MAJALAH EdisiTahun2022
JELAJAH PARIWISATA
PURWAKARTA
SELAMAT DATANG DI PURWAKARTA ISTIMEWA
DAFTAR ISI
Destinasi Di Purwakarta
1. Parang Gombong
2. Situ Wanayasa
3. Tajug Gede
4. Hidden Valley Hills
Jam Operasional Destinasion
Museum Di Purwakarta
1. Museum Bale Indung
2. Museum Bale Penyawangan Diorama
Nusantara
3. Museum Galeri Wayang
Jam Operasional Museum
DESTINASI DI PURWAKARTA
PARANG GOMBONG
Parang Gombong merupakan
suatu objek destinasi danau
bagian jatiluhur yang berada di
Desa Kutamanah, kecamatan
sukasari, Kabupaten purwakarta
Jawa Barat.
Akses menuju lokasi Parang
Gombong sangat baik, dapat
diakses dengan kendaraan
pribadi, dan baik kendaraan roda
dua maupun roda empat.
Parang gombong ini memiliki pesona
bendungan Jatiluhur yang sangat
indah.
Ciri khas dari wisata parang Gombong
yaitu terlihat hamparan hijau dengan
jajaran pegunungan dan padang
rumput yang luas.
Dengan keindahan alam yang
mempesona, dengan danau yang luas
dan pegunungan yang menjulang
tinggi. Di tempat ini, pengunjung dapat
menikmati keindahan. Apalagi selain itu
bisa menikmati indahnya sunset di ufuk
barat pada sore hari sebelumnya, bisa
membuat liburan Anda semakin
memukau.
Selain itu, Parang Gombong merupakan
salah satu yang cocok untuk berkemah.
Denagn tersedia camping ground yang
begitu luas dengan segala fasilitas yang
memadai, dimulai dari jaringan internet,
toilet, serta tempat ibadah.
Di Parang Gombong ini memiliki
tempat wahana yang menarik bagi
anak-anak dan dewasa, dan juga
tersedia spot foto yang menarik dan
kekinian sangat yang cocok buat kamu
unggah pada media sosial.
Dan tak perlu khawatir di sini juga
terdapat beberapa warung yang
menyediakan segala makanan khas
sunda seperti, nasi liwet, ikan bakar, dan
kuliner khas Purwakarta yang telah
mendunia yaitu, sate maranggi.
Adapun yang menarik-nya lagi untuk
berkunjung ke tempat ini kamu tidak
perlu merogoh kocek biaya lebih mahal,
hanya dengan Rp.20.000 per kendaraan
kamu sudah bisa menikmati segala
fasilitas yang ada.
SITU WANAYASA
Situ Wanayasa adalah sebuah danau alam seluas 7 hektar yang
terletak di kecamatan Wanayasa sekitar 50 menit dari pusat kota
Purwakarta. Berada di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut,
tempat wisata ini memiliki udara yang sejuk. Terutama lingkungan
yang asri dan penuh pepohonan.
Destinasi ini yang berada
tepat di tepi Jalan Raya
Wanayasa ini
menghubungkan wilayah
dengan subang dan
bandung barat. Yaitu
berlokasi di di Wanasari
Wanayasa, Kecamatan
Wanayasa, Kabupaten
Purwakarta, Provinsi
Jawa Barat.
Situ Wanayasa ini memiliki pesona keindahan alam yang
sangat menarik untuk dikunjungi , udara yang sejuk dan
suasana alamnya asri.
Selain itu ditengah situ wanasaya terdapat pulau kecil didalamnya ada
sebuah makam tua yaitu Makam RA Suriwinata beliau adalah seorang
pendiri Purwakarta. Yang menjabat sebagai Bupati Karawang kesembilan
ketika wilayah Karawang masih termasuk Kabupaten Karawang, Subang,
dan Purwakarta saat ini.
Di Situ Wanayasa, wisatawan dapat mengagumi pemandangan yang indah
dari danau dengan latar gunung burangrang dan persawahan yang
luasnya sejauh mata memandang.
Namun sekitar Situ Wanayasa juga
mempunyai Wahana air seperti, bebek
air yang tersedia di sekitar pulau pasir
mantri. dan spot foto yang bagus dan
indah bagi wisatawan. adapun tempat
cafe yang ada di sekitar Situ Wanayasa
yang memiliki view dengan
pemandangan indah.
Dengan begitu wisatawan bisa memasuki situ wanayasa dengan
harga tiket masuk Situ Wanayasa Rp. 5.000 per orang dan harga tiket
parkir mobil Situ Wanayasa Purwakarta Rp. 10.000.
Situ Wanayasa juga sudah memiliki fasilitas yang cukup lengkap
sebagai sebuah objek wisata, seperti sudah tersedianya area parkir,
toilet serta mushola. Letak Situ Wanayasa cukup strategis karena
dekat dengan objek wisata lain yang juga kita tidak kalah menarik.
TAJUG GEDE
Tajug Gede yang disebut Cilodong ini dahulunya adalah tempat yang di kenal
sebagai Kawasan protitusi sejak tahun 1973, namun secara perlahan kini
kawasan tersebut berubah menjadi Kawasan destinasi religi. Namun, semjak
ada perubahan citra negative cilodong yang ditandai dengan berdirinya Masjid
Raya yang bernama Tajug Gede cilodong, pembangunan masjid raya menjadi
salah satu upaya meningkatkan kehidupan religius.
Tajug Gede yang berlokasi di di
sepanjang jalur Bungursari menuju
pintu Tol Cikopo, Kecamatan
Bungursari.
Pada Pembangun Tajug Gede merupakan Masjid yang berdiri diatas lahan
seluas 9 hektare ini memiliki keunikan yaitu memiliki 9 bedug yang ditabuh
oleh 9 orang dan muadzin yang mengumandang adzan secara bersamaan,
keunikan tersebut menjadi ciri khas yang membedakan dengan masjid
lainnya, menjadi daya tarik wisata religi.
Pada malamnya harinya Tajug Gede ini memiliki sutau peenambahan
daya tarik dibangun air mancur menari dengan nama taman air
mancur welas Asih, selain itu seluas lahan diarea sekitar Tajug gede
Cilodong dimanfaatkan menjadi destinasi wisata pertanian.
'Tajug Gede yang terkesan dalam istimewa Purwakarta,
selain menjadi sarana ibadah juga bisa dimanfaatkan
menjadi sarana wisata bersama keluarga.
HIDDEN VALLEY HILLS
Hidden Valley Hills merupakan Destinasi yang paling indah pada pariwisata
Purwakarta dalam tempat penginapan yang cocok bagi keluarga atau pun acara
penting bisa mengadakan di tempat ini. Sebelumnya, tempat ini memang dulunya
tempat wisata ini merupakan tempat istirahat bagi keluarga Hendry
Chandrawinata. Tempat ini memang sudah dibangun sejak tahun 2014 silam,
dimana pada saat pembangunanya keluarga Hendry Chandrawinata menemukan
sebuah tugu yang dibuat oleh orang belanda kuno dan kemudian direnovasi dan
dibangun kembali.
Hidden Valley Hills ini
menjadi peristirahatan
favorit bagi anda yang
ingin melepaskan jeratan
penat rutinitas dan hiruk
pikuk kota besar. Sebuah
tempat yang akan
mengembalikan enerji Menawarkan pemandangan spektakuler dari pucuk bukit
dan semangat anda tertinggi pegunungan yang sangat indah menawan. Sebuah
dalam kondisi terbaik. tempat yang terbentuk dari legenda yang ada, terangkum indah
sebagai serpihan surga di Purwakarta.
Hidden Valley Hills adalah
sebuah resort yang sangat
lekat dengan legenda
Pasundan dan juga ikonnya
yang dikenal sebagai 7 Pilar
Legenda Purba. Terlahir
melalui inspirasi tugu Belanda
kuno bertahun 1898 dengan
ketinggian 362 mdpl yang
sama dengan ketinggian
gunung Cupu, terlahirlah
lokasi yang mempesona ini
Hidden Valley ini berlokasi dari
tempat wisata alam Hidden
Valley Hills ini berada di
Purwakarta, Jawa Barat yang
tepatnya beralamat di Cibodas,
Kec. Sukatani, Kabupaten
Purwakarta, Jawa Barat 41167.
Hidden Valley ini mempunyai legenda lain yang meliputi
tempat ini adalah Legenda Tujuh Bidadari yang sering turun
ke tanah Pasundan untuk mandi di sungai. Salah satu
bidadari yang bernama Nawang Wulang terpaksa harus
menikahi seorang pemuda karena tidak dapat terbang
bersama saudara-saudaranya karena selendangnya telah
hilang.
Bertahun-tahun kemudian, Nawang akhirnya menemukan
kembali bajunya yang hilang dan bisa kembali ke kahyangan.
Sebagai pengingat ia meninggalkan sebuah cupu perhiasan,
yang menjadi asal Gunung Cupu yang sangat eksotik, yang
terletak persis dihadapan Hidden Valley Hills Resort.
Cerita purba lainnya yang Secara kasat mata lokasi Hidden Valley Hills Resort
melekat pada Hidden Valley sendiri adalah tempat yang paling pas untuk
Hills Resort adalah Gunung menikmati keindahan alam yang terhampar dan
Bongkok yang terdapat menggali kembali kenangan kejayaan kerajaan nenek
prasasti Kaki Raksasa diatas moyang orang Sunda di tanah Pasundan. Tak bisa
batu ukuran 3 meter di dipungkiri bahwa landmark yang terhampar di
puncaknya. Selanjutnya ada hadapan Hidden Valley Hills Resort seperti Gunung
Gunung Parang yang Cupu, Gunung Bongkok, Gunung Parang, dan Sungai
memiliki gua pertapaan Citarum adalah batas abadi dari Kerajaan Sunda dan
raja-raja sunda termasuk Kerajaan Galuh Purba ( Sejak 670 Masehi atau Abad 7
Prabu Siliwangi dan Prabu Masehi), sehingga pantaslah lokasi ini layak di sebut
Surya Kencana. Gunung ini Great Heritage of Hidden Valley Hills.
juga saat ini dikenal
sebagai ajang pendakian Dalam mengenai fasilitas utama yang ada di
dan rock climbing yang Hidden Valley Hills Purwakarta ini adalah
sangat mendunia. keindahan dari pemandangan alamnya, tak heran
jika wisatawan yang mengeunjunginya akan
terpesona dengan keindahan tempat wisata alam
ini. Fasilitas lainnya yang tidak kalah menarik yaitu
terdapatnya sebuah Resort, Outdoor Event,
Meeting Room dan juga terdapat Kolam Renang
yang tentu sangat cocok digunakan sebagai
tempat wisata keluarga.
Untuk bisa menikmati keindahan
serta berfoto selfie di Hidden Valley
Hills Purwakarta ini, anda akan
dikenakan biaya masuk atau tiket
masuk. Harga tiket masuk atau
HTM Hidden Valley Hills
Purwakarta sebesar Rp 35.000 per
orang dan jika anda ingin renang
akan dikenakan tarif sebesar Rp
25.000 per orang.
JAM OPERASIONAL DESTINASI
DI PURWAKARTA
1.Parang Gombong
Di Parang Gombong mempunyai jam
operasional dari Wisata Waduk Parang
Gombong ini terbuka selama 24 jam sehari,
dan dalam waktu 7 hari seminggu.
2. Situ Wanayasa
Situ Wanayasa mempunyai jam buka
selama 24 jam dan beroperasional setiap
hari, selama sepekan.
3. Tajug Gede
Tajug Gede ini yang dibangun pada
tahun 2017 itu, akan dibiarkan terbuka
selama 24 jam.
4. Hidden Valley Hills
Hidden Valley Hills mempunyai jam
buka atau jam operasional kawasan ini
dibuka setiap hari dari senin s/d minggu
mulai pukul 08.00 – 19.00 WIB.
MUSEUM DI PURWAKARTA
MUSEUM BALE INDUNG RAHAYU
Bale Indung Rahayu merupakan museum yang memilki arti nama “Tempat
Kemulian Ibu”. Museum yang ditata estetika dan teknologi digital tersebut
menceritakan perjalanan hidup manusia dari mulai dalam kandungan sampaii
akhir hayat.
Bale Indung Rahayu ini
museum ini terletak di
Jl.RE Martadinata Nagri
Tengah, Kec Purwakarta,
Kab Purwakarta.
Didalamnya ini menjelaskan peran seorang ibu yang penuh pengorbanan
merawat anak dengan sentuhan budaya sunda.
Di Bale Kelahiran akan diajak melihat
situasi ketika bayi yang sedang di
dalam rahim ibu.
Serta terdapat lorong panjang yang
dibuat makin menyempit, seakan
menggambarkan seiring
bertambahnya usia dan ukuran si bayi,
maka semakin sempit ruang di dalam
rahim.
Setelah menyusuri lorong tersebut,
kamu akan disambut dengan suara
tangis bayi. Yang menggambarkan
suasana bayi setelah lahir kedunia.
Sedangkan di sisi yang lain, kamu akan
mendapati informasi tentang upacara
adat Sunda seperti jenis dan tata cara 7
bulanan.
Selanjutnya ada Bale Kaulinan, yang
berisikan berbagai permainan
tradisional tempo dulu yang sering
dimainkan oleh anak-anak.
Bahkan beberapa diantaranya dapat
kamu mainkan, seperti congklak,
huhuian, oray-orayan, dan ngadu
muncang. Permainan tersebut
mungkin sudah jarang dilakukan anak-
anak zaman sekarang.
Ini juga merupakan tempat yang tepat
untuk membawa anak-anak mengenal
permainan tradisional yang nggak
kalah seru dengan permainan modern.
Selain itu, kamu juga akan dikenalkan
tentang proses bercocok tanam dari
awal hingga panen. Dimana di tengah
ruangannya terdapat dua buah leuit,
yang digunakan untuk menyimpan
padi yang baru dipanen.
Adapun Bale Kabuyutan berisikan
tempat yang dikeramatkan bagi
masyarakat sunda, dan tidak
sembarang orang bisa masuk
kedalamnya.
Di sini akan merasakan suasanaa
hutan larangan pada zaman dulu,
apalagi dengan ditambah efek
berupa suara kodok, jangkrik,
bahkan harimau. Sehingga suasana
sakral akan tampak terasa.
Bale Kabuyutan mengingatkan kita untuk selalu menjaga tanah sunda yang identik
dengan alam dan hutan. Sehingga alam akan selalu menjaga kita, dan dijauhkan dari
bencana.
Berikutnya ada Bale Pawon artinya
dapur, sehingga di Bale Pawon
kamu akan melihat berbagai
peralatan dapur tempo dulu yang
sangat khas.
Tak ketinggalan sejarah dari Sate
Maranggi pun ikut menghiasi Bale
Pawon. Secara Sate Maranggi
merupakan salah satu makanan
khas Purwakarta.
Terakhir adalah Bale Musik, yang berisikan berbagai alat musik tradisional sunda.
Contohnya ialah angklung. Yang merupakan salah satu alat musik asli budaya Indonesia
khususnya Sunda, yang sudah mendunia dan diakui UNESCO.
Dengan begitu dengan harga tiket masuk Museum Bale Indung Rahayu tidak dipungut
biaya alias gratis.
MUSEUM BALE PANYAWANGAN
DIORAMA NUSANTARA
Museum Bale Panyawangan Diorama Nusantara merupakan ungkapan awal
peradaban manusia yang di Indonesia dan perkembangannya dari masa ke masa
sampai sekarang yang di tinjau dari berbagai aspek seperti aspek, kewilayahan,
keagamaan, kesenian, sosial , kebudayaan, politik, ekonomi, sistem pemerintahan
hingga kepada infrastruktur yang di tampilkan melalui perpaduan arsip, seni dan
teknologi.
Museum Bale
Penyawangan Diorama
Nusantara ini terletak di
Jl. K.K Singawinata Nagri
Kaler Tengah Kec.
Purwakarta, Kabupaten
Purwakarta. Dengan
letak yang cukup
strategis baerada di
pusat kota sangat deket
dengan Stasiun
Purwakarta.
Museum Bale Panyawangan Diorama Nusantara menjadi tempat belajar
sejarah yang mungkin tidak akan menjadi bosan karena materi sejarah yang
dikemas dengan menggunakan teknologi digital.
Dan juga sebagai tempat wisata dengan belajar sambil berwisata edukasi
yang dapat dimanfaatkan sebagai media belajar sejarah nusantara dengan
teknologi digital.
Pada lorong pertama museun ini
akan di suguhi masa prasejarah,
untuk menggambarkan
munculnya peradaban manusia di
Indonesia pada Zaman
Paleothikum, Mesolithikum,
Neolithikum, Megalithikum, dan
juga menghadiri teknologi
multimedia yang menyajikan
proses alam terbentuknya
Kepulauan Nusantara.
Pada lorong berikutnya adalah Masa
Kerajaan Hindu, Budha dan Islam,
menggambarkan peradaban dan
perkembangan agama, sosial, budaya,
politik, bangunan kerajaan dan
keagamaan hingga artefak
peninggalan.
ini adalah Masa pelayaran hingga
terbentuknya VOC, menggambarkan
pengaruh dengannya bangsa
kolonial dan perjalanan para
penjelajah terkenal seperti
Marcopolo, Ibnu Batutta dan Zheng
He hingga Kiprah Daendels dan
Raffles pada masa pendudukan
Hindia Belanda.
adapun sejarah Akultural Budaya,
menggambarkan perpaduan
kebudayaan Indonesia dengan
kebudayaan Hindu, Budha, Islam dan
Kristen. Pada arsitek bangunan sosial
budaya, bahasa, kesenian, serta
pengaruh masa pendudukan Belanda
dan Jepang pada pers dan pendidikan.
Selanjutnya Citra Daerah, menggambarkan keanekaragaman budaya ,
adat istiadat, ikon daerah, bangunan, ragam hias, pakaian adat, makanan
khas sampai kepada kekeayaan alam setiap provinsi yang ada di
indonesia.
Terakhir Bahari Nusantara,
menggambarkan wilayah lautan
di Indonesia sebagai jalur
pelayaran dan perdagangan
serta menyajikan replika
berbagai kapal laut Di
Nusantara.
Dan juga DIgjaya Purwakarta Istimewa , menyajikan panorama alams
pariwisata, program unggulan pemerintah dan pencapaian yang telah diraih
oleh Purwakarta. Yang penjelasan diatas merupakan sebuah Hall dalam
sejarah di Nusantara.
Untuk harga tiket masuk Museum Bale Panyawangan Diorama Nusantara ini
gratis.
MUSEUM GALERI WAYANG
Galeri Wayang adalah sebuah wisata museum tentang sejarah Wayang
Nusantara di Purwakarta.
Galeri Wayang menjadi 2 ruangan.
Pada ruangan pertama
menceritakan kisah atau sejarah
Pewayangan Nusantara, Selain itu
juga terdapat relief-relief yang
menggambarkan kisah Ramayana
dan Mahabrata.
Ada pula delapan wayang golek karakter Bima yang berasal dari berbagai
wilayah di Jawa Barat dengan masing-masing memiliki ciri khasnya
tersendiri, yang bisa dilihat dari bentuk muka, mahkota, dan aksesori.
Masih di ruangan yang sama, kamu juga akan menjumpai karya seni berbentuk
pohon dengan akar dan cabang berbentuk seperti pipa logam berwarna perak,
sementara bagian batangnya diisi oleh 70 topeng karakter wayang.
Dinamai pohon hayat, topeng-topeng yang ada sengaja dipajang dalam empat
tingkatan untuk menggambarkan kastanya. Kasta terbawah adalah kasta
masyarakat, lalu diikuti oleh kasta kesatria, kasta raja, dan kasta dewa. Topeng
Gatot Kaca, misalnya, ada di kasta kesatria, sementara Batara Guru ada di kasta
dewa.
Galeri Wayang yang berada di
kompleks Pendopo Kabupaten
Purwakarta, Jl. Ganda Negara No.
11A.
Adapun berbagai wayang yang ada
di ruangan tersebut beserta kisah
pewayangan yang terpampang
jelas di relief dan lukisan kaca,
kamu bisa membaca virtual book
yang secara menarik mengisahkan
sejarah dan karakter masing-
masing wayang.
Ruangan kedua terdapat koleksi-koleksi wayang yang dapat dimainkan oleh
para pengunjung ratusan wayang mulai dari wayang kulit, wayang golek,
hingga topeng untuk wayang orang tersedia di Galeri Wayang.
Bukan yang memajang wayang, ruangan
ini juga memperlihatkan panggung
pertunjukannya, lengkap dengan alat
musik pengiringnya, untuk
memperlihatkan bagaimana wayang itu
dipentaskan.
Jika ingin datang maka tidak perlu
khawatir membayar mahal untuk
mengunjungi wisata budaya ini.
Pemda Purwakarta sudah menggratiskan Galeri Wayang ini untuk masyarakat yang
ingin datang dan mempelajari sejarah budaya yang ada sehingga Anda tidak akan
dikenakan biaya sedikitpun. Tentu tempat ini akan menjadi destinasi wisata yang
menarik.
JAM OPERASIONAL MUSEUM
DI PURWAKARTA
1. Museum Bale Indung Rahayu
Di Museum Bale Indung Rahayu ini
memiliki jam operasional Museum Bale
Indung Rahayu setiap hari Selasa hingga
Minggu. dan mulai dibuka pukul 10.00 –
18.00 WIB.
2. Museum Bale Panyawangan Diorama Nusnatara
Untuk masuk jam operasional Museum
Bale Panyawangan dibuka setiap hari
Selasa hingga Minggu, sedangkan hari
Senin tutup. Dibuka mulai pukul 09 hingga
pukul 03 sore. Setiap pukul 12 siang tutup,
buka kembali pukul 01 siang. Weekend jam
buka dapat lebih lama.
3. Museum Galeri Wayang
Untuk jam operasional Galeri Wayang,
wisata edukasi ini pada hari Selasa hingga
Minggu. Pada saat hari Senin dan Tangga
merah galeri ini dliburkan dari
pengunjung. Jam buka galeri ini dimulai
dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Anda
dapat mengunjungi galeri ini bersama
keluarga pada jam tersebut.
TERIMA KASIH DI PURWAKARTA ISTIMEWA