The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KONSEP ILMU EKONOMI EBOOK KELOMPOK 1 SMA EKONOMI KELAS 1 (FINAL)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by gitaaulyaa, 2022-04-06 17:45:21

KONSEP ILMU EKONOMI EBOOK KELOMPOK 1 SMA EKONOMI KELAS 1 (FINAL)

KONSEP ILMU EKONOMI EBOOK KELOMPOK 1 SMA EKONOMI KELAS 1 (FINAL)

Keywords: Education Ilmu Ekonomi

EKONOMI SMA X

KONSEP ILMU
EKONOMI E-BOOK

DIUSULKAN OLEH

1. ASI H MEI LI NDA SARI 2005110319

2. GITA AULYA ANG G RAI NI 2005125175

3. SALSABILA IRIANTI 2005113245

4. MARIA YULITA SARTI 1901080134

5. SMIS JAYARTI WALLI A1A119014

PEMB ELAJARAN DIGITAL

K O M P E T E N S I D A S A R( K D )
DAN INDIKATOR PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Ekonomi

Satuan Pendidikan : SMA

Kelas : X (Sepuluh)

3.1 Mendeskripsikan konsep ilmu ekonomi

INDIKATOR PEMBELAJARAN :

1) Memahami pengertian ilmu ekonomi
2) Mengidentifikasi masalah ekonomi (kelangkaan/scarcity dan

kebutuhan yang relatif tidak terbatas)
3) Memahami konsep pilihan (kebutuhan dan keinginan) dan skala

prioritas
4) Memahami alat pemuas kebutuhan
5) Memahami konsep biaya sehari-hari dan biaya peluang

(opportunity cost)
6) Memahami konsep prinsip ekonomi
7) Memahami konsep motif ekonomi
8) Memahami konsep ekonomi syariah (pengertian, tujuan, prinsip dan

karakteristik ekonomi syariah)

4.1 Mengidentifikasi kelangkaan dan biaya peluang dalam memenuhi
kebutuhan

INDIKATOR PEMBELARAJAN :

1) Menyajikan hasil identifikasi tentang konsep ilmu
ekonomiberdasarkan data/informasi dari berbagai sumber belajar
yang relevan

2

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Dasar Ilmu Ekonomi
1. Pengertian ilmu ekonomi
2. Masalah ekonomi (Kelangkaan/scarcitydan kebutuhan yang relatif
tidak terbatas)
3. Pilihan (kebutuhan dan keinginan) dan skala prioritas
4. Alat pemuas kebutuhan
5. Biaya sehari-hari dan Biaya peluang (opportunity cost)
6. Prinsip ekonomi
7. Motif ekonomi
8. Pembagian ilmu ekonomi
9. Ekonomi syariah (pengertian, tujuan, prinsip dan karakteristik
ekonomi syariah)

KEGIATAN PEMBELAJARAN

1. Mengamati dan membaca berbagai sumber belajar yang relevan
tentang konsep ilmu ekonomi

2. Membuat dan mengajukan pertanyaan serta berdiskusi tentang
konsep ilmu ekonomi

3. Menyajikan hasil identifikasi tentang konsep ilmu
ekonomiberdasarkan data/informasi dari berbagai sumber belajar
yang relevan

3

DAFTAR ISI

COVER .............................................................................................
KD DAN INDIKATOR PEMBELAJARAN .................................2
MATERI DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN.........................3
DAFTAR ISI.....................................................................................4
PAPARAN ISI MATERI

1. Pengertian Ilmu Ekonomi....................................................5
2. Masalah Ekonomi................................................................6
3. Pilihan dan Skala Prioritas...................................................7
4. Alat Pemuas Kebutuhan ....................................................12
5. Biaya Sehari-Hari Dan Biaya Peluang ..............................15
6. Prinsip Ekonomi ................................................................19
7. Motif Ekonomi ..................................................................25
8. Ilmu Ekonomi Syariah ......................................................32
LATIHAN ....................................................................................... 37
PENILAIAN ...................................................................................38
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................48

4

PAPARAN ISI MATERI

Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

1. Pengertian ilmu ekonomi

Menurut asal kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani
yaitu Oikos dan Nomos. Oikos artinya rumah tangga atau
keluarga dan Nomos artinya aturan, peraturan atau hukum,
sehingga istilah ekonomi berarti mengatur rumah tangga
atau keluarga. Dalam kegiatan rumah tangga manusia
selalu berusaha untuk mencukupi kebutuhannya baik
berupa barang maupun jasa agar tercapai kemakmuran.

Menurut Prof. P.A. Samuelson, seorang ahli ekonomi
mengemukakan, “Ilmu Ekonomi adalah suatu studi
mengenai bagaimana orang-orang dan masyarakat
membuat pilihan, dengan cara atau tanpa penggunaan
uang, dengan menggunakan sumber daya yang terbatas
tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk
menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa serta
mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi sekarang
dan di masa mendatang, kepada berbagai orang dan
golongan masyarakat. Ilmu ekonomi menganalisis biaya dan
keuntungan serta memperbaiki corak penggunaan sumber
daya-sumber daya.

Dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang
Standar Isi, dijelaska bahwa Ekonomi merupakan ilmu
tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya yang bervariasi, dan berkembang
dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan

5

kegiatan produksi, konsumsi, dan/ataudistribusi.

Dari gambaran di atas dapat disimpulkan bahwa yang
dimaksud dengan Ilmu Ekonomi adalah ilmu tentang perilaku
dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
yang bervariasi, dan berkembang dengan sumber daya yang
ada melalui pilihan- pilihan kegiatan produksi, konsumsi,
dan/atau distribusi agartercapai kemakmuran.

2. Masalah ekonomi (Kelangkaan/scarcitydan kebutuhan
yang relatif tidak terbatas)
Kelangkaan Sumber Daya terdiri dari :

a. Kelangkaan Sumber Daya Alam
b. Kelangkaan Sumber Daya Manusia
c. Kelangkaan Sumber Daya Modal
d. Kelangkaan Sumber Daya Wirausaha

Sumber daya ekonomi yang tersedia dalam jumlah yang
terbatas atau langka harus dilaksanakan secara bijak agar
masalah kelangkaan bisa teratasi, yang caranya, antara lain,
sebagai berikut.
a. Menentukan prioritas pemanfaatan sumber daya sehingga
masyarakat masih dapat menikmatinya.
b. Peduli terhadap kerusakan lingkungan akibat adanya
ulahmanusia yang cenderung serakah.
c. Disiplin dalam menggunakan sumber daya

sehematmungkin.
d. Tanggung jawab atas kebutuhan masyarakat banyak.
e. Memanfaatkan sumber daya ekonomi secara selektif,
denganmempertimbangkan kelestariannya, agar anak cucu kita

6

dapat menikmatinya.
f. Meningkatkan kemampuan sumber daya Indonesia untuk
menguasai teknologi
g. menggunakan sumber daya yang terbatas untuk
menghasilkan barang dan jasa agar dapat mengimbangi
keinginanmanusia yang tidak terbatas

3. Pilihan (kebutuhan dan keinginan) dan skala prioritas
1. Pengertian Kebutuhan
Kebutuhan diartikan sebagai hasrat yang muncul dari dalam
diri manusia dan harus dipenuhi karena jika tidak terpenuhi
dapatmengganggu kelangsungan hidupnya. Lain hal dengan
keinginan, keinginan adalah hasrat yang muncul dalam diri
manusia yang jika tidak terpenuhi tidak akan mengganggu
kelangsungan hidupnya. Maka, bisa dibedakan bahwa
kebutuhan harus dipenuhioleh manusia sedangkan keinginan
tidak harus dipenuhi. Seperti contoh di atas, keinginan untuk
tour ke Bali tidak akan memengaruhi kelangsungan hidup
seseorang; namun kebutuhan pokok terhadap makanan dan
minuman yang tidak terpenuhi dapat berakibat fatal.

2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan
a. Tingkat Kepuasan dan Gaya Hidup
b. Umur
c. Penghasilan yang Diperoleh
d. Pendidikan
e. Pekerjaan

7

Adapun faktor-faktor eksternal yang memengaruhi
kebutuhanmanusia, antara lain, sebagai berikut.
a. Keadaan Alam
b. Tingkat Kemajuan Peradaban
c. Agama dan Kepercayaan
d. Adat-Istiadat
e. Tingkat Kemajuan Teknologi
3. Jenis-Jenis Kebutuhan
a. Kebutuhan menurut Intensitasnya
1) Kebutuhan Primer
2) Kebutuhan Sekunder
3) Kebutuhan Tersier

b. Kebutuhan menurut sifatnya
1) Kebutuhan Jasmani
2) Kebutuhan Rohani

c. Kebutuhan berdasarkan waktu pemenuhannya
1) Kebutuhan sekarang
2) Kebutuhan masa datang/depan

d. Kebutuhan berdasarkan subjek atau pihak yang membutuhkan
1) Kebutuhan individu
2) KEbutuhan masyarakat/publik/kelompok

e. Kebutuhan berdasarkan wujudnya
1) Kebutuhan material

8

2) Kebutuhan spiritual

Skala Prioritas

1. Perbuatan Pilihan

Jika anda amati dalam kehidupan sehari-hari manusia
selalu dihadapkan pada suatu pilihan (choice), baik
dalam memenuhi kebutuhannya maupun
mengalokasikan seluruh pendapatannya,sehingga anda
harus bisa melakukan pilihan yang lebih menguntungkan
terutama bagi dirinya sendiri. Dengan pendapatan yang
terbatas manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya
apabila tidak memikirkan kebutuhan mana yang
seharusnya dipenuhi terlebih dahulu. Oleh karena itu kita
selalu dihadapkan pada masalah pilihan terhadap
kebutuhan mana yang harus didahulukan maupun
kebutuhan mana yang harus dipenuhi di kemudian hari.

Sebagai contoh Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS)
dengan penghasilan yang terbatas, disamping
membiayai kebutuhan sehari-hari di rumah juga
membiayai kebutuhan sekolah anaknya (SD, SMP, SMA
dan Perguruan Tinggi) dan lain-lain. Pada suatu saat
anaknya yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi minta
untuk dibelikan kendaraan (mobil) untuk memperlancar
kuliahnya. Maka timbul pertanyaan : Kebutuhan
manakan yang harus didahulukan, apakah membeli
kendaraan (mobil) atau membiayai sekolahnya?

9

Seperti telah diuraikan di muka bahwa setiap hari
manusia dihadapkan pada suatu pilihan, maka dari itu
kita perlu menyusun skala pemenuhan kebutuhan
berdasarkan intensitasnya
(kepentingannya). Kebutuhan yang memiliki intensitas
tinggi harus didahulukan, kemudian baru memenuhi
kebutuhan yangmemiliki intensitas yang rendah, bahkan
lebih rendah lagi. Untuk menyusun skala pemenuhan
kebutuhan perlu dipertimbangkan beberapa hal,
diantaranya:
a. Nilai kegunaan di masa kini ataupun di masa yang akan

datang
b. Ketepatan waktu pemenuhan kebutuhan
c. Trend mode atau kecenderungan keadaan saat ini
d. Adat dan kebiasaan yang dilakukan oleh

manusia/masyarakat

2. Skala Prioritas

Setiap hari kita selalu dituntut untuk memenuhi
kebutuhanhidup. Penghasilan yang kita terima dapat
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan
tersebut.Seluruh pendapatan yang diperoleh akan
dikeluarkan untuk mencukupi kebutuhan, baik untuk
konsumsi dan produksi maupun ditabung. Karena jumlah
kebutuhan konsumen tidak terbatas, maka sebaiknya
disusun skala prioritas kebutuhan atau daftar urutan
kebutuhan, agar pendapatan yang dimiliki dapat
digunakan sesuai dengan urutan kepentingannya.

10

Adapun hubungan antara pendapatan dengan konsumsi
adalah berbanding terbalik seperti yang dikemukakan
oleh sarjana ekonomi Jerman bernama Engel yang
terkenal dengan Hukum Engel,berbunyi “Semakin besar
pendapatan, semakin kecil bagian pendapatan yang
digunakan untuk konsumsi, dan sebaliknya”.

Berdasarkan Hukum Engel, maka kamu perlu
berperilaku hidup hemat dengan cara menyusun
anggaran dan skala prioritas, sehingga antara besarnya
penerimaan dan pengeluaran selalu seimbang.
Bagaimanakah cara menyusun skala prioritas
kebutuhan? Agar lebih mudah memahami, sebaiknya
kamu perhatikan contoh berikut.

Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan
penghasilan sebulan sebesar Rp5.000.000,00 dan telah
berkeluarga serta memiliki anak sebanyak 3 anak. Agar
dengan gaji tersebut dapat terpenuhi segala
kebutuhannya, maka disusun skala prioritas kebutuhan
sebagai berikut.

Kebutuhan Primer:

Makan dan Minum Rp1.200.000,00

Listrik,air,telepon(hp)dan internetRp500.000,00

Keperluan sekolah anak Rp600.000,00

BBM Rp 300.000,00

Kebutuhan Sekunder: Rp500.000,00

Keperluan mandi dan cuci

11

Rekreasi dan jajan Rp750.000,00
Sosial dan keamanan Rp250.000,00

Kebutuhan Tersier: Rp400.000,00
Tabungan untuk beli motor Rp500.000,00
Tabungan untuk masa depan

Jumlah Rp 5.000.000,00

4. Alat pemuas kebutuhan
Alat Pemuas Kebutuhan

1. Alat Pemuas Kebutuhan (Barang dan Jasa)
a. Barang Menurut Sifatnya
1) Barang ekonomis
2) Barang bebas

b. Barang Menurut Fungsinya (Tujuan Penggunaannya)
1) Barang Konsumsi

Barang konsumsi dibedakan menjadi dua, yaitu
sebagaiberikut.

a) Barang yang hanya dipakai satu kali
langsung habis.Contoh: makanan, minuman, dan lain-
lain.

b) Barang yang dapat dipakai beberapa kali.
Contoh: pakaian,sepatu, dan lain-lain.

12

2) Barang produksi/barang modal

c. Barang Menurut Wujudnya
1) Barang Konkret/Nyata/Material
2) Barang abstrak/immaterial

d. Barang Menurut Cara Penggunaannya
1) Barang Substitusi
2) Barang Komplementer

e. Barang Menurut Cara Pengerjaannya
1) Barang Mentah
2) Barang Setengah Jadi
3) Barang jadi

Dengan demikian, sudah jelas bahwa barang atau jasa
sangatberguna bagi manusia dan mempunyai nilai serta
manfaat yang besar dalam rangka memenuhi berbagai
macam kebutuhanmanusia.

2. Jenis-jenis kegunaan barang/jasa

Menurut Al Meyers, jenis-jenis kegunaan barang atau

benda dapat diuraikan sebagai berikut:

a) Element utility (faedah elemen), artinya benda

bergunakarena mempunyai zat asli yang dibutuhkan.

Misalnya umbi- umbian, buah-buahan, dan sayur-

sayuran.

13

b) Time utility (faedah waktu), artinya benda akan lebih
berfaedah bila digunakan pada waktu yang tepat.
Sebagai contoh menimbun gabah untuk persiapan pada
masa paceklik dan payung pada saat musim hujan.

c) Place utility (faedah tempat), artinya benda yang setelah
dipindahkan tempatnya akan lebih berfaedah bagi
manusia. Misalnya pasir di sungai dipindahkan ke kota
dan kayu di hutan dipindahkan ke kota dipakai sebagai
bahan bangunan.

d) Form utility (faedah bentuk), artinya benda setelah
diubahbentuknya dapat lebih berfaedah bagi manusia.
Misalnya kayu diubah mejadi mebel, kain diubah menjadi
baju/celana, gandum diubah menjadi roti, dan
sebagainya.

e) Ownership utility (faedah hak milik), artinya benda yang
dapat berfaedah setelah dimiliki. Misalnya mobil yang
masih di toko setelah dibeli oleh konsumen akan
menjadi lebih berguna.

14

5. Biayal sehari-hari dan Biaya peluang (opportunity cost)

1. Pengertian Biaya Peluang (Opportunity Cost)

Menurut Robert B. Ekelund, seorang ekonom dari Amerika Serikat,
menyebutkan bahwa pengertian biaya peluang atau opportunity cost
adalah biaya penggunaan sumber daya ekonomi dengan tujuan
tertentu yang diukur berdasarkan keuntungan yang tidak jadi
diperoleh karena tidak memilih alternatif tersebut dibandingkan
dengan komoditi yang diperoleh sebagai gantinya karena alternatif
lain.

Biaya peluang dapat diartikan sebagai alternatif yang dikorbankan
untuk mendapatkan pilihan lain. Atau dengan kata lain segala sesuatu
yang dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu disebut biaya peluang
atau opportunity cost.

Biaya peluang muncul disebabkan oleh sebuah kebutuhan,
sebagai manusia elo memiliki banyak kebutuhan yang tak terhingga
jumlahnya.bNamun tidak semua kebutuhan yang elo inginkan bisa elo
dapat, elo harus menentukan pilihan dan menentukan mana yang
menjadi kebutuhan utama atau kebutuhan prioritas yang harus
dipenuhi.

Dalam pemikiran ekonomi lain menyebutkan bahwa biaya identik
dengan memilih satu hal di dalam dunia kelangkaan yang
menyebabkan elo harus menyerahkan atau mengorbankan sesuatu
lain.

Ciri-ciri Biaya Peluang (Opportunity Cost)
Nah, di awal tadi elo udah memahami pengertian dari biaya peluang,
di bagian ini elo akan diperkenalkan dengan ciri-ciri biaya peluang.

15

Karena, berbeda dengan biaya jenis lain, ada beberapa ciri-ciri yang
harus dipenuhi agar suatu biaya bisa disebut opportunity cost.

1. Biaya Peluang Tidak Menyangkut Kelangsungan Hidup Sehari-hari.
Biaya yang dikeluarkan dalam biaya peluang bukanlah untuk biaya
kebutuhan sehari-hari. Namun opportunity cost ini hanya
mengorbankan satu pilihan dari pilihan yang telah dipilih dengan
harapan menjadi sebuah pilihan yang tepat.

Penerapan biaya peluang ini ibaratnya elo sedang menentukan
pasangan atau pacar. Di mana elo harus memilih mana yang tepat
untuk elo, tidak hanya dari satu sisi tetapi juga dari banyak sisi.

Opportunity cost tidak hanya ditentukan dengan uang saja. Ada faktor
lain yang mempengaruhinya seperti kesenangan, waktu, keuntungan
di masa depan dan faktor-faktor lain yang berkaitan.

Inilah perbedaan biaya peluang dan biaya sehari-hari, kalau biaya
peluang elo harus memilih antara dua pilihan atau lebih dengan
memperhitungkan berbagai faktor.

Sedangkan biaya sehari-hari adalah biaya yang memang selalu
dikeluarkan tanpa memperhitungkan kerugian antara dua atau lebih
pilihan.

2. Pengambilan Keputusan dalam Biaya Peluang Tergantung pada
Tujuan dan Situasi.
Individu memiliki kebutuhan dan kemauan yang tentunya berbeda satu
dengan yang lain. Mungkin saja pilihan yang satu merupakan suatu
pilihan yang tepat untuk si A namun bisa jadi pilihan merupakan pilihan
yang kurang tepat untuk si B.

Semua keputusan ini akan dikembalikan pada tujuan dan situasi
masing-masing individu.

16

Contohnya, karena si A merasa haus dan kepanasan, ia lebih memilih
membeli es krim daripada sepiring nasi goreng. Karena tujuannya
adalah menghilangkan haus.

Sedangkan si B karena merasa belum sarapan dari pagi, ia memilih
membeli nasi goreng.

Pilihan ini akan berbeda, tergantung pada elo melihatnya dari sisi
mana.

3. Biaya Peluang Dihitung dari Nilai yang Terbaik yang Dikorbankan.
Ciri dari biaya peluang yang selanjutnya adalah melihat dari nilai
terbaik yang dikorbankan jika terdapat lebih dari dua pilihan.

Semakin sedikit nilai yang harus dikorbankan maka pilihan itu lebih
baik dibandingkan pilihan yang lain. Karena keuntungan dari pilihan
lebih banyak.

Contoh biaya peluang dalam kehidupan sehari hari
Contoh pertama, saat di kantin sekolah elo memutuskan untuk pergi
ke warung siomay saat jam istirahat dan ternyata di warung siomay itu
juga menjual batagor.

Elo ingin membeli keduanya namun sayangnya uang saku yang elo
punya tidak cukup untuk membeli kedua siomay dan batagor tersebut.
Untuk itu elo harus memilih salah satu dari kedua pilihan tersebut
antara membeli siomay dan batagor.

Pada akhirnya elo akan mempertimbangkan apakah elo akan membeli
siomay atau batagor. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya elo
memutuskan untuk memilih siomay (pertimbangan ini mungkin karena
siomaynya lebih enak, porsinya lebih banyak atau orang yang
mengantre untuk membeli lebih sedikit).

17

Dari kedua pilihan tersebut maka opportunity cost-nya adalah 1 porsi
batagor karena elo gagal membeli batagor tersebut.
Contoh kedua, ini biasanya berkaitan dengan kehidupan elo sebagai
seorang siswa. Elo sebagai ketua OSIS diberikan kesempatan untuk
mengikuti studi banding ke luar kota dengan ditanggung berbagai
akomodasi oleh sekolah elo.

Elo juga akan diajak jalan-jalan pada saat studi banding tersebut.
Sebagai ketua OSIS, elo memiliki kesempatan juga untuk mencari
banyak teman dan relasi melalui program ini atau bisa saja elo
menemukan pacar atau gebetan.

Namun pada waktu yang bersamaan elo juga lolos untuk mengikuti
olimpiade tingkat nasional sebagai perwakilan dari sekolah.

Nah, sekarang elo dihadapkan dengan dua pilihan yang harus elo
tentukan. Elo tidak bisa memilih keduanya karena waktu yang
bersamaan, dengan berbagai macam pertimbangan akhirnya elo
memilih untuk tetap mengikuti olimpiade nasional sebagai salah satu
perwakilan dari sekolah.

Nah, itu artinya opportunity cost-nya adalah program studi banding
yang elo korbankan.
Contoh ketiga, setelah lulus SMA, Dika dihadapkan dengan dua pilihan
antara melanjutkan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja.

Jika Dika memilih untuk langsung bekerja dia bisa mendapat gaji
sebesar 2.000.000 per bulan. Jika dia kuliah dia perlu membayar uang
SPP, uang buku, transportasi, pakaian dan biaya lainya yang bisa
mencapai 3.000.000 per bulan.

Dengan segala pertimbangan akhirnya Dika memilih untuk tetap
melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, maka opportunity cost Dika
adalah sebesar 24.000.000 (gaji bekerja selama satu tahun).

18

Contoh keempat, ketika lulus SMA Ali mendapat dua tawaran
pekerjaan, pertama bekerja sebagai pelayan toko di dekat rumahnya
dengan gaji 400.000 per bulan dan yang kedua adalah bekerja sebagai
pelayan restoran dengan gaji 800.000 per bulan.

Dengan berbagai pertimbangan (ingin lebih dekat dengan rumah dan
keluarga) akhirnya Ali memilih untuk bekerja sebagai pelanggan toko
di dekat rumahnya.

Dengan demikian Ali telah menghilangkan opportunity cost untuk
bekerja sebagai pelanggan restoran yang sebenarnya bisa
mendapatkan gaji lebih besar dari pada pelanggan toko.

6. Prinsip ekonomi
Prinsip Ekonomi sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu:

1. Prinsip Ekonomi Konsumen
Konsumen adalah pihak atau orang yang menggunakan jasa atau
produk dengan tujuan memenuhi kebutuhannya. Konsumen hanya
akan menggunakan produk tanpa menjual Kembali produk yang ia beli
kepada pihak-pihak tertentu.

Peranan Konsumen sendiri sangat penting, tanpa adanya Konsumen
semua rantai pasokan tidak akan berjalan, karena itu Konsumen
merupakan kunci dari keberlangsungan suatu produk.

Konsumen juga berperan penting dalam menciptakan peningkatan
pendapatan nasional suatu negara. Indonesia dengan penduduk lebih
dari 280 juta orang ini sangat mengandalkan konsumsi dari konsumen
lokal untuk meningkatkan perputaran ekonomi. Beberapa prinsip yang
perlu diperhatikan konsumen dalam menerapkan prinsip ekonomi
diantaranya:

- Membuat prioritas terhadap barang atau jasa yang akan dibeli
dengan memperhatikan manfaatnya terlebih dahulu (dahulukan

19

kebutuhan pokok) sebab Konsumen sebaiknya hanya memilih barang
dan jasa yang benar-benar penting dan ia butuhkan saja
- Menghindari gaya hidup boros dan berfoya-foya dengan membeli
barang dengan harga yang mampu ia jangkau
- Memilih barang dengan kualitas terbaik
- Melakukan tawar menawar dalam membeli barang atau jasa untuk
mendapatkan harga terbaik
- Membandingkan pengeluaran dan pemasukan, sehingga jangan
sampai besar pasak daripada tiang atau lebih besar jumlah
pengeluaran daripada jumlah pemasukan

2. Prinsip Ekonomi Produsen
Produsen sering diartikan sebagai pengusaha yang menghasilkan
barang dan jasa, termasuk di dalamnya pembuat, grosir, leveransir,
dan pengecer profesional, yaitu setiap orang atau badan yang
berperan dalam penyediaan barang atau jasa hingga sampai ke
tangan konsumen.

Proses produksi yang dilakukan oleh produsen sendiri bertujuan untuk
menambah nilai guna barang atau menciptakan suatu benda baru
yang berguna untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup orang
banyak. Contoh Prinsip Ekonomi bagi Produsen sendiri diantaranya:
- Memproduksi barang yang banyak dicari dan dibutuhkan oleh
masyarakat
- Menyesuaikan jumlah produksi dengan jumlah permintaan
- Mencari bahan baku dengan kualitas terbaik namun dengan harga
yang masih terjangkau
- Memiliki Karyawan atau Sumber Daya Manusia yang ahli, terampil
dan disiplin
- Menentukan tempat pembuatan barang atau jasa yang dekat dengan
sumber bahan baku dan juga dekat dengan tempat pemasaran
- Menggunakan alat berteknologi yang tepat guna, supaya lebih efisien
(hemat) serta ramah lingkungan

20

3. Prinsip Ekonomi Distributor
Distributor adalah orang atau kelompok yang menyalurkan sebuah
produk ke konsumen akhir. Distributor juga merupakan pihak yang
membeli produk dari produsen dalam bentuk jadi tanpa adanya proses
perubahan atau modifikasi untuk kemudian didistribusikan kepada
konsumen, baik secara langsung ataupun melalui retailer seperti
warung, toko, supermarket, dan lainnya. Distributor juga berperan
menyimpan Barang atau Jasa dalam waktu tertentu sebelum
menyalurkannya ke pedagang lain atau konsumen.
Tak heran banyak distributor yang memiliki gudang penyimpanan
sementara untuk barang-barang yang mereka jual. Distributor sangat
berperan dalam penyaluran barang dan jasa dari produsen agar
sampai ke tangan pelanggan baik peritel ataupun langsung, sehingga
produsen dapat fokus mengawasi kesinambungan produksi, serta
kualitas barang.

Bagi Pelanggan, distributor mempermudahnya mendapatkan atau
membeli barang dan jasa yang mereka butuhkan. Prinsip ekonomi
yang harus diperhatikan oleh distributor, diantaranya:

- Penggunaan saluran distribusi yang baik juga mencari alat angkut
yang ekonomis. Distributor dapat menyalurkan barang dan jasa dari
produsen ke konsumen dengan cepat, tepat, dan murah namun tetap
mendapatkan keuntungan yang maksimal
- Dalam menentukan tindakan, seorang distributor harus mengetahui
cara yang paling efektif dan efisien untuk mampu menyampaikan
barang dan jasa dari produsen ke konsumen
- Klasifikasi Barang atau Jasa, yaitu kegiatan memilah-milah produk
sesuai jenis, ukuran, dan banyaknya sebelum sampai ke konsumen.
Distributor juga sebaiknya memperhatikan daya beli masyarakat atau
daya beli target marketnya
- Promosi, Distributor juga memiliki fungsi promosi, yakni ikut
mengenalkan barang atau jasa kepada konsumen, ia haruslah
memberikan pelayanan yang baik agar mampu mendapatkan
keuntungan yang maksimal

21

- Menyalurkan barang secara tepat waktu dan dengan hati-hati,
supaya tidak terjadi kerusakan pada barang yang diantar.

Ciri-Ciri Prinsip Ekonomi
Tujuan Prinsip Ekonomi tentu saja mendapatkan keuntungan yang
semaksimal mungkin, namun dengan memperkecil adanya kerugian
akibat dari kesalahan-kesalahan tertentu.

Selain itu prinsip ekonomi juga bertujuan untuk mencegah terjadinya
konsumsi yang berlebihan, dan hanya mempergunakan kemampuan
yang dimiliki. Berikut ini ciri-ciri prinsip ekonomi yang perlu kamu
ketahui:

- Bertindak Rasional; Selalu berfikir menggunakan akal sehat tanpa
melibatkan emosi dan hawa nafsu sebelum melakukan kegiatan atau
tindakan ekonomi.
- Bertindak Ekonomis: Melakukan suatu kegiatan ekonomi dengan
perencanaan yang matang dan melalui perhitungan yang cermat.
Bertindak ekonomis menjadikan seseorang mampu memenuhi
berbagai kebutuhan hidupnya serta menghindarkan diri dari kebiasaan
boros atau foya-foya
- Bertindak Hemat: Membeli barang atau jasa hanya sesuai dengan
apa yang dibutuhkan.
- Membuat skala prioritas: Memenuhi segala kebutuhan yang ada
dengan membuat urutan kebutuhan berdasarkan tingkat
kepentingannya dari yang tidak mendesak sampai yang paling
mendesak.
Selalu Bertindak menggunakan prinsip cost and benefit: Yaitu selalu
memperhitungkan biaya yang akan dikeluarkan serta manfaat yang
akan diterima dari suatu tindakan atau kegiatan ekonomi yang
dilakukannya.

Penerapan Prinsip Ekonomi
Prinsip Ekonomi Menurut Gregory Mankiw diantaranya Orang-orang
menghadapi trade-off, biaya adalah apa yang orang korbankan untuk

22

mendapatkan sesuatu, orang rasional berpikir pada batas-batas, juga
tanggap terhadap insentif. Simak prinsip-prinsip lain beserta
penjelasan lengkapnya berikut ini:

1. Pengorbanan Biaya Dibutuhkan untuk Mendapatkan Sesuatu
Biaya atau disebut juga dengan opportunity cost adalah pengorbanan
yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau perorangan untuk
mendapatkan sesuatu. Biaya dapat juga berarti pengorbanan yang
bertujuan untuk memperoleh suatu komoditi.

Pengorbanan itu dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu maupun
kesempatan. Pengorbanan yang tidak bertujuan sendiri disebut juga
sebagai pemborosan. Berdasarkan tujuan pengambilan, biaya terbagi
lagi menjadi Biaya Relevan “Relevant Cost” (Biaya yang terjadi pada
suatu alternatif tindakan tertentu, tetapi tidak terjadi pada alternatif
tindakan lain.

Biaya relevan akan mempengaruhi pengambilan keputusan, oleh
karena itu biaya relevan harus dipertimbangkan dalam pembuatan
keputusan), kedua Biaya Tidak Relevan “Irrelevant Cost” (Biaya tidak
relevan merupakan biaya yang tidak berbeda diantara alternatif
tindakan yang ada.

Irrelevant cost tidak mempengaruhi pengambilan keputusan dan akan
tetap sama jumlahnya tanpa memperhatikan alternatif yang dipilih.
Oleh karena itu biaya tidak relevan tidak harus dipertimbangkan dalam
pembuatan keputusan.

2. Berfikir Rasional
Rasional adalah pengambilan keputusan menurut pikiran dan
pertimbangan yang logis. Senada dengan definisi tersebut, kamus
Oxford menjelaskan rasional memiliki makna berdasarkan atau sesuai
dengan nalar atau logika, mampu berpikir secara bijaksana atau logis,
dan memiliki kemampuan bernalar.

23

Para ahli mengungkapkan bahwa pemikiran rasional merupakan
kemampuan seseorang untuk menarik kesimpulan yang berdasar dan
dapat dibenarkan atau didukung oleh data, aturan, serta logika. Dari
pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa rasional merupakan kata
sifat yang berkaitan dengan kemampuan seseorang berpikir relevan
dan logis, didukung data terpercaya, serta dibenarkan oleh aturan
yang berlaku. Dalam prinsip ekonomi, pembuat keputusan yang
rasional akan menghasilkan marginal benefit.

3. Pasar Sebagai Tempat Terjadinya Kegiatan Ekonomi
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur,
hubungan sosial dan infrastruktur tempat usaha menjual barang, jasa,
dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Pasar
dalam ilmu ekonomi adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual
untuk melakukan transaksi ekonomi.

Pasar tidak menunjuk pada lokasi atau tempat tertentu, karena pasar
tidak mempunyai batas geografis. Dalam hal ini, pasar merujuk pada
semua kegiatan penawaran dan permintaan untuk tenaga kerja,
modal, surat berharga, dan uang.

Fungsi pasar diantaranya sebagai Sarana Distribusi atau
memperlancar proses penyaluran barang dan jasa dari produsen ke
konsumen, Menetapkan Nilai Pasar akan menetapkan harga suatu
barang atau jasa tertentu sesuai dengan permintaan dan penawaran
yang terjadi di pasar yang telah disepakati oleh produsen dan
konsumen terakhir sebagai sarana Promosi, artinya Pasar juga
dimanfaatkan sebagai tempat bagi produsen untuk memasarkan hasil
produksi mereka kepada calon konsumen (pembeli).

4. Pemerintah Memiliki Kewenangan untuk Meningkatkan Faktor
Produksi
Intervensi di bidang ekonomi biasanya dilakukan oleh pemerintah. Hal
ini dilakukan untuk membantu pedagang-pedagang di pasar sehingga
dapat menguntungkan kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli.

24

Karenanya, saat ini penjual dapat dengan mudah memaksimalkan
penghasilannya dengan cara menambahkan pemasukan atas barang
atau stok dagang dengan begitu akan memperoleh hasil yang cukup
maksimal. Contoh Prinsip Peningkatan Faktor Produksi yaitu dengan
Semakin bertambahnya perusahaan yang bangkrut mengakibatkan
terjadinya kegagalan pasar.

Dalam hal tersebut pemerintah kemudian dapat ikut andil untuk
menyelamatkan semua perusahaan tersebut dari kebangkrutan, dan
menjaga kelancaran setiap produksi. Tidak hanya itu saja pemerintah
juga akan memperkecil angka pengangguran dengan cara but out,
atau sebutan lainnya pengambil alih suatu perusahaan oleh pihak
pemerintah.

5.Trade-Off dan Opportunity Cost
Pada setiap pengambilan keputusan ekonomi, seseorang akan
dihadapkan pada suatu pilihan, dimana pilihan yang satu akan
mengorbankan pilihan yang lainnya. Trade off yang dialami oleh
semua masyarakat ialah efisiensi dan pemerataan, artinya setiap
masyarakat diharapkan mendapat hasill yang optimal dari sumber
daya langka yang tersedia, juga pembagian hasil dari sumber daya
langka secara merata kepada seluruh lapisan masyarakat

7. Motif ekonomi

Pengertian Motif Ekonomi
Motif ekonomi merupakan suatu alasan yang mendorong seseorang
melakukan kegiatan ekonomi untuk mencapai kemakmuran. Kegiatan
ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan individu atau kelompok untuk
memperoleh barang dan atau jasa guna memenuhi kebutuhan
hidupnya.

Contoh Motif ekonomi diantaranya Seorang petani tekun dan rajin agar
panennya berhasil dengan baik atau Seorang pengusaha

25

mempromosikan produknya di televisi agar produknya menjangkau
pasar yang lebih luas.

Motif ekonomi juga sebagai hal-hal yang mendasari berbagai tindakan
ekonomi. Tindakan Ekonomi adalah segala usaha manusia untuk
memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dengan pertimbangan yang
baik berdasarkan skala prioritas untuk mencapai kemakmuran.
Kebutuhan adalah keinginan manusia yang menuntut untuk dipenuhi
seperti makan, minum, pakaian, perumahan, pendidikan, dan
sebagainya.

Manusia yang berusaha atau bekerja untuk memperoleh pendapatan,
berarti ia telah melakukan tindakan ekonomi, karena manusia dapat
menggunakannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Manusia berusaha memenuhi kebutuhannya mulai dari kebutuhan
yang paling mendasar (kebutuhan pangan, sandang, dan papan)
hingga ke kebutuhan yang lebih tinggi (kebutuhan keamanan,
penghargaan, harga diri, dan aktualisasi diri). Motif ekonomi dapat
bersifat ekstrinsik atau intrinsik:

- Motif Ekstrinsik yaitu motivasi yang berasal dari luar diri individu Motif
ekstrinsik kebanyakan adalah kebutuhan pendukung. Motif ini
biasanya timbul karena adanya pengaruh lingkungan. Contohnya,
rumah atau papan merupakan salah satu kebutuhan primer. Namun,
seseorang bisa saja membeli rumah dengan harga dan kriteria tertentu
karena alasan ingin mendapat pengakuan atau meningkatkan status
sosial di lingkungannya.
- Motif intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam diri individu itu
sendiri tanpa adanya dorongan ataupun pengaruh luar. Motif ini
umumnya meliputi kebutuhan dasar manusia yang bersifat primer,
contohnya manusia akan membeli makanan dan minuman saat dia
merasa lapar.

26

Pengertian Motif Ekonomi Menurut Ahli
Motif ekonomi merupakan keinginan yang mendorong manusia untuk
melakukan tindakan atau kegiatan ekonomi. Peran motif untuk
membangkitkan dan menunjukkan perilaku konsumen, berikut ini
adalah macam-macam motif ekonomi, yaitu motif untuk memenuhi
kebutuhan, mendapatkan keuntungan, Sosial, mendapatkan
penghargaan, kekuasaan Ekonomi, hingga politik. Berikut ini beberapa
pengertian motif ekonomi menurut para ahli:

1. Schiffman dan Kanuk
“Motivation can be described as the driving force between individuals
that impels them to action”. Maksudnya motivasi dapat digambarkan
sebagai kekuatan penggerak antara individu-individu yang mendorong
mereka untuk dapat bertindak. Kekuatan penggerak tersebut
disebabkan adanya ketegangan yang timbul karena kebutuhan yang
tidak terpenuhi.

2. Robbins (2001:156)
Motivation is the processes that account for individual’s intensity,
direction, and persistence of effort toward attaining a goal”, yang berarti
motivasi merupakan sebagai proses yang menjelaskan kesediaan
seseorang berusaha untuk mencapai ke arah tujuan, yang
dikondisikan oleh kemampuan atau intensitas seseorang dalam
memenuhi kebutuhannya.

3. Loudon dan Della Bitta
“A motif as an inner state that mobilizes bodily energy and directs it in
selective fashion toward goals usually located in the external
environment ”.

Maksudnya motif merupakan suatu keadaan yang menggerakan
energi dan tenaga jasmani dalam diri seseorang serta mengarahkan
secara selektif menuju suatu tujuan yang biasanya terletak dalam
lingkungan external.

27

Macam Motif Ekonomi dan Tujuannya
Tujuan akhir dari motif ekonomi tentunya agar seseorang mencapai
kemakmuran dan mampu memenuhi berbagai kebutuhannya. Simak
beragam motif ekonomi dan tujuannya berikut ini:

1. Motif Individu
Motif individu ini ialah motif yang didasari atas dorongan dari dalam diri
sendiri untuk memperbaiki ekonomi serta juga mesejahterakan diri
sendiri dan keluarganya. Beberapa motif individu ini diantaranya
sebagai berikut :

a. Motif Memenuhi Kebutuhan serta Meningkatkan Taraf Hidup
Motif ini jelas tujuannya, yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan
mencapai kemakmuran. Untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya, setiap orang memiliki suatu kebutuhan, baik berupa barang
maupun jasa yang harus dipenuhi.

Hal ini berhubungan dengan perilaku konsumtif yang dibahas pada
buku Perilaku Konsumen Individu dimana membahas berbagai faktor
yang menyebabkan perilaku tersebut terjadi.

Biasanya dalam suatu kebutuhan tersebut sifatnya tidak terbatas,
sedangkan pada alat pemuasnya terbatas. Oleh sebab itu, setiap
orang harus mempunyai suatu perhitungan yang cermat agar
mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapannya.

Kecenderungan manusia yakni senantiasa untuk mencapai sebuah
kemakmuran bagi kehidupannya. Kemakmuran ini bisa diartikan
sebagai kondisi yang dimana ia mampu memenuhi sebagian besar
kehidupannya.

Contohnya Seseorang akan bekerja keras untuk mendapatkan uang
yang nantinya dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhannya
sehari-hari. Apabila penghasilannya tidak mencukupi maka berusaha

28

mendapatkan penghasilan tambahan dengan melakukan kegiatan
ekonomi lainnya.

Contoh lainnya adalah Seorang karyawan pindah kerja atau bekerja
lebih keras agar mendapatkan promosi sehingga dapat meningkatkan
penghasilannya. Kebutuhan manusia sendiri, secara umum terbagi ke
dalam tiga jenis, yaitu:

- Kebutuhan Primer: Primer berasal dari kata primus yang berarti
pertama. Maka kebutuhan primer merupakan kebutuhan utama atau
pokok yang muncul secara naluriah agar manusia dapat bertahan
hidup. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka hidup manusia
terancam. Kebutuhan primer sendiri terdiri dari pangan (makanan),
sandang (pakaian), dan papan (tempat tinggal). Tanpa pangan,
manusia akan meninggal. Tanpa sandang dan pangan, manusia akan
rentan terserang penyakit.

- Kebutuhan Sekunder, yaitu kebutuhan yang bersifat pelengkap atau
tambahan. Kebutuhan ini tidak seperti kebutuhan primer yang bersifat
mutlak. Biasanya kebutuhan ini akan timbul secara alami setelah
semua kebutuhan primer dapat terpenuhi.Sebab, fungsi dari
kebutuhan sekunder adalah sebagai penunjang hidup. Apabila
kebutuhan ini tidak terpenuhi, hidup manusia tidak terancam. Selain
itu, kebutuhan sekunder setiap orang juga berbeda-beda. Contoh-
contoh kebutuhan sekunder diantaranya adalah sepeda, koneksi
internet, smartphone, hiburan, dan lain-lain.

- Kebutuhan Tersier, Tersier berasal dari kata teririus yang berarti
ketiga. Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dapat dipenuhi
apabila kebutuhan primer dan sekunder telah terpenuhi. Biasanya
kebutuhan tersier berfungsi untuk meningkatkan status sosial. Contoh
kebutuhan tersier adalah liburan ke luar negeri, perhiasan, pakaian
branded, kendaraan mewah, dan rumah mewah.

29

b. Motif Memperoleh Keuntungan
Motif ini jelas tujuannya, yaitu untuk mendapatkan profit.
Keuntungannya bisa dalam bentuk uang atau lainnya. Dalam
keseharian sering kali kita mengejar keuntungan. Kebanyakan
keuntungan yang dikejar adalah dalam bentuk materi.

Motif ini sebagai suatu dorongan yang timbul dengan tujuan
mendapatkan tambahan manfaat, baik berupa uang maupun barang.
Dengan mendapatkan keuntungan diharapkan kekayaan seseorang
kemudian akan bertambah dan ia dapat mempertahankan
kelangsungan hidupnya secara lebih baik.

Contohnya seorang pedagang pakaian menjual pakaian dengan segi
kualitas sangat baik, harga terjangkau, serta melayaninya dengan
sangat ramah. Banyak orang kemudian akan tertarik membeli
sehingga ia mendapatkan keuntungan atau laba yang berlimpah.

C. Motif Memperoleh Penghargaan
Motif ini dilakukan agar seseorang dihargai oleh orang lain.
Penghargaan sendiri menjadi salah satu motivasi agar individu merasa
eksis. Penghargaan dari orang lain akan memberikan kepuasaan
tersendiri bagi pelaku kegiatan ekonomi.

Penghargaan yang dimaksud bukan sekadar memperoleh pujian atau
piagam tetapi juga mendapatkan status sosial yang lebih tinggi dari
lingkungan masyarakat sekitarnya. Contohnya: Pada seorang manajer
atau pengusaha yang tetap melakukan kegiatan ekonomi dengan kerja
keras walaupun berada dalam keuntungan dan kemakmurannya.

Hal ini ia lakukan agar ia tampil sebagai manajer yang handal dan
disegani. Prestasi tersebut tidak jarang membuahkan penghargaan
dari pemerintah maupun kalangan pengusaha.

Contoh lainnya pada Seorang pengusaha menawarkan franchise
bisnisnya kepada orang lain sehingga orang lain menjual produknya

30

dan mengurangi persaingan juga Seorang pengusaha restoran secara
rutin membuka cabang baru di daerah lain untuk memperluas jaringan
bisnisnya dan meningkatkan kekuasaan ekonominya..

d. Motif Memperoleh Kekuasaan
Motif ini tujuannya untuk meraih kekuasaan. Kekuasaan tidak hanya
eksis di politik kenegaraan, tetapi bisa juga di level pertemanan atau
keluarga. Kalau menurut filsuf Nietzsche, setiap orang punya
kehendak untuk berkuasa. Minimal menguasai dirinya sendiri.

Sebagai contoh, seorang siswa mentraktir temannya agar tidak
dicalonkan menjadi ketua kelas. Mentraktif dijadikan alasan agar bisa
menguasai pendapat temannya karena ia tidak mau dicalonkan jadi
ketua kelas.

Bisa pula sebaliknya, mentraktif biar dicalonkan. Intinya, mentraktir
teman dilakukan untuk menguasai suara teman. Seorang pengusaha
menawarkan franchise bisnisnya kepada orang lain sehingga orang
lain menjual produknya dan mengurangi persaingan. Seorang
pengusaha restoran secara rutin membuka cabang baru di daerah lain
untuk memperluas jaringan bisnisnya dan meningkatkan kekuasaan
ekonominya

e. Motif Sosial
Motif sosial sebagai motif ekonomi yang sesungguhnya problematik.
Karena tidak semua tindakan sosial adalah tindakan ekonomi. Tetapi
semua tindakan ekonomi adalah tindakan sosial. Cakupan istilah
”sosial” sendiri lebih luas maknanya dibanding ”ekonomi”.

Di sini, kita pahami motif sosial sebagai motif menolong sesama
manusia saja. Sebagai contoh, seorang mahasiswa merintis usaha,
lalu mempekerjakan teman-temannya sebagai karyawan. Motifnya
adalah membantu teman-temannya.

31

Membuka usaha dan mempekerjakan teman-temannya adalah salah
satu bentuk motif ekonomi. Selain itu Seorang pengusaha mendirikan
koperasi untuk kepentingan para anggotanya juga dilandasi oleh motif
sosial. Perlu digaris bawahi di sini, motif sosial menurut beberapa ahli
ekonomi dikategorisasikan dalam motif non ekonomi. Tindakan-
tindakan ekonomi sebagai salah satu jenis saja dari tindakan sosial.
Oleh karena itu, sudah semestinya tindakan ekonomi melibatkan
pertimbangan-pertimbangan sosial.

8. Ilmu ekonomi Ekonomi syariah

Pengertian Ilmu Ekonomi Syariah
Ilmu Ekonomi syariah adalah cabang ilmu pengetahuan sosial yang
membahas tentang ekonomi dengan ajaran agama Islam yaitu Al-
Qur’an dan Sunnah Nabi SAW.

Ciri-Ciri Ekonomi Syariah
Ciri-ciri dari ekonomi syariah adalah sebagai berikut:
Aktivitas perekonomian dalam Islam sifatnya pengabdian
Aktivitas ekonomi dalam Islam mempunyai suatu cita-cita yang luhur.
Ekonomi syariah menjadikan keseimbangan antara kepentingan
individu dan kepentingan masyarakat
Pengawasan yang sebenarnya dilaksanakan dan ditetapkan dalam
aktivitas ekonomi Islam

Tujuan Ekonomi Syariah
Tujuan ekonomi syariah tidak berbeda dengan tujuan syariat Islam,
yaitu untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat dengan tata
kehidupan yang baik dan terhormat. Untuk mengetahui lebih
lengkapnya, berikut adalah tujuan ekonomi syariah:
Memposisikan ibadah kepada Allah lebih dari segalanya
Menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat
Mendapatkan kesuksesan perekonomian yang diperintahkan oleh Allah
Menghindari kerusuhan dan kekacauan perekonomian

32

Menurut Prof. Muhammad Abu Zahrah yang merupakan Fuqaha dari
Mesir. Ada tiga sasaran hukum Islam yang memberitahukan bahwa
Islam diturunkan sebagai rahmat untuk seluruh umat manusia yaitu:
Penyucian jiwa supaya setiap muslim dapat menjadi sumber kebaikan
untuk masyarakat dan lingkungannya.
Tegaknya keadilan didalam masyarakat. Keadilan yang dimaksud
adalah meliputi aspek kehidupan di bidang hukum dan muamallah.
Dicapainya suatu kemaslahan (puncak). Para ulama setuju bahwa
maslahah yang mencadi puncak sasaran di atas meliputi lima jaminan
dasar, yaitu: keselamatan keyakinan agama (Al Din), keselamatan jiwa
(Al Nafs), keselamatan akal (Al Aql), keselamatan keluarga dan
keturunan (Al Nasl) dan keselamatan harta benda (Al Mal)

Manfaat Ekonomi Syariah
Apabili mengamalkan ekonomi syariah maka datang manfaat yang
besar untuk umat muslim, yang mana manfaat ekonomi syariah yaitu:
Terwujudnya integritas muslim yang kaffah, sehingga Islamnya tidak
setengah-setengah. Apabila ditemukan muslim yang tetap bergelut dan
mengamalkan ekonomi konvensional artinya menunjukkan bahwa ke
Islamannya belum kaffah.
Menerapkan dan mengamalkan ekonomi syariah melalui lembaga
keuangan Islam, baik itu bank, asuransi, pegadaian ataupun Baitul Maal
wat Tamwil akan memperoleh keuntungan dunia dan akhirat.
Keuntungan di dunia didapat dari bagi hasil yang diperoleh, sedangkan
keuntungan di akhirat adalah terbebas dari unsur ribat yang diharamkan
oleh Allah.
Praktik ekonomi yang didasarkan syariat Islam mengandung nilai
ibadah, karena sudah mengamalkan syariat Allah.
Diamalkannya ekonomi syariah dengan lembaga keuangan syariah,
artinya mendukung kemajuan lembaga ekonomi ummat Islam.
Diamalkannya ekonomi syariah dengan membuka tabungan, deposito
atau menjadi nasabah asuransi syariah artinya mendukung usaha
pemberdayaan ekonomi ummat. Karena dana yang dikumpulkan akan
dihimpun dan disalurkan dengan sektor perdagangan riil.

33

Diamalkannya ekonomi syariah artinya mendukung gerakan amar
ma’ruf nahi mungkar. Karena dana yang terkumpul pada lembaga
keuangan syariah hanya bisa disalurkan kepada usaha-usaha dan
proyek yang halal.

Prinsip Ekonomi Syariah
Ekonomi syariah dilakukan dengan dasar prinsip-prinsip sebagai
berikut:
Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan dari
Allah SWT kepada manusia
Kepemilikan pribadi dalam Islam diakui dengan batas-batas tertentu.
Kerja sama merupakan penggerak utama dalam ekonomi Syariah
Ekonomi syariah menolak suatu akumulasi kekayaan yang dikuasai
oleh beberapa orang.
Pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk
kepentingan orang banyak dijamin dalam ekonomi syariah.
Setiap muslim wajib takut dengan Allah SWT dan hari penentuan di
akhirat nanti
Kekayaan yang sudah memenuhi batas atau nisab harus dibayarkan
Zakatnya.
Riba dengan segala bentuknya dilarang dalam Islam.

Dari beberapa prinsip diatas, ada pula prinsip ekonomi syariah lainya,
yaitu:
Tidak Melakukan Penimbunan Atau Ikhtiar. Ikhtiar yaitu perbuatan
pembelian barang dagangan yang bertujuan untuk menyimpan barang
dalam jangka waktu lama sehingga barang tersebut dinyatakan langka
atau harganya mahal.
Tidak Melakukan Monopoli. Monopoli adalah perbuatan menahan
keberadaan barang untuk tidak dijual atau diedarkan di pasar supaya
harganya menjadi mahal.
Menghindari Jual Beli Yang Diharamkan Aktivitas jual beli yang sesuai
dengan prinsip Islam, adil, halal dan tidak merugikan pembeli adalah

34

jual beli yang di ridhai oleh Allah Swt.
Dasar Hukum Ekonomi Syariah
Dasar hukum dalam ekonomi syariah adalah sebagai berikut:

❖ Al-Qur’an
Al-Qur’an pada dasarnya adalah wahyu dari Allah yang berikan
kepada Nabi Muhammad SAW untuk membimbing umat manusia
karena dalam Al-Qur’an jawaban atas semua permasalahan pasti
ada, mulai dari kehidupan sehari-hari sampai tentang ekonomi ada.

❖ Hadist
Hadist yaitu sual hal yang berasal dari Nabi Muhammad SAW, yang
berupa perkataan, perilakun dan perbuatannya.

❖ Ijma’
Ijma’ merupakan pendapat atau fatwa-fatwa yang berasal dari para
ulama yang telah disetujui bersama dan tentu tetap berlandaskan
pada Al-Qur’an

❖ Ijtihad dan Qiyas

Ijtihad yaitu salah satu perbuatan yang dilakukan para ulama untuk
melaksanakan musyawarah untuk memecahkan kejadian yang
muncul dalam masyarakat.

Bentuk Kerjasama Ekonomi Syariah
Bentuk-bentuk kerjasama didalam ekonomi syariah, adalah sebagai
berikut:

Mudharabah
Mudharabah yaitu kerjasama diantara dua pihak yang mana modal
usaha 100% berasal dari pemiliki modal, pihak lain yang bertindak
sebagai pengelola usaha. Jika usaha tersebut mendapatkan
keuntungan maka harus dibagi sesuai dengan porsi yang telah
disepakati terlebih dahulu sebelum kerjsama dilaksanakan. Tetapi
jika terjadi kerugian yang bertanggung jawab adalah pemilik modal

35

selama itu bukan kesalahan dari pengelola usaha.
Musyarakah
Musyarakah yaitu kerjasama yang mana modal usaha diperoleh
dari masing-masing pihak yang bekerja sama. Bentuk ini lebih
mudah dipraktikkan karena untuk dan rugi yang terjadi dihadapi
bersama dengan ketentuan atau perjanjian yang sudah disepakati
sebelumnya.
Al Muza’arah
Al Muza’arah yaitu suatu kerjasama diatara dua pihak atau lebih
yang berfokus pada pengolahan lahan pertanian; antara pemilik
lahan dan pekerja yang menggarap lahan pertanian tersebut.
Pemilik lahan menyiapkan benih dan lahan tersebut untuk ditanami
dan dirawat, yang nantinya hasil panen akan dibagi diantara
keduanya dengan presentase yang sudah disepakati.
Al Muzaqah
Al Muzaqah yaitu bentuk kerjasama yang mana pekerja lahan
hanya bertanggung jawab untuk menyirami dan memelihara
tanaman yang sudah ditanam.

36

LATIHAN

1. Jelaskan menurut anda apa yang dimaksud dengan
ilmu ekonomi!

2. Apa yang menjadi konsep dasar ilmu ekonomi?
3. Jelaskan masalah-masalah ekonomi dan bagaimana

cara mengatasinya!
4. Sebutkan dan jelaskan alat pemuas kebutuhan!
5. Jelaskan jenis-jenis kegunaan barang menurut Al

Meyers!
6. Apa penyebab biaya peluang dapat terjadi?
7. Apa saja ciri ciri biaya peluang?
8. Jelaskan prinsip-prinsip dalam ekonomi!
9. Mengapa dalam melakukan tindakan ekonomi yang

harus berpedoman pada prinsip ekonomi?
10.Bagaimana prinsip ekonomi syariah dapat
meningkatkan kegiatan ekonomi di suatu negara?

37

1 Penilaian Hasil Pembelajaran
1. Teknik Penilaian dan Bentuk Penilaian
a. Kompetensi Sikap: Observasi menggunakan jurna
b. Kompetensi Pengetahuan: Tertulis, berbentuk uraian
c. Kompetensi Keterampilan: Non tes yaitu kegitan diskusi dan presentase hasil
pengamatan

2. Instrumen penilaian dan pedoman penskoran
a. Sikap (Terlampir)
b. Pengetahuan (Terlampir)
c. Keterampilan (Terlampir)

Lampiran 1: Instrumen Penilaian Aspek

A. Penilaian Sikap

I. Teknik Penilaian

Penilain Observasi/jurnal

II. Instrumen Penilaian

1. Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Satuan Pendidikan: SMA

Mata Pelajaran: Ekonomi

Kelas/Semester: X/Ganjil

Tahun Pelajaran: 2021/2022

No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

2. Jurnal Penilaian Sikap Sosial
Satuan Pendidikan: SMA
Mata Pelajaran: Ekonomi
Kelas/Semester: X/Ganjil
Tahun Pelajaran: 2021/2022

38

No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Aspek

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

B. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

1. Teknik Penilaian : Tes Tertulis

2. Bentuk : Uraian

3. Kisi-kisi/kartu Soal

Jenjang Sekolah : SMA

Mata pelajaran : Ekonomi

Semester/Tahun : Ganjil 2021/2022

Alokasi Waktu : 30 Menit

Tipe Tes : Esai

Jumlah Butir : 10

Kompetensi Dasar: Mendeskripsikan terbentuknya keseimbangan pasar dan struktur

pasar.

Kompetensi Materi Indikator Bentuk Bobot Jumlah
NO Dasar Soal soal Soal soal

1. Mendeskripsik Konsep Menjelaskan
pengertian
an konsep ilmu ilmu ilmu ekonomi mudah/
Uraian sedang
ekonomi ekonomi 1
/ sukar

39

Mengidentifik Uraian 1
asi masalah
ekonomi 1

Memahami Uraian 1
konsep pilihan 1
(kebutuhan 1
dan 1
keinginan) 1
dan skala 1
prioritas)

Memahami Uraian
alat pemuas
kebutuhan

Memahami Uraian
konsep biaya
sehari-hari Uraian
dan biaya Uraian
peluang Uraian
Memahami Uraian
konsep
prinsip
ekonomi
Memahami
konsep motif
ekonomi
Memahami
pembagian
ilmu ekonomi
Menjelaskan
konsep
ekonomi
syariah

40

Butir Soal

No. INDIKATOR SOAL SOAL SKOR

1 Menjelaskan Jelaskan pengertian ilmu ekonomi
pengertian ilmu
ekonomi

2 Menjelaskan konsep Apa yang menjadi konsep dasar
dasar ilmu ekonomi ekonomi

3 Mengidentifikasi Bagaimana cara mengatasi
masalah ekonomi masalah-masalah ekonomi?

4 Memahami konsep Tuliskan faktor-faktor yang
pilihan (kebutuhan dan mempengaruhi kebutuhan
keinginan) dan skala
prioritas)

5 Memahami alat Sebutkan alat pemuas kebutuhan

pemuas kebutuhan berdasarkan cara penggunaannya

6 Memahami konsep Tuliskan pengertian biaya peluang!
biaya sehari-hari dan
biaya peluang

7 Memahami konsep Tuliskan ciri-ciri prinsip ekonomi!
prinsip ekonomi

8 Memahami konsep Tuliskan pengertian motif ekonomi
motif ekonomi

41

9 Memahami Tuliskan pengertian ilmu ekonomi
pembagian ilmu syariah
ekonomi

10 Menjelaskan konsep Jelaskan prinsip-prinsip ekonomi

ekonomi syariah syariah

Kunci Jawaban dan Pedoman penskoran

NO KUNCI JAWABAN SKOR

1 Ilmu Ekonomi adalah ilmu tentang perilaku dan tindakan 2
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang
bervariasi, dan berkembang dengan sumber daya yang
ada melalui pilihan- pilihan kegiatan produksi, konsumsi,
dan/atau distribusi agar tercapai kemakmuran.

2 Jadi konsep dasar Ilmu ekonomi itu membahas tentang 2
bagaimana caranya tidak terjadi kelangkaan sumber
daya saat manusia memenuhi kebutuhannya. Nah,
faktor penyebab kelangkaan pun beragam, diantaranya
adalah: Keterbatasan sumber daya.

42

3 1. Menentukan prioritas pemanfaatan sumber daya 2
sehingga masyarakat masih dapat menikmatinya. 2
2. Peduli terhadap kerusakan lingkungan akibat adanya
ulah manusia yang cenderung serakah.
3. Disiplin dalammenggunakan sumber daya
sehemat mungkin.
4. Tanggung jawab atas kebutuhan masyarakat banyak.
5. Memanfaatkan sumber daya ekonomi secara selektif,
dengan mempertimbangkan kelestariannya, agar anak
cucu kita dapat menikmatinya.
6. Meningkatkan kemampuan sumber daya Indonesia
untuk menguasai teknologi
7. Menggunakan sumber daya yang terbatas untuk
menghasilkan barang dan jasa agar dapat mengimbangi

4 k1e. iTnignignkaant mKeapnuusaisaaynadnagntiGdaakyateHrbidautaps
2. Umur
3. Penghasilan yang Diperoleh
4. Pendidikan
5. Pekerjaan

5 1. Barang Mentah 2
2. Barang Setengah Jadi
3. Barang jadi

6 Biaya peluang dapat diartikan sebagai alternatif yang 2
dikorbankan untuk mendapatkan pilihan lain. Atau
dengan kata lain segala sesuatu yang dikorbankan
untuk mendapatkan sesuatu disebut biaya peluang
atau opportunity cost.

7 - Bertindak Rasional; Selalu berfikir menggunakan akal 2
sehat tanpa melibatkan emosi dan hawa nafsu sebelum
melakukan kegiatan atau tindakan ekonomi.
- Bertindak Ekonomis: Melakukan suatu kegiatan
ekonomi dengan perencanaan yang matang dan
melalui perhitungan yang cermat. Bertindak ekonomis

43

menjadikan seseorang mampu memenuhi berbagai
kebutuhan hidupnya serta menghindarkan diri dari
kebiasaan boros atau foya-foya
- Bertindak Hemat: Membeli barang atau jasa hanya
sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
- Membuat skala prioritas: Memenuhi segala
kebutuhan yang ada dengan membuat urutan
kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya dari
yang tidak mendesak sampai yang paling mendesak.
Selalu Bertindak menggunakan prinsip cost and
benefit: Yaitu selalu memperhitungkan biaya yang
akan dikeluarkan serta manfaat yang akan diterima dari
suatu tindakan atau kegiatan ekonomi yang
dilakukannya.

8 Motif ekonomi merupakan suatu alasan yang mendorong 2
seseorang melakukan kegiatan ekonomi untuk 2
mencapai kemakmuran. Kegiatan ekonomi adalah
kegiatan yang dilakukan individu atau kelompok untuk
memperoleh barang dan atau jasa guna memenuhi
kebutuhan hidupnya.

9 Ilmu Ekonomi syariah adalah cabang ilmu pengetahuan
sosial yang membahas tentang ekonomi dengan ajaran
agama Islam yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW.

10 Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian 2
atau titipan dari Allah SWT kepada manusia
Kepemilikan pribadi dalam Islam diakui dengan batas-
batas tertentu.
Kerja sama merupakan penggerak utama dalam
ekonomi Syariah
Ekonomi syariah menolak suatu akumulasi kekayaan
yang dikuasai oleh beberapa orang.
Pemilikan masyarakat dan penggunaannya
direncanakan untuk kepentingan orang banyak dijamin
dalam ekonomi syariah.
Setiap muslim wajib takut dengan Allah SWT dan hari

44

penentuan di akhirat nanti
Kekayaan yang sudah memenuhi batas atau nisab harus
dibayarkan Zakatnya.
Riba dengan segala bentuknya dilarang dalam Islam.

Keterangan : Kata tercetak miring adalah kata kunci jawaban

b. Pedoman penskoran:

a. Menjawab 1 kata kunci benar mendapat skor 2
b. Menjawan 1 kata kunci salah mendapat skor 1
c. Tidak menjawan mendapat skor 0

Skor Perolehan
Nilai = -------------------- x100

Skor Maksimal

Predikat :

Sangat Baik (A) : 86 - 100
Baik (B) : 71 - 85
Cukup (C) : 56 - 70
Kur ang (D) : ≤ 55

C. Penilaian Kompetensi Keterampilan

• Teknik Penilaian : Penilaian Kinerja
• Instrumen Penilaian dan Pedoman Penskoran
• Kisi-kisi Instrumen

Nama Sekolah : SMA NEGERI
Kelas/Semester : X/Ganjil
Mata pelajaran : Ekonomi
Tahun Pelajaran : 2021/2022

45

NO KD MATERI INDIKATOR TEKNIK
PENILAIAN
1. Mengidentifikasi Konsep ilmu Menyajikan hasil
kelangkaan dan ekonomi identifikasi Kinerja
biaya peluang
dalam memenuhi tentang konsep
kebutuhan ilmu ekonomi
berdasarkan
data atau
informasi dari
berbagai sumber
belajar yang
relevan

d. Rubrik Penilaian Kinerja

NO INDIKATOR RUBRIK
1. Presentasi Kriteria presentasi:
1. Performen/penampilan
2. Isi presentasi
3. Media yang digunakan
4. Penggunaan bahasa yang baik dan benar

Pedoman Penskoran:
4 = Memenuhi 4 kriteria
3 = Memenuhi 3 kriteria
2 = Memenuhi 2 kriteria
1 = Memenuhi 1 kriteria

46

No. Na Perform Isi Media Pengguna Skor Nilai
ma ance/ presen yang an Bahasa
digunak yang baik
penampi tasi dan benar
lan an

1 2 3 4 1 234 1 2 3 4 1 2 3 4

Skor Perolehan
Nilai = -------------------- x100

Skor Maksimal (16)

Keterangan predikat:

Sangat Baik (A) : 86 - 100
Baik (B) : 71 - 85
Cukup (C) : 56 - 70
Kurang (D) : ≤ 55

Mengetahui Maret 2022
Kepala SMA Guru Mata Pelajaran

………………………….. …………………

47

DAFTAR PUSTAKA

Apridar. 2009. Ekonomi Internasional : Sejarah, Teori, Konsep, Permasalahan Dalam
Aplikasinya. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Mulyadi. 2003. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Apridar. 2009. Ekonomi Internasional : Sejarah, Teori, Konsep, Permasalahan Dalam
Aplikasinya. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Tim Abdi Dosen. 2006. Ekonomi untuk SMA. Jakarta : Erlangga.
Ali, Zainuddin, Hukum Ekonomi Syariah, Jakarta: Sinar Grafika, 2008, cet. 1
Arifin, Zainul, Dasar-dasar Manajemen Bank Syariah,Jakarta: Pustaka Alvabet, 2005

48


Click to View FlipBook Version