KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa. Dengan rahmat, karunia,
serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat
menyelesaikan cerpen yang berjudul “FRIENDS”
dengan baik dan lancar, meskipun banyak
kekurangan didalamnya.
Saya ucapkan banyak terima kasih kepada
diriku sendiri karena sudah semangat untuk
membuat cerpen ini. Saya ucapkan terima kasih
juga kepada teman teman saya yang sudah
memberikan dukungan.
Saya juga berterima kasih kepada kedua
orang tua saya yang telah memberikan semangat
kepada saya agar terus berjuang. Dan saya juga
ucapkan terima kasih kepada Bu Poppy karena
sudah mengajar dan mendidik saya dengan baik.
ii
DAFTAR ISI
Kata pengantar............................ ii
Motto .......................................... iv
Bab I ........................................... 1
Bab II .......................................... 4
Bab III ......................................... 9
Bab IV....................................... 14
Bab V ....................................... 18
Bab VI....................................... 25
Bab VII...................................... 31
Bab VIII..................................... 36
Biografi diri ............................... 45
iii
MOTTO
“ Jika semuanya berjalan sesuai
keinginanmu, itu bukan takdir, itu kerja
keras. Teruslah berusaha”
- Tay Tawan Vihokratana
iv
BAB I
BRIGHT SUMETTIKUL
SRIPHOTONG
Bright Sumettikul Sriphothong biasa di
panggil Bri bisa juga di panggil Bai, sahabat dan
orang tua gw biasanya sering manggil gw dengan
sebutan Bai, kata mereka itu nama kesayangan buat
gw. Orang tua gw bernama Podd Sriphothong dan
Key Sumettikul Sriphothong. Daddy gw merupakan
CEO terkenal, jadi siapa si yang gak kenal gw, mau
di dalam sekolah ataupun di luar sekolah hampir
semuanya kenal gw. Gw juga memiliki om dari
Daddy gw bernama Mile Sriphothong dan tante yang
bernama Natta Sriphothong. Oh iya, gw juga
memiliki om dari Mommy gw bernama Bible
Sumettikul dan tante yang bernama Biu Sumettikul.
Om gw juga merupakan CEO terkenal loh, ya jadi
bisa kalian bayangkan betapa terkenalnya gw.
Saat ini gw duduk di kelas 12 Triam Udom
Suksa School, di sekolah tersebut gw mempunyai 3
sahabat, yaitu Metawin Opas biasa di panggil
dengan sebutan Win bisa juga di panggil Meta, Dew
Sutivanichsak biasa di panggil dengan sebutan
Dew, dan yang terakhir Nani Changkham biasa
dipanggil Nani. Kami berempat sudah bersahabat
sejak kecil. Saat suka duka, tangis tawa selalu kami
hadapi bersama.
Kami juga selalu satu sekolah mulai dari SD
sampai sekarang, alasan orang tua kami selalu
bareng menyekolahkan kita agar kalau anaknya
pulang telat tidak khawatir, karena bisa
menghubungi salah satu dari kami.
1
Dari awal SMP sampai sekarang kami tidak
pernah menemukan teman baru, teman-teman kami
pada menjauhi kami. Mereka tidak mau berteman
karena kami susah di atur dan selalu menggangu
orang, padahal kami mengganggu orang karena
orang itu melakukan bullying kepada siswa siswi
lain. Ya, jadi kami mengganggu dan menasihati
orang tersebut. Nah, dari situ lah teman-teman yang
lain menjauhi kami.
Btw, kami berempat juga sering mengikuti
casting film, bila ada satu orang dari kami tidak lolos,
yang lain juga ikut mengundurkan diri. Bukan hanya
film saja kami berempat juga mengikuti casting iklan.
Jika kami berempat lolos casting, itu merupakan hal
yang paling bahagia.
Selain kami yang bersahabat, kedua orang
tua kami juga bersahabatan. Terkandang keluarga
Win mengadakan makan malam bersama. Keluarga
gw juga terkadang mengajak untuk liburan bareng.
Nah, keluarga sahabat gw juga mengajak liburan
atau makan bareng, ya bisa di bilang jadwalnya itu
gantian.
Kami dan keluarga kami mempunyai jadwal
masing-masing, ya tidak heran kalau setiap minggu
atau bulan kami jalan jalan. Kami dan kedua orang
tua kami bersahabat dengan baik.
2
.
3
BAB II
UJIAN
4
Tidak kerasa sebentar lagi kami akan
melaksanakan ujian. Dan setelah hari itu usai kami
akan berpisah, karena kami berempat akan
menjalankan Pendidikan di negara lain. Universitas
yang kita pilih juga berbeda, jadi mungkin bakal lama
untuk bertemu kembali.
Setelah beberapa hari kami belajar bareng,
akhirnya hari yang tidak mengenakan bagi seluruh
siswa siswi tiba. Hari ini adalah hari dimana seluruh
siswa siswi akan melaksanakan ujian untuk
menyatakan mereka lulus atau tidak.
“Tidak kerasa ya sudah tiba aja hari ini” ucap Dew.
“Iya benar sekali, sebentar lagi kita akan berjauhan”
ucap Win sedih.
“Sedih ihh, kayaknya kita baru kemarin masih kecil
deh, eh sudah mau lulus saja. Waktu cepet bangat
ya” ucap Nani.
“Ayo gais kita bikin perjanjian, kita nulis di salah satu
buku mata pelajaran yang kita suka” ucap Dew.
“Ayoo kuyy, nanti bukunya kita simpen deh, jangan
di buang. Kita bikin dokumentasi juga nanti kita
tempel di buku itu” ucap Nani.
“Dihh alay bangat dah lu pada, kan sekarang zaman
sudah canggih. Ada sosial media, kita bisa chatan
dan kita juga bisa video call kapan pun yang kita
mau” ucap Bright.
5
“Ya elah Bright, biar kaya di drama cuyy, gimana
sihh lu” jawab Nani.
“Ih lu mah, gak bisa di ajak kompromi kesel bangat.
Kalau misalnya fotonya ke hapus gimna? Terus
kalau hp-nya rusak juga gimna?” sambung Win.
“Ya udah ayoo, habis itu kita ke kelas soalnya dikit
lagi mau mulai ujiannya” ucap Bright.
Setelah kami membuat perjanjian dan
dokumentasi, kami berempat masuk ke ruang ujuan
masing masing. Aku dan Dew satu ruangan diruang
4, Nani dan Win diruang 5. Dan setelah kami selesai
melaksanakan ujian, kami kumpul di taman
belakang.
Ujian pun telah berakhir, aku dan Dew keluar
dari ruang ujian begitu juga dengan Nani dan Win.
Setelah iku kami kumpul di taman belakang.
Sebelum kami pergi ke taman belakang, kami
berempat membeli sedikit cemilan dulu.
“Gimana gaiss ujiannya? Susah apa gampang nih?”
tanya Win.
“Awalnya doang gampang pas akhir mah susah,
mumet bangat gw sampe” jawab Bright dan di
angguki oleh yang lain.
“Iya bener bangat asli, tapi untungnya gw bisa jawab
semuanya, soal bener atau engganya mah urusan
terakhir” sambung Nani dan diangguki oleh yang
lain.
6
“Gais pas selesai kelulusan kita liburan lah, tapi ke
luar negeri biar asik wkwk” ucap Dew.
“Boleh juga tuh, tapi pas selesai ujian kita juga harus
liburan lah, menghilangkan lelah” sambung Nani.
“Nah iya bener bangat, ide bagus itu. Ya udah kita
lanjut nanti dah pas di rumah Win, sekarang udah
bel kita masuk ke ruang ujian dulu” jawab Bright.
Waktu pun berjalan dengan cepat, tidak
kerasa hari ini adalah hari terakhir anak kelas 12
melaksanakan ujian. Sebelum memasuki ruang
ujian kami kumpul dulu di taman belakang, setelah
itu kami memasuki ruang ujian masing masing.
“Semangat gaiss hari terakhir, setelah ini kita
refreshing” ucap aku.
7
“Semangat semangat semoga aja di hari terakhir
lancar ujiannya” lanjut Dew.
“amin..” jawab Win dan lainnya. Dan setelah itu
kami masuk ke ruang ujian masing masing.
8
BAB III
LIBURAN
9
Ujian pun telah berakhir, seperti yang di
omongkan dari awal ujian kami akan liburan. Liburan
kali ini bukan hanya kita saja, tetapi orang tua kami
juga ikut liburan. Kami liburan ke Chiang Mai selama
3 hari 2 malam. Di Chiang Mai kami menginap di
rumah om Bible, rumah om Bible sangat besar dan
luas, jadi kita semua bakal ketampung di sana.
Kami setelah selesai ujian langsung pulang
dan membereskan barang bawaan. Kami pergi ke
sana hanya menggunakan 2 mobil saja. Sampai di
sana kami makan malam, lalu pergi ke kamar.
Kamar yang kami berempat tempati terdiri dari 2
kasur springbed atas bawah.
“Haduhh cape juga ya, padahal tadi yang menyetir
mobil om Podd” ucap Win.
“Perjalanan jauh bro jadi wajar lah ya kalau cape,
kebanyak duduk di mobil hehehe” jawab Dew.
“Oh iya btw, setelah kelulusan kita pergi ke mana
nih?” tanya Bright.
“Gw sih pengennya ke Jepang, asli dah gw pengen
bangat ih” ucap Win.
“Ihh gw juga pengen bangat itu” sambung Dew.
“Duhh wibu, semangat bangat dah. Ya udah kita gas
ke Jepang” ucap Nani dan semuanya mengangguk
kegirangan.
“Udah ah kita lanjut besok sekarang gw ngantuk
bangat” ucap Bright.
10
Pukul 02.30 malam gw terbangun karena
lapar. Saat gw hendak menuruni kasur ternyata
ketiga sahabat ku juga terbangun gara gara lapar,
akhirnya kami berempat membuat mie sambil
menonton film.
“Woy Win, Dew lu sini bantuin gw bikin mie. Nah
Nani lu nyari film Netflix yang seru terus jangan gede
gede volumenya, nanti orang tua kita pada bangun
lagi. Terus takut om Bible sama tante Biu keganggu”
ucap Bright.
“Santai bro gak bakal gw kencengin kok volumenya,
gw juga tau kali Bright” jawab Nani.
“Ya kan cuman ngasih tau cuyy, udah ah mau bikin
mie dulu” ucap Bright.
Setelah mie itu jadi, kami memakannya
sambil menonton film. Film yang kami tonton adalah
film horror. Selesai makan, kami berempat masih
melanjutkan menonton film.
11
“Bro gila kenyang bangat gw sumpah, udah kenyang
malah ngantuk” ucap Nani.
“Itu mah sudah biasa sih, udah kenyang malah
ngantuk hahaha” sambung Dew.
“Dew tawa lu ihh, nanti orang tua kita bangun
gimna? Berisik bangat jadi orang” ucap aku.
“Iya iya Bright, maaf deh” ucap Dew.
“Bright suara kamu juga berisik loh, dari tadi grasak
grusuk” ucap Podd yang merupakan Daddy Bright.
“Ya ampun om ngagetin aja si” ucap Win.
“Lah Daddy dari kapan di situnya?” tanya Bright.
“Gak tau Daddy juga, Daddy kebelet buang air
makanya kebangun, tenang bukan salah kalian kok,
emang om nya aja yang kebelet pas kalian berisik,
udah gih tidur lagi kalian, besok kita mau keliling
Chiang Mai” ucap Podd dan semuanya ngangguk.
Pagi harinya, kami siap-siap dan sarapan.
Setelah selesai sarapan kami dan orang tua kami
beserta om dan tante gw berkeliling Chiang Mai
mencari tempat wisata yang seru. Seharian penuh
kami berkeliling Chiang Mai dan besok paginya kami
beres beres dan kembali ke Bangkok. Saat kembali
ke Bangkok, om dan tanteku ikut, mereka ingin
melihatku di hari kelulusan.
Sebelum kami kembali, kami menjemput om
Mile dan tante Natta dulu di Phuket. Mereka juga
12
ingin melihatku di hari kelulusan. Anak dari om Mile
yang bernama Rain Sriphothong juga ikut
menghadiri kelulusanku.
13
BAB IV
KELULUSAN
14
Hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu
oleh seluruh siswa siswi tiba. Seluruh siswa siswi
kumpul di halapangan bersaman orang tuanya.
Mereka duduk di bangku yang sudah di siapkan
sambil menunggu kepala sekolah datang. Setelah
menunggu sekitar 5 menit kepala sekolah datang
bersama wakil kepala sekolah.
“Selamat pagi anak anak, apa kabar?” ucap kepala
sekolah
“Pagi pak, kabar baik kok pak” jawab seluruh siswa
siswi.
“Oke baik anak anak, sudah siap semuanya?” tanya
kepala sekolah.
“Siap pak” jawab seluruh siswa siswi.
“Baik semuanya kalau sudah siap, wali kelas kalian
akan membagikan amplop yang berisi kertas
dengan menyatakan kalian lulus atau tidak” ucap
kepala sekolah.
Seluruh wali kelas 12 membagikan amplop
kepada semua siswa siswi.
“Jangan di buka dulu ya anak anak, nunggu instruksi
dari bapak” ucap kepala sekolah.
“Sebelum kalian membuka amplop tersebut, kita
akan mempersembahkan pertunjukan terlebih
dahulu” ucap wakil kepala sekolah.
15
Pertunjukan yang ada di sekolahan kami
adalah membaca puisi perpisahan dari kelas 10 dan
11, dan pertujukan nari dari kelas 11. Selesai
mempersembahkan pertunjukan, kepala sekolah
menyampaikan pesan-pesan kepada anak didikya.
Setelah selesai mempersembahkan pertunjukan
dan menyampaikan pesan, kepala sekolah akan
memberi tahu siapa yang menjadi juara tahun ini.
“Baik anak anak sebelum kalian membuka amplop,
kepala sekolah akan menyampaikan siapa yang
akan menjadi juara kelas tahun ini” ucap wakil
kepala sekolah.
“Perhatian semuanya, jangan dibuka dulu ya
amplopnya. Untuk juara kelas tahun ini, di dapatkan
oleh Bright Sumettikul Sriphothong silahkan maju ke
depan beserta orang tuanya” ucap kepala sekolah.
Semua orang yang ada di sana bertepuk
tangan lalu para siswa siswi membuka amplop yang
tadi di berikan.
“Congrats gaiss, akhirnya perjuangan kita gak sia
sia ya” ucap Bright dan semuanya mengangguk.
“Congrat juga Bri, lu udah jadi juara kelas tahun ini”
ucap ketiga sahabatnya.
“Selamat ya anak Daddy dan Mommy kamu menjadi
juara kelas tahun ini, kita bangga padamu nak” ucap
Podd dan Key selaku orang tua Bright.
16
“Congrats kalian semua, Bri tante sama om bangga
sama kamu. Selamat ya sayang” ucap Mile dan
Natta sambil memeluk Bright.
“Congrat ya bro” ucap Rain.
“Congrats ya kalian, kalau udah kuliah di negara lain
harus sopan ya, buang kebiasaan jelek kalian” ucap
Bible dan Biu.
“Syappp” ucap kami berempat.
“Makasih ya semuanya, sayang kalian banyak
banyak. Thank you Mom Dad karena udah mau
merawat Bai, sayang kalian berdua” ucap Bright.
17
BAB V
PANTAI
18
Setelah hari kelulusan, rencana kami untuk
ke Jepang di tunda dulu. Alasan kami menundanya
karena kami menunggu ijazah kami dulu. Sebelum
tante dan om gw kembali ke kota mereka masing
masing, orang tua gw mengajak mereka dan orang
tua sahabat gw untuk ke pantai Hua Hin.
Kami di Hua Hin menginap selama 5 hari. Di
Hua Hin kami menjelajahi air terjun, berfoto, bermain
di pantai dan menaiki kapal. Di sana kami juga
menulis surat dan di masukan ke dalam botol, lalu
kami lempar.
19
Kami sangat menikmati perjalanan kali ini.
Malam harinya orang tua gw mengadakan pesta
sebagai hari kelulusan gw.
“Asikkk makan makan nih kita” ucap Win.
“Yeah makanan mulu lu yang di pikirin” ucap Dew.
“Lu jangan harap bisa makan doang deh Win,
sebentar lagi pasti mommy gw nyuruh kita buat
bakar jagung” ucap Bright dan setelah itu
omongannya benar.
“Dew, Nani bantuin om Podd bawa makanan sama
minuman di dapur, nah untuk Bai dan Win bantuin
aku bakar ikan, jagung, sosis dan lain lain” ucap Key
mama Bright.
“Ya ampun mom, go food aja si” ucap Bright.
“No no, cepet bantuin mommy, mommy tinggal dulu
sebentar ya” ucap Key dan Bright hanya
mengangguk.
“Omongan lu bener juga ye” ucap Win.
“Nah kan apa kata gw, kalau nginep di tempat lain
kita pasti di suruh masak” ucap Bright.
“Mommy lu ikut ke Jepang?” tanya Win.
“Niatnya mau gw ajak tapi ribet kayaknya, akhirnya
gak jadi” jawab Bright.
“Aduhhh bener bener ya nih anak muda” ucap Natta
secara tiba tiba.
20
“Eh tante Natta ngagetin aja, pliss ya tan jangan
bilang mommy” mohon Bright.
“Aman…, tante tinggal dulu ya sayang” ucap Natta
dan kami berdua mengangguk.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya
makanannya jadi, lalu kami semua makan. Saat lagi
asik makan tiba-tiba anak tante Biu yang bernama
Phayu Sumettikul datang.
“Hallo semuanya, apa kabar?” ucap Phayu tiba tiba.
“Hallo anak mama akirnya tiba juga” ucap Biu.
“Aaaaaaa Phayu apa kabar kamu? Akhirnya kamu
ke sini juga, kok gak bilang-bilang. Aku kangen
bangat sama kamu” ucap Bright sambil
memeluknya.
“Ya ampun Bai, sengaja aku gak bilang biar kejutan.
Kabar aku baik, bai sendiri gimna?” ucap Phayu.
“Parah bangat ih, kabar aku baik kok Phi. Phi gak
kangen sama aku?” tanya Bright.
21
“Phi kangen kok, nah karena kangen Phi ke sini. Oh
iyaa, kamu juara kelas ya? Selamat ya Bai nih
hadiah buat kamu” ucap Phayu sambil mengasih
paper bag.
“Makasihhh Phi, ayo makan dulu Phi” ajak Bright.
“Kayaknya Bai lebih deket sm dia ya tan daripada
sama Macau?” tanya Win bisik-bisik.
“Bener bangat, tante sengaja tau gak bilang kalau
Phayu mau ke sini, kalau bilang yang ada dia kaya
orang gila nanti” ucap Key.
“Emang dia habis dari mana dah tan? Sering bangat
ke rumah tante Biu tapi gak pernah liat” ucap Dew.
“Dia kuliah di Eropa, nah sekarang lagi libur
makanya dia ke Thailand” jawab Podd.
22
“Oalah pantesan Bai pengen bangat kuliah di Eropa
karena ada P’Phayu” ucap Win dan Key
mengangguk.
“Pas waktu Phayu berangkat ke Eropa nih, Bai tuh
nangis kejer tau sampe gak makan dia terus dia juga
gak mau melakukan aktivitas lain. Phayu sama Bai
itu udah kaya perangko nempel terus” ucap Biu tiba-
tiba.
“Oh aku inget, waktu itu Bai gak mau sekolah gara-
gara nangisin Phayu?” ucap Win dan Biu
mengangguk.
Saking asiknya mereka bercerita tentang
kedekatan Bright dan Phayu, sampai tidak sadar
kalau ke duanya sudah berdiri disitu dari tadi.
“Ihh ngomongin Bai mulu, heran aku mah” ucap
Bright.
“Dih males bangat ngomongin kamu” ucap Biu lalu
meninggalkannya.
“Ajak Rain sama temen kamu ngobrol juga” ucap
Key lalu minggalkannya juga.
“Rain tadi udah aku ajak, sebagai tukang foto hehe”
ucap Bright dan semuanya tertawa.
“Bai kamu tuh ya ampun” ucap Podd.
“Parah bangat masa anak tante jadi tukang foto
doang” ucap Natta.
23
“Gak gitu tan ya ampun” ucap Bright panik dan Natta
hanya tertawa.
“Tante kamu hanya bercanda Bai, mukanya panik
bangat si haha” ucap Mile.
“Udah ah Bai ngambek” ucap Bright meninggalkan
semuanya.
24
BAB VI
JEPANG
25
Setelah pulang dari Hua Hin, sekolah kami
mengumumkan untuk mengambil ijazah. Selesai
mengambil ijazah kami memesan tiket pesawat
untuk ke Jepang. Di sana kita hanya seminggu saja,
selain kami berempat, Rain dan Phayu juga ikut.
Kami menginap di Tokyo Skytree, Jepang. Kami
memesan 3 kamar, Dew dan Nani, Bright dan Win,
Rain dan Phayu.
“Aaaaaaaaa akhirnya sampe Jepang, bahagia
bangat gw sumpah” ucap Dew.
“Wibu bacot bangat kata gw mah” ucap Win.
“Yeah biar Win dia lagi bahagia, kamu jangan sirik
deh” ucap Nani.
“Makasih udah dukung aku Nan” ucap Dew.
“P’Phayu aku laper bangat ihh” ucap Bright.
“Laper tinggal makan Bai, kenapa harus minta sama
Phayu” ucap Rain.
“Makasih P’Rain udah speak up” ucap Dew.
“Dih emang kenapa si Rain, berisik bangat deh. Lu
juga Dew ikut-ikut” jawab Bright ketus.
“Go food aja ya, kalau Phi yang masak, makanan
Thailand yang di masak, kan kita ke sini mau
nyobain makan Jepang” ucap Phayu sambil
mengusap kepala Bright.
26
“Phi ya ampun, Bai tau, maksudnya itu mau minta
traktir hehe. Tapi besok masakin Bai ya Phi, kangen
bangat sama masakan Phi” ucap Bright.
“To the point dong Bai” ucap Rain.
“Iyaa, besok Phi masakin” ucap Phayu.
“Udahh Win pesenin makanannya, tinggal nunggu
dateng aja” ucap Win tiba-tiba.
“Aaaa sayang bangat dah sama Meta, makasihh
Meta” ucap Bright.
“Kalau kita yang baik aja gak sampe selebai itu”
ucap Dew.
“Sirikk bangat lu” jawab Win.
Setelah menunngu beberapa saat akhirnya
makanannya tiba, lalu kami memakannya. Selesai
makan kami keluar sebentar untuk mencari udara.
Karena vibes-nya bagus, gw dan ketiga sahabat gw
berfoto.
“Bagus nih vibes-nya, pakaian kita juga lagi bagus
hehe. Ayoo foto” ajak Dew.
“Pakaian gw mah tiap hari bagus yeahh” ucap Bright.
“Komen mulu ih nih anak, berisik tau” ucap Win.
“Udah sana foto, sini Phi fotoin” ucap Phayu.
“Yang bener fotonya. 1… 2… 3…” ucap Rain
memberi aba-aba.
27
“Nahh bangus nih, bisa di jadiin album kenang-
kenangan” ucap Phayu.
“Aku ganteng bangat ya Phi hehe” ucap Bright.
“Kamu mah selalu ganteng” jawab Phayu pasrah.
“Males ah, kaya terpaksa bangat jawabnya” ucap
Bright.
“Itu nyadar Bai” celetus Nani.
“Stttt, gak gitu Bai ya ampun” ucap Phayu dan Bright
mengabaikannya.
28
“Udahh ah ayoo ke hotel P’Rain, Bai ngantuk bangat
nih” ajak Bright.
“Lah tumben akur” ucap Dew kaget.
“Lagi marah dia sama aku makanya akur sama Rain”
jawab Phayu dan ketiga sahabat Bright
mengangguk.
Sepanjang jalan menuju hotel, Bright masih
mendiami Phayu. Dia tidak menoleh ataupun
mengangguk apabila Phayu memanggilnya.
“Bai udah gede juga, jangan baperan” ucap Nani.
“Baru kali ini loh liat Bai baper” sambung Dew.
“Sttt jangan begitu, nanti dia tambah baper aku yang
repot. Bai kalau kamu masih ngambek gak Phi
masakin besok” ucap Phayu.
“Ada P’Rain ini gampang” ucap Bright lalu masuk ke
dalam kamar.
“Hadehh capekk ngadapin Bai kalau udah ngambek”
ucap Rain.
“Udah lah besok juga ceria lagi dia, sekarang kalian
tidur besok kita ke Tokyo DisneyLand” ucap Phayu.
Besok paginya Phayu sudah menyiapkan
makanan di atas meja makan. Kami pun
memakannya lalu pergi mandi dan bersiap-siap.
Selesai bersiap-siap kami menuju ke Tokyo
DisneyLand.
29
Selain ke Tokyo DisneyLand kami juga
berkunjung ke tempat wisata lainnya. Selama
seminggu kami memanfaatkan waktu untuk
berkunjuk ke tempat wisata lain. Selain mengunjungi
tempat wisata kami juga mencobai makanan yang
ada di Jepang.
30
BAB VII
PERPISAHAN
31
Setelah pulang dari Jepang, kami hanya
istirahat beberapa hari saja karena kita ingin
bersiap-siap untuk kuliah ke negara lain. Gw kuliah
di Eropa bareng Phayu, Win dan Nani tetep kuliah di
Thailand cuman beda universitas, dan Dew kuliah di
Jepang.
Sebelum berpisah kami kumpul dan
mengadakan pesta terlebih dahulu. Bukan hanya
kami berempat saja, tetapi Phayu, Rain, om, tante
dan juga orang tua kami ikut ngumpul.
“Bai nanti kalau di Eropa jangan ngerepotin Phayu
ya sayang, kasian nanti Phayu kalau di repotin mulu”
ucap Key.
“Ihh mba biarin aja si gapapa, Phayu juga gak bakal
merasa di repotin kok” ucap Biu.
“Iyaa tan, Phayu juga gapapa kok, sudah biasa
hehe” ucap Phayu.
“Nah makanya itu Phayu, jangan di biasain, kapan
mau dia hidup mandiri?” ucap Podd.
“Dihh apaan sih Dad, Bai tuh udah mandiri” ucap
Bright kesal.
“Mandiriin apaan lu, kadang-kadang aja masih
nyusahin Win kalau gak ada P’Phayu” ucap Nani.
“Berisik lu ikut-ikut aja” ucap Bright ketus.
“Tapi Win gak ngerasa di bebani kok” ucap Win dan
Bright secara tiba-tiba memeluknya.
32
“Gaiss nih makanannya sudah jadi, ayo makan”
ucap Dew.
Mereka semua pun akhirnya makan dan
bercerita banyak hal. Hari ini adalah hari terakhir
mereka kumpul bersama, sebenarnya mereka dapat
kumpul bersama lagi, tapi mungkin dalam jangka
waktu yang lama.
“Bai di sana gak boleh nakal ya, Phayu kalau Bai
nakal omelin aja ya” ucap Key.
“Iya Mom, Tan” ucap Bright dan Phayu bersamaan.
Pukul 06.00, gw dan keluarga gw beserta
sahabat gw kumpul di bandara, karena hari ini gw
akan berpisah. Selain gw dan P’Phayu yang akan
berpisah, Dew juga akan berpisah. Gw dan Dew
memilih jam penerbangan yang cuman beda 5 menit
saja.
“Inget pesan mama ya sayang, jaga diri kamu gak
boleh nakal gak boleh nyusahin Phayu juga, kalau
duit kurang minta daddy ya jangan sama P’Phayu”
ucap Key.
“Ya ampun mom, iyaa tenang aja” ucap Bright.
“Dew kamu juga jaga diri ya di sana, apalagi kamu
kuliah di negara orang, sendiri lagi gak ada
temannya. Lagian kenapa misah si sayang, kurang
puas ya liburannya kemarin?” ucap Key Panjang
lebar.
33
“Refleks pindah KK” ucap Bright.
“Sirik aja bang” ucap Nani dan Bright menatap tajam.
“Liburan kemarin puas kok tan, emang Dew aja yang
pengen kuliah di sana, dari dulu Dew pengen bangat
tan. Nah, mumpung dapet kesempatan harus di
manfatkan dengan baik. Soal teman gampang tan,
Dew cowok pasti cepet dapet teman” ucap Dew.
“Okay deh, hati hati ya kalian, untuk Nani dan Win
harus sering datang ya kerumah tante” ucap Key
dan semua mengangguk.
“Aku akan merindukan kalian” ucap Win dan mereka
berempat berpelukan.
“Phayu jagain Bai yang benar ya” ucap Biu.
“Iyaa mah” ucap Phayu.
“Udah sana jangan nangis mulu nanti juga ada
waktunya buat ketemu” ucap Bible.
“Iyaa udah sana, nanti ketinggalan pesawat” ucap
Podd.
“Ngusir nih, udah lah males” ucap Bright dan Podd
langsung memeluknya.
“Byee Win, Nani, Dew jangan lupain gw ya, sayang
kalian” ucap Bright.
“Iyaa, lu juga jangan lupain kita” ucap Win.
34
Bright dan Phayu menuju pesawat yang akan
mereka naikin, begitu pun dengan Dew. Setelah
menaiki pesawat, akhirnya pesawat itu pun take off
meninggalkan kota Bangkok.
“Semoga kamu baik baik saja ya nak di sana” ucap
Key melihat pesawat yang di naikin anaknya mulai
menghilang.
“Sudahlah sayang, ada Phayu kok yang bakal jaga
Bai” ucap Podd dan memeluk Key.
“Iyaa mba gak usah khawatir, Phayu bakal jagain Bai
kok” lanjut Biu menenangkan Key.
“Udah tante jangan nangis, ada Win sama Nani kok
yang bakal hibur tante” ucap Win memeluk Key, lalu
Nani pun ikut memeluknya.
“Rain juga akan menghibur tante kok, jadi tante
jangan sedih” ucap Rain.
“Iyaa tante gak sedih lagi, makasih ya Win, Nani,
Rain” ucap Key dan ketiganya mengangguk.
“Udah jangan nangis, kan Bai sendiri yang mau ikut
Phi kuliah di Eropa” ucap Phayu mengusap air mata
Bright.
“Iyaa Bai gak nangis lagi’ ucap Bright.
35
BAB VIII
KUMPUL KEMBALI
36
Setelah 10 tahun tidak bertemu dengan
sahabat, akhirnya hari ini gw ketemu dengan
mereka. Gw sering mengunjungi orang tua gw kalau
liburan semester tetapi tidak pernah bertemu
dengan sahabat gw. Nah, hari ini adalah hari di
mana gw dan mereka bertemu setelah sekian lama.
Kita bertemu di rumah gw, karena mereka
lebih nyaman di tempat gw. Tahun sebelumnya kita
bertemu hanya berempat saja, tapi sekarang kita
bertemu membawa anak masing-masing.
37
“Ya ampun si Levin gaya bangat, sama persis kaya
bapaknya” ucap Dew.
“Brian sama Levin keliatan udah saling mengenal
ya” ucap Nani.
“Udah kaya adek kakak ya” ucap Key tiba-tiba dan
Bright hanya tertawa.
“Anak kalian sama persis ya seperti kalian” ucap
Podd.
“Ya kalau beda mah bukan anak kita” ucap Bright
dan yang lain tertawa.
“Sudah ayo makan dulu, nih makanannya sudah
jadi” ucap Key.
“Anak-anak makan dulu sini” ucap Win.
Kami pun akhirnya makan bersama, sambil
menceritakan tantang persahabat kami kepada
anak-anak. Gw juga menceritakan yang terjadi
selama kuliah di Eropa kepada orang tua dan
sahabat gw.
“Ayah Ren mau jajan” ucap Ren kepada Dew tiba-
tiba.
“Jajan sama siapa? Temen-temen kamu aja pada
asik main” ucap Dew.
“Kan aku bilang sama mereka kalau aku jajanin
mereka, makanya mereka diem sambil nunggu aku”
ucap Ren.
38
“Nih Ren, hati-hati ya jalannya” ucap Bright sambil
mengasih uang kepada Ren.
“Makasih om” ucap Ren dan kembali ke teman-
temannya.
“Ayo kawan-kawan kita jajan” ucap Ren dan
semuanya mengangguk.
“Kamu sampai kapan di sini Bai?” tanya Key.
“Selamaya mom aku udah bilang sama istri aku buat
tinggal di Bangkok, terus dia mau si Brian juga mau
kok” jawab Bright dan Key mengangguk.
“Kamu Dew kaya mana?” tanya Key.
“Aku tinggal di Bangkok juga kok tan, biar bisa
bareng terus” jawab Dew.
“Masa kita gak di tanya ya” bisik Win pada Nani.
“Sirik aja si kalian” ucap Bright.
“Papa aku jatuh” ucap Fong kepada Nani sambil
menangis.
“Kok bisa, gimana ceritanya?” tanya Nani.
“A-aku lari terus jatuh” ucap Fong.
“Sini papa obatin, makanya jangan lari jatuh kan.
Cup cup udah diem jangan nangis” ucap Nani
menenangkan Fong.
39
“Fong gak boleh nangis, ini permen buat kamu” ucap
Ren sambil mengasih permen kepada Fong.
“Makasih Ren” ucap Fong dan Ren mengangguk.
“Sini Fong kita main lagi” ucap Brian.
Akhirnya mereka main bareng dan berfoto
bareng juga. Gw dan teman teman gw kumpul
sampai malam dan besok kita berniat untuk pergi ke
kebun binatang. Temen temen gw pada menginap di
rumah gw.
“Ayoo anak anak tidur udah malem, besok kan kita
mau pergi” ucap Win.
“Papa bacain Brian cerita ya” ucap Brian tiba tiba.
Mereka pun berlari ke salah satu kamar dan
mencari posisi yang enak. Lalu Bright datang
membawa buku cerita dan membacakannya. Hanya
5 menit Bright membacakan cerita, 4 anak kecil itu
pun sudah tertidur pulas. Bright mematikan lampu
lalu keluar dengan perlahan.
“Good night all” ucap Bright dan menutup pintu
secara perlahan.
40
BRIGHT DAN BRIAN
41
METAWIN DAN LEVIN
42
DEW DAN REN
43
NANI DAN FONG
44
BIOGRAFI DIRI
Devinaamanda, lahir 15 tahun yang lalutepat
pada tanggal 6 Januari 2007, Jakarta. Seorang
pelajar lulusan SMPN 287 Jakarta dan sekarang
kelas 10 dengan jurusan Pariwisata di SMKN 66
Jakarta.
Punya hobi menghayal menjadi istrinya
Bright, Mew, Tawan, Singto tapi karena tahu tidak
akan tercapai ia pindah hobi menjadi menulis
walupun masih tetap menghayal. Menulis dari
zaman SMP yang terus berlanjut sampai saat ini dan
mudah-mudahan seterusnya, aamiin. Ia bercita-cita
ingin menjadi seorang guru, tapi karena sekolah di
jurusan pariwisata mimilih ingin menjadi tour guide
dan dapat berkeliling dunia.
Instragram: @dvnaavc
Email: [email protected]
Jakarta, 10 Oktober 2022
45