ASSALAMMUALAIKUM WR.WB SMK N 01 KOTA SOLOK NAMA : HAFIZHA ARLI DESYIFA ABSEN : 15 KELAS : X MP 4 MAPEL : PP TP : 2023/2024
MEMBANGUNBUDAYATAATHUKUM Hukum dibuat untuk manusia, bukan manusia untuk hukum.Ungkapan dari Cicero (106-43 SM ) yaitu artinya di mana ada masyarakat maka di situ ada hukum.Seseorang dianggap sadar apabila mengetahui keadaan yang sedang dialaminya dan mau mengubah menjadi lebih baik.Kesadaran hukum adalah kesadaran terhadap nilai-nilai yang ada dalam diri seseorang terhadap hukum yang berlaku.Dimana penilaiannya mencakup bahwa hukum yang berlaku telah diketahui, dipahami, ditaati, dan dihargai untuk dilaksanakan.Dasar konstitusional negara berdasarkan hukum ialah Pasal 1 Ayat (3) UUD NRI 1945 “ Negara Indonesia adalah negara hukum”. TUJUANHUKUM Tujuan hukum menurut : a) Teori Keadilan, hukum untuk mewujudkan keadilan. b) Teori Utilitas, hukum untuk mewujudkan kemanfaatan. c) Teori Gabungan, hukum untuk mewujudkan keadilan dan manfaat. d) Teori Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat, Hukum untuk mengatur pergaulan secara damai. Sehingga disimpulkan,bahwa tujuan hukum antara lain: a) Menciptakan kesejahteraan dan kenyamanan dalam kehidupan b) Menjaga supaya tidak terjadi aksi-aksi tidak terpuji di tengah mesyarakat. c) Sebagai pedoman bagi masyarakat dalam berperilaku. d) Melindungi hak dan kewajiban untuk mewujudkan keadilan. SUMBERHUKUM Sumber hukum adalah sumber yang dijadikan sebagai bahan dalam penyusunan hukum atau peraturan perundang-undangan.Sumber hukum terbagi dua,sumber hukum tertulis dan sumber hukum tidak tertulis.Sumber hukum tertulis adalah hukum yang berlaku dan tercantum dalam berbagai peraturan negara.Contohnya, UUD NRI 1945, ketetapan MPR, undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden.Sumber hukum tidak tertulis adalah hukum yang hidup dan berkembang di masyarakat yang tidak tertulis,seperti adat atau kebiasaan masyarakat.Contohnya, hukum adat, hukum agama, dll. Untuk mencapai tujuan hukum, diperlukan alat-alat penegak hukum, seperti polisi yang bertugas mencegah dan mananggulangi kejahatan dan gangguan keamanan, jaksa sebagai penuntut perkara pidana di pengadilan, dan hakim yang bertugas memutuskan perkara di pengadilan. PERILAKUTAATHUKUM Perilaku taat hukum dalam kehidupan sehari-hari meliputi :
a) Di lingkungan keluarga 1. Saling membantu dan bekerjasama dalam kebaikan dan menjaga nama baik anggota keluarga 2. Mematuhi aturan keluarga, misalnya anak meminta izin ketika bepergian 3. Ikut menjaga barang-barang dirumah. b) Di lingkungan sekolah 1. Tidak terlambat masuk sekolah 2. Menghindari tindakan menyontek ketika ujian atau penilaian 3. Berseragam sesuai dengan tata tertib sekolah c) Di Lingkungan Masyarakat 1. Tidak ikut menyebarkan berita hoaks atau bohong 2. Menjaga hubungan baik dengan tetangga, misalnya sopan santun dalam pergaulan 3. Berpartisipasi dalam gerakan antinarkoba d) Di Lingkungan Bangsa dan Negara 1. Membuat administrasi kependudukan, misalnya memiliki kartu keluarga dan KTP 2. Sebagai wajib pajak maka membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku 3. Menyukseskan pemilu atau pemilukada dengan menggunakan suara dalam pemilu apabila telah memiliki hak pilih, partisipasi dalam kampanye pemilu bersih dan jujur, dan sebagainya. Kehidupan Norma merupakan cara untuk mewujudkan nilai-nilai yang terdapat pada Pancasila dalam sehari-hari. Aturan tersebut dibuat untuk kebaikan dan kemanfaatan bagi kita meskipun kadang-kadang kita jarang memperhatikannya. Namun, pada intinya agar terwujud keadilan dan ketertiban bersama. Adapun cara-cara untuk mewujudkan keadilan sesuai dengan Pancasila (Tauruy dan Indra, 2023: 122–128) antara lain sebagai berikut. a. Menempatkan Keadilan sebagai Tujuan Pembangunan Bangsa b. Membangun Cara Pandang yang Berorientasi pada Kepantasan (Equity), bukan Semata Kesamaan (Equality) dalam Pemerolehan Hak Setiap Warga Negara. harus mendudukkan persoalan pemenuhan hak dasar setiap warga negara berbasis penghargaan terhadap semangat kemanusiaan. c. Kesatuan Sikap terhadap Paham Kebangsaan d. Mengedepankan Musyawarah Mufakat dalam Pengambilan Putusan e. Menjaga Keselarasan Hak dan Kewajiban dalam Praktik Kehidupan