The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Taruna / i memahami dasar - dasar Parafrasa dan Resensi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by siraitevi9, 2020-11-15 23:12:18

Parafrasa dan Resensi

Taruna / i memahami dasar - dasar Parafrasa dan Resensi

PARAFRASA DAN
RESENSI

EVI SIRAIT, S.I.Kom., M.I.Kom

PARAFRASA

Defenisi

 Dari Wikipedia bahasa Indonesia,  Dari KBBI https://kbbi.web.id/parafrasa

ensiklopedia bebas parafrasa/pa·ra·fra·sa/ : 1 pengungkapan

Parafrasa adalah istilah linguistik yang berarti kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan

pengungkapan kembali suatu konsep dengan atau macam bahasa menjadi yang lain tanpa

cara lain dalam bahasa yang sama, tanpa mengubah pengertian; 2 penguraian kembali

mengubah maknanya. Istilah parafrase berasal suatu teks (karangan) dalam bentuk (susunan

dari bahasa Inggris paraphrase, dari bahasa kata-kata) yang lain, dengan maksud untuk

Latin paraphrasis, dari bahasa Yunani para dapat menjelaskan makna yang tersembunyi;

phraseïn yang berarti "cara ekspresi

tambahan".

 Menurut ahli

Menurut L. Behrens Menurut Sudaryanto

Parafrasa yakni semua ringkasan yang dapat ditulis Menurut Sudaryanto bahwa Parafrasa adalah bentuk

dengan kata-kata Anda sendiri, secara singkat lain (serta makna yang lain) dengan informasi yang

menyatakan kembali poin utama penulis. sama.

Menurut Kridalaksana dalam Kamus Linguistik III Menurut Crystal (1985)
bahwa yang dimaksud dengan pengertian parafrasa Menurut Crystal bahwa parafrasa merupakan istilah
adalah pengungkapan kembali konsep dengan cara dalam linguistik untuk hasil atau proses produksi
lain dalam bahasa yang sama, tanpa mengubah versi alternatif dari kalimat atau teks tanpa
maknanya, dengan memberi kemungkinan mengubah makna.
penekanan yang agak berlainan.

Ciri-Ciri Parafrasa Tujuan Parafrasa

1. Bentuk tuturannya berbeda 1. Memperjelas makna dari sebuah tuturan
2. Makna tuturan tetap sama 2. Menghindari wacana yang membosankan
3. Substansi tidak berubah 3. Mengulangi pernyatan yang sama tapi berdeda
4. Cara penyampaiannya berbeda penyampaiannya
5. Bahasa penyampaiannya berbeda 4. Agar mudah di mengerti oleh pembaca
5. Mempersantun ungkapan
6. Mengungkapkan maksud yang tersembunyi (pada
parafrasa iklan, dan puisi) sehingga menjadi jelas

Bentuk Parafrasa Bentuk – bentuk tuturan yang bisa di
parafrasakan

 Parafrasa Lisan adalah parafrasa yang di  Kalimat biasa dan kalimat langsung
ungkapkan melalui ucapan seseorang secara  Wacana/teks
langsung dengan bahasa sendiri.  Puisi diparafrasa menjadi prosa
 Dialog
 Parafrasa Tertulis adalah parafrasa yang di  Buku cerita (novel cerpen dll)
ungkapkan melalui tulisan dengan bahasa sendiri

 Film

 Iklan

 Gambar

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT PARAFRASA :

• Membaca teks yang akan diparafrasa secara keseluruhan hingga mengerti isi dari bacaan
tersebut.

• Pahami tema dan topiknya.

• Carilah dan catat gagasan utama tiap paragraf.

• Pilihlah kata atau kalimat yang efektif untuk menceritakan kembali. Jika perlu gunakan
kata yang sepadan atau ungkapan yang lebih mewakili pengertian yang panjang, tetapi
mudah dipahami (gunakan sinonim).

• Jika ada kalimat langsung ubahlah menjadi kalimat tidak langsung agar lebih singkat.

• Ceritakan atau uraikan kembali dengan bahasa sendiri dengan memilih kata yang tepat
hingga menjadi berbeda dengan teks awal tetapi masih sama pengertiannya.

Contoh Parafrasa kalimat biasa:

Tuntutan pengunjuk rasa disuarakan dengan keras agar semua orang mendengarnya.

Di parafrasa menjadi: Tuntutan pengunjuk rasa di teriakkan dengan lantang agar semua
orang mendengarnya.

RESENSI

Defenisi

• Pengertian Resensi Menurut Para Ahli • Arti kata resensi menurut KBBI
Menurut Sitepu (2013), dikaji secara etimologi dari resensi [re·sen·si] Kata Nomina (kata benda)
bahasa Latin (recensere atau revidere) dan bahasa Pengucapan: résénsi
Inggris (review), resensi mengandung makna dasar Arti: pertimbangan atau pembicaraan tentang buku;
“memeriksa, mencermati, meninjau atau melihat ulasan buku
kembali” sesuatu. Dengan pengertian dasar yang contoh: 'majalah itu memuat resensi buku-buku
demikian, objek resensi tidak hanya terbatas pada yang baru terbit‘
buku tetapi dapat berupa film, drama, pameran, dan Jadi, dapat dikatakan bahwa resensi merupakan
berbagai bentuk/tampilan tulisan. kegiatan menilai atau pun membahas isi yang
terdapat dalam sebuah karya dengan cara
memaparkan data, sinopsis, pujian, atau kritikan
terhadap karya tersebut.

Tujuan Resensi

• Membantu pembaca atau penikmat karya untuk mengetahui gambaran dan
penilaian dari sebuah karya secara lebih ringkas dan mendalam.

• Membantu pembaca atau penikmat karya untuk mengetahui kelebihan dan
kekurangan suatu karya.

• Membantu pembaca atau penikmat karya untuk mengetahui latar belakang dan
alasan mengapa sebuah karya dibuat.

• Menguji kualitas karya untuk dibandingkan dengan karya sejenis lainnya.

• Memberi masukan atau rekomendasi kepada pembuat karya berupa kritik atau
pun saran.

• Mengajak pembaca untuk turut mendiskusikan karya yang diulas atau diresensi.

• Memberikan informasi dan pemahaman secara komprehensif mengenai karya
yang diresensi.

Unsur – Unsur Resensi

1. Judul 3. Isi Resensi

 Judul resensi harus mempunyai kesesuaian  Bagian ini berisi ulasan karya. Ulasan dapat
dengan isi buku atau karya yang diresensi. berupa sinopsis, ulasan singkat, kutipan,
Kemudian, judul harus dibuat semenarik mungkin keunggulan, serta kelemahan yang terdapat
sehingga dapat memancing pembaca untuk dalam karya yang diresensi, rumusan kerangka
membacanya. buku, tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit)
dan kesalahan cetak (jika ada)
2. Identitas Buku atau Karya
Bila yang diresensi adalah buku, bagian ini dapat 4. Penutup
berisi :  Bagian ini biasanya berisi alasan mengapa buku
 Judul buku,
atau karya itu perlu dibaca atau dinikmati. Selain

 Pengarang, itu, latar belakang penulisan buku juga bisa
 Penerbit,
 Tahun terbit (beserta cetakannya), dan diletakkan di bagian ini.

 Jumlah halaman.

Jenis – Jenis Resensi

1. Resensi informatif 3. Resensi informatif –evaluatif

Resensi informatif hanya berisi informasi tentang Resensi informatif-evaluatif merupakan perpaduan

hal-hal penting dari suatu buku . pada umumnya , isi dua jenis resensi tersebut . resensi jenis ini

resensi informatife hanya ringkasan dan paparan disamping menyajikan semacam ringkasan buku

mengenai apa isi buku atau hal-hal yang atau hal-hal penting yang ada di buku juga

bersangkutan dengan suatu buku . menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku .

resensi jenis ketiga lah yang dikatakan paling ideal

2. Resensi evaluatif karna bisa memberikan laporan dan pertimbangan

Resensi evaluatif lebih banyak menyajikan penilaian secara memadai.

peresensi tentang isi buku atau hal-hal yang

berkaitan dengan buku .informasi tentang isi buku

hanya disajikan sekilas saja bahkan kadang-kadang

hanya dijadikan ilustrasi.

Langkah Membuat Resensi Buku

1. Tentukan buku yang akan diresensi
2. Baca buku tersebut dengan seksama
3. Tulis identitas buku
• Judul buku, Nama penulis, Penerbit, Tahun terbit, Cetakan (ke berapa), Tebal buku (berapa halaman),

Harga buku (jika ada)
4. Tulis biografi singkat penulis
5. Tulis latar belakang mengapa buku itu ditulis (singkat)
6. Menulis isi buku: ceritakan isi buku dengan bahasa sendiri (singkat dan menarik), supaya orang tertarik
untuk membaca buku tersebut
7. Tulis kelebihan dan kekurangan buku tersebut (isi maupun fisiknya)
8. Kesimpulan keseluruhan mengenai buku tersebut

TERIMA KASIH DAN SELAMAT BERLATIH

en.bookfi.org
perpusonline.com
goodreads.com


Click to View FlipBook Version