The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Hukum Hooke dan elastisitas adalah dua istilah yang saling berkaitan. Untuk memahami arti kata elastisitas, banyak orang menganalogikan istilah tersebut dengan benda-benda yang terbuat dari karet, walaupun pada dasarnya tidak semua benda dengan bahan dasar karet bersifat elastis.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by awicules19, 2021-04-27 04:29:08

ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE

Hukum Hooke dan elastisitas adalah dua istilah yang saling berkaitan. Untuk memahami arti kata elastisitas, banyak orang menganalogikan istilah tersebut dengan benda-benda yang terbuat dari karet, walaupun pada dasarnya tidak semua benda dengan bahan dasar karet bersifat elastis.

Keywords: FISIKA

ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE

Disusun oleh :
Fera Tania

Pendidikan Fisika 4A

HUKUM HOOKE

1. PENGERTIAN HUKUM HOOKE

• Hukum Hooke dan elastisitas adalah dua istilah yang saling berkaitan. Untuk
memahami arti kata elastisitas, banyak orang menganalogikan istilah tersebut
dengan benda-benda yang terbuat dari karet, walaupun pada dasarnya tidak semua
benda dengan bahan dasar karet bersifat elastis.

Hukum Hooke adalah gagasan yang diperkenalkan oleh Robert Hooke yang
menyelidiki hubungan antar gaya yang bekerja pada sebuah pegas/benda elastis
lainnya supaya benda tersebut dapat kembali ke bentuk semua atau tidak melampaui

batas elastisitasnya.

• Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Hukum Hooke mengkaji jumlah gaya
maksimum yang dapat diberikan pada sebuah benda yang sifatnya elastis
(seringnya pegas) agar tidak melwati batas elastisnya dan menghilangkan sifat
elastis benda tersebut.

2. Bunyi Hukum Hooke
Hukum Hooke berbunyi bahwa besarnya gaya yang bekerja pada benda
sebanding dengan pertambahan panjang bendanya. Tentu hal ini berlaku
padan beda yang elastis (dapat merenggang).

F=k.x

Keterangan :
F = gaya yang bekerja pada pegas (N)
k = konstanta pegas (N/m)
x = pertambahan panjang pegas (m)

ELASTISITAS

Elastisitas adalah kemampuan yang dimiliki suatu
material untuk kembali ke bentuk dan ukuran
semulanya saat gaya eksternal atau gaya

deformasi yang diterapkan padanya dihilangkan.
Hal ini disebabkan karena kuatnya gaya tarik
antarmolekul pada material tersebut. Seluruh
gaya antarmolekul yang melawan terjadinya
deformasi ini disebut dengan gaya pemulih.

Susunan Pegas

• Konstanta pegas dapat berubah nilainya, apabila pegas-pegas tersebut disusun
menjadi sebuah rangkaian. Besar konstanta total rangkaian pegas bergantung
pada jenis rangkaian pegas, yaitu rangkaian pegas seri atau rangkaian pegas
paralel.

• Berdasarkan susunannya, pegas dapat dibedakan menjadi tiga yaitu, Susunan
pegas seri, susunan pegas paralel dan susunan pegas seri-paralel.

1. Susunan Pegas Seri

Prinsip susunan seri beberapa buah pegas adalah sebagai berikut:
1. Gaya tarik yang dialami tiap pegas sama besarnya, dan gaya tarik ini sama

dengan gaya tarik yang dialami pegas pengganti F1=F2=…..=F
2. Pertambahan panjang pegas pengganti seri Δx, sama dengan total

pertambahan panjang tiap-tiap pegas Δxs=Δx1+Δx2+…..
3. Kebalikan konstanta pegas pengganti seri (ks) sama dengan total dari kebalikan

tiap-tiap konstanta pegas

2. Susunan pegas paralel

Prinsip susunan paralel beberapa buah pegas adalah sebagai berikut:
1. Gaya tarik pada pegas pengganti F sama dengan total gaya tarik pada tiap pegas

F=F1+F2+….

2. Pertambahan panjang tiap pegas sama besarnya, dan pertambahan panjang ini
sama dengan pertambahan panjang pegas pengganti ΔX1=ΔX2=…..=ΔX
3. Tetapan pegas pengganti paralel (kp) sama dengan total dari tetapan tiap-tiap
pegas yang disusun paralel

3. Susunan Pegas Seri – Paralel

Apabila pegas disusun secara seri dan parallel maka berlaku:
1. Gaya pengganti susunan parallel sama besarnya dengan gaya susunan seri (F1 +

F2 = F3).
2. Perubahan panjang pegas (x = x1 + x3 ) atau (x = x2 + x3)
3. Konstanta pegas pengganti yaitu:

Contoh Soal Hukum Hooke dan

Elastisitas

• Sebuah potongan memiliki konstanta pegas sebesar 200 N/m dan panjang
pegasnya 50 cm, dipotong menjadi 2 bagian yang sama. Jika potongan pegas
tersebut ditarik dengan gaya 40 N, maka Perubahan panjang pegas yang terjadi
jika disusun secara paralel adalah

Diketahui : Penyelesaian :
x0 = 50 cm k = k1 + k2
k = 200 N/m k = 200 + 200
F = 40 N k = 400 N/m
Dipotong sama panjang F = k Δx
40 = 400 Δx
Δx = 0.1 m
Δx = 10cm
Jadi perubahan panjang pegas jika disusun secara paralel adalah 10
cm.

• DAFTAR PUSTAKA
• https://www.gurupendidikan.co.id/hukum-hooke/
• https://www.kelaspintar.id/blog/edutech/elastisitas-dan-hukum-hooke-apa-itu-

3298/
• https://eandroidfisika.wordpress.com/susunan-pegas/
• https://rumuspintar.com/elastisitas-hukum-hooke/
• file:///D:/semester%20emat/download%20(1).htm


Click to View FlipBook Version