MODUL AJAR
PRODUK KREATIF DAN
KEWIRAUSAHAAN
KD 3.10
KELAS XII TKR
OLEH
NELVIA
KOMPETENSI INTI
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan semua bidang keahlian dan
lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi
diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, re-gional,
dan internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta memecahkan masalah pada semua bidang keahlian.
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan de-ngan mutu dan kuan-titas yang terukur sesuai
dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.
KOMPETENSI DASAR
3.10. Menganalisis perencanaan produksi massal
4.10. Membuat perencanaan produksi massal
INDIKATOR MATERI AJAR
1. Konsep umum produksi massal.
1. Mengenal produksi massal
2. Sejarah produksi massal
3. Kronologi produksi massal di bidang produk otomotif Kendaraan Ringan
4. Ciri-ciri atau karakteristik produksi massal
5. Tujuan produksi massal
6. Keuntungan dan kekurangan produksi massal
2. Perencanaan produksi massal
1. Pengertian perencanaan produksi massal
2. Aspek – aspek dalam perencanaan produk
3. Indikator – indikator untuk menilai kinerja usaha pengembangan produk
4. Faktor - faktor yang berpengaruh dalam perencanaan produksi
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 1
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran peserta didik dapat :
1. Mengenal produksi massal
2. Mengetahui sejarah produksi massal
3. Mendeskripsikan kronologi produksi massal di bidang produk otomotif Kendaraan Ringan
4. Memahami ciri-ciri atau karakteristik produksi massal
5. Menguraikan tujuan produksi massal
6. Mengetahui keuntungan dan kekurangan produksi massal
7. Memahami pengertian perencanaan produksi massal
8. Mendeskripsikan aspek – aspek dalam perencanaan produk
9. Menguraikan indikator – indikator untuk menilai kinerja usaha pengembangan produk
10. Menguraikan faktor - faktor yang berpengaruh dalam perencanaan produksi
MATERI AJAR
PERENCANAAN PRODUKSI MASSAL
A. Konsep Umum Produksi Massal.
Produksi massal juga dikenal sebagai aliran produksi atau produksi terus – menerus, yaitu
produksi yang dibuat dalam jumlah besar. Dengan adanya produksi massal produk – produk
dapat diproduksi dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang relatif cepat.
Namun, produksi massal harus direncanakan dengan matang karena produksi massal
merupakan produksi yang berkesinambungan. Jika terjadi kesalahan dalam satu tahap
produksi massal, maka tahap lain akan ikut terkena imbasnya.
Konsep produksi massal bisa diterapkan untuk berbagai jenis produk, mulai dari
makanan, bahan bakar, bahan kimia, dan ditambang mineral sampai ke perakitan bagian-
bagian kecil seperti peralatan rumah tangga dan mobil.
1. Mengenal Produksi Massal.
Menurut Wikipedia, produksi massal adalah sistem produksi dalam jumlah besar dari
produk yang standar, termasuk dan terutama pada lini perakitan.
Produksi massal adalah kegiatan memproduksi barang tertentu yang sudah ditentukan
standar spesifikasinya dalam jumlah besar melalui serangkaian operasi yang sama dengan
produk sebelumnya.
Gambar : Produksi massal mobil
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 2
2. Sejarah Produksi Massal
Produksi massal pertama kali dipopulerkan pada tahun 1926, lewat artikel yang
yang ditulis di Encyclopediae Britannica. Artikel tersebut ditulis oleh seseorang yang
bekerja di perusahaan Ford Motor. Sebelumnya, Koran The New York Times
menggunakan istilah "Produksi Massal (Mass Production)" di dalam judul berita
utamanya.
Tepatnya oleh sebuah perusahaan mobil ternama yang bernama Ford Motor
Company. Mulai saat itu, sistem produksi semacam ini mulai dikenal oleh banyak
perusahaan. Di awal kemunculannya sistem produksi massal hanya diterapkan pada
produksi barang tertentu saja. Seperti untuk makanan, bahan bakar dan bahan kimia.
Tetapi saat ini, sistem ini sudah digunakan untuk produksi jenis manufacture serta bidang
– bidang kerajinan.
Gambar : Henry Ford dan lahirnya industri produksi mobil secara massal
3. Kronologi Produksi Massal di Bidang Produk Otomotif Kendaraan Ringan
Kendaran ringan yang dimaksud disini adalah mobil, mobil merupakan kependekan
dari otomobil yang berasal dari bahasa Yunani “autos” (sendiri) dan latin “movere”
(bergerak). Mobil itu berupa sebuah kendaraan yang memiliki roda empat atau lebih yang
membawa mesin sendiri.
Produksi mobil dizaman modern seperti saat ini, cukup sulit untuk menentukan siapa
penemunya. Mobil sebenarnya terdiri dari ribuan komponen yang ditemukan dan
dikembangkan secara bertahap. Meski demikian, bisa disebutkan bahwa Nicolaus J
Cugnot adalah orang yang pertama kali berhasil meluncurkan kendaran berbadan besar,
beroda tiga dan bermesin uap.
Gambar : Nicolaus J Cugnot dan kendaraan berbadan besar beroda tiga dan bermesin uap
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 3
Gambar : kendaraan digunakan untuk menarik meriam
Dimasa lampau kendaraan ini digunakan untuk menarik meriam pada tahun 1769.
Pada perkembangan selanjutnya, insinyur lain yang membuat kendaraan sejenis adalah
William Murdock yang bekerjasama dengan James Watt dari Inggris. Mereka berhasil
mengembangkan dan meluncurkan mesin bermesin uap pada tahun 1784.
Richard Trevitchick juga berhasil membuat dan meluncurkan kendaraan bermesin
uap. Pada tahun 1830, kendaraan beroda enam ciptaan Sir Goldswarthy Gurnay mampu
meluncur dengan kecepatan 25km/h. Hingga awal abad 20, berbagai macam kendaraan
bermesin uap terus diciptakan meskipun mesin uap berbahaya karena sering kali
meledak.
Pada pertengahan abad ke 19, perancangan mobil berkembang secara pesat. Pada
tahun 1860, Jean Joseph E. Leonir dari Perancis berhasil menciptakan mesin pembakaran
dalam berbahan bakar campuran batu bara dan gas serta campuran udara.
Kemudian pada tahun 1885, Gottlieb Daimler dan Karl Benz berhasil menciptakan
mesin bermesin pembakaran dalam dan banyak disukai karena tidak memiliki
kemungkinan meledak, tidak memercikkan api diluar, tidak berasap tebal dan tidak
sebising mesin uap.
Pada tahun 1890, Charles E dan Frank Duryea dari AS berhasil menciptakan mobil
bermesin bensin pertama. Pada tahun 1898, Louis Renault menemukan batang penggerak
sebagai ganti rantai yang selama ini dipakai untuk memindahkan tenaga mesin ke roda.
Pada tahun 1911, Cadillac Automobile Co, berhasil menciptakan starter listrik. Pada
tahun 1922, ban karet berisi udara diperkenalkan pertama kali.
Gambar : mobil bermesin bensin pertama.
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 4
Paten mobil pertama di Amerika Serikat diberikan kepada Oliver Evans pada tahun
1789. Pada tahun 1804, Evans mendemontrasikan mobil pertamanya yang bukan hanya
mobil pertama di AS tetapi juga merupakan kendaraan ampibi pertama, yang
berkendaraan tenaga uapnya sanggup jalan di darat menggunakan roda dan di air
mengggunakan roda padel. Pada 5 November 1895, George B Selden diberikan hak
paten AS untuk mesin mobil dua tak.
Garis produksi dalam skala besar pembuatan mobil harga terjangkau dilakukan oleh
Oldsmobil pada tahun 1902. Kemudian dikembangkan besar – besaran oleh Henry Ford
pada tahun 1910 an. Pada tahun 1930 an, kebanyakan teknologi dalam permobilan sudah
diciptakan, walaupun sering diciptakan kembali di kemudian hari dan diberikan kredit ke
orang lain.
4. Ciri-ciri atau Karakteristik Produksi Massal
Adapun ciri-ciri produksi massal antara lain sebagai berikut:
a. Produk yang dihasilkan dalam jumlah besar, sehingga biaya per unitnya lebih rendah.
b. Produk yang dihasilkan dibuat secara berurutan atau disesuaikan dengan pola urutan.
c. Produk relatif seragam, dengan variasi minimum.
d. Tujuan produksi untuk menguasai pasar, sehingga produk dijual di pasar bebas.
e. Memiliki stok barang sebagai persediaan di masa tunggu.
5. Tujuan Produksi Massal
Tujuan produksi massal adalah untuk memproduksi produk sebanyak mungkin
dengan efisiensi proses produksi. Produk yang dibuat dalam jumlah banyak ini dilakukan
dengan waktu yang relatif cepat dan biaya yang rendah
6. Keuntungan dan Kekurangan Produksi Massal
Berikut adalah uraian mengenai keuntungan dan kerugian dalam penerapan teknologi
massal.
a. Keuntungan.
Keuntungan dari produksi massal, diantaranya adalah:
1) Produksi massal adalah proses otomatis, yakni hanya dijalankan oleh mesin.
Pengerjaan produksi massal dilakukan oleh mesin-mesin yang modern, sehingga
lebih akurat, efisien, dan optimal. Hal ini dapat meminimalisasi tingkat risiko
kesalahan manusia dalam memproduksi barang.
2) Menekan biaya pengeluaran untuk pegawai.
Proses produksi massal biasanya menggunakan mesin-mesin yang canggih,
dengan demikian mengurangi kebutuhan akan pegawai.
3) Tingkat produksi menjadi meningkat.
Efisiensi waktu mendorong kecepatan produksi semakin tinggi, sehingga akan
memicu tingkat produksi yang lebih cepat pula. Apalagi didukung oleh mesin-
mesin produksi yang canggih
4) Banyak modal yang dapat ditingkatkan dengan mengurangi beban biaya pegawai.
Penggunaan peralatan yang efisien akan menghasilkan beban biaya pegawai yang
lebih sedikit sehingga banyak modal dapat ditingkatkan.
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 5
b. Kekurangan
Kekurangan dari produksi massal, diantaranya adalah :
1) Mesin untuk produksi massal biasanya berharga mahal.
2) Karena sifatnya yang berulang – ulang, maka pekerja akan kehilangan rasa
semangat.
3) Merupakan produksi yang dianggap kurang fleksibel.
4) Jika ada salah satu bagian yang rusak, maka divisi lain harus berhenti sampai
mesin tersebut diperbaiki lagi.
B. Perencanaan Produksi Massal
1. Pengertian Perencanaan Produksi Massal
Keuntungan yang besar dengan biaya yang minimal tentu sangat diinginkan dalam
setiap usaha. Produksi massal yang dipilih oleh suatu dunia usaha maupun dunia industri
selalu ditujukan untuk memperoleh keuntungan besar. Dunia usaha maupun dunia
industri mengharapkan banyak keuntungan dalam mengembangkan usahanya. Dunia
usaha maupun dunia industri harus memperhitungkan persiapan segala sesuatunya
dengan benar agar memperolehan keuntungan usaha. Oleh karena itu, perlu pertimbangan
secara matang dalam tahap proses produksi dari perencanaan hingga tahap akhir.
Perencanaan produk adalah proses menciptakan ide produk dan menindaklanjuti
sampai produk diperkenalkan ke pasar. Dalam merencanakan produksi massal, perusahan
harus memiliki strategi cadangan apabila produk gagal dalam pemasarannya. Kesuksesan
suatu dunia usaha maupun dunia industri tergantung dari cara mencukupi kebutuhan
pelanggan, kemudian menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan dengan
biaya yang rendah.
Tanpa rencana produksi yang baik, tujuan dunia usaha maupun dunia industri tidak
akan dapat dicapai dengan efektif dan efisien, sehingga faktor-faktor produksi tidak lagi
efisien. Perencanaan suatu produk, baik yang baru atau yang sudah ada, merupakan
bagian yang sangat besar dari semua kegiatan teknik (perencanaan produk,
pengembangan, penyempurnaan produk, pembuatan, serta pendistribusian produk).
Fungsi-fungsi tersebut saling mempengaruhi, sehingga suatu fungsi komponen
menentukan fungsi komponen lainnya.
2. Aspek – Aspek Dalam Perencanaan Produk
Dalam perencanaan produk memiliki 3 aspek perencanaan yaitu :
1) Aspek penentuan pemilihan produk apa yang dibuat. Dengan pertimbangan pasar
yang menarik dan dorongan teknologi.
2) Aspek jumlah produk. Artinya berapa jumlah produk yang seharusnya di produksi
3) Aspek kombinasi produk. Artinya berapa jenis produk yang diproduksi untuk
memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen.
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 6
3. Indikator – Indikator Untuk Menilai Kinerja Usaha Pengembangan Produk
Terdapat 5 indikator yang berhubungan dengan laba dan biasa digunakan untuk
menilai kinerja usaha pengembangan produk, yaitu:
1) Kualitas Produk
Seberapa baik produk yang dihasilkan dari upaya pengembangan dan dapat
memuaskan kebutuhan pelanggan. Kualitas produk pada akhirnya akan
mempengaruhi pangsa pasar dan menentukan harga yang ingin dibayar oleh
pelanggan.
2) Biaya Produk
Biaya untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya produksi setiap unit
disebut biaya manufaktur dari produk. Biaya produk menentukan berapa besar
laba yang dihasilkan oleh perusahaan pada volume penjualan dan harga penjualan
tertentu.
3) Waktu Pengembangan Produk
Waktu pengembangan akan menentukan kemampuan perusahaan dalam
berkompetisi, menunjukkan daya tanggap perusahaan terhadap perubahan
teknologi dan pada akhirnya akan menentukan kecepatan perusahaan untuk
menerima pengembalian ekonomis dari usaha yang dilakukan tim pengembangan.
4) Biaya Pengembangan
Biaya pengembangan biasanya merupakan salah satu komponen yang penting
dari investasi yang dibutuhkan untuk mencapai profit.
5) Kapabilitas Pengembangan.
Kapabilitas pengembangan merupakan asset yang dapat digunakan oleh
perusahaan untuk mengembangkan produk dengan lebih efektif dan ekonomis
dimasa yang akan datang.
4. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam Perencanaan Produksi
1) Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang ada di dalam perusahaan itu sendiri. Faktor-
faktor internal tersebut diantaranya adalah:
a. Kapasitas mesin produksi
b. Produktivitas tenaga kerja
c. Kemampuan pengadaan dan penyediaan bahan baku produksi.
2) Faktor Eksternal
Faktor Eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar perusahaan, yang
berada di luar kekuasaan perusahaan untuk mengaturnya. Faktor-faktor eksternal
tersebut diantaranya adalah:
a. Kebijakan pemerintah.
b. Laju inflasi.
c. Bencana Alam
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 7
TUGAS
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
( LKPD )
Satuan Pendidikan : SMK N 1 Bonjol
Mata Diklat : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Kelas / Semester : XII / 1
Kompetensi Dasar : 3.10. Menganalisis perencanaan produksi massal
Judul kegiatan 4.10 Membuat perencanaan produksi Massal
Jenis Kegiatan : Memahami konsep produksi massal
Petunjuk : Mandiri
: 1. Jawablah pertanyaan berikut ini !
2. Kumpulkan hasil pekerjaanmu kepada guru untuk dinilai !
1. Sebuah perusahaan melakukan produk massal dengan alasan menghemat pengeluaran,dan
juga efesiensi waktu.Dengan adanya produksi massal pekerjaan yang tadinya dilakukan
tenaga kerja,kini dilakukan oleh mesin. Menurutmu apakah hal tersebut akan mengganggu
penyerapan tenaga kerja ?
Tulis pendapat mu !
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
2. Apa kegiatan dari produksi massal ?
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
3. Menurut anda apa yang menyebabkan terjadinya produksi massal ?
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
4. Berikan contoh produksi massal yang sesuai dengan jurusan mu !
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
Nama : ……………………… Bonjol,
Nilai : ……………………… Guru Mata Pelajaran
NELVIA,SE
NIP.197305142007012008
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 8
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
( LKPD )
Satuan Pendidikan : SMK N 1 Bonjol
Mata Diklat : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Kelas / Semester : XII / 1
Judul kegiatan : Memahami keuntungan dan kekurangan dari produksi massal.
Jenis Kegiatan : Individu
Langkah – langkah :
A. Amati video dengan cermat
B. Jawablah pertanyaan dibawah ini !
1. Keuntungan dari produksi massal
a. Proses produksinya secara ..................................................................................................
b. Biaya pengeluaran untuk pegawai.......................................................................................
..............................................................................................................................................
c. Jumlah produksi...........................................................................................................
d. Tingkat modal bisa .....................................................................................................
..............................................................................................................................................
2. Kekurangan dari produksi massal
a. Mesin untuk biaya produksi biasanya ............................................................................
b. Pekerja bekerja akan.........................................................................................................
..............................................................................................................................................
c. Merupakan produksi yang dianggap kurang........................................................................
..............................................................................................................................................
d. Jika ada salah satu bagian yang rusak, maka........................................................................
..............................................................................................................................................
Nama : ……………………… Bonjol,
Nilai : ……………………… Guru Mata Pelajaran
NELVIA,SE
NIP.197305142007012008
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 9
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
( LKPD )
Satuan Pendidikan : SMK N 1 Bonjol
Mata Diklat : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Kelas / Semester : XII / 1
Kompetensi Dasar : 3.10. Menganalisis perencanaan produksi massal
Jenis Kegiatan : Kelompok.
Tugas :
Buatlah sebuah laporan mengenai inovasi di bidang otomotif
1. Judul :
....................................................................................................................................................
2. Inovasi yang telah dilakukan
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
3. Gambar / foto produk sebelum dan setelah inovasi
Nama : Nilai : Bonjol,
1. Guru Mata Pelajaran
2. …………………… NELVIA,SE
NIP.197305142007012008
3.
4.
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 10
QUIZ
1.
2.
3.
4.
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 11
5.
6.
7.
8.
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 12
9. ..
10.
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 13
DAFTAR PUSTAKA
Dr. Suranto, ST,MM , Produk Kreatif dan Kewirausahaan kelas Teknik Otomotif kelas XII.
Alma, Buchari,2001, Kewirausahaan. Bandung : Alfabeta
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 14
KOMPETENSI INTI
5. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan semua bidang keahlian dan
lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi
diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, re-gional,
dan internasional.
6. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta memecahkan masalah pada semua bidang keahlian.
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan de-ngan mutu dan kuan-titas yang terukur sesuai
dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.
KOMPETENSI DASAR
3.10. Menganalisis perencanaan produksi massal
4.10. Membuat perencanaan produksi massal
INDIKATOR MATERI AJAR
3. Konsep umum produksi massal.
7. Mengenal produksi massal
8. Sejarah produksi massal
9. Kronologi produksi massal di bidang produk otomotif Kendaraan Ringan
10. Ciri-ciri atau karakteristik produksi massal
11. Tujuan produksi massal
12. Keuntungan dan kekurangan produksi massal
4. Perencanaan produksi massal
5. Pengertian perencanaan produksi massal
6. Aspek – aspek dalam perencanaan produk
7. Indikator – indikator untuk menilai kinerja usaha pengembangan produk
8. Faktor - faktor yang berpengaruh dalam perencanaan produksi
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 15
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran peserta didik dapat :
11. Mengenal produksi massal
12. Mengetahui sejarah produksi massal
13. Mendeskripsikan kronologi produksi massal di bidang produk otomotif Kendaraan Ringan
14. Memahami ciri-ciri atau karakteristik produksi massal
15. Menguraikan tujuan produksi massal
16. Mengetahui keuntungan dan kekurangan produksi massal
17. Memahami pengertian perencanaan produksi massal
18. Mendeskripsikan aspek – aspek dalam perencanaan produk
19. Menguraikan indikator – indikator untuk menilai kinerja usaha pengembangan produk
20. Menguraikan faktor - faktor yang berpengaruh dalam perencanaan produksi
MATERI AJAR
PERENCANAAN PRODUKSI MASSAL
C. Konsep Umum Produksi Massal.
Produksi massal juga dikenal sebagai aliran produksi atau produksi terus – menerus, yaitu
produksi yang dibuat dalam jumlah besar. Dengan adanya produksi massal produk – produk
dapat diproduksi dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang relatif cepat.
Namun, produksi massal harus direncanakan dengan matang karena produksi massal
merupakan produksi yang berkesinambungan. Jika terjadi kesalahan dalam satu tahap
produksi massal, maka tahap lain akan ikut terkena imbasnya.
Konsep produksi massal bisa diterapkan untuk berbagai jenis produk, mulai dari
makanan, bahan bakar, bahan kimia, dan ditambang mineral sampai ke perakitan bagian-
bagian kecil seperti peralatan rumah tangga dan mobil.
7. Mengenal Produksi Massal.
Menurut Wikipedia, produksi massal adalah sistem produksi dalam jumlah besar dari
produk yang standar, termasuk dan terutama pada lini perakitan.
Produksi massal adalah kegiatan memproduksi barang tertentu yang sudah ditentukan
standar spesifikasinya dalam jumlah besar melalui serangkaian operasi yang sama dengan
produk sebelumnya.
Gambar : Produksi massal mobil
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 16
8. Sejarah Produksi Massal
Produksi massal pertama kali dipopulerkan pada tahun 1926, lewat artikel yang
yang ditulis di Encyclopediae Britannica. Artikel tersebut ditulis oleh seseorang yang
bekerja di perusahaan Ford Motor. Sebelumnya, Koran The New York Times
menggunakan istilah "Produksi Massal (Mass Production)" di dalam judul berita
utamanya.
Tepatnya oleh sebuah perusahaan mobil ternama yang bernama Ford Motor
Company. Mulai saat itu, sistem produksi semacam ini mulai dikenal oleh banyak
perusahaan. Di awal kemunculannya sistem produksi massal hanya diterapkan pada
produksi barang tertentu saja. Seperti untuk makanan, bahan bakar dan bahan kimia.
Tetapi saat ini, sistem ini sudah digunakan untuk produksi jenis manufacture serta bidang
– bidang kerajinan.
Gambar : Henry Ford dan lahirnya industri produksi mobil secara massal
9. Kronologi Produksi Massal di Bidang Produk Otomotif Kendaraan Ringan
Kendaran ringan yang dimaksud disini adalah mobil, mobil merupakan kependekan
dari otomobil yang berasal dari bahasa Yunani “autos” (sendiri) dan latin “movere”
(bergerak). Mobil itu berupa sebuah kendaraan yang memiliki roda empat atau lebih yang
membawa mesin sendiri.
Produksi mobil dizaman modern seperti saat ini, cukup sulit untuk menentukan siapa
penemunya. Mobil sebenarnya terdiri dari ribuan komponen yang ditemukan dan
dikembangkan secara bertahap. Meski demikian, bisa disebutkan bahwa Nicolaus J
Cugnot adalah orang yang pertama kali berhasil meluncurkan kendaran berbadan besar,
beroda tiga dan bermesin uap.
Gambar : Nicolaus J Cugnot dan kendaraan berbadan besar beroda tiga dan bermesin uap
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 17
Gambar : kendaraan digunakan untuk menarik meriam
Dimasa lampau kendaraan ini digunakan untuk menarik meriam pada tahun 1769.
Pada perkembangan selanjutnya, insinyur lain yang membuat kendaraan sejenis adalah
William Murdock yang bekerjasama dengan James Watt dari Inggris. Mereka berhasil
mengembangkan dan meluncurkan mesin bermesin uap pada tahun 1784.
Richard Trevitchick juga berhasil membuat dan meluncurkan kendaraan bermesin
uap. Pada tahun 1830, kendaraan beroda enam ciptaan Sir Goldswarthy Gurnay mampu
meluncur dengan kecepatan 25km/h. Hingga awal abad 20, berbagai macam kendaraan
bermesin uap terus diciptakan meskipun mesin uap berbahaya karena sering kali
meledak.
Pada pertengahan abad ke 19, perancangan mobil berkembang secara pesat. Pada
tahun 1860, Jean Joseph E. Leonir dari Perancis berhasil menciptakan mesin pembakaran
dalam berbahan bakar campuran batu bara dan gas serta campuran udara.
Kemudian pada tahun 1885, Gottlieb Daimler dan Karl Benz berhasil menciptakan
mesin bermesin pembakaran dalam dan banyak disukai karena tidak memiliki
kemungkinan meledak, tidak memercikkan api diluar, tidak berasap tebal dan tidak
sebising mesin uap.
Pada tahun 1890, Charles E dan Frank Duryea dari AS berhasil menciptakan mobil
bermesin bensin pertama. Pada tahun 1898, Louis Renault menemukan batang penggerak
sebagai ganti rantai yang selama ini dipakai untuk memindahkan tenaga mesin ke roda.
Pada tahun 1911, Cadillac Automobile Co, berhasil menciptakan starter listrik. Pada
tahun 1922, ban karet berisi udara diperkenalkan pertama kali.
Gambar : mobil bermesin bensin pertama.
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 18
Paten mobil pertama di Amerika Serikat diberikan kepada Oliver Evans pada tahun
1789. Pada tahun 1804, Evans mendemontrasikan mobil pertamanya yang bukan hanya
mobil pertama di AS tetapi juga merupakan kendaraan ampibi pertama, yang
berkendaraan tenaga uapnya sanggup jalan di darat menggunakan roda dan di air
mengggunakan roda padel. Pada 5 November 1895, George B Selden diberikan hak
paten AS untuk mesin mobil dua tak.
Garis produksi dalam skala besar pembuatan mobil harga terjangkau dilakukan oleh
Oldsmobil pada tahun 1902. Kemudian dikembangkan besar – besaran oleh Henry Ford
pada tahun 1910 an. Pada tahun 1930 an, kebanyakan teknologi dalam permobilan sudah
diciptakan, walaupun sering diciptakan kembali di kemudian hari dan diberikan kredit ke
orang lain.
10. Ciri-ciri atau Karakteristik Produksi Massal
Adapun ciri-ciri produksi massal antara lain sebagai berikut:
a. Produk yang dihasilkan dalam jumlah besar, sehingga biaya per unitnya lebih rendah.
b. Produk yang dihasilkan dibuat secara berurutan atau disesuaikan dengan pola urutan.
c. Produk relatif seragam, dengan variasi minimum.
d. Tujuan produksi untuk menguasai pasar, sehingga produk dijual di pasar bebas.
e. Memiliki stok barang sebagai persediaan di masa tunggu.
11. Tujuan Produksi Massal
Tujuan produksi massal adalah untuk memproduksi produk sebanyak mungkin
dengan efisiensi proses produksi. Produk yang dibuat dalam jumlah banyak ini dilakukan
dengan waktu yang relatif cepat dan biaya yang rendah
12. Keuntungan dan Kekurangan Produksi Massal
Berikut adalah uraian mengenai keuntungan dan kerugian dalam penerapan teknologi
massal.
c. Keuntungan.
Keuntungan dari produksi massal, diantaranya adalah:
5) Produksi massal adalah proses otomatis, yakni hanya dijalankan oleh mesin.
Pengerjaan produksi massal dilakukan oleh mesin-mesin yang modern, sehingga
lebih akurat, efisien, dan optimal. Hal ini dapat meminimalisasi tingkat risiko
kesalahan manusia dalam memproduksi barang.
6) Menekan biaya pengeluaran untuk pegawai.
Proses produksi massal biasanya menggunakan mesin-mesin yang canggih,
dengan demikian mengurangi kebutuhan akan pegawai.
7) Tingkat produksi menjadi meningkat.
Efisiensi waktu mendorong kecepatan produksi semakin tinggi, sehingga akan
memicu tingkat produksi yang lebih cepat pula. Apalagi didukung oleh mesin-
mesin produksi yang canggih
8) Banyak modal yang dapat ditingkatkan dengan mengurangi beban biaya pegawai.
Penggunaan peralatan yang efisien akan menghasilkan beban biaya pegawai yang
lebih sedikit sehingga banyak modal dapat ditingkatkan.
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 19
d. Kekurangan
Kekurangan dari produksi massal, diantaranya adalah :
5) Mesin untuk produksi massal biasanya berharga mahal.
6) Karena sifatnya yang berulang – ulang, maka pekerja akan kehilangan rasa
semangat.
7) Merupakan produksi yang dianggap kurang fleksibel.
8) Jika ada salah satu bagian yang rusak, maka divisi lain harus berhenti sampai
mesin tersebut diperbaiki lagi.
D. Perencanaan Produksi Massal
1. Pengertian Perencanaan Produksi Massal
Keuntungan yang besar dengan biaya yang minimal tentu sangat diinginkan dalam
setiap usaha. Produksi massal yang dipilih oleh suatu dunia usaha maupun dunia industri
selalu ditujukan untuk memperoleh keuntungan besar. Dunia usaha maupun dunia
industri mengharapkan banyak keuntungan dalam mengembangkan usahanya. Dunia
usaha maupun dunia industri harus memperhitungkan persiapan segala sesuatunya
dengan benar agar memperolehan keuntungan usaha. Oleh karena itu, perlu pertimbangan
secara matang dalam tahap proses produksi dari perencanaan hingga tahap akhir.
Perencanaan produk adalah proses menciptakan ide produk dan menindaklanjuti
sampai produk diperkenalkan ke pasar. Dalam merencanakan produksi massal, perusahan
harus memiliki strategi cadangan apabila produk gagal dalam pemasarannya. Kesuksesan
suatu dunia usaha maupun dunia industri tergantung dari cara mencukupi kebutuhan
pelanggan, kemudian menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan dengan
biaya yang rendah.
Tanpa rencana produksi yang baik, tujuan dunia usaha maupun dunia industri tidak
akan dapat dicapai dengan efektif dan efisien, sehingga faktor-faktor produksi tidak lagi
efisien. Perencanaan suatu produk, baik yang baru atau yang sudah ada, merupakan
bagian yang sangat besar dari semua kegiatan teknik (perencanaan produk,
pengembangan, penyempurnaan produk, pembuatan, serta pendistribusian produk).
Fungsi-fungsi tersebut saling mempengaruhi, sehingga suatu fungsi komponen
menentukan fungsi komponen lainnya.
2. Aspek – Aspek Dalam Perencanaan Produk
Dalam perencanaan produk memiliki 3 aspek perencanaan yaitu :
4) Aspek penentuan pemilihan produk apa yang dibuat. Dengan pertimbangan pasar
yang menarik dan dorongan teknologi.
5) Aspek jumlah produk. Artinya berapa jumlah produk yang seharusnya di produksi
6) Aspek kombinasi produk. Artinya berapa jenis produk yang diproduksi untuk
memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen.
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 20
3. Indikator – Indikator Untuk Menilai Kinerja Usaha Pengembangan Produk
Terdapat 5 indikator yang berhubungan dengan laba dan biasa digunakan untuk
menilai kinerja usaha pengembangan produk, yaitu:
6) Kualitas Produk
Seberapa baik produk yang dihasilkan dari upaya pengembangan dan dapat
memuaskan kebutuhan pelanggan. Kualitas produk pada akhirnya akan
mempengaruhi pangsa pasar dan menentukan harga yang ingin dibayar oleh
pelanggan.
7) Biaya Produk
Biaya untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya produksi setiap unit
disebut biaya manufaktur dari produk. Biaya produk menentukan berapa besar laba
yang dihasilkan oleh perusahaan pada volume penjualan dan harga penjualan tertentu.
8) Waktu Pengembangan Produk
Waktu pengembangan akan menentukan kemampuan perusahaan dalam
berkompetisi, menunjukkan daya tanggap perusahaan terhadap perubahan teknologi
dan pada akhirnya akan menentukan kecepatan perusahaan untuk menerima
pengembalian ekonomis dari usaha yang dilakukan tim pengembangan.
9) Biaya Pengembangan
Biaya pengembangan biasanya merupakan salah satu komponen yang penting dari
investasi yang dibutuhkan untuk mencapai profit.
10) Kapabilitas Pengembangan.
Kapabilitas pengembangan merupakan asset yang dapat digunakan oleh
perusahaan untuk mengembangkan produk dengan lebih efektif dan ekonomis dimasa
yang akan datang.
4. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam Perencanaan Produksi
3) Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang ada di dalam perusahaan itu sendiri. Faktor-
faktor internal tersebut diantaranya adalah:
d. Kapasitas mesin produksi
e. Produktivitas tenaga kerja
f. Kemampuan pengadaan dan penyediaan bahan baku produksi.
4) Faktor Eksternal
Faktor Eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar perusahaan, yang
berada di luar kekuasaan perusahaan untuk mengaturnya. Faktor-faktor eksternal
tersebut diantaranya adalah:
d. Kebijakan pemerintah.
e. Laju inflasi.
f. Bencana Alam
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 21
TUGAS
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
( LKPD )
Satuan Pendidikan : SMK N 1 Bonjol
Mata Diklat : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Kelas / Semester : XII / 1
Kompetensi Dasar : 3.10. Menganalisis perencanaan produksi massal
Judul kegiatan 4.10 Membuat perencanaan produksi Massal
Jenis Kegiatan : Memahami konsep produksi massal
Petunjuk : Mandiri
: 1. Jawablah pertanyaan berikut ini !
2. Kumpulkan hasil pekerjaanmu kepada guru untuk dinilai !
4. Sebuah perusahaan melakukan produk massal dengan alasan menghemat pengeluaran,dan
juga efesiensi waktu.Dengan adanya produksi massal pekerjaan yang tadinya dilakukan
tenaga kerja,kini dilakukan oleh mesin. Menurutmu apakah hal tersebut akan mengganggu
penyerapan tenaga kerja ?
Tulis pendapat mu !
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
5. Apa kegiatan dari produksi massal ?
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
6. Menurut anda apa yang menyebabkan terjadinya produksi massal ?
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
5. Berikan contoh produksi massal yang sesuai dengan jurusan mu !
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
Nama : ……………………… Bonjol,
Nilai : ……………………… Guru Mata Pelajaran
NELVIA,SE
NIP.197305142007012008
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 22
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
( LKPD )
Satuan Pendidikan : SMK N 1 Bonjol
Mata Diklat : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Kelas / Semester : XII / 1
Kompetensi Dasar : 3.10. Menganalisis perencanaan produksi massal
Jenis Kegiatan : Kelompok.
Tugas :
Buatlah sebuah laporan mengenai inovasi di bidang otomotif
4. Judul :
....................................................................................................................................................
5. Inovasi yang telah dilakukan
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
6. Gambar / foto produk sebelum dan setelah inovasi
Nama : Nilai : Bonjol,
1. Guru Mata Pelajaran
2. …………………… NELVIA,SE
NIP.197305142007012008
3.
4.
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 23
QUIZ
1.
2.
3.
4.
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 24
5.
6.
7.
8.
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 25
9.
10.
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 26
DAFTAR PUSTAKA
Dr. Suranto, ST,MM , Produk Kreatif dan Kewirausahaan kelas Teknik Otomotif kelas XII.
Alma, Buchari,2001, Kewirausahaan. Bandung : Alfabeta
Nelvia| Produk Kreatif dan Kewirausahaan | KD 3.10 | 27