The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

menjelaskan asuhan keperawatan di ruangan ginekologi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Nidia Achirul tamara, 2023-08-15 08:08:21

askep ginekologi

menjelaskan asuhan keperawatan di ruangan ginekologi

Keywords: GINEKOLOGI

LAPORAN PENDAHULUAN CLOSE FRAKTUR REGIO CLAVICULA Nama : Nidia Achirul Tamara NIM : 31440121007 PRODI D-III KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PAPUA BARAT TAHUN AKADEMIK 2021/2022


i KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas kehendaknya sajalah Karya Ilmiah ini dapat penulis selesaikan. Penulis juga berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan Karya Ilmiah yang berjudul “LAPORAN PENDAHULUAN CLOSE FRAKTUR REGIO CLAVICULA” ini. Penulis sangat berharap semoga Karya Ilmiah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca. Bahkan penulis berharap lebih jauh lagi agar Karya Ilmiah ini bisa pembaca praktekkan dalam kehidupan sehari hari. Penulis menyadari bahwa Karya Ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu penulis masih mengharap saran dan kritik yang dapat membangun dari pembaca untuk kesempurnaan Karya Ilmiah ini. Sorong, 10 Juni 2022 Penyusun


ii DAFTAR ISI JUDUL.............................................................................................................................................i KATA PENGANTAR.....................................................................................................................ii DAFTAR ISI...................................................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN a. Latar Belakang Masalah.........................................................................................1 b. Rumusan Masalah ............................................................................................2 c. Manfaat Penulisan .............................................................................................2 d. Tujuan Penulisan ...............................................................................................3 e. Sistematika Laporan..........................................................................................3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA a. Konsep Medis..................................................................................................... 1. Definisi ..........................................................................................................5 2. Klasifikasi .....................................................................................................5 3. Anatomi Dan Fisiologi .................................................................................5 4. Etiologi ..........................................................................................................6 5. Manifestasi Klinis.........................................................................................6 6. Patofisiologi ..................................................................................................7 7. Penatalaksaan...............................................................................................7 8. Pemeriksaan Penunjang..............................................................................8 9. Terapi............................................................................................................8 10. Komplikasi....................................................................................................8 b. Konsep proses keperawatan................................................................................ 1. Pengkajian ...................................................................................................10 2. Diagnose Keperawatan................................................................................12 3. Intervensi .....................................................................................................12 4. Implementasi ................................................................................................14 5. Evaluasi.........................................................................................................15 DAFTAR PUSTAKA


1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG CF REGIO CLAVICULA Close Fraktur Clavicula merupakan gangguan atau terputusnya hubungan tulang clavicula yang disebabkan oleh trauma langsung dan tidak langsung pada posisi lengan terputus atau tertarik keluar yang tidak ada hubungan patah tulang dengan dunia luar. Biasanya hal ini terjadi disebabkan karena jatuh dari kendaraan bermotor, akibatnya penderita Ketika datang akan mengeluh sakit saat menggerakkan lengan.(Wahyuni, 2012). Fraktur apabila tidak ditangani dengan segera dapat menyebabkan komplikasi antara lain kerusakan arteri, kompartemen syndrome, fat embolism syndrome, infeksi, vaskuler nekrosis, syok (Abd. Wahid, 2013). Menurut data yang dihimpun Wrong Diagnosis (Ropyanto, dkk, 2013). Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara yang mengalami kejadian fraktur terbanyak sebesar 1,3 juta setiap tahunnya dari jumlah penduudk yaitu berkisar 238 juta. Kasus fraktur di Indonesia mencapai prevalensi sebesar 5,5% (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Fraktur lebih sering terjadi pada laki-laki diabandingkan dengan perempuan, dengan umur dibawah 45 tahun, biasanya berhubungan dengan olahraga, pekerjaan atau luka yang disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor. Pada usia 60 tahun, perempuan lebih sering mengalami fraktur dibandingkan dengan laki-laki yang berkaitan dengan perubahan hormon pada saar menopause, sehingga mengakibatkan osteoporosis (Mediarti, Rosnani, & Seprianti, 2016). Manajemen untuk mengatasi nyeri dapat dibagi menjadi 2, yaitu manajemen farmakologi dan manajemen non farmakologi. Manajemen farmakologi yaitu manajemen yang berkolaborasi antara dokter dengan perawat, yang menekankan pada pemberian obat yang mampu menghilangkan rasa nyeri. Sedangkan manajemen non farmakologi merupakan manajemen untuk menghilangkan rasa nyeri salah satunya


2 dengan menggunakan teknik relaksasi aromaterapi. Fraktur terjadi karena adanya tekanan atau benturan yang kuat ke tulang, yang melebihi kekuatan dari tulang itu sendiri. Hal ini umumnya disebabkan oleh cedera, seperti jatuh, kecelakaan, atau benturan langsung yang kuat ke area tubuh, atau gerakan yang berulang hingga menyebabkan tulang retak. Menurut Helmi (2012), tanda dan gejala fraktur klavikula yaitu keluhan nyeri pada bahu depan, adanya riwayat trauma pada bahu atau jatuh dengan posisi tangan yang tidak optimal, dan penderita mengeluh kesulitan dalam menggerakkan bahu. Tujuan dari karya tulis ilmiah ini untuk mengetahui bagaimanakah asuhan keperawatan pada pasien dengan close fraktur regio clavicula mulai dari pengkajian, diagnosa,intervensi, implementasi dan evaluasi. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan masalah yang diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan masalah “Bagaimana Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Close Fraktur Reg Clavikula di ruang Dofior Atas RSAL DR OETOJO KOTA SORONG? C. MANFAAT PENULISAN 1. Manfaat Teoritis Hasil Penelitian ini diharapkan berguna bagi pembangunan ilmu keperawatan khususnya keperawatan pada pasien leukemia 2. Manfaat Praktis a. Bagi peneliti Menambah wawasan dan sebagai bahan acuan bagi peneliti selanjutnya dalam mengembangkan penelitian lanjutan terhadap pasien CF Regio Clavicula b. Bagi Institusi pendidikan Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi pengembangan keilmuan khususnya di program studi ilmu keperawatan di Poltekkes Kemenkes. c. Bagi pasien


3 Dapat menjadi pedoman bagi pasien untuk mengetahui lebih lanjut penyakit yang dialami. D. TUJUAN PENULISAN 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui proses keperawatan pada klien dengan masalah leukemia. 2. Tujuan Khusus a. Untuk Mengetahui Proses Pengkajian Pada Klien Dengan Masalah CF Regio Clavicula b. Untuk Mengetahui Proses Diagnosa Pada Klien Dengan Masalah CF Regio Clavicula c. Untuk Mengetahui Proses Perencanaan Pada Klien Dengan Masalah CF Regio Clavicula d. Untuk Mengetahui Proses Implementasi Pada Klien Dengan Masalah CF Regio Clavicula e. Untuk Mengetahui Proses Evaluasi Pada Klien Dengan Masalah CF Regio Clavicula. f. SISTIMATIKA PENULISAN COVER Berisi judul makalah, pernyataan yang menerangkan maksud penulisan makalah, nama lengka penulis, logo institusi program studi, diakhiri tahun pembuatan makalah. KATA PENGANTAR Berisi beberapa paragraph yang mengungkapkan rasa syukur kepada tuhan yang maha esa, maksud dan tujuan makalah, penerimaan kritik dan saran, serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian makalah, diakhiri harapan penulis, dan ditutup dengan nama kota koma tanggal, bulan dan tahun.


4 DAFTAR ISI Menguraikan isi setiap lembar dalam makalah. Konsekuensinya setiap lembar harus diberi nomor halaman. BAB 1 PENDAHULUAN Berisi Latar Belakang, Rumusan Masalah, Manfaat Penulisan, Tujuan penulisan, dan Sistimatika Penulisan. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Berisi Konsep Medis Dan Konsep Proses Keperawatan. BAB 3 PEMBAHASAN Berisi kasus yang akan dikaji dari hasil pengolahan data dan pembahasan. BAB 4 PENUTUP Pada bab ini berisikan beberapa kesimpulan dari hasil penelitian.


5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. KONSEP MEDIS CF REGIO CLAVICULA 1. DEFINISI Close Fraktur Clavicula merupakan gangguan atau terputusnya hubungan tulang clavicula yang disebabkan oleh trauma langsung dan tidak langsung pada posisi lengan terputus atau tertarik keluar yang tidak ada hubungan patah tulang dengan dunia luar. Biasanya hal ini terjadi disebabkan karena jatuh dari kendaraan bermotor, akibatnya penderita Ketika datang akan mengeluh sakit saat menggerakkan lengan. 2. KLASIFIKASI Secara umum fraktur clavicula menurut Armis (2002) diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu: 1. Fraktur pada 1/3 tengah clavicula (insiden kejadian 75% - 80%). Pada daerah ini tulang lemah dan tipis serta umumnya terjadi pada pasien muda. 2. Fraktur atau patah tulang clavicula terjadi pada distal ( insiden kejadian 15%). 3. Fraktur clavicula pada 1/3 proksimal (5% pada kejadian ini berhubungan dengan cidera neurovaskuler). 3. ANATOMI DAN FISIOLOGI Clavicula berupa tulang menonjol di kedua sisi bagian depan bahu dan atas dada. Dalam anatomi manusia, clavicula adalah tulang yang membentuk bahu dan menghubungkan lengan atas pada batang tubuh. Clavicula merupakan tumpuan beban dari tangan, sehingga jika terdapat beban berlebih akan menyebabkan beban tulang berlebih. Os Clavikula mempunyai huruf S. Lengkung medialisnya lebih besar menuju ke depan, lengkung lateralis lebih kecil mengarah ke belakang. Ujung medial berhubungan dengan sternum dan disebut ekstremitas sternalis, terdapat tonjolan kecil disebut tuberositas kostalis untuk mengikat ligementum kosta clavikular. Bagian lateral


6 berhubungan dengan akromion (eskstermitas akrominalis), terdapat tuberositas kostalis dan sulkus subclavikular. 4. ETIOLOGI Fraktur clavicula paling sering disebabkan oleh mekanisme kompressi atau penekanan, paling sering karena suatu kekuatan yang melebihi kekuatan tulang tersebut dimana arahnya dari lateral bahu bisa karena jatuh, kecelakaan olahraga, ataupun kecelakaan kendaraan bermotor. Fraktur clavicula merupakan cedera yang sering terjadi akibat jatuh atau hantaman langsung ke bahu. Lebih dari 80% fraktur ini terjadi pada sepertiga tengah atau proksimal clavikula (Putra 2013). Pada daerah tengah tulang clavicula tidak di perkuat oleh otot ataupun ligament-ligament seperti pada daerah distal dan proksimal clavicula. Clavicula bagian tengah juga merupakan transition point antara bagian lateral dan bagian medial. Hal ini yang menjelaskan kenapa pada daerah ini paling sering terjadi fraktur dibandingkan daerah distal ataupun proksimal. 5. MANIFESTASI KLINIS Keluhan nyeri pada bahu depan, adanya riwayat trauma pada bahu atau jatuh dengan posisi tangan yang tidak optimal (outstreched hand) 1. Look yaitu pada fase awal cedera klien terlihat menggendong lengan pada dada untuk mencegah pergerakan. Suatu benjolan besar atau deformitas pada bahu depan terlihat dibawah kulit dan kadang-kadang fragmen yang tajam mengancam kulit. 2. Feel didapatkan adanya nyeri tekan pada bahu depan. 3. Move karena ketidakmampuan mengangkat bahu ke atas, keluar dan kebelakang thoraks. (Helmi,2012).


7 6. PATOFISIOLOGI Tulang pertama yang mengalami proses pengerasan selama perkembangan embrio pada minggu ke lima dan enam. Tulang clavikula, tulang humerus bagian proksimal dan tulang skapula bersama-sama membentuk bahu ke atas, keluar, dan kebelakang thoraks. Pada bagian proximal tulang clavikula bergabung dengan sternum disebut sebagai sambungan sternoclavicular. Pada bagian distal clavikula, patah tulang pada umumnya mudah untuk dikenali dikarenakan tulang clavikula adalah tulang yang terletak dibawah kulit (subcutaneus) dan tempatnya relatif didepan. Karena posisinya yang terletak dibawah kulit maka tulang ini sangat rawan sekali untuk patah. Patah tulang clavikula terjadi akibat tekanan yang kuat atau hantaman yang keras ke bahu. Energi tinggi yang menekan bahu ataupun pukulan langsung pada tulang akan menyebabkan fraktur.(Helmi,2012). 7. PENATALAKSANAAN Menurut Helmi (2012) penatalaksanaan klien dengan fraktur 1/3 tengah, intervensi reduksi dilakukan. Intervensi dengan pemasangan gendongan bahu dengan tidak menganjurkan klien melakukan abduksi lengan dapat dilakukan hingga nyeri mereda (biasanya 2-3 minggu). Sesudah itu harus dilakukan latihan bahu secara aktif, hal ini penting terutama pada pasien. Fraktur 1/3 bagian yang mengalami pergeseran hebat misal pada pemeriksaan yang ligamen korakoklavicularnya robek biasanya tidak dapat direduksi secara tertutup. Bila dibiarkan tanpa terapi, fraktur tersebut akan menyebabkan deformitas dan dalam beberapa fraktur akan menimbulkan rasa tidak enak dan kelemahan pada bahu. Oleh karena itu terapi operasi diindikasikan melalui insisi supra clavicular, fragmen reposisi dan dipertahankan dengan fiksasi interna dan kemudian kembali ke batang clavicular.


8 8. PEMERIKSAAN PENUNJANG Menurut (Huda dan Kusuma, 2015) pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.: a. X-ray , bertujuan menentukan lokasi/ luasnya fraktur b. Scan tulang, bertujuan memperlihatkan fraktur lebih jelas, mengidentifikasi kerusakan jaringan lunak c. Anteriogram, bertujuan untuk memastikan ada tidaknya kerusakan vaskuler d. Hitung darah lengkap, ditandai hemokonsentrasi meningkat, menurun pada perdarahan, peningkatan leukosit sebagai respon terhadap peradangan e. Kreatinin, ditandai trauma otot meningkatkan beban kreatinin untuk klirens ginjal f. Profil koagulasi, ditandai perubahan dapat terjadi pada kehilangan darah, transfusi atau cedera hati. 9. TERAPI melakukan terapi fisik dengan mempertahankan gerakan lengan untuk mencegah kekakuan. Seringkali pasien akan mulai melakukan latihan untuk gerakan siku segera setelah cedera. Selain itu, proses penanganan juga bisa disertai mengkonsumsi obatobatan yang dapat membantu meredakan nyeri saat penyembuhan fraktur. 10. KOMPLIKASI Komplikasi pada fraktur clavikula dapat berupa : 1. Komplikasi awal a.Kerusakan arteri ( mengakibatkan pembuluh darah menyumbat ) b.Sindrom kompartemen ( pembengkakan jaringan ) c.Fat embolism syndrom ( Ketika lemak memasuki aliran darah dan menghasilkan gejala dalam 1 hari seperti ruam, penurunan tingkat kesadaran, dan sesak nafas. d.Infeksi ( mikroorganisme yang menyerang jaringan ) e.Syok ( penurunan tiba-tiba aliran darah keseluruh tubuh).


9 2. Komplikasi lanjut a. Mal union (suatu keadaan tulang patah yang telah mengalami penyatuan dengan fragmen fraktur berada dalam posisi tidak normal (posisi buruk). b. Non Union ( penyembuhan fraktur terjadi 4 hingga 6 bulan setelah cedera awal dan setelah penyembuhan spontan sepertinya tidak terjadi. Biasanya diakibatkan oleh suplai darah yang tidak cukup dan tekanan yang tidak terkontrol pada lokasi fraktur).


10 B. KONSEP PROSES KEPERAWATAN CF REGIO CLAVICULA 1. PENGKAJIAN a. pengkajian Riwayat penyakit: komponen yang perlu dikaji: - Keluhan utama an alas an pasien dating kerumah sakit - Lamanya waktu kejadian sampai dengan dibawa kerumah sakit - Tipe cidera, posisi saat cedera dan lokasi cedera - Gambaran mekanisme cedera dan penyakit yang ada ( nyeri) - Waktu makan terakhir - Riwayat pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi sakit sekarang, Riwayat alergi klien. Metode yang dipakai untuk mengkaji nyeri: P : pencetus nyeri tanyakan hal yang menimbulkan dan mengurangi nyeri Q : kualitas nyeri R : arah penjalaran nyeri S : skala nyeri (1-10) T : lamanya nyeri sudah dialami klien b. tanda- tanda vital dengan mengukur : - tekanan darah - nadi - suhu - respirasi c. Pengkajian head to toe yang berfokus, meliputi : 1) pengkajian kepala,leher dan wajah - periksa rambut, kulit kepala dan wajah Adakah luka, perubahan tulang kepala, wajah dan jarigan lunak - periksa mata, telinga, hidung, mulut dan bibir Adakah perdarahan, benda asing, kelainan bentuk, perlukaan atau keluhan lainnya. - periksa leher Nyeri tulang servikal dan tulang belakang, trachea miring atau tidak, distensi vena leher, perdarahan, edema, dan kesulitan menelan 2) Pengkajian dada Hal-hal yang perlu dikaji dari rongga thoraks: - kelainan bentuk dada


11 - pergerakan dinding dada - amati penggunaan otot bantu nafas - perhatian tanda- tanda injuria tau cedera, perdarahan, sianosis. 3) Pengkajian Abdomen dan Pelvis Hal-hal yang perlu dikaji : - struktur tulang dan keadaan dinding abdomen - tanda- tanda cedera ekstemal, adanya luka tusuk, dan jejas. - massa: besarnya, lokasi dan mobilitas - nadi femoralis - nyeri abdomen, tipe, dan lokasi nyeri - distensi abdomen 4) Pengkajian Ekstermitas Hal-hal yang perlu dikaji : - tanda- tanda injuri eksternal - nyeri - pergerakan - sensasi keempat anggota gerak - warna kulit - denyut nadi perifer 5) Pengkajian Tulang Belakang Bila tidak terdapat fraktur, klien dapat dimiringkan untuk mengkaji : - deformitas - tanda-tanda jejas perdaraha - jejas - luka 6) Pengkajian Psikososial Meliputi : - kaji reaksi emosional : cemas, kehilangan - kaji Riwayat serangan panik akibat adanya fator pencetus seperti sakit tibatiba, kecelakaan, kehilangan anggota tubuh ataupun anggota keluarga - kaji adanya tanda- tanda gangguan psikososial yang dimanifestasikan dengan takikardi, tekanan darag meningkat.


12 2. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL Diagnosa keperawatan yang dapat muncul pada kasus close fraktur regio clavicula : 1) Nyeri Definisi : Pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan actual atau potensial, atau yang digambarkan sebagai kerusakan; awitan yang tiba-tiba atau lambat dengan intensitas eringan hingga berat, dengan berakhirnya dapat diantisipasi atau diprediksi, dan dengan durasi kurang dari 3 bulan. Factor yang berhubungan : agen cedera fisik Batasan karakteristik : - ekspresi wajah nyeri - sikap melindungi area nyeri - sikap tubuh melindungi 2) Hambatan mobilitas fisik Definisi : keterbatasan dalam gerak tubuh, atau satu atau lebih ekstermitas secara mandiri dan terarah Factor yang berhubungan : nyeri Batasan karakteristik : - penurunan rentang gerak - gerak lambat 3. INTERVENSI DIAGNOSA NOC NIC Dx : Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik ditandai dengan : DS : - pasien mengatakan nyeri hilang timbul P : pencetus nyeri tanyakan hal yang menimbulkan dan mengurangi nyeri Q : kualitas nyeri R : arah penjalaran nyeri S : skala nyeri (1-10) T : lamanya nyeri sudah dialami klien DO : - ekspresi wajah nyeri - sikap melindungi area nyeri Tujuan : Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada pasien selama 1 x 8 jam di harapan nyeri yang di rasakan pasien dapat berkurang dengan Kriteria hasil : 1.Mengontrol nyeri: dengan indicator - Mengenal faktor-faktor penyebab - Mengenal onset nyeri - Tindakan pertolongan non farmakologi - Menggunakan analgetic - Melaporkan gejala-gejala nyeri - Nyeri terkontrol 2.Menunjukan tingkat nyeri Dengan indicator Manajemen nyeri : 1. Kaji keluhan nyeri, lokasi, karekteristik, onset/durasi, frekuensi, kualitas dan beratnya nyeri R: Untuk mengetahui lokasi nyeri dan skala yang muncul saat nyeri 2. Observasi respon ketidaknyaman secara verbal dan non verbal R: : Untuk mengetahui respon secara langsung dari pasien dan mengetahui melalui mimik wajah yang diperlihatkan pasien saat nyeri muncul 3. Pastikan klien menerima perawatan analgetik dengan tepat R: agar rasa nyeri yang dirasakan klien tetap terkontrol dan tertangani 4. Gunakan strategi komunikasi yang efektif u/ mengetahui respon penerimaan klien terhadap nyeri


13 - sikap tubuh melindungi - Melaporkan nyeri - Frekuensi nyeri - Lamanya episode nyeri - Ekspresi nyeri; wajah - Perubahan respirasi rate - Perubahan tekanan darah 3.Tingkat kenyaman, Dengan indicator - Klien melaporkan kebutuhan tidur dan istrahat tercukupi R : agar pasien mudah dalam memahami edukasi yang diberikan perawat. 5. Evaluasi keefetikfan penggunaan R : agar bisa menilai efektififan intervensi yang telah dilakukan control nyeri: 1. Monitoring perubahan nyeri baik actual maupun potensial R: untuk mengetahui tingkat nyeri yang dirasakan oleh klien 2. Sediakan lingkungan yang nyaman R : dapat mengurangi rasa nyeri yang dirasakan oleh klien 3. Kurangi factor-faktor yang dapat menambah ungkapan nyeri R : agar nyeri berkurang 4. Ajarkan penggunaan teknik relaksasi sebelum atau sesudah nyeri berlangsung R : untuk mengurangi nyeri. 5. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk memilih tindakan selain obat untuk meringankan nyeri R : Untuk membantu proses penyembuhan pasien pasca operasi/untuk mengurangi nyeri 6. Tingkatkan istrahat yang adekuat untuk meringankan nyeri R : Untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan pasien Manajemen pengobatan 1. Tentukan obat yg dibutuhkan klien dan cara mengelola sesuai dengan anjuran/dosis R : mengurangi nyeri 2. Monitor efek teraupetik dan pengobatan R: untuk memonitor komunikasi antara perawat dan pasien dan untuk mengetahui keberhasilan program pengobatan pasien


14 Dx : Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri ditandai dengan : DS : - Pasien mengatakan nyeri pada luka insisi - pasien mengatakan saat bergerak masih kaku DO : - penurunan rentang gerak - gerak lambat Tujuan : Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada pasien selama 1 x 8 jam di harapan nyeri berkurang Kriteria hasil : - tidak adanya kontraktur - adanya peningkatan kekuatan dan fungsi bagian tubuh yang sakit - mampu mendemontrasikan aktivitas yang dilakukan 1. periksa Kembali kemampuan dan keadaan secara fungsional pada kerusakan yang terjadi. R : mengidentifikasi kelemahan/kekuatan klien 2. berikan bantuan untuk rentang gerak R : dapat meningkatkan kemampuan pasien untuk melakukan rentang gerak 3. bantu pasien dalam program Latihan alat imobilitas , ingatakan aktivitas dan pertisipasi dalam merawat diri sendiri sesuai kemampuan. R: untuk meningkatkan atau memulihkan pergerakan tbuh terkendali. 4. FOKUS IMPLEMENTASI Kegiatan implementasi pada klien dengan cf regio clavicula adalah membantunya mencapai kebutuhan dasar seperti : 1. Nyeri akut : Manajemen nyeri : 1. Mengkaji keluhan nyeri, lokasi, karekteristik, onset/durasi, frekuensi, kualitas dan beratnya nyeri 2. Mengobservasi respon ketidaknyaman secara verbal dan non verbal 3. Memastikan klien menerima perawatan analgetik dengan tepat 4. Menggunakan strategi komunikasi yang efektif u/ mengetahui respon penerimaan klien terhadap nyeri 5. Mengevaluasi keefetikfan penggunaan control nyeri: 1. Memonitoring perubahan nyeri baik actual maupun potensial 2. menyediakan lingkungan yang nyaman 3. Mengurangi factor-faktor yang dapat menambah ungkapan nyeri 4. Mengajarkan penggunaan teknik relaksasi sebelum atau sesudah nyeri berlangsung 5. Berkolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk memilih tindakan selain obat untuk meringankan nyeri 6. Meningkatkan istrahat yang adekuat untuk meringankan nyeri Manajemen pengobatan


15 1. Menentukan obat yg dibutuhkan klien dan cara mengelola sesuai dengan anjuran/dosis 2. Memonitor efek teraupetik dan pengobatan 2. Hambatan mobilitas fisik : 1. Memeriksa Kembali kemampuan dan keadaan secara fungsional pada kerusakan yang terjadi. 2.Menberikan bantuan untuk rentang gerak 3. Membantu pasien dalam program Latihan alat imobilitas , ingatakan aktivitas dan pertisipasi dalam merawat diri sendiri sesuai kemampuan. 5. FOKUS EVALUASI Evaluasi adalah penilaian dengan cara membandingkan perubahan keadaan pasien dengan tujuan dan kriteria hasil yang dibuat pada tahap perencanaan, Evaluasi berisi Subjektif(S), Objektif(O), Analisis(A), dan Planning (P).


16 DAFTAR PUSTAKA https://www.academia.edu/30842185/BAB_II_PENGELOLAAN_KASUS_2_1_Konsep _Dasar_Asuhan_Keperawatan_dengan_Masalah_Kebutuhan_Dasar https://www.perawatkitasatu.com/2017/10/kerusakan-integritas-jaringan-nandanic.html http://eprints.ums.ac.id/21989/1/02._NASKAH_PUBLIKASI.pdf http://repository.bku.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/663/Andina%20Wahyud i-1-90.pdf?sequence=1&isAllowed=y http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/7759/3/BAB%20II%20- %20Tinjauan%20Pustaka.pdf


Click to View FlipBook Version