JAWA
DORKAS MELANI W W IDA AYU PUTU S P A KHRESNA ANANDHA P IMANUEL TARO S R M ZAKKI SURGERY 1. 2. 3. 4. 5. A N G G O T A X I I M I P A 1 1
KONDE KEBAYA STAGEN JARIK CANELA Busana Adat Jawa
Sanggul, kundai, atau konde, adalah segolongan cara penataan rambut yang dicirikan dengan menarik sebagian besar rambut ke belakang kepala. konde dimaknai sebagai kepintaran perempuan dalam menyimpan rahasia, baik rahasia dirinya, maupun rahasia keluarganya. Artinya, bila seorang perempuan memiliki masalah pribadi, maupun masalah tentang keluarganya, biarkan masalah atau rahasia tersebut tetap tersimpan di bagian belakang dirinya.
Pertama, rambut dibagi dua lalu diikat dengan karet dengan kencang, lalu rambut disasak agar rambut bervolume. Hasil sasakan lalu dijepit dan diberi hairspray agar lebih rapi. gunakan arnet dan jepit kecil untuk menyangga rambut. Kemudian pasang sanggul dan tambahkan beberapa hiasan kepala berupa bunga atau hiasan lain. Cara pakai :
Baju kebaya ini memiliki desain berbentuk blouse sederhana berlengan panjang yang kerap dikenakan dalam upacara adat ataupun acara formal. Kesabaran dan lemah lembut merupakan makna yang tersimpan dalam kebaya. Jika diperhatikan seksama, potongan kebaya selalu mengikuti bentuk tubuh. Artinya, perempuan Jawa diharuskan bisa menyesuaikan diri dan menjaga diri sendiri di manapun mereka berada.
Baju Kebaya biasanya dipakai seperti baju pada umumnya. Ada model baju kebaya yang digunakan dengan mengaitkan kail yang ada pada kedua sisi kebaya. Ada juga model kebaya yang sudah modern. Dengan bahannya yang relatif elastis, kebaya ini bisa langsung dikenakan.
PENGERTIAN Stagen adalah gulungan kain yang secara tradisional dikenakan wanita Jawa saat menggunakan kebaya. ini merupakan stagen kebaya yang biasa digunakan
CARA PAKAI Cara menggunakannya adalah dengan melilitnya di pinggang setelah mengenakan kain panjang. Stagen berguna untuk menahan kain panjang supaya kokoh dan tidak terlepas. Setelah itu, barulah mengenakan kebaya. ini merupakan stagen kebaya yang biasa digunakan
FILOSOFI Dalam filosofi Jawa kain stagen yang bentuknya memanjang disimbolkan sebagai usus panjang, yang berarti selalu sabar. Seperti halnya pada proses pembuatannya yang cukup lama membutuhkan ketekunan dan kesabaran
Dalam Bahasa Jawa, jarik memiliki makna ‘Aja gampang sirik’,dalam Bahasa Indonesia berarti jangan mudah iri hati. JARIK MERUPAKAN SEBUAH SEBUTAN DALAM BAHASA JAWA UNTUK SEBUAH KAIN YANG MEMPUNYAI MOTIF BATIK DENGAN BERBAGAI CORAK.JARIK SENDIRI BIASA DIGUNAKAN OLEH SESEPUH ORANG JAWA UNTUK KESEHARIAN. SEBAGAI GAMBARAN TINGKAT HIDUP DAN STATUS SOSIAL. MAKNA JARIK DENGAN MOTIF TERTENTU AKAN MENUNJUKAN STATUS SOSIAL ORANG TERSEBUT JARIK DAPAT MENGGAMBARKAN DARIMANA ORANG TERSEBUT BERASAL, KARENA SETIAP DAERAH MEMPUNYAI CIRI DAN MOTIF YANG BERBEDA BEDA JARIK MEMPUNYAI BEBERAPA FILOSOFI, SEPERTI:
Canela atau selop adalah alas kaki pada busana adat jawa yang digunakan oleh pria atau wanita. Canela ini dalam bahasa jawa “canthelna jroning nala.” yang berarti peganglah kuat hatimu. Canela dipakai di kaki dengan simbol agar penggunanya memperbanyak ibadah kepada gusti tuhan yang maha kuasa. Canela dipakai dengan kaki telanjang tanpa menggunakan alas lainnya seperti kaus kaki
KELOMPOK 1 XII MIPA 11