The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KONSEP ILMU EKONOMI EBOOK KELOMPOK 1 SMA EKONOMI KELAS 1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by gitaaulyaa, 2022-03-30 19:33:41

KONSEP ILMU EKONOMI EBOOK KELOMPOK 1 SMA EKONOMI KELAS 1

KONSEP ILMU EKONOMI EBOOK KELOMPOK 1 SMA EKONOMI KELAS 1

Keywords: Education

EKONOMI SMA X

KONSEP ILMU
EKONOMI E-BOOK

DIUSULKAN OLEH

1 . ASI H MEI LI NDA SARI 2005110319

2 . GI T A AULYA A N G GR A I N I 20051251 75
3. SALSABILA IRIANTI 2005113245

4. MARIA YULITA SARTI 1901080134
5. SMIS JAYARTI WALLI A1A119014

PEMB ELAJARAN DIGITAL

K O M P E T E N S I D A S A R( K D )
DAN INDIKATOR PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Ekonomi
Satuan Pendidikan : SMA
Kelas : X (Sepuluh)

3.1 Mendeskripsikan konsep ilmu ekonomi

INDIKATOR PEMBELAJARAN :

• Memahami pengertian ilmu ekonomi
• Mengidentifikasi masalah ekonomi (kelangkaan/scarcity dan kebutuhan yang

relatif tidak terbatas)
• Memahami konsep pilihan (kebutuhan dan keinginan) dan skala prioritas
• Memahami alat pemuas kebutuhan
• Memahami konsep biaya sehari-hari dan biaya peluang (opportunity cost)
• Memahami konsep prinsip ekonomi
• Memahami konsep motif ekonomi
• Memahami pembagian ilmu ekonomi
• Memahami konsep ekonomi syariah (pengertian, tujuan, prinsip dan karakteristik

ekonomi syariah)

4.1 Mengidentifikasi kelangkaan dan biaya peluang dalam memenuhi kebutuhan

INDIKATOR PEMBELARAJAN :

• Menyajikan hasil identifikasi tentang konsep ilmu ekonomiberdasarkan
data/informasi dari berbagai sumber belajar yang relevan

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Dasar Ilmu Ekonomi
• Pengertian ilmu ekonomi
• Masalah ekonomi (Kelangkaan/scarcitydan kebutuhan yang relatif tidak terbatas)
• Pilihan (kebutuhan dan keinginan) dan skala prioritas
• Alat pemuas kebutuhan
• Biaya sehari-hari dan Biaya peluang (opportunity cost)
• Prinsip ekonomi
• Motif ekonomi
• Pembagian ilmu ekonomi
• Ekonomi syariah (pengertian, tujuan, prinsip dan karakteristik ekonomi syariah)

KEGIATAN PEMBELAJARAN

• Mengamati dan membaca berbagai sumber belajar yang relevan tentang konsep
ilmu ekonomi

• Membuat dan mengajukan pertanyaan serta berdiskusi tentang konsep ilmu
ekonomi

• Menyajikan hasil identifikasi tentang konsep ilmu ekonomiberdasarkan
data/informasi dari berbagai sumber belajar yang relevan

PAPARAN ISI MATERI

Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

• Pengertian ilmu ekonomi

Menurut asal kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani
yaitu Oikos dan Nomos. Oikos artinya rumah tangga atau
keluarga dan Nomos artinya aturan, peraturan atau hukum,
sehingga istilah ekonomi berarti mengatur rumah tangga
atau keluarga. Dalam kegiatan rumah tangga manusia
selalu berusaha untuk mencukupi kebutuhannya baik
berupa barang maupun jasa agar tercapai kemakmuran.

Menurut Prof. P.A. Samuelson, seorang ahli ekonomi
mengemukakan, “Ilmu Ekonomi adalah suatu studi
mengenai bagaimana orang-orang dan masyarakat
membuat pilihan, dengan cara atau tanpa penggunaan
uang, dengan menggunakan sumber daya yang terbatas
tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk
menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa serta
mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi sekarang
dan di masa mendatang, kepada berbagai orang dan
golongan masyarakat. Ilmu ekonomi menganalisis biaya
dan keuntungan serta memperbaiki corak penggunaan
sumber daya-sumber daya.

Dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang
Standar Isi, dijelaska bahwa Ekonomi merupakan ilmu
tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya yang bervariasi, dan berkembang
dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan
kegiatan produksi, konsumsi, dan/ataudistribusi.

Dari gambaran di atas dapat disimpulkan bahwa yang
dimaksud dengan Ilmu Ekonomi adalah ilmu tentang
perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan

hidupnya yang bervariasi, dan berkembang dengan sumber
daya yang ada melalui pilihan- pilihan kegiatan produksi,
konsumsi, dan/atau distribusi agartercapai kemakmuran.

• Masalah ekonomi (Kelangkaan/scarcitydan kebutuhan yang
relatif tidak terbatas)

Kelangkaan Sumber Daya terdiri dari :
a. Kelangkaan Sumber Daya Alam
b. Kelangkaan Sumber Daya Manusia
c. Kelangkaan Sumber Daya Modal
d. Kelangkaan Sumber Daya Wirausaha

Sumber daya ekonomi yang tersedia dalam jumlah yang
terbatas atau langka harus dilaksanakan secara bijak agar
masalah kelangkaan bisa teratasi, yang caranya, antara lain,
sebagai berikut.
a. Menentukan prioritas pemanfaatan sumber daya
sehinggamasyarakat masih dapat menikmatinya.
b. Peduli terhadap kerusakan lingkungan akibat adanya
ulahmanusia yang cenderung serakah.
c. Disiplin dalam menggunakan sumber daya

sehematmungkin.
d. Tanggung jawab atas kebutuhan masyarakat banyak.
e. Memanfaatkan sumber daya ekonomi secara selektif,
dengan mempertimbangkan kelestariannya, agar anak cucu
kita dapat menikmatinya.
f. Meningkatkan kemampuan sumber daya Indonesia untuk
menguasai teknologi
g. menggunakan sumber daya yang terbatas untuk
menghasilkan barang dan jasa agar dapat mengimbangi

keinginanmanusia yang tidak terbatas
• Pilihan (kebutuhan dan keinginan) dan skala prioritas

1. Pengertian Kebutuhan

Kebutuhan diartikan sebagai hasrat yang muncul dari dalam
diri manusia dan harus dipenuhi karena jika tidak
terpenuhi dapat mengganggu kelangsungan hidupnya. Lain
hal dengan keinginan, keinginan adalah hasrat yang muncul
dalam diri manusia yang jika tidak terpenuhi tidak akan
mengganggu kelangsungan hidupnya. Maka, bisa dibedakan
bahwa kebutuhan harus dipenuhi oleh manusia sedangkan
keinginan tidak harus dipenuhi. Seperti contoh di atas,
keinginan untuk tour ke Bali tidak akan memengaruhi
kelangsungan hidup seseorang; namun kebutuhan pokok
terhadap makanan dan minuman yang tidak terpenuhi dapat
berakibat fatal.

2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan
a. Tingkat Kepuasan dan Gaya Hidup
b. Umur
c. Penghasilan yang Diperoleh
d. Pendidikan
e. Pekerjaan

Adapun faktor-faktor eksternal yang memengaruhi
kebutuhanmanusia, antara lain, sebagai berikut.
a. Keadaan Alam
b. Tingkat Kemajuan Peradaban
c. Agama dan Kepercayaan
d. Adat-Istiadat
e. Tingkat Kemajuan Teknologi

3. Jenis-Jenis Kebutuhan
a. Kebutuhan menurut Intensitasnya
1) Kebutuhan Primer
2) Kebutuhan Sekunder
3) Kebutuhan Tersier

b. Kebutuhan menurut sifatnya
1) Kebutuhan Jasmani
2) Kebutuhan Rohani

c. Kebutuhan berdasarkan waktu pemenuhannya
1) Kebutuhan sekarang
2) Kebutuhan masa datang/depan

d. Kebutuhan berdasarkan subjek atau pihak yang membutuhkan
1) Kebutuhan individu
2) KEbutuhan masyarakat/publik/kelompok

e. Kebutuhan berdasarkan wujudnya
1) Kebutuhan material
2) Kebutuhan spiritual

2. Skala Prioritas

1. Perbuatan Pilihan

Jika anda amati dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu
dihadapkan pada suatu pilihan (choice), baik dalam
memenuhi kebutuhannya maupun mengalokasikan seluruh
pendapatannya, sehingga anda harus bisa melakukan pilihan

yang lebih menguntungkan terutama bagi dirinya sendiri.
Dengan pendapatan yang terbatas manusia tidak bisa
memenuhi kebutuhannya apabila tidak memikirkan
kebutuhan mana yang seharusnya dipenuhi terlebih dahulu.
Oleh karena itu kita selalu dihadapkan pada masalah pilihan
terhadap kebutuhan mana yang harus didahulukan maupun
kebutuhan mana yang harus dipenuhi di kemudian hari.

Sebagai contoh Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan
penghasilan yang terbatas, disamping membiayai kebutuhan
sehari-hari di rumah juga membiayai kebutuhan sekolah
anaknya (SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi) dan lain-
lain. Pada suatu saat anaknya yang melanjutkan ke Perguruan
Tinggi minta untuk dibelikan kendaraan (mobil) untuk
memperlancar kuliahnya. Maka timbul pertanyaan :
Kebutuhan manakan yang harus didahulukan, apakah
membeli kendaraan (mobil) atau membiayai sekolahnya?

Seperti telah diuraikan di muka bahwa setiap hari manusia
dihadapkan pada suatu pilihan, maka dari itu kita perlu
menyusun skala pemenuhan kebutuhan berdasarkan
intensitasnya
(kepentingannya). Kebutuhan yang memiliki intensitas tinggi
harus didahulukan, kemudian baru memenuhi kebutuhan
yang memiliki intensitas yang rendah, bahkan lebih rendah
lagi. Untuk menyusun skala pemenuhan kebutuhan perlu
dipertimbangkanbeberapa hal, diantaranya:
a. Nilai kegunaan di masa kini ataupun di masa yang akan datang
b. Ketepatan waktu pemenuhan kebutuhan
c. Trend mode atau kecenderungan keadaan saat ini
d. Adat dan kebiasaan yang dilakukan oleh manusia/masyarakat

2. Skala Prioritas

Setiap hari kita selalu dituntut untuk memenuhi
kebutuhan hidup. Penghasilan yang kita terima dapat
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.Seluruh
pendapatan yang diperoleh akan dikeluarkan untuk
mencukupi kebutuhan, baik untuk konsumsi dan produksi
maupun ditabung. Karena jumlah kebutuhan konsumen tidak
terbatas, maka sebaiknya disusun skala prioritas kebutuhan
atau daftar urutan kebutuhan, agarpendapatan yang dimiliki
dapat digunakan sesuai dengan urutan kepentingannya.
Adapun hubungan antara pendapatan dengan konsumsi
adalah berbanding terbalik seperti yang dikemukakan oleh
sarjana ekonomi Jerman bernama Engel yang terkenal
dengan Hukum Engel,berbunyi “Semakin besar pendapatan,
semakin kecil bagian pendapatan yang digunakan untuk
konsumsi, dan sebaliknya”.
Berdasarkan Hukum Engel, maka kamu perlu berperilaku
hidup hemat dengan cara menyusun anggaran dan skala
prioritas, sehingga antara besarnya penerimaan dan
pengeluaran selalu seimbang. Bagaimanakah cara menyusun
skala prioritas kebutuhan? Agar lebih mudah memahami,
sebaiknya kamu perhatikan contoh berikut.

Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan penghasilan
sebulan sebesar Rp5.000.000,00 dan telah berkeluarga serta
memiliki anak sebanyak 3 anak. Agar dengan gaji tersebut
dapat terpenuhi segala kebutuhannya, maka disusun skala
prioritas kebutuhan sebagai berikut.

Kebutuhan Primer:

Makan dan Minum Rp1.200.000,00

Listrik,air,telepon(hp)dan internet Rp500.000,00

Keperluan sekolah anak Rp600.000,00

BBM Rp 300.000,00

Kebutuhan Sekunder: Rp500.000,00
Keperluan mandi dan cuci
Rekreasi dan jajan Rp750.000,00
Sosial dan keamanan Rp250.000,00

Kebutuhan Tersier:
Tabungan untuk beli motor Rp400.000,00
Tabungan untuk masa depan Rp500.000,00

Jumlah Rp 5.000.000,00

• Alat pemuas kebutuhan
b. Alat Pemuas Kebutuhan
1. Alat Pemuas Kebutuhan (Barang dan Jasa)
a. Barang Menurut Sifatnya
1) Barang ekonomis
2) Barang bebas

b. Barang Menurut Fungsinya (Tujuan Penggunaannya)
1) Barang Konsumsi

Barang konsumsi dibedakan menjadi dua, yaitu
sebagaiberikut.

a) Barang yang hanya dipakai satu kali

langsung habis.Contoh: makanan, minuman, dan lain-
lain.

b) Barang yang dapat dipakai beberapa kali.
Contoh: pakaian,sepatu, dan lain-lain.

2) Barang produksi/barang modal

c. Barang Menurut Wujudnya
1) Barang Konkret/Nyata/Material
2) Barang abstrak/immaterial

d. Barang Menurut Cara Penggunaannya
1) Barang Substitusi
2) Barang Komplementer

e. Barang Menurut Cara Pengerjaannya
1) Barang Mentah
2) Barang Setengah Jadi
3) Barang jadi

Dengan demikian, sudah jelas bahwa barang atau jasa
sangat berguna bagi manusia dan mempunyai nilai
serta manfaat yang besar dalam rangka memenuhi
berbagai macam kebutuhanmanusia.

2. Jenis-jenis kegunaan barang/jasa

Menurut Al Meyers, jenis-jenis kegunaan barang atau
benda dapat diuraikan sebagai berikut:

a) Element utility (faedah elemen), artinya benda

berguna karena mempunyai zat asli yang dibutuhkan.
Misalnya umbi- umbian, buah-buahan, dan sayur-
sayuran.

b) Time utility (faedah waktu), artinya benda akan lebih
berfaedah bila digunakan pada waktu yang tepat.
Sebagai contoh menimbun gabah untuk persiapan
pada masa paceklik dan payung pada saat musim
hujan.

c) Place utility (faedah tempat), artinya benda yang
setelah dipindahkan tempatnya akan lebih berfaedah
bagi manusia. Misalnya pasir di sungai dipindahkan ke
kota dan kayu di hutan dipindahkan ke kota dipakai
sebagai bahan bangunan.

d) Form utility (faedah bentuk), artinya benda setelah
diubah bentuknya dapat lebih berfaedah bagi manusia.
Misalnya kayu diubah mejadi mebel, kain diubah
menjadi baju/celana, gandum diubah menjadi roti, dan
sebagainya.

e) Ownership utility (faedah hak milik), artinya benda
yang dapat berfaedah setelah dimiliki. Misalnya mobil
yang masih di toko setelah dibeli oleh konsumen
akan menjadi lebih berguna.

• Biayal sehari-hari dan Biaya peluang (opportunity cost)

Pengertian Biaya Peluang (Opportunity Cost)
Menurut Robert B. Ekelund, seorang ekonom dari Amerika Serikat, menyebutkan
bahwa pengertian biaya peluang atau opportunity cost adalah biaya penggunaan
sumber daya ekonomi dengan tujuan tertentu yang diukur berdasarkan keuntungan
yang tidak jadi diperoleh karena tidak memilih alternatif tersebut dibandingkan
dengan komoditi yang diperoleh sebagai gantinya karena alternatif lain.

Biaya peluang dapat diartikan sebagai alternatif yang dikorbankan untuk
mendapatkan pilihan lain. Atau dengan kata lain segala sesuatu yang dikorbankan
untuk mendapatkan sesuatu disebut biaya peluang atau opportunity cost.

Biaya peluang muncul disebabkan oleh sebuah kebutuhan, sebagai manusia elo
memiliki banyak kebutuhan yang tak terhingga jumlahnya.bNamun tidak semua
kebutuhan yang elo inginkan bisa elo dapat, elo harus menentukan pilihan dan
menentukan mana yang menjadi kebutuhan utama atau kebutuhan prioritas yang
harus dipenuhi.

Dalam pemikiran ekonomi lain menyebutkan bahwa biaya identik dengan memilih
satu hal di dalam dunia kelangkaan yang menyebabkan elo harus menyerahkan
atau mengorbankan sesuatu lain.

Ciri-ciri Biaya Peluang (Opportunity Cost)
Nah, di awal tadi elo udah memahami pengertian dari biaya peluang, di bagian ini
elo akan diperkenalkan dengan ciri-ciri biaya peluang.

Karena, berbeda dengan biaya jenis lain, ada beberapa ciri-ciri yang harus dipenuhi
agar suatu biaya bisa disebut opportunity cost.

1. Biaya Peluang Tidak Menyangkut Kelangsungan Hidup Sehari-hari.
Biaya yang dikeluarkan dalam biaya peluang bukanlah untuk biaya kebutuhan
sehari-hari. Namun opportunity cost ini hanya mengorbankan satu pilihan dari
pilihan yang telah dipilih dengan harapan menjadi sebuah pilihan yang tepat.

Penerapan biaya peluang ini ibaratnya elo sedang menentukan pasangan atau
pacar. Di mana elo harus memilih mana yang tepat untuk elo, tidak hanya dari satu
sisi tetapi juga dari banyak sisi.

Opportunity cost tidak hanya ditentukan dengan uang saja. Ada faktor lain yang
mempengaruhinya seperti kesenangan, waktu, keuntungan di masa depan dan
faktor-faktor lain yang berkaitan.

Inilah perbedaan biaya peluang dan biaya sehari-hari, kalau biaya peluang elo
harus memilih antara dua pilihan atau lebih dengan memperhitungkan berbagai
faktor.

Sedangkan biaya sehari-hari adalah biaya yang memang selalu dikeluarkan tanpa
memperhitungkan kerugian antara dua atau lebih pilihan.

2. Pengambilan Keputusan dalam Biaya Peluang Tergantung pada Tujuan dan
Situasi.
Individu memiliki kebutuhan dan kemauan yang tentunya berbeda satu dengan
yang lain. Mungkin saja pilihan yang satu merupakan suatu pilihan yang tepat untuk
si A namun bisa jadi pilihan merupakan pilihan yang kurang tepat untuk si B.

Semua keputusan ini akan dikembalikan pada tujuan dan situasi masing-masing
individu.

Contohnya, karena si A merasa haus dan kepanasan, ia lebih memilih membeli es
krim daripada sepiring nasi goreng. Karena tujuannya adalah menghilangkan haus.

Sedangkan si B karena merasa belum sarapan dari pagi, ia memilih membeli nasi
goreng.

Pilihan ini akan berbeda, tergantung pada elo melihatnya dari sisi mana.

3. Biaya Peluang Dihitung dari Nilai yang Terbaik yang Dikorbankan.
Ciri dari biaya peluang yang selanjutnya adalah melihat dari nilai terbaik yang
dikorbankan jika terdapat lebih dari dua pilihan.

Semakin sedikit nilai yang harus dikorbankan maka pilihan itu lebih baik
dibandingkan pilihan yang lain. Karena keuntungan dari pilihan lebih banyak.

Contoh biaya peluang dalam kehidupan sehari hari
Contoh pertama, saat di kantin sekolah elo memutuskan untuk pergi ke warung
siomay saat jam istirahat dan ternyata di warung siomay itu juga menjual batagor.

Elo ingin membeli keduanya namun sayangnya uang saku yang elo punya tidak
cukup untuk membeli kedua siomay dan batagor tersebut. Untuk itu elo harus
memilih salah satu dari kedua pilihan tersebut antara membeli siomay dan batagor.

Pada akhirnya elo akan mempertimbangkan apakah elo akan membeli siomay atau
batagor. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya elo memutuskan untuk memilih
siomay (pertimbangan ini mungkin karena siomaynya lebih enak, porsinya lebih
banyak atau orang yang mengantre untuk membeli lebih sedikit).

Dari kedua pilihan tersebut maka opportunity cost-nya adalah 1 porsi batagor
karena elo gagal membeli batagor tersebut.
Contoh kedua, ini biasanya berkaitan dengan kehidupan elo sebagai seorang
siswa. Elo sebagai ketua OSIS diberikan kesempatan untuk mengikuti studi
banding ke luar kota dengan ditanggung berbagai akomodasi oleh sekolah elo.

Elo juga akan diajak jalan-jalan pada saat studi banding tersebut. Sebagai ketua
OSIS, elo memiliki kesempatan juga untuk mencari banyak teman dan relasi
melalui program ini atau bisa saja elo menemukan pacar atau gebetan.

Namun pada waktu yang bersamaan elo juga lolos untuk mengikuti olimpiade
tingkat nasional sebagai perwakilan dari sekolah.

Nah, sekarang elo dihadapkan dengan dua pilihan yang harus elo tentukan. Elo
tidak bisa memilih keduanya karena waktu yang bersamaan, dengan berbagai
macam pertimbangan akhirnya elo memilih untuk tetap mengikuti olimpiade
nasional sebagai salah satu perwakilan dari sekolah.

Nah, itu artinya opportunity cost-nya adalah program studi banding yang elo
korbankan.

Contoh ketiga, setelah lulus SMA, Dika dihadapkan dengan dua pilihan antara
melanjutkan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja.

Jika Dika memilih untuk langsung bekerja dia bisa mendapat gaji sebesar
2.000.000 per bulan. Jika dia kuliah dia perlu membayar uang SPP, uang buku,
transportasi, pakaian dan biaya lainya yang bisa mencapai 3.000.000 per bulan.

Dengan segala pertimbangan akhirnya Dika memilih untuk tetap melanjutkan ke
jenjang yang lebih tinggi, maka opportunity cost Dika adalah sebesar 24.000.000
(gaji bekerja selama satu tahun).

Contoh keempat, ketika lulus SMA Ali mendapat dua tawaran pekerjaan, pertama
bekerja sebagai pelayan toko di dekat rumahnya dengan gaji 400.000 per bulan
dan yang kedua adalah bekerja sebagai pelayan restoran dengan gaji 800.000 per
bulan.

Dengan berbagai pertimbangan (ingin lebih dekat dengan rumah dan keluarga)
akhirnya Ali memilih untuk bekerja sebagai pelanggan toko di dekat rumahnya.

Dengan demikian Ali telah menghilangkan opportunity cost untuk bekerja sebagai
pelanggan restoran yang sebenarnya bisa mendapatkan gaji lebih besar dari pada
pelanggan toko.

• Prinsip ekonomi
Prinsip Ekonomi sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu:

1. Prinsip Ekonomi Konsumen
Konsumen adalah pihak atau orang yang menggunakan jasa atau produk dengan
tujuan memenuhi kebutuhannya. Konsumen hanya akan menggunakan produk
tanpa menjual Kembali produk yang ia beli kepada pihak-pihak tertentu.

Peranan Konsumen sendiri sangat penting, tanpa adanya Konsumen semua rantai
pasokan tidak akan berjalan, karena itu Konsumen merupakan kunci dari
keberlangsungan suatu produk.

Konsumen juga berperan penting dalam menciptakan peningkatan pendapatan
nasional suatu negara. Indonesia dengan penduduk lebih dari 280 juta orang ini

sangat mengandalkan konsumsi dari konsumen lokal untuk meningkatkan
perputaran ekonomi. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan konsumen dalam
menerapkan prinsip ekonomi diantaranya:

- Membuat prioritas terhadap barang atau jasa yang akan dibeli dengan
memperhatikan manfaatnya terlebih dahulu (dahulukan kebutuhan pokok) sebab
Konsumen sebaiknya hanya memilih barang dan jasa yang benar-benar penting
dan ia butuhkan saja
- Menghindari gaya hidup boros dan berfoya-foya dengan membeli barang dengan
harga yang mampu ia jangkau
- Memilih barang dengan kualitas terbaik
- Melakukan tawar menawar dalam membeli barang atau jasa untuk mendapatkan
harga terbaik
- Membandingkan pengeluaran dan pemasukan, sehingga jangan sampai besar
pasak daripada tiang atau lebih besar jumlah pengeluaran daripada jumlah
pemasukan

2. Prinsip Ekonomi Produsen
Produsen sering diartikan sebagai pengusaha yang menghasilkan barang dan jasa,
termasuk di dalamnya pembuat, grosir, leveransir, dan pengecer profesional, yaitu
setiap orang atau badan yang berperan dalam penyediaan barang atau jasa hingga
sampai ke tangan konsumen.

Proses produksi yang dilakukan oleh produsen sendiri bertujuan untuk menambah
nilai guna barang atau menciptakan suatu benda baru yang berguna untuk
membantu memenuhi kebutuhan hidup orang banyak. Contoh Prinsip Ekonomi bagi
Produsen sendiri diantaranya:
- Memproduksi barang yang banyak dicari dan dibutuhkan oleh masyarakat
- Menyesuaikan jumlah produksi dengan jumlah permintaan
- Mencari bahan baku dengan kualitas terbaik namun dengan harga yang masih
terjangkau
- Memiliki Karyawan atau Sumber Daya Manusia yang ahli, terampil dan disiplin
- Menentukan tempat pembuatan barang atau jasa yang dekat dengan sumber
bahan baku dan juga dekat dengan tempat pemasaran
- Menggunakan alat berteknologi yang tepat guna, supaya lebih efisien (hemat)
serta ramah lingkungan

3. Prinsip Ekonomi Distributor
Distributor adalah orang atau kelompok yang menyalurkan sebuah produk ke
konsumen akhir. Distributor juga merupakan pihak yang membeli produk dari
produsen dalam bentuk jadi tanpa adanya proses perubahan atau modifikasi untuk
kemudian didistribusikan kepada konsumen, baik secara langsung ataupun melalui
retailer seperti warung, toko, supermarket, dan lainnya. Distributor juga berperan
menyimpan Barang atau Jasa dalam waktu tertentu sebelum menyalurkannya ke
pedagang lain atau konsumen.
Tak heran banyak distributor yang memiliki gudang penyimpanan sementara untuk
barang-barang yang mereka jual. Distributor sangat berperan dalam penyaluran
barang dan jasa dari produsen agar sampai ke tangan pelanggan baik peritel
ataupun langsung, sehingga produsen dapat fokus mengawasi kesinambungan
produksi, serta kualitas barang.

Bagi Pelanggan, distributor mempermudahnya mendapatkan atau membeli barang
dan jasa yang mereka butuhkan. Prinsip ekonomi yang harus diperhatikan oleh
distributor, diantaranya:

- Penggunaan saluran distribusi yang baik juga mencari alat angkut yang ekonomis.
Distributor dapat menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen dengan
cepat, tepat, dan murah namun tetap mendapatkan keuntungan yang maksimal
- Dalam menentukan tindakan, seorang distributor harus mengetahui cara yang
paling efektif dan efisien untuk mampu menyampaikan barang dan jasa dari
produsen ke konsumen
- Klasifikasi Barang atau Jasa, yaitu kegiatan memilah-milah produk sesuai jenis,
ukuran, dan banyaknya sebelum sampai ke konsumen. Distributor juga sebaiknya
memperhatikan daya beli masyarakat atau daya beli target marketnya
- Promosi, Distributor juga memiliki fungsi promosi, yakni ikut mengenalkan barang
atau jasa kepada konsumen, ia haruslah memberikan pelayanan yang baik agar
mampu mendapatkan keuntungan yang maksimal
- Menyalurkan barang secara tepat waktu dan dengan hati-hati, supaya tidak terjadi
kerusakan pada barang yang diantar.

Ciri-Ciri Prinsip Ekonomi
Tujuan Prinsip Ekonomi tentu saja mendapatkan keuntungan yang semaksimal
mungkin, namun dengan memperkecil adanya kerugian akibat dari kesalahan-
kesalahan tertentu.

Selain itu prinsip ekonomi juga bertujuan untuk mencegah terjadinya konsumsi
yang berlebihan, dan hanya mempergunakan kemampuan yang dimiliki. Berikut ini
ciri-ciri prinsip ekonomi yang perlu kamu ketahui:

- Bertindak Rasional; Selalu berfikir menggunakan akal sehat tanpa melibatkan
emosi dan hawa nafsu sebelum melakukan kegiatan atau tindakan ekonomi.
- Bertindak Ekonomis: Melakukan suatu kegiatan ekonomi dengan perencanaan
yang matang dan melalui perhitungan yang cermat. Bertindak ekonomis
menjadikan seseorang mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya serta
menghindarkan diri dari kebiasaan boros atau foya-foya
- Bertindak Hemat: Membeli barang atau jasa hanya sesuai dengan apa yang
dibutuhkan.
- Membuat skala prioritas: Memenuhi segala kebutuhan yang ada dengan membuat
urutan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya dari yang tidak mendesak
sampai yang paling mendesak.
Selalu Bertindak menggunakan prinsip cost and benefit: Yaitu selalu
memperhitungkan biaya yang akan dikeluarkan serta manfaat yang akan diterima
dari suatu tindakan atau kegiatan ekonomi yang dilakukannya.

Penerapan Prinsip Ekonomi
Prinsip Ekonomi Menurut Gregory Mankiw diantaranya Orang-orang menghadapi
trade-off, biaya adalah apa yang orang korbankan untuk mendapatkan sesuatu,
orang rasional berpikir pada batas-batas, juga tanggap terhadap insentif. Simak
prinsip-prinsip lain beserta penjelasan lengkapnya berikut ini:

1. Pengorbanan Biaya Dibutuhkan untuk Mendapatkan Sesuatu
Biaya atau disebut juga dengan opportunity cost adalah pengorbanan yang
dilakukan oleh suatu perusahaan atau perorangan untuk mendapatkan sesuatu.
Biaya dapat juga berarti pengorbanan yang bertujuan untuk memperoleh suatu
komoditi.

Pengorbanan itu dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu maupun kesempatan.
Pengorbanan yang tidak bertujuan sendiri disebut juga sebagai pemborosan.
Berdasarkan tujuan pengambilan, biaya terbagi lagi menjadi Biaya Relevan
“Relevant Cost” (Biaya yang terjadi pada suatu alternatif tindakan tertentu, tetapi
tidak terjadi pada alternatif tindakan lain.

Biaya relevan akan mempengaruhi pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya
relevan harus dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan), kedua Biaya Tidak
Relevan “Irrelevant Cost” (Biaya tidak relevan merupakan biaya yang tidak berbeda
diantara alternatif tindakan yang ada.

Irrelevant cost tidak mempengaruhi pengambilan keputusan dan akan tetap sama
jumlahnya tanpa memperhatikan alternatif yang dipilih. Oleh karena itu biaya tidak
relevan tidak harus dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan.

2. Berfikir Rasional
Rasional adalah pengambilan keputusan menurut pikiran dan pertimbangan yang
logis. Senada dengan definisi tersebut, kamus Oxford menjelaskan rasional
memiliki makna berdasarkan atau sesuai dengan nalar atau logika, mampu berpikir
secara bijaksana atau logis, dan memiliki kemampuan bernalar.

Para ahli mengungkapkan bahwa pemikiran rasional merupakan kemampuan
seseorang untuk menarik kesimpulan yang berdasar dan dapat dibenarkan atau
didukung oleh data, aturan, serta logika. Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan
bahwa rasional merupakan kata sifat yang berkaitan dengan kemampuan
seseorang berpikir relevan dan logis, didukung data terpercaya, serta dibenarkan
oleh aturan yang berlaku. Dalam prinsip ekonomi, pembuat keputusan yang
rasional akan menghasilkan marginal benefit.

3. Pasar Sebagai Tempat Terjadinya Kegiatan Ekonomi
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial
dan infrastruktur tempat usaha menjual barang, jasa, dan tenaga kerja untuk orang-
orang dengan imbalan uang. Pasar dalam ilmu ekonomi adalah tempat bertemunya
pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi ekonomi.

Pasar tidak menunjuk pada lokasi atau tempat tertentu, karena pasar tidak
mempunyai batas geografis. Dalam hal ini, pasar merujuk pada semua kegiatan
penawaran dan permintaan untuk tenaga kerja, modal, surat berharga, dan uang.

Fungsi pasar diantaranya sebagai Sarana Distribusi atau memperlancar proses
penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen, Menetapkan Nilai Pasar
akan menetapkan harga suatu barang atau jasa tertentu sesuai dengan permintaan

dan penawaran yang terjadi di pasar yang telah disepakati oleh produsen dan
konsumen terakhir sebagai sarana Promosi, artinya Pasar juga dimanfaatkan
sebagai tempat bagi produsen untuk memasarkan hasil produksi mereka kepada
calon konsumen (pembeli).

4. Pemerintah Memiliki Kewenangan untuk Meningkatkan Faktor Produksi
Intervensi di bidang ekonomi biasanya dilakukan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan
untuk membantu pedagang-pedagang di pasar sehingga dapat menguntungkan
kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli.

Karenanya, saat ini penjual dapat dengan mudah memaksimalkan penghasilannya
dengan cara menambahkan pemasukan atas barang atau stok dagang dengan
begitu akan memperoleh hasil yang cukup maksimal. Contoh Prinsip Peningkatan
Faktor Produksi yaitu dengan Semakin bertambahnya perusahaan yang bangkrut
mengakibatkan terjadinya kegagalan pasar.

Dalam hal tersebut pemerintah kemudian dapat ikut andil untuk menyelamatkan
semua perusahaan tersebut dari kebangkrutan, dan menjaga kelancaran setiap
produksi. Tidak hanya itu saja pemerintah juga akan memperkecil angka
pengangguran dengan cara but out, atau sebutan lainnya pengambil alih suatu
perusahaan oleh pihak pemerintah.

5.Trade-Off dan Opportunity Cost
Pada setiap pengambilan keputusan ekonomi, seseorang akan dihadapkan pada
suatu pilihan, dimana pilihan yang satu akan mengorbankan pilihan yang lainnya.
Trade off yang dialami oleh semua masyarakat ialah efisiensi dan pemerataan,
artinya setiap masyarakat diharapkan mendapat hasill yang optimal dari sumber
daya langka yang tersedia, juga pembagian hasil dari sumber daya langka secara
merata kepada seluruh lapisan masyarakat

• Motif ekonomi
Pengertian Motif Ekonomi
Motif ekonomi merupakan suatu alasan yang mendorong seseorang melakukan
kegiatan ekonomi untuk mencapai kemakmuran. Kegiatan ekonomi adalah kegiatan
yang dilakukan individu atau kelompok untuk memperoleh barang dan atau jasa
guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Contoh Motif ekonomi diantaranya Seorang petani tekun dan rajin agar panennya
berhasil dengan baik atau Seorang pengusaha mempromosikan produknya di
televisi agar produknya menjangkau pasar yang lebih luas.

Motif ekonomi juga sebagai hal-hal yang mendasari berbagai tindakan ekonomi.
Tindakan Ekonomi adalah segala usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan yang
tidak terbatas dengan pertimbangan yang baik berdasarkan skala prioritas untuk
mencapai kemakmuran. Kebutuhan adalah keinginan manusia yang menuntut
untuk dipenuhi seperti makan, minum, pakaian, perumahan, pendidikan, dan
sebagainya.

Manusia yang berusaha atau bekerja untuk memperoleh pendapatan, berarti ia
telah melakukan tindakan ekonomi, karena manusia dapat menggunakannya untuk
memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Manusia berusaha memenuhi kebutuhannya
mulai dari kebutuhan yang paling mendasar (kebutuhan pangan, sandang, dan
papan) hingga ke kebutuhan yang lebih tinggi (kebutuhan keamanan,
penghargaan, harga diri, dan aktualisasi diri). Motif ekonomi dapat bersifat
ekstrinsik atau intrinsik:

- Motif Ekstrinsik yaitu motivasi yang berasal dari luar diri individu Motif ekstrinsik
kebanyakan adalah kebutuhan pendukung. Motif ini biasanya timbul karena adanya
pengaruh lingkungan. Contohnya, rumah atau papan merupakan salah satu
kebutuhan primer. Namun, seseorang bisa saja membeli rumah dengan harga dan
kriteria tertentu karena alasan ingin mendapat pengakuan atau meningkatkan
status sosial di lingkungannya.
- Motif intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri
tanpa adanya dorongan ataupun pengaruh luar. Motif ini umumnya meliputi
kebutuhan dasar manusia yang bersifat primer, contohnya manusia akan membeli
makanan dan minuman saat dia merasa lapar.

Pengertian Motif Ekonomi Menurut Ahli
Motif ekonomi merupakan keinginan yang mendorong manusia untuk melakukan
tindakan atau kegiatan ekonomi. Peran motif untuk membangkitkan dan
menunjukkan perilaku konsumen, berikut ini adalah macam-macam motif ekonomi,
yaitu motif untuk memenuhi kebutuhan, mendapatkan keuntungan, Sosial,
mendapatkan penghargaan, kekuasaan Ekonomi, hingga politik. Berikut ini
beberapa pengertian motif ekonomi menurut para ahli:

1. Schiffman dan Kanuk
“Motivation can be described as the driving force between individuals that impels
them to action”. Maksudnya motivasi dapat digambarkan sebagai kekuatan
penggerak antara individu-individu yang mendorong mereka untuk dapat bertindak.
Kekuatan penggerak tersebut disebabkan adanya ketegangan yang timbul karena
kebutuhan yang tidak terpenuhi.

2. Robbins (2001:156)
Motivation is the processes that account for individual’s intensity, direction, and
persistence of effort toward attaining a goal”, yang berarti motivasi merupakan
sebagai proses yang menjelaskan kesediaan seseorang berusaha untuk mencapai
ke arah tujuan, yang dikondisikan oleh kemampuan atau intensitas seseorang
dalam memenuhi kebutuhannya.

3. Loudon dan Della Bitta
“A motif as an inner state that mobilizes bodily energy and directs it in selective
fashion toward goals usually located in the external environment ”.

Maksudnya motif merupakan suatu keadaan yang menggerakan energi dan tenaga
jasmani dalam diri seseorang serta mengarahkan secara selektif menuju suatu
tujuan yang biasanya terletak dalam lingkungan external.

Macam Motif Ekonomi dan Tujuannya
Tujuan akhir dari motif ekonomi tentunya agar seseorang mencapai kemakmuran
dan mampu memenuhi berbagai kebutuhannya. Simak beragam motif ekonomi dan
tujuannya berikut ini:

1. Motif Individu
Motif individu ini ialah motif yang didasari atas dorongan dari dalam diri sendiri
untuk memperbaiki ekonomi serta juga mesejahterakan diri sendiri dan
keluarganya. Beberapa motif individu ini diantaranya sebagai berikut :

a. Motif Memenuhi Kebutuhan serta Meningkatkan Taraf Hidup
Motif ini jelas tujuannya, yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mencapai
kemakmuran. Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, setiap orang
memiliki suatu kebutuhan, baik berupa barang maupun jasa yang harus dipenuhi.

Hal ini berhubungan dengan perilaku konsumtif yang dibahas pada buku Perilaku
Konsumen Individu dimana membahas berbagai faktor yang menyebabkan
perilaku tersebut terjadi.

Biasanya dalam suatu kebutuhan tersebut sifatnya tidak terbatas, sedangkan pada
alat pemuasnya terbatas. Oleh sebab itu, setiap orang harus mempunyai suatu
perhitungan yang cermat agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapannya.

Kecenderungan manusia yakni senantiasa untuk mencapai sebuah kemakmuran
bagi kehidupannya. Kemakmuran ini bisa diartikan sebagai kondisi yang dimana ia
mampu memenuhi sebagian besar kehidupannya.

Contohnya Seseorang akan bekerja keras untuk mendapatkan uang yang nantinya
dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Apabila
penghasilannya tidak mencukupi maka berusaha mendapatkan penghasilan
tambahan dengan melakukan kegiatan ekonomi lainnya.

Contoh lainnya adalah Seorang karyawan pindah kerja atau bekerja lebih keras
agar mendapatkan promosi sehingga dapat meningkatkan penghasilannya.
Kebutuhan manusia sendiri, secara umum terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu:

- Kebutuhan Primer: Primer berasal dari kata primus yang berarti pertama. Maka
kebutuhan primer merupakan kebutuhan utama atau pokok yang muncul secara
naluriah agar manusia dapat bertahan hidup. Jika kebutuhan tersebut tidak
terpenuhi, maka hidup manusia terancam. Kebutuhan primer sendiri terdiri dari
pangan (makanan), sandang (pakaian), dan papan (tempat tinggal). Tanpa pangan,
manusia akan meninggal. Tanpa sandang dan pangan, manusia akan rentan
terserang penyakit.

- Kebutuhan Sekunder, yaitu kebutuhan yang bersifat pelengkap atau tambahan.
Kebutuhan ini tidak seperti kebutuhan primer yang bersifat mutlak. Biasanya
kebutuhan ini akan timbul secara alami setelah semua kebutuhan primer dapat
terpenuhi.Sebab, fungsi dari kebutuhan sekunder adalah sebagai penunjang hidup.
Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi, hidup manusia tidak terancam. Selain itu,
kebutuhan sekunder setiap orang juga berbeda-beda. Contoh-contoh kebutuhan

sekunder diantaranya adalah sepeda, koneksi internet, smartphone, hiburan, dan
lain-lain.

- Kebutuhan Tersier, Tersier berasal dari kata teririus yang berarti ketiga.
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dapat dipenuhi apabila kebutuhan primer
dan sekunder telah terpenuhi. Biasanya kebutuhan tersier berfungsi untuk
meningkatkan status sosial. Contoh kebutuhan tersier adalah liburan ke luar negeri,
perhiasan, pakaian branded, kendaraan mewah, dan rumah mewah.

b. Motif Memperoleh Keuntungan
Motif ini jelas tujuannya, yaitu untuk mendapatkan profit. Keuntungannya bisa
dalam bentuk uang atau lainnya. Dalam keseharian sering kali kita mengejar
keuntungan. Kebanyakan keuntungan yang dikejar adalah dalam bentuk materi.

Motif ini sebagai suatu dorongan yang timbul dengan tujuan mendapatkan
tambahan manfaat, baik berupa uang maupun barang. Dengan mendapatkan
keuntungan diharapkan kekayaan seseorang kemudian akan bertambah dan ia
dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya secara lebih baik.

Contohnya seorang pedagang pakaian menjual pakaian dengan segi kualitas
sangat baik, harga terjangkau, serta melayaninya dengan sangat ramah. Banyak
orang kemudian akan tertarik membeli sehingga ia mendapatkan keuntungan atau
laba yang berlimpah.

C. Motif Memperoleh Penghargaan
Motif ini dilakukan agar seseorang dihargai oleh orang lain. Penghargaan sendiri
menjadi salah satu motivasi agar individu merasa eksis. Penghargaan dari orang
lain akan memberikan kepuasaan tersendiri bagi pelaku kegiatan ekonomi.

Penghargaan yang dimaksud bukan sekadar memperoleh pujian atau piagam tetapi
juga mendapatkan status sosial yang lebih tinggi dari lingkungan masyarakat
sekitarnya. Contohnya: Pada seorang manajer atau pengusaha yang tetap
melakukan kegiatan ekonomi dengan kerja keras walaupun berada dalam
keuntungan dan kemakmurannya.

Hal ini ia lakukan agar ia tampil sebagai manajer yang handal dan disegani.
Prestasi tersebut tidak jarang membuahkan penghargaan dari pemerintah maupun
kalangan pengusaha.

Contoh lainnya pada Seorang pengusaha menawarkan franchise bisnisnya kepada
orang lain sehingga orang lain menjual produknya dan mengurangi persaingan juga
Seorang pengusaha restoran secara rutin membuka cabang baru di daerah lain
untuk memperluas jaringan bisnisnya dan meningkatkan kekuasaan ekonominya..

d. Motif Memperoleh Kekuasaan
Motif ini tujuannya untuk meraih kekuasaan. Kekuasaan tidak hanya eksis di politik
kenegaraan, tetapi bisa juga di level pertemanan atau keluarga. Kalau menurut
filsuf Nietzsche, setiap orang punya kehendak untuk berkuasa. Minimal menguasai
dirinya sendiri.

Sebagai contoh, seorang siswa mentraktir temannya agar tidak dicalonkan menjadi
ketua kelas. Mentraktif dijadikan alasan agar bisa menguasai pendapat temannya
karena ia tidak mau dicalonkan jadi ketua kelas.

Bisa pula sebaliknya, mentraktif biar dicalonkan. Intinya, mentraktir teman dilakukan
untuk menguasai suara teman. Seorang pengusaha menawarkan franchise
bisnisnya kepada orang lain sehingga orang lain menjual produknya dan
mengurangi persaingan. Seorang pengusaha restoran secara rutin membuka
cabang baru di daerah lain untuk memperluas jaringan bisnisnya dan meningkatkan
kekuasaan ekonominya

e. Motif Sosial
Motif sosial sebagai motif ekonomi yang sesungguhnya problematik. Karena tidak
semua tindakan sosial adalah tindakan ekonomi. Tetapi semua tindakan ekonomi
adalah tindakan sosial. Cakupan istilah ”sosial” sendiri lebih luas maknanya
dibanding ”ekonomi”.

Di sini, kita pahami motif sosial sebagai motif menolong sesama manusia saja.
Sebagai contoh, seorang mahasiswa merintis usaha, lalu mempekerjakan teman-
temannya sebagai karyawan. Motifnya adalah membantu teman-temannya.

Membuka usaha dan mempekerjakan teman-temannya adalah salah satu bentuk
motif ekonomi. Selain itu Seorang pengusaha mendirikan koperasi untuk
kepentingan para anggotanya juga dilandasi oleh motif sosial. Perlu digaris bawahi
di sini, motif sosial menurut beberapa ahli ekonomi dikategorisasikan dalam motif
non ekonomi. Tindakan-tindakan ekonomi sebagai salah satu jenis saja dari
tindakan sosial. Oleh karena itu, sudah semestinya tindakan ekonomi melibatkan
pertimbangan-pertimbangan sosial.

• Ilmu ekonomi Ekonomi syariah

Pengertian Ilmu Ekonomi Syariah
Ilmu Ekonomi syariah adalah cabang ilmu pengetahuan sosial yang membahas
tentang ekonomi dengan ajaran agama Islam yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Nabi
SAW.

Ciri-Ciri Ekonomi Syariah
Ciri-ciri dari ekonomi syariah adalah sebagai berikut:

1. Aktivitas perekonomian dalam Islam sifatnya pengabdian
2. Aktivitas ekonomi dalam Islam mempunyai suatu cita-cita yang luhur.
3. Ekonomi syariah menjadikan keseimbangan antara kepentingan individu dan

kepentingan masyarakat
4. Pengawasan yang sebenarnya dilaksanakan dan ditetapkan dalam aktivitas

ekonomi Islam

Tujuan Ekonomi Syariah
Tujuan ekonomi syariah tidak berbeda dengan tujuan syariat Islam, yaitu untuk
mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat dengan tata kehidupan yang baik dan
terhormat. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, berikut adalah tujuan ekonomi
syariah:
• Memposisikan ibadah kepada Allah lebih dari segalanya
• Menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat

• Mendapatkan kesuksesan perekonomian yang diperintahkan oleh Allah

• Menghindari kerusuhan dan kekacauan perekonomian

• Menurut Prof. Muhammad Abu Zahrah yang merupakan Fuqaha dari Mesir. Ada
tiga sasaran hukum Islam yang memberitahukan bahwa Islam diturunkan sebagai
rahmat untuk seluruh umat manusia yaitu:

a) Penyucian jiwa supaya setiap muslim dapat menjadi sumber kebaikan untuk
masyarakat dan lingkungannya.

b) Tegaknya keadilan didalam masyarakat. Keadilan yang dimaksud adalah
meliputi aspek kehidupan di bidang hukum dan muamallah.

c) Dicapainya suatu kemaslahan (puncak). Para ulama setuju bahwa maslahah
yang mencadi puncak sasaran di atas meliputi lima jaminan dasar, yaitu:
keselamatan keyakinan agama (Al Din), keselamatan jiwa (Al Nafs),
keselamatan akal (Al Aql), keselamatan keluarga dan keturunan (Al Nasl)
dan keselamatan harta benda (Al Mal)

Manfaat Ekonomi Syariah

Apabili mengamalkan ekonomi syariah maka datang manfaat yang besar untuk umat
muslim, yang mana manfaat ekonomi syariah yaitu:

• Terwujudnya integritas muslim yang kaffah, sehingga Islamnya tidak setengah-
setengah. Apabila ditemukan muslim yang tetap bergelut dan mengamalkan
ekonomi konvensional artinya menunjukkan bahwa ke Islamannya belum
kaffah.

• Menerapkan dan mengamalkan ekonomi syariah melalui lembaga keuangan
Islam, baik itu bank, asuransi, pegadaian ataupun Baitul Maal wat Tamwil akan
memperoleh keuntungan dunia dan akhirat.

• Keuntungan di dunia didapat dari bagi hasil yang diperoleh, sedangkan
keuntungan di akhirat adalah terbebas dari unsur ribat yang diharamkan oleh
Allah.

• Praktik ekonomi yang didasarkan syariat Islam mengandung nilai ibadah,
karena sudah mengamalkan syariat Allah.

• Diamalkannya ekonomi syariah dengan lembaga keuangan syariah, artinya
mendukung kemajuan lembaga ekonomi ummat Islam.

• Diamalkannya ekonomi syariah dengan membuka tabungan, deposito atau
menjadi nasabah asuransi syariah artinya mendukung usaha pemberdayaan
ekonomi ummat. Karena dana yang dikumpulkan akan dihimpun dan disalurkan
dengan sektor perdagangan riil.

• Diamalkannya ekonomi syariah artinya mendukung gerakan amar ma’ruf nahi
mungkar. Karena dana yang terkumpul pada lembaga keuangan syariah hanya
bisa disalurkan kepada usaha-usaha dan proyek yang halal.

Prinsip Ekonomi Syariah
Ekonomi syariah dilakukan dengan dasar prinsip-prinsip sebagai berikut:

• Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan dari Allah
SWT kepada manusia

• Kepemilikan pribadi dalam Islam diakui dengan batas-batas tertentu.
• Kerja sama merupakan penggerak utama dalam ekonomi Syariah
• Ekonomi syariah menolak suatu akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh

beberapa orang.
• Pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan

orang banyak dijamin dalam ekonomi syariah.
• Setiap muslim wajib takut dengan Allah SWT dan hari penentuan di akhirat

nanti
• Kekayaan yang sudah memenuhi batas atau nisab harus dibayarkan Zakatnya.
• Riba dengan segala bentuknya dilarang dalam Islam.

Dari beberapa prinsip diatas, ada pula prinsip ekonomi syariah lainya, yaitu:

❖ Tidak Melakukan Penimbunan Atau Ikhtiar. Ikhtiar yaitu perbuatan pembelian
barang dagangan yang bertujuan untuk menyimpan barang dalam jangka waktu
lama sehingga barang tersebut dinyatakan langka atau harganya mahal.

❖ Tidak Melakukan Monopoli. Monopoli adalah perbuatan menahan keberadaan
barang untuk tidak dijual atau diedarkan di pasar supaya harganya menjadi
mahal.

❖ Menghindari Jual Beli Yang Diharamkan Aktivitas jual beli yang sesuai dengan
prinsip Islam, adil, halal dan tidak merugikan pembeli adalah jual beli yang di
ridhai oleh Allah Swt.

Dasar Hukum Ekonomi Syariah

Dasar hukum dalam ekonomi syariah adalah sebagai berikut:
➢ Al-Qur’an
Al-Qur’an pada dasarnya adalah wahyu dari Allah yang berikan kepada Nabi
Muhammad SAW untuk membimbing umat manusia karena dalam Al-Qur’an
jawaban atas semua permasalahan pasti ada, mulai dari kehidupan sehari-hari
sampai tentang ekonomi ada.

➢ Hadist

Hadist yaitu sual hal yang berasal dari Nabi Muhammad SAW, yang berupa
perkataan, perilakun dan perbuatannya.
➢ Ijma’
Ijma’ merupakan pendapat atau fatwa-fatwa yang berasal dari para ulama yang
telah disetujui bersama dan tentu tetap berlandaskan pada Al-Qur’an

➢ Ijtihad dan Qiyas

Ijtihad yaitu salah satu perbuatan yang dilakukan para ulama untuk
melaksanakan musyawarah untuk memecahkan kejadian yang muncul dalam
masyarakat.

Bentuk Kerjasama Ekonomi Syariah

Bentuk-bentuk kerjasama didalam ekonomi syariah, adalah sebagai berikut:

• Mudharabah
Mudharabah yaitu kerjasama diantara dua pihak yang mana modal usaha 100%
berasal dari pemiliki modal, pihak lain yang bertindak sebagai pengelola usaha.

Jika usaha tersebut mendapatkan keuntungan maka harus dibagi sesuai
dengan porsi yang telah disepakati terlebih dahulu sebelum kerjsama
dilaksanakan. Tetapi jika terjadi kerugian yang bertanggung jawab adalah
pemilik modal selama itu bukan kesalahan dari pengelola usaha.

• Musyarakah
Musyarakah yaitu kerjasama yang mana modal usaha diperoleh dari masing-
masing pihak yang bekerja sama. Bentuk ini lebih mudah dipraktikkan karena
untuk dan rugi yang terjadi dihadapi bersama dengan ketentuan atau perjanjian
yang sudah disepakati sebelumnya.

• Al Muza’arah

Al Muza’arah yaitu suatu kerjasama diatara dua pihak atau lebih yang berfokus
pada pengolahan lahan pertanian; antara pemilik lahan dan pekerja yang
menggarap lahan pertanian tersebut. Pemilik lahan menyiapkan benih dan
lahan tersebut untuk ditanami dan dirawat, yang nantinya hasil panen akan
dibagi diantara keduanya dengan presentase yang sudah disepakati.

• Al Muzaqah

Al Muzaqah yaitu bentuk kerjasama yang mana pekerja lahan hanya
bertanggung jawab untuk menyirami dan memelihara tanaman yang sudah
ditanam.

Latihan
1. Jelaskan menurut anda apa yang dimaksud dengan ilmu ekonomi!
2. Apa yang menjadi konsep dasar ilmu ekonomi?
3. Jelaskan masalah-masalah ekonomi dan bagaimana cara

mengatasinya!
4. Sebutkan dan jelaskan alat pemuas kebutuhan!
5. Jelaskan jenis-jenis kegunaan barang menurut Al Meyers!
6. Apa penyebab biaya peluang dapat terjadi?

7. Apa saja ciri ciri biaya peluang?

8. Jelaskan prinsip-prinsip dalam ekonomi!
9. Mengapa dalam melakukan tindakan ekonomi yang harus

berpedoman pada prinsip ekonomi?
10. Bagaimana prinsip ekonomi syariah dapat meningkatkan kegiatan

ekonomi di suatu negara?

1 Penilaian Hasil Pembelajaran
1. Teknik Penilaian dan Bentuk Penilaian
a. Kompetensi Sikap: Observasi menggunakan jurna
b. Kompetensi Pengetahuan: Tertulis, berbentuk uraian
c. Kompetensi Keterampilan: Non tes yaitu kegitan diskusi dan presentase hasil pengamatan

2. Instrumen penilaian dan pedoman penskoran
a. Sikap (Terlampir)
b. Pengetahuan (Terlampir)
c. Keterampilan (Terlampir)

Lampiran 1: Instrumen Penilaian Aspek

A. Penilaian Sikap

I. Teknik Penilaian

Penilain Observasi/jurnal

II. Instrumen Penilaian

1. Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Satuan Pendidikan: SMA

Mata Pelajaran: Ekonomi

Kelas/Semester: X/Ganjil

Tahun Pelajaran: 2021/2022

No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

2. Jurnal Penilaian Sikap Sosial Aspek
Satuan Pendidikan: SMA
Mata Pelajaran: Ekonomi
Kelas/Semester: X/Ganjil
Tahun Pelajaran: 2021/2022

No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap

1.
2.

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

B. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

1. Teknik Penilaian : Tes Tertulis

2. Bentuk : Uraian

3. Kisi-kisi/kartu Soal

Jenjang Sekolah : SMA

Mata pelajaran : Ekonomi

Semester/Tahun : Ganjil 2021/2022

Alokasi Waktu : 30 Menit

Tipe Tes : Esai

Jumlah Butir : 10

Kompetensi Dasar: Mendeskripsikan terbentuknya keseimbangan pasar dan struktur pasar.

Kompetensi Materi Indikator Bentuk Bobot Jumlah
NO Dasar Soal soal Soal soal

1. Mendeskripsik Konsep Menjelaskan
pengertian
an konsep ilmu ilmu ilmu ekonomi mudah/
Uraian sedang
ekonomi ekonomi 1
/ sukar

Mengidentifik Uraian 1
asi masalah
ekonomi

Memahami Uraian 1
konsep pilihan
(kebutuhan 1
dan 1
keinginan) 1
dan skala 1
prioritas) 1
1
Memahami Uraian
alat pemuas
kebutuhan

Memahami Uraian
konsep biaya
sehari-hari Uraian
dan biaya Uraian
peluang Uraian
Memahami Uraian
konsep
prinsip
ekonomi
Memahami
konsep motif
ekonomi
Memahami
pembagian
ilmu ekonomi
Menjelaskan
konsep
ekonomi
syariah

Butir Soal

No. INDIKATOR SOAL SOAL SKOR

1 Menjelaskan Jelaskan pengertian ilmu ekonomi
pengertian ilmu
ekonomi

2 Menjelaskan konsep Apa yang menjadi konsep dasar
dasar ilmu ekonomi ekonomi

3 Mengidentifikasi Bagaimana cara mengatasi
masalah ekonomi masalah-masalah ekonomi?

4 Memahami konsep Tuliskan faktor-faktor yang
pilihan (kebutuhan mempengaruhi kebutuhan
dan keinginan) dan
skala prioritas)

5 Memahami alat Sebutkan alat pemuas kebutuhan

pemuas kebutuhan berdasarkan cara penggunaannya

6 Memahami konsep Tuliskan pengertian biaya peluang!
biaya sehari-hari dan
biaya peluang

7 Memahami konsep Tuliskan ciri-ciri prinsip ekonomi!
prinsip ekonomi

8 Memahami konsep Tuliskan pengertian motif ekonomi
motif ekonomi

9 Memahami Tuliskan pengertian ilmu ekonomi
pembagian ilmu syariah
ekonomi

10 Menjelaskan konsep Jelaskan prinsip-prinsip ekonomi

ekonomi syariah syariah

Kunci Jawaban dan Pedoman penskoran

NO KUNCI JAWABAN SKOR

1 Ilmu Ekonomi adalah ilmu tentang perilaku dan tindakan 2
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang 2
bervariasi, dan berkembang dengan sumber daya yang
ada melalui pilihan- pilihan kegiatan produksi,
konsumsi, dan/atau distribusi agar tercapai
kemakmuran.

2 Jadi konsep dasar Ilmu ekonomi itu membahas tentang
bagaimana caranya tidak terjadi kelangkaan sumber
daya saat manusia memenuhi kebutuhannya. Nah,
faktor penyebab kelangkaan pun beragam, diantaranya
adalah: Keterbatasan sumber daya.

3 1. Menentukan prioritas pemanfaatan sumber daya 2
sehingga masyarakat masih dapat menikmatinya. 2
2. Peduli terhadap kerusakan lingkungan akibat adanya
ulah manusia yang cenderung serakah.
3. Disiplin dalammenggunakan sumber daya
sehemat mungkin.
4. Tanggung jawab atas kebutuhan masyarakat banyak.
5. Memanfaatkan sumber daya ekonomi secara selektif,
dengan mempertimbangkan kelestariannya, agar anak
cucu kita dapat menikmatinya.
6. Meningkatkan kemampuan sumber daya Indonesia
untuk menguasai teknologi
7. Menggunakan sumber daya yang terbatas untuk
menghasilkan barang dan jasa agar dapat mengimbangi

4 1ke. iTnignignkaant mKeapnuusaisaaynadnagntiGdaakyateHrbidautaps
2. Umur
3. Penghasilan yang Diperoleh
4. Pendidikan
5. Pekerjaan

5 1. Barang Mentah 2
2. Barang Setengah Jadi
3. Barang jadi

6 Biaya peluang dapat diartikan sebagai alternatif yang 2
dikorbankan untuk mendapatkan pilihan lain. Atau
dengan kata lain segala sesuatu yang dikorbankan
untuk mendapatkan sesuatu disebut biaya peluang
atau opportunity cost.

7 - Bertindak Rasional; Selalu berfikir menggunakan akal 2
sehat tanpa melibatkan emosi dan hawa nafsu sebelum
melakukan kegiatan atau tindakan ekonomi.
- Bertindak Ekonomis: Melakukan suatu kegiatan
ekonomi dengan perencanaan yang matang dan
melalui perhitungan yang cermat. Bertindak ekonomis
menjadikan seseorang mampu memenuhi berbagai
kebutuhan hidupnya serta menghindarkan diri dari
kebiasaan boros atau foya-foya
- Bertindak Hemat: Membeli barang atau jasa hanya
sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
- Membuat skala prioritas: Memenuhi segala
kebutuhan yang ada dengan membuat urutan
kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya dari
yang tidak mendesak sampai yang paling mendesak.
Selalu Bertindak menggunakan prinsip cost and
benefit: Yaitu selalu memperhitungkan biaya yang
akan dikeluarkan serta manfaat yang akan diterima
dari suatu tindakan atau kegiatan ekonomi yang
dilakukannya.

8 Motif ekonomi merupakan suatu alasan yang 2
mendorong seseorang melakukan kegiatan ekonomi 2
untuk mencapai kemakmuran. Kegiatan ekonomi
adalah kegiatan yang dilakukan individu atau kelompok
untuk memperoleh barang dan atau jasa guna
memenuhi kebutuhan hidupnya.

9 Ilmu Ekonomi syariah adalah cabang ilmu pengetahuan
sosial yang membahas tentang ekonomi dengan ajaran
agama Islam yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW.

10 Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian 2
atau titipan dari Allah SWT kepada manusia
Kepemilikan pribadi dalam Islam diakui dengan batas-
batas tertentu.
Kerja sama merupakan penggerak utama dalam
ekonomi Syariah
Ekonomi syariah menolak suatu akumulasi kekayaan
yang dikuasai oleh beberapa orang.
Pemilikan masyarakat dan penggunaannya
direncanakan untuk kepentingan orang banyak dijamin
dalam ekonomi syariah.
Setiap muslim wajib takut dengan Allah SWT dan hari
penentuan di akhirat nanti
Kekayaan yang sudah memenuhi batas atau nisab
harus dibayarkan Zakatnya.
Riba dengan segala bentuknya dilarang dalam Islam.

Keterangan : Kata tercetak miring adalah kata kunci jawaban

b. Pedoman penskoran:

a. Menjawab 1 kata kunci benar mendapat skor 2
b. Menjawan 1 kata kunci salah mendapat skor 1
c. Tidak menjawan mendapat skor 0

Skor Perolehan
Nilai = -------------------- x100

Skor Maksimal

Predikat : : 86 - 100
: 71 - 85
Sangat Baik (A) : 56 - 70
Baik (B) : ≤ 55
Cukup (C)
Kur ang (D)

C. Penilaian Kompetensi Keterampilan

• Teknik Penilaian : Penilaian Kinerja
• Instrumen Penilaian dan Pedoman Penskoran
• Kisi-kisi Instrumen

Nama Sekolah : SMA NEGERI
Kelas/Semester : X/Ganjil
Mata pelajaran : Ekonomi
Tahun Pelajaran : 2021/2022

NO KD MATERI INDIKATOR TEKNIK
PENILAIAN
1. Mengidentifikasi Konsep ilmu Menyajikan hasil
kelangkaan dan ekonomi identifikasi Kinerja
biaya peluang
dalam memenuhi tentang konsep
kebutuhan ilmu ekonomi
berdasarkan
data atau
informasi dari
berbagai sumber
belajar yang
relevan

d. Rubrik Penilaian Kinerja

NO INDIKATOR RUBRIK
1. Presentasi Kriteria presentasi:
1. Performen/penampilan
2. Isi presentasi
3. Media yang digunakan
4. Penggunaan bahasa yang baik dan benar

Pedoman Penskoran:
4 = Memenuhi 4 kriteria
3 = Memenuhi 3 kriteria

No. Na Perform Isi Media Pengguna Skor Nilai
ma ance/ presen yang an Bahasa
digunak yang baik
penampi tasi dan benar
lan an

1 2 3 4 1 234 1 2 3 4 1 2 3 4

Skor Perolehan
Nilai = -------------------- x100

Skor Maksimal (16)

Keterangan predikat:

Sangat Baik (A) : 86 - 100
Baik (B) : 71 - 85
Cukup (C) : 56 - 70
Kurang (D) : ≤ 55

Mengetahui Maret 2022
Kepala SMA Guru Mata Pelajaran

………………………….. …………………


Click to View FlipBook Version