LAPORAN PRAKTIKUM INGENHOUSZ XII MIPA 4 Anggota Kelompok 5: 1. Saskiya Azka Safitri Syis Hamidillah (30) 2. Falissah Agy Sandra (11) 3. Nur Syamsiya (25) 4. Binayuda Nusa Kautsar (05) 5. Rizal Okta Malaekano (27) 6. Aprilia Putri (02) SMA NEGERI 1 PALIMANAN Jl. KH. Agus Salim No. 128, Pegagan, Kec. Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45161
Pengaruh Intensitas Cahaya dan NAHCO3 terhadap kinerja Fotosintesis Hydrilla A. Rumusan Masalah Bagaimanakah pengaruh intensitas cahaya dan NAHCO3 terhadap kinerja fotosintesis hydrilla? B. Tujuan Praktikum Untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya dan NAHCO3 terhadap kinerja fotosintesis hydrilla C. Hipotesa Meningkatnya laju fotosintesis serta banyaknya gelembung oksigen yang dihasilkan yaitu terjadi pada cahaya langsung D. Landasan Teori Pada proses fotosintesis diperlukan air dan CO2. Air berasal dari dalam tanah, diangkut oleh xylem dari akar daun, sedangkan CO2 berasal dari udara bebas hasil dari pernapasan organisme dengan bantuan cahaya matahari, fotosintesis berlangsung. Hasilnya berupa sari-sari makanan dan oksigen. Didalam kloropas air dan CO2 bereaksi membentuk glukosa. Energi untuk reaksi tersebut berasa dari cahaya matahari yang diserap oleh klorofil yang terdapat didalam kloropas. Energi tersebut untuk memecahkan molekul air menjadi oksigen dan hydrogen bergabung menjadi molekul membentuk glukosa. Glukosa hasil fotosintesis dimanfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri yaitu untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Selain itu Sebagian glukosa diubah menjadi karbohidrat (zat tepung) yang disimpan didalam akar, batang, buah dan biji sebagai cadangan makanan. Cadangan makanan inilah yang dimakan oleh manusia dan hewa. Oksigen yang dilepaskan ke udara bebas, dimanfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri dan organisme lain untuk pernapasan. E. Variabel a) Variabel Kontrol ● Tanaman Hydrilla b) Variabel Bebas. ● Intensitas Cahaya ● Bubuk NAHCO3 c) Variabel terikat ● Banyak gelembung
F. Alat dan Bahan a) Alat 1. Gelas kimia 2. Corong kaca 3. Tabung reaksi 4. Kawat 5. Ember 6. Benang Kasur b) Bahan 1. Tumbuhan Hydrilla 2. Air 3. Soda kue G. Langkah-langkah 1. Siapkan alat dan bahan 2. Memasukan tanaman Hydrilla sp. ke dalam corong. Diusahakan agar tanaman Hydrilla sp. tidak keluar dari corong 3. Menutup bagian tabung corong dengan tabung reaksi 4. Memasukkan tiga kawat penyangga ke dalam gelas kimia untuk menjaga keseimbangan dari yang telah berisi dengan Hydrilla sp. Sebaiknya, jarak antara bawah corong dengan dasar gelas kimia tidak terlalu jauh 5. Memasukkan gelas kimia ke dalam ember yang berisi air, diikuti memasukkan corong yang di dalamnya berisi tanaman Hydrilla sp. ke dalam gelas kimia tersebut. Selanjutnya tutup bagian tabung corong dengan tabung reaksi, diusahakan tidak terbentuk ruang udara 6. Letakkan gelas kimia ke dalam lemari selama 10 menit lalu hitung gelembung 7. Setelah itu, diamkan gelas kimia tersebut pada ruang selama 10 menit lalu hitung banyak gelembung 8. Letakkan gelas kimia pada luar ruangan dan terkena cahaya selama 10 menit lalu hitung banyak gelembung 9. Setelah itu, tambahkan NAHCO3 lalu aduk secara rata dan tunggu selama 10 menit lalu hitung banyak gelembung H. Hasil Pengamatan No . Perlakuan Waktu Jumlah Gelembung 1 Cahaya Gelap 10 menit 2 2 Cahaya Ruang 10 menit 0 3 Cahaya Langsung 10 menit 5 4 Cahaya Langsung+NAHCO3 10 menit 5
I. GRAFIK J. Pembahasan Di tempat yang terkena cahaya matahari dihasilkan gelembung udara lebih banyak daripada di tempat teduh. Hal ini disebabkan karena dalam proses fotosintesis, matahari sangat diperlukan sebagai sumber energi. Makin tinggi intensitas cahaya, makin banyak aktivitas fotosintesis yang dapat dilakukan sehingga gelembung udara O2 lebih banyak dihasilkan. Suhu dapat mempengaruhi proses fotosintesis. Untuk berlangsungnya proses fotosintesis diperlukan enzim-enzim. Enzim dapat bekerja secara maksimal jika suhu lingkungannya optimum. Jika suhu di atas optimum, laju fotosintesisnya berkurang karena aktivitas enzimnya makin lambat. Demikian pula jika di bawah suhu optimum, laju fotosintesis akan berkurang karena aktivitas enzim juga berkurang. Tujuan dari penambahan NaHCO3 adalah untuk menambah banyaknya gelembung O2 yang dihasilkan. NaHCO3 akan bereaksi dengan H2O terurai menjadi CO2 sehingga NaHCO3 dapat menjadi katalisator atau zat yang dapat mempercepat laju fotosintesis. Tetapi dalam percobaan ini pemberian NaHCO3 menghasilkan sedikit gelembung hal ini disebabkan karena bahan percobaan tidak langsung diberi NAHCO3 dan bahan percobaan tersebut di masukkan kedalam ruangan terlebih dahulu. 0 1 2 3 4 5 6 Cahaya Gelap Cahaya ruang Cahaya Langsung NAHCO3 Banyak Gelembung
K. Kesimpulan Kesimpulan yang telah kita dapat dalam hasil percobaan yang kami peroleh, bahwa fotosintesis menghasilkan gas oksigen. Laju rekasi dari proses fotosintesis dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan kadar CO2. Semakin tinggi intensitas cahaya maka laju reaksi semakin cepat.
L. DOKUMENTASI
DAFTAR PUSTAKA Laporan Pratikum Fermentasi Alkohol 2 - Scribd https://id.scribd.com/document/539402086/LAPORAN-PRATIKUM-FERMENTASI-ALKOHOL-2 Meirisda Delatina. [2011]. Fermentasi. Online tersedia di: http://meirisdadelatina.blogspot.com/2011/10/fermentasi.html [15 januari 2013] Melvina Valencia. [2002]. Fermantasi Ragi. Online tersedia di : http://www.scribd.com/doc/48322842/Laporan-Bio-Fermentasi [15 januari 2013] Anonim. (2011). Fermentasi. [online]. Tersedia : http://id.wikipedia.org/wiki/Fermentasi. [15 januari 2013]