“
MAKALAH
“KONSEP DAN KARAKTERISTIK
PESERTA DIDIK”
Mata kuliah : Perkembangan Dan Bimbingan Peserta Didik ”
Dosen : Ibu Evayenny, M.Pd
Kelompok 1
Dewi Sastika Puspitasari 20198410005
“ Raymond Bernard Cattell (1963)
Kemampuan mental:
Fluid intelligence (gf)
❖ Merupakan faktor bawaan biologis ”
❖ Penting artinya untuk keberhasilan melakukan tugas-tugas yang menuntut kemampuan
adaptasi atau penyesuaian-penyesuaian pada situasi baru
❖ Cenderung tidak berubah setelah usia 14 atau 15 tahun
❖ Contoh tes yang mengukur fluid Intelegence adalah subtes block design dan coding
(WISC-R), RPM
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“
”
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“ TEORI INTELEGENSI GANDA
Howard Gardner ”
Teori inteligensi yang dikembangkan oleh Gardner dikenal dengan istilah Multiple
Intelligences.
Mengatakan Semua anak cerdas, tidak ada yang bodoh apalagi idiot. Tetapi masyarakat
hanya memandang dan mendewakan dua kecerdasan saja, yaitu kecerdasan bahasa dan
logika-matematis.
Teori ini dikembangkan berdasarkan keyakinan Gardner bahwa inteligensi tidak hanya
ditentukan oleh suatu faktor yang dikenal dengan general intelligence atau faktor g, akan
tetapi terdiri dari sejumlah faktor.
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“
”
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“ Gardner mengidentifikasi tujuh jenis kecerdasan,
yaitu:
Kecerdasan Linguistik, ”
Kecerdasan Musikal,
Kecerdasan Logis-Matematis,
Kecerdasan spasial ,
Kecerdasan Kinestetik (Tubuh),
Kecerdasan Interpersonal,
Kecerdasan Intrapersonal,
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“ MULTIPLE INTELEGENCE
”
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“
”
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“
”
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“
”
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“
”
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“
”
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“ TEORI TEARCHIC
”
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“ 2. Intelegensi Pengalaman (experiental)
➢ Kemampuan individu dalam memberikan respon terhadap situasi ”
baru secara otomatis dan tanpa kesukaran intelegen kreatif
3. Intelegensi Komponensial (component)
➢ Menekankan pentingnya efektifitas pengolahan informasi
(pendekatan kognitif)
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“ o Intelegensi Komponensial terdiri dari tiga komponen, yaitu
1. Metakomponen (metacomponent) ”
Merupakan proses kendali tingkat tinggi yang digunakan dalam
perencanaan pelaksanaan (bersifat eksekutif), pemantauan, dan evaluasi
terhadap performansi seseorang dalam mengerjakan suatu tugas
(mengenali sifat masalah, memilih strategi pemecahannya dan
memastikan masalah telah terselesaikan)
2. Komponen Performansi (performance components)
Merupakan proses-proses tingkat rendah yang digunakan dalam
melaksanakan berbagai strategi untuk melakukan suatu performansi
melakukan tugas/menyelesaikan masalah
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“
”
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“
TEORI PERKEMBANGAN
”
Dalam pendekatan ini, studi intelegensi dipusatkan pada masalah perkembangan intelegensi
secara kuantitatif dalam kaitannya dengan tahap-tahap perkembangan biologis individu.
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“
Jean Piaget
Piaget memakai istilah scheme. Scheme adalah pola tingkah laku yang dapat diulang
Scheme berhubungan dengan : ”
a) Refleks refleks pembawaan: misalnya makan, minum.
b) Scheme mental ; misalnya scheme of classification, scheme of operation. (pola tingkah
laku yang masih sukar diamati seperti sikap, pola tingkah laku yang dapat diamati).
Jean Piaget menyebut bahwa struktur kognitif sebagai skemata (Schemas), yaitu kumpulan
dari skema skema. Individu dapat memahami, dan memberikan respons terhadap stimulus
disebabkan karena bekerjanya skema
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“
Dua proses yang mendasari perkembangan dunia individu, yaitu pengorganisasian
dan penyesuaian (adaptasi)
Organisasi kecenderungan individu untuk menyatukan berbagai skema menjadi
”satu sistem yang koheren (berkait dan menjadi kesatuan)
Adaptasi kecenderungan bawaan manusia untuk melakukan penyesuaian diri
dengan lingkungannya
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“
Ada dua macam adaptasi, yaitu
A. Asimilasi merubah lingkungan agar sesuai dengan diri sendiri (dengan
skema yang ada pada diri kita) ex. Makanan keras dikunyah kemudian ditelan
”B. Akomodasi merubah diri (skema yang ada pada diri) agar sesuai dengan
lingkungan yang ada. Dapat lebih menyukai lingkungannya. Pada akomodasi
ini terjadi penembahan skema baru. Skema lain tidak hilang, tambahan skema
baru inilah menurut Piaget sebagai perkembangan kognisi
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“ ”
Tahap perkembangan Kognitif
1. Periode sensorimotor (usia 0-2 tahun)
2. Periode praoperasional (usia 2-7 tahun)
3. Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun)
4. Periode operasional formal (usia 12 tahun sampai dewasa)
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )
“ LEV VYGOTSKY (1896-1934)
YANG MENDASARI TEORI VYGOTSKY ADALAH PENGAMATAN BAHWA
PERKEMBANGAN DAN PEMBELAJARAN TERJADI DI DALAM KONTEKS SOSIAL,
YAKNI DI DUNIA YANG PENUH DENGAN ORANG YANG BERINTERAKSI DENGAN ANAK
SEJAK ANAK ITU LAHIR.
ORANG-ORANG INILAH YANG SANGAT BERPERAN DALAM MEMBANTU ANAK
BELAJAR DENGAN MENUNJUKKAN BENDA-BENDA, DENGAN BERBICARA SAMBIL
BERMAIN, DENGAN MEMBACAKAN CERITERA, DENGAN MENGAJUKAN PERTANYAAN
”DAN SEBAGAINYA. DENGAN KATA LAIN, ORANG DEWASA MENJADI PERANTARA
BAGI ANAK DAN DUNIA SEKITARNYA.
( Dewi Sastika Puspitasari 20198410005 )