The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

ROHIMI E-MODUL PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by knisa5382, 2021-12-02 23:39:52

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

ROHIMI E-MODUL PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

Keywords: PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI

1

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................................................1
1DAFTAR ISI….…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....….....2........2
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN

I. MUKADIMAH…..…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…........3.......3
II. DEFINISI…..…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…......3.......3
III. DAERAH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN……...…....…....…....…....…....…....…..............4.........4

A. Jaringan Meristem (Jaringan Muda)…..…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....4.......4
B. Jaringan Dewasa (Permanen)…..…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....6.......6
IV. PERKECAMBAHAN….…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....1..0......10
A. Perkecambahan Hipogeal…..…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…..................1..1.....11
B. Perkecambahan Epigeal….…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…......1..1......12
V. FAKTOR YG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN...1.2........12
A. Faktor Internal…..…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....1..2.....12
B. Faktor Eksternal …..…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....…....1..4.....14

2

Kompetensi Dasar
3.2 Memahami pengertian pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup
3.2 Memahami materi perkecambahan, pertumbuhan primer, pertumbuhan sekunder, dan

pembungaan.
Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Menyebutkan perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan
2. Memberikan definisi menurut diri sendiri pengertian dari pertumbuhan dan

perkembangan
3. Menyatakan pendapat antara faktor internal dan eksternal dalam mempengaruhi proses

perkembangan tanaman
4. Merancang percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan
Tujuan Pembelajaran
1..Setelah membaca modul tentang pertumbuhan dan perkembangan, peserta didik

diharapkan mampu menjelaskan pengertian pertumbuhan dan perkembangan dengan
menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
2..Peserta didik mampu menyebutkan 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan setelah mempelajari materi tersebut
3..Setelah mempelajari modul tentang pertumbuhan dan perkembangan, peserta didik
mampu membedakan antara tumbuhan primer dan sekunder dengan tepat

1

MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI XII
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN

I. MUKADIMAH
Setiap hari kita tentunya sangat sering melihat sesama kita ataupun

makhluk hidup lain, seperti hewan dan tumbuhan di sekitar kita.Semuanya
berinteraksi dengan kita baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Setiap makhluk hidup tersebut memiliki ciri yang menandakannya sebagai
makhluk hidup, salah satu diantaranya adalah tumbuh dan berkembang,
termasuk tumbuhan sebagai salah satu kelompok makhluk hidup. Tumbuh
dan berkembang memiliki konsep yang sangat berbeda. Setiap hari kita
dapat melihat proses tersebutdalam kehidupan sehari-hari, tetapi terkadang
kita belum dapat membedakan konsep antara keduanya.

II. DEFINISI
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa terdapat perbedaan

konsep yang sangat besar antara pertumbuhan dan perkembangan.
Pertumbuhan didefinisikan sebagai suatu proses bertambahnya ukuran atau
volume tubuh akibat bertambahnya sel-sel tubuh makhluk hidup, proses
ini tidak dapat dibalik atau dikembalikan serta dapat diukur dengan
satuan pengukuran tertentu dan dapat dinyatakan dengan suatu satuan
karena bersifat kuantitatif. Misal,bertambahnya ukuran panjang batang pada
tanaman jagung dari 5 cm menjadi 7 cm, atau pertambahan banyaknya daun.
Sedangkan, perkembangan didefinisikan sebagai suatu proses menuju
kedewasaan, ketika fungsi-fungsi fisiologi organ-organ tubuh yang telah
menjadi lebih sempurna. Prosesnya tidak sama, meski pada makhluk hidup
yang memiliki indukan yang sama. Kemudian, pada proses ini tidak dapat
dinyatakan dengan suatu ukuran tertentu karena bersifat kualitatif sehingga
tidak dapat diukur dengan satuan pengukuran. Contoh dari proses ini

2

adalah waktu siapnya suatu tumbuhan untuk berbunga dan berbuah, atau
ketika telah terjadi diferensiasi fungsi organ-organ tubuh tumbuhan.

III. DAERAH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Setiap bagian tubuh makhluk hidup pasti menjadi tempat daerah

pertumbuhan dan perkembangan, termasuk pada tumbuhan bahkan hingga
pada unit terkecil penyusun suatu makhluk hidup. Karena pada bagian inilah
pertumbuhan terjadi sehingga menambah volume serta ukuran tubuh dari
suatu makhluk hidup. Perbedaan yang terdapat pada sel penyusun antara sel
hewan dan tumbuhan, membedakan kedua kelompok ini secara signifikan.
Pada tumbuhan, daerah petumbuhan dapat terjadi pada dua tempat, yaitu
pada daerah meristematik atau daerah pertumbuhan utama serta daerah
pertumbuhan sekunder. Berdasarkan jaringan tempat terjadinya, jaringan
pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 (dua) bagian, yaitu :
A. Jaringan Meristem (Jaringan Muda)

Jaringan Meristem adalah jaringan muda yang selama hidupnya
mengalami pembelahan secara terus menerus. Berdasarkan tempat
terjadinya jaringan meristem, terbagi menjadi3 (tiga) yaitu :

Gambar 1. Letak Jaringan Meristem
1. Jaringan Meristem Apikal, jaringan meristem ini terletak pada ujung

daun dan ujung akar.

3

Gambar 2. Jaringan Meristem pada Ujung Batang
2. Jaringan Meristem Lateral, jaringan meristem ini terletak pada

bagian batang tumbuhan, jaringan ini bertanggung jawab terhadap
pertambahan ukuran panjang dan besar batang tumbuhan.
3. Jaringan Meristem Interkalar, jaringan meristem yang hanya
terdapat pada tumbuhan monokotil, jaringan ini terletak pada upi
(pelepah) daun.

B. Jaringan Dewasa (Permanen)
Jaringan ini merupakan perkembangan lanjutan dari perkembangan

pada jaringan meristem, disebut juga sebagai perkembangan sekunder
tumbuhan. Proses ini menjadikan Jaringan meristematik berkembang
menjadi jaringan dewasaakibat terdeferansiasinya fungsi jaringan-jaringan
tubuh tumbuhan tersebut. Jaringan ini terbagi menjadi beberapa bagian
seperti halnya jaringan meristem, antara lain :
1. Jaringan Epidermis, jaringan ini terletak pada bagian terluar dari tubuh

tumbuhan sesuai dengan namanya (Epi = atas, dan Dermis = kulit).
Terdapat pada lapisan terluar akar, batang dan daun. Jaringan ini
berbentuk balok, tidakber klorofil dan tersusun rapat.
2. Jaringan Parenkim, jaringan ini terletak tepat di bawah jaringan
epidermis disebut juga sebagai jaringan dasar.
3. bagian akar, batang dan daun. Karakteristik jaringan ini, selnya besar,

4

dinding sel tipis, terdapat banyak vakuola serta memiliki banyak ruang
antar sel.

Gambar 4. Struktur Jaringan Parenkim
4. Jaringan Penyokong, seringkali disebut juga sebagai jaringan penguat

atau jaringan mekanik karena fungsi utamanya yang berperan dalam
memperkokoh dan menunjang bentuk tumbuhan serta melindungi
embrio dan berkas pengangkut, terdapat pada daun batang dan biji.
Jaringan ini dibedakan menjadi 2 (dua) bagian, yaitu : Jaringan
Kolenkim, yang memiliki sel hidup yang mengalami penebalan dan
tidak berlignin. Dan jaringan sklerenkim, yang selnya mati serta
dinding selnya tebal berlignin, dibandingkan dengan kolenkim,
sklerenkim memiliki struktur yang lebih kaku, terbagi menjadi 2 (dua)
bagian yaitu Sklereid dan sel serat.

Gambar 5. Struktur Jaringan Kolenkim

5

Gambar 6. Struktur Sel Serat dan Sklereid
Jaringan Pengangkut, jaringan ini bertanggung jawab terhadap
transportasi air serta unsur-unsur hara yang terkandung di dalamnya serta
hasil metabolisme ke bagian- bagian tubuh tertentu. Jaringan ini terbagi
menjadi 2 (dua) jenis, yaitu : Pembuluh Xylem dan Pembuluh Floem.
Xylem atau disebut juga pembuluh kayu, berfungsi sebagai pengangkut
air serta zat-zat yang terkandung di dalamnya menuju daun yang
berfungsi sebagai "dapur" untuk menghasilkan makanan pada proses
fotosintesis. Sedangkan Floem atau seringkali disebut pembuluh tapis,
berfungsi mengangkut hasil metabolisme ke seluruh tubuh.

Gambar 7. Pembuluh Angkut Pada Tumbuhan

6

Gambar 8. Pembuluh Tapis pada Jaringan Pengangkut
5. Jaringan Gabus, tersusun dari parenkim gabus yang berfungsi

melindungi jaringan-jaringan di bawahnya dari kehilangan air. Jaringan
ini memiliki sel gabus yang mati dan kosongberbentuk memanjang.

7

Gambar 9. Struktur Jaringan Gabus

IV. PERKECAMBAHAN
Perkecambahan merupakan tahapan awal dalam pertumbuhan

dan perkembangan khususnya untuk tumbuhan berbiji (spermatophyta),
didefinisikan sebagai sebuah proses munculnya tumbuhan baru
(kecambah/embrio) dari biji. Pada tahapan proses ini, calon tumbuhan
baru yang sebelumnya mengalami dormansi akan mengalami
pertumbuhan akibat perubahan-perubahan fisiologis yang selanjutnya
akan berkembang menjadi tumbuhan baru (kecambah). Proses ini
diawali oleh penyerapan air oleh biji yang dapat merangsang proses
pertumbuhan tumbuhan baru.

8

Gambar 10. Ilustrasi Jenis Perkecambahan
Berdasarkan posisi kotiledon dalam proses perkecambahan,proses ini
terbagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu :
A. Perkecambahan Hipogeal

Disebut juga sebagai perkecambahan dalam tanah, dikarenakan
proses keluarnya tumbuhan baru akibat pertumbuhan memanjang
dari epikotil membuat plamula keluar menembus kulit biji, tetapi
kotiledon relatif tetap berada di dalam tanah. Perkecambahan ini
dapat terjadi pada jagung atau kapri (kacang polong).
B. Perkecambahan Epigeal
Berbeda dengan Hipogeal, Epigeal disebut sebagai perkecambahan
di atas tanah. Disebut demikian karena kotiledon bergerak ke
permukaan tanah akibat pemanjangan epikotil yang mendorong
plamula dan kotiledon ke atas permukaan tanah. Perkecambahan
ini terjadi pada kacang hijau dan jarak.

9

V. FAKTOR-FAKTOR YAG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
DAN PERKEMBANGAN

Dalam proses pertumbuhan maupun perkembangan tumbuhan,
banyak sekali faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya. Dari
banyaknya, faktor - faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi 2
(dua) kelompok besar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan
perkembangan, yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar tubuh
tumbuhan (internal) serta faktor - faktor yang bersumber dari luar tubuh
tumbuhan (eksternal).
A. Faktor Internal

Faktor Internal, atau faktor-faktor yang berasal dari dalam
tubuh tumbuhan, faktor - faktor yang bersumber dari dalam tubuh
tumbuhan tersebut relatif lebih sulit untuk dipengaruhi atau diubah,
kecuali dengan beberapa perlakuan khusus. Terdapat 2 (dua) hal
yang dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan,
yaitu : Gen dan Hormon. Gen adalah bagian dari sel yang
bertanggung jawab terhadap pewarisan sifat atau karakter fisik dari
induk kepada keturunannya. Bahwa setiap karakter fisik yang
dimiliki oleh suatu individu termasuk tumbuhan merupakan warisan
sifat yang diturunkan dari induk- induknya sebelumnya.

Faktor Internal berikutnya adalah hormon, yaitu senyawa
bukan nutrisi (hara) yang terbentuk dari jaringan-jaringan yang aktif
membelah (meristematik) yang pada kadar "kecil" dapat membantu,
merangsang, mengubah, mendorong, menekan, menghambat proses
pertumbuhan atau perkembangan. Hormon dihasilkan karena adanya
rangsang, yang penyebarannya tidak harus melalui sistem pembuluh
karena pada tumbuhan hormon dapat berpindah melalui sitoplasma

10

ataupun ruang antar sel. Jenis-jenis hormon yang mempengaruhi

proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan antara lain :

1. Auksin,

memiliki fungsi antara lain merangsang perpanjangan sel,

merangsang aktivitas kambium, merangsang

pembengkokan batang, merangsang pantenokarpi dan

merangsang dominasi apikal. Pada beberapa percobaan, struktur

auksin dapat berubah karena adanya perlakukan cahaya yang

berlebihan. Pemberian perlakuan ini, dapat merusak auksin yang

pada akhirnya menurunkan atau menhambat pertumbuhan

batang, yang mengakibatkan tumbuhan yang diberikan

perlakuan minim rangsang cahaya memiliki pertumbuhan

batang yang lebih baik.

2. Sitokinin, berperan dalam merangsang atau terlibat dalam

pembelahan sel (cytokinin berarti "terkait pembelahan sel").

3. Giberelin, Senyawa pertama yang ditemukan memiliki efek

fisiologi adalah GA3 (asam giberelat 3). GA3 merupakan

substansi yang diketahui menyebabkan pertumbuhan membesar

pada padi yangterserang fungi Gibberella fujikuroi.

4. Etilen, erupakan satu-satunya zat pengatur tumbuh yang
berwujud gas pada suhu dan tekanan ruangan (ambien). Selain
itu, etilena tidak memiliki variasi bentuk yang lain. Peran
senyawa ini sebagai perangsang pemasakan buah telah diketahui
sejak lama meskipun orang hanya tahu dari praktek tanpa
mengetahui penyebabnya. Pemeraman merupakan tindakan
menaikkan konsentrasi etilena di sekitar jaringan buah untuk
mempercepat pemasakan buah. Pengarbitan adalah tindakan

11

pembentukan asetilena (etuna atau gas karbid); yang di udara
sebagian akan tereduksi oleh gas hidrogen menjadi etilena.
5. Asam Absisat, atau ABA merupakan kelompok fitohormon
yang terkait dengan dormansi dan perontokan daun
(senescense). ABA selanjutnya dapat diproses menjadi bentuk
turunan tidak aktif yang disebut sebagai ABA metabolit. ABA
sering dikelompokkan sebagaihormon inhibitor karena perannya
yang kerap terkait dengan penundaan proses.
6. Asam Traumalin, merupakan hormon hipotetik, yaitu
gabungan beberapa aktivitas hormon yang ada (auksin,
giberelin, sitokinin, etilen, dan asam absisat). Apabila tumbuhan
mengalami luka atau perlukaan karena gangguan fisik, maka
akan segera terbentuk kambium gabus. Pembentukan kambium
gabus itu terjadi karena adanya pengaruh hormon luka (asam
traumalin). Sebenarnya, peristiwa ini merupakan hasil kerja
sama antarhormon pada tumbuhan yang disebut restitusi
(regenerasi). Awalnya, luka pada tumbuhan akan memacu
pengeluaran hormon luka yang kemudian merangsang
pembentukan kambium gabus. Pembentukan kambium gabus
dilakukan oleh hormon giberelin. Selanjutnya, karena pengaruh
hormon sitokinin, terbentuklah sel-sel baru yang akan
membentuk jaringan penutup luka yang disebut kalus.
7. Kalin adalah hormon yang merangsang pembentukan organ
tubuh. Berdasarkan organ yang dibentuknya, kalin dibedakan
atas :

a. Kaulokalin, merangsang pembentukan batang.
b. Rhyzokalin, merangsang pembentukan akar. Sekarang

telah diketahui bahwa rhyzokalin identik dengan vitamin

12

B1 (thiamin).
c. Filokalin, merangsang pembentukan daun.
d. Antokalin, merangsang pembentukan bunga.

B. Faktor Eksternal
Faktor berikutnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

dan perkembangan tumbuhan adalah lingkungan tumbuhan. Faktor
luar di sekitar tumbuhan yang juga disebut sebagai faktor eksternal
merupakan semua faktor di sekitar tumbuhan yang berpengaruh
terhadap pertumbuhan danperkembangan tumbuhan, baik komponen
biotik maupun abiotik. Beberapa faktor eksternal yang berpengaruh
terhadappertumbuhan dan perkembangan tumbuhan antara lain :
1. Cahaya

Cahaya merupakan sumber energi yang pertama dan utama,
berdasarkan hukum termodinamika, darinya energi dapat diubah
menjadi energi bentuk lain yang dapat dimanfaatkan oleh setiap
makhluk hidup. Tumbuhan sebagai organisme yang bersifat
autotrof, menggunakan berkas cahaya matahari untuk mengubah
karbondioksida (CO2) dan Air (H2O) yang mengandung zat-zat
hara yang diperlukan oleh tumbuhan menjadi Karbohidrat /
Amilum (C6H12O6) melalui proses Fotosintesis. Selain berperan
dalam proses fotosintesis, cahaya juga diketahui dapat
mempengaruhi hormon pertumbuhan terutama auksin, cahaya
yang terlalu berlebihan dapat merusak struktur auksin sehingga
dengan pemberian cahaya yang berlebihan dapat menghambat
pertumbuhan batang. diketahui pula selain mempengaruhi
hormon pertumbuhan, cahaya juga dapat mempengaruhi laju
penguapan pada daun.

13

Gambar 11. Ilustrasi Proses Fotosintesis
2. Air

Air dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup termasuk
tumbuhan, sebagian besar penyusun sel tubuh baik hewan
maupun tumbuhan adalah air. Dalam proses fotosintesis, air
berperan penting karena kandungan zat-zat atau unsur-unsurhara
yang terkandung di dalamnya. Air berperan juga dalam reaksi
enzimatik yang mempengaruhi metabolisme yang terjadi dalam
tubuh tumbuhan. Sampai pada batas-batas tertentu, makin tinggi
kadar air, pertumbuhan akan makin cepat. Karena lebih banyak
kadar air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan, akan
menyebabkan pembentangan sel-sel, dengan demikian sel-sel
lebih cepat mencapai ukuran maksimalnya. Selain itu, air juga
dapat digunakan sebagai media tanam yang banyak dilakukan
oleh warga perkotaan yang tidak memiliki ketersediaan lahan
untuk bercocok tanam, bahkan beberapa tumbuhan memang

14

menggunakan air sebagai media tanam, seperti eceng gondok dan
teratai.
3. Tanah
Tidak dapat dipungkiri, tanah merupakan media tanam yang
umumnya dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam proses
pertumbuhan dan perkembangan, karena selain berperan sebagai
struktur yang berperan menegakkan tumbuhan, dalam tanah juga
terdapat suatu yang dibutuhkantumbuhan yaitu nutrisi. Tumbuhan
mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya dari dalam tanah
melalui air yang terdapat di dalam tanah. Selain nutrisi, struktur
tanah juga mempengaruhi kesuburan tumbuhan. Tanah yang
gembur akan banyak mengandung udara yang akan sangat baik
bagi tumbuhan.
4. Suhu dan Kelembapan
Kedua faktor ini juga sangat berpengaruh terhadap tumbuhan,
seperti halnya makhluk hidup lain tumbuhan juga memiliki
ketergantungan terhadap suhu atau temperatur yang sesuai agar
kehidupannya dapat berlaksung secara maksimal. Suhu yang
berlebihan dapat mempengaruhi reaksi enzimatik yang terjadi di
dalam tubuh tumbuhan, begitu juga sebaliknya. Dalam lingkup
yang lebih besar, suhu dan kelembapan dalam bentuk cuaca dan
musim juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan secara
lebihbesar

15

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jawaban yang benar dan tepat!
I. PILIHAN GANDA
1. Ciri-ciri perkembangan yang benar adalah….

A. Bersifat kualitatif, terjadi pertambahan ukuran dan jumlah sel
B. Bersifat kuantitatif, terjadi pertambahan jumlah sel dan ukuran
C. Bersifat dapat balik, dapat dinyatakan dengan angka
D. Bersifat tidak dapat balik, terjadi pematangan fungsi organ
E. Tidak dapat diukur, namun dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk

2. Salah satu faktor eksternal yang bepreran sangat penting pada peristiwa
perkecambahan adalah …
A. Air
B. Cahaya
C. Kelembapan
D. Suhu
E. PH

3. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
1) Proses bertambahnya volume, massa, dan tinggi
2) Terbentuk struktur dan fungsi organ yang kompleks
3) Dapat diukur dan dinyatakan dengan angka
4) Bersifat kualitatif
5) bersifat tidak dapat balik seperti semula
Pernyataan-pernyataan yang paling tepat menunjukkan ciri-ciri
pertumbuhan terdapat pada nomor.....
A. 1), 2), 3) D. 2), 3), 5)
B. 1), 3), 5) E. 3), 4), 5)
C. 2), 3), 4)

16

4. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
1) Kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah

E 2) Bagian yang mengalami pemanjangan adalah hipokotil
3) Plumula terdorong ke permukaan tanah
4) Kotiledon tetap berada di dalam tanah
5) Umumnya terjadi pada tumbuhan monokotil
Pernyataan-pernyataan yang paling tepat mengenai
perkecambahan epigeal ditunjukkan oleh nomor .... .
A. 1), 2), 3)
B. 1), 3), 4)
C. 2), 3), 4)
D. 2), 4), 5)
E. 3), 4), 5)

5. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
1) Memacu pembentangan dan pembelahan sel
2) Mengakibatkan tanaman tumbuh tinggi
3) Mencegah kerontokan pada daun, bunga, dan buah
4) Merangsang pembentukan enzim amilase
5) Mengakibatkan tanaman berbunga sebelum waktunya
Fungsi hormon auksin dan giberelin ditunjukkan oleh nomor ….
A. 1, 2, 3 dan 4, 5, 6
B. 1, 3, 5 dan 2, 4, 6
C. 2, 3, 4 dan 1, 5, 6
D. 2, 4, 6 dan 1, 3, 5
E. 3, 4, 5 dan 1, 2, 6

17

6. Pada bagian ujung akar terdapat tiga daerah titik tumbuh, salah satunya adalah
daerah pembelahan. Peristiwa yang terjadi pada daerah tersebut adalah ….
A. Jaringan yang melakukan aktivitas fotosintesis dan respirasi
B. Pertumbuhan pembuluh vaskuler
C. Perkembangan sel yang memiliki struktur dan fungsi khusus
D. Sel-sel dan jaringan meristem yang aktif dan terus membelah
E. Sel-sel yang memanjang dan berkembang

7. Pertumbuhan sekunder pada tumbuhan disebabkan oleh aktivitas meristem lateral.
Pernyataan yang tidak tepat mengenai pertumbuhan sekunder dan meristem lateral
adalah ….
A. Aktivitas meristem lateral diperankan oleh kambium vaskuler dan kambium
gabus
B. Aktivitas meristem lateral menyebabkan terbentuknya lingkaran tahun pada
tumbuhan dikotil
C. Aktivitas meristem lateral terjadi pada ujung akar dan ujung batang
pada tumbuhan
D. Pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada tumbuhan dikotil karena memiliki
kambium
E. Pertumbuhan sekunder menyebabkan diameter tanaman bertambah

8. Contoh faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan adalah ….
A. Air dan pH
B. Gen dan cahaya
C. Gen dan hormon
D. Hormon dan kelembapan
E. Suhu dan cahaya

18

9. Cahaya mempengaruhi aktivitas hormon auksin. Pernyataan di bawah ini yang
tepat mengenai aktivitas hormon auksin yang dipengaruhi oleh cahaya adalah ….
A. Auksin akan menguraikan cahaya sehingga menghambat pertumbuhan tanaman
B. Auksin akan menuju ke tempat yang lebih gelap jika tidak terdapat cahaya
C. Aktivitas auksin pada area yang tidak terkena cahaya lebih optimal
dibandingkan pada area tumbuhan yang terkena cahaya
D. Auksin akan memicu pemanjangan sel pada area tumbuhan yang terkena cahaya
E. Pemanjangan sel pada area yang lebih gelap menyebabkan tumbuhan mengarah
kepada cahaya yang dipengaruhi oleh aktivitas hormone sitokinin

10. Perhatikan beberapa peristiwa yang terjadi pada tumbuhan di bawah ini!
1) Daun dapat melakukan proses fotosintesis menghasilkan makanan bagi
tumbuhan tersebut
2) Xilem dapat mengangkut air dari akar
3) Pelebaran yang terjadi pada batang dan akar akibat aktivitas cambium
4) Akar tumbuhan kangkung darat semakin panjang untuk mendapatkan air dan
unsur hara
5) Kekuatan batang pohon pinus dari hari ke hari semakin kokoh Peristiwa yang
menunjukkan perkembangan pada tumbuhan ditunjukkan oleh nomor ….
A. 1, 2, 5
B. 1, 3, 4
C. 2, 3, 4
D. 3, 4, 5
E. 4, 5

19

II. ISIAN
1. Jaringan Penyokong, seringkali disebut juga sebagai jaringan ……….. atau
……………… jaringan mekanik karena fungsi utamanya yang berperan dalam
memperkokoh dan menunjang bentuk tumbuhan serta melindungi embrio dan
berkas pengangkut, terdapat pada daun batang dan biji.
2. Asam Traumalin, merupakan hormone…........
3. Jaringan meristem ini terletak padabagian batang tumbuhan………………
4. Jaringan meristem yang hanya terdapat pada tumbuhan monokotil………………
5. Merangsang pembentukan batang……………

III. ESSAY
1. Jelaskan apa yang membedakan antara pertumbuhan dan perkembangan!
2. Berdasarkan tempat terjadinya jaringan meristem, terbagi menjadi 3 (tiga),
sebutkan dan jelaskan!
3. Perhatikan gambar berikut ini!

Gambar tersebut merupakan gambar tipe dari perkecambahan, jelaskan antara
kedua tipe perkecambahan tersebut!

20


Click to View FlipBook Version