The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Veda Carreza, 2023-01-25 21:45:46

Jurnalistik Majalah Sekolah Digital : Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama

JURNALISTIK MAJALAH SEKOLAH DIGITAL ARQOMA NURVEDA UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BUKU DIGITAL INI TIDAK DIPERJUALBELIKAN Editor: Prof. Dr. Mustaji, M.Pd. Dr. Andi Mariono, M.Pd.


Kata Pengantar Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas izin dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan buku Jurnalistik Majalah Sekolah Digital : Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama. Buku ini sebagai buku suplemen kegiatan ekstrakulikuler sekolah, khususnya majalah sekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Kami berharap kehadiran buku ini dapat menjadi salah satu buku rujukan untuk melatih siswa Sekolah Menengah Pertama yang baru bersinggungan dengan dunia jurnalistik di era digital seperti sekarang ini. Bagi siswa, dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler khususnya majalah sekolah, dapat mengasah kemampuan kompetensi sosial dalam berorganisasi serta menerapkan secara prosedural dalam pembuatan majalah sekolah digital nantinya. Buku ini hadir dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, interaktif dengan soal praktek di tiap babnya dan visualisasi yang menarik. Akhir kata, tidak lupa kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan generasi emas bangsa Indonesia yang memiliki nilai utama religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. The new electronic independence re-creates the world in the image of a global village.” — Marshall McLuhan. II


DAFTAR ISI II Kata Pengantar III III Daftar Isi 1 Apa Itu Jurnalistik? 2 Jenis Media 3 Majalah 4 Majalah di Indonesia 5 Majalah Sekolah 7 Proses Jurnalistik : Peka Terhadap Peristiwa dan Lingkungan Sekitar 9 Proses Jurnalistik : Reportase dan Wawancara 11 Proses Jurnalistik : Menulis Artikel Berita 15 Proses Jurnalistik : Penyuntingan Artikel Berita


DAFTAR ISI I6 Proses Jurnalistik : Layout (Tata Letak) Halaman IV 21 Proses Jurnalistik : Publishing (Penerbitan) 35 Daftar Pustaka


Apa Itu Jurnalistik? Halo para jurnalis muda, pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan kata “berita” kan?. Kalau kata “wartawan” juga pasti sudah sering kalian dengar, kan?. Tapi bagaimana dengan kata ”jurnalistik”, apakah kalian cukup familiar dengan kata itu?. Jurnalistik adalah pengumpulan bahan berita (peliputan), pelaporan peristiwa (reporting), penulisan berita (writing), penyuntingan naskah berita (editing), dan penyajian atau penyebarluasan berita (publishing) melalui media. Hasil akhir dari kegiatan jurnalistik adalah penyebarluasan berita atau publishing yang dilakukan melalui media. Lalu, apa saja jenis media tersebut? 1


Jenis Media Yang pertama adalah Media cetak. Media cetak adalah media yang memuat informasi dan berita atau karya jurnalistik dalam bentuk cetak. Contohnya adalah, koran, majalah, buku, dan tabloid. Tahukah kamu siapa yang menemukan mesin cetak pertama kali? Penemu mesin cetak pertama kali adalah Johannes Gutenberg (1398-1468), setelah beberapa kali melalui serangkaian persiapan dan percobaan, pada tahun 1950 untuk pertama kali mesin cetak buatan Gutenberg beroperasi. Seiring berkembangnya teknologi pada awal abad ke-19 mesin cetak Gutenberg yang dioperasikan dengan tangan digantikan dengan mesin cetak bertenaga uap. Transformasi mesin cetak telah terjadi berulang kali hingga zaman modern seperti sekarang ini yang menggunakan teknologi komputer. Yang kedua adalah Media elektronik. Media elektronik adalah media yang proses bekerjanya menggunakan prinsip elektronik dan elektromagnetis. Cara Media elektronik menyampaikan berita dan informasi atau karya jurnalistik dengan cara memperdengarkan suara dan memperlihatkan gambar, serta dengan menampilkan proses terjadinya suatu peristiwa. Contoh media elektronik adalah Radio dan televisi. Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan gelombang elektromagnetik. Gelombang tersebut merambat lewat udara, karena itu gelombang radio tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara). Sedangkan televisi merupakan sebuah alat penangkap siaran bergambar melalui transmisi atau pancaran dan dapat juga disalurkan melalui kabel. Yang ketiga adalah Media Online (daring). Media online atau daring adalah penyebarluasan berita dan informasi atau karya jurnalistik melalui situs, web dan aplikasi yang terhubung dengan jaringan internet. Salah satu sifat media online adalah penyampaian informasi yang cepat, dan tidak terbatas ruang serta waktu. Format yang digunakan oleh media online paling lengkap daripada dua media sebelumnya. Contohnya, teks, foto, video maupun suara. Di zaman modern dengan kemajuan teknologi yang pesat seperti sekarang, media online lebih banyak diakses oleh para pencari berita dan informasi atau produk jurnalistik lainnya. 2


Setelah kalian mengetahui apa itu jurnalistik dan jenis-jenis media, mari kita mengenal lebih lanjut mengenai majalah. Pengertian Majalah adalah sebuah media publikasi atau terbitan secara berkala yang memuat artikel–artikel dari berbagai penulis serta mempunyai nomor urut setiap terbitannya. Selain memuat artikel, Majalah juga merupakan publikasi yang berisi cerita pendek, gambar, review, ilustrasi atau fitur lainnya yang mewarnai isi dari majalah. Oleh karena itu, majalah dijadikan salah satu pusat informasi bacaan yang sering dijadikan bahan rujukan oleh para pembaca dalam mencari sesuatu hal yang diinginkannya. Majalah 3 Berbicara mengenai majalah pertama yang terbit di dunia, itu ada banyak sumber yang berbeda-beda. Berdasarkan suatu literatur, majalah pertama yang terbit di dunia adalah Gentleman’s Magazine pada tahun 1731 yang kala itu terbit di Inggris. Majalah bertajuk Gentleman’s Magazine ini berisikan berbagai topik, mulai dari sastra, fiksi, humor, essai politik, musik, biografi tokoh, hingga kritisisme. Majalah bertajuk Gentleman’s Magazine lebih cocok disebut sebagai majalah umum yang pertama kali terbit sekaligus tampil lebih modern, selain itu juga dapat bertahan cukup lama hingga tahun 1901. Keberadaan media massa pasti tidak akan lepas dari peran seorang editor. Pada kala itu, seorang editor majalah Gentleman’s Magazine, bernama Edward Cave dengan nama pena “Sylvanus Urban”, menjadi sosok pertama yang menggunakan istilah “magazine”.


MAJALAH DI INDONESIA 4 Lalu, bagaimana ya perkembangan majalah di Indonesia? Apakah pada zaman dahulu, terutama ketika zaman penjajahan, muncul juga majalah dan dapat dibaca oleh masyarakat? Yuk simak ulasan berikut ini. Sejarah perkembangan majalah sebagai media massa di Indonesia, dimulai pada zaman penjajahan Belanda. Pada tahun 1853, majalah yang terbit di Indonesia pertama kali memiliki tajuk Tijdschrift voor Indische Taal- Land En Volkenkunde (disingkat TGB) yang diterbitkan oleh Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Ikatan Kesenian dan Ilmu Batavia) pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Ikatan Kesenian dan Ilmu Batavia) adalah sebuah lembaga kebudayaan yang berpusat di Batavia pada tahun 1778. Majalah ini jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia memiliki arti “Kebebasan & Antropologi Hindia-Belanda”. Sebelum kemerdekaan Indonesia tahun 1945, ternyata sudah banyak majalah yang diterbitkan oleh pihak Indonesia. Sebut saja majalah Soewara Moehammadijah, majalah Adil, dan majalah Daulat Ra’jat. Majalah Soewara Moehammadijah ini diterbitkan dalam bahasa dan aksara Jawa, yang terbit di Yogyakarta sejak tahun 1915 dan masih diterbitkan oleh Muhammadiyah sampai sekarang lho… Tahukah kamu majalah tertua yang masih terbit di Indonesia itu majalah apa? Jawabannya adalah Majalah Panjebar Semangat. Majalah ini bahkan sudah beredar sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Wah itu berarti, usia majalah ini sangat tua ya… Majalah tersebut diterbitkan pada 2 September 1933, yang berarti pada tahun 2023 ini, majalah tersebut berusia 90 tahun. Majalah Panjebar Semangat diterbitkan oleh Dr. Soetomo yang sekaligus merupakan pendiri organisasi Budi Utomo. Majalah tersebut diterbitkan dengan tujuan untuk mengorbarkan semangat kepada masyarakat Indonesia dalam upaya merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Saat pertama kali terbit, majalah ini ditulis dalam Bahasa Indonesia, tetapi seiring perkembangannya, majalah ini justru eksis dengan Bahasa Jawa.


Setelah sebelumnya tentang pengertian majalah dan sejarah majalah baik di Dunia maupun di Indonesia, kalian jadi makin menarik lagi dong tentunya untuk mengetahui tentang seluk beluk jurnalistik terutama majalah dan khususnya nanti majalah sekolah yang akan kalian jalankan dan lakukan. Majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan dan dikelola oleh sekolah. Keberadaan majalah sekolah sangat penting sebagai media penampung karya siswa sekaligus sebagai media komunikasi. Majalah sekolah bersifat informatif, edukatif, dan rekreatif. Sebagai media yang bersifat informatif dan edukatif, majalah sekolah juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran sebagai media pembelajaran. Sedangkan sifat majalah sekolah yang rekreatif, yaitu sebagai sarana siswa untuk bersikap dan berkegiatan secara aktif, produktif dan kreatif serta sarana mengaktualisasi diri kalian lewat berbagai macam tulisan, gambar maupun foto pada majalah sekolah. Mayoritas sekolah di Indonesia menempatkan majalah sekolah sebagai kegiatan ekstrakulikuler yang bertujuan untuk mengembangkan bakat, minat, kepribadian dan kemampuan kamu dibidang jurnalistik dibawah bimbingan tenaga pengajar pendamping, biasanya adalah guru sekolah tersebut yang sudah berpengalaman. 5 MAJALAH SEKOLAH


Majalah sekolah mempunya beberapa fungsi untuk kita sebagai pengelolanya, yaitu : 1.Sebagai media komunikasi, sebagai saluran dialog, dan pertukaran ide antar pihak yang yang berperan didalam sekolah. Pihak-pihak tersebut antara lain Guru, siswa, wali murid dan staf sekolah. Bagi pembaca majalah sekolah, terutama orang lain diluar sekolah tersebut dapat mengetahui segala sesuatu yang terjadi di sekolah tersebut melalui majalah sekolah. 2.Majalah sekolah sebagai sarana pengembangan diri kita yang terlibat dalam proses pembuatan majalah sekolah, maupun teman-teman kita diluar tim majalah sekolah untuk berkontribusi untuk mengisi konten majalah sekolah tersebut. seperti kita ketahui bahwa majalah sekolah terdapat bermacam-macam rubrik yang bisa siapa saja warga di lingkungan sekolah tersebut untuk berkontribusi didalamnya. 3.Sebagai sarana latihan berorganisasi bagi kita sejak dini. Kita dilatih untuk bekerja sama dengan teman-teman yang lain dan juga guru untuk menerbitkan majalah sekolah. 4.Kemampuan berpikir kritis kita juga semakin terasah dan peka terhadap isu-isu yang ada dilingkungan sekolah kalian. 6 MAJALAH SEKOLAH


Apa saja sih langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk dapat menerbitkan majalah sekolah? Baiklah, kita mulai dari yang pertama, yaitu apa yang bisa dijadikan konten atau isi dari majalah sekolah. Banyak sekali hal yang berkaitan dengan sekolah, kegiatan sekolah, lingkungan sekolah, profil warga sekolah, hingga prestasi sekolah dan lain sebagainya yang bisa diangkat menjadi konten majalah sekolah. Namun yang harus diingat adalah kita sebagai seorang jurnalis memiliki kewajiban menyampaikan informasi atau berita dengan jujur, jelas, dan jernih atau tidak berpihak, dengan tujuan agar informasi atau berita yang kita sampaikan dapat diterima dengan jelas dan tidak mengaburkan makna kebenaran yang terkandung di dalamnya. Setelah menentukan peristiwa apa yang akan kita jadikan berita, maka selanjutnya adalah menentukan narasumber yang akan kita jadikan sosok penting dalam peristiwa yang kita liput atau kita jadikan berita. Narasumber haruslah orang yang berkompeten (ahli) atau orang yang paling tahu tentang peristiwa tersebut. dengan adanya narasumber semakin menguatkan sebuah berita menjadi lebih kredibel. 7 PROSES JURNALISTIK Peka Terhadap Peristiwa dan Lingkungan Sekitar


jika sudah meliput suatu peristiwa, maka selanjutnya kita harus menentukan kapan berita tersebut diproduksi, dengan memasang deadline, atau tenggat waktu. Tujuannya agar berita tersebut selesai ditulis dan disunting untuk dipublikasikan tepat waktu. Langkah tambahan lain yang kalian dapat dilakukan adalah melakukan riset pendahuluan sebelum terjun ke lapangan. Misalnya, sebelum bertemu dengan narasumber hendaknya melakukan riset terlebih dahulu agar pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada narasumber tepat dan tidak melenceng kemana-mana. CHALLENGE! Coba kalian amati peristiwa apa yang terjadi di lingkungan sekolah saat ini, kemudian coba susun langkah-langkah awal setelah menemukan peristiwa sebagai bahan berita seperti penjelasan pada sub-bab ini! 8 PROSES JURNALISTIK Peka Terhadap Peristiwa dan Lingkungan Sekitar


Jurnalis atau reporter melakukan pekerjaannya dengan mengamati suatu peristiwa kemudian melakukan peliputan berita di tempat kejadian peristiwa tersebut, itulah yang dinamakan reportase. Jurnalis mulai meliput mengumpulkan data dan fakta seputar peristiwa yang akan diberitakan. Keuntungan jurnalis jika melakukan reportase langsung ke lokasi adalah dapat merasakan langsung keadaannya seperti apa, dan melihat hal-hal lain yang bisa dijadikan sumber tambahan berita. Dengan begitu nantinya berita yang disajikan akan semakin lengkap informasinya dari berbagai sudut pandang. 9 PROSES JURNALISTIK Reportase dan Wawancara


Dalam sebuah reportase terkadang dibutuhkan wawancara kepada pihak-pihak yang terlibat atau saksi mata dalam peristiwa tersebut. Namun sebelum melakukan wawancara hendaknya kita mengetahui beberapa prinsip, yang pertama adalah jangan melakukan wawancara dengan kepala kosong. Artinya kita harus memahami topik atau masalah yang akan ditanyakan agar percakapan selama wawancara “nyambung” dan informasi yang diharapkan bisa didapat. Yang kedua, siapkan deretan pertanyaan sebelum melakukan wawancara, agar fokus terhadap topik atau tema yang diinginkan. Yang ketiga adalah harus tetap bersikap sopan santun dan tutur kata yang baik ketika melakukan wawancara agar narasumber merasa nyaman dan tidak tersinggung sehingga kegiatan wawancara dapat berlangsung lancar. CHALLENGE! Coba setelah tadi kalian mengamati peristiwa di lingkungan sekolah, sekarang mulai susun rencana reportase dan wawancara, lalu praktekkan! 10 PROSES JURNALISTIK Reportase dan Wawancara


11 PROSES JURNALISTIK Menulis Artikel Berita Lalu bagaimana cara menulis berita? Jika berbicara mengenai penulisan berita kita harus mengingat prinsip 5W+1H. apa sih 5W+1H itu? Apakah diantara kalian ada yang tahu? Ya, benar sekali 5W+1H adalah rumus ketika kita akan menuliskan suatu peristiwa menjadi sebuah berita yaitu What, When, Where, Who, Why, dan How. So, mari Kita bedah satu-persatu.


Menulis Artikel Berita What dalam Bahasa Indonesia adalah “apa”, artinya kita menyampaikan peristiwa apa yang terjadi. When dalam Bahasa Indonesia adalah “kapan”, artinya kapan peristiwa tersebut terjadi. Biasanya merujuk pada satuan waktu saat berlangsungnya peristiwa tersebut. Where dalam Bahasa Indonesia adalah “di mana”, artinya dimana peristiwa tersebut berlangsung. Biasanya merujuk pada lokasi peristiwa tersebut terjadi. Who dalam Bahasa Indonesia adalah “siapa”, artinya mengacu kepada siapa-siapa saja orang/pihak yang terlibat dalam peristiwa yang diberitakan. Why dalam Bahasa Indonesia adalah “mengapa”, artinya informasi mengenai alasan, latar belakang, atau sebabmusabab peristiwa yang diberitakan itu terjadi. How dalam Bahasa Indonesia adalah “bagaimana”, artinya bagaimana peristiwa yang diberitakan tersebut bisa terjadi. Biasanya diartikan juga sebagai bagaimana kronologi atau urutan suatu peristiwa terjadi. 12 PROSES JURNALISTIK


13 PROSES JURNALISTIK Menulis Artikel Berita Yang perlu diingat dalam tahap awal tersebut hendaknya disusun dan dilakukan melalui rapat oleh tim redaksi. Sehingga menghasilkan perencanaan yang matang sebelum terjun ke lapangan mencari berita. Ketika jurnalis mulai bergerak melakukan kegiatan yang sudah direncakan dalam rapat sebelumnya bersama dengan tim redaksi, hendaknya tim redaksi tetap memantau kegiatan tersebut untuk melakukan rapat checking atau pengecekan. Dalam rapat tersebut pemimpin redaksi akan mengecek atau memantau sejauh mana perkembangan pekerjaan yang sudah direncanakan dalam rapat proyeksi. Jika ada masalah, misalnya ternyata narasumber yang sudah ditentukan tidak bisa dihubungi, maka redaksi dapat menentukan apakah berita yang sudah direncanakan tersebut masih bisa dilanjutkan atau tidak. Jika tidak memungkinkan, maka di dalam rapat checking ini bisa diputuskan untuk mengganti berita tersebut dengan informasi lainnya untuk ditindaklanjuti.


Menulis Artikel Berita Secara sadar atau tidak, dengan melakukan hal tersebut kalian telah menunjukkan bahwa kalian memiliki kompetensi sosial dalam diri. Dengan memecahkan masalah secara bijaksana, salah satunya melalui rapat atau diskusi maka akan terjadi sinergi yang baik antar anggota pengurus majalah sekolah. Harapannya adalah proses pembuatan majalah sekolah dari satu edisi ke edisi lain akan minim masalah atau trouble. CHALLENGE! Coba hasil observasi peristiwa dan reportase yang telah kalian lakukan tadi, ubah ke dalam bentuk tulisan jurnalistik menjadi sebuah artikel berita! 14 PROSES JURNALISTIK


Tiba saatnya kita sudah berada di tahap penyuntingan berita, setelah sebelumnya berada pada tahap pencarian berita dan penulisan berita. Selanjutnya, berita yang kalian tulis harus diberikan kepada penyunting (editor) untuk diperiksa apakah bahasanya sudah tepat dan menarik, apakah faktanya sudah akurat. Semuanya harus dicek ulang agar berita yang akan dipublikasikan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Siapa saja pihak yang berwenang untuk menyunting berita tersebut? Yang pertama-tama adalah penulis berita itu sendiri, kemudian ada pula editor bahasa, redaktur bidang, dan terakhir redaktur pelaksana. CHALLENGE Coba artikel berita yang kalian tulis tadi, disunting dengan bantuan teman kalian untuk dicek ulang agar artikel berita kalian menjadi bagus dan jelas! 15 PROSES JURNALISTIK Penyuntingan Artikel Berita


Kesederhanaan — simple, tidak ribet, berhubungan dengan kemampuan daya tangkap rata-rata pembaca di dalam menerima informasi. Kontras — merujuk pada elemen yang bisa menarik perhatian, seperti tipografi (huruf kapital, tebal, miring pada teks), juga menggunakan kontras warna dan hal lain yang ingin ditonjolkan. Keseimbangan — keseimbangan dalam “muatan” isi halaman, seperti simetris (formal) dan asimetris (dinamis, tidak formal). Keharmonisan — keselarasan antar-elemen grafis dari segi bentuk dan warna. Stressing/Emphasis — penekanan, memberikan titik-titik tertentu yang memperoleh fokus perhatian. Konsisten – Font (ukuran, jenis, warna). Setelah menyelesaikan tahap editing atau penyuntingan naskah berita, maka yang kalian lakukan selanjutnya adalah mengatur layout atau tata letak halaman majalah sekolah yang akan diterbitkan. Pengaturan tata letak tersebut penting agar majalah sekolah terlihat menarik secara visual dan mudah dibaca, seperti mengatur cover, judul, teks, gambar, background dan lain-lain. Teknik dasar layout, menurut para ahli desain, mengacu pada beberapa prinsip dasar seperti, 1. 2. 3. 4. 5. 6. 16 PROSES JURNALISTIK Layout (Tata Letak) Halaman


Disamping prinsip layout, terdapat pula elemen-elemen layout yang harus kalian ketahui, agar majalah sekolah kalian menjadi bagus hasilnya. Elemen-elemen layout meliputi; header (area antara sisi atas kertas dan margin atas), judul artikel, subjudul artikel, teks isi artikel, frame, kutipan, foto & caption, ilustrasi, footer (area antara. Sisi bawah kertas dan margin bawah), nomor halaman, background dan logo. Dahulu sebelum kalian berada di zaman gadget, smartphone dan internet seperti sekarang ini, pembuatan layout halaman majalah menggunakan aplikasi-aplikasi software dari computer atau laptop. Contoh software tersebut adalah CorelDraw, Pagemaker, Adobe InDesign, Adobe Illustrator, Macromedia Freehand dan lain sebagainya. Kini dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih dan mulai banyaknya aplikasi-aplikasi editing & design online yang bermunculan di internet, maka membuat layout halaman majalah semakin mudah dilakukan. Di internet juga banyak bertebaran template atau contoh halaman yang dapat langsung dipakai mengedit halaman sesuai kemauan kalian. Jadi tidak ada alasan bagi kalian untuk tidak mencobanya bukan? 17 PROSES JURNALISTIK Layout (Tata Letak) Halaman


Membuka situs Canva.com Mendaftar akun di Canva dengan mendaftarkan alamat email kalian terlebih dahulu Aktivasi pemberitahuan Canva di Email kalian Buka lagi aplikasi Canva lalu Login dengan menggunakan alamat email kalian yang telah di daftarkan tadi Akun Canva kalian siap untuk digunakan Sebagai contoh, salah satu aplikasi yang populer akhir-akhir ini dan sering dipakai para generasi muda adalah Canva. Bagi kalian yang masih pemula menggunakan Canva, rasanya tidak begitu sulit karena telah tersedia template untuk mendesain majalah. Banyak ukuran template yang dapat digunakan dan menyesuaikan dengan kebutuhan materi majalah yang diinginkan. Selain itu menggunakan Canva dapat langsung menyimpan maupun mengeksport file yang diinginkan dalam bentuk. JPG, PNG, PDF, dll. So, berikut ini adalah langkah-langkah cara membuat halaman majalah menggunakan Canva. 18 PROSES JURNALISTIK Layout (Tata Letak) Halaman


Jika akun kalian telah siap untuk digunakan maka kita bisa memilih fitur home dan template yang diinginkan Pilih salah satu template yang akan kalian gunakan klik template yang kalian pilih edit tulisan, gambar, maupun properti yang ada di template tersebut sesuaikan dengan kebutuhan yang kalian inginkan. Apabila telah selesai satu halaman, kalian bisa melanjutkan halaman berikutnya dengan meng-klik tanda tambah di bagian bawah desain. Apabila sudah selesai klik simpan Pilih bentuk file yang akan kalian download lalu klik unduh/download Perhatikan lembar yang akan kalian download, lihat halaman yang di download apabila kalian hanya ingin menyimpan satu halaman saja maka silahkan tuliskan halaman yang akan di download. Jika kalian langsung download tanpa menuliskan halaman maka akan langsung terdownload seluruh halaman. Setelah di download halaman bisa langsung digunakan. Setelah itu kalian dapat mulai membuat desain halaman, dengan langkahlangkah sebagai berikut. Langkah terakhir adalah mengeksport hasil desain layout halaman majalah kalian sebelumnya dengan Langkah-langkah sebagai berikut. 19 PROSES JURNALISTIK Layout (Tata Letak) Halaman


CHALLENGE! Coba sekarang anda praktekkan mengatur layout halaman majalah sekolah yang sudah anda sunting sebelumnya, dengan menggunakan aplikasi apa saja yang anda kuasai atau bisa operasikan! 20 PROSES JURNALISTIK Layout (Tata Letak) Halaman Contoh tampilan Canva Tampilan template halaman majalah Tampilan mengedit halaman majalah Tampilan template cover majalah


21 PROSES JURNALISTIK Publishing (Penerbitan) Publishing atau penerbitan, dalam hal ini majalah sekolah, adalah akhir dari rangkaian atau tahapan dalam kegiatan jurnalistik. Jika kegiatan mengatur tata letak halaman majalah satu-persatu sudah dilakukan dan siap untuk dicetak, maka Langkah selanjutnya adalah menghubungi dan menuju percetakan untuk mencetak halaman per halaman tersebut menjadi sebuah majalah. Sedangkan di era digital atau modern seperti sekarang ini, penyebarluasan majalah sekolah tidak hanya terbatas pada mencetak majalah sekolah ke dalam bentuk fisik. Majalah sekolah tersebut dapat dirupakan menjadi majalah sekolah digital dengan menggunakan berbagai macam cara dengan menggunakan jaringan internet. Seperti mewujudkan setiap artikel dalam bentuk artikel di website, blog, atau mewujudkan majalah tersebut berbentuk digital atau e-book. Ada banyak sekali sekarang ini domain web yang dapat membantu kalian memiliki website untuk kegiatan menyebarluaskan artikel majalah sekolah. Salah satu yang populer dan gratis sekarang ini adalah wix.com. Sebuah platform yang menyediakan jasa pembuatan website atau blog berbasis cloud dengan layanan website builder.


Kalian dapat membuat website yang menarik dan mobile friendly secara gratis tanpa harus menguasai coding. Bagaimana cara membuatnya? Pasti kalian penasaran kan, yuk ikuti tutorialnya. 1. Membuat akun di wix.com. Buka halaman wix.com pada browser, Kemudian buat akun dengan mendaftarkan alamat email dan password. Atau kamu juga bisa mendaftar dengan akun Facebook dan juga Google. 22 PROSES JURNALISTIK Publishing (Penerbitan)


2. Setelah berhasil mendaftar, pilih jenis website yang ingin kamu buat. Tersedia beberapa pilihan seperti blog, portfolio, toko online, dan lain-lain. Misalnya di sini kalian akan membuat blog untuk menampilkan artikel majalah sekolah. Klik ‘blog’ pada kolom yang tersedia. 23 PROSES JURNALISTIK Publishing (Penerbitan)


3. Setelah memilih jenis website, akan muncul dua pilihan. Di sini kalian bebas memilih apakah ingin mengatur template sendiri atau biarkan Wix membuatnya untukmu. Supaya lebih bebas mengelolanya, pilih opsi membuat website dengan editor. Klik ‘Edit a template’. 24 PROSES JURNALISTIK Publishing (Penerbitan)


4. Selanjutnya, pilih template yang sudah tersedia dari Wix. Klik yang cocok dengan keinginan, lalu klik ‘Edit’ di bagian template tersebut. 25 PROSES JURNALISTIK Publishing (Penerbitan)


5. Setelah itu, kamu akan diarahkan pada dashboard untuk mengedit tampilan website. Bentuk tampilan dashboard editing seperti berikut: 26 PROSES JURNALISTIK Publishing (Penerbitan) Melalui fitur drag & drop, Wix memberikan kemudahan yang dapat kalian dirasakan. Kalian dapat mengatur, memindahkan, menambahkan elemen-elemen pada website hanya dengan melakukan drag dan kemudian drop ke tempat yang diinginkan.


6. sebelum memulainya, pilih dahulu page yang ingin kalian edit. Caranya klik pada menu dropdown ‘Page’ di pojok kiri atas. Kalian dapat melihat struktur halaman website dan pilih salah satu page yang ingin kalian edit terlebih dahulu. 27 PROSES JURNALISTIK Publishing (Penerbitan)


7. Di sisi kiri dashboard, terdapat menu bar untuk mengatur tampilan dan menambah elemen pada website. Di bagian tersebut ada beberapa section yang bisa kalian atur untuk mengubah tampilan website. 28 PROSES JURNALISTIK Publishing (Penerbitan) Menus & pages : Untuk mengatur site menu, blog pages, lightboxes dan page transition pada website. Background : Mengatur page background. Kalian bisa tambahkan gambar atau video sebagai background atau menggantinya dengan warna solid agar lebih simple. Add : Fitur untuk menambah elemen-elemen pada website.


Add Apps :Mengelola integrasi aplikasi pada website. Di sini kalian bisa menambahkan fitur/aplikasi di dalamnya. Seperti search box, chat column, forum, maps, countdown, fitur-fitur marketing, fitur online store dan lainnya. Media :Untuk menginput gambar dan video ke dalam website. My Blog: Membuat postingan pada website 8. Atur layout/tata letak website dengan klik logo zoom out di kanan atas. Di sini kamu bisa mengaturnya dengan melakukan drag & drop layout ke tempat yang kamu inginkan. PROSES JURNALISTIK Publishing (Penerbitan) 29


9. Langkah selanjutnya. Adalah membuat postingan. Setiap blog pasti memiliki konten. Untuk membuat konten, klik pada menu ‘My blog’ > ‘Create a post’. Kemudian kalian akan diarahkan pada halaman dashboard untuk membuat postingan. Tampilan dashboardnya cukup familiar, hampir sama seperti website builder lainnya. PROSES JURNALISTIK Publishing (Penerbitan) 30


10. Mulailah menulis postingan di area yang tersedia. Pada bagian atas area, terdapat pengaturan untuk menata struktur tulisan, font, alignment, spacing, dan lainnya yang biasanya dapat ditemukan pada pengolah kata. Setelah selesai menulis, kamu dapat mengelola pengaturan pada postingan tersebut. Di sisi kiri halaman, terdapat menu bar untuk mengaturnya. PROSES JURNALISTIK Publishing (Penerbitan) 31


Add : Untuk menambahkan file, gambar, video, GIF, HTML code pada postingan. Settings : Menu pengaturan postingan. Untuk mengatur cover image, publish date, dan author. SEO : Tools pengaturan SEO. Atur SEO title, description dan URL Slug untuk setiap postingan agar website kalian dapat muncul di search engine. Categories : Untuk mengelompokkan postingan ke dalam kategori Tags : Untuk menambahkan tags pada postingan. Tags berguna agar pembaca dapat menemukan postingan kalian yang lain dengan tema yang mirip. Kalian bisa menambahkan hingga 30 tags pada setiap postingan. PROSES JURNALISTIK Publishing (Penerbitan) 32


11. Setelah selesai membuat postingan, kalian bisa publish post tersebut dengan klik tombol ‘Publish’ di kanan atas. Atau jika kalian tidak ingin segera publish, klik panah dropdown menu dan pilih ‘Save as draft’ atau ‘Schedule post’ untuk mem-publish postingan di waktu tertentu. PROSES JURNALISTIK Publishing (Penerbitan) 33


12. Setelah selesai, kalian bisa melihat preview website terlebih dahulu untuk memastikan tampilannya sudah sesuai. Klik tombol ‘Preview’ di kanan atas. Salah satu kelebihan Wix, pengguna bisa membuat tampilan website yang mobile friendly. Kalian bisa melihat tampilan website secara mobile dengan klik ikon berlogo handphone di kiri atas. Kalian juga bisa edit versi mobile tersebut di menu sebelah kiri, sama seperti saat mengedit pada versi desktop. Jika tampilannya sudah oke, publish website dengan klik ‘Publish’ di pojok kanan atas. Website/blogmu sudah berhasil dibuat! Wix menyediakan layanan untuk membuat website secara gratis. Namun, ada beberapa fitur di dalamnya yang hanya bisa dipakai bila kalian melakukan upgrade ke akun berbayar. Contohnya untuk mengganti domain Wix atau menambah beberapa aplikasi berbayar ke dalam blogmu. Jika kalian butuh fitur lanjutan tersebut disarankan untuk upgrade ke akun berbayar. CHALLENGE! Coba sekarang kalian praktekkan cara membuat halaman blog di wix.com tersebut, lalu masukkan artikel tadi yang sudah kalian buat! PROSES JURNALISTIK Publishing (Penerbitan) 34


DAFTAR PUSTAKA 35 John, V. (2008). Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Prenada Media Group. Kholik, A. (2021). Pelatihan Menulis Artikel Dengan Pendekatan Jurnalistik Untuk Siswa SMP dan SMA Di Kabupaten/Kota Depok. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (Vol. 2, No. 1, pp. SNPPM2021P320). Ridho, I., Rois, M., & Ardiansyah, D. (2021). Menjadi Jurnalis Milenial. Kemdikbud. Romli, A. S. M. (2018). Jurnalistik online: Panduan mengelola media online. Nuansa Cendekia.


Click to View FlipBook Version