E-BOOK SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DAN HEWAN
Dosen Pembimbing
Imas Sriana Wardani S.Pd. M.Pd.
Nama Kelompok :
1. Devi Ari Pratiwi (208000127)
2. Elfirra Syafa’atul Ainiyah (208000092)
3. Fauziyah Dwiningtyas (208000095)
4. Hana Miranda (208000242)
5. Wanda Rofidatul Aisy (208000044)
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
TAHUN AJARAN 2020-2021
PENDAHULUAN
Seluruh makhluk hidup, termasuk manusia, membutuhkan makanan untuk hidup.
Makanan menyediakan gizi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh, berkembang dan tetap
aktif. Makanan yang dimakan tidak dapat langsung dipergunakan oleh tubuh, dan terlebih
dahulu harus diubah menjadi sari makanan melalui proses pencernaan. Sistem
pencernaan manusia merupakan suatu proses kompleks yang memecah dan mengurai
bahan organik menjadi partikel-partikel kecil yang digunakan tubuh sebagai energi.
Proses ini melibatkan organ-organ tubuh yang termasuk dalam sistem pencernaan seperti
mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar sampai ke saluran pembuangan
akhir (anus).
i
DAFTAR ISI
Pendahuluan…………………………………………………………………..i
Daftar Isi…………………………………………………................................ii
A. Pencernaan pada manusia…………………………….................................1
a. Kelainan/penyakit pada sistem pencernaan makanan pada
manusia...................................................................................................7
B. Sistem pencernaan pada hewan…………....................................................8
1. Sistem pencernaan pada hewan pemamah biak………………………..8
2. Sistem pencernaan pada aves…………………………………………..11
3. Sistem pencernaan pada reptil………………………………………….12
4. Sistem pencernaan pada amphibi………………………………………13
5. Sistem pencernaan pada cacing………………………………………...14
6. Sistem pencernaan pada serangga……………………………………...15
7. Sistem pencenaan pada pisces/ikan…………………………………….18
C. Soal………………………………………………………………...............19
Daftar pustaka………………………………………………………………...23
ii
A. Pencernaan pada Manusia
Fungsi makanan : Makanan merupakan salah satu
kebutuhan pokok makhluh hidup,
1) Untuk peretumbuhan dan karena dari makanan inilah segala
perkembangan tubuh proses dalam tubuh berlangsung, seperti
pembentukan energi,pertumbuhan dan
2) Pemeliharanan dan mengganti lain-lain.
sel – sel yang rusak
Syarat makan sehat
3) Pengatur metabolisme tubuh 1) Mengandung cukup karbohidrat,
4) Pertahanan tubuh terhadap
lemak, protein, mineral dan
penyakit vitamin yang diperlukan tubuh
2) Makanan mudah dicerna
3) Makanan tidak mengandung bibit
penyakit
1
Alat Pencernaan Makanan pada Manusia
1. Mulut
Mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada Mulut terdapat beberapa
organ penunjang dalam proses pencernaan, diantaranya:
1). Gigi,
berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Di sini, gigi membantu memecah makanan
menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Gigi pada manusia ada beberapa macam
:
Gigi seri berfungsi untuk memotong makanan
Gigi taring berfungsi untuk merobek makanan
Gigi geraham berfungsi untuk mengunyah makanan
2
2). Lidah, Memiliki peran mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa
makanan.
3). Kelenjar ludah (parotis)
Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. Kelenjar ludah terdapat di bawah lidah, di rahang
bawah sebelah kanan dan kiri serta di bawah telinga sebelah kanan dan kiri faring. Kelenjar
ludah menghasilkan air ludah (saliva). Saliva keluar dipengaruhi oleh kondisi psikhis yang
membayangkan makanan tertentu serta refleks karena adanya makanan yang masuk ke
dalam mulut. Saliva mengandung enzim ptialin atau amilase ludah.
2. Faring (kerongkongan)
bagian atas faring terdapat persimpangan yang menuju ke esofagus dan trakea (batang
tenggorokan). Pada permukaan faring terdapat penutup dari tulang rawan yang disebut
sebagai epiglottis. Ketika kita menelan , epiglotis menutup lubang yang menuju
tenggorokan untuk melindungi sistem pernapasan terhadap masuknya makanan atau
cairan selama penelanan.
3
3. Lambung ( Ventriculus )
Lambung berbentuk seperti kantung. Lambung dapat menampung makanan 1 liter
hingga mencapai 2 liter. Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi
menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut.
Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan
senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :
1). Asam HCl ,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta
merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus
2). Lipase , Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan
sangat sedikit
3). Renin , Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh
bayi.
4). Mukus , Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.
Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan
makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.
Fungsi HCI Lambung :
Merangsang keluamya sekretin
Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.
Desinfektan
Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu
mengeluarkan getahnya.
4
4. Usus halus ( Intestinum )
Dinding usus halus banyak dihasilkan kelenjar pencernaan yang menghasilkan getah
yang bersifat alkalis ( basa ) dan berperanan menetralisir makanan dari asam lambung
serta mengubah pH usus halus ke pH optimal agar enzim pancreas bekerja
Usus halus memiliki panjang kurang lebih 6 – 8 meter dan secara morfologi dibagi
menjadi 3, yaitu:
a. Duodenum ( usus 12 Jri panjang kurang libih 25 cm
b. Yeyenum ( usus kosong ) panjang kurang lebih 7 meter
c. Ileum ( usus serap ) panjang kurang lebih 1 meter.
5. Kolon ( Usus besar )
Alat ini berperanan penting dalam proses absorbsi air, membentuk masa feces, dan
membentuk lender untuk melumasi permukaan mukosa, selain itu di dalam kolon terdapat
Echerecia Colli yang berperanan mensintesa vit K dan Biotin sehingga mudah diserap melalui
diding kolon sehingga di dalam kolon terjadi pencernaan secara kimiawi dan secara mekanik.
Menurut posisinya kolon ada tiga daerah, yaitu :
– Kolon ascendens kolon yang arahnya keatas
– Kolon Transversum, merupakan kolon yang arahnya mendatar.
– Kolon Descendens merupakan kolon yang arahnya ke bawah
Sisa dari penyerapan usus besar berupa feses yang kemudian akan keluar melalui anus
proses ini disebut defakasi ( Buang air besar ). Yang menyebabkan keluarnya feses adalah
adanya rangsang gastrokolik.
5
6. Rektum dan Anus
Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus,
feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang
maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus.
Kelenjar Pencernaan
Selain alat pencernaan, kelenjar pencernaan merupakan bagian penting dari proses
pencernaan membantu kelancarnan penyerapan zat-zat makanan yang diperlukan tubuh.
a. Hati
merupakan kelenjar pencernaan yang paling besar sebagai pengatur keseimbangan nutrient
dalam darah dan sebagai penghasil empedu
b. Kantong empedu
Kantong empedu menempel di hati, sebagai tempat menampung cairan empedu. Empedu
dihasilkan dari perombakan sel darah merah yang tua atau rusak oleh hati. Cairan empedu
dialirkan ke dalam duodenum. Pengeluaran cairan empedu dipengaruhi oleh hormon
kolesistokinin. Hormon ini dihasilkan oleh duodenum.
6
c. Kelenjar pankreas
Kelenjar pankreas terletak di rongga perut di dekat lambung. Pankreas menghasilkan enzim
pencernaan yang dialirkan menuju duodenum, yaitu:enzim amilase, enzim tripsinogen, enzim
lipase dan NaHCO3.
d. Kelenjar pada usus halus
Kelenjar pada usus halus menghasilkan enzim enterokinase, enzim erepsin (peptidase),
enzim maltase, enzim sukrase, enzim laktase dan enzim nuklease serta lipase. Pengeluaran
enzim-enzim ini dipengaruhi oleh hormon enterokrinin yang dihasilkan oleh duodenum.
a. Kelainan/penyakit pada sistem pencernaan makanan pada
manusia
1. Apendisitis, gangguan ini disebut juga radang usus buntu. Gangguan ini terjadi
pada umbai cacing atau apendiks. Umbai cacing mengalami peradangan akibat
infeksi oleh bakteri.
2. Diare ( mencret , bhs Jawa ) , Diare terjadi akibat pergerakan yang cepat dari
materi tinja sepanjang usus besr. Pada diare, infeksi paling luas terjadi pada usus
besar dan pada ileum. Dimanapun infeksi terjadi, mukosa akan teriritasi secara
luas sehingga kecepatan sekresinya sangat tinggi. Diare ada yang disebabkan oleh
bakteri kolera dan terkadang oleh bakteri lain seperti Bacillus, patogen usus
besar.
3. Flatus ( Kentut ) :
merupakan proses keluarnya gas yang telah dihasilkan di saluran pencernaan
melalui anus. Kentut seringkali dianggap sebagai suatu tindakan yang tidak sopan
jika dilakukan di depan publik oleh kebanyakan kalangan budaya, termasuk oleh
kebudayaan di Indonesia.
4. Kolik, merupakan gangguan berupa “salah cerna” akibat memakan makanan
yang sangat merangsang lambung, seperti ; alkohol, cabai yang mengakibatkan
rasa nyeri pada bagian perut.
5. Konstipasi ( sembelit ), Gangguan ini berarti lambatnya pergerakan feses melalui
usus besar dan sering dihubungkan dengan jumlah feses yang kering dank keras
pada kolon yang menumpuk karena lamanya waktu penyerapan cairan. Penyebab
konstipasi adalah kebiasaan buang air yang tidak teratur dan kurangnya minum
air putih juga makan makanan yang berserat. banyak mengkonsumsi daging.
6. Maag, gangguan ini dapat terjadi karena produksi asam lambung berlebih. Gejala
dari gangguan ini, yaitu terasa mual dan perih pada lambung. Untuk menghindari
gangguan tersebut, dapat dilakukan dengan pola makan yang teratur dan tepat
waktu.
7
A.SISTEM PENCERNAAN PADA HEWAN
1. SISTEM PENCERNAAN PADA HEWAN PEMAMAH BIAK
Dilihat dari cara makan dan sistem pencernaannya, hewan ruminansia atau hewan
memamah biak termasuk dalam hewan yang unik. Hewan ruminansia dapat mengunyah
makanan berupa rumput melalui dua fase. Fase pertama, terjadi saat mereka mulai makan,
makanan tersebut hanya dikunyah sebentar dan masih kasar. Selanjutnya, makanan tersebut
disimpan dalam rumen lambung. Setelah lambung penuh, mereka akan mengeluarkan makanan
yang dikunyah tasi kembali hingga teksturnya lebih halus. Setelah makanan tersebut halus,
makanan tersebut akan masuk kembali ke rumen lambung.
Proses dan Saluran Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia
Jenis makanan yang hewan ruminansia makan sulit dicerna, sehingga hean ruminansia memiliki
saluran pencernaan khusus. Berikut ini organ saluran sistem pencernaan pada hewan ruminansia:
1. Rongga Mulut (Cavum Oris)
Dalam rongga mulut hewan ruminansia, terdapat 2 organ sistem pencernaan yang memiliki
fungsi penting yakni gigi dan lidah. Susunan gigi ruminansia berbeda dengan susunan gigi
mamalia lain. Gigi seri (insisisvus) mempunyai bentuk yang sesuai untuk menjepit makanan, gigi
taring (caninus) tidak berkembang sama sekali dan gigi geraham belakang (molare) bentuknya
datar dan lebar.
2. Kerongkongan (Esofagus)
8
Esofagus atau kerongkongan merupakan saluran organ yang menghubungkan antara rongga
mulut dan lambung. Pada saluran ini, makanan tidak mengalami proses pencernaan. Makanan
hanya sekedar lewat, selanjutnya digerus dalam lambung. Umumnya, esofagus hewan
ruminansia berukuran sangat pendek yakni sekitar 5 cm, namun lebarnya dapat berdilatasi
(melebar) untuk menyesuaikan ukuran dan tekstur makanan yang dimakan.
3. Lambung
Setelah melalui kerongkongan, makanan akan masuk ke lambung. Lambung tersebut berperan
dalam proses pembusukan dan peragian makanan serta sebagai tempat penyimpanan makanan
sementara sebelum makanan dikunyah kembali. Ukuran lambung hewan ruminansia bervariasi
bergantung pada umur dan juga makanan yag dicerna. Terdapat 4 bagian ruang lambung
rumensia yaitu rumen (80%), retikulum (5%), omasum (7%–8%) dan abomasum (7%–8%)
a. Rumen (PerutBesar)
Makanan dari kerongkongan masuk ke dalam rumen. Makanan secara alami telah tercampur
dengan air liur yang bersifat alkali dengan pH lebih kurang sekitar 8,5.
Fungsi rumen yaitu sebagai tempat penyimpanan makanan yang sudah ditelan sementara. Setelah
rumen terisi cukup penuh oleh makanan, sapi akan beristirahat sambil mengunyah kembali
makanan yang keluar dari rumen.
Dalam rumen, populasi bakteri dan Protozoa menghasilkan enzim oligosakharase, hidrolase,
glikosidase, amilase dan juga enzim selulase. Berbagai enzim tersebut berfungsi menguraikan
polisakarida termasuk selulosa yang ada dalam makanan alami hewan ruminansia. Enzim
pengurai protein seperti enzim proteolitik dan beberapa enzim pencerna lemak juga ada.
9
b. Retikulum (Perut Jala)
Dalam retikulum, makanan diaduk dan dicampur dengan enzim hingga menjadi gumpalan kasar
(bolus). Pengadukan ini dilakukan dengan bantuan kontraksi otot dinding retikulum. Gumpalan
makanan tersebut kemudian didorong kembali ke rongga mulut untuk dimamah kedua kalinya
dan dikunyah hingga lebih sempurna ketika sapi beristirahat.
c. Omasum (Perut Buku)
Setelah gumpalan makanan dikunyah lagi, makanan ditelan kembali, makanan tersebut akan
masuk ke omasum melewati rumen dan retikulum. Dalam omasum, kelenjar enzim akan
membantu penghalusan makanan secara kimiawi. Kadar air pada gumpalan makanan dikurangi
melalui proses absorpsi air yang dilakukan dinding omasum.
d. Abomasum (Perut Masam)
Abomasum merupakan perut yang sebenarnya karena pada organ ini sistem pencernaan hewan
ruminansia secara kimiawi bekerja dengan bantuan enzim pencernaan. Dalam abomasum,
gumpalan makanan dicerna melalui bantuan enzim dan asam klorida. Enzim yang dikeluarkan
dinding abomasum sama dengan yang ada pada lambung mamalia lain, sedangkan asam klorida
(HCl) selain membantu dalam pengaktifan enzim pepsinogen yang dikeluarkan dinding
abomasum, juga berperan sebagai desinfektan bakteri jahat yang masuk dengan makanan.
Usus Halus dan Anus
Setelah makanan halus, dari ruang abomasum makanan tersebut kemudian didorong masuk ke
usus halus. Dalam organ ini sari makanan diserap dan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.
Kemudian ampas atau sisa makanan dikeluarkan melalui anus.
2. PENCERNAAN PADA AVES
10
Burung adalah kelompok hewan yang masuk kedalam bangsa aves. Organ pencernaan pada aves
mirip dengan mamalia, namun ada perbrdaan yang mendasar, organ tersebut antara lain:
1. Mulut (Paruh)
Awal sistem pencernaan dimulai dari mulut, pada burung mulut berbentuk paruh, selain
berfungsi untuk makan juga berfungsi sebagai alat daya tarik lawan jenis. Bentuk paruh juga
berbeda-beda tergantung jenis makanan dari si burung.
2. Kerongkongan (Esofagus)
Adalah organ pencernaan yang menghubungkan mulut dengan tembolok.
3. Tembolok
Merupakan organ yang berada sebelum lambung, dimana organ ini berfungsi untuk menyimpan
makanan sementara sebelum masuk dan dicerna di dalam lambung. Makanan yang tersimpan di
dalam tembolok sedikit demi sedikit akan dimasukan kedalam lambung.
4. Lambung kelenjar
Sama halnya dengan mamalia, pada burung juga terdapat lambung dan makanan akan diproses
secara kimiawi di dalamnya dengan bantuan enzim.
5. Empedal (Ampela)
Sering disebut dengan lambung pengunyah, pada organ ini terjadi pencernaan secara mekanik
dengan melumatkan serta menghacurkan makanan oleh dinding empedal.
11
6. Usus Halus
Zat makanan yang selesai dicerna oleh empedal akan masuk kedalam usus halus dan terjadi
pencernaan secara kimiawi, dalam usus halus juga terjadi penyerapan sari-sari makanan oleh
kapiler darah.
7. Usus Besar
Sisa zat makanan yang telah dicerna dalam usus halus akan masuk kedalam usus besar. Dalam
usus besar terjadi pencernaan secara biologis dengan bantuan bakteri.
8. Kloaka
Pada organ ini tidak terjadi pencernaan, sama seperti anus, kloaka berperan sebagai organ
pembuangan zat sisa pencernaan.
3. SISTEM PENCERNAAN PADA REPTIL
Sistem Pencernaan Reptil
System pencernaan pada reptile terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Reptile
pada umumnya terdiri atas saluran pencernaan dan kelnejar pencernaan. Pada umumnya reptile
adalah karnivora (pemakan daging). Saluran pencernaannya terdiri dari mulut, kerongkongan,
lambung, usus dan kloaka. Dankelenjar pencernaannya terdiri atas kelenjar ludah, pancreas dan
hati.
1. Rongga Mulut. Disokong oleh rahang atas dan rahang bawah. Pada masing-masing rahang
terdapat gigi-gigi yang berbentuk kerucut. Gigi menempel padagusi dan sedikit melengkung kea
rah rongga mulut. Dan khusus pada ular berbisaakan tumbuh gigi yang dapat menghasilkan
racun yang terdapat pada ronggamulut. Pada buaya giginya bisa mnegalami 50 kali pergantian.
Pada umumnyaretil tidak mengunyah makanannya jadi giginya berfungsi sebagai
penangkapmangsa.Pada rongga mulut terdapat lidah yang melekat
12
pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua. Pada reptilian pemakan insekta memiliki lidah
yang dapatdijulurkan, sedangkan pada buaya dan kura-kura lidahnya relative kecil dan
tidak dapat dijulurkan. Lidah ular berbentuk pembuluh yang terbungkus oleh selaputdan terletak
di bagian rahang bawah. Memiliki kelenjar mukoid yang sekretnya berfungsi agar rongga mulut
tetap basah dan dapat dengan mudah menelanmangsanya.Pada ular Kelenjar labia bermodifikasi
menjadi kelenjar poison yang bermuara di kantung yang terletak di daerah gigi taring dan
dikeluarkan melaluigigi tersebut.
2. Kerongkongan (esophagus) merupakan saluran di belakang rongga mulut yangmenyalurkan
makanan dari rongga mulut ke lambung. Di dalam esophagus tidak terjadi proses pencernaan.
3. Lambung (ventrikulus) merupakan tempat penampungan makanan dan pencernaan makanan
berupa saluran pencernaan yang membesar dibelakangesophagus. Disini makanan baru
mengalami proses pencernaan. Pada bagianfundus pylorus makanan dicerna secara mekanik dan
kimia.
4.Intestinum terdiri dari usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus. Dalamusus halus
terjadi proses penyerapan dan sisanya menuju ke rectum.
4. SISTEM PENCERNAAN PADA APHIBI
Salah satu contoh Amphibi adalah katak. Makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga).
Secara berturut-turut saluran pencernaan pada katak meliputi:
13
a. Rongga mulut: terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk
menangkap mangsa.
b. Esofaguss : berupa saluran pendek
c. Ventrikulus (lambung), berbentuk kantung yang bila terisi makanan menjadi lebar. Lambung
katak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat masuknya esofagus dan lubang keluar menuju
usus.
d. Intestinum (usus): dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. Usus halus meliputi:
duodenum. jejenum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya.
e. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloaka
f. Kloaka: merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan, saluran reproduksi,
danurine. Kelenjar pencernaan pada amfibi, terdiri atas hati dan pankreas.
5. SISTEM PENCERNAAN PADA CACING
Cacing tanah merupakan organisme perombak yang mampu mengubah sampah dan butiran
tanah menjadikan tanah subur. Organ pencernaan pada cacing tanah terdiri dari mulut, faring,
kerongkongan, tembolok, empedal, usus, dan anus.
Makanan dan butiran tanah masuk ke mulut menuju faring. Makanan dan faring melalui
kerongkongan akan dibasahi lendir kemudian masuk ke tembolok sebagai penyimapanan
sementara. Tembolok makanan masuk empedal dan terjadi pencernaan secara mekanik.
Selanjutnya masuk ke usus untuk diserap sari-sari makanannya akhirnya sisa makanan
dikeluarkan melalui anus.
1. Prostorium berada di depan segmen pertama, di bagian sisi dari mulut ada tonjoloan
kecil di sebet pristomium. Pristomium berada di permukaan dasar pristomium,
ukurannya berfariasi. prostomium dan pristomium banyak digunakan untuk
mengidentifikasi spesies melalui karakter sistemiknya.
2. Mulut, setelah makanan diambil dari peristorium kemudian masuk ke dalam mulut untuk
14
disalurkan ke pharyng
3. Pharyng berguna untuk mengisap partikel-partikel makanan
4. Kerongkongan adalah saluran sempit yang menghubungkan faring dengan tempbolok. .
5. Proventriculus bagian ujung esophaagus yang membesar,dan dibagian ini makanan
disimpan sementara sebelum masuk ke lambung otot, dinding proventriculus sendiri
tipis.
6. Ventriculus pencernaan mekanik oleh gerakan otot bersifat mencular dan berguna
mencerna makanan
7. Usus dinding usus bagian dorsal melekuk kedalam lumen usus dan bagian ujung lekukan
ini membesar.membentuk bangunan seperti kantung yang disebut dengan typhlosole.
8. Pembuluh darah, makanan yang telah dicerna setelah melalui beberapa tahapan
percernaan mekanik di lambung dan juga enzimatis di dalam usus, dalam bentuk yang
sederhana akan diserap melalui dinding usus dan akana di edarkan ke seluruh tubuh.
9. Anus, sisa-sisa makanan besrta partikel dikeluarkan melalui anus dan diletakkan di atas
permukaan tanah di dekat lubang tempat cacing tanah itu berada.
6. SISTEM PENCERNAAN PADA SERANGGA
Sistem pencernaan pada serangga di bedakan menjadi 3 bagian besar, yaitu sebagai berikut :
Pencernaan atas atau depan ( Stomodeum )
Pencernaan tengah ( Mosenteron )
Pencernaan bawah atau belakang ( Proktodeum )
Saluran – saluran pencernaan diatas berasal dari turunan yang berbeda, saluran pencernaan
depan dan belakang bersal dari jaringan ektodermal dan saluran pencernaan tengah asalnya
dari jaringan endodermal. Bentuk dari saluran pencernaan tersebut di pengaruhi oleh makanan
serangga dan juga cara makannya, jadi hal tersebut dapat menyebabkan adanya perbedaan –
perbedaan atau penyesuaian – penyesuaian antar bentuk pencernaan serangga.
Kebanyakan serangga pada bagian – bagian tersebut di bagi lagi menjadi bagian yang lainnya
15
dengan beragam fungsi masing – masing, yaitu esofagus, faring, proventrikulus serta krop
pada saluran pencernaan bagian depan, sementara itu bagian pencernaan tengah ventrikulus,
dan juga pada pencernaan bagian belakang ada pirolus, ileum dan juga rectum. Sejumlah
sistem yang mendukung fungsi dari sistem pencernaan adalah sistem syaraf stomatogastik,
sistem syaraf pusat, serta sistem pernapasan dan sistem endoktrin.
Berikut ini adalah penjelasan bagian-bagian diatas secara lebih rinci :
1. Pencernaan Atas atau Depan ( Stomodeum )
Didalam sistem pencernaan serangga bagian ini, kebanyakan terlapisi oleh lapisan kutikula yang
bisa di perbaharui ketika terjadi pergantian kulit ataupun rangka luarnya serangga. Saluran
pencernaan yang pertama ini tersusun dari organ – organ sebagai berikut :
a. Rongga Mulut : Sebagai tempat masuknya makanan. Berbeda dari mulut hewan yang
pada umumnya yang memiliki gigi untuk mengunyah makanan, untuk serangga organ
rongga mulut ini tidak bergigi.
b. Faring: Faring adalah lengkungan yang menghubungkan antara rongga mulut dengan
kerongkongan ( esophagus ). Dinding – dinding faring ini tersusun dari otot – otot yang
fungsinya untuk mendorong makanan agar dapat di teruskan ke kerongkongan.
Sementara pada serangga tipenya mulut menusuk seperti nyamuk, dan juga penghisap
seperti kupu – kupu, dalam faring lengkap dengan mirip pompa untuk menarik makanan
ke kerongkongannya.
c. Kerongkongan ( Esophagus ) Identik dengan faring, fungsi kerongkongan adalah untuk
mendorong bahan makanan yang sudah masuk menuju organ pencernaan yang
berikutnya.
d. Tembolok Hampir sama juga dengan tembolok yang sering ditemui pada organisme
Aves ( burung ), tembolok disini mempunyai fungsi untuk menyimpan makanan, serta
menunggu antrian ke lambung ( ventrikulus ). Selanjutnya terjadi pencernaan dengan
melewati enzim yang terbawa menuju dalam tubuh serangga. Namun , pencernaan yang
terjadi hanya sebagian kecil yang tersimpan bahan makanannya, jadi tidak seluruhnya.
e. Proventrikulus ( Lambung Depan ) Pada proventrikulus, terjadi pencernaan yang
berbeda – beda yang sesuai dengan jenis tipe makanan serangga. Untuk serangga
pemakan makanan berjenis keras dan liat, maka proventrikulus fungsinya adalah untuk
memecah makanan yang baik secara fisik ataupun enzimatis. Untuk serangga yang
memakan cairan seperti nektar, maka lambung depannya akan termodifikasi yang
serupa dengan katup dan saluran panjang.
2. Pencernaan Tengah ( Mosenteron )
16
Sesudah melewati pencernaan atas dengan berakhir di bagian proventrikulus, maka sistem
pencernaan pada serangga kemudian akan menuju ke pencernaan tengah, yaitu terdiri dari
gastrik kaekum dan ventrikulus. Dalam saluran tersebut pergerakan makanan akan di kontrol
oleh membran peritropik yang menyusun dari khitin dan protein. Saluran tengah pada sistem
tersebut akan menyerap nutrisi yang diperlukan dan memecah makanan menjadi bagian –
bagian yang kecil. Hal ini telah membuktikan bahwa dengan struktur dinding pada organ
pencernaan tengah yang terdiri atas jonjot – jonjot dinding epitel yang kolumnar ber – vili.
3. Pencernaan Bawah atau Belakang
Saluran pencernaan belakang, fungsinya adalah untuk menjadi tempat keluarnya sisa – sisa
makanan yang tidak terserap dan memaksimalisasi penyerapan dari sisa makanan yang tidak
terserap tersebut pada saat di mesenteron. Pada saluran belakang, asalnya dari jaringan
ectodermal jadi saluran ini memiliki kutikula yang bernama intima. Pada saluran inilah
serangga mempunyai sifat hemostasis.
Beberapa organ penyusun dari saluran pencernaan ini, yaitu :
a. Pilorus Pylorus merupakan pangkal tabung malphigi yang fungsinya untuk penyaringan
air serta nutrisi yang sudah berlarut di dalamnya.
b. Ileum ( Usus penyerap ) Sesuai dengan namanya, organ ini memiliki fungsi penyerapan,
misalnya untuk menyerap air dan amonia. Didalam rayap ileum ini terdapat kantung –
kantung tempat bagi organisme lain untuk bersimbiosis.
c. Rectum Selain menjadi tempat penyimpanan feses pada saat sebelum di keluarkan, dan
rectum ini juga mengalami reabsorbsi air dan asam – asam amino yang kemungkinan
bisa dimanfaatkan. Dalam rectum terjadi diferensiasi sejumlah sel, ada yang membentuk
bantalan dan juga memanjang.
d. Kloaka atau Anus Yaitu Adalah bagian dari ujung saluran untuk tempat keluarnya
faeses serangga. Terdapat sejumlah jenis kelenjar yang dapat beradsosiasi dengan
menggunakan sistem pencernaan, antara lain kelenjar mandible, kelenjar faring, kelenjar
maksila dan kelenjar labium.
17
7. SISTEM PENCERNAAN PADA PISCES
1. Rongga mulut (cavum oris), pada rahangnya terdapat gigi-gigi kecil. lidah (lingua), melekat
pada dasar mulut dan tidak dapat digerakkan,banyak mengandung kelenjar lendir (glandula
mucosa) tetapi tidak memiliki
2. Kelenjar ludah (glandula salivales). pangkal tenggorokan (pharynx), merupakan lanjutan
rongga mulut yang terdapat di daerah sekitar insang.
3. Kerongkongan (esophagus), sangat pendek dan merupakan lanjutan dari
4. Pharynx, berbentuk seperti kerucut dan terdapat di belakang daerah insang.
5. Ventikulus (lambung), merupakan lanjutan dari esophagus dan berupa saluran memanjang
yang agak membesar. Batas dengan usus tidak terlalu jelas. Pada beberapa spesies tertentu, di
bagian akhir ventrikulus terdapat tonjolan-tonjolan berbentuk kantong buntu yang disebut
pyloric caeca (appendices pyloricae). Kantong buntu ini berguna untuk memperluas
6. Permukaan dinding ventrikulus agar pencernaan dan penyerapan makanan dapat berlangsung
lebih sempurna.
7. Usus (intestinum), berbentuk seperti pipa panjang yang berkelok-kelok dan sama besarnya,
berakhir dan bermuara keluar pada lubang anus. Usus ini diikat oleh suatu alat penggantung
yang disebut mesenterium, yang merupakan derivat dari pembungkus rongga perut
(peritonium).
18
B. Soal
1. Yang tidak temasuk senyawa kimiawi yang dihsilkan lambung adalah ?
a. Asam HCl
b. Renin
c. Mukus
d. Lipase
e. Amilase
Jawaban : e. Amilase
2. Dimanakah terdapat bakteri Echerecia Col yang berperan mensintesa vit K dan Biotin
a. Usus halus
b. Usus besar
c. Lambung
d. Hati
e. Pankreas
Jawaban : b. Usus besar
3. Yang berperan sebaga pengtur keseimbangan nutrient dalam darah dan sebagai penghasil
empedu adalah…
a. Hati
b. Empedu
c. Pankreas
d. Usus halus
e. Anus
Jawaban : a. Hati
4. Yang bukan termasuk oran pencenaan belakang serangga adalah…
a. Pilorus
b. Ileum
c. Rectum
d. Kloaka
e. Tembolok
Jawaban : e. Tembolok
5. Apakah fungsi ventriculus pada sistem pencernan cacing…
a. Mengisap partikel-partikel makanan
b. Menghubungkan faring dengan tembolok
c. Pencernaan mekanik oleh gerakan otot bersifat mencular dan berguna mencerna
makanan
d. Mengedarkan makanan ke seluruh tubuh
19
e. Tempat dijkeluarkannya kotoran
Jawaban : c. Pencernaan mekanik oleh gerakan otot bersifat mencular dan berguna
mencerna makanan
6. Kekurangan vitamin dapat menyebabkan penyakit apa…
a. Gastritis
b. Avitaminosis
c. Batu empedu
d. Pertumbuhan melambat
e. Tifus
Jawaban : b. Avitaminosis
7. Pada mulut terdapat beberapa organ penunjang dalam poses pencernaan, salah satu organ
tersebut ialah…
a. Gigi
b. Hati
c. Selaput telinga
d. Usus haus
e. Ginjal
Jawaban : a. Gigi
8. fungsi gigi taring ialah…
a. Untuk memotong makanan
b. Untuk mengunyah makanan
c. Untuk merobek makanan
d. Untuk menggiling makanan
e. Untuk membagi makanan
Jawaban : c. Untuk merobek makanan
9. Organ yang termasuk sistem pencernaan makanan pada manusia adalah…
a. Tenggorokan
b. Lambung
c. Kerongkongan
d. Ginjal
e. Usus
Jawaban : c. Kerongkongan
20
10. Penyakit berikut yang disebabkan penyerapan air dan ion-ion dalam usus besar berkurang
ialah…
a. Sembelit
b. Maag
c. Radang usus buntu
d. Diare
e. wasir
Jawaban : d. Diare
21
DAFTAR PUSTAKA
Church, D. C. , (1988) The Ruminan Animal. Digestive Physiology and nutrition. Prentice
Hall, Englewood Cliffs, New Jersey
DeLaval (2002) Digestive Physiology of the cow
Hutjens, M. (201) The Digestive Physiology Ruminant. University of Illionois
Sutradi, T. (1979) Ketahanan Protein Bahan Makanan Terhadap Degradasi oleh Mikroba
Rumen dan Manfaatnya bagi Produksi Ternak . Proseding seminar penelitian dan Penunjang
Peternakan. LPP. Bogor.
22