The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kemenkes - Tata Kelola Obat Hasil Pengadaan BLUD. FIXED

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by pemdik.pky, 2022-12-15 22:47:53

Kemenkes - Tata Kelola Obat Hasil Pengadaan BLUD. FIXED

Kemenkes - Tata Kelola Obat Hasil Pengadaan BLUD. FIXED

Tata Kelola Obat
Hasil Pengadaan BLUD

Direktorat Pengelolaan dan Pelayanan
Kefarmasian
Kementerian Kesehatan
September 2022


Kemenkes berkomitmen untuk melakukan transformasi sistem kesehatan

6 Pilar transformasi penopang Kesehatan Indonesia

Visi
Sejalan dengan visi Presiden untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan

Outcome Meningkatkankesehatan ibu, Mempercepatperbaikan gizi Memperbaiki Gerakan Masyarakat Memperkuat sistem
RPJMN bidang anak, keluarga berencana masyarakat pengendalian Hidup Sehat (GERMAS) kesehatan & pengendalian
kesehatan dan kesehatan reproduksi penyakit obat dan makanan

1 Transformasi layanan primer 2 Transformasi layanan 3 Transformasi sistem
rujukan ketahanan kesehatan

a b c d a b
Meningkatkan Memperkuat
6 kategori Edukasi Pencegahan Pencegahan kapasitas dan Meningkatkan akses Meningkatkan ketahanan tanggap
utama penduduk primer sekunder kapabilitas layanan dan mutu layanan ketahanansektor darurat
primer sekunder & tersier farmasi & alat
7 kampanye utama: Penambahan imunisasi Skrining 14 penyakit kesehatan Jejaring nasional
imunisasi, gizi seimbang, rutin menjadi 14 antigen penyebab kematian Pembangunan Pembangunan RS di surveilans berbasis lab,
olah raga, anti rokok, dan perluasan cakupan tertinggi di tiap sasaran Puskesmas di 171 kec., Kawasan Timur, jejaring Produksi dalam negeri tenaga cadangan
sanitasi & kebersihan di seluruh Indonesia. usia, skrining stunting, & penyediaan 40 obat pengampuan 6 layanan 14 vaksin rutin, top 10 tanggap darurat, table
lingkungan, skrining peningkatan ANC untuk esensial, pemenuhan unggulan, kemitraan obat, top 10 alkes by top exercise
penyakit, kepatuhan kesehatan ibu & bayi. SDM kesehatan primer dengan world’s top volume & by value. kesiapsiagaan krisis.
pengobatan healthcare centers.

4 Transformasi sistem pembiayaan 5 Transformasi SDM 6 Transformasi teknologi
Kesehatan kesehatan
kesehatan
Penambahan mahasiswa, Pengembangan dan pemanfaatan teknologi, digitalisasi,
Regulasi pembiayaan kesehatan dengan dan bioteknologi di sektor kesehatan.
3 tujuan: tersedia, cukup, dan beasiswa dalam ku&o luar negeri,
berkelanjutan; alokasi yang adil; dan
pemanfaatan yang efektif dan efisien. tkaemudahan penyetaraan nakes lulusan

luar negeri.

Instalasi Farmasi Pemerintah berkontribusi dalam mencapai tujuan Renstra 2022-2024 yaitu terwujudnya pelayanan kesehatan primer yang
komprehensif dan berkualitas serta penguatan pemberdayaan masyarakat, melalui Pemenuhan Obat dan BMHP Pelayanan Kesehatan Primer


STRATEGI UNTUK MENCAPAI SASARAN STRATEGIS MENINGKATNYA AKSES,
KEMANDIRIAN, DAN MUTU KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN

Memastikan ketersediaan obat esensial 4 Meningkatkan daya saing dan
dan vaksin di fasilitas pelayanan kemandirian industri farmasi dan alat
kesehatan, terutama di Puskesmas, kesehatan dalam negeri

1 dengan melakukan pembinaan Mendorong tersedianya vaksin halal
pengelolaan obat dan vaksin sesuai
standar di Instalasi Farmasi Provinsi, 5 melalui penyusunan roadmap vaksin
Kabupaten/Kota, dan Puskesmas halal

2 Menerapkan sistem data dan informasi 6 Mendorong produksi alat kesehatan
pengelolaan logistik obat secara dalam negeri
terintegrasi antara sarana produksi,
distribusi, dan pelayanan kesehatan

3 Penguatan regulasi sistem Menjalankan program promotif preventif
pengawasan pre dan post market alat
kesehatan 7 melalui pemberdayaan masyarakat


Standar Pelayanan Kefarmasian

Pengelolaan Sediaan Pelayanan Farmasi + Public health
Farmasi dan Alat Klinis
Kesehatan

DIDUKUNG OLEH

PEMBINAAN DAN SUMBER DAYA STANDAR PROSEDUR
PENGAWASAN KEFARMASIAN OPERASIONAL

PENGENDALIAN MUTU • Monitoring
PELAYANAN KEFARMASIAN • Evaluasi


Tata Kelola Sediaan Farmasi dan BMHP

Perencanaan Pengadaan/ Penerimaan
Permintaan

Pengendalian Pendistribusian Penyimpanan

Pencatatan, Pemantauan dan
Pelaporan dan Evaluasi
Pengarsipan
Pengelolaan


PERENCANAAN KEBUTUHAN OBAT HARUS DILAKSANAKAN
TERSINERGI ANTAR SELURUH PENGELOLA

• Proses kegiatan seleksi obat dan perbekalan kesehatan untuk menentukan
jenis dan jumlah dalam rangka pemenuhan kebutuhan

• Tujuan Perencanaan :
1. Mendapatkan perkiraan jenis dan jumlah obat dan perbekalan
kesehatan yang sesuai kebutuhan.
2. Meningkatkan efisiensi penggunaan obat.
3. Meningkatkan penggunaan obat secara rasional.

• Metode :
 Konsumsi
 Pola Penyakit


PROSES PERENCANAAN KEBUTUHAN OBAT
DILAKSANAKAN OLEH TIM, DIMANA OUTPUT TIM AKAN

MENENTUKAN AKURASI PERENCANAAN OBAT

 Pemilihan Obat

 Kompilasi Pemakaian Obat

 Perhitungan Kebutuhan Obat

 Proyeksi Kebutuhan Obat


SELEKSI OBAT

FORNAS

DOEN
ITEM DILUAR FORNAS DAN DOEN
SESUAI KEBUTUHAN KLINIS MEDIS


Pengadaan

Pengadaan bisa diartikan lebih luas sebagai proses penyediaan barang,
secara teknis merupakan realisasi perencanaan menjadi ketersediaan obat

Hasil permintaan ke Instalasi Farmasi Pembelian menggunakan sumber
Kabupaten/Kota pendanaan BLUD

OBAT 5 obat program kesehatan yang dapat DILUAR OBAT
PROGRAM didistribusikan ke (FKRTL) yaitu PROGRAM
NASIONAL • Obat Program HIV NASIONAL
• Obat Program TB
Puskesmas Pada umumnya • Obat Program Malaria
seluruh obat program • Obat Program Kusta dan Frambusia
kecuali Hepatitis • Obat Program untuk Terapi Rumatan

Metadon

(Permenkes NO. 28 Tahun 2014)


KEBIJAKAN Penyediaan Obat Program Nasional

SUMBER ANGGARAN KAB/KOTA PROPINSI PUSAT
JENIS OBAT APBD I/DAK APBN
TUJUAN DISTRIBUSI APBD II/DAK/Kapitasi

- Obat PKD - Obat Buff Stok Propinsi Obat Program Obat -Vaksin Obat Prog
- Obat Buff Stok Kab/Kota - Obat Program (Jika Kesmas (Buffer Buff Yellow P2P
- Obat Program (jika dibutuhkan) Stok Fever ( Imunisasi,
-Prog Kesbu & Kesnak Stok) Pusat -Obat TB, Malaria,
diperlukan) -Program Gizi • Kesehatan dan HIV,Filariasis
Perbekes Jiwa,
Puskesmas Dinkes Anak Haji Hepatitis dan
• Kesehatan Ibu Diare,
Kab/Kota • Gizi
IF Prov
IF Prov

IF Prov

KKP


Pengadaan Berdasarkan PERPRES 16/2018 tentang
Mandiri Pengadaan Barang Jasa Pemerintah

dan Perubahannya di PERPRES 12/2021

Apoteker membangun komunikasi dan
koordinasi dengan Tim Perencanaan
Anggaran dan Tim Pengadaan
Barang/Jasa

Obat dan BMHP harus memiliki izin
edar BPOM / Kemenkes;
Penyedia harus memiliki izin Pedagang
Besar Farmasi (utk Obat) atau PAK /
Sertifikat Distribusi Alat Kesehatan (utk
BMHP/Alkes) dari Kemenkes

Pintu masuk e-purchasing untuk pengadaan obat e-katalog


FLEKSIBILITAS PENGADAAN BLUD


FLEKSIBILITAS PENGADAAN BLUD


TATA KELOLA OBAT PADA BLUD BIDANG KESEHATAN

Pada prinsipnya mengacu kepada Standar Pelayanan Kefarmasian

PERENCANAAN

Fleksibilitas

PENGADAAN


Penerimaan Obat

•Petugas penerimaan obat wajib melakukan pengecekan terhadap obat-obatan yang
diserahkan, mencakup jenis dan jumlah obat, bentuk sediaan obat, kondisi fisik obat, masa
kadaluarsa obat.
•Petugas dapat mengajukan keberatan apabila terdapat kekurangan dan kerusakan obat.

Setiap penambahan obat dicatat dan dibukukan pada penerimaan obat dan kartu stok.


PENYIMPANAN OBAT

 Penyusunan Obat
 Berdasarkan alfabetis
 Berdasarkan kelas terapi
 Berdasarkan bentuk sediaan
 Berdasarkan suhu penyimpanan
 Berdasarkan kemasan
 Berdasarkan FEFO dan FIFO


DISTRIBUSI

KEMENKES

 Distribusi Rutin
 Perumusan stock optimum
 Penetapan frekuensi pengiriman obat-obatan ke unit pelayanan
kesehatan
 Penyusunan peta lokasi, jalur dan jumlah pengiriman

 Distribusi Khusus
 Terjadi wabah/KLB dan bencana
 Pelaksanaan program  Pemberian Obat Masal Pencegahan
(POMP) Program Filariasis atau program kesehatan lain
 Terjadi kekosongan
 Kebutuhan meningkat

17


PENGENDALIAN OBAT

Manfat : Mencegah kekosongan, kelebihan/kekurangan persediaan, menjaga
mutu obat, meminimalkan obat ED dan menghindari penyalahgunaan obat
ED
Kegiatan :
- Memperkirakan/menghitung stok kerja, stok optimum, stok

pengaman/penyangga, stok di saat masa tunggu
- Lakukan stok opname secara periodik
- Distribusi menggunakan prinsip FEFO/FIFO
- Disimpan sesuai ketentuan dan persyaratan sehingga mutu terjaga
- Untuk Obat yang telah Kedaluarsa disimpan ditempat khusus

18


Pengendalian Mutu
Pelayanan Kefarmasian

Pengendalian mutu Pelayanan Kefarmasian merupakan kegiatan untuk mencegah
terjadinya masalah terkait Obat atau mencegah terjadinya kesalahan pengobatan atau
kesalahan pengobatan/medikasi (medication error), yang bertujuan untuk keselamatan
pasien (patient safety).

Pengendalian mutu Pelayanan Kefarmasian terintegrasi dengan program
pengendalian mutu pelayanan kesehatan Puskesmas yang dilaksanakan
secara berkesinambungan.


 Melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat melalui
surat resmi sebelum pengambilan sampel obat di fasyankes BLUD

 Memperhatikan dan mempertimbangkan ketersediaan obat di
fasyankes agar tidak menimbulkan potensi kekurangan/kekosongan
obat yang dapat menganggu Pelayanan Kesehatan untuk masyarakat

 Pembuatan Berita Acara serah terima obat dalam pengambilan
sampel sebagai bentuk pertanggungjawaban BMN/BMD yang
akuntabel dan tertib administrasi

Menginformasikan hasil uji sampel melalui Dinas Kesehtan setempat,
terutama apabila ditemukan sampel obat yang tidak memenuhi
persayaratan.


Terima Kasih


Click to View FlipBook Version