The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anwarkirami, 2024-03-08 03:54:48

01. Pengelolaan Tools

Pengelolaan Tools

BUKU INFORMASI MELAKUKAN PENGELOLAAN TOOLS G.45TSM01.012


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 MENYIAPKAN RENCANA PENGELOLAAN TOOLS A. Menyiapkan Rencana Pengelolaan Tools dalam mengidentifikasi Pengetahuan yang Diperlukan dalam Melakukan Pengelolaan Tools meliputi : Pekerjaan di bengkel otomotif khususnya bengkel sepeda motor sangat diperlukan peralatan peralatan untuk membongkar dan memasang komponen, alat ukur untuk mengukur komponen yang perlu diukur dan scanner tools. Pada umumnya peralatan peralatan, alat ukur dan scanner biasa kita sebut dengan Tools. Fungsi tools tersebut adalah untuk memudahkan teknisi bekerja dengan cepat, benar dan aman. Tools pada umumnya ada dua macam, yaitu : a. Tools yang digunakan secara manual ( manual tools ) b. Tools yang digerakkan oleh listrik, angin ( power tools ) Untuk melaksanakan pembongkaran, pemasangan teknisi harus mampu menggunakan tools tersebut diatas secara baik dan benar. 1. Macam macam general tools / alat ukur dan fungsinga : 1.1 Tools : a. Kunci Pas Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 1


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 Kunci pas adalah kunci yang dapat digunakan untuk melepas baut atau mur yang tidak dapat dilepas menggunakan kunci ring, dengan bentuk seperti rahang yang tidak tertutup. Sebagai contoh untuk melepas baut spion, menyetel kabel kopling dan lain lain. Kunci pas ini lebih berpotensi selip dan berpotensi merusak kepala baut atau mur bila digunakan untuk melepas mur/baut yang masih kencang. Kunci pas ini terbuat dari bahan baja tensi tinggi. b. Kunci Ring ( Ring Spaner ) Kunci Ring adalah kunci yang digunakan untuk melepas baut atau mur, yang kepalanya tertutup (berbentuk lingkaran) dengan jumlah gigi 12. Kunci ring memiliki offset sekitar 45 derajat, dengan sudut sebesar ini maka memungkinkan spanner dapat terpasang tepat pada mur/baut, dengan posisi yang sulit. Karena ujung persegi dalam kunci ring ini dapat bercocokan dengan sudut mur/baut maka kemungkinan terjadinya selip kecil, dengan syarat tidak terjadi kerusakan pada kepala baut/mur dan sudut pada kepala kunci ringnya. Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 2


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 c. Kunci Pas – Ring ( Combination Spanner ) Kunci pas ring adalah kunci kombinasi antara kunci pas dan kunci ring, satu sisi berkepala seperti kunci ring, dan sisi lainnya berkepala kunci pas. Masing-masing kepala kunci memiliki ukuran yang sama. Fungsinya adalah untuk melepas dan mengendorkan baut. Kunci pas ring ini dapat digunakan secara praktis, umumnya kunci ring digunakan untuk pertama kali mengendurkan yang kemudian dapat digunakan untuk melepas mur dan baut agar lebih cepat. Sementara untuk mengencangkan baiknya menggunakan kunci yang ring. d. Kunci Nipel ( Flare Nut Spanner ) Kunci nipel berfungsi untuk mengencangkan/melepas baut pada sambungan-sambungan pipa yang tidak dapat menggunakan kunci Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 3


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 shock maupun kunci ring. Sebagai contoh untuk melepas baut-baut pada sambungan-sambungan pipa rem.. Seringkali orang melepas pipa rem menggunakan kunci pas, padahal itu sangat tidak direkomendasikan karena dapat merusak kepala bau. Maka dibuatlah kunci nipel yang memiliki 5 sisi, sehingga setiap sisi dari kepala baut dapat klop dengan kunci nipel, sehingga kemungkinan selip kecil dan mencegah terjadinya kerusakan. e. Ratchet Ratchet adalah salah satu kelengkapan kunci sock yang digunakan untuk melepas/memasang baut yang dalam keadaan longgar, tanpa harus melepaskan kunci shock dari kepala baut atau mur. Artinya, dengan ratchet ini proses pelepasan atau pemasangan mur akan lebih cepat, mengapa dalam kondisi longgar? Karena rachet ini didalamnya ada semacam gigi, yang bila digunakan untuk mengendorkan/mengencangkan penuh, dimana butuh momen yang besar maka dapat mempercepat kerusakan pada rachet. Ratchet ini bisa diatur, apakah untuk mengencangkan atau mengendurkan, tinggal merubah kunci pembalik. Agar dihindari penggunaan Ratchet untuk membuka awal, akan mengakibatkan kerusakan Ratchet itu sendiri. Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 4


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 f. Batang Perpanjangan Shock ( Socket Extension Bar ) Batang perpanjangan shock atau yang dibengkel disebut dengan sambungan, digunakan untuk memanjangkan kunci shock agar dapat menjangkau mur/baut yang akan dilepas. Sambungan ini biasanya ada dalam 3 varian, pendek, sedang dan panjang. Untuk menggunakan ini, extension harus sejajar dengan kepala baut/mur, dan socket terpasang aman, tujuannya agar tidak selip/tergelincir yang dapat membahayakan atau malah membuat kepala mur/bau rusak. g. Sambungan Shock Unifersal (Universal Socket Joint Wrench Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 5


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 Sambungan yang universal atau flexible, mampu dalam beberapa sudut. Fungsinya sebagai sambungan ketika akan melepas baut/mur yang tidak dapat terjaungkau dengan sambungan sock biasa dan berguna untuk menjangkau di area yang sulit. h. Kunci busi ( Spark Plug Shocket ) Sesuai dengan namanya, kunci ini digunakan khusus untuk melepas/memasang busi. Perlu menggunakan stang sock untuk menggunakan kunci busi ini. Di beragai model, ada yang disertai dengan universal joint agar dapat lebih flexible ketika menggunakannya. Kunci busi ini juga dilengkapi karet, yang bertujuan untuk mencegah porselin pada busi tidak pecah dan memudahkan dalam pelepasan/pemasangan karena busi akan tertancap pada karet (menempel). i. Kunci Allen ( Allens Keys ) Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 6


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 Kunci ini disebut juga dengan kunci inbus yang dibuat dari baja heksagonal high tensile, kebanyakan memiliki bentuk huruf "L", ada juga yang memiliki bentuk seperti huruf T. Ada juga kunci allen yang pengoperasiannya seperti kunci sock (menggunakan setang sock). Allen keys adalah alat-alat bengkel yang berfungsi untuk melepas/mengganti mur/sekrup dengan tengah kepala berbentuk segi enam (allen headed cap). j. Kunci sock bintang ( star socket ) Dari sekilas bentuk kunci sock bintang mirip kunci sock bersegi 12, padahal berbeda. Sudutnya lebih lancip dan fungsinya untuk melepas baut/mur bintang yang juga memiliki segi seperti pada kunci (ada yang segi 5, ada yang segi 10). k. Adjustable Wrench Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 7


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 Sebuah kunci yang sering disebut dengan kunci inggris yang bisa diatur menyesuaikan besar kecilnya dari kepala baut/mur. Kunci ini memiliki bentuk seperti kunci pas, dan memang digunakan ketika, tidak bisa menggunakan kunci pas, atau pada saat kepepet tidak ada kunci lain yang tersedia. Wrench ini memiliki head dengan salah satu jaw tetap dan jaw yang lainnya bisa disetel. Adjustment screw yang diknurling berguna untuk menggerakkan adjustable jaw dan berada ditengah-tengah head. Sebagai contoh penggunaannya, ketika menggunakan kunci 12 kebesaran dan 11 kekecilan, maka dapat menggunakan kunci ini. Yang perlu di ingat, walaupun dapat diatur-atur ukurannya yang disesuaikan dengan ukuran kepala baut/mur tertentu, tapi penggunaannya tidak direkomendasikan untuk pertama kali tanpa mencoba menggunakan kunci sock, ring atau pas. Kunci ini juga tidak direkomendasikan untuk pekerjaan service berat yang memerlukan momen yang besar. Karena cangkeraman dari kunci ini kecil dan berpotensi selip yang dapat merusak kepala baut/mur. l. Obeng ( Screwdriver ) Obeng adalah alat-alat bengkel otomotif yang berfungsi untuk membuka atau mengencangkan sekrup. Dua jenis paling umum dari obeng adalah obeng plus (philip screwdriver) dan obeng minus (slotte screwdriver). Tapi, ada juga jenis obeng-obeng yang lain yang dirancang untuk beragam kebutuhan. Masing-masing obeng ini dibedakan menjadi Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 8


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 beberapa ukuran, mudahnya diklasifikasikan kedalam 3 macam ukuran yaitu kecil, sedang dan besar. Bahkan ada yang paling kecil dan paling pendek. m. Obeng Ketok Obeng ketok berfungsi untuk membuka atau mengeraskan baut ( pada baut khususnya baut ukuran kecil dan maximum ukuran baut 12 mm ), karena bila bautnya besar harus memerlukan momen besar, biasanya tidak kuat bila dibuka dengan obeng biasa, maka diperlukan obeng ketok.. Cara menggunakannya adalah dengan memutar gagang obeng kearah mengencangkan/mengendorkan sesuai dengan tujuannya, ditambah tekanan kemudian gagang obeng dipukul menggunakan palu. n. Thread Gauge Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 9


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 Alat-alat bengkel yang selanjutnya adalah Thread Gaug yang berfungsi untuk mengidentifikas threat pitch atau jenis ulir pada aut yang tidak diketahui. o. Feeler Gauge Feeler gauge adalah salah satu alat-alat bengkel yang digunakan untuk mengukur ketebalan celah atau kerenggangan kecil di antara dua komponen. Misal untuk mengukur celah katu (valve clearance), celah platina, celah busi dll. Setiap satu unit feeler gauge terdapat lemaran-lemaran dengen ketebalan yang berbeda, mulai dari 0,05 mm, 0.10 mm, 0.15 mm, 0.20 mm, 0.25 mm dll. p. Tang Potong ( Side Cutting Plier ) Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 10


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 Salah satu jenis tang pada alat-alat bengkel adalah tang potong, tang ini memiliki fungsi khusus untuk memotong kawat, tembaga/baja erdiameter kecil, selang, dan mengelupas isolasi dari kabel dll. Tang ini memiliki cutting jaw yang diuat pada sudut diantara kedua pegangan. Tang ini memiliki berbagai macam ukuran, paling umum digunaka memiliki panjang sekitar 7 inch. q. Tang Kombinasi ( Combination Plier ) Alat-alat bengkel otomotif dari keluarga tang selanjutnya adalah tang kombinasi, tang ini memiliki keguaan yang banyak karena itu disebut sebagai tang kombinasi. Di rahangnya terdapat gerigi yang berfungsi untuk memegang benda, pipa, dll. Tang kominasi juga bisa untuk memotong kael, menggenggam komponen bulat berukuran kecil, membengkokkan kawat, dll r. Tang Lancit ( Long Nose Plier ) Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 11


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 Salah satu macam tang adalah tang lancip, yang memiliki rahang yang panjang dan lancip yang permukaan penggenggamnya memiliki gerigi. Alat ini berfungsi untuk mengapit, membengkokkan, dll di tempat-tempat yang sempit. s. Slip Joint Plier Alat-alat bengkel yang satu ini dapat digunakan untuk mencengkeram komponen-komponen kecil atau bisa diperbesar untuk mencengkeram komponen-komponen yang lebih besar. t. Vice Grip / Locking Plier Vice grip digunakan untuk mencangkeram benda-benda seperti baut, besi dll dengan sangat kuat, ini sangat berguna ketika akan melakukan pengelasan, pemotongan, pengeboran dll. Intinya vice grip adalah tool pengunci yang dapat digunakan untuk menahan nut, bolt, pipefitting, plat besi. Jaw tidak selalu sejajar satu sama lain pada saat bukaan jaw semakin lebar. Pada saat digunakan untuk fastener, harus selalu Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 12


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 memperhatikan ukuran vice grip untuk menghuindari terjadinya slip atau kemungkinan rusak pada benda yang akan dibuka atau dikencangkan.. Untuk rahang yang bergerigi (jaw) terdapat beberapa jenis, rahang dengan jaw lurus digunakan untuk menahan baut atau mur, sedangkan rahang yang memiliki jaw melengkung untuk benda-benda yang bundar/bulat. u. Ball Peen Hummer Salah saatu alat-alat bengkel otomotif adalah palu konde, dimana pada salah satu ujungnya memiliki bulatan seperti konde. Palu ini berfungsi untuk memukul logam, membulatkan paku keling, dll. v. Rubber Mallet Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 13


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 Bagian kepela dibuat dari karet yang keras yang membuatnya sangat cocok untuk pemakaian seperti pemasangan ban. w. Internal Circlip Plier Alat ini digunakan untuk melepaskan atau memasang internal circlip yang digunakan untuk menahan beberapa gudgeon pin di dalam piston. Alat ini memiliki gerakan ketika tangan anda menutup, maka jaw juga akan menutup. x. External Circlim Plier Alat ini digunakan untuk melepaskan dan memasang external circlip seperti yang akan digunakan untuk menahan bearing pada shaft. Alat ini mempunyai gerakan ganda, sehingga pada saat tangan Anda menutup, jaw terbuka. Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 14


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 y. Kunci T Kunci T adalah kunci yang ujung bawahnya seperti kunci sock, fungsinya adalah untuk melepas/memasang mur/baut dengan waktu yang lebih cepat di posisi-posisi yang mudah terjangkau. Kelemahannya tidak semua ukuran kunci tersedia, hanya ada beberapa ukuran saja dan yang paling sering digunakan seperti ukuran 8, 10, 12, dan 14. z. Torque Wrench ( Kunci Momen ) Torque Wrench (Kunci Momen) adalah kunci yang digunakan untuk mengencangkan mur/baut yang dapat diatur momen spesifikasinya, sehingga kekencangan mur/baut tersebut dapat sesuai dengan spesifikasi yang ada pada buku manual. Sebagai contoh penggunaan kunci momen ini adalah untuk mengencangkan kekencangan baut kepala silinder, yang menuntut semua kekencangannya sama agar tidak melengkung. Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 15


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 1.2 Alat Ukur a. Dial Indikator Dial indicator adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur tingkat kerataan pada permukaan bidang datar, mengukur kerataan pada permukaan serta kebulatan sebuah poros. Mengukur kerataan pada permukaan dinding. b. Multimeter Multimeter adalah alat ukur elektrik yang berfungsi untuk mengukur hambatan, tegangan acm tegabgab dc, kapasitor, dan sebagian sudah ada yang dilengkapi untuk mengukur arus. Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 16


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 c. Jangka Sorong Jangka sorong adalah alat ukur teknik yang berfungsi untuk mengukur diameter dalam, diameter luar dan kedalaman suatu benda dengan tingkat ketelitian yang presisi dari mulai 0,02, 0,05 dll. d. Micro Meter Mikrometer adalah alat ukur teknik yang berfungsi untuk mengukur diameter luar suatu benda dengan tingkat ketelitian yang lebih presisi lagi ketimbang jangka sorong yaitu 0,01 dan 0,02. Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 17


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 e. Cylinder Bore Gauge Sesuai dengan namanya, Cylinder Bore Gauge (CBG) adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur diameter dalam silinder dan untuk mengetahui tingkat keausan atau keovalan silinder mesin sepeda motor. f. Timing Light Timing light adalah alat yang berfungsi untuk mengukur/memeriksa waktu pengapian suatu mesin pada saat mesin hidup / bekerja dan mesin tersebut menggunakan bahan bakar gasoline atau bensin. Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 18


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 Pada saat menggunakan timing light ada beberapa syarat yang harus terpenuhi, seperti selang vakum di tutup dan pada saat idle. g. Compression Tester Compression tester adalah alat pneumatic yang berfungsi untuk mengukur tekanan kompresi mesin. Penggunaan compression tester dilakukan satu persatu setiap silindernya, dan alat ini dipasang melalui lubang busi. Hindari kebocoran kompresi saat pengukuran. 2. Cara mengidentifikasi dan menyiapkan tools / alat ukur Tools adalah merupakan bagian terpenting untuk menyelesaikan suatu pekerjaan di workshop, karena pekerjaan di workshop sangatlah komplek dan beraneka ragam jenis sepeda motor yang sekarang beredar. Untuk itu sangatlah penting seoarang teknisi untuk mengindentifikasi dan menyiapkan tools sesuai dengan pekerjaannya. Adapun cara mengindentifikasi dan menyiapkan tools tersebut adalah : a. Menyiapkan tools dan alat ukur sesuai dengan pekerjaannya b. Memeriksa apakah ada kerusakan pada tools dan alat ukur Bila ada kerusakan perbaiki atau ganti Bila kondisi baik, lanjutkan. Untuk alat ukur harus dikalibrasi c. Menyiapkan tools dan alat ukur tidak jauh dari objek kerja. Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 19


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 d. Setelah pekerjaan selesai dibersihkan dan dikembalikan ketempatnya. 3. Macam dan kegunaan Special Tools , Scanner Tools dan Equipment Special Tools adalah alat khusus untuk membantu teknisi bekerja dalah pekerjaan yang khusus dimana pekerjaan tidak bisa dikerjaan bila tidak menggunakan special tools (SST) Note : Macam dan kegunaan SST terlampir. Contoh SST untuk tracker magnet Scanner Tools adalah suatu alat khusus untuk mengetahui kondisi kerja mesin. Dan dari informasi Scanner Tools dapat diketahui bahwa ada beberapa sensor yang tidak berfungsi ( malfunction ). Scanner Tools hanya dipergunakan pada sepeda motor yang menggunakan system injeksi. Tidak dapat digunakan pada sepeda motor conventional/carburator Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 20


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 Equipment adalah peralatan bantu untuk mengerjakan pekerjaan misalnya : a. Lift b. Kompresor c. Slang kompresor d. Air gun 4. Cara mengidentifikasi dan menyiapkan general tools special service tools dan equipment. General tools, Special service tools dan equipment harus sudah siap untuk dipergunakan apakah kondisi, fungsi dan kegunaannya. 5. Cara mengidentifikasi tools dalam kondisi normal dan tidak normal. Tools dalam kondisi normal adalah tools untuk siap pakai, kalau tools tidak normal adalah tools yang tidak layak untuk dipakai. Hal ini bila dipaksa maka akan merusak benda atau komponen yang akan dikerjakan 6. Cara mengindentifikasi life time dari setiap tools. Tools sangat perlu diidentifikasi terhadap lamanya tools tersebut dipakai, karena dalam masa pemakaian tools akan terjadi keausan, kerusakan atau berubah bentuk, sehingga sangat tidak akuran untuk dipergunakan dalam mengerjakan suatu pekejaan. 7. Cara mengidentifikasi pengelolaan general tools, special tools dan equipment. General tools, special tools dan equipment harus diindentifikasi pengelolaannya dengan cara penyusunan, penataan tools disesuaikan dengan grup pekerjaan agar pengambilan dan pengembalian dapat cepat dilakukan. 8. Macam dan prosedur K3 dalam pelaksanaan proses kerja Macam Prosedur K3 dalam pelaksanaannya ada 3 . Prosedur penanganan dalam faktor Kesehatan . Prosedur penanganan dalam faktor Keamanan . Prosedur penanganan dalam faktor Keselamatan Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 21


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Menyusun Tahapan Pengelolaan Tools . Mengidentifikasi tools dapat berfungsi dengan normal . Mengidentifikasi tools dapat dikelompokkan sesuai fungsinya . Mengidentifikasi tools sesuai prosedur . Mengelola kondisi kelengkapan tools standar C. Sikap Kerja dalam mengidentifikasi untuk menyiapkan tools---------- 16 Sikap kerja dalam mengidentifikasi untuk menyiapkan tools harus dicapai secara maximum antara lain : . Kecermatan . Ketelitian . Berfikir evaluatif Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 22


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 MENYUSUN TAHAPAN PENGELOLAAN TOOLS. Pengelolaan tools di bengkel adalah sangat penting untuk kelancaran pekerjaan dan hasil pekerjaan yang akurat sehinga tujuan akhir pelanggan akan terpenuhi yaitu pelanggan merasa puas. Pengelolaan tools dibengkel disusun sedemikian rupa, misalnya tools untuk pekerjaan mesin dijadikan satu grup, tools untuk pekerjaan Chassis dan pekerjaan untuk electrical dipisah kan satu dengan grup lainnya. A. Menyusun Tahapan Pengelolaan Tools. 1. Cara menjelaskan fungsi tools Fungsi tools sangat penting diketahui oleh siswa karena : a. Mengetahui nama dari tools b. Mengetahui konstruksi atau bentuk dari tools c. Mengetahui cara kerja dari tools Cara menjelaskan fungsi tools. Tools yang akan dijelaskan dibawa ke depan klas ( diusahakan jangan hanya satu ), minimal 3 pcs tools. Instruktur memberikan contoh kepada siswa dan setelah itu Siswa mencoba praktek menggunakan tools sesuai arahan instruktur Diulang satu persatu dan semua siswa mencoba 2. Cara menjelaskan pengelompokkan tools sesuai fungsinya Tools dikelompokkan sesuai fungsinya agar siswa : a. Mengetahui nama tools b. Mengetahui fungsi tools Cara menjelaskan pengelompokan tools Tools dikelompokkan menjadi 3 kelompok berdasarkan group yaitu 1. Kelompok/group Engine Kelompok/group Chassis Kelompok/group Electrical Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 23


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 PENGELOMPOKAN TOOLS ENGINE GROUP CHASSIS GROUP ELECTRICAL GROUP Contoh penyusunan general tools 3. Cara menjelaskan tools disimpan sesuai fungsinya Penyimpanan tools sangat menentukan agar supaya tools : a. Mudah untuk dikontrol terhadap jumlahnya b. Mudah untuk dikontrol terhadap kondisinya Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 24


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 4. Cara menjelaskan kondisi kelengkapan tools dikelola sesuai standar Kondisi kelengkapan tools sangat penting, karena bila kondisi tools tidak layak pakai maka akan menghambat pekerjaan. Untuk itu sangatlah penting pengelolaan tools, apa bila kurang dilengkapi dan atau rusak harus diganti atau perbaiki Kondisi kelengkapan tools dikelola sesuai dengan standar agar tools : a. Tools siap untuk dipakai b. Tools harus tersedia B. Ketrampilan yang diperlukan dalam Menyusun Tahapan Pengelolaan Tools 1. Mengidentifikasi tools dapat bekerja dengan normal dan tidak normal Tools dapat bekerja dengan normal atau tidak normal perlu diidentifikasi agar : a. Tools siap untuk digunakan b. Pekerjaan cepat diselesaikan 2. Mengidentifikasi tools dapat dikelompokkan sesuai fungsinya Pengelompokan tools sangat diperlukan karena : a. Pengambilan tools cepat dilakukan b. Pekerjaan cepat dikerjakan 3. Mengidentifikasi tools sesuai prosedur Prosedur pengambilan dan pengembalian tools karena : a. Posisi tools yang sedang dipergunakan diketahui keberadaannya b. Tertib pengambilan dan pengembalian 4. Mengelola kondisi kelengkapan tools sesuai standar Kondisi tools perlu diperhatikan, karena : a. Dapat diketahui secara cepat tools yang rusak b. Dapat diketahui tools yang segera diperbaiki C. Sikap kerja yang diperlukan dalam menyusun tahapan pengelolaan tools Sikap kerja dalam menyusun tahapan pengelolaan tools harus dicapai secara maximum antara lain : Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 25


Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Sektor Otomotif-Sub Sektor Teknik Sepeda Motor Kode Modul G.45TSM01.012 . Kecermatan . Ketelitian . Berfikir evaluatif Judul Modul: Melakukan Pengelolaan Tools Halaman: 26


Click to View FlipBook Version