The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ZIADAH ROHMAH, 2023-06-08 01:33:31

E-LKPD_REVISI

E-LKPD_REVISI

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan “E-LKPD Hidrolisis Garam” dengan semaksimal mungkin. E-LKPD ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya bimbingan, arahan dan bantuan serta dukungan dari berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan E-LKPD. E-LKPD ini membantu peserta didik belajar kimia dan aplikasinya dalam kehidupan seharihari, khususnya pada materi hidrolisis garam. E-LKPD ini disusun dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Di dalam E-LKPD ini peserta didik akan menjumpai beberapa masalah dan pertanyaan-pertanyaan yang dapat melatih keterampilan berpikir kritis peserta didik. Setiap pertemuan di E-LKPD ini disajikan beberapa kegiatan. Terdapat ilustrasi dan deskripsi singkat yang menarik berkaitan dengan materi yang bersangkutan. Selain itu, Diskusi akan mendorongmu untuk lebih aktif dalam bekerja sama. Di bagian akhir setiap pertemua dilengkapi dengan latihan untuk mengevaluasi kompetensi yang telah kamu capai setelah mempelajari satu materi. Akhirnya, semoga E-LKPD ini bermanfaat dan jangan segan untuk bertanya jika menemui kesulitan. Mataram, Maret 2023 Ziadaturrohmah


PETUNJUK PENGGUNAAN E-LKPD Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) ini disusun dan dikembangkan untuk membantu peserta didik belajar mendapatkan pengetahuan melalui pengelolaan kemampuan berpikir, sehingga dapat meningkatkan keterampilan dan sikapnya yang sejalan dengan peningkatan pengetahuannya. Berikut merupakan petunjuk dalam menggunakan LKPD ini: 1. Bahan ajar ini merupakan lembar kegiatan peserta didik (LKPD) yang berisi kegiatan yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. 2. LKPD ini dikembakan secara elektronik sehingga dapat digunakan kapan saja dan di mana saja. 3. Konten yang terdapat dalam E-LKPD ini diantaranya berupa materi, gambar, kegiatan peserta didik, pertanyaan, dan kesimpulan. 4. Bacalah terlebih dahulu permasalahan yang disajikan. Pahamilah uraian pengantar materi dengan membaca secara seksama dan terliti. 5. Jawablah pertanyaan yang ada dalam E-LKPD ini dengan benar. 6. Gunakan berbagai sumber informasi umtuk menjawab pertanyaan yang terdapat di dalam ELKPD ini misalnya: internet, buku dan lain sebagainya.


KOMPETENS DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK) Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 3.11 Menganalisis kesetimbangan ion dalam larutan garam dan menghitung pH nya. 3.11.1 Menentukan sifat garam yang terhidrolisis 3.11.2 Menjelaskan ciri-ciri garam yang terhidrolisis dalam air 3.11.3 Menentukan pH larutan garam berdasarkan sifat larutan garam yang terhidrolisis melalui perhitungan 4.11 Melakukan percobaan untuk menunjukkan sifat asam dan basa berbagai larutan garam. 4.11.1 Melakukan percobaan untuk menentukan sifat asam atau basa berbagai larutan garam 4.11.2 Melaporkan hasil percobaan tentang sifat asam atau basa berbagai larutan garam dalam bentuk laporan tertulis


PERTEMUAN 1 Menentukan Sifat Garam yang Terhidrolisis dari persamaan reaksi ionisasi Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik mampu merancang percobaan penentuan jenis garam dan sifat garam terhidrolisis 2. Peserta didik mampu melakukan percobaaan percobaan penentuan jenis garam dan sifat garam terhidrolisis 3. Peserta didik mampu menuliskan reaksi hidrolisis garam


Mengingat Kembali Garam merupakan senyawa ionik yang terbentuk dari hasil reaksi penetralan asam dan basa. Secara umum reaksi pembentukan garam dapat dituliskan sebagai berikut : HA + BOH ⟶ BA +A H2O Berdasarkan reaksi di atas, hal-hal yang dapat kita ketahui tentang garam yaitu : Garam terbentuk dari reaksi anion asam (A- ) dan kation basa (B+ ) Reaksi pembentukan garam merupakan reaksi irreversible (reaksi yang berjalan satu arah) Dalam reaksi pembentukan garam ini, biasanya diikuti dengan pembentukan molekul air Jenis garam dapat diklasifikasikan berdasarkan asam-baa pembentuknya, yaitu : Garam dari asam kuat dengan basa kuat Garam dari asam kuat dengan basa lemah Garam dari asam lemah dengan basa kuat Garam dari asam lemah dengan basa lemah Garam diatas merupakan senyawa yang mudah terurai dalam air membentuk ion-ionnya. BA ⟶B + + AIon yang terbentuk dari hasi penguraian garam tersebut, ada yang dapat bereaksi lanjut dengan air ada pula yang tidak. Bagian inilah yang selanjutnya akan kita pelajari dalam Hidrolisis Garam. Peristiwa hidrolisis garam sangat dipengaruhi oleh kekuatan asam dan basa pembentuk garam. Oleh sebab itu, tidak semua jenis garam dapat terhidrolisis dalam air. Reaksi hidrolisis garam ini terjadi pada kation maupun anin yang berasal dari asam atau basa tertentu saja. Pada beberapa jenis garam, kation maupun anion tersebut memiliki kemampuan untuk bereaksi dengan air. Sementara itu, ionion garam yang tidak terhidrolisis tetap berada pada kondidi ionnya. Reaksi hidrolisis suatu garam, dapat terjadi pada kation saja, anion saha, maupun keduanya. Reaksi hidrolisis yang terjadi pada kation atau anion tersebut dapat dituliskan sebagai berikut : Reaki pada kation : B + + H2O ⇌ BOH + H+ Kation garam sifat asam Reaksi pada anion : A - + H2O ⇌ HA + OHanion garam sifat basa


Reaksi hidrolisis pada garam dapat menyebabkan perubahan pH larutan garam tersebut. Namun begitu, ada garam tertentu yang tidak berubahpH nya meskipun garam tersebu terhidrolisis. Untuk mengetahui garam tersebut dan garam apa saja yang terhdrolisis, mari melakukan percobaan Mari Membaca Fase 1 : Orientasi Terhadap Masalah Salah satu faktor penting bagi pertumbuhan tanaman adalah kualitas tanah. Kualitas tanah adalah kapasitas dan kemampuan tanah untuk mempertahankan produktivitas tanaman, menjaga ketersediaan dan mepertahankan air, serta kualitas lingkungan. Dalam mengukur kualitas tanah ada tiga indicator prnting, salah satunya indicator kimia. Indicator kimia meliputi pH tanah (asam atau basanya tanah) dan kandungan nutrisi dan hara pada tanah. Oleh karena itu,diperlukan pupuk yang mendapat menjaga pH tanah agar tidak terlalu asam atau basa. Suatu hari, seorang petani pergi ke penjual pupuk. Petani tersebut menemukan beberapa pilihan pupukpupuk garam yang dapat digunakan, yaitu: pupuk urea yang mengandung CON2H4 atau (NH2)2CO, pupuk ZA yang mengandung ((NH4)2SO4), pupuk soda Ash yang mengandung Na2CO3, pupuk kalium klorida yang mengandung KCl, dan pupuk kapur pertanian/kalsium karbonat yang mengandung CaCO3. Akan tetapi, petani tersebut tidak mengetahui pupuk mana yang dapat digunakan untuk mengolah lahannya. Jika anda diminta untuk membantu petani itu dalam menentukan sifat dari pupuk garam yang ditawarkan, kemudian menentukan pupuk garam yang diperkirakan cocok untuk mengolah lahannya. Dalam hal ini lahan pertanian berada pada kondisi yang asam. Apakah yang anda lakukan dalam menangani permasalah tersebut ?


Mari Berdiskusi 1. Informasi penting apa saja yang kalian dapatkan dari wacana di atas? 2. Konsep pengetahuan apa yang berhubungan dengan masalah di atas? Mengajukan Hipotesis 3. Jika suatu pupuk yang mengandung garam dapat bersifat asam atau basa, maka bagaimana cara kalian untuk menentukan sifat dari garam tersebut ?


Mari MencariTahu Fase 2 : Mengorganisasi untuk Belajar Untuk menguji hipotesis yang kalian ajukan, rancanglah strategi yang tepat untuk melakukan percobaan penentuan sifat asam atau basa suatu garam! 4. Tuliskan rancangan percobaan yang akan kalian lakukan! 5. Tuliskan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam percobaan penentuan asam atau basa suatu garam! Fase 3 : Membimbing Penyelidikan 6. Tentukan sifat masing-masing larutan menggunakan lakmus merah dan lakmus biru ! Setelah kalian memahami permasalahan tersebut dan mendiskusikannya, lakukan langkah berikut ini : 1. Sebelum memulai percobaan, ajaklah temanmu untuk turut aktif dalam percobaan ini 2. Bagilah tugas agar pekerjaan menjadi ringan dan berhati-hatilah selama melakukan percobaan 3. Ikutilah prosedur kerja dan instruksi guru dalam melakukan percobaan 4. Gunakan sumber acuan yang kalian miliki untuk menambah informasi dan menjawab pertanyaan LKPD 5. Selesaikan pertanyaan yang ada dalam LKPD bersama teman kelompok kalian. 6.


TABEL PENGAMATAN No Nama larutan/Rumus Kimia pupuk Garam Kertas Lakmus Perubahan indikator universal Ion Pembentuk Garam Sifat garam Merah Biru pH Kation Anion 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 7. Analisis Data dan Pembahasan a. Apakah ada kaitannya antara jenis asam dan basa pembentuk garam denga sifat larutan garam ? b. Kelompokkan jenis garam berdasarkan asam-basa pembentuknya c. Tuliskan reaksi yang terjadi dari masing-masing garam di dalam pelarut air d. Sebutkan garam apa saja yang kalian temukan dapat terhidrolisis total, terhidrolisis sebagian dan tidak terhidrolisis ! 8. Buatlah kesimpulan hasil percobaan!


Fase 4 : Mengembankan dan menyajikan hasil karya 9. Presentaasikan rancangan percobaan, hasil pengamatan percobaan dan kesimpulan hasil percobaan di depan kelas! 10. Perhatikan presentasi dari kelompok lain, dan catat apa saja yang kalian temukan pada presentasiter sebut! Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Fase 5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Setelah melakukan percobaan penentuan sifat asam atau basa berbagai larutan garam, jika lahan petani dalam kondisi basa, maka pupuk mana saja dari 4 pupuk yang tersedia di atas yang dapat digunakan untuk mengolah lahan petani agar hasil pertanian optimal ? Diskusikan bersama dengan anggota kelompokmu!


PERTEMUAN 2 Menentukan Rumus & Menghitung pH Larutan Garam Tujuan Pembelajaran 1. Melalui diskusi kelompok peserta didik mampu menentukan rumus tetapan hidrolisis garam dan rumus menghitung garam terhidrolisis 2. Melalui diskusi kelompok peserta didik mampu mengaplikasikan rumus tetapan hidrolisis garam dan rumus menentukan pH larutan garam


Mengingat Kembali Pertemuan yang lalu telah dipelajari tentang sifat garam dan reaksinya. Pada garam terhidrolisis, sifat garam tersebut disebabkan karena adanya reaksi lebih lanjut ion-ion garam dengan air. Reaksi ion dari garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah terjadi pada kation. Kation akan terhidrolisis dan dai reaksi tersebut dihasilkan ion H+ yang kemudian menyebabkan larutan tersebut bersifat asam. Semakin banyak jumlah kation yang bereaksi, semakin besar pula ion H + yang dihasilkan, sehingga semakin asam larutan tersebut (pH<7). Hal ini berlaku juga pada garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat, dimana semakin banyak jumlah anion yang bereaksi, semakin besar pula on OHyang dihasilkan, sehingga semakin kat pula basanya (pH>7). Sementara itu, pada garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah, reaksi hidrolisis akan menghasilkan H+ dan OHdalam larutannya. Keduanya memungkinkan untuk mempengaruhi pH larutan tersebut. Oleh sebab itu, pH dari larutan garam ini dipengaruhi oleh besarnya tetapan ionisasi (Ka) atau tetapan ionisasi basanya (Kb). Untuk menambah dan menguatkan materi bukalah link di bawah ini HIDROLISIS GARAM teori 1 - YouTube Mari Membaca Fase 1 : Orientasi Terhadap Masalah Penyakit maag merupakan penyakit yang disebabkan karena meningkatnya asam lambung sehingga pH lambung menjadi kurang dari 2, peningkatan kadar asam lambung inilah yang membuat lambung menjadi perih. Adapun obat untuk mengobati sakit maag adalah antasida. Antasida merupakan senyawa yang mempunyai kemampuan menetralkan asam lambung dengan mengikat HCl berlebih dalam lambung. Beberapa senyawa yang digunakan dalam antasida misalnya.,


kalsium karbonat (CaCO3), atrium bikarbonat (NaHCO3), magnesium hidroksida Mg(OH)2, alumunium hidroksida Al(OH)3 tau kombinasinya. Reaksi yang terjadi: Antasida yang banyak digunakan pada obat maag yang beredar di pasaran adalah antasida yang mengandung senyawa utama alumunium hidroksida dan magnesium hidroksida. Mari Berdiskusi 1. Informasi penting apa saja yang kalian dapatkan dari wacana di atas? 2. Tentukan rumus yang akan digunakan untuk menentukan nilai pH nya NaHCO3 + HCl ⟶ NaCl + H2O + CO2 CaCO3 + HCl ⟶ CaCl2 + H2O + CO2 Mg(OH)2 + 2HCl ⟶ MgCl2 + H2O AL(OH)3 + 2HCl ⟶ AlCl3 + H2O


` Mari Mencari Tahu Fase 2 : Mengorganisasi untuk Belajar 3. Rancanglah strategi yang tepat untuk dapat menetukan penyelesaian masalah. Contoh garam dari asam kuat dan basa lemah adalah NH4Cl. Jika garam tersebut dilautkan dalam air maka akan terion menjadi : NH4Cl(aq) ⟶NH4 + (aq) + Cl- (aq) Reaksi hidrolisis yang terjadi yaitu : NH4 + (aq) + H2O(l) ⇌ NH4OH(aq) + H+ (aq) Reaksi hidrolisis NH4 + di atas merupakan reaksi kesetimbangan, sehingga, Kc yaitu : Kc = [4OH][+] [4 +][2] (Persamaan 1) Jumlah air sebagai pelarut yang bereaksi dengan ion [4 + ] sangat besar jika dibandingkan zat terlarut, sehingga dalam hal ini air dapat dianggap konstan. Persamaan kesetimbangan menjadi : Kc [H2O] = [4OH][+] [4 +] (Persamaan 2) Kc [H2O] = Kh disebut konstanta kesetimbangan hidrolisis. Karena dalam hirolisis ini melibatkan basa lemah, maka nilai Kh pada persamaan 2 di atas memiliki hubungan dengan Kb. Hubungan tersebut dapat dicari dengan terlebih dahulu mengkalikan persamaan 2 dengan OHsehingga dituliskan : Kh = [4OH][+] [4 +] x [……… ] [……… ] Kh = [4OH] [4 +][……….] x [...........] [..........] (Peresamaan 3) Setelah itu, kaitkan persamaan 3 diatas dengan persamaan Kb dari ionisasi basa lemah NH4OH berikut : Ion Cladalah ion elektrolit kuat dan merupakan basa konjugasi yang sangat lemah dari asam kuat HCL, sehingga tidak mampu bereaksi dengan air. Sementara itu ion NH4 + merupakan asam konjugasi yang sangat kuat dari basa lemah NH3, oleh sebab itu ion ini mengalami terhidrolisis sebagian Garam dari Asam Kuat dan Basa Lemah Ingat Ya ... Kb = [4 +][−] [4OH] dan Kw = [H+ ] [OH- ]


4. Tuliskanrencanapenyelesaianpenentuan pH asamlambung! Sehingga persamaan 3 di atas dapat ditulis lebih sederhana menjadi : Kh = [……… ] [……… ] x [Kw] atau Kh = x ……… (Persamaan 4) Untuk mendaptkan nilai konsentrasi [H+ ], persamaan 4 diatas dituliskan kembali menjadi : [4OH][+] [4 + ] = Dalam reaksi kesetimbangan garam ini konsentrasi [H+ ] = 4OH , sehingga persamaan di atas menjadi : [… … … … ][…… … … . ] [4 + ] = […… … … ] 2 [4 + ] = [..........]2 = x [............] [H+] = √ [… … …. .] Kita juga perlu tahu bahwa [NH4 + ] = [NH4Cl] = [G] = konsentrasi garam [H+] = √ [G] Setelah mengetahui konsentrasi H+ maka rumus penentuan pH larutan garam terhidrolisis dari asam kuat dan basa lemah adalah Garam dari Asam Kuat dan Basa Lemah pH = - log [.........] pH = - log √ ……….. ………. [G]


1. Jika diketahui Kb NH3 = 1 x 10-5 , maka berapakah pH larutan garam NH4NO3 0,1 M ? Penyelesaian : Garam berasal NH4NO3 dari asam kuat HNO3 dan basa lemah NH3 Reaksi ionisasinya : NH4NO3 (aq) ⟶ NH4 + (aq) + NO3 - (aq) Kation NH4 + mengalami hidrolisis, sehingga larutan garamnnya bersifat asam [H+] = √ [G] = √ 10−14 1 10−5 [0,1] = √1 10−10 = 1 x 10-5 pH = - log [H+ ] = - log 1 x 10-5 = 5 2. Tetukan pH larutan garam (NH4)2SO4 0,2M (Kb NH3 = 10-5 ) Penyelesaian : Garam (NH4)2SO4 berasal dari basa lemah NH3 dan asam kuat H2SO4 Reaksi yang terjadi : (NH4)2SO4 ⟶2 NH4 + + SO4 2- 0,2 M 2 X 0,2 0,2 Kation NH4 + mengalami hidrolisis, sehingga larutan garamnya bersifat asam Ingat !! dalam kasus ini NH4 + yang bereaksi sebanyak 2 mol, sehingga [H+] = √ 2 Μ = √ 10−14 10−5 2 [0,2]= √4 10−10 = 2 x 10-5 pH = - log [H+ ] = - log 2 x 10-5 = 5 – log 2 Contoh Soal Berapakah konaentrasi garam NH4NO3 jika diketahui pH larutannya adalah 6 ? ( Kb NH3 = 10-5 ) Ayo Mencoba


Contoh garam dari asam kuat dan basa lemah adalah NaF. Jika garam tersebut dilautkan dalam air maka akan terion menjadi : NaF (aq) ⟶Na+ (aq) + F - (aq) Reaksi hidrolisis yang terjadi yaitu : F - (aq)+ H2O (l) ⇌ HF (aq) + OH- (aq) Konstanta kesetimbangan reaksi hidrolisis diatas adalah : Kc = [][−] [ −][2] (Persamaan 1) Jumlah air sebagai pelarut yang bereaksi dengan ion [F - ] sangat besar jika dibandingkan zat terlarut, sehingga dalam hal ini air dapat dianggap konstan. Persamaan kesetimbangan menjadi : Kc [H2O] = [][−] [ −] (Persamaan 2) Kc [H2O] = Kh disebut konstanta kesetimbangan hidrolisis. Karena dalam hirolisis ini melibatkan asam lemah, maka nilai Kh pada persamaan 2 di atas memiliki hubungan dengan Ka. Hubungan tersebut dapat dicari dengan terlebih dahulu mengkalikan persamaan 2 dengan H+ sehingga dituliskan : Kh =[][−] [ −] x [……… ] [……… ] Kh = [] [ −][………… ] x [...........] [..........] (Peresamaan 3) Setelah itu, kaitkan persamaan 3 diatas dengan persamaan Ka dari ionisasi basa lemah HF berikut : Garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat Ka = [ −][ +] [] dan Kw = [H+ ] [OH- ] Ion Na+ merupakan ion elektrolit kuat dan merupakan asam konjugat yang sangat lemah dari basa kuat NaOH, sehingga tidak terhidrolisis. Sementara itu, ion F - merupakan basa konjugat yang kuat dari asam lemah HF sehingga ia akan terhidrolisis.


Sehingga persamaan 3 di atas dapat ditulis lebih sederhana menjadi : Kh = [……… ] [……… ] x [Kw] atau Kh = x ……… (Persamaan 4) Untuk mendaptkan nilai konsentrasi [OH- ], persamaan 4 diatas dituliskan kembali menjadi : [][−] [−] = Dalam reaksi kesetimbangan garam ini konsentrasi [OH + ] = HF , sehingga persamaan di atas menjadi : […… … … ][…… … … .] [−] = [… … … …] 2 [−] = [..........]2 = x [............] [OH- ] = √ ………… ………... [−] Kita juga perlu tahu bahwa [ −]= [NaF] = [G] = konsentrasi garam [OH + ] = √ [G] Setelah mengetahui konsentrasi OH- maka rumus penentuan pH larutan garam terhidrolisis dari asam lemah dan basa kuat adalah Garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat pOH = - log [OH- ] pH = 14 - pOH pH = - log √ ……….. ………. [G]


1. Tentukan pH larrutan garam NaCN 0,49 M (Ka HCN = 4,9 x 10-10) Penyelesaian : Reaksi ionisasinya : NaCN(aq) ⟶ Na+ (aq) + CN- (aq) Anion CN- mengalami hidrolisis, sehingga larutan garamnnya bersifat basa [OH- ] = √ [G] = √ 10−14 4,9 10−10 [0,49] = 1 x 10-3 pOH = - log [OH- ] = - log (1 x 10-3 ) = 3 pH = 14 – pOH = 14 – 3 = 11 2. Apabila diketahui pH larutan garam NaF adalah 8, maka tentukanlah konsentrasi garam tersebut ! (Ka HF = 6,6 x 10-4 ) Penyelesaian : pH = 14 – pOH pOH = 14 – pH = 14 – 8 = 6 [OH- ] = √ Μ 10-6 = √ 10−14 6,6 10−10 Μ (10-6 ) 2 = 10−14 6,6 10−10 Μ Μ = 6,6 x 10-2 Contoh Soal Sebanyak 0,28 gram kristal CH3COONa dilarutkan ke dalam 100 m air. Berapakah pH larutannya ? (Ar Na = 23, C = 12, H = 1, O = 16, Ka CH3COOH = 1 x 10-5 Latihan Soal


Contoh garam dari asam lemah dan basa lemah adalah CH3COONH4. Garam ini di dalam air mengalami hidrolisis total (hidrolisis kation dan anion) di dalam air : CH3COO- (aq)+ NH4 + (aq) ⇌CH3COOH(aq) (aq) + NH4OH(aq) Konstanta kesetimbangan reaksi hidrolisis diatas adalah : Kc = [4OH][3COOH] [3−][NH4 + ][2] (Persamaan 1) Jumlah air sebagai pelarut yang bereaksi dengan ion NH4 +dan ionCH3COOsangat besar jika dibandingkan zat terlarut, sehingga dalam hal ini air dapat dianggap konstan. Persamaan kesetimbangan menjadi : Kc [H2O] = [NH4OH][3COOH] [3−][NH4 +] (Persamaan 2) Kc[H2O] = Kh disebut konstanta kesetimbangan hidrolisis. Karena dalam hirolisis ini melibatkan asam lemah, maka nilai Kh pada persamaan 2 di atas memiliki hubungan dengan Ka. Hubungan tersebut dapat dicari dengan terlebih dahulu mengkalikan persamaan 2 dengan H+ dan OHsehingga dituliskan : Kh =[NH4OH][3COOH] [3−][NH4 +] x [……… ][……….] [……… ][……… ] Kh = [3] [……………..][………… ] x [NH4OH] [……………..][…………] x [...........] [..........] (Peresamaan 3) Setelah itu, kaitkan persamaan 3 diatas dengan persamaan Ka dari ionisasi basa lemah CH3COOH berikut : Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah Ka = = [3−][+] 3] dan Kb = [NH4 +][−] [NH4OH]


Sehingga persamaan 3 di atas dapat ditulis lebih sederhana menjadi : Kh = [……….] [……… ] x [……….] [……… ] x [..........] atau Kh = …………. Ka (Persamaan 4) Untuk mendapatkan persamaan dalam menentukan [H+], persamaan 4 di atas dituliskan kembali sebagai berikut : [NH4OH][3COOH] [3−][NH4+] = Ka Jika salam esetimbangan diperoleh [NH4OH] = [CH3COOH] = [NH4 + ], maka persamaan dapat ditulis menjadi : [……….][3COOH] [……… ][3−] = Ka [……………… ] 2 [……………… ] 2 = Ka [……….] [……… ] = √ ……………….. …………………. (Persamaan 5) Untuk mendapatkan persamaan [H+ ], persamaan 5 di atas diselesaikan dengan menggunakan tetapan ionisasi asam CH3COOH berikut ini : Sehingga kita dapatkan persamaan baru yaitu : [H+ ] = Ka √ ……………….. …………………. Sehingga kita dapat menghitung nlai pH yaitu : Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah pH = - log [..........] pH = - log Ka √ ……………….. …………………. Ka = [3−][H+] [3COOH] Kita ubah persamaan di atas menjadi [H+ ] = Ka [3COOH] [3−]


Fase 3 : Membimbing Penyelidikan 5. Kerjakan latihan soal di atas pada lembar di bawah ini 1. Perkirakan pH larutan garam NH4CN dan NH4F! (Ka HCN = 4 x 10-9 , Ka HF = 9 x 10-5 ; Kb NH3 = 1 x 10-5 Penyelesaian : a. Garam NH4CN [H+ ] = √ [H+ ] = √ 10−14 4 10−9 1 10−5 = 2 x 10-9 pH = - log [H+ ] = - log 2 x 10-9 = 9 – log 2 b. Garam NH4F [H+ ] = √ [H+ ] = √ 10−14 9 10−5 1 10−5 = 3 x 10-7 pH = - log [H+ ] = - log 3 x 10-7= 7 – log 3 Contoh Soal Jika diketahui nilai Ka CH3COOH = Kb NH3 = 1 10−5 . Berapakah nilai tetapan hidrolisis NH4CH3COO ? Latihan Soal


6. Bagaimana rumus yang digunakan untuk menentukan pH dari garam ? Fase 4 :Mengembangkan dan menyajikanhasil karya 7. Kumpulkan hasil temuan kalian terkait cara penentuan pH larutan garam berdasarkan asam basa pembentuknya dalam bentuk power point untuk dipresentasikan di depan kelas. 8. Perhatikan presentasi kelompok lain, catat informasi baru yang ditemukan kelompok lain! Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Fase 5 :Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 9. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, buatlah kesimpulan!


PERTEMUAN 3 Menghitung pH Larutan Garam yang Terhidrolisis Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik mampu menghitung pH larutan garam terhidrolisis 2. Peserta didik mampu menghitung tetapan hidrolisis (Kh) garam


Mengingat Kembali Menghitung Kh garam Menghitung pH larutan Kh = [H+ ] = √ Μ pH = - log [H+ ] Garam dari Asam Kuat dan Basa Lemah Menghitung Kh garam Menghitung pH larutan Kh = [OH- ] = √ Μ pOH = - log [OH- ] pH = 14 - pOH Garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat Menghitung Kh garam Menghitung pH larutan Kh = Ka [H+ ] = √ pH = - log [H+ ] Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah Setelah kalian berdiskusi dan berlatih tentang bagaimana cara menghitung pH dan Kh larutan garam terhidrolisis, selanjutnya selesaikan tugas kelompok ini ! Petunjuk


Tugas Kelompok 1. Sebanyak 100,7 gram NH4Cl dilarutkan dalam air hingga volume larutan 500 ml. Hitunglah tetapan hidrolisis garam dan pH larutan tersebut ! (Mr NH4Cl = 53,5 dan Kb NH3 = 10-5) 2. Garam (NH4)2SO4 0,066 gram dilarutkan di dalam air hingga volume 500 ml. Jika Kb NH4OH = 2 x10-5 dan Mr = 132, maka pH larutan tersebut adalah .... SELAMAT MENGERJAKAN Jawaban


Mari Membaca Fase 1 : Orientasi Terhadap Masalah Ibu Juminten adalah seorang Ibu rumah tangga yang selalu melakukan kegiatan mencuci pakaian setiap pagi. Namun dalam proses mencuci pakai menggunakan sabun sering kali sabun cuci yang digunakan untuk mencuci pakaian tidak berbusa. Kenapa hal tersebut dapat terjadi ?. Sabun cuci mengandung senyawa garam natrium stearate (C17H35COONa) yang mudah terhidrolisis apabila dilarutkan dalam air. Air yang digunakan untuk mencuci harus bersih dan terbebas dari garam yang berasal dari kation logam Ca2+ dan Mg2+, garam ini banyak terdapat pada air sadah. Jika air yang yang digunakan mencuci mengandung garam Ca2+ dan Mg2+ akan terjadi reaksi : 2(C17H35COOH) + Ca2+ (C17H35COO)2Ca + H+ Sehingga buih yang dihasilkan sangat sedikit. Akibatnya, cucian tidak bersih karena fungsi buih memperluas permukaan kotoran agar mudah larut dalam air. Sumber: www.klikbelajar.com) Mari Berdiskusi !! 1. Informasi penting apa saja yang kalian dapatkan dari wacana di atas ?


2. Konsep pengetahuan apa yang berhubungan dengan masalah di atas? MengajukanHipotesis 3. Jika kita melarutkan garam ke dalam air, maka akan terjadi dua kemungkinan : a. Ion-ion yang berasal dari asam lemah atau ion-ion yang berasal dari basa lemah akan bereaksi dengan air. b. Ion-ion yang berasal dari asam kuat atau ion-ion yang berasal dari basa kuat tidak bereaksi dengan air. Dari wacana di atas, bagaimana garam natrium stearat bereaksi dengan air? Kemukakan jawaban dan alasan kelompokmu! Mari MencariTahu Fase 2 : Mengorganisasi untuk Belajar 4. Menggunakan prinsip yang sama dengan jawaban pertanyaan di atas, sekarang coba tentukan bagaimana reaksi larutan garam yang digunakan dalam pecobaan jika dilarutkan dalam air:


Larutan Persamaan Reaksi NaCl Kation : Anion : NaHCO3 Kation : Anion : (NH4)2SO4 Kation : Anion : NH4Cl Kation : Anion : CH3COONa Kation : Anion : K2CrO4 Kation : Anion : Fase 3 : Membimbing Penyelidikan 5. Dari berbagai reaksi garam dan air di atas, adakah hubungan reaksi kesetimbangan ion yang terjadi dengan sifat asam atau basa dari larutan garam? Jelaskan!


Fase 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil karya 6. Kumpulkan hasil temuan kalian terkait hubungan pH larutan garam hasil percobaan dan hasil perhitungan larutan garam yang digunakan dalam percobaan dalam bentuk power point untuk dipresentasikan di depan kelas. 7. Perhatikan presentasi kelompok lain, catat informasi baru yang ditemukan kelompok lain! Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Fase 5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 8. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, buatlah kesimpulan! Ayo Berlatih BUKALAH TAUTAN LINK DI BAWAH INI https://forms.gle/qGfymWriQPtFDih36


DAFTAR PUSTAKA Chang,R. 2004 Kimia Dasar: Konsep Inti Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga. Ningsih, Sri Rahayu. 2013. KIMIA SMA XI Sekolah Menangah Atas. Bumi Aksara. Jakarta. Sudarmo,, Unggul dkk. 2014. KIMIA SMA XI Sekolah Menangah Atas. Penerbit Erlangga. Jakarta. Sulami, Emi,dkk. 2009. Buku Panduan Pendidik Kimia Untuk SMAMA Kelas XI. Intan Pariwara. Klaten. Sutresna , Nana. 2013. KIMIA SMA XI Sekolah Menangah Atas. Grafindo. Jakarta. Sudarmo, U. Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. Suharsini,M & S, Dyah. 2007. Kimia dan Kecakapan Hidup Pelajaran Kimia Untuk SMA/MA. Jakarta: Ganeca Exact. Sunarya,Y & S. Agus. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Jakarta: Setia Purna Inves. Sutresna,Nana, dkk. 2016. Buku Siswa Aktif dan Kreatif belajar Kimia SMA/MA Kelas XI. Bandung: Grafindo Media Pratama. Thahjadarmawan., Elizabeth . 2018. Gagas Kimia Jilid 2. Rexaqila Media.Yogyakarta. http://rumahkalbuku.blogspot.co Priambodo, E, dkk. 2007. Aktif Belajar Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: CV Mediatama.


Universitas Mataram 2023


Click to View FlipBook Version