ZAT ADIKTIF
PADA ROKOK
Selamat datang,
Para Juara
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas
limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
“Elektronik-Modul (e-Modul) Model Materi Zat Adiktif pada Rokok”. Materi disajikan
menggunakan bahasa yang mudah dipahami, serta setiap kajian dilengkapi dengan
arahan tugas yang dapat dikerjakan siswa. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat
membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari agar dapat memberikan solusi dari suatu permasalahan
yang terjadi dalam kehidupannya sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep
IPA.
Penulis juga berupaya semaksimal mungkin untuk berkarya dalam
pembuatan modul ini sehingga dapat digunakan sebagai pegangan guru dan siswa
dalam proses pembelajaran, khusunya untuk materi zat adiktif pada rokok. Kami
berharap, semoga modul ini bermanfaat bagi peserta didik dalam kegiatan belajar
mengajar pada tingkat SMP/MTs. Kami menyadari bahwa pembuatan modul ini
belum sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat
diharapkan demi penyempurnaan modul ini selanjutnya.
Sumedang, September 2022
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................... i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
A. Kompetensi Inti ....................................................................................... 1
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi ........................ 1
C. Tujuan Pembelajaran .............................................................................. 1
D. Deskripsi E-Modul ................................................................................... 2
E. Panduan Penggunaan E-Modul ................................................................ 3
F. Peta Konsep ............................................................................................. 4
G. Manfaat E-Modul ..................................................................................... 4
KEGIATAN PEMBELAJARAN ............................................................................... 5
A. Kandungan Rokok yang Bersifat Merusak .................................................. 5
1. Karbon monoksida ................................................................................. 5
2. Nikotin .................................................................................................. 6
3. Tar........................................................................................................ 6
4. Hidrogen sianida ................................................................................... 6
5. Benzena ................................................................................................ 7
6. Formaldehida ........................................................................................ 7
7. Arsenik ................................................................................................. 7
8. Kadmium .............................................................................................. 7
9. Amonia ................................................................................................. 7
B. Bahaya Merokok ...................................................................................... 7
C. Kecanduan Rokok ................................................................................... 8
D. Perokok Aktif dan Perokok Pasif .............................................................. 8
e-LKPD ............................................................................................................. 10
EVALUASI ......................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 17
ii
PENDAHULUAN
A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan
pergaulan dan keberadaannya
KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak
mata
KI 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan
membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6. Menjelaskan berbagai zat aditif 3.6.1. Menjelaskan contoh zat aditif
dalam makanan dan minuman, alami dan buatan
zat adiktif, serta dampaknya 3.6.2. Menganalisis perbedaan zat aditif
terhadap kesehatan alami dan buatan pada makanan
dan minuman
3.6.3. Membandingkan penggunaan zat
aditif alami dan buatan dalam
kehidupan sehari-hari
3.6.4. Menganalisis dampak
penggunaan zat aditif buatan
bagi kesehatan
4.6 Membuat karya tulis tentang 4.6.1. Membuat karya tulis tentang
dampak penyalahgunaan zat dampak penggunaan zat aditif
aditif dan zat adiktif bagi bagi kesehatan
kesehatan 4.6.2. Membuat karya tulis tentang
solusi pengganti zat aditif buatan
yang berbahaya bagi kesehatan
C. Tujuan Pembelajaran
3.6.8.1 Melalui kegiatan diskusi, peserta didik dapat menyebutkan
kandungan zat adiktif pada rokok
3.6.9.1 Melalui kajian literatur, peserta didik dapat menjelaskan kandungan
zat adiktif pada rokok yang berbahaya bagi tubuh
3.6.10.1 Melalui kajian literatur, peserta didik dapat menjelaskan
perbedaan perokok aktif dan perokok pasif
3.6.11.1 Melalui kajian literatur Membandingkan dampak rokok bagi
perokok aktif dengan perokok pasif
3.6.12.1 Melalui kegiatan diskusi, peserta didik dapat mengaitkan
kebiasaan merokok dengan resiko berbagai penyakit
4.6.5.1 Melalui kegiatan diskusi dan mengkaji literatur, peserta didik dapat
meyajikan hasil karya berupa solusi agar menjauhi rokok
1
4.6.6.1 Melalui kegiatan diskusi dan mengkaji literatur, peserta didik dapat
menyajikan hasil karya berupa solusi agar terhindar dari perokok
aktif
D. Deskripsi E-Modul
E-modul ini didalamnya menguraikan mengenai:
1. Penjelasan mengenai kandungan zat adiktif yang terdapat pada rokok.
2. Uraian zat adiktif yang akan dikaitkan dengan kandungan rokok dan
dampak pada kesehatan tubuh.
3. Perbedaan dan dampak bagi perokok aktif maupun perokok pasif.
2
E. Panduan Penggunaan E-Modul
1. Berdo’alah terlebih dahulu sebelum
membaca atau mempelajari e-modul ini.
2. Bacalah kompetensi dasar, peta konsep
dan tujuan pembelajaran yang akan
dibahas di dalam e-modul sebelum
membaca materi.
3. Bacalah pembahasan dengan teliti, supaya
dapat dengan mudah memahami pokok
pembahasan yang diberikan.
4. Bertanyalah pada guru atau temanmu jika
ada suatu hal yang kurang dimengerti.
5. Catatlah istilah-istilah penting dalam e-
modul, sehingga mudah diingat.
6. Kerjakanlah soal yang sudah ada didalam
e-modul dengan jujur dan tepat tanpa
melihat kunci jawaban.
7. Periksalah hasil kerjamu dengan
mencocokan pada kunci jawaban yang
telah disediakan.
8. Pelajarilah kembali jika terdapat soal yang
salah dan pahami kembali materi yang
dirasa belum dipahami
3
F. Peta Konsep
Peta konsep materi zat aditif dan adiktif dapat dilihat digambar dibawah
ini:
G. Manfaat E-Modul
Manfaat e-modul ini diantaranya:
a) E-modul dengan bantuan flipbook ini diharapkan mampu
mempermudah siswa dalam memahami konsep materi zat adiktif pada
rokok.
b) E-modul dengan bantuan flipbook ini diharapkan dapat menjadi
media pembelajaran yang membuat siswa lebih tertarik dalam
pembelajaran IPA.
c) E-modul dengan bantuan flipbook ini diharapkan mampu
menyadarkan pihak lain terkait pentingnya memahami dan menjaga
kesehatan agar tidak merokok dengan diperlihatkan dampak bagi
lingkungan maupun tubuh manusia.
d) E-modul berbasis etnosains dengan bantuan flipbook ini diharapkan
mampu membantu siswa dalam memahami konsep IPA dalam
kehidupan sehari-hari.
4
KEGIATAN PEMBELAJARAN
ZAT ADIKTIF PADA ROKOK
Besarnya bahaya kandungan rokok bisa dilihat dari banyaknya senyawa yang
ada di dalam asap rokok. Di dalam asapnya saja, setidaknya ada sekitar 5.000
senyawa berbeda dan sebagian bersifat racun bagi tubuh.
Kandungan rokok yang bersifat racun tersebut berpotensi merusak sel-sel
tubuh. Selain itu, senyawa dalam asap rokok juga bersifat karsinogenik alias
memicu kanker. Di dalam rokok, terdapat 250 jenis zat beracun dan 70 jenis zat
yang diketahui bersifat karsinogenik.
Kandungan tersebut berasal dari bahan baku utama rokok, yaitu tembakau.
Selain itu, bahan pewarna yang biasa dipakai untuk membuat tampilan rokok
lebih menarik, dapat memperbesar potensi racun dari rokok. Sifatnya yang
memberikan efek adiktif atau kecanduan juga tidak boleh dilupakan.
Hal lain yang patut diperhatikan adalah kemampuan beberapa bahan
kandungan rokok yang bisa mengubah sifat fisik dari asap rokok, sehingga kadar
racun dan nikotin di dalam tubuh seorang perokok menjadi lebih tinggi.
A. Kandungan Rokok yang Bersifat Merusak
Sebagaimana disebutkan di atas, kandungan rokok yang bersifat
merusak tubuh amat banyak. Beberapa senyawa berbahaya yang terkandung
dalam rokok meliputi:
1. Karbon monoksida
Salah satu kandungan rokok adalah gas beracun karbon monoksida
yang tidak memiliki rasa dan bau. Jika menghirup gas karbon monoksida
5
terlalu banyak, sel-sel darah merah akan lebih banyak berikatan dengan
karbon monoksida dibandingkan oksigen.
Akibatnya, fungsi otot dan jantung akan menurun. Hal ini akan
menyebabkan kelelahan, lemas, dan pusing. Dalam skala besar, orang
yang menghirup gas ini bisa mengalami koma atau bahkan meninggal.
2. Nikotin
Kandungan rokok yang paling sering disinggung adalah nikotin yang
memiliki efek candu. Nikotin berfungsi sebagai perantara dalam sistem
saraf otak yang menyebabkan berbagai reaksi, termasuk efek
menyenangkan dan menenangkan.
Nikotin yang dihisap perokok akan terserap masuk ke aliran darah,
kemudian merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak hormon
adrenalin, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah, denyut
jantung, dan pernapasan.
Meski bersifat adiktif, nikotin bukanlah penyebab utama penyakit
akibat kebiasaan merokok. Menurut penelitian sebuah institusi medis di
Inggris, yakni UK Royal College of Physicians, risiko penyakit akibat
kebiasaan merokok bukan disebabkan oleh nikotin, melainkan zat
berbahaya pada asap rokok akibat pembakaran.
Namun, nikotin tidak untuk dikonsumsi orang yang berusia di bawah
18 tahun maupun ibu hamil. Paparan nikotin pada anak-anak diketahui
dapat mengganggu perkembangan otak serta meningkatkan risiko
munculnya perilaku impulsif dan gangguan mood.
3. Tar
Kandungan rokok lainnya yang bersifat karsinogenik adalah tar. Tar
yang terhirup oleh perokok akan mengendap di paru-paru. Timbunan tar
ini berisiko tinggi menyebabkan penyakit pada paru-paru, seperti kanker
paru-paru dan emfisema.
Tidak hanya itu, tar akan masuk ke peredaran darah dan
meningkatkan risiko terjadinya diabetes, penyakit jantung,
hingga gangguan kesuburan.
Tar dapat terlihat melalui noda kuning atau cokelat yang tertinggal di
gigi dan jari. Karena tar masuk secara langsung ke mulut, zat berbahaya
ini juga dapat mengakibatkan masalah gusi dan kanker mulut.
Sebetulnya, berbagai risiko kesehatan akibat merokok utamanya
disebabkan oleh zat tar yang dihasilkan dari pembakaran rokok. Jika
produk yang mengandung nikotin tidak dibakar, tar dan asap tidak akan
terbentuk, sehingga relatif lebih aman.
4. Hidrogen sianida
Senyawa racun lainnya yang menjadi bahan penyusun rokok adalah
hidrogen sianida. Hidrogen sianida juga digunakan dalam industri tekstil,
plastik, kertas, dan sering dipakai sebagai bahan pembuat asap
pembasmi hama.
Senyawa ini bisa mencegah tubuh menggunakan oksigen dengan baik
dan dapat membahayakan otak, jantung, pembuluh darah, dan paru-
paru. Efek dari senyawa ini dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala,
dan mual, hingga kehilangan kesadaran.
6
5. Benzena
Benzena merupakan residu dari pembakaran rokok. Paparan benzena
dalam jangka panjang dapat menurunkan jumlah sel darah merah dan
merusak sumsum tulang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya
anemia dan perdarahan.
Selain itu, benzena juga merusak sel darah putih sehingga
menurunkan daya tahan tubuh serta meningkatkan risiko
terkena leukimia.
6. Formaldehida
Formaldehida merupakan residu dari pembakaran rokok. Dalam
jangka pendek, formaldehida mengakibatkan iritasi pada mata, hidung,
dan tenggorokan. Dalam jangka panjang, formaldehida dapat
meningkatkan risiko kanker nasofaring.
7. Arsenik
Arsenik merupakan golongan pertama karsinogen. Paparan terhadap
arsenik tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit,
kanker paru-paru, kanker saluran kemih, kanker ginjal, dan kanker hati.
Arsenik terdapat dalam rokok melalui pestisida yang digunakan dalam
pertanian tembakau.
8. Kadmium
Kadmium yang terdapat dalam asap rokok akan terserap masuk ke
paru-paru. Kadar kadmium yang tinggi dalam tubuh dapat menimbulkan
muntah, diare, penyakit ginjal, tulang rapuh, dan meningkatkan risiko
terkena kanker paru-paru.
9. Amonia
Amonia merupakan gas beracun, tidak berwarna, namun berbau
tajam. Pada industri rokok, amonia digunakan untuk meningkatkan
dampak candu nikotin.
Menghirup dan terpapar amonia dalam jangka pendek dapat
mengakibatkan napas pendek, sesak napas, iritasi mata, dan sakit
tenggorokan. Sedangkan dampak jangka panjangnya bisa menyebabkan
pneumonia dan kanker tenggorokan.
Melihat bahaya kandungan rokok yang bersifat racun dan karsinogenik di
atas, sudah selayaknya kebiasaan merokok dihentikan. Mulai sekarang, cobalah
melakukan upaya untuk berhenti merokok guna mencegah bertambah parahnya
kerusakan yang terjadi di dalam tubuh.
B. Bahaya Merokok
1. Bayi lahir dengan berat badan rendah bahkan prematur.
2. Perempuan perokok ataupun yang tidak merokok namun sering terpapar
asap tembakau cenderung melahirkan bayi dengan berat badan rendah
serta ada peningkatan risiko kelahiran prematur.
3. Dapat menyebabkan penyakit stroke yang sangat mematikan.
4. Merokok dapat meningkatkan risiko katarak. Katarak adalah kekeruhan
lensa mata yang membuat Anda sulit untuk melihat, bahkan hal ini
berkaitan dengan kerusakan retina mata.
5. Menyebabkan diabetes mellitus tipe 2.
7
Bahkan dapat membuat lebih sulit untuk mengontrol kadar gula darah.
Risiko diabetes adalah 30-40% lebih tinggi pada perokok aktif daripada non
perokok.
Masih banyak zat dalam rokok yang belum kita bahas. Meski begitu
banyak jenis zat kimia yang terkandung di dalamnya, tapi hanya nikotin dan
tar saja yang tercantum dalam kemasan rokok. Allahul musta’an.
C. Kecanduan Rokok
Merokok merupakan penyebab kematian utama yang dapat dicegah di negara
berkembang. Hampir 5 juta kematian premature disebabkan oleh rokok. Menurut
suatu penelitian, apabila permasalahan ini berlanjut, maka pada tahun 2030,
rokok dapat membunuh seperenam populasi. Penghentian kebiasaan merokok
masih sulit dilakukan karena adanya efek adiktif atau kecanduan dari senyawa-
senyawa yang terkandung dalam tembakau. Di dalam tembakau, terdapat lebih
dari 3000 senyawa, tetapi yang menimbulkan efek kecanduan paling kuat adalah
nikotin.
Ketergantungan dapat didefinisikan sebagai keadaan dimana suatu zat dapat
mengontrol perilaku. Ciri-ciri utama ketergantungan antara lain penggunaan
suatu zat yang meimbulkan efek psikoaktif (efek pada otak yang dapat
menimbulkan perubahan perilaku, emosi, persepsi dan kesadaran) yang
memengaruhi perilaku pengguna.
Nikotin memiliki efek menyebabkan kecanduan karena dapat berikatan
dengan reseptor asetilkolin nikotik yang terdapat pada saraf di otak. Aktivasi
terhadap saraf ini akan mengakibatkan pengeluaran dopamin. Dopamin dalam
otak meningkat sehingga memperkuat stimulasi otak dan mengaktifkan rewards
pathway, yaitu pengaturan perasaan dan perilaku yang disebabkan karena
adanya mekanisme tertentu di otak. Hal inilah yang menimbulkan keinginan
untuk menggunakan nikotin kembali dan memicu ketergantungan fisik terhadap
nikotin terjadi cepat dan hebat. Selain itu, dopamin sendiri merupakan senyawa
kimia yang diproduksi oleh tubuh yang bertanggungjawab terhadap rasa senang,
gembira, motivasi dan percaya diri pada manusia. Efek inilah yang diinginkan oleh
perokok yang menyebabkan ketagihan. Sehingga apabila seseorang
mengkonsumsi rokok secara terus-menerus maka akan meningkatkan kadar
dopamin pada tubuh yang berakibat pada rasa kecanduan.
D. Perokok Aktif dan Perokok Pasif
Merokok merupakan aktivitas membakar rokok dan kemudian menghisapnya
lalu menghembuskan keluar. Asap-asap itu dapat terhisap oleh perokok itu sendiri
maupun orang-orang di sekitarnya. Perokok aktif: orang yang melakukan aktivitas
merokok secara langsung, dalam artian menghisap batang rokok Perokok pasif:
orang yang tidak melakukan aktivitas merokok, namun turut menghisap asap
yang dikeluarkan oleh perokok aktif. Keduanya sama-sama memiliki risiko dan
bahaya.
Jika seseorang terpaksa menghirup asap rokok yang dihembuskan oleh
perokok aktif dan bisa terjadi di mana saja, seperti di lingkungan rumah,
lingkungan sekitar, maupun di tempat umum (halte, kereta, jalan, dan lain-lain.)
Bagi perokok aktif, merokok dapat memicu berbagai jenis penyakit seperti
kardiolovaskular, saluran pernapasan, neoplasma (kanker), hipertensi,
penurunan vertilitas (kesuburan), gangguan pembuluh darah, maag, gondok,
menghambat pengeluaran air seni, ambliyopia (penglihatan kabur), kerusakan
8
kulit, serta polusi udara dalam ruangan yang dapat menyebabkan iritasi mata,
hidung, dan tenggorokan.
Sedangkan bagi perokok pasif, dapat menyebabkan penyakit paru-paru dan
kanker, pengerasan jalur arteri darah (aterosklerosis), penyakit pernapasan,
alergi, meningitis, gangguan ISPA (infeksi pada telinga dan pneumonia), dan
gangguan kehamilan.
9
e-LKPD
LKPD pada materi ini berbentuk elektronik
e-LKPD
BAHAYA ROKOK
Selamat datang,
Para Juara
Tulis
identitasmu,
disini!
Nama
Kelas
Kelompok
10
Untuk mengisi LKPD ini, ayo buka tautan di bawah ini ya
https://www.liveworksheets.com/6-jy124596av
KEGIATAN 7
DAMPAK MEROKOK BAGI KESEHATAN TUBUH
A. TUJUAN
Melalui serangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan, peserta didik dapat:
1. Menyebutkan kandungan zat adiktif pada rokok
2. Menjelaskan kandungan zat adiktif pada rokok yang berbahaya bagi tubuh
3. Menjelaskan perbedaan perokok aktif dan perokok pasif
4. Membandingkan dampak rokok bagi perokok aktif dengan perokok pasif
5. Mengaitkan kebiasaan merokok dengan resiko berbagai penyakit
6. Meyajikan hasil karya berupa solusi agar menjauhi rokok
7. Menyajikan hasil karya berupa solusi agar terhindar dari perokok aktif
B. FASE 1 : ORIENTASI TERHADAP MASALAH
Silahkan klik tautan video di bawah ini sebagai bahan permasalahan yang akan kalian kaji :
https://www.youtube.com/watch?v=5H2wWH6aGMk
1. Berdasarkan permasalahan pada video di atas, kini kamu bisa merumuskan suatu
pertanyaan/rumusan masalah yang akan kita kaji pada pembelajaran ini. Tulislah
pertanyaanmu pada kolom di bawah ini.
C. FASE 2 : MENGORGANISASIKAN PESERTA DIDIK
2. Berdasarkan artikel di atas, apa saja faktor yang menyebabkan rokok menjadi bahaya bagi
semua orang?
11
3. Apa saja kandungan yang ada pada rokok? Coba jelaskan.
D. FASE 3 : MEMBIMBING PENELITIAN INDIVIDU/KELOMPOK
4. Cari informasi mengenai dampak dari rokok bagi tubuh dari berbagai sumber, bisa modul,
internet, maupun pengalama pribadi. Kemudian tuliskan penyebab-penyebabnya
5. Cari informasi mengenai kemungkinan adanya pengganti rokok tembakau dengan rokok
lain seperti vape atau rokok herbal menurut ahli kesehatan dari berbagai sumber, bisa
modul, internet, maupun pengalaman pribadi. Kemudian tuliskan manfaat atau
bahayanya.
E. FASE 4 : MENGEMBANGKAN DAN MENYAJIKAN HASIL DATA
6. Berdasarkan identifikasi yang telah kalian dapatkan, bagaimana zat-zat pada rokok bisa
berbahaya bagi kesehatan, baik pada sistem pernapasan maupun sistem tubuh lainnya?
12
7. Adakah pengganti rokok yang menurutmu aman? Baik untuk lingkungan atau kesehatan
tubuh.
8. Kemudian, jelaskan bahaya apa saja yang dapat terjadi jika seseorang merokok dalam
jangka waktu yang panjang.
9. Jelaskan bahaya apa saja yang dapat terjadi bagi perokok pasif.
10. Bagaimana pendapatmu mengenai kondisi seseorang yang mengaku sudah tidak bisa lepas
dari rokok?
F. FASE 5 : MENGEVALUASI PROSES PEMECAHAN MASALAH
11. Apa solusi yang dapat kamu tawarkan agar seorang perokok aktif tidak membahayakan
orang lain?
13
12. Apa solusi yang dapat kamu tawarkan agar seorang perokok benar-benar dapat berhenti
merokok?
13. Apakah solusi-solusi yang kalian tawarkan sudah efektif? Sebutkan kelebihan dan
kekurangan solusi yang kalian tawarkan.
G. SIMPULAN
Berdasarkan serangkaian kegiatan yang telah dilakukan, tulislah kesimpulan di bawah ini.
14
EVALUASI
1. Apakah zat berbahaya dalam rokok yang menyebabkan kecanduan bagi
perokok?
a. nikotin
b. ter
c. formalin
d. arsenik
2. Jenis asap yang berbahaya bagi lingkungan akibat merokok adalah …
a. CO2
b. CO
c. O2
d. O
3. Salah satu ciri-ciri fisik perokok adalah ...
a. mudah tersinggung
b. mata berair
c. gigi kuning
d. tubuh bugar
4. Zat dalam rokok merupakan jenis zat karsinogenik. Karsinogenik adalah ...
a. zat pengawet rokok
b. zat penyebab tubuh lemas
c. zat penyebab kanker
d. zat candu dalam rokok
5. Berapa jumlah bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam satu
lintingan rokok?
a. 400
b. 4.000
c. 40.000
d. 400.000
6. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, hal ini disebabkan
karena …
a. Perokok pasif menghirup rokok secara langsung
b. Perokok pasif menghirup asap dari rokok dengan adanya filter
c. Perokok pasif menghirup rokok tidak secara langsung
d. Perokok pasif menghirup asap dari rokok dengan tanpa filter
7. Berikut ini pernyataan yang benar tentang perokok pasif ialah ...
a. perokok pasif menghirup secara langsung rokok
b. perokok pasif menghirup secara tidak langsung asap rokok
c. perokok pasif tidak memiliki dampak negatif
d. perokok pasif berusia 7 - 10 tahun
8. Berikut ini bahaya menghirup asap rokok bagi perokok pasif maupun
perokok negatif adalah ...
a. mudah terserang penyakit HIV karena menghirup asap dari seseorang
secara langsung bagi perokok pasif
b. menderita keracunan darah
c. menyebabkan kelumpuhan sementara
d. menyebabkan infeksi saluran pernapasan
9. Upaya yang bisa dilakukan oleh perokok agar dapat berhenti merokok
adalah …
a. tidak makan dan minum dalam beberapa hari
15
b. terapi penyembuhan candu nikotin
c. menyendiri di ruangan serba putih
d. tidak bekerja agar tidak bergaul dengan perokok
10. Yang tidak terdampak rokok bagi semua orang diantaranya …
a. orang yang senantiasa menggunakan masker
b. bayi dalam kandungan dengan ibu perokok
c. anak di bawah umur
d. perokok aktif dan pasif
16
DAFTAR PUSTAKA
Adrian, Kevin. (2021). Bahaya Menjadi Perokok Pasif dan Langkah
Pencegahannya. Diakses dari alodokter.com pada 2 Maret 2021
Pasha, A. R. (2020). Perokok Pasif Lebih Berbahaya, ini Dampaknya Bagi
Kesehatan. Diakses dari cermati.com pada 2 Maret 2021.
Agustin, Sienny. (2022). 9 Kandungan Rokok Berefek Mengerikan untuk
Tubuh. Diakses dari alodokter.com pada 30 September 2022
Ugmsehat. 2020. Bagaimana Rokok Menyebabkan Kecanduan?. Diakses dari
hpu.ugm.ac.id pada 30 September 2022.
Kurniawan. Y.B. 2019. Perokok Aktif vs Perokok Aktif. Diakses dari
rajabandar.wg.ugm.ac.id pada 30 September 2022.
17