E-BOOK
Peristiwa Rotasi dan Revolusi Bumi
serta terjadinya Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari
Untuk Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester (UTS)
Mata Kuliah Pembelajaran Digital SD
Yang dibina oleh
Dr. Erif Ahdhianto, S.Pd, M.Pd
Disusun Oleh :
Sintya Nur Afni-200151602820
Offering: H20/SD3
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
KEPENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN PRASEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2022
Tema : 8 Bumiku
Sub Tema : 1 Perbedaan Waktu dan Pengaruhnya
Mata Pelajaran :IPA
KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
3.8 Menjelaskan peristiwa rotasidan 3.8.1 Menganalisis akibat peristiwa
revolusi Bumi serta terjadinya rotasi bumi (C4)
gerhana Bulan dan
gerhana Matahari.
4.8 Membuat model gerhana Bulan 4.8.1 Menyusun laporan hasil
dan gerhana Matahari. pengamatan tentang perputaran
bumi dan
akibatnya. (C6)
ROTASI BUMI
Bumi berotasi pada porosnya. Rotasi adalah berputar pada sumbunya. Bumi berotasi dari arah
Barat ke Timur.Rotasi Bumi adalah perputaran Bumi pada sumbunya, sedangkan revolusi
Bumi adalah peristiwa bergeraknya Bumi mengelilingi matahari. Kedua peristiwa tersebut
memberikan dampak positif dan negatif. Bumi berputar dari arah barat ke arah timur. Dalam
satu kali rotasi, waktu yang dibutuhkan adalah 23 jam 56 menit 4 detik. Waktu satu kali rotasi
disebut kala rotasi atau lebih sering menyebutnya dengan satu hari.
Akibat rotasi bumi adalah sebagai berikut:
a) Terjadinya pergantian siang dan malam
bagian bumi yang menghadap ke matahari akan mengalami siang hari dan bagian
yang membelakangi matahari mengalami malam hari. Selama 12 jam akan bergantian
yang tadinya malam berganti menjadi siang begitu juga yang tadinya siang berganti
malam.
b) Terjadinya gerakan semu matahari
matahari seolah-olah bergerak dari timur ke barat mengitari bumi,
seolah-olah matahari terbit dari sebelah timur dan terbenam di sebelah barat.
c) Terjadinya perbedaan waktu.
Terdapat perbedaan waktu di tempat-tempat yang berbeda letak meridiannya.
Setiap 1° berbeda 4 menit atau setiap 15° berbeda 1 jam.
Atas dasar inilah diadakan pembagian wilayah waktu.
Seperti di Indonesia daerah yang terletak antara 95° BT sampai 141° BT dibagi
menjadi 3 wilayah waktu, yaitu:
- Waktu Indonesia bagian Barat (WIB) berada di antara garis bujur 95°BT dan
105°BT
- Waktu Indonesia Bagian Tengan (WITA) berada antara garis bujur 105°BT dan
120°BT
- Waktu Indonesia Timur (WIT) berada di antar garis bujur 120°BT dan 135°BT Kota
Greenwich dekat London Inggris ditetapkan sebagai garis bujur 0°.
4. Adanya gerak semu matahari
Matahari seakan akan bergerak dari timur ke barat, demikian juga benda-benda langit
lainnya, mereka bergerak melawan rotasi Bumi dari barat ke timur.
5. Terjadinya pemampatan pada kedua kutub bumi
Karena Bumi berputar pada porosnya, maka bagian ekuator berputar lebih cepat bila
dibandingkan bagian kutub.
6. Adanya pembelokan arah angin
REVOLUSI BUMI
Selain berotasi pada porosnya, bumi pun beredar mengitari matahari atau berevolusi
mengitari matahari. Revolusi Bumi adalah peristiwa bergeraknya Bumi mengelilingi
matahari. Waktu yang diperlukan bumi untuk satu kali revolusi disebut kala
revolusi. Berbeda dengan rotasi bumi, kala revolusi bumi adalah 365¼ hari atau disebut 1
tahun. Lintasan revolusi bumi berbentuk elips Bila kamu perhatikan matahari terbit sebelah
timur tidak selalu pada tempat yang tetap, kadang-kadang agak sebelah utara atau sebelah
selatan. Ini disebabkan karena lintasan peredaran bumi berbentuk elips dan poros bumi tidak
tegak lurus melainkan miring sekitar 23,5°. Jadi selama satu tahun bumi berputar
mengelilingi matahari sambil berotasi.
Akibat revolusi bumi terjadi antara lain :
1. Perbedaan Lamanya Waktu Siang dan Malam
Revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika yang besar
nya 23½°, menimbulkan perbedaan lama siang dan malam.
2. Gerak semu tahunan matahari
Seolah-olah pada waktu tertentu matahari berada di belahan bumi utara, dan waktu yang lain
matahari berada di belahan bumi selatan. pada bulan Juni sinar matahari mengenai dinding
rumah bagian utara, sedangkan saat Desember sinar menerpa di bagian selatan.
3. Perubahan Musim
Hal ini dibuktikan dengan siklus perubahan musim yang terjadi di beberapa negara
yang mengalami empat musim yaitu musim semi, panas, gugur dan musim dingin,
sedangkan negara yang ada di dekat garis katulistiwa hanya dua musim.
4. Perubahan Penampakan Rasi Bintang
Akibat adanya revolusi, maka akan terlihat perubahan rasi bintang di langit.
5. Tahun kabisat
Kala revolusi Bumi adalah 365¼ hari. Karena adanya perbedaan seperempat hari,
maka untuk memudahkan penanggalan dibulatkan menjadi 365 hari. Hal ini
dibuktikan dengan adanya peristiwa 4 tahun sekali yang hanya ada 29 hari pada
Februari.
REVOLUSI dan ROTASI BULAN
Bulan adalah satelit alami bumi. Bulan melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu
berotasi pada porosnya, beredar mengelilingi bumi, dan bersama bumi beredar mengelilingi
matahari.
Gerakan rotasi bulan merupakan perputaran bulan pada porosnya. Untuk satu kali rotasi,
bulan membutuhkan waktu 29,5 hari atau 1 bulan. Periode rotasi bulan sama dengan periode
revolusi bulan mengelilingi bumi. Akibat dari rotasi bulan adalah bagian permukaan bulan
terlihat sama dari bumi.
Berbeda dengan gerakan rotasi, gerakan revolusi bulan merupakan perputaran bulan
mengelilingi bumi. Dikutip dari buku Pasti Bisa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI Kelas
VI yang ditulis oleh Tim Tunas Karya Guru (2018: 73), waktu yang dibutuhkan bulan untuk
satu kali revolusi sama dengan waktu yang dibutuhkan bulan untuk melakukan rotasi, yaitu
29,5 hari atau 1 bulan. Ketika berevolusi, daerah bulan terkena sinar matahari akan berubah-
ubah. Fase perubahan kenampakan bulan ini disebut dengan fase bulan.
Selain gerak revolusi bulan mengelilingi bumi, bulan juga berevolusi mengelilingi matahari.
Waktu revolusi bulan mengelilingi matahari sama dengan waktu revolusi bumi. Jadi dalam 1
tahun, bulan bergerak 1 kali mengelilingi matahari dan 12 kali mengelilingi bumi. Hal inilah
yang menyebabkan ada 12 bulan selama 1 tahun dalam kalender masehi.
Fase bulan atau fase perubahan bentuk (kedudukan) bulan meliputi bulan baru, bulan
separuh, bulan purnama, bulan separuh. Selama sebulan, setiap fase tersebut memerlukan
waktu 7,5 hari.
Untuk lebih jelasnya, Perhatikan gambar berikut ini!
Catatan:
Satu tahun = 365 seperempat hari
Satu hari, bumi beredar 1° lebih sedikit. 1 bulan = 30°
Penampakan bulan dari bumi tidak sama. Perubahan penampakan bulan tersebut
dinamakan fase-fase bulan, di antaranya bulan sabit, bulan purnama, bulan separuh, dan
bulan penuh.
Akibat dari revolusi bulan adalah antara lain:
1. Terjadi pasang dan surut air laut
Pasang surut atau istilah ocean tide merupakan kondisi naik turunnya permukaan air
laut secara berkala. Kondisi tersebut disebabkan oleh gaya gravitasi dari benda-benda
langit, khususnya bulan dan matahari. Adanya gaya gravitasi bulan atau matahari
terhadap massa air laut akan menimbulkan gelombang laut. Gravitasi bulan memiliki
pengaruh utama karena gayanya lebih besar daripada gravitasi matahari. Selain itu,
jarak bulan lebih dekat dengan bumi. Pada saat bulan purnama, jarak air laut dengan
pusat bulan sangat dekat daripada pusat bumi ke pusat bulan sehingga menyebabkan
permukaan air laut naik.
Pasang naik terjadi karena gaya gravitasi bulan lebih kuat daripada gravitasi bumi
dalam menarik air laut. Lalu kapan air laut akan surut? Air laut akan surut jika pada
bumi tidak sedang terjadi bulan baru atau bulan purnama. Kondisi permukaan air laut
yang surut ini dikenal dengan nama pasang perbani.
Pada saat belahan bumi lain mengalami pasang naik, maka pada sebagian lainnya
akan mengalami surut. Kemudian saat terjadi bulan separuh, kondisi air laut surut
jauh lebih banyak. Hal tersebut karena bagian bumi yang surut berada tepat di tengah
antara bagian yang mengalami bulan baru atau purnama.
2. Terjadinya Gerhana Bulan
Gerhana bulan merupakan sebuah fenomena alam yang terjadi saat sebagian atau
keseliuruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Gerhana bulan ini
dibagi menjadi 3 jenis yaitu gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian dan
gerhana bulan penumbra. Tahukah Sahabat Sekolah Dasar apa perbedaan
ketiganya? Yuk simak penjelasan berikut
1. Gerhana Bulan Total
Gerhana bulan total terjadi ketika seluruh bayangan umbra bumi jatuh menutupi
bulan, sehingga matahari, bumi dan bulan berada tepat di satu garis yang sama.
2. Gerhana Bulan Sebagian
Gerhana bulan sebagian disebut juga sebagai gerhana bulan parsial. Gerhana bulan
sebagian terjadi ketika bumi tidak seluruhnya menghalangi bulan dari sinar matahari.
Sebagian permukaan bulan berada di daerah penumbra, sehingga masih ada sebagian
sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan.
3. Gerhana Bulan Penumbra
Gerhana bulan penumbra terjadi ketika seluruh bagian bulan berada di bagian
penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.
3. Terjadinya Gerhana Matahari
Gerhana matahari merupakan peristiwa saat matahari tidak tampak utuh bulat atau
bahkan tidak tampak sama sekali. Gerhana matahari terjadi ketika bumi, bulan, dan
matahari berda dalam satu garis lurus. Posisi bulan berada diantara bumi dan
matahari. Cahaya matahari yang menuju ke bumi terhakang oleh bulan, sehingga
bayangan bulan jatuh ke permukaan bumi.
Berdasarkan letak posisi bayangan yang dihasilkan dari posisi bulan, gerhana
matahari terbagi menjadi 3 jenis yaitu sebagai berikut :
Gerhana matahari total
Gerhana matahari total terjadi pada permukaan bumi yang terkenan bayangan
umbra bulan. Gerhana matahari total selalu diawali dan diakhiri oleh gerhana
matahari sebagian.
Gerhana matahari cincin
Gerhana matahari cincin terjadi pada permukaan bumi yang terkena lanjutan bayang-
bayang inti. Posisi bulan berada pada titik terjauh dari bumi.
Gerhana matahari sebagian
Gerhana matahari sebagian terjai pada permukaan bumi yang terkenan
bayangan penumbra bulan. Gerhana matahari sebagian berlangsung lebih lama
daripada gerhana matahari total.
Sumber Rujukan :
Buku Mengenal Alam IPA VI : untuk SD/ MI Kelas VI, Ahmad Zulfikar Zein, Asep Rahman,
tahun 2009.
Buku Pasti Bisa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI Kelas VI yang ditulis oleh Tim Tunas
Karya Guru (2018: 73),