The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by w.hamidah, 2021-06-10 03:33:47

Klasifikasi Zat materi media-dikonversi

Klasifikasi Zat materi media-dikonversi

Klasifikasi Zat
Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Semua materi
di sekitar kita, termasuk semua makhluk hidup tergolong materi karena menempati ruang dan
memiliki massa. Contohnya besi, air, dan udara.
Materi dapat diklasifikasikan dengan dua cara,
a) berdasarkan keadaannya (wujudnya),
Klasifikasi Materi Berdasarkan Keadaannya Materi dapat berada dalam tiga wujud yaitu
padat, cair, dan gas yang didasarkan pada cara atom-atom dan molekul-molekul tersusun
di dalamnya.

b) Klasifikasi Materi Berdasarkan Komposisinya.
Secara ilmu kimia, apabila materi di jagad raya ini diklasifikasikan berdasarkan partikel-
partikel yang menjadi penyusunnya, terdapat tiga macam klasifikasi.
1. Unsur
Unsur adalah zat tunggal, unsur merupakan materi paling kecil yang tidak
bisa diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih kecil. Unsur memiliki sifat yang
berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Partikel penyusun unsur adalah atom-atom yang sejenis. Misalnya, unsur
hidrogen hanya tersusun atas atom hidrogen saja. Demikian pula dengan unsur
karbon, hanya tersusun atas atom karbon saja.

Di alam ini, terdapat 94 unsur yang bisa ditemukan secara alami.
Sedangkan selebihnya adalah unsur yang dibuat atau disintesis oleh manusia.
Jumlah total unsur yang diketahui hingga saat ini adalah 118 unsur.

Unsur dapat dikategorikan menjadi 3 macam, yakni unsur logam, unsur
non-logam, serta unsur semi logam (metaloid). Contoh-contoh unsur tersebut
adalah :

a. Contoh logam adalah besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), emas (Au),
dan platina (Pt).

b. Contoh non-logam antara lain adalah hidrogen (H), karbon (C),
oksigen (O), Brom (Br), dan iodium (I).

c. Contoh metaloid adalah silikon (Si) dan Germanium (Ge).

2. Senyawa

Senyawa adalah gabungan dua unsur atau lebih yang terbentuk melalui
reaksi kimia. Senyawa memiliki sifat yang berbeda dengan unsur-unsur
pembentuknya. Senyawa bisa dipisahkan ke unsur-unsur yang membentuk
senyawa tersebut. Komposisi jumlah atom masing-masing unsur pembentuk
dalam suatu senyawa dinotasikan dalam bentuk rumus kimia senyawa.

Contoh perbedaan sifat unsur penyusun dengan senyawa adalah garam
(NaCl). Natrium (Na) adalah unsur logam yang berwarna putih keperakan,
berwujud logam lunak, dan sangat reaktif. Sedangkan klor (Cl) adalah unsur
halogen berwujud gas berwarna kuning hijau pada suhu kamar. Klor dalam
konsentrasi tinggi bisa beracun bagi semua makhluk hidup, dan pernah digunakan
sebagai senjata kimia dalam Perang Dunia I. Akan tetapi senyawa NaCl, adalah
garam yang setiap hari dikonsumsi oleh manusia.

Senyawa tersusun atas komposisi atom unsur pembentuknya. Misalnya air
atau H_{2}OH2O , terbentuk dari 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen sehingga
membentuk molekul air. Senyawa termasuk zat tunggal, sedangkan komposisi
massa unsur-unsur penyusunnya bersifat tetap. Terdapat kurang lebih 10 juta

senyawa di alam. Salah satu senyawa yang jumlahnya paling banyak di bumi
adalah air.

3. Campuran

Campuran adalah kombinasi beberapa unsur atau senyawa yang tidak
saling bereaksi sehingga tidak membentuk zat yang baru. Atau bisa diartikan tidak
terjadi reaksi kimia dalam terbentuknya campuran. Bisa diartikan juga bahwa
campuran masih membawa sifat masing-masing materi yang menyusunnya.

Terdapat 2 macam campuran yaitu campuran homogen dan campuran
heterogen :

a. Campuran homogen adalah campuran yang partikel-partikel penyusunnya
tidak dapat dibedakan lagi. Contohnya adalah larutan gula atau larutan
garam. Gula atau garam tidak bereaksi dengan air yang menjadi
pelarutnya, tetapi sekadar bercampur. Ketika sudah bercampur, tidak bisa
dibedakan lagi mana garam dan mana air, atau gula dan airnya.

b. Campuran heterogen adalah kombinasi dua macamm zat atau lebih yang
masing-masingnya masih dapat dibedakan satu dengan yang lain.
Contohnya adalah air laut, adonan kue, adonan cor beton, air sungai, dan
sebagainya.


Click to View FlipBook Version