The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul ini membahas bidang kompetensi Melaksanakan Manajemen Pengelolaan Aset/Barang modal bagi insinyur teknik mesin untuk mengembangkan keterampilan peserta PSPPI dalam Melaksanakan tugas pengadaan aset, Melaksanakan pengawasan tugas pemeliharaan aset/barang modal, Melaksanakan tugas pengendalian optimasi aset/barang modal, Melaksanakan tugas penghapusan aset/barang modal yang cakupan materinya telah di validasi dan dikatakan layak oleh ahli di bidang teknik mesin.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ivanyoan39, 2022-07-05 11:44:23

MODUL UNIT M.71INS02.011.1 (MANAJEMEN PENGELOLAAN ASET/BARANG MODAL) SISTEM ONLINE PADA PENDIDIKAN PROFESI INSINYUR TEKNIK MESIN

Modul ini membahas bidang kompetensi Melaksanakan Manajemen Pengelolaan Aset/Barang modal bagi insinyur teknik mesin untuk mengembangkan keterampilan peserta PSPPI dalam Melaksanakan tugas pengadaan aset, Melaksanakan pengawasan tugas pemeliharaan aset/barang modal, Melaksanakan tugas pengendalian optimasi aset/barang modal, Melaksanakan tugas penghapusan aset/barang modal yang cakupan materinya telah di validasi dan dikatakan layak oleh ahli di bidang teknik mesin.

Keywords: modul

d. Akuisisi data, analisis dan pengambilan keputusan yang pada akhirnya
mengarah ke aset yang lebih baik.

e. Seluruh biaya yang timbul dalam rangka penilaian, dibebankan pada
anggaran belanja bulanan.

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 39

F. Tindak Lanjut dan Umpan Balik

Periksalah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Evaluasi Materi
Melaksanakan Tugas Pemeliharaan Barang/Aset yang terdapat di bagian akhir
Modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan rumus
di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda.

Tingkat penguasaan = ℎ 100%
10

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:

Persentase penilaian Interprestasi
≥ 90%-100% Sangat Baik
≥ 80% - 90%
≥ 70% - 80% Baik
0% - 70% Cukup Baik
Kurang baik

Bila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% atau lebih, silahkan menuju
ke materi selanjutnya. Tetapi apabila tingkat penguasaan Anda masih di bawah
80%, ulangi kembali materi, terutama pada bagian yang belum Anda kuasai.

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 40

KEGIATAN BELAJAR 4

MELAKSANAKAN TUGAS
PENGHAPUSAN ASET/BARANG

MODAL

A. Indikator Keberhasilan

Setelah mempelajari materi tentang Melaksanakan Tugas Penghapusan
Aset/Barang Modal, diharapkan peserta PSPPI mampu menjelaskan tentang
hakikat penghapusan optimasi aset/barang modal di bidang teknik mesin mulai dari
menentukan umur ekonomis barang/aset, menghapus aset secara ekonomis dan
akrab lingkungan, langkah penghapusan aset, serta pemulihan lahan bekas lokasi
aset/barang modal.

B. Uraian Materi

1. Menentukan Umur Ekonomis Barang/Aset
Dalam menenentukan umur ekonomis barang/aset perlu diperhatikan

faktor-faktor yang menjadi patokan penentuan kelayakan aset. (Hadinata, 2011)
menyebutkan beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk dapat menentukan
umur ekonomis barang/aset. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:

Barang/Asset Sudah Sangat Tua dan Rusak

Menentukan Umur Barang/Aset Sudah Ketinggalan Zaman
Ekonomis Barang/Asset Jumlah Barang/Aset Berlebihan
Barang/Asset Hilang

Gambar 8. Menentukan Umur Ekonomis Barang/Aset 41

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin

a. Barang/Aset Sudah Sangat Tua dan Rusak
Barang/aset ini perlu disingkirkan dengan beberapa alasan. Pertama,

apabila Barang/aset tersebut digunakan terus dapat membahayakan keselamatan
pemakai. Kedua, kualitas maupun kuantitas output yang dihasilkan sudah tidak
dapat mencapai tingkat yang optimal apalagi dibandingkan biaya operasional yang
tinggi. Dengan demikian, apabila barabg/aset ini dioperasikan terus menerus, jelas
akan menimbulkan inefektivitas dan inefisiensi organisasi.

b. Barang/Aset Sudah Ketinggalan Zaman
Barang/aset yang sudah ketinggalan zaman mungkin belum rusak. Namun

demikian, barang/aset semacam ini perlu disingkirkan atau dihapus dengan
pertimbangan memerlukan dan menghabiskan biaya (cost) yang relatif tinggi, baik
berkaitan dengan bahan, tenaga, waktu maupun output, baik ditinjau dari sisi
kuantitas maupun kualitas apabila dibandingkan dengan menggunakan barang/aset
yang baru.

c. Jumlah Barang/Aset Berlebihan
Barang/aset yang berlebihan mungkin sekali relatif belum rusak dan tidak

ketinggalan zaman. Barang/aset ini perlu dihapuskan dengan beberapa alasan.
1) Suatu organisasi tidak mungkin menggunakan seluruh asetnya dalam
waktu yang bersamaan dan yang sekiranya memang aset tersebut tidak
perlu digunakan secara bersamaan.
2) Apabila barang/aset yang sifatnya berlebihan tersebut tidak disingkirkan
tentunya membutuhkan biaya, baik biaya perawatan maupun biaya gaji
untuk personel yang melakukan perawatan.
3) Barang/aset tersebut membutuhkan tempat penyimpanan, sehingga
apabila tidak disingkirkan akan memboroskan tempat.
4) Apabila barang/aset tersebut akan digunakan di masa mendatang,
mungkin sudah merupakan aset yang ketinggalan zaman.

d. Barang/Aset Hilang
Secara administratif, barang/aset yang hilang harus disingkirkan. Hal ini

penting dilakukan, selain sebagai bentuk pertanggungjawaban pemakai, dalam

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 42

pengambilan keputusan dan tindakan sebagai konsekuensi atas hilangnya aset
tesebut, juga dilakukan untuk upaya pengadaan barang/aset baru untuk
menghindari gangguan ataupun stagnasi kegiatan suatu unit kerja.

2. Penghapusan Aset/Barang Modal secara Ekonomis dan Akrab
Lingkungan
a. Tujuan Penghapusan Barang/Aset
1) Mencegah timbulnya akibat-akibat yang merugikan dalam arti seluas-
luasnya;
2) Memanfaatkan kembali barang/aset yang telah dihapus dalam unit yang
membutuhkan/menggunakannya;
3) Dapat dijadikan salah satu sumber penerimaan; dan
4) Apabila barang tersebut dipertukarkan, akan mendapatkan aset baru
yang lebih baik/menguntungkan negara dan sesuai ketentuan yang
berlaku.

b. Syarat Penghapusan Barang/Aset
(Hadinata, 2011) menjelaskan syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam

penghapusan barang/aset adalah sebagai berikut:

1) Persyaratan Penghapusan Barang/Aset Selain Tanah dan/atau
Bangunan
a) Memenuhi Persyaratan Teknis
• Secara fisik barang tidak dapat digunakan karena rusak dan tidak
ekonomis apabila diperbaiki;
• Secara teknis barang tidak dapat digunakan lagi akibat
modernisasi;
• Barang telah melampaui batas waktu kegunaannya/kadaluarsa;
• Barang mengalami perubahan dalam spesifikasi karena
penggunaan, seperti terkikis, aus, dan lain-lain sejenisnya; atau
• Berkurangnya barang dalam timbangan/ukuran disebabkan
penggunaan/susut dalam penyimpanan/pengangkutan.

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 43

b) Memenuhi Persyaratan Ekonomis
Lebih menguntungkan bagi negara apabila barang dihapus,

karena biaya operasional dan pemeliharaan barang lebih besar
daripada manfaat yang diperoleh.

2) Persyaratan Penghapusan Barang/Aset Berupa Tanah Dan/Atau
Bangunan
a) Barang dalam kondisi rusak berat karena bencana alam atau karena
sebab lain di luar kemampuan manusia (force majeur);
b) Lokasi barang menjadi tidak sesuai dengan Rencana Umum Tata
Ruang (RUTR) karena adanya perubahan tata ruang kota;
c) Sudah tidak memenuhi kebutuhan organisasi karena perkembangan
tugas;
d) Penyatuan lokasi barang dengan barang lain milik negara dalam
rangka efisiensi; atau
e) Pertimbangan dalam rangka pelaksanaan rencana strategis
pertahanan.

3. Langkah Penghapusan Barang/Aset
a. Jenis Penghapusan
(Hadinata, 2011) mengatakan bahwa ada dua macam penghapusan

barang/aset yaitu:

1) Penghapusan Daftar Pengguna Barang
Pengguna barang tidak memiliki akses untuk menggunakan

barang/aset dengan diterbitkannya surat penghapusan kuasa penggunaan
barang/aset oleh pengelola barang. Penghapusan kuasa penggunaan
barang/aset dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

a) Penyerahan barang/aset kepada pengelola barang;
b) Pengalihan status penggunaan barang/aset selain tanah dan/atau

bangunan kepada pengguna barang lain;
c) Pemindahtanganan barang/aset;
d) Putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 44

sudah tidak ada upaya hukum lainnya, atau menjalankan ketentuan
undang-undang;
e) Pemusnahan;
f) Sebab-sebab lain yang secara normal dapat diperkirakan wajar
menjadi penyebab penghapusan, antara lain hilang, kecurian, terbakar,
susut, menguap, mencair, terkena bencana alam, kadaluwarsa, dan
mati/cacat berat/tidak produktif untuk tanaman/hewan/ternak, serta
terkena dampak dari terjadinya force majeur.
2) Penghapusan dari Daftar Barang/Aset
Pengahapusan dilakukan karena barang/aset dimaksud sudah beralih
kepemilikannya karena pemindahtanganan, menjalankan putusan
pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan sudah tidak
ada upaya hukum lainnya, menjalankan ketentuan undang-undang, terjadi
pemusnahan, atau karena sebab-sebab lain seperti dikemukakan di atas.

b. Pemusnahan
Pemusnahan adalah tindakan pemusnahan fisik dan/atau kegunaan

barang/aset dengan cara dibakar, dihancurkan, ditimbun, ditenggelamkan atau
cara lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemusnahan
barang/aset dilakukan oleh pengguna barang atas persetujuan dari pengelola
barang apabila:

1) Tidak dapat digunakan, tidak dapat dimanfaatkan, dan/atau tidak dapat
dipindahtangankan.

2) Terdapat alasan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

c. Tata Cara Penghapusan
Proses penghapusan dilakukan dengan cara menerbitkan suatu keputusan

penghapusan oleh pengelola barang/aset. Setelah penghapusan dilakukan
dengan cara yang telah ditentukan dalam surat keputusan tersebut, pengguna
barang wajib menyampaikan laporan pelaksanaan penghapusan kepada
pengelola barang dengan dilampiri keputusan penghapusan, berita acara

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 45

penghapusan, dan/atau bukti setor, risalah lelang, dan dokumen lainnya,
paling lambat satu bulan setelah pengapusan barang dilakukan.Perubahan
daftar barang pengguna sebagai akibat dari penghapusan dicantumkan dalam
Laporan Semesteran dan laporan tahunan pengguna barang.

4. Pemulihan Lahan Bekas Lokasi Aset/Barang Modal
Pemulihan lahan bekas lokasi menurut Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun

2006 adalah pemanfaatan kembali aset/barang berupa tanah atau bangunan
dikarenakan aset yang dimaksud sudah tidak digunakan karena berbagai faktor
untuk membantu penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi terkait tanpa
pemindah tanganan kepemilikan. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun
2006 pemanfaatan tersebut dapat berupa sewa, pinjam pakai, kerjasama
pemanfaatan, dan bangunan guna serah/bangun serah guna.

a. Sewa
Sewa adalah pemanfaatan barang/aset oleh pihak lain dalam jangka waktu

tertentu dan menerima imbalan uang tunai. Dalam melaksanakan penyewaan
pihak penyewa dan yang menyewakan harus memperhatikan ketentuan dalam
penyewaan barang. Ketentuan dalam penyewaan yang dimaksud adalah
sebagai berikut:

1) Barang/aset yang dapat disewakan dalam kondisi belum atau tidak
digunakan oleh pengguna barang atau pengelola barang.

2) Jangka waktu sewa paling lama 5 tahun sejak ditandatanganinya
perjanjian, dan dapat diperpanjang.

3) Besaran sewa minimum dari barang/aset yang disewakan sudah
ditetapkan perhitungannya dalam suatu formula tarif sewa. Adapun
formula tarif sewa dimaksud secara rinci adalah sebagaimana diatur
yang diatur PMK nomor 96/PMK.06/2007.

4) Pembayaran uang sewa dilakukan secara sekaligus paling lambat pada
saat penandatanganan kontrak.

5) Selama masa sewa, pihak penyewa atas persetujuan Pengelola Barang
hanya dapat mengubah bentuk bangunan tanpa mengubah konstruksi

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 46

dasar bangunan, dengan ketentuan bagian yang ditambahkan pada
bangunan tersebut menjadi milik pihak yang menyewakan.
6) Seluruh biaya yang timbul dalam rangka penilaian, dibebankan pada
anggaran belanja bulanan.

b. Pinjam Pakai
Pinjam pakai adalah peminjaman barang/aset oleh pihak yang meminjam

tanpa meminta imbalan dengan jangka waktu tertentu. Pihak yang meminjam
dalam hal ini adalah anak perusahaan atau organisasi dibawah naungan
instansi utama yang tujuannya dapat membantu tugas dan fungsi. Terdapat
ketentuan dalam pemanfaatan pinjam pakai, yaitu:

1) Barang yang akan dipinjampakaikan harus dalam kondisi belum/tidak
digunakan oleh pengguna barang atau pengelola barang untuk
penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi perusahaan.

2) Jangka waktu peminjaman BMN paling lama 2 (dua) tahun sejak
ditandatanganinya perjanjian pinjam pakai, dan dapat diperpanjang.

3) Tanah dan/atau bangunan yang dipinjampakaikan harus digunakan
sesuai peruntukan dalam perjanjian pinjam pakai dan tidak
diperkenankan mengubah, baik menambah dan/atau mengurangi bentuk
bangunan.

4) Pemeliharaan dan segala biaya yang timbul selama masa pelaksanaan
pinjam pakai menjadi tanggung jawab peminjam.

5) Setelah masa pinjam pakai berakhir, peminjam harus mengembalikan
barang yang dipinjam dalam kondisi sebagaimana yang dituangkan
dalam poin 3.

c. Kerjasama Pemanfaatan
Kerjasama pemanfaatan adalah pendayagunaan barang/aset oleh pihak

lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka peningkatan pemasukan
keuangan. Berikut merupakan ketentuan dalam kerjasama pemanfaatan:

1) Kerjasama pemanfaatan tidak mengubah status barang/aset yang
menjadi objek kerjasama pemanfaatan.

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 47

2) Jangka waktu kerjasama pemanfaatan paling lama 30 (tiga puluh) tahun
sejak ditandatanganinya perjanjian, dan dapat diperpanjang.

3) Terdapat dua jenis penerimaan dari kerjasama pemanfaatan dan wajib
disetorkan oleh mitra selama jangka waktu kerjasama pemanfaatan
yaitu: Kontribusi tetap, yang merupakan penerimaan yang harus
disetorkan oleh mitra kerjasamana pemanfaatan secara periodik.
Kemudian ada pembagian keuntungan yang merupakan penerimaan dari
keuntungan yang diperoleh dari operasional kerjasama pemanfaatan.

4) Pembayaran kontribusi pertama harus dilakukan pada saat
ditandatanganinya perjanjian kerjasama pemanfaatan, dan bayaran
kontribusi tahun berikutnya ditetapkan didalamnya sampai berakhirnya
perjanjian.

5) Denda keterlambatan pembayaran ditetapkan dan disetujui oleh
pengelola barang dan mitra saat perjanjian kerjasama.

d. Bangunan Guna Serah/Bangun Serah Guna
Bangun Guna Serah (BGS) adalah pemanfaatan tanah milik pengelola

barang oleh pihak lain dengan mendirikan bangunan dan/atau sarana, berikut
fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka
waktu tertentu yang telah disepakati, untuk selanjutnya tanah beserta
bangunan dan/atau sarana, berikut fasilitasnya, diserahkan kembali kepada
pengelola barang setelah berakhirnya jangka waktu. Sedangkan Bangun Serah
Guna (BSG) adalah pemanfaatan tanah milik pengelola barang oleh pihak lain
dengan mendirikan bangunan dan/atau sarana, berikut fasilitasnya, dan setelah
selesai pembangunannya diserahkan kepada pengelola barang untuk
kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut selama jangka waktu
tertentu yang disepakati.

Pertimbangan dilakukannya BGS dan BSG adalah untuk menyediakan
bangunan dan fasilitasnya dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan
fungsi lembaga/instansi, yang dana pembangunannya tidak tersedia dalam
anggaran. Terdapat ketentuan dalam pelaksanaan BGD dan BSG, yaitu:

1) Selama masa pengoperasian BGS/BSG, pengguna barang harus dapat

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 48

menggunakan langsung objek BGS/BSG, beserta sarana dan
prasarananya untuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya
berdasarkan penetapan dari pengelola barang, paling sedikit 10%
(sepuluh persen) dari luas objek dan sarana prasarana BGS/BSG
dimaksud.
2) Jangka waktu kerjasama pemanfaatan paling lama 30 (tiga puluh) tahun
sejak ditandatanganinya perjanjian, dan dapat diperpanjang.
3) Ada tiga kewajiban mitra BGS/BSG selama jangka waktu
pengoperasian yaitu:
a) Membayar kontribusi ke pemilik barang.
b) Tidak menjaminkan, menggadaikan dan/atau memindahtangankan

objek BGS/BSG.
c) Memelihara objek BGS/BSG agar tetap dalam kondisi baik.
4) Dalam pemilihan mitra BGS/BSG tidak dilakukan dengan penunjukan

langsung, tetapi dilakukan melalui tender dengan mengikutsertakan
sekurang-kurangnya 5 (lima) peserta/peminat agar dalam
pelaksanaannya memenuhi tranparansi dan keadilan kepada setiap calon
peserta/peminat.
5) Pembayaran kontribusi dari mitra dilakukan pada saat
ditandatanganinya perjanjian BSG/BGS, untuk pembayaran selanjutnya
diatur dalam perjanjian.
6) Denda keterlambatan pembayaran ditetapkan dan disetujui oleh
pengelola barang dan mitra saat perjanjian kerjasama.
7) Dalam hal mitra tidak melakukan pembayaran kontribusi sebanyak tiga
kali dalam jangka waktu pengoperasian BGS/BSG, Pengelola Barang
dapat secara sepihak mengakhiri perjanjian.

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 49

C. Latihan Soal

Petunjuk Pengerjaan!
Untuk menjawab soal latihan ini dengan benar, Anda harus membaca dan

mempelajari Melaksanakan Tugas Penghapusan Barang/Aset dalam Modul yang
meliputi:
1. Menentukan umur ekonomis aset/barang modal.
2. Pengapusan aset/barang modal secara ekonomis dan akrab lingkungan.
3. Langkah penghapusan aset/barang modal.
4. Pemulihan lahan bekas lokasi aset/barang modal.

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, silakan
Anda mengerjakan soal latihan berikut ini!
7. Sebutkan faktor penghapusan barang/aset!
8. Jelaskan tujuan penghapusan barang/aset!
9. Jelaskan tata cara penghapusan barang/aset!
10. Jelaskan apa yang dimaksud pemusnahan barang/aset!
11. Sebutkan jenis pemanfaatan lahan bekas barang/aset!

D. Rangkuman

1. Umur ekonomis barang/aset ditentukan dengan melihat faktor berikut:
Barang/aset yang akan dihapus sudah sangat tua dan rusak, ketinggalan zaman,
jumlahnya berlebihan, dan hilang.

2. Tujuan penghapusan barang/aset adalah:
a. Mencegah timbulnya akibat-akibat yang merugikan dalam arti seluas-
luasnya;
b. Memanfaatkan kembali barang/aset yang telah dihapus dalam unit yang
membutuhkan/menggunakannya;
c. Dapat dijadikan salah satu sumber penerimaan; dan
d. Apabila barang tersebut dipertukarkan, akan mendapatkan aset baru yang
lebih baik/menguntungkan negara dan sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Proses penghapusan barang/aset dilakukan dengan cara menerbitkan suatu

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 50

keputusan penghapusan oleh pengelola barang/aset. Setelah penghapusan
dilakukan dengan cara yang telah ditentukan dalam surat keputusan tersebut,
pengguna barang wajib menyampaikan laporan pelaksanaan penghapusan
kepada pengelola barang dengan dilampiri keputusan penghapusan, berita acara
penghapusan, dan/atau bukti setor, risalah lelang, dan dokumen lainnya, paling
lambat satu bulan setelah pengapusan barang dilakukan.
4. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2006 pemanfaatan barang/aset
dapat berupa sewa, pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan, dan bangunan guna
serah/bangun serah guna

.

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 51

E. Evaluasi Materi

Pilihlah salah satu jawaban yang menurut Anda paling tepat dari
beberapa alternatif jawaban yang disediakan!
1. Dibawah ini manakah yang bukan merupakan faktor penenteuan umur

ekonomis barang/aset?
a. Barang/aset yang akan dihapus sudah sangat tua dan rusak.
b. Barang/aset yang akan dihapus sudah ketinggalan zaman.
c. Barang/aset yang akan dihapus memiliki spesifikasi yang tidak diinginkan.
d. Barang/aset yang akan dihapus jumlahnya berlebihan.
e. Barang/aset yang akan dihapus hilang.
2. Di bawah ini yang bukan merupakan tujuan penghapusan barang/aset adalah…
a. Mencegah timbulnya akibat-akibat yang merugikan dalam arti seluas-

luasnya.
b. Mencegah aset menjadi ketinggalan zaman.
c. Memanfaatkan kembali barang/aset yang telah dihapus dalam unit yang

membutuhkan/menggunakannya.
d. Dapat dijadikan salah satu sumber penerimaan.
e. Apabila barang tersebut dipertukarkan, akan mendapatkan aset baru yang

lebih baik/menguntungkan negara dan sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Mengapa perlu dilakukannya penghapusan barang/aset yang hilang?

a. Untuk upaya pengadaan barang/aset baru dan menghindari gangguan
ataupun stagnasi kegiatan suatu unit kerja.

b. Mengurangi biaya, baik biaya perawatan maupun biaya gaji untuk personel
yang melakukan perawatan.

c. Memboroskan tempat penyimpanan
d. Agar tidak dapat membahayakan keselamatan pemakai.
e. Agar tidak ketinggalan zaman.
4. Di bawah ini yang bukan merupakan syarat penghapusan barang/aset berupa
tanah atau bangunan adalah …
a. Sudah tidak memenuhi kebutuhan organisasi karena perkembangan tugas.
b. Penyatuan lokasi barang dengan barang lain milik negara dalam rangka

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 52

efisiensi.
c. Barang dalam kondisi rusak berat karena bencana alam atau karena sebab

lain di luar kemampuan manusia (force majeur).
d. Pertimbangan dalam rangka pelaksanaan rencana strategis pertahanan.
e. Barang hilang atau dalam kondisi kekurangan perbendaharaan atau

kerugian karena kematian hewan atau tanaman.
5. Apa yang dimaksud dengan pemusnahan barang/aset?

a. Tindakan pemusnahan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
guna memaksimalkan barang/aset yang ada.

b. Tindakan pemusnahan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
untuk mencega pembengkakan biaya perawatan.

c. Tindakan pemusnahan fisik dan/atau kegunaan barang/aset dengan cara
dibakar, dihibahkan, ditimbun, ditenggelamkan atau cara lain sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan.

d. Tindakan pemusnahan fisik dan/atau kegunaan barang/aset dengan cara
dibakar, dihancurkan, ditimbun, didaur ulang atau cara lain sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan.

e. Tindakan pemusnahan fisik dan/atau kegunaan barang/aset dengan cara
dibakar, dihancurkan, ditimbun, ditenggelamkan atau cara lain sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan.

6. Perhatikan kalimat dibawah ini!
1) Penyerahan barang/aset kepada pengelola barang;
2) Pengalihan status penggunaan barang/aset selain tanah dan/atau bangunan
kepada pengguna barang lain;
3) Putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan
sudah tidak ada upaya hukum lainnya;
4) Pemindahtanganan barang/aset;
5) Pemusnahan;
6) Sebab-sebab lain yang secara normal dapat diperkirakan wajar menjadi
penyebab penghapusan.
Manakah yang termasuk faktor penghapusan daftar barang/aset?

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 53

a. 1,2,4,6
b. 1,2,3,4,5
c. 4,5,6
d. 2,5,6
e. 1,3,5
7. Di bawah ini manakah yang bukan merupakan cara pemanfaatan lahan bekas
lokasi barang/aset?
a. Sewa
b. Pinjam pakai
c. Kerjasama pemanfaatan
d. Hibah
e. Bangunan guna serah/bangun serah guna
8. Apa yang dimaksud pinjam pakai?
a. Pemanfaatan barang/aset oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan

menerima imbalan uang tunai.
b. Pemanfaatan barang/aset oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan

tanpa menerima imbalan uang tunai.
c. Pendayagunaan barang/aset oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu

dalam rangka peningkatan pemasukan keuangan.
d. Pemanfaatan tanah milik pengelola barang oleh pihak lain dengan

mendirikan bangunan dan/atau sarana, berikut fasilitasnya, kemudian
didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang
telah disepakati, untuk selanjutnya tanah beserta bangunan dan/atau sarana,
berikut fasilitasnya, diserahkan kembali kepada pengelola barang setelah
berakhirnya jangka waktu.
e. Pemanfaatan tanah milik pengelola barang oleh pihak lain dengan
mendirikan bangunan dan/atau sarana, berikut fasilitasnya, dan setelah
selesai pembangunannya diserahkan kepada pengelola barang untuk
kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut selama jangka waktu
tertentu yang disepakati.
9. Apa yang dimaksud pinjam BGS?

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 54

a. Pemanfaatan barang/aset oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan
menerima imbalan uang tunai.

b. Pemanfaatan barang/aset oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan
tanpa menerima imbalan uang tunai.

c. Pendayagunaan barang/aset oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu
dalam rangka peningkatan pemasukan keuangan.

d. Pemanfaatan tanah milik pengelola barang oleh pihak lain dengan
mendirikan bangunan dan/atau sarana, berikut fasilitasnya, kemudian
didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang
telah disepakati, untuk selanjutnya tanah beserta bangunan dan/atau sarana,
berikut fasilitasnya, diserahkan kembali kepada pengelola barang setelah
berakhirnya jangka waktu.

e. Pemanfaatan tanah milik pengelola barang oleh pihak lain dengan
mendirikan bangunan dan/atau sarana, berikut fasilitasnya, dan setelah
selesai pembangunannya diserahkan kepada pengelola barang untuk
kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut selama jangka waktu
tertentu yang disepakati.

10. Dibawah ini manakah yang bukan termasuk ketentuan penyewaan?
a. Barang/aset yang dapat disewakan dalam kondisi digunakan oleh pengguna
barang atau pengelola barang.
b. Jangka waktu sewa paling lama 5 tahun sejak ditandatanganinya perjanjian,
dan dapat diperpanjang.
c. Besaran sewa minimum dari barang/aset yang disewakan sudah ditetapkan
perhitungannya dalam suatu formula tarif sewa.
d. Pembayaran uang sewa dilakukan secara sekaligus paling lambat pada saat
penandatanganan kontrak.
e. Seluruh biaya yang timbul dalam rangka penilaian, dibebankan pada
anggaran belanja bulanan.

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 55

F. Tindak Lanjut dan Umpan Balik

Periksalah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Evaluasi Materi
Melaksanakan Tugas Pemeliharaan Barang/Aset yang terdapat di bagian akhir
Modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan rumus
di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda.

Tingkat penguasaan = ℎ 100%
10

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:

Persentase penilaian Interprestasi
≥ 90%-100% Sangat Baik
≥ 80% - 90%
≥ 70% - 80% Baik
0% - 70% Cukup Baik
Kurang baik

Bila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% atau lebih, silahkan menuju
ke materi selanjutnya. Tetapi apabila tingkat penguasaan Anda masih di bawah
80%, ulangi kembali materi, terutama pada bagian yang belum Anda kuasa

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 56

KUNCI JAWABAN

Kegiatan Pembelajaran 1 Kegiatan Pembelajaran 3
1. D 1. A
2. B 2. B
3. A 3. A
4. E 4. D
5. A 5. A
6. B 6. A
7. C 7. E
8. D 8. E
9. A 9. B
10. E 10. A

Kegiatan Pembelajaran 2 Kegiatan Pembelajaran 4
1. A 1. C
2. D 2. B
3. E 3. A
4. B 4. E
5. B 5. E
6. A 6. C
7. C 7. D
8. C 8. B
9. D 9. D
10. E 10. A

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 57

DAFTAR PUSTAKA

Hadinata, Acep. 2011. Bahan Ajar Manajemen Aset. Jakarta: Sekolah Tinggi
Akuntansi Negara.

Keputusan Menteri Keteagakerjaan Republik Indonesia Nomor 132 Tahun 2018.
Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori
Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis Golongan Pokok Aktivitas
Arsitektur dan Keinsinyuran; Analisis dan Uji Teknis Bidang Keinsinyuran
Teknik Mesin. Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Jakarta.

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 21/KMK.01/2012. Pedoman Pengamanan
Barang Milik Negara di Lingkungan Kementerian Keuangan. 30 Januari
2012. Jakarta.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007. Pedoman Teknis
Pengelolaan Barang Milik Daerah. 21 Maret 2007. Jakarta.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 150/PMK.06/2014. Ketentuan Umum
Perencanaan Kebutuhan Barang. 16 Juli 2014. Jakarta.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2016. Penatausahaan Barang Milik
Negara. 28 November 2016. Jakarta.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2006. Pengelolaan
Barang Milik Negara/Daerah. 14 Maret 2006. Jakarta.

Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2006. Pengesahan Persetujuan Antara
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Singapura
Mengenai Peningkatan dan Perlindungan atas Penanaman Modal. 01
Febuari 2006. Jakarta.

Sancoko, Bambang. 2018. Serah Terima Hasil Pekerjaan. Jakarta: Badan
Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003. Ketenagakerjaan. 25
Maret 2003. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39.
Jakarta.

Wijito, Listyarko. 2016. Materi Pengamanan dan Pemeliharaan Barang Milik
Negara. Jakarta: Pusdiklat Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan.

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 58

GLOSARIUM

After Sales Service adalah pelayanan yang diberikan oleh perusahaan kepada
konsumen yang memiliki keluhan atau klaim setelah kegiatan jual-beli berakhir.
Barang Idle merupakan barang berupa tanah dan/atau bangunan yang tidak
digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas dan fungsi
Kementerian/Lembaga.
Complain adalah pengaduan atau penyampaian ketidakpuasan, ketidaknyamanan,
kejengkelan, dan kemarahan atas service jasa atau produk.
Degradasi merupakan kemunduran, kemerosotan, penurunan, dan sebagainya.
Job Description adalah catatan tentang tugas dan tanggung jawab dari suatu
pekerjaan tertentu.
Komprehensif berarti bersifat luas.
Kuasa Pengguna Barang merupakan kepala satuan kerja atau pejabat yang
ditunjuk oleh Pengguna Barang untuk menggunakan barang yang berada dalam
penguasaannya dengan sebaik-baiknya.
Leasing adalah suatu kegiatan pembiayaan berupa barang modal maupun aset bagi
perusahaan atau perorangan dalam menjalankan aktivitas usaha.
Pengelola Barang adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab
menetapkan kebijakan dan pedoman serta melakukan pengelolaan barang.
Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang.
Rancangan Kebutuhan Tahunan Barang (RKTB) adalah dokumen perencanaan
kebutuhan barang untuk periode 1 (satu) tahun.
Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) merupakan dokumen yang bertujuan untuk
merencanakan penganggaran kebutuhan dana dari berbagai program dan kegiatan
di masa yang akan dating.
Variabel merupakan pengelompokan secara logis dari dua atau lebih suatu atribut
dari objek yang diteliti.

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 59

Vendor adalah suatu pihak yang berperan untuk menyediakan bahan baku atau
bahan mentah guna memenuhi kebutuhan bisnis perusahaan.

Modul Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Modal Teknik Mesin 60


Click to View FlipBook Version
Previous Book
KEJOHANAN OLAHRAGA 2022 SKM
Next Book
model book