The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Cani Asmita, 2024-01-30 20:59:46

Modul Ajar P5 SDN 1 Ambit

Modul Ajar P5 SDN 1 Ambit

MARI LESTARIKAN PERMAINAN TRADISIONAL Tema : Kearifan Lokal MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA


Tentang Penulis Nama Sekolah Tim Pengembang : SD Negeri 1 Ambit Jl. Desa Ambit No.10, Ambit, Kec. Waled, Kab. Cirebon Provinsi Jawa Barat Tahun Penyusunan 2024 SD Negeri 1 Ambit


1. Kurangnya pengetahuan anak tentang permainan tradisional. 2.Kegemaran anak bermain gadget membuat anak kurang beraktifitas fisik. 3.Kurangnya interaksi sosial yang memungkinkan anak akan mengalami anti sosial. 4.Tantangan di masa depan yang mengharuskan anak mampu berpikir kritis dalam menghadapi situasi lingkungan yang berbeda-beda. Latar belakang proyek


Gambaran Umum Proyek Permainan tradisional sangat banyak ragamnya dan perlu diperkenalkan kepada anak sejak dini. Permainan tradisional sangat bermanfaat dalam membangun keterampilan fisik motorik karena anak akan diajak terlibat aktif dalam permainan tersebut. Melalui projek “ Mari Lestarikan Permainan Tradisional ” harapannya anak akan lebih mengenal macam-macam permainan tradisional yang ada di sekitarnya. Anak merasa bangga terhadap kebudayaan yang ada disekitarnya melalui permainan tradisional. Mereka bisa bermain bersama, bekerjasama, mengidentifikasi kekayaan budaya untuk dilestarikan. Aspek sosial emosional anak akan banyak terstimulasi, anak dapat mengenal bagaimana cara berinteraksi dengan teman, membangun kerjasama, memecahkan masalah dan sebagainya. Selain itu aspek bahasa, kognisi, nilai agama moral dan fisik motorik juga akan mengikuti.


Dimensi Elemen Sub Elemen Alur perkembangan dimensi akhir fase paud Bernalar kritis Bergotong royong Kolaborasi Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan Kerjasama Koordinasi sosial Mengidentifikasi, mengklarifikasi dan mengolah informasi dan gagasan Menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya Terbiasa bekerja bersama dalam melakukan kegiatan dengan kelompok (melibatkan 2 atau lebih orang) Melaksanakan aktivitas bermain sesuai dengan kesepakatan bersama dan saling mengingatkan adanya kesepakatan tersebut Mengidentifikasi dan mengolah informasi dan gagasan sederhana Menyebutkan alasan dari pilihan atau keputusannya Menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya Profil Pelajar Pancasila


Tujuan Proyek: 2 Anak terbiasa bekerja bersama dalam melakukan kegiatan dengan kelompok (melibatkan 2 atau lebih orang) Anak melaksanakan aktivitas bermain sesuai dengan kesepakatan bersama dan saling mengingatkan adanya kesepakatan tersebut Anak dapat mengidentifikasi dan mengolah informasi dan gagasan sederhana Anak dapat menyebutkan alasan dari pilihan atau keputusannya 1 3 4


1 2 Alur Kegiatan P ijakan awal Eksplorasi P ro ej k aji P ak n akhir Aktivitas untuk mereview pengalaman mainnya untuk membangun Aktivitas untuk membantu anak dapat terlibat dengan topik. Aktivitas ini juga sebagai sarana asesmen awal Aktivitas anak merancang dan membuat produk atau luaran sebagai hasil belajar. Aktivitas anak mencari informasi terkait topik. 4 3


Guru menyiapkan beberapa gambar permainan tradisional Guru membuat puzzle permainan tradisional Guru mengajak anak menyusun puzzle besar tentang permainan tradisional (alternatif saja, guru dapat melakukan permainan awal sesuai media yang disediakan). Sebelum melakukan permainan guru melakukan pijakan sebelum main misalnya membuat kesepakatan aturan saat main 1. P I J A K A N A W A L Cari tahu permainan tradisional yuk Estimasi Waktu : 1 x pertemuan Catatan: Kegiatan Pembelajaran: Alat dan bahan : Puzzle, gambar permainan tradisional


P I J A K A N A W A L 2. Setelah permainan selesai, guru akan mengajak anak berdiskusi tentang gambar puzzle yang sudah disusun. Guru mengajak anak duduk melingkar kemudian berdiskusi tentang gambar permainan tradisional . Guru menggali pengetahuan anak dengan cara melakukan tanya jawab menggunakan kalimat pertanyaan terbuka : “siapa yang pernah melihat gambar ini, kira-kira mereka sedang apa?” “adakah yang tahu apa yang sedang dilakukan anak-anak dalam gambar tersebut?” “pernahkah kalian bermain seperti di gambar ini, coba ceritakan bagaimana cara bermainnya!” “selain gambar tersebut pernahkah kalian bermain sejenis permainan tersebut?”


P I J A K A N A W A L 3. .Setelah melakukan diskusi guru akan menegaskan kembali sebutan permainan permainan seperti dalam gambar tersebut 4.Guru dapat menunjukkan gambar lain yang menunjukkan macam-macam permainan tradisional 5. Pada akhir kegiatan guru akan mereview kembali pengalaman main anak hari ini, pengetahuan apa yang sudah di dapat anak hari ini 6. Guru dapat menginformasikan kepada anak untuk mencari tahu tentang permainan tradisional dari berbagai sumber misalnya bertanya kepada orang tua atau membaca buku. 7. Guru dapat menginformasikan kepada anak tentang kegiatan esok hari misalnya “besok kita akan cari tahu apa saja permainan tradisional itu dengan cara menonton video" atau "apabila kalian punya buku cerita tentang permainan tradisional, boleh dibawa ke sekolah untuk dibaca bersama"


P I J A K A N A W A L 1.Guru dapat menyiapkan berbagai macam gambar puzzle permainan tradisional 2.Guru dapat menggunakan berbagai macam alternatif pertanyaan untuk menggali pengetahuan anak 3.Guru dapat menyederhanakan pertanyaan sesuai dengan kemampuan anak. 4.Dalam setiap kegiatan guru selalu melibatkan anak terutama dalam membuat kesepakatan sehingga anak tidak merasa terdiskriminasi Catatan


PIJAKAN AWAL Contoh media yang disiapkan guru:


E K S P L O R A S I Mana permainan yang pernah kamu lihat Estimasi Waktu : 1 x pertemuan video, laptop dan LCD Kegiatan 1 menonton video 1.Guru mengajak anak untuk membuat kesepakatan bersama saat menonton video. Kesepakatan yang dibuat harus berasal dari pemikiran anak. ajaklah mereka mengenal konsekuensi saat tidak melakukan kesepakatan yang sudah dibuat. Guru dapat menggunakan alternatif lain bila peralatan tidak ada misalnya dengan membaca buku atau berkunjung ke perpustakaan Alat dan bahan : Catatan : Kegiatan Pembelajaran :


E K S P L O R A S I 2. Setelah kegiatan menonton ajaklah anak berdiskusi tentang video. Hubungkan dengan informasi sebelumnya apakah anak mengalami peningkatan dalam pengetahuannya tentang permainan tradisional. Gunakan pertanyaan pemantik untuk menghubungkan pengetahuan sebelumnya dengan pengetahuan hari ini misalnya “adakah dalam video itu permainan yang sudah kamu ketahui?” “adakah permainan yang sama dengan hari kemarin?” “sudah berapa permainan tradisional yang kamu ketahui?”


E K S P L O R A S I Kegiatan 2 membaca buku 1.Guru menyiapkan buku yang berisi informasi tentang permainan tradisional. Pijakan awal sebelum membaca buku harus menjadi kesepakatan bersama dan selalu lahir dari ide dan usulan anak. 2. ada dua cara yang dapat dilakukan dalam kegiatan membaca buku yaitu membacakan dengan suara keras di depan anak atau anak membaca sendiri buku-buku yang disediakan 3.Setelah kegiatan membaca buku ajaklah anak berdiskusi tentang isi cerita dalam buku. Hubungkan dengan informasi sebelumnya apakah anak mengalami peningkatan dalam pengetahuannya tentang permainan tradisional. Gunakan pertanyan pemantik untuk menghubungkan pengetahuan sebelumnya dengan pengetahuan hari ini misalnya “adakah dalam cerita itu permainan yang sudah kamu ketahui?” “adakah permaina yang sama dengan hari kemari?” “sudah berapa permainan tradisional yang kamu ketahui?”


E K S P L O R A S I Setelah kegiatan menonton atau membaca buku, guru dapat mereview pengatahuan anak misalnya meminta anak menceritakan kembali isi buku atau video. Guru dapat melakukan alternatif lain misalnya meminta anak untuk menggambar informasi yang sudah didapat hari ini. Bagi anak yang sudah bisa menulis mereka dapat menuliskan pengetahuan yang didapat hari ini tentang permainan tradisional. Selanjutnya guru mengajak anak untuk membuat perencanaan beberapa permainan tradisional yang akan dimainkan selama proyek “ayo bermain bersama” Guru dan anak dapat membuat jadwal kegiatan main selama proyek berlangsung


E K S P L O R A S I Saat membuat perencanaan penyusunan jadwal kegiatan main anak harus terlibat dan dapat menentukan sendiri kapan waktu pelaksanaannya. Buatlah media “jadwal kegiatan” yang dibuat dan digunakan sendiri oleh anak Bila anak sudah bisa menulis maka guru dapat menyiapkan bahan dan alatnya biarkan mereka berkreasi untuk membuat jadwal sendiri Catatan :


P R O Y E K Ayo lakukan proyekmu hari ini Estimasi Waktu : 7 x pertemuan Menyesuaikan dengan Guru dapat melakukan pengamatan selama permainan yang di jadwal kegiatan proyek untuk mendokumentasikan respon anak sesuai dengan tujuan pada domain yang dipilih dan teknik penilaian yang Kegiatan Pembelajaran :sesuai Melakukan permainan tradisional 1.Guru mengajak anak untuk berdiskusi permainan tradisional yang sudah diketahui, ajaklah anak untuk mengenal nama, asal daerah bila ada, cara bermain dan aturan mainnya. Guru dapat membuat kesepakatan dengan anak tentang aturan selama melakukan kegiatan proyek. Alat dan Bahan : Catatan :


P R O Y E K 2. Guru menyiapkan alat-alat yang sesuai dengan jenis permainan yang akan dilakukan. 3. Anak akan melakukan setiap permainan tradisional sesuai dengan pengetahuan cara bermain dan aturan yang sudah disepakati. 4. Guru harus selalu melakukan review setiap kegiatan bermain selesai, kemudian mencatat bagaimana respon anak setiap harinya dalam melakukan kegiatan main. Adakah anak yang tidak tertarik, apabila ada maka lakukan evaluasi atau penelusuran kenapa anak tidak tertarik. bila sangat antusias maka guru juga memberikan catatan tersendiri karena bisa jadi permainan tersebut dapat diulang pada kurun waktu selanjutnya.


P R O Y E K Catatan 1.Kegiatan proyek ini berupa permainan tradisional, maka dalam menentukan permainan yang akan dilakukan dan kapan waktunya harus sesuai dengan usulan anak 2.Siapkan alternatif main setiap harinya untuk memberikan solusi kepada anak yang kemungkinan tidak tertarik dengan permainan yang sudah disediakan 3.Kegiatan proyek yang dilakukan selama 7 x pertemuan akan diuraikan dalam kegiatan proyek selanjutnya menjadi proyek 1, proyek 2, dst


P R O Y E K Pemetaan permainan tradisional PERMAINAN TRADISIONAL PERMAINAN TANPA ALAT PERMAINAN DENGAN ALAT Ular Naga Engklek Bentengan Hompimpa Gobak Sodor Kucing -kucingan Petak Umpet Lompat tali/karet Bekel Bermain batu Congklak


P R O Y E K nama permainan tradisional yang dipilih berikut uraiannya Lompat Tali dimainkan oleh 3 orang atau lebih. dua orang yang memegang tali, satu orang yang akan melompat. lompatan pertama di mulai dari yang terendah yaitu saat di tanah atau sesuai kesepakatan. pemain yang tidak berhasil melompati tali maka akan dinyatakan kalah dan harus menggantikan memegang tali salah satu pemain yang bertugas memegang tali begitu seterusnya.


P R O Y E K nama permainan tradisional yang dipilih berikut uraiannya Bekel Permainan bekel biasanya dimainkan oleh 2-5 orang pemain dengan cara bermain sebagai berikut: Siapkan bola bekel dan 5 buah biji bekel Pemain melakukan pengundian untuk menentukan urutan bermain Permainan dilakukan dengan mengumpulkan biji bekel setelah bola bekel dilambungkan ke udara, kemudian dilanjutkan dengan mengambil kembali bola setelah satu kali pantulan bola Pada babak pertama, pengumpulan biji bekel dilakukan secara bertingkat. Pada babak pertama, pemain mengambil 1 buah biji bekel pada pantulan bola pertama, mengambil 2 biji bekel pada pantulan bola kedua, dan seterusnya Permainan akan berganti ke pemain berikutnya apabila tidak berhasil mengumpulkan biji bekel pada pantulan bola bekel atau muncul pelanggaran yaitu menyentuh biji bekel lain saat mencoba mengumpulkan biji bekel Pada babak kedua, biji bekel diatur dengan posisi menunjukkan sisi yang sama Pada babak ketiga, biji bekel diatur sama dengan posisi menunjukkan sisi berbeda dari babak kedua Pemenang permainan ini adalah pemain pertama yang berhasil menyelesaikan setiap babak dalam permainan.


P R O Y E K nama permainan tradisional yang dipilih berikut uraiannya Engklek Cara Memainkan Engklek, Engklek dapat dimainkan sendiri atau bersama-sama. Jika dilakukan bersama-sama, pengundian urutan pemain dapat dilakukan dengan hompimpa atau suit. Permainan ini menggunakan alat bernama gaco, yaitu berupa potongan genteng atau batu yang pipih. Gaco dilempar pada kotak pertama. Setelahnya, pemain mulai melompat-lompat dengan satu kaki dari satu kotak ke kotak lain secara berurutan, kecuali kotak tempat gaco. Kemudian, pemain kembali ke tempat asal tetap dengan cara melompat dengan satu kaki, sambil mengambil gaco.


P R O Y E K nama permainan tradisional yang dipilih berikut uraiannya Bentengan Permainan bentengan terdiri dari dua kelompok. kemudian, masingmasing kelompok terdiri dari 4 hingga 8 pemain. Permainan ini dilakukan dengan menjaga benteng yang berbentuk tonggak tiang kayu atau batu besar untuk dijadikan sebagai basecamp masing-masing kelompok. Permainan bentengan yang keluar dari basecamp dianggap menyerbu terlebih dahulu . Apabila pemain dikejar dan tersentuh tangan oleh musuh, maka dianggap tertangkap dan ditempatkan sebagai tawanan. Kelompok yang menang adalah kelompok pemain yang menyentuh basecamp musuh dan mendapatkan nilai.


P R O Y E K nama permainan tradisional yang dipilih berikut uraiannya Congklak Permainan ini dimainkan oleh 2 orang pemain yang berhadapan di depan papan congklak dengan lubang-lubang kecil, serta dua lubang besar sebagai gudang. dua orang pemain secara bergantian memilih satu lubang kecil miliknya untuk memindahkan biji-bijinya satu per satu ke lubang lainnya searah jarum jam, hingga biji yang digenggaman habis dan berpindah ke gudang seluruhnya. Mainkan terus dengan putaran berturut-turut sampai satu pemain kehilangan semua biji mereka, atau kedua pemain ingin berhenti bermain. Pemain akan menghitung biji untuk melihat siapa yang memiliki paling banyak, dan dengan demikian menjadi pemenangnya.


P R O Y E K nama permainan tradisional yang dipilih berikut uraiannya Ular Naga Cara bermain permainan ini adalah setiap anak berbaris memanjang, dari depan ke belakang, setiap pemain memegang pundak pemain yang ada di depannya. Kemudian ada dua orang anak yang berperan sebagai gerbang. Barisan itu akan bergerak melingkar kian kemari bagai Naga yang berjalan-jalan. Sambil menyanyikan lagu, mereka mengitari gerbang yang berdiri di tengah-tengah arena permainan. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu, Ular Naga akan berjalan melewati gerbang. Pada saat terakhir, ketika lagu habis, seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh gerbang. Setelah itu, si "induk" dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua anak gerbang perihal anak yang ditangkap. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu, sehingga anak-anak ini saling tertawa. Sampai pada akhirnya, si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan, dan berdasarkan pilihannya ditempatkan di belakang salah satu "gerbang".


P R O Y E K 1 Permainan lompat tali Estimasi Waktu : 1 x pertemuan menggunakan karet dengan menyambungkan satu persatu karet hingga panjang setelah itu di ikat ujungnya. Guru mencatat hasil pengamatan selama kegiatan main berlangsung : Melakukan permainan tradisional lompat tali 1.Guru mengajak anak untuk berdiskusi permainan tradisional lompat tali baik nama, asal permainan atau mungkin asal usulnya. Guru juga dapat menyampaikan atau mendemonstrasikan bagaimana cara bermain lompat tali kemudian guru mengajak anak untuk membuat kesepakatan tentang aturan selama melakukan kegiatan main lompat tali. Alat dan Bahan : Catatan :


2. Guru menyiapkan alat-alat yang diperlukan 3. Anak akan melakukan kegiatan main lompat tali sesuai dengan pengetahuan cara bermain dan aturan yang sudah disepakati. 4.Setelah kegiatan main, guru dan anak melakukan review tentang kegiatan hari ini, gali pengetahuan anak tentang permainan lompat tali misalnya cara bermain, aturan, asal-usul permainan tersebut. 5. Informasikan kegiatan main esok hari sesuai jadwal yang sudah di sepakati. P R O Y E K 1 Catatan 1.Permainan lompat tali mungkin bagi sebagian anak sangat asing sehingga peralatan yang digunakan dapat di siapkan di kelas agar anak dapat menggunakannya sewaktu-waktu 2. guru harus selalu melakukan pengawasan ketika anak melakukan sendiri permainan tersebut, memastikan keamanan anak saat bermain.


PROYEK 1 Dokumentasi permainan lompat tali


P R O Y E K 5 Permainan Bentengan Estimasi Waktu : 1 x pertemuan dengan menggunakan tiang, pilar atau batu besar sebagai markas. Guru mencatat hasil pengamatan kegiatan main betrlangsung : Melakukan permainan tradisional Bentengan 1.Guru mengajak anak untuk berdiskusi permainan tradisional bentengan baik nama, asal usul permainan. Guru menyampaikan atau mendemonsrasikan bagaimana cara bermain bentengan Kemudian guru mengajak anak untuk membuat kesepakatan tentang aturan selama melakukan kegiatan main Bakiak tali. Alat dan Bahan : Catatan :


2. Guru menyiapkan alat-alat yang diperlukan 3. Anak akan melakukan kegiatan main Bentengan sesuai dengan pengetahuan cara bermain dan aturan yang sudah disepakati. 4.Setelah kegiatan main, guru dan anak melakukan review tentang kegiatan hari ini, gali pengetahuan anak tentang permainan bentengan misalnya cara bermain, aturan, asal-iusul permainan tersebut. 5. Informasikan kegiatan main esok hari sesuai jadwal yang sudah di sepakati P R O Y E K 5


P R O Y E K 5 Dokumentasi kegiatan bermain bentengan


P R O Y E K 6 Permainan batu Estimasi Waktu : 1 x pertemuan Bermain batu Guru dapat menyiapkan alat main yang dibutuhkan Guru mencatat hasil pengamatan selama kegiatan main berlangsung : Melakukan permainan tradisional bermain batu 1.Guru mengajak anak untuk berdiskusi permainan tradisional Bermain batul baik nama, asal usul permainan. Guru menyampaikan atau mendemonsrasikan bagaimana cara bermain batu Kemudian guru mengajak anak untuk membuat kesepakatan tentang aturan selama kegiatan bermain batu. Alat dan Bahan : Catatan :


2. Guru menyiapkan alat-alat yang diperlukan 3. Anak akan melakukan kegiatan main batu sesuai dengan pengetahuan cara bermain dan aturan yang sudah disepakati. 4.Setelah kegiatan main, guru dan anak melakukan review tentang kegiatan hari ini, gali pengetahuan anak tentang permainan Batu misalnya cara bermain, aturan, asal-usul permainan tersebut. 5. Informasikan kegiatan main esok hari sesuai jadwal yang sudah di sepakati P R O Y E K 6


P R O Y E K 6 Dokumentasi kegiatan bermain batu


P R O Y E K 7 Permainan engklek Estimasi Waktu : 1 x pertemuan area bermain engklek Guru dapat menyiapkan alat main yang dibutuhkan Guru mencatat hasil pengamatan selama kegiatan main berlangsung : Melakukan permainan tradisional engklek 1.Guru mengajak anak untuk berdiskusi permainan tradisional engklek baik nama, asal usul permainan. Guru menyampaikan atau mendemonsrasikan bagaimana cara bermain engklek . Kemudian guru mengajak anak untuk membuat kesepakatan tentang aturan selama melakukan kegiatan main engklek. Alat dan Bahan : Catatan :


2. Guru menyiapkan alat-alat yang diperlukan 3. Anak akan melakukan kegiatan main engklek sesuai dengan pengetahuan cara bermain dan aturan yang sudah disepakati. 4.Setelah kegiatan main, guru dan anak melakukan review tentang kegiatan hari ini, gali pengetahuan anak tentang permainan engklek misalnya cara bermain, aturan, asal-iusul permainan tersebut. 5. Informasikan kegiatan main esok hari sesuai jadwal yang sudah di sepakati P R O Y E K 7


P R O Y E K 7 Dokumentasi kegiatan bermain engklek


P R O Y E K 8 Permainan Ular naga Estimasi Waktu : 1 x pertemuan tempat bermain di tanah lapang atau halaman yang luas . Guru mencatat hasil pengamatan selama Kegiatan Pembelajaran :kegiatan main berlangsung Melakukan permainan tradisional Ular naga 1.Guru mengajak anak untuk berdiskusi permainan tradisional Ular naga baik nama, asal usul permainan. Guru menyampaikan atau mendemonsrasikan bagaimana cara bermain ular naga Kemudian guru mengajak anak untuk membuat kesepakatan tentang aturan selama melakukan kegiatan main ular naga. Alat dan Bahan : Catatan :


2. Guru menyiapkan alat-alat yang diperlukan 3. Anak akan melakukan kegiatan main Ular naga sesuai dengan pengetahuan cara bermain dan aturan yang sudah disepakati. 4.Setelah kegiatan main, guru dan anak melakukan review tentang kegiatan hari ini, gali pengetahuan anak tentang permainan ular naga misalnya cara bermain, aturan, asal-usul permainan tersebut. 5. Informasikan kegiatan main esok hari sesuai jadwal yang sudah di sepakati P R O Y E K 8


PROYEK 8 Dokumentasi kegiatan bermain ular naga


P R O Y E K 9 Permainan Conglak Estimasi Waktu : 1 x pertemuan Dakon dan biji dakon Guru dapat menyiapkan alat main yang dibutuhkan Guru mencatat hasil pengamatan selama Kegiatan Pembelajaran :kegiatan main berlangsung Melakukan permainan tradisional congklak 1.Guru mengajak anak untuk berdiskusi permainan tradisional dakon baik nama, asal usul permainan. Guru menyampaikan atau mendemonsrasikan bagaimana cara bermain dakon Kemudian guru mengajak anak untuk membuat kesepakatan tentang aturan selama melakukan kegiatan main congklak. Alat dan Bahan : Catatan :


2. Guru menyiapkan alat-alat yang diperlukan 3. Anak akan melakukan kegiatan main congklak sesuai dengan pengetahuan cara bermain dan aturan yang sudah disepakati. 4.Setelah kegiatan main, guru dan anak melakukan review tentang kegiatan hari ini, gali pengetahuan anak tentang permainan congklak misalnya cara bermain, aturan, asal-usul permainan tersebut. 5. Informasikan kegiatan main esok hari sesuai jadwal yang sudah di sepakati. P R O Y E K 9


PROYEK 9 Dokumentasi kegiatan bermain congklak


P R O Y E K 1 0 Permainan bekel Estimasi Waktu : 1 x pertemuan Bola dan biji bekel Guru dapat menyiapkan alat main yang dibutuhkan Guru mencatat hasil pengamatan selama Kegiatan Pembelajaran :kegiatan main berlangsung Melakukan permainan tradisional bekel 1.Guru mengajak anak untuk berdiskusi permainan tradisional bekel baik nama, asal usul permainan. Guru menyampaikan atau mendemonsrasikan bagaimana cara bermain bekel Kemudian guru mengajak anak untuk membuat kesepakatan tentang aturan selama melakukan kegiatan main bekel. Alat dan Bahan : Catatan :


2. Guru menyiapkan alat-alat yang diperlukan 3. Anak akan melakukan kegiatan main bekel sesuai dengan pengetahuan cara bermain dan aturan yang sudah disepakati. 4.Setelah kegiatan main, guru dan anak melakukan review tentang kegiatan hari ini, gali pengetahuan anak tentang permainan bekel misalnya cara bermain, aturan, asal-iusul permainan tersebut. 5. Informasikan kegiatan main esok hari sesuai jadwal yang sudah di sepakati P R O Y E K 1 0


PROYEK 10 Dokumentasi kegiatan bermain bekel


P I J A K A N A K H I R Permainan yang paling menyenangkan Estimasi Waktu : 1 x pertemuan Alat dan bahan : Catatan : Dokumentasi kEGIATAN 1.Guru memberikan kesempatan pada anak untuk menceritakan pengalaman kegiatannya selama melakukan kegiatan bermain macam-macam permainan tradisional. Guru bisa menunjukan dokumentasi kegiatan main anak, mulai dari proses awal projek sampai saat presentasi sebagai pemantik. Guru memberi dorongan kepada anak untuk melihat bagaimana cara bermain bersama, termasuk memberi apresiasi pada setiap keberhasilan anak Guru menyiapkan area untuk bercerita


P I J A K A N A K H I R 2.Anak dapat menyampaikan permainan apa yang paling disukai dan alasan memilih permainan tersebut 3.Pada akhir kegiatan guru dapat menguatkan kembali bagaimana pentingnya bekerjasama, mengenal informasi baru tentang permainan tradisional serta bagaimana mereka ikut berpartisipasi untuk melesatarikan budaya.


Click to View FlipBook Version