pengkondisian ruangan/tempat
3.Memperhatikan waktu untuk setiap pembicara
4.Tempat/ ruangan yang akan digunakan pada saat break (ruang makan, sholat,
toilet, dll)
5.Dressed up
6.Make up
KELENGKAPAN
PEMBAWA ACARA/ MC
Alat dan bahan penunjang tugas MC:
-Mic
-Earphone
-Sound system
-Teks susunan acara
-Cue card
-Bolpoin
-Sticky notes
2018 | MARET MAHESA SOLUSI
TEKNIK PEMBAWA
ACARA/ MC
Berikut ini hal-hal yang harus Anda lalukan jika menjadi MC atau membawakan
sebuah acara.
1.Persiapan
Langkah pertama dalam “ngemsi” adalah persiapan. Persiapan yang memadai
adalah salah satu kunci kesuksesan seorang MC sebagai bagian dari
profesionalisme.
Hal ini disebabkan MC harus mempersiapkan segalanya, seperti penampilan yang
menarik hingga materi yang akan disampaikan.
MC profesional yang memiliki jam terbang tinggi umumnya lebih memiliki persiapan
dibandingkan pemula. Ungkapan tersebut bukanlah jaminan untuk bisa menampilkan
performa terbaik. Hal demikian wajar terjadi, karena berbagai faktor nonteknis
mungkin saja terjadi. Semakin baik persiapan yang kita lakukan maka hasilnya akan
semakin baik.
2.Percaya Diri
Percaya diri sangat penting dan paling dibutuhkan ketika berhadapan di depan
orang banyak saat membawakan acara. Percaya diri dibangun dari latihan,
penguasaan materi acara, dan tentu saja pengalaman.
3.Menguasai Acara
Sebelum hari H, seorang MC sudah tahu jenis acara yang akan kamu bawakan, mulai
dari waktu, tempat, jenis acara, hingga tamu yang datang. Dengan begitu, ia sudah
ada bayangan tentang acara tersebut akan bagaimana membawakannya.
4.Bersikap Tenang dan Tersenyum
Apa pun yang terjadi dengan acara yang sedang Anda bawakan, tetaplah bersikap
tenang. Selain itu, dalam membawakan acara kamu juga harus terlihat ramah, dan
memberikan senyuman.
5.Memakai Kostum yang Tepat
Seorang MC harus berpenampilan sebaik dan semenarik mungkin serta tepat dengan
jenis dan suasana acara. Pastikan Anda sudah benar-benar mengetahui jenis acara
yang akan dibawakan, supaya tidak salah kostum. Karena kostum menjadi salah
satu poin penting, dan sangat mendukung Anda sebagai Pembawa Acara.
6. Adaptasi
MC harus mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat dia melakukan tugasnya
sebagai MC. Lingkungan bukan berarti sempit dan terbatas pada panggung saja,
namun juga setiap detail yang bersangkutan dengan acara, termasuk audiens
(profesi, strata sosial, usia), jenis acara (formal, informal, protokoler, wedding,
showbiz, onair, atau offair), Lokasi (terbuka atau tertutup), Skala acara (besar,
sedang, kecil), Pendukung acara (pengisi acara, bagian tehnis, dan panitia).
7. Etika yang baik.
MC harus paham betul untuk menjaga perilaku dan sopan santun baik dalam bentuk
lisan maupun bahasa tubuh dalam memandu sebuah acara.
8. Bahasa Tubuh
Gunakan bahasa tubuh (body language) yang baik dan fleksible, sesuai dengan
situasi dan kondisi acara serta lingkungan acara. Sikap tubuh yang baik seperti saat
menyampaikan acara dan berbicara yang tidak over acting.
9. Kreatif, Inisiatif
Seorang MC harus kreatif dan memiliki inisiatif dalam memandu acara sehingga
tidak membosankan dan monoton. Kreatif dan inisiatif juga diperlukan apabila ada
perubahan situasi dan kondisi yang tak terduga ketika acara sedang berlangsung,
sebelum acara berlangsung, atau sebelum acara berakhir. Seorang MC harus
tanggap terhadap perubahan-perubahan tersebut dan harus berpikir cepat dan tepat
untuk mengantisipasinya.
2018 | MARET MAHESA SOLUSI
TEKNIK PEMBAWA
ACARA/ MC
10. Teknik Vokal
Suara adalah modal utama MC. Kemampuan mengolah suara yang baik menjadi
hal wajid dikuasai MC. Dalam hal vokal, sebaiknya seorang MC memiliki vokal
atau suara yang baik, alami, dan berkarakter.
Teknik vokal adalah mengeluarkan suara terbaik dengan memperhatikan unsur
vokal sebagai berikut:
Intonasi: MC harus pandai mengolah nada kalimat menjadi berirama dan tidak
datar.
Artikulasi: MC harus memiliki kualitas penyebutan kata dan kalimat yang baik
atau artikulasi.
Speed: MC harus mampu mengatur speed/tempo atau cepat-lambatnya kata
dan kalimat yang diucapkan.
Pernapasan : MC harus memiliki kemampuan mengatur nafas yang dapat
mendukung kejelasan artikulasi dan power suara. Lebih baik memiliki
kemampuan mengolah diagfrgma.
Power: MC harus memiliki kemampuan mengeluarkan kekuatan suara tanpa
harus berteriak.
Asentuasi: MC harus pandai memilih dan melakukan penekanan terhadap kata
atau kalimat yang menjadi fokus atau pokok perhatian atau untuk
diperhatikan oleh audiens.
Timbre: MC harus mampu mengeluarkan suara yang ekspresif yang akan
mudah mempengaruhi audiens.
Tone: MC harus mampu mengatur tinggi rendah suara agar audience tidak
merasa bosan.
Phrasering: MC dalam berbicara sebaiknya memberikan jeda agar dimengerti.
Infleksi : lagu kalimat atau perubahan nada suara, hindari pengucapan yang
sama bagian setiap kata (redundancy). Infleksi naik menunjukkan adanya
lanjutan kalimat atau menurun untuk menunjukkan akhir kalimat.
Kemampuan MC dalam mengolah poin-poin di atas akan membuat suara yang
dikeluarkan mampu menjiwai isi atau makna dari kata atau kalimat yang
disampaikan.
11. Bridging
Karena salah satu tugas pokok MC adalah merangkai acara, maka seorang MC
harus mampu membuat komentar yang menjadi jembatan antar satu segmen
dengan segmen lainnya yang disebut bridging. Bridging adalah salah satu
kemampuan dasar yang harus dimiliki MC agar acara menjadi tetap menarik dan
tidak membosankan akibat “delay” antara satu segmen dengan segmen lainnya.
Delay dapat terjadi akibat keterlambatan pengisi acara atau hal-hal lain yang tak
terduga.
MC yang handal dapat menggunakan insiden delay seperti itu untuk melakukan
bridging dengan anekdot atau komentar-komentar positif dan humoris mengenai
hal-hal yang terkait acara atau pengisi acara, dll.
12. Kuasai Tehnik Microphone (Mic)
Seorang MC juga harus memiliki kemampuan teknis mengenai microphone. Mic
adalah alat penting dan sahabat MC di atas panggung. MC harus paham betul
bagaimana cara memegang mic, jarak antara mic dengan mulut, dan bagaimana
setelan suara suara mic tersebut oleh sound operator.
Biasanya setiap orang mempunyai ukuran suara di mixer audio yang berbeda.
Maka jangan lupa untuk melakukan test mic sebelum Anda menggunakannya di
atas panggung. Lakukanlah test mic ketika tamu-tamu belum datang, agar tidak
mengganggu dan terkesan Anda tidak siap.