PROFIL
KELURAHAN
GUNUNGPATI
KKN UNISVET 2021
KKAATTAA
PPEENNGGAANNTTAARR
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami sampaikan kepada Allah SWT yang
telah memberikan rezeki, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga kami
mampu menyelesaikan artikel Kelurahan Gunungpati. Tulisan ini
ditujukan sebagai hasil yang telah diperoleh dari kegiatan Kuliah Kerja
Nyata Universitas IVET tahun 2021.
Penulisan artikel ini telah mendapat banyak bantuan, bimbingan,
dorongan, semangat, dan doa dari berbagai pihak, oleh karena itu pada
kesempatan ini dengan ketulusan hati, kami mengucapkan
terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membimbing selama
KKN seperti ibu Sri Sayekti, S.H, M.Pd selaku dosen pembimbing
lapangan, Bapak Mulyono, SH selaku Lurah Gunungpati, Bapak Nur
Hamid selaku kepala RW 02, Bapak RT 01-05, Mbah Alwi dan Bapak
sartono selaku narasumber, Lembaga masyarakat desa seperti,
Karang Taruna (MARKAS), Posyandu dan PKK, serta seluruh warga RT
01 sampai RT 05 yang telah membantu kegiatan KKN berupa material
maupun non material. Selain itu kami juga berterimakasih kepada
perangkat Desa di Kelurahan Gunungpati dan seluruh masyarakat
yang telah mempermudah program kegiatan KKN sehingga dapat
berjalan dengan baik daan lancar.
Artikel ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh desa untuk
meninjau dan memperkenalkan kembali kelurahan magersari
khususnya kelurahan Magersari kepada masyarakat luas. Penulis
menyadari bahwa penyusunan artkel ini memiliki banyak kekurangan
dalam penulisannya sehingga masih banyak kesalahan dan
ketidaksempurnaan dalam penulisan artikel ini.. penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran dalam perbaikan di masa yang akan
datang.
Semarang, 19 Maret
2021
Tim Penulis
KKN Universitas ivet “Back to village” Tahun 2021
SEJARAH
GUNUNGPATI
Cerita rakyat gunungpati memiliki keterkaitan dengan Kota Pati Berdasarkan buku
berjudul “Sejarah Pati” ( Ahmadi, 2013 ) dikisahkan wilayah Pati dengan
kepemimpinan Ki Ageng Panjawi memiliki dua keturunan yang pertama adalah putri
yang bernama Rara Sari yang diperistri oleh Panembahan Senopati. Keturunan
kedua adalah laki – laki bernama Raden Sidik atau Raden Wasis yang kemudian hari
menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Adipati Pati dengan nama Adipati Wasis
Wijoyokusumo. Sejak kecil Raden sidik sudah mempunyai kelebihan dibandingkan
anak seusianya, sorot matanya jernih, akalnya cerdas dan memiliki keterampilan
olah keprajuritan serta mahir naik kuda.hingga pada akhirnya Raden sidik tumbuh
menjadi pemimpin yang gigih , berani dan sakti saat menjabat menjadi Adipati Pati.
Kadipaten pati dibawah pimpinan Adipati Wasis jayakusuma atau Wijoyokusumo
terkenal sangat aman, tentram, dan makmur. Tidak jarang sang Adipati Wasis
Joyokusumo berkeliling mengunjungi desa satu ke desa lain dengan tujuan untuk
lebih dekat dengan rakyat .
Suatu saat Adipati diminta tolong untuk membantu mataram yang
dipimpin oleh Panembahan Senopati yang tak lain adalah kakak iparnya dikarenakan
kakak kandungnya yaitu Kanjeng Ratu Rara Sari dinikahkan dengan Danang
Sutawijaya atau dikenal dengan Panembahan Senopati. Adipati Wijoyokusumo
diminta untuk membantu dalam menghadapi perang melawan Madiun. Dalam
bertempur tak ada rasa takut didada Adipati Wasis Joyo Kusumo. Setiap lawan satu
– persatu dikalahkan, berbagai senjata musuh seperti tombak, pedang dan keris
menghujam ke tubuh Adipati namun tiada goresan sedikitpun yang mengenai
kulitnya, perang pun terjadi antara pasukan Adipati Wasisjoyokusumo melawan
Madiun. Sampai pada akhirnya Adipati berhadapan dengan Madiun dapat dikalahkan
dan kemudian menjadi bagian dari daerah kekuasaan Mataram.
Setelah melaksanakan tugas Adipati Wasis Joyokusumo dengan
menunggangi kuda kesayangannya yang bernama Juru Taman kuda ini berwarna
Hitam kelam pergi ke Mataram untuk menyerahkan harta rampasan perang
termasuk Putri Boyongan Rara Ayu Retno Dumilah yang dijadikan tahanan oleh
Adipati karena dianggap berbahaya. Namun yang terjadi adalah Panembahan
Senopati membebaskan Retno Ayu Dumilah. Adipati pun pergi dengan perasaan
yang khawatir akan kakak kandungnya.
Suatu hari Adipati Wasis Joyokusumo berkunjung ke Mataram karena khawatir
akan kondisi kakaknya setelah mendengar kabar bahwa Retno Ayu Dumilah dijadikan
istri muda Panembahan, pada saat di kerajaan Mataram Panembahan Senopati justru
menghendaki kuda tunggangan kesayangan Adipati yaitu Juru Taman dan
menukarkannya dengan lembu Pragola. Adipati tetap bersabar dan mengikhlaskan
untuk diberikan setelah itu Adipati kembali ke Kadipaten Pati dengan mengendarai
lembu.
Pada suatu hari untuk mengukur kesetiaan para Adipati terhadap Rajanya salah
satunya adalah Senapati mengadakan pasowanan agung para adipati. Dalam sebuah
pertemuan para adipati di Mataram yang dipimpin langsung oleh Panembahan Senapati,
yang tidak hadir adalah Adipati Pragola atau Adipati jayakusuma, ketidakhadiran sang
Adipati karena merasa Pati bukanlah bawahan Mataram. Bagi Panembahan Senapati
ketidakhadiran dalam pasowanan merupakan pembangkangan seorang adipati
terhadap Raja. Ada laporan yang menyatakan bahwa Pati ingin memberontak
Mataram,mendengar laporan tersebut Panembahan Senapati Murka dan
memerintahkan menggempur Pati.
Berita mengenai Pati akan digempur dan ditaklukkan Mataram terdengar oleh
Adipati Pragola Pati atau Adipati jayakusuma. Pada hari itu juga sang Adipati siap
mempertahankan dan membela keutuhan wilayah Pati hingga titik darah penghabisan.
Panembahan Senapati sangat berambisi untuk meluaskan wilayah kekuasaannya,
Kerajaan Mataranm menjadi besar dan Penembahan mampu menundukkan kerajaan –
kerajaan lain karena mendapat bantuan dari Adipati Wasis Jayakusuma atau Pragola
Pati namun semua bantuan dan kebaikan yang diberikan Adipati tidak ada artinya. Adipati
memandang itu sebagai pengungkapan nafsu berkuasa yang berlebih – lebihan yang
lama – kelamaan dapat membahayakan semua penguasa daerah di Jawa Tengah, apabila
mereka hendak mempertahankan sebagian kemerdekaan mereka.
Ribuan prajurit mataram berbondong – bondong bergerak menuju Pati dan yang
dikirim adalah prajurit – prajurit pilihan dengan peralatan yang lengkap. Adipati Pragola
Pati dalam menghadapi lawan tidak gegabah karena Mataram adalah kerajaan besar dan
kuat, semua pembesar Pati dan punggawa dikumpulkan di pendapa Kabupaten dan diberi
penjelasan mengenai strategi mempertahankan wilayah. Pertama, penguasa sementara
Pemerintahan di serahkan Pati Penjaringan. Kedua, Setiap kepala rumah tangga harus
mengamankan wilayah seluas pekarangan masing – masing. Ketiga, yang menghadang
Mataram adalah Adipati Wasis Jayakusuma atau Pragola Pati sendiri dengan maksud
bertemu dan berperang tanding dengan Panembahan Senapati.
Adipati Pragola pati berangkat meninggalkan pendapa kadipaten menuju medan
tempur di kawal oleh prajurit berkuda. Setelah perjalanan panjang dilalui sampai disuatu
tempat dari arah yang berlawanan mulai tampak ribuan prajurit Mataram dengan
Tombak dan senjata siap di tangan. Iring – iringan pasukan itu semakin dekat, begitu
saling berhadapan pecahlah Perang Pati dengan Mataram.
Dilihat dari jumlah prajurit Mataram lebih unggul namun dalam penguasaan
medan perang Pati lebih menguasai. Tombak dan pedang saling berkelebat, Adipati
Pragola Pati dikeroyok beramai – ramai. Tombak bertubi – tubi menghujam di dada sang
Adipati, justru ujung senjata tersebut banyak yang patah dan putus, hingga para prajurit
Mataram mundur, mereka lari kocar – kacir dan para pasukan Pati serta Adipati tetap
mengejar. Perburuan terus dilakukan hingga daerah perbatasan tepatnya di sekitar
sungai dengkong sebelah timur Prambanan. Di tempat tersebut pertempuran Pati dan
Mataram pecah untuk kedua kalinya, prajurit Mataram lebih kuat karena mendapat
tambahan pasukan khusus pengawal kerajaan, kedua belah pihak banyak yang
berjatuhan namun Adipati kembali menguasai peperangan hingga pasukan Mataram
ditarik mundur dan kali ini memasuki wilayah Mataram. Mengetahui para prajurit
Mataram sudah melewati perbatasan dan meninggalkan wilayah Pati, Adipati Pragola
Pati berhenti melakukan pengejaran, beliau teringat amanat sang guru Ki Ajar Pulo Upih
ketika menuntut ilmu spiritual. Ia mendapat pelajaran yang menyatakan bahwa sifat
kesatria tidak mengganggu orang lain, tetapi kalau diganggu harus berani melawannya.
Karena sebenarnya yang ingin dilawan Adipati Pragola Pati adalah Panembahan
Senapati sendiri bukanlah prajurit Mataram.
Setelah menunggu beberapa lama Raja Mataram tidak muncul, Adipati Pragola
Pati menarik diri sampai di Bukit Gunung Ungaran sambil menanti datangnya
Panembahan Senapati untuk duel satu lawan satu. Salah satu pengawal menyampaikan
usul bahwa sebaiknya kanjeng Adipati berkenan pulang ke Pati. Namun jawaban yang
diterima pengawal adalah kalau sudah maju perang hanya ada dua semboyan yaitu
menang atau pulang tinggal nama.
Pada akhirnya Pragola Pati atau Adipati Wasis Wijayakusuma tidak pulang ke Pati
dan ketika sedang perjalanan sampai di sebuah pegunungan dia memilih mendirikan
pesanggrahan di suatu tempat perbukitan. Beliau menamai dengan Gunungpati yang
diambil dari kata ( gunung ) karena daerah tersebut merupakan daerah pegunungan dan (
Pati ) yang diambil dari namanya sendiri. Maka terbentuklah daerah yang bernama
Gunungpati menjadi sebuah tempat pesanggrahan, dan Kyai Pati sebagai orang yang
dikenal membuka daerah ini, maka lahirlah daerah seperti kliwonan, sikrangkeng,
ngabean dan kauman yang sampai saat ini masih ada sampai pada akhirnya beliau wafat.
LETAK
GEOGRAFIS
Desa magersari terletak di dekat Gunung Ungaran Kabupaten
Semarang. Berada di daerah perbukitan, tempat ini memiliki ketinggian 259
meter dengan curah hujan rata-rata 1,853 mm/bulan. Hal itu membuat
udara di Gunungpati relatif sejuk karena tanahnya berada pada posisi yang
tinggi. Topografi permukaan tanahnya bergelombang dan terdapat tanah
curam/jurang pada beberapa lokasi. Sebagian besar tanahnya berwarna
merah menandakan kesuburan sehingga sangat cocok untuk pertumbuhan
berbagai macam tanaman dan buah-buahan.
Desa Magersari terdiri dari empat
Kampung, yaitu Kampung Mekarsari,
Kampung Kauman, Kampung Magersari,
dan Kampung Sikrangkeng. Jarak Desa
Magersari menuju ke kecamatan
Gunungpati adalah sejauh 7 km dan
untuk menuju Kota Semarang adalah
sejauh 20 km. Desa Magersari juga
memiliki wisata objek kuliner bagi para
pecinta durian yaitu “Sentra Kebun
Durian Monti Gunungpati” yang sudah
begitu terkenal di kalangan pecintanya.
STATISTIK
KEPENDUDUKAN
Usia 55 tahun ke atas Usia 25-55 tahun
15% 46%
10%
10%
10%
9%
Usia 0-6, 7-12, 19-24 tahun
Usia 13-18 tahun
DATA
PENDUDUK
DEMOGRAFI
KELURAHAN GUNUNGPATI
JUMLAH RT : 44
JUMLAH RW : 10
JUMLAH KK : 2.665 KK
MATA
PENCAHARIAN
PENDUDUK
PETANI Sebagian besar mata pencaharian
WIRASWASTA penduduk di Kelurahan Gunungpati
KARYAWAN adalah sebagai petani, dikarenakan letak
LAIN - LAIN geografis yang berada dibawah kaki
gunung Ungaran yang subur sehingga
lahan pertanian sangat berpotensi
untukditanami oleh sayursayuran.
TINGKAT
PENDIDIKAN
BELUM SEKOLAH : 494
TDAK TAMAT SD : 789
TAMAT SD/SEDERAJAT : 1107
TAMAT SMP/SEDERAJAT : 2041
TAMAT SMA/SEDERAJAT : 1339
TAMAT AKADEMI/SEDERAJAT : 177
TAMAT PERGURUAN TINGGI/SEDERAJAT : 173
PARIWISATA
GUNUNGPATI
1. SATE KREMBIS
2. KAMPUNG WISATA BATIK ALOM
3. KEBUN BUAH MAGERSARI
4. MAKAM ADIPATI WASIS JOYOKUSUMO
PROGRAM
KERJA
Nama Kelompok
1. Fiqi Nur Rohman
2. Laili Miftahul Huda
3. Kiki Kurniawan
4. Ambar Ningrum
5. Aghni Kurnia Wati
6. Yoman Margi Tiarno
7. Wahyu Indrawati
8. Irma Yuliani
9. Martina Esti Asih
10. Muhammad Hasbi A.
11.Ira Khikayatu Nadhiroh
12. Winda Wulan Sari
PROGRAM
KERJA
1. BIMBINGAN BELAJAR
Bimbingan belajar merupakan tempat bagi anak-anak SD, SMP dan SMA / SMK
Kelurahan Gunungpati untuk belajar bersama jam 20.00 – 21.00 WIB Setiap hari
Selasa dan Kamis yang dilaksanakan di musholla annur dan setiap hari senin
pukul 16.00 WIB yang dilaksanakan di musholla baitul muhlashin. Anak-anak
mendapatkan pelajaran tambahan yang bertempat di posko KKN. Kegiatan
bimbingan belajar ini memberikan bantuan kepada anak-anak untuk
mengerjakan PR dari guru dan membantu anak yang mengalami kesulitan
dalam belajar, kemudian tim KKN memberikan soal latihan kembali untuk
langsung dikerjakan di tempat bimbel. Selain itu, pada akhir pertemuan bimbel
tim KKN juga memberikan motivasi kepada anak-anak untuk rajin belajar.
Faktor Pendukung dan Penghambat
Hambatan yang dialami yaitu tutor tidak memiliki buku pendukung untuk materi.
Adapun usaha yang dilakukan untuk mengatasinya yaitu sebisa mungkin tutor
menggunakan media yang ada untuk mencari materi melalui searching di
internet. Mengajari anak-anak yang datang karena meskipun tidak satu desa
yang ikut tetapi pesertanya sudah cukup banyak. Selain itu Memberikann
Reward berupa makanan ringan sehingga anak-anak tetap bersemangat
mengikuti bimbel.
Hasil Yang Ingin Dicapai
Hasil yang diperoleh dari program bimbel ini yaitu :
1. Dapat meningkatkan prestasi belajar anak di sekolah.
2. Anak dapat menyelesaikan tugas secara mandiri.
3. Memotivasi anak-anak dalam belajar
PROGRAM
KERJA
2. LOMBA MEWARNAI
Lomba mewarnai gambar dengan tema menjaga kebersihan dalam masa
pandemic ini merupakan program edukasi yang dilaksanakan untuk menambah
pengetahuan serta wawasan dan meningkatkan kreativitas anak. Kegiatan ini
dilaksanakan di aula kelurahan Gunungpati pada tanggal 28 februari 2021 yang
di ikuti oleh anak-anak PAUD, TK, SD kelas 1-2.
Faktor Pendukung dan Penghambat
Hambatan yang dialami yaitu ibu dari anak-anak ikut dalam mewarnai
sehingga anak kurang terlihat kreativitasnya. Usaha yang dilakukan untuk
mengatasi hambatan yaitu tutor dibagi untuk mendampingi siswa sehingga
anak menjadi lebih mandiri.
Hasil Yang Ingin Dicapai
Adapun hasil yang dicapai adalah meningkatnya kreativitas anak dan
bertambahnya pengetahuan anak. Serta memberikan reward berupa hadiah
untuk anak-anak yang dapat mewarnai dengan baik dan benar serta untuk
menambah pengetahuan umum anak, serta memberikan reward berupa
hadiah pada anak dengan juara 1,2,3.
PROGRAM
KERJA
3. SENAM SEHAT
Pelaksanaan kegiatan senam sehat dilakukan pada 2 tahap yang pertama adalah
senam sehat rutin rw 02 yang dilaksanakan di sekitar taman toga rt 03 yang
diikuti masyarakat, serta senam sehat akbar yang dilaksanakan di halaman
kelurah Gunungpati pada tanggal 28 februari 2021 yang melibatkan seluruh
masyarakat khusunya rw 02 baik anak-anak maupun dewasa dan remaja. Dalam
pelaksanaan senam sehat akbar panitia senam sehat yang terdiri dari tim KKN
dan karang taruna Markas memberikan reward berupa undian hadiah yang
diberikan kepada msyarakat yang beruntung, kegiatan ini secara gratis
diadakanagar dapa diikuti oleh masyarakat.
Faktor Pendukung dan Penghambat
Hambatan yang dialami saat pelaksanaan kegiatan senam sehat ini adalah
kurangnya suasana yang konduksif dan mengkoordinasi anak-anak yang ikut.
Usahan yang dilakukan untuk mencegah hambatan yaitu dengan menertibkan
anka-anak yang ikut.
Hasil Yang Ingin Dicapai
Adapun hasil yang dicapai adalah meningkatkan imunitas msyarakat desa
gunung pati dan meningkatkan keakraban tim KKN denganmsyarakat sekitar.
PROGRAM
KERJA
4. POSYANDU
Program ini dilaksanakan dengan tujuan membantu pelaksanaan posyandu di
Kelurahan Gunungpati Dalam pelaksanaan program ini Mahasiswa KKN
membantu jalannya kegiatan posyandu. Kegiatan ini dilaksanakan di kampung
magersari khususnya rw 02 yang dilaksanakan pada tanggal 11 februari 2021
dan 8 maret 2021 pada pukul 08.00-11.00.
Faktor Pendukung dan Penghambat
Hambatan yang dialami yaitu kesulitan dalam menangani balita; pelaksanaan
posyandu yang kurang terstruktur; Usaha yang dilakukan untuk mengatasi
hambatan yaitu mahasiswa KKN berusaha membantu dalam urusan
administrasi dan dalam menangani balita secara langsung tetapi dibantu oleh
petugas Posyandu.
Hasil Yang Ingin Dicapai
Adapun hasil yang diperoleh adalah balita di Kelurahan Gunungpati
mendapatkan pelayanan yang baik di posyandu sehingga menunjang kesehatan
balita dan meningkatkan fungsi Posyandu.
PROGRAM
KERJA
5. BERSIH TOGA
Kegiatan bersih taman toga yang dilaksanakan di kelurahan Gunungpati
khususnya rw 02, meliputi taman toga rt 03,04&05 kerja bakti dilaksanakan pada
tanggal 13,14 februari 2021 dan 21 februari 2021, pelaksanaan bersih taman toga
dilakukan pada pukul 07.00-10.00 WIB.
Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor pendukung kegiatan bersih taman toga ini antara lain tersedianya alat
kebersihan oleh warga sekitar kemudian ikut sertanya warga dalam upaya
pembersihan taman toga, warga sangat antusias dengan adanya kegiatan ini.
Hasil Yang Ingin Dicapai
Dengan diadakanya kegiatan ini diharapkan masyarakat sekita dapat sadar akan
pentingnya menjaga kebersihan taman, serta diharapkan dapat meningkatkan
rasa gotong royong warga sekitar dan terjalinnya hubungan erat antara warga
dengan tim KKN
PROGRAM
KERJA
6.PENYEMPROTAN DISINFEKTAN
Pelaksanaan kegiatan ini ditunjukkan utnuk masyarakat kelurahan Gunungpati
khususnya rw 02, program ini dilaksanakan dalam rangka meminimalisir
pencegahan Covid-19, adapun tempat yang dituju untuk pelksanaan kegiatan ini
adalah fasilitas umum yang ada di kelurahan Gunungpati serta rumah-rumah
dan tempat yang rawan akan keramaian, pelaksanaan kegiatan ini dilakukan
pada tanggal 17 februari 2021 dan 18 februari 2021 yang meliputi warga RT 04&05.
Faktor Pendukung dan Penghambat
Hambatan yang dilalui yaitu kurangnya tenaga dan personil dari tim KKN serta
terbatasnya waktu dan banyaknya tempat yang hadus ditinjau. Adapun usaha
yang dilakkan untuk meminimalisir hambatan tersebut ialah dengan
memaksimalkan waktu dan menargetkan tempat yang rawan akn keramaian
dan warga sekitar RW 02.
Hasil Yang Ingin Dicapai
Adapun hasil yang dicapai ialah meminimalisir tingkat penyebaran Covid-19
dengan adanya penyemprotan tersebut diharapkan masyarakat dapat
beraktifitas seperti biasa namun tetap melaksanakan 3M dan menjaga protocol
kesehatan.
PROGRAM
KERJA
7. PEMBUATAN MASKER
Pelaksanaan program pelatihan pembuatan masker ini dilaksanakan dengan
tujuan untuk menambah wawasan tim KKN serta dapat membantu usaha UMKM
msyarakat sekitar, pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada tanggal 26 februari
2021 di rumah ibu Yani
Faktor Pendukung dan Penghambat
Hambatan yang dialami adalah waktu yang terbatas dan kurangnya personil
dalam melaksanakan kegiatan tersebut sehingga hanya beberapa anggota tim
KKN yang dapat mengkikuti kegitan pembuatan masker tersebut. Usaha yang
dilakukan untuk meminimalisir hambatan yaitu menggunakan waktu seefektif
mungkin dan berbagi ilmu dengan anggota tim KKN yang lain.
Hasil Yang Ingin Dicapai
Adapun hasil yang di peroleh adalah meningkatkan pengetahuan, kreativitas,
dan ikut membantu UMKM msyarakat sekitar.
PROFIL
KELURAHAN
GUNUNGPATI
KKN UNISVET 2021