The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ekadamay01, 2022-12-12 19:55:14

MODUL SENI RUPA GASAL

MODUL SENI RUPA GASAL

MODUL
SENI RUPA

EKA DAMAYANTI, S.PD

E-MODUL

SEMESTER GASAL

Untuk Kelas X SMK

SMK NEGERI 7
MALANG

2022/2023

DAFTAR ISI MODUL SENI RUPA

KONSEP KEINDAHAN 4
a. Peta Konsep 5
b. Unsur Keindahan 6
c. Prinsip Keindahan 8
d. Berkarya Nirmana 2 Dimensi melalui Canva
11
BERKARYA SENI RUPA 2 DIMENSI 12
a. Menggambar Bentuk/Model
b. Teknik Menggambar Bentuk/Model 20
21
APRESIASI KARYA SENI LUKIS 22
a. Pengertian dan Fungsi Apresiasi
b. Tahap Pengalaman penginderaan 26
c. Apresiasi Seni Teori Feldman 29
31
SEJARAH SENI RUPA INDONESIA 33
a. Periodeisasi Seni Lukis Modern Indonesia 34
b. Aliran dalam Seni Lukis 35

Soal Evaluasi
Kunci Jawaban
Glosarium
Daftar Rujukan

1

MODUL SENI RUPA

2

KEGIATAN BELAJAR I

UNSUR DAN PRINSIP
KEINDAHAN DALAM SENI RUPA

Apa itu unsur seni rupa?

Unsur seni rupa merupakan substansi /
elemen dasar yang membangun
sebuah karya seni rupa hingga
berwujud seperti: lukisan, motif,
gambar, dan sebagainya. Keberadaan
karya seni rupa dikarenakan adanya
tampilan unsur-unsur rupa yang secara
fisik dapat dilihat. Karya seni rupa
tebentuk dari berbagai unsur-unsur
dasar seni rupa. Unsur-unsur seni rupa
tersebut diantaranya berupa titi, garis,
bidang, bentuk, warna, tekstur, dan
gelap terang.

Lukisan Abstrak (doc: google.com)

Bagaimana penerapan unsur
dalam karya seni rupa?

Penerapan unsur-unsur seni rupa dapat
kalian lihat pada contoh gambar lukisan
abstrak dan motif batik.
Dalam kedua karya tersebut kalian dapat
menemukan unsur warna, garis, titik
tekstur, dan sebagainya. Tentu selain
mengaplikasikan unsur seni rupa, seorang
yang berkarya perlu memperhatikan
prinsip keindahan untuk dapat
menciptakan sebuah karya yang estetik.
Prinsip keindahan akan kita bahas pada
bagian selanjutnya.

Kebaya dan Batik (doc: google.com)

3

PETA KONSEP

UNSUR DAN UNSUR-UNSUR
PRINSIP SENI RUPA
KEINDAHAN SENI
RUPA PRINSIP
KEINDAHAN

BERKARYA
NIRMANA 2D
MELALUI CANVA

4

Unsur-Unsur Seni Rupa Warna : Menurut Kamus Besar

Berikut merupakan paparan dari unsur- 05. Bahasa Indonesia (2007), warna
unsur seni rupa yang sering
diaplikasikan pada karya seni . adalah kesan yang diperoleh
mata dari cahaya yang
dipantulkan oleh benda-benda yg
dikenainya.

01. Titik : unsur paling dasar dalam
seni rupa.

02. Garis : kumpulan dari titik-titik
yang bersambungan. Garis

memiliki beberapa jenis seperti:

garis lurus, garis lengkung, garis Warna (doc: google.com)

zig-zag, dan lain-lain.

06. Tekstur : Nilai rabaan pada suatu
permukaan, baik itu nyata

maupun semu. Tekstur adalah

karakter nilai raba yang dapat

dirasakan secara fisik dan secara

Garis (doc: pribadi) imajiner. (Sidik & Prayitno, 1979)

03. Bidang : Kumpulan garis yang
saling bertaut dan membentuk

bangun datar/ 2 dimensi

Tekstur (doc: google.com)

Bidang (doc: pribadi) 07. Gelap Terang : Gelap terang atau

04. Bangun ruang : Penyatuan bidang value yang paling terang adalah
datar menjadi sebuah bangun 3 putih dan nilai paling gelap adalah
hitam, dengan perbedaan di
dimensi (bentuk). antara keduanya ditetapkan
sebagai kontras. (Tysara, 2021)

Bangun Ruang/Bentuk (doc: google.com) Gelap Terang (doc: google.com)

5

Prinsip Keindahan Seni Rupa

Kesatuan (doc: google.com) 1. Kesatuan (unity)

Keterpaduan unsur-unsur seni rupa
menjadi suatu bentuk dan menghasilkan
ungkapan kebulatan dan gagasan.
Kesatuan terjadi karena adanya
pertautan bagian-bagian dalam sebuah
karya seni rupa yang ditandai dengan
jarak/interval.

2. Keselarasan (harmony)

Prinsip yang digunakan untuk
menyatukan unsur-unsur yang
terdapat dalam seni rupa dari
berbagai bentuk berbeda. Prinsip
yang saling menunjang unsur-unsur
seni rupa yang lain.

Keselarasan (doc: google.com)

3. Irama (rythm)

Perulangan unsur-unsur seni rupa
secara teratur dengan takaran
tertentu sehingga menimbulkan
kesan gerak.

Irama (doc: google.com)

6

4. PROPORSI

Ukuran perbandingan antara
bagian-bagian unsur/obyek pada
suatu karya, atau perbandingan
antara obyek karya dengan
bidangnya.

Proporsi (doc: google.com)

Keseimbangan (doc: google.com)

5. KESEIMBANGAN (BALANCE)

Kualitas bobot suatu karya atau

kesan berat-ringan dalam sebuah

karya. Ada dua macam

keseimbangan yaitu simetris dan

asimetris.

Penekanan/Dominasi (doc: google.com)

6. PENEKANAN (DOMINASI)

Unsur-unsur seni rupa yang jumlah atau
ukurannya lebih besar dan lebih banyak dari
unsur-unsur seni rupa yang lain dalam suatu
karya.

Pusat Perhatian/Emphasis (doc: google.com) 7. PUSAT PERHATIAN/EMPHASIS

Bagian yang pertama kali dipandang pada
sebuah karya (Centre of interest).

7

Prosedur Berkarya Nirmana Dua
Dimensi dengan Aplikasi Canva




Buka Canva STEP

Buka aplikasi Canva di HP 01
masing-masing.

STEP White board -
Blank
02
Pilih menu white board lalu
klik blank.



Elements STEP

Pilihlah Elements untuk 03
menambahkan bentuk:
persegi, segitiga, dan
lingkaran.

STEP Color

04 Untuk mengubah warna,
klik pada bentuk yang

diinginkan lalu pilih color.

Jarak/Interval

Untuk membuat STEP
jarak/interval, salin bidang
yang akan ditumpuk lalu 05
berikan warna putih (sesuai
warna alas). 8

LKPD

NAMA : .................................................
KELAS : .................................................

CONTOH KARYA NIRMANA INSTRUKSI
2 DIMENSI
BUATLAH KARYA NIRMANA 2
DIMENSI MELALUI APLIKASI
CANVA DENGAN KETENTUAN
BERIKUT:
A. TERDIRI DARI BIDANG
PERSEGI, SEGITIGA, LINGKARAN.
B. JUMLAH BIDANG DALAM
KARYA MAKSIMAL 10.
C. PENGGUNAAN VARIASI WARNA
HARUS 3 WARNA.
D. PERHATIKAN PRINSIP
KEINDAHAN: KESATUAN, IRAMA,
DAN EMPHASIAS.

9

KEGIATAN BELAJAR II

BERKARYA SENI RUPA DUA
DIMENSI

PETA KONSEP

Berkarya Seni Rupa
2 Dimensi

Menggambar Teknik LKPD
Bentuk/ Menggambar
Model
Bentuk/
Model

10

MENGGAMBAR
BENTUK/MODEL

PENGERTIAN

Gambar bentuk adalah gambar yang meniru objek

nyata yang alami maupun buatan (Sulastianto,

2006:20). Menggambar bentuk adalah suatu

kegiatan memindahkan obyek model yang dilihat

langsung ke atas bidang gambar dengan lebih

mengutamakan kemiripan terhadap model

tersebut (Mesra, 2009:8)

Gambar Model adalah gambar yang meniru objek

nyata yaitu makhluk hidup.

11

TEKNIK
MENGGAMBAR
BENTUK/MODEL

Teknik Pointilis

Menggambar bentuk dengan titik titik secara berulang.

Teknik Arsir

Teknik menggambar bentuk dengan arsiran spidol, Pensil, dan
Lainnya. Bertujuan agar model memiliki pencahayaan yang
serupa.

Teknik Blok

Blok adalah teknik menggambar yang dilakukan dengan
menutup objek gambar menggunakan satu warna. Alhasil,
kesan yang ditimbulkan hanyalah siluet dari objeknya saja,
bukan sebuah objek yang detail. Alat yang dibutuhkan pada
teknik ini ialah cat poster dan tinta bak.

12

TEKNIK
MENGGAMBAR
BENTUK/MODEL

Teknik Plakat

Plakat adalah teknik menggambar
bentuk atau teknik lukis yang
mengandalkan sapuan cat yang lebih
tebal. Teknik ini dilakukan dengan
menggunakan cat poster atau cat air.
Gambar yang dihasilkan akan terlihat
tebal, pekat, dan rapat.

Teknik Aquarel

IAquarel atau sapuan basah
adalah teknik menggambar
menggunakan campuran cat
poster, cat air atau tinta
sebagai alat gambar. Teknik
ini sengaja menggunakan
media yang basah agar hasil
gambarnya bisa transparan
dan catnya bisa cepat
menyebar.

13

TEKNIK
MENGGAMBAR
BENTUK/MODEL

Teknik Dussel

Teknik dussel atau gosok adalah teknik
menggambar dengan menggosok
media gambar hingga muncul efek
gelap terang. Biasanya, teknik ini
diterapkan saat menggambar wajah
manusia ataupun benda-benda lainnya.
Menggosok dapat dilakukan dengan
menggunakan tangan atau kapas. Alat
yang digunakan biasanya adalah
pensil.

Teknik Impasto

Impasto adalah teknik lukisan

di mana cat dilapiskan

dengan sangat tebal di atas

kanvas sehingga arah

goresan sangat mudah

terlihat. Cat yang digunakan

bisa pula tercampur di atas

kanvas.

14

LKPD

Nama : ..........................................
Kelas : ..........................................

Instruksi

1.Bawalah benda-benda atau tumbuhan yang ada di
sekitar rumah. Kemudian gambarlah objek tersebut ke
dalam buku gambar masing-masing dengan teknik
menggambar yang kalian kuasai.

2.Jelaskan teknik yang kalian gunakan pada lembar
berikut!

Teknik Menggambar yang Digunakan:

.............................................................................
.............................................................................
.............................................................................
.............................................................................
.............................................................................
.............................................................................
.............................................................................

15

KEGIATAN BELAJAR III APRESIASI SENI
LUKIS
PETA KONSEP

PETA KONSEP INI DITAMPILKAN UNTUK MEMPERMUDAH PROSES BERPIKIR PESERTA DIDIK
DALAM MEMAHAMI MATERI APPRESIASI SENI LUKIS

16

PENDAHULUAN APRESIASI SENI
LUKIS
1. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase E, peserta didik mampu bekerja mandiri atau berkelompok
dalam menghasilkan sebuah karya, mengapresiasi berdasarkan perasaan,
empati, dan penilaian pada karya seni rupa dua dimensi atau tiga dimensi.
Peserta didik mampu menguasai konsep ruang, proporsi dan gestur serta
memiliki kesadaran sosial yang makin berkembang. Penguasaan rasa
perbandingan (proporsi) serta gerak tubuh objek lebih meningkat sesuai
dengan kemampuannya pada masa naturalisme semu. Pada fase E,
peserta didik masuk dalam masa penentuan dimana peserta didik
tumbuh kesadaran tentang kemampuan diri. Pada akhir Fase E, peserta
didik mampu berkarya dan mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati,
dan penilaian pada karya seni rupa. Selain itu, peserta didik dapat
menyampaikan pesan lisan atau tertulis tentang karya seni rupa
menggunakan kosakata seni rupa atau bahasa rupa yang tepat sesuai
dengan kemampuannya.

CAPAIAN PEMBELAJARAN APRESIASI

Merefleksi: Peserta didik mampu menelaah karya seni lukis melalui tahap
apresiasi hingga menginterpretasi karya seni lukis dengan membuat
hubungan antara karya pribadi, orang lain, dan Tuhan YME sebagai
bagian dari proses berpikir tingkat tinggi dan bekerja artistik.

17

PENDAHULUAN APREASIASI SENI
LUKIS
2. KOMPETENSI AWAL

a. Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai jenis aliran seni
lukis.
b. Peserta didik mampu menjelaskan ciri khas dari setiap aliran seni
lukis.

3. PETUNJUK PENGGUNAAN

Peserta didik diharapkan tidak memaksakan diri untuk mempelajari
kegiatan belajar selanjutnya sebelum kegiatan belajar 1 (satu)
telah benar-benar dikuasa minimal 75%. Setiap kegiatan belajar
dilengkapi dengan latihan. Apabila peserta didik masih mengalami
kesulitan memahami materi, silahkan diskusikan dengan teman
atau bertanya kepada guru.

18

PENDAHULUAN APREASIASI SENI
LUKIS
4. PROFIL PELAJAR PANCASILA

Setelah menelaah seluruh materi diharapkan peserta didik dapat
mengasah kemampuan beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan
berakhlak mulia, mampu menyadari pentingnya hubungan antara
manusia dengan Tuhan. Kemudian peserta didik diharapkan dapat
bernalar kritis, mampu melihat segala sesuatu hal dari berbagai
perspektif dan terbuka terhadap pembuktian baru.

5. TUJUAN

Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran dengan
menerapkan model PBL dengan PAIKEM, pendekatan cooperative,
metode pembelajaran dengan game edukasi, diskusi dan
penugasan dalam pembelajaran apresiasi karya seni lukis,
diharapkan peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran
dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat,
menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik dalam
pembelajaran, serta peserta didik mampu menafsirkan karya seni
lukis melalui tahap apresiasi hingga menginterpretasi karya seni
lukis dengan membuat hubungan antara karya pribadi, orang lain,
dan Tuhan YME sebagai bagian dari proses berpikir tingkat tinggi
dan bekerja artistik.

19

APREASIASI SENIMATERI
LUKIS 20

APRESIASI SEMIMATERI
LUKIS 21

APRESIASI SENIMATERI
LUKIS 22

APRESIASI SENIMATERI
LUKIS 23

APRESIASI SENILKPD
LUKIS 24

KEGIATAN BELAJAR IV

SEJARAH SENI RUPA MODERN
DI INDONESIA

PETA KONSEP

Sejarah Seni Rupa Modern
di Indonesia

Periodeisasi seni Aliran-Aliran dalam LKPD
lukis modern di Seni Lukis

Indonesia

25

PERIODEISASI SENI LUKIS
MODERN DI INDONESIA

Seni Rupa Modern Indonesia

Istilah “modern” dalam seni rupa Indonesia
yaitu bentuk dan perwujudan seni yang
terjadi akibat dari pengaruh kaidah seni
Barat/Eropa. Dalam perkembangannya
sejalan dengan perjuangan bangsa Indonesia
untuk melepaskan diri dari penjajahan.

a. Masa Perintis

Dimulai dari prestasi Raden Saleh Syarif
Bustaman (1807–1880), seorang seniman
Indonesia yang belajar kesenian di eropa dan
sekembalinya di Indonesia ia menyebarkan hasil
pendidikannya. Kemudian Raden Saleh
dikukuhkan sebagai bapak perintis seni lukisan
modern.

b. Mooi Indie (1920–1938)

Ditandai dengan hadirnya sekelompok
pelukis barat yaitu Rudolf Bonnet, Walter
Spies, Arie Smite, R. Locatelli dan lain–lain.
Ada beberapa pelukis Indonesia yang
mengikuti kaidah/teknik ini antara lain:
Abdulah Sr, Pirngadi, Basuki Abdullah,
Wakidi dan Wahid Somantri.

26

PERIODEISASI SENI LUKIS
MODERN DI INDONESIA

c. Masa PERSAGI (1938–1942) d. Masa Pendudukan Jepang
(1942–1945)
PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar
Indonesia) didirikan tahun 1938 di Jakarta Pada jaman Jepang para seniman Indonesia
yang diketuai oleh Agus Jaya Suminta dan disediakan wadah pada balai kebudayaan
sekretarisnya S. Sujoyono, sedangkan Keimin Bunka Shidoso. Para seniman yang
anggotanya Ramli, Abdul Salam, Otto Jaya aktif ialah: Agus Jaya, Otto Jaya, Zaini,
S, Tutur, Emira Sunarsa (pelukis wanita Kusnadi dll. Kemudian pada tahun 1945
pertama Indonesia). PERSAGI bertujuan berdiri lembaga kesenian dibawah naungan
agar para seniman Indonesia dapat POETRA (Pusat tenaga Rakyat) oleh empat
menciptakan karya seni yang kreatif dan sekawan: Soekarno, Hatta, Ki Hajar
berkepribadan Indonesia. Dewantara dan KH. Mansur.

Masa Sesudah Kemerdekaan 27
(1945–1950)

Pada masa ini seniman banyak teroragisir
dalam kelompok–kelompok diantaranya:
Sanggar seni rupa masyarakat di
Yogyakarta oleh Affandi, Seniman
Indonesia Muda (SIM) di Madiun, oleh S.
Sujiono, Pusat Tenaga Pelukis Indonesia
(PTPI) Djajengasmoro, Himpunan Budaya
Surakarta (HBS) dll.

PERIODEISASI SENI LUKIS
MODERN DI INDONESIA

Masa Pendidikan Seni Rupa
Melalui Pendidikan Formal

Pada tahun 1950 di Yogyakarta berdiri ASRI
(Akademi Seni Rupa Indonesia) yang
sekarang namanya menjadi STSRI (Sekolah
Tinggi Seni Rupa Indonesia) yang
dipelopori oleh RJ. Katamsi, kemudian di
Bandung berdiri Perguruan Tinggi Guru
Gambar (sekarang menjadi Jurusan Seni
Rupa ITB) yang dipelopori oleh Prof. Syafe
Sumarja. Selanjutnya LPKJ (Lembaga
Pendidikan Kesenian Jakarta) disusul
dengan jurusan – jurusan di setiap IKIP
Negeri bahkan sekarag pada tingat SLTA.

Masa Seni Rupa Indonesia Saat ini
(Desain/Kontemporer)

Periode ini mampu memberi warna baru
terhadap kebutuhan manusia baik secara
fisik maupun psikis, Meningkatkan
popularitas para seniman, karena seni
modern selalu menyertakan nama
senimannya pada setiap karya yang
diciptakan.

28

Aliran dalam
Seni Lukis

Aliran seni lukis merupakan sebuah

gaya, genre, dan paham khas yang

diikuti oleh individu ataupun

kelompok tertentu untuk Naturalisme

menciptakan seni lukis. Aliran yang Aliran naturalisme merupakan
suatu aliran yang hendak
dimaksud disini yaitu bisa berupa menggambarkan lagi alam yang
serupa dan seakurat mungkin
ide atau gagasan pokok yang dengan referensi yang akan
dilukisnya.
dicetuskan oleh seseorang atau
Realisme
mengalir secara alami atau muncul
Realisme merupakan suatu aliran
sendiri sejalan dengan yang ingin menunjukkan suatu
peristiwa, model tertentu, atau
perkembangan seni lukis. suasana dengan keadaan sehari-
hari, tanpa adanya drama atau
Romantisme dipilih kondisi yang paling indah
saja.
Aliran romantisisme merupakan

sebuah aliran yang

menggambarkan suatu kenyataan

yang ada melalui berbagai cara

yang terkesan dramatis dan

mempunyai suasana seperti di

dalam mimpi.

29

LKPD

Nama: ............................................
Kelas: ............................................

1. Setelah membaca bahan ajar di atas, cobalah membuat peta
konsep perkembangan seni rupa modern di Indonesia!
2. Analisis dan sebutkan ciri-ciri/karakteristik setiap periode
perkembangan seni rupa modern di Indonesia!
3. Carilah masing-masing 3 gambar karya setiap periode
perkembangan seni rupa modern di Indonesia, dan tuliskan
nama pencipta serta judul karya di bawah gambar karya!

Jawab

1. ....................................................................
....................................................................
....................................................................

2. ....................................................................
....................................................................
....................................................................

3. ....................................................................
....................................................................
....................................................................

4. ....................................................................
....................................................................
....................................................................

30

SOAL EVALUASI

Pilihlah Jawaban yang Paling Tepat!

1.Cipta, rasa, karsa, dan karya yang terbentuk dari banyak unsur yang terbentuk dalam
masyarakat merupakan pengertian dari ....
a. Kebudayaan
b. Kecerdasan
c. Keindahan
d. Kemakmuran
e. Pendidikan

2.Isi dan makna suatu karya seni rupa sangat bergantung pada persepsi penikmat, hal
tersebut konsep seni ditinjau dari aspek….
a.Rasa
b.Nilai
c.Estetika
d.Isi
e.Fisik

3.Tingkat kemuraman dan kecerahan sebuah warna disebut….
a.Intensitas warna
b.Value
c.Hue
d.Kontras
e.Komplementer

4.Nilai raba suatu permukaan benda/karya disebut….
a. Kontras
b. Tekstur
c. Hue
d. Line
e. Bentuk

31

5.Seni rupa yang mengutamakan nilai fungsi pakainya selain dapat dinikmati pula nilai
keindahannya disebut ....
a. Seni murni
b. Seni hiburan
c. Seni ekspresi
d. Seni pertunjukan
e. Seni terapan

6.Sifat seni yang timbul karena kebesaran suatu karya sehingga dikenang sepanjang masa meski
sang pencipta telah tiada adalah ....
a. Individualitas
b. Bernilai ekspresi
c. Keabadian
d. Semesta
e. Murni

7.Teknik-teknik yang dipergunakan dalam melukis yaitu ...
a. Plakat, impasto, sablon
b. Plakat, impasto, pointilis, aquarell
c. Plakat, pilin, putar
d. Impasto, aquarell, cetak tinggi
e. Impasto, plakat, pinching

8.Unsur seni rupa yang paling dasar adalah ....
a. Titik
b. Garis
c. Bidang
d. Bentuk
e. Warna

9.Gambar berikut ini merupakan contoh prinsip ....
a. Emphasis
b. Keseimbangan
c. Irama
d. Proporsi
e. Kesatuan

32

10.Seniman Indonesia yang memulai masa perintisan dalam berkembangnya seni lukis di
Indonesia adalah ….
A.Raden Saleh
B.Affandi
C.Basoeki Abdullah
D.A.A.J Payen
E.Sudjojono

KUNCI JAWABAN

1. A
2. E
3. D
4. B
5. E
6. C
7. B
8. A
9. C
10. A

33

GLOSARIUM

Apresiasi: suatu kegiatan menghayati, menghargai, dan menilai
karya seni.
Sensasi: apa yang dirasakan oleh pancaindra setelah melihat suatu
karya seni.
Emosi: apa yang dirasakan oleh hati setelah merasakan sensasi
yang menggetarkan/meyakinkan.
Impresi: kesan yang ada dipikiran setelah terwujudnya emosi di
dalam hati apresiator. Karya seni yang berimpresi akan
menimbulkan kesan baik di ingatan apresiator.
Interpretasi: kesan untuk memberikan pandangan objektif atau
penafsiran.
Apresiasi: kesan menghargai suatu karya seni. Berupa perasaan
kagum dan emosional dalam menafsirkan betapa dalamnya suatu
karya seni.
Evaluasi: penilaian dengan pemberian masukan yang dapat
berguna bagi seniman selanjutnya.

Rujukan

Sobandi, B. (2007). Model Pembelajaran Kritik dan Apresiasi Seni
Rupa. Solo: Maulana Offset.

"Apresiasi Seni Adalah: Tujuan, Manfaat, dan Contohnya"
selengkapnya https://www.detik.com/jabar/berita/d-
6231996/apresiasi-seni-adalah-tujuan-manfaat-dan-contohnya.

34

DAFTAR RUJUKAN

35

PENDIDIKAN SENI UNTUK
MENGHALUSKAN AKAL BUDI

KI HADJAR DEWANTRA


Click to View FlipBook Version