KOMPONEN-KOMPONEN
EKOSISTEM
Riska S. Wahyuningtyas . Aulia Septiani
PROFIL PENULIS
RISKA SEPTIA WAHYUNINGTYAS, lahir di Gunungkidul, 28 September 1992. Riwayat pendidikan
adalah pada tahun 1999 – 2005 mendapatkan pendidikan SD Kanisisus 2 Wonosari Gunungkidul, Yogyakarta.
Tahun 2005 – 2008 Menamatkan Pendidikan di SMP Negeri 1 Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta kemudian
tahun 2008 – 2011 menamatkan pendidikan di SMA Negeri 2 Wonosari Gunungkidul. Tahun 2011 – 2016
meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prodi Pendidikan Biologi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Selanjutnya pada tahun 2016 – 2018 meraih gelar
Magister Pendidikan (M.Pd) di Prodi S2 Pendidikan Biologi, Program Pasca Sarjana (PPS), Universitas
Negeri Yogyakarta (UNY).
Tahun 2018 sampai saat ini menjadi tenaga pendidik di Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta. Mata kuliah yang diajar sekarang
adalah Metodologi Pembelajaran Biologi, Biologi Umum, Teknik Lab dan Mikroteknik, dan Mikrobiologi.
Karya ilmiah telah dipublikasi di jurnal nasional terakredtasi, prosiding nasional ber ISBN, prosisding
internasional ber ISBN, dan prosiding internasional terindeks scopus. Sebagai bentuk tanggung jawab
terhadap Tri Darma Perguruan Tingi saat ini aktif sebagai reviwer di jurnal Bioeducation. Fokus penelitiannya
pada bidang metodologi pembelajaran dan pengembangan bahan ajar.
AULIA SEPTIANI, lahir di Grobogan, 12 September 2002. Riwayat pendidikan adalah pada tahun 2009-2015
menamatkan pendidikan SD Negeri 1 Dimoro, Toroh. Tahun 2015-2017 menamatkan pendidikan di SMP Negeri 2
Toroh, Grobogan, kemudian tahun 2017-2020 menamatkan pendidikan di SMA YADIKA 4 Jatiwaringin, Bekasi.
Tahun 2020 sampai saat ini menjadi mahasiswi di Universitas Kristen Indonesia di Program Studi Pendidikan
Biologi.
KATA PENGANTAR
Puja-puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas membuat modul yang berjudul:
KOMPONEN-KOMPONEN EKOSISTEM. Tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari pembuatan modul ini adalah untuk memenuhi tugas Ujian Akhir
Semester (UAS) dari Ibu Riska S. Wahyuningtyas, M.Pd yang mengajar pada mata kuliah
Metodologi Pembelajaran Biologi. Selain itu, modul ini juga bertujuan untuk menambah wawasan
tentang ilmu ekosistem bagi para pembaca dan juga bagi saya sendiri.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Riska S. Wahyuningtyas, M.Pd selaku dosen
mata kuliah Metodologi Pembelajaran Biologi yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat
menambah pengetahuan dan wawasan saya sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebgaian
pengetahuan sehingga saya dapat menyelesaikan modul ini. Saya menyadari, modul yang saya
tulis ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya
terima demi kesempurnaan modul ini.
Jakarta. Juni 2021
Penulis
DAFTAR ISI
Profil Penulis……………………………………………………….……..
Kata Pengantar……………………………………………………..…….
Daftar Isi……………………………………………………………..……
RPP…………………………………………………………………….…..
Pendahuluan………………………………………………………………
A. EKOSISTEM………………………………………………………1
B. KOMPONEN-KOMPONEN EKOSISTEM…………………...…..3
a. Biotik………………………………………………...………4
b. Abiotik…………………………………………...…………..5
C. TIPE-TIPE EKOSISTEM…………………………………………..9
a. Ekosistem Akuatik……………………………...……………9
b. Ekosistem Terestrial…………………………………………15
c. Ekosistem Buatan……………………………………………23
D. PERANAN EKOSISTE……………………………………………24
E. MENJAGA EKOSISTEM…………………………………….........25
Evaluasi
Daftar Pustaka
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 5 BEKASI
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : X/Ganjil
Program : Peminatan MIPA
Materi Pokok : Komponen-Komponen Ekosistem
Alokasi Waktu : 2 Jam Pelajaran @ 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat :
1. Mengenal komponen-komponen ekosistem di lingkungan sekitarnya.
2. Mampu membedakan dan mengidentifikasi jenis-jenis ekosistem.
3. Melakukan upaya untuk menjaga dan melestarikan ekosistem, terutama ekosistem di sekitarnya.
B. Langkah-Langkah Pembelajaran dengan Discovery Learning
Pertemuan ke-1 (3x45 menit)
KEGIATAN GURU Kegiatan Pendahuluan (15 menit) KARAKTER
Menginstruksikan ketua kelas untuk mengkondisikan KEGIATAN PESERTA DIDIK Religius
kelas dalam keadaan siap belajar, dan memimpin doa. Disiplin
Guru melakukan absensi kehadiran kelas - Ketua kelas menyiapkan kelas dan memimpin doa
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan materi KARAKTER
- Murid merespon absensi yang diberikan oleh Guru Gotong
royong
Kegiatan Inti (105 menit) Rasa ingin
tahu
SINTAKS KEGIATAN GURU KEGIATAN PESERTA DIDIK
Stimulation Komunikatif
Memberikan stimulus dengan Mengamati gambar yang diperlihatkan guru
memperlihatkan gambar Rasa ingin
tentang ekosistem, tahu
komponen-komponen ekosistem dan Komunikatif
tipe-tipe ekosistem.
Problem Guru bertanya apa di sekitar Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru
Statement lingkungan tempat tinggal Mengamati vidio yang diperlihatkan guru
peserta didik ada yang
Data digambar.
Collection Guru akan memutar sebuah video dan
Peserta didik mengamati komponen
-komponen ekosistem di video tersebut!
Data Guru mengadakan sesi presentasi Peserta didik menyimak apa yang sedang dijelaskan oleh Memberikan
Processing kepada peserta didik temannya. kesempatan
untuk mempresentasikan hasil bagi orang
Verification data yang Peserta didik diharapkan menjawab pertanyaan guru yang
sudah mereka dapatkan ke mengenai manfaat ekosistem bagi kelangsungan sedang
Generalization depan kelas. makhluk hidup. berbicara
Guru bertanya kepada peserta Peserta didik menjawab pertanyaan guru dengan kritis Komunikatif
didik apa manfaat ekosistem bagi Menjawab pertanyaan guru untuk mendapatkan Percaya diri
kelangsungan hidup makhluk hidup. kesimpulan
Guru bertanya “Jika ekosistem kita Komunikatif
Rusak apa yang harus kita lakukan?” Tanggung
Jawab
Membimbing peserta didik
membuat kesimpulan
tentang ekosistem.
Kegiatan Penutup (15 menit)
Peserta didik :
1. Membuat resume dengan kreatif dengan bimbingan guru tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran tentang materi yang baru
Dilakukan.
2. Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran yang baru diselesaikan.
Guru :
1. Memeriksa pekerjaan kegiatan mencari komponen-komponen ekosistem peserta didik yang selesai
langsung diperiksa untuk materi pelajaran.
2. Peserta didik yang selesai mengerjakan pekerjaan rumah dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat untuk
penilaian.
3. Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerja sama yang baik.
Penilaian :
1. Penilaian pengetahuan (posttest, tes tertulis)
2. Penilaian keterampilan (produk pengerjaan resume)
3. Penilaian sikap (observasi tentang nilai-nilai karakter yang terbangun dan tertanam dalam diri peserta didik dan
dituangkan dalam jurnal.
PENDAHULUAN
Setiap makhluk hidup yang hidup di suatu lingkungan
akan berinteraksi dengan lingkungannya tersebut. Interaksi
terjadi baik dengan makhluk hidup lain maupun dengan benda
yang ada di sekitarnya. Jenis interaksinya dapat dalam hal
mendapatkan makanan, suhu yang tepat untuk hidup,
ataumendapatkan pasangan untuk berkembang biak.
Bagaimana antarmakhluk hidup berinteraksi dan
makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya akan
dibahas di modul ini. Makhluk hidup dan lingkunagn fisiknya
selalu saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama
lainnya. Masing-masing secara terus-menerus berpengaruh
terhadap yang lain. Hubungan yang terus-menerus antara
komunitas makhluk hidup dan lingkungan fisiknya dapat
menimbulkan suatu kesatuan organisasi kehidupan yang
disebut ekosistem.
A EKOSISTEM
Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan
makhluk hidup lain, serta dengan benda tak hidup di
1
lingkungannya, membentuk ekosistem. Ekosistem merupakan
salah satu bidang kajian yang dipelajari dalam cabang biologi,
yaitu ekologi. Ekologi (Yunani, oikos = rumah; logy = ilmu,
berasal dari kata logikos = masuk akal) adalh ilmu yang
mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk
hidup lain dan dengan lingkungan fisik. Hal tersebut
diungkapkan oleh ahli zoology Jerman, Ernst Haeckel (1866).
Ekologi merupakan cabang ilmu yang
Apa kamu tahu? masih relative baru, yang baru muncul
pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi
Indonesia memiliki mempunyai pengaruh yang besar terhadap
wilayah terumbu karang cabang biologi lainnya. Ekologi
mempelajari bagaimana makhluk hidup
terbesar di Asia dapat mempertahankan kehidupannya
Tenggara. Luasnya dengan mengadakan hubungan
mencapai 39.500 km antarmakhluk hidup dan dengan benda tak
persegi mencakup 16 hidup di dalam hidupnya atau
persen habitat karang
dunia. Dengan
demikian, Indonesia
adalah produsen utama
larva karang, yang
menyebar untuk
mengisi wilayah-wilayah
lain di seluruh dunia.
lingkungannya.
Para ahli ekologi mempelajari hal-hal berikut.
1. Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang
satu ke makhluk hidup yang lain dan ke dalam
lingkungannya dan factor-faktor yang menyebabkannya.
2
2. Perubahan populasi suatu spesies pada waktu yang berbeda
dan factor-faktor yang menyebabkannya.
3. Terjadinya hubungan antarspesies (interaksi antarspesies)
makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan
lingkungannya.
Komponen yang menyusun lingkungan dapat dibedakan
menjadi komponen abiotik (benda tak hidup) dan biotik
(makhluk hidup).
B KOMPONEN-KOMPONEN EKOSISTEM
Gambar: komponen-komponen biotik dan abiotik.
Sumber: DosenPendidikan.com,12 Juni 2021, pukul:13.16 WIB
3
Ekosistem terdiri atas dua komponen utama, yaitu
komponen biotik dan komponen abiotik.
1. Komponen Biotik
Komponen biotik meliputi komunitas makhluk hidup.
Setiap makhluk hidup dalam ekosistem menempati suatu
tempat hidup yang spesifik. Tempat hidup yang spesifik
tersebut dikenal dengan istilah habitat (Latin, habitare =
bertempat tinggal). Setiap makhluk hidup yang memiliki peran
khusus di dalam habitatnya. Peran atau cara hidup yang khusus
dari setiap makhluk hidup di dalam habitatnya disebut relung
ekologi (nisia)
Sekelompok makhluk hidup dari spesies yang sam pada
waktu yang sama disebut populasi. Misalnya, rerumputan di
halaman rumah (populasi rumput) atau sekawanan sapi di
lapangan (populasi sapi). Populasi dapat berubah setiap saat.
Perubahan populasi dipengaruhi oleh factor kelahiran,
kematian, dan migrasi.
Beberapa populasi yang berbeda dari tumbuhan dan
hewan yang hidup bersama di lingkungan tertentu akan
membentuk komunitas. Di dalam ekosistem terdapat beberapa
4
macam, komunitas, misalnya, komunitas kolam, komunitas
hutan, dan komunitas pantai
2. Komponen Abiotik
Komponen abiotik meliputi benda-banda tak hidup.
a. Suhu
Suhu atau temperature adalah derajat energi panas.
Sumber utama energi panas adalah radiasi matahari. Suhu
merupakan komponen abiotik di udara, tanah, dan air.
Suhu sangat diperlukan oleh setiap makhluk hidup,
berkaitan dengan reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh
makhluk hidup. Reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup
memerlukan enzim. Kerja suatu enzim dipengaruhi oleh
suhu tertentu.
b. Cahaya
Cahaya merupakan salah satu energi yang bersumber
dari radiasi matahari. Cahaya matahari terdiri dari
beberapa macam panjang gelombang. Jenis panjang
gelombang, intensitas cahaya, dan lama penyinaran
cahaya matahari berperan dalam kehidupan organisme.
Misalnya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari dengan
panjang gelombang tertentu untuk proses fotosintesis
c. Air
5
Air terdiri dari molekul-molekul H2O. air dapat
berbentuk padat, cair, dan gas. Di alam, air dapat
berbentuk padat, misalnya es dan kristel es (salju), serta
berbentuk gas berupa uap air. Dalam kehidupan, air sangat
siperlukan oleh makhluk hidup karena sebagian besar
tubuhnya mengandung air
d. Kelembapan
Kelembapan merupakan salah satu komponen
abiotik di udara dan tanah. Kelembapan di udara berarti
kandungan uap air di udara, sedangkan kelembapan di
tanah berarti kandungan air dalam tanah. Kelembapan
diperlukan oleh makhluk hidup agar tubuhnya tidak cepat
kering karena penguapan. Kelembapan yang diperlukan
setiap makhluk hidup berbeda-beda. Sebagai contoh,
jamur dan cacing memerlukan habitat yang sangat
lembab.
e. Udara
Udara terdiri dari berbagai macam gas, yaitu nitrogen
(78,09%), oksigen (20,93%), karbon dioksida (0,03%),
dan gas-gas lain. Nitrogen diperlukan makhluk hidup
untuk membentuk protein. Oksigen digunakan makhluk
6
hidup untuk bernapas. Karbon dioksida diperlukan
tumbuhan untuk fotosintesis
f. Garam-garam Mineral
Garam-garam mineral antara lain ion-ion nitrogen,
fosfat, sulfur, kalsium, dan natrium. Komposisi garam
mineral tertentu menentukan sifat tanah dan air.
Contohnya kandungan ion-ion hydrogen menentukan
tingkat keasaman, sedangkan kandungan ion natrium dan
klorida di air menentukan tingkat salinitas (kadar garam).
Tumbuhan mengambil garam-garam mineral (unsure
hara) dari tanah dan air untuk proses fotosintesis.
g. Tanah
Tanah merupakan hasil pelapukan batuan yang
disebabkan oleh iklim atau lumut, dan pembusukan bahan
organik. Tanah memiliki sifat, tekstur, dan kandungan
garam mineral tertentu. Tanah yang subur sangat
diperlukan oleh organisme untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Tumbuhan akan tumbuh dengan baik pada
tanah yang subur
h. Topografi
Topografi artinya tinggi rendahnya permukaan bumi
di suatu daerah. Topografi berkaitan dengan kelembapan,
7
cahaya, suhu, serta keadaan tanah di suatu daerah.
Interaksi berbagai factor itu membentuk lingkungan yang
khas. Sebagai contoh, keanekaragaman hayati di daerah
perbukitan berbeda dengan di derah datar. Organisme
yang hidup di derah yang berbukit berbeda dengan di
daerah datar. Topografi juga mempengaruhi penyebaran
makhluk hidup
KEGIATAN
Judul Kegiatan : Mengenal komponen-komponen dalam ekosistem.
Jenis Kegiatan : Kerja individu.
Tujuan Kegiatan :Peserta didik dapat menyebutkan komponen-komponen
ekosistem dengan benar.
Langkah Kegiatan:
1. Guru akan memutar vidio dan amatilah komponen-komponen ekosistem
yang ada di vidio tersebut!
2. Tulislah hal-hal yang kamu lihat pada titik-titik berikut!
Komponen-komponen ekosistem
a) …………………………………………………..
b) …………………………………………………..
c) ………………………………………………......
d) …………………………………………………..
e) …………………………………………………..
3. Identifikasikanlah hal-hal yang sudah kamu tuliskan tersebut!
4. Kemukakanlah secara lisan di depan kelas, apa yang sudah kamu
tuliskan!
8
C TIPE-TIPE EKOSISTEM
Pada umumnya, dikenal tiga tipe ekosistem utama, yaitu
ekosistem akuatik (air), ekosistem terestrial (darat), dan
ekosistem buatan
1. Ekosistem Akuatik
Ekosistem akuatik (perairan) adalah tipe ekosistem yang
sebagian lingkungan fisiknya didominasi oleh air. Ekosistem
akuatik dipengaruhi oleh empat factor, yaitu penetrasi cahaya
matahari, substrat, temperatur, dan jumlah material terlarut.
Akan tetapi, factor penentu utama dari ekosistem perairan
adalah jumlah garam terlarut di dalam air.
Jika perairan tersebut sedikit mengandung garam terlaryt,
maka disebut ekosistem air tawar. Sebaliknya, jika
mengandung kadar garam tinggi, maka disebut ekosistem laut.
a. Air Tawar
Ekosistem air tawar dibagi menjadi dua, yaitu lotik
dan lentik. Ekosistem air tawar lotik memiliki ciri airnya
berarus. Contohnya adalah sungai.
9
Gambar:ekosistem sungai.
Sumber:kakakpintar.com, 12 Juni 2021,pukul 13.20 WIB
Organisme yang hidup pada ekosistem ini dapat
menyesuaikan diri dengan arus air. Produsen utama pada
ekosistem ini adalah ganggang. Akan tetapi, umunya
organisme lotik memakan detritus yang berasal dari
ekosistem darat di sekitarnya.
Ekosistem air tawar lentik memiliki cirri airnya tidak
berarus. Ekosistem air tawar lentik meliputi rawa air
tawar, rawa gambut, kolam, dan danau. Rawa didominasi
oleh lumut Spaghnum. Ekosistem danau dan kolam terdiri
dari tiga wilayah horizontal, yaitu litoral, limnetik, dan
profundal
10
b. Laut
Hampir 71% dari permukaan bumi tertutup oleh laut.
Rata-rata salinitas (kadar garam) laut adalah 3%, tetapi
angka ini bervariasi dari satu wilayah ke wilayah yang lain
sesuai dengan kedalaman dan geografinya.
Gambar:ekosistem laut.
Sumber:satujam.com,12 Juni 2021, pukul 13.25 WIB
Salinitas tertinggi terdapat di daerah tropis. Pada
daerah tropis suhu yang tinggi menyebebkan laju
penguapan berlangsung cepat sehingga salinitas laut
menjadi tinggi. Contohnya, Laut Merah memiliki salinitas
4%. Sebaliknya, pada geografi yang lebih tinggi, proses
penguapan berkurang sehingga salinitasnya rendah.
Contohnya, Laut Baltik dengan salinitas 0,7%.
11
c. Estuari
Ekosistem estuary terdapat pada wilayah pertemuan
antara sungai dan laut atau disebut muara sungai. Muara
sungai disebut juga pantai Lumpur.
Gambar: ekosistem estuary.
Sumber: Berkahkhair.com, 12 Juni 2021, pukul 13.30 WIB
Esturia mamiliki ciri berair payau dengan tingkat
salinitas di antarsa air tawar dan laut. Vegetasi didominasi
oleh tumbuhan bakau. Beberapa organisme laut
melakukan perkembangbiakan di wilayah ini seperti ikan,
udang, dan moluska yang dapat dimakan.
d. Pantai Batu
12
Gambar: Ekosistem pantai batu
Sumber:ilmubagaikan sebuahpermata.com, 13 Juni 2021, pukul:10.45 WIB
Ekosistem pantai batu tersusun dari komponen
abiotik, berupa batu-batuan kecil maupun bongkahan batu
yang besar. Pada ekosistem pantai batu terdapat
organisme seperti ganggang Eucheuma dan Sargassum,
serta beberapa jenis moluska yang dapat melekat di batu.
Ekosistem pantai batu antara lain terdapat di Pantai
Selatan Jawa, Pantai Barat Sumatera, Bali, Nusa
Tenggara, dan Maluku
e. Terumbu Karang
13
Gambar: Ekosistem Terumbu karang
Sumber: ANY.web.id, 13 Juni 2021, pukul:10.49 WIB
Ekosistem terumbu karang hanya dapat tumbuh di
dasar perairan ynag jernih. Terumbu karang terbentuk dari
rangka hewan kelompok Coelenterata. Pada ekosistem ini
terdapat berbagai jenis organisme laut dari kelompok
Porifera, Coelenterata, ganggang, berbagai jenis ikan,
serta udang. Ekosistem terumbu karang antara lain
terdapat di perairan Nusa Tenggara dan Maluku.
f. Laut Dalam
Ekosistem laut dalam merupakan zona pelagic laut.
Ekosistem ini berada pada kedalaman 76.000 m dari
permukaan laut, sehingga tidak ada lagi cahaya matahari.
14
Gambar: Ekosistem kapal karam di laut dalam
Sumber: Tirto.ID, 13 Juni 2021, pukul 10.56 WIB
Oleh karena itu, produsen utama di ekosistem ini
merupakan organisme kemoautotrof
2. Ekosistem Terestrial
Ekosistem terestrial (darat) adalah suatu tipe ekosistem
yang sebagian besar lingkungan fisiknya berupa daratan.
Ekosistem terrestrial memiliki bagian daerah yang luas dengan
habitat dan komunitas tertentu, disebut bioma.
a. Hutan Musim
Bioma daratan yang berada di belahan timur
Amerika Utara dikenal dengan bioma hutan musim atau
hutan gugur. Pemberian nama bioma tersebut adalah
15
Gambar: Hutan musim pada saat musim gugur
Sumber: MateriIPA.com, 13 Juni 2021, 11. WIB
berdasarkan ciri-ciri umum dari ekosistem atau
berdasarkan vegetasi yang dominant. Pada bioma hutan
musim ditemukan tumbuhan bercirikan pohon keras
seperti oak (Quercus sp.), beach, dan maple (Acer
saccharinum), yang menggugurkan daunnya pada musim
gugur. Adapun jenis hewan yang menghuni bioma
tersebut antara lain rusa, musang, dan salamander.
b. Padang Rumput
Di sebelah barat dari hutan musim di Amerika Utara
terdapat bioma padang rumput. Curah hujan bioma
padang rumput tidak banyak memberikan dukungan bagi
pertumbuhan tumbuhan. Penyebabnya adalah pada daerah
tersebut terdapat aliran sungai yang panjang sehingga air
tersedia dalam jumlah yang besar.
16
Gambar: Padang rumput
Sumber: Wiktionary.com, 13 Juni 2021, pukul: 11.11 WIB
Vegetasi dominan dalam bioma padang rumput
adalah bermacam-macam spesies rumput-rumputan.
Hewan yang ditemukan di daerah tersebut antara lain
bison, anjing padang rumput, antelope, belalang, dan ular.
Suatu bioma yang mirip dengan sebutan sabana.
Sabana adalah tipa bioma yang banyak teradapat di
Amerika Selatan. Tumbuhannya terdiri atas rumput dan
pohon-pohon yang menyebar. Tipe bioma ini memiliki
musim kering dan musim basah.
c. Gurun
17
Gambar:Gurun pasi
Sumber: CNNindonesia.com, 13 Juni 2021, Pukul: 11.13 WIB
Gurun terdapat di belahan bumi sekitar 20° - 30°
lintang utara dan lintang selatan. Curah hujan di gurun
rendah, yaitu kurang dari 25 cm per tahun. Kehidupan
organisme di gurun beradaptasi dengan lingkungannya
yang kering. Vegetasinya terdiri dari berbagai balukar
akasia, tumbuhan sukulen, dan kaktus. Hewan yang
banyak terdapat di gurun antara lain belalang, buurung
pemangsa serangga, dan kadal. Umunya hewan-hewan
gurun melakukan kegiatan pada malam hari (nokturnal).
Contoh bioma gurun adalah gurun Gobi di Asia, gurun
Sahara di Afrika, dan gurun Anzo Borrego di Amerika.
18
d. Taiga
Taiga terdapat di wilayah utara hutan gugur
subtropics dan juga di pegunungan tropis. Cirri iklim taiga
adalah musim dingin yang panjang. Hujan turun hanya
pada musim panas. Taiga merupakan hutan pinus (koifer)
yang selalu hijau. Taiga terdapat di Amerika Utara, juga
pada dataran tinggi di berbagai wilayah. Hewan yang
hidup di taiga antara lain beruang hitam dan serigala.
Gambar: Hutan taiga
Sumber: DictioCommunity.com, 13 Juni 2021, pukul: 11.17 WIB
e. Tundra
Di sebelah utara dari bioma taiga terdapat suatu
wilayah yang dikenal sebagai bioma tundra. Karakteristik
19
Gambar: Hutan taiga
Sumber: DictioCommunity.com, 13 Juni 2021, pukul: 11.17 WIB
bioma tundra sangat ekstrem, yaitu lama musim dinginnya
lebih panjang daripada musim panas. Dalam kondisi
demikian sangat sedikit ditemukan jenis tumbuhan dan
hewan yang hidup di sana. Tumbuhan yang terutama
berupa lumut (liken), dan tumbuhan semusim yang
tumbuh cepat selama musim tumbuh. Hewan yang
menghuni bioma tundra antara lain rusa kutub (karibu),
serigla, ajag, burung hantu salju, tikus, dan beberapa jenis
serangga.
20
f. Hutan Hujan Tropik
Bioma hutan hujan tropik adalah akhir dari spectrum
iklim bioma tundra. Bioma hutan hujan tropic, terutama
terdapat dekat ekuator di Amerika Selatan dan Amerika
Tengah, Afrika, bagian selatan Asia, serta pulau di
kepulauan Pasifik. Bioma hutan hujan tropic ditandai
dengan suhu yang tinggi, hujan turun hamper setiap hari,
dan memiliki ribuan spesies tumbuhan dan hewan.
Tumbuhan tumbuh subur dengan cabang-cabang berdaun
lebat sehingga membentuk tudung atau kanopi.
Gambar:Hutan Hujan Tropis
Sumber : detikTravel.com, 13 Juni 2021, pukul: 11.31 WIB
21
g. Savana
Savana terdapat di wilayah sekitar khatulistiwa,
dengan curah hujan lebih rendah daripada hutan hujan
tropis (sekitar 90 – 150 cm per tahun). Vegetasi savanna
didominasi oleh rumput dengan semak dan pohon yang
tumbuh terpencar. Hewan yang hidup di savana adalah
berbagai jenis serangga seperti belalang, kumbang, rayap,
herbivore, dan karnivora. Di Kenya (Afrika) terdapat
savanna yang di dalamnya hidup gajah, jerapah, zebra,
dan singa. Di Indonesia, savana terdapat di Sumbawa
(NTB).
Gambar: Padang savana di bukit wailiti
Sumber: AdlienTravelJournal.com, 13 Juni 2021, pukul: 11.34 WIB
22
3. Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan
manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Contoh ekosistem
buatan misalnya bendungan, hutan tanaman produksi seperti
jati dan pinus, agroekosistem berupa sawah tadah hujan, sawah
irigasi, perkebunan sawit, perkebunan kopi, serta pemukiman
seperti ekosistem kota dan desa.
Gambar: Sawah Terasering
Sumber : ArsiturStudio.com, 13 Juni 2021, pukul 11.38 WIB
23
D PERANAN EKOSISTEM
Komponen-komponen ekosistem memiliki manfaat yang
sangat besar bagi manusia dan makhluk hidup lain, di
antaranya sebagai berikut.
a. Sebagai sumber bahan makanan bagi makhluk hidup lain.
Misalnya produsen menyediakan bahan makanan bagi
konsumen primer (herbivora), konsumen primer
menyediakan bahan makanan bagi konsumen sekunder
(karnivora), dan seterusnya.
b. Berperan penting dalam menjaga keseimbangan
ekosistem yang dinamis. Contohnya keberadaan harimau
(karnivora) di suatu padang rumput untuk mencegah
terjadinya ledakan populasi herbivora di wilayah tersebut,
agar ketersediaan rumput selalu terjaga. Kehadiran
predator dan parasitoid ikut mengontrol populasi hama
agar tidak menimbulkan kerugian.
c. Menjamin tetap berlangsungnya daur ulang sampah
organik di ekosistem. Contohnya jamur dan bakteri
pengurai berperan menguraikan sampah organic menjadi
zat-zat anorganik yang sangat diperlukan bagi kehidupan
tumbuhan dan sekaligus dapat mengatasi masalah sampah
24
organik menjadi zat-zat anorganik yang sangat diperlukan
bagi kehidupan tumbuhan dan sekaligus dapat mengatasi
masalah sampah organik.
d. Sebagai sumber senyawa anorganik yang sangat
diperlukan bagi kehidupan. Contohnya tanah merupakan
sumber air dan unsur hara bagi kehidupan tumbuhan dan
makhluk hidup yang lain. Udara merupakan sumber CO2
untuk fotosintesis tumbuhan, juga sebagai sumber O2 bagi
semua makhluk hidup.
e. Membantu mengatasi permasalahan polusi. Misalnya
tumbuhan menyerap CO2 dalam udara untuk fotosintesis,
menyediakan O2 bagi organisme lain.
E MENJAGA EKOSISTEM
1. Menjadi konsumen yang bijak.
Langkah pertama yang harus diambil untuk
pelestarian ekosistem laut dan darat adalah dengan
menjadi konsumen yang bijak. Maksud dari menjadi
konsumen yang bijak memang bisa menjadi banyak
cabang dan berbagai rupa. Namun, yang lebih spesifik
disini adalah dengan mengurangi batasan untuk
25
mengkonsumsi minyak dari kelapa sawit atau juga bahan
sejenisnya karena sangat berpengaruh untuk ekosistem di
hutan sana.
Dewasa ini sebenarnya sudah banyak bertebaran
produk-produk alternatif untuk mengganti fungsi dari
minyak kelapa sawit. Misalnya yang paling banyak
sekarang adalah perihal minyak jagung untuk pengganti
memasak. Jagung dirasa lebih efisien dan efektif untuk
membuat minyak dan untuk memasak. Dan tentunya yang
paling penting tidak merusak ekosistem hutan.
2. Melakukan tebang pilih.
Penggundulan hutan makin hari makin terasa saja
dampaknya. Kita bisa dengan mudah melihat banyaknya
hutan yang ditebangi secara membabi buta bahkan dalam
beberapa ekstrim lebih parah lagi, seperti pembakaran
hutan untuk pembukaan wilayah, dan biasanya memang
untuk pabrik dan sejenisnya.
Tanpa disadari memang pohon merupakan
kebutuhan mahluk hidup, terutama binatang. Hal ini
tentulah akan merusak habitat dan ekosistem yang jelas
akan terganggu. Untuk mensiasati itu diperlukan adanya
tebang pilih dalam menebang pohon yang ada di hutan.
26
Misal saja pilih pohon yang dirasa sudah tua dan akan
roboh. Bukaan malah menebang asal pohon dan
menebang pohon yang muda juga.
3. Kurangi bahan bakar fosil.
Saat ini masih banyak bahan bakar yang besumber
dari fosil hewan ataupun tumbuhan. Contoh kecil saja
seperti batu bara dan minyak tanah. Ini jelas tidak bak
untuk ekosistem yang ada dan juga jumlahnyapun bisa
dibilang terbatas.
Kita tentunya bisa mensiasati ini dengan cara
memakai sumber energi alternatif. Seperti saja sinar
matahari atau angin yang dapat mengganti sumber batu
bara. Hal yang lainnya yang dapat kita lakukan masih
terkait hal ini adalah dengan cara membatasi penggunaan
kendaraan bermotor dan lebih memilih untuk berjalan
kaik atau naik sepeda ke tempat yang dekat.
4. Berhenti membuang sampah sembarangan
Tanpa disadari ataupun disadari, masih banyak
diantara kita yang membuang sampah sembarangan.
Namun, perlu diingat jugabahwa membuang sampah
sembarangan termasuk perbuatan yang keji dan bahkan
tidak mencerminkan sifat yang selayak manusia yang
27
merupakan mahluk paling bermartabat. sampah yang
paling berbahaya salah satunya adalah logam. Bahaya
logam sangat buruk untuk kebutuhan makhluk hidup,
terutama pada binatang.
Perihal buang sampah sembarangan ini bisa
menimbulkan banyak perkara negatif. Satu diantaranya
pastilah merusak ekosistem yang ada dilaut. Ekosistem
yang ada diaut tidak bisa dianggap enteng dan receh.
Karna, ekosistem itu masih merupakan ekosistem yang
amat dinuthkan oleh manusia. Jadi alangkah lebih
baiknya jika kita saling mengerti dan membuang sampah
pada tempatnya dan selayaknaya.
5. Menjaga kelestarian bersama organisasi
Dewasa ini sudah banyak organisasi non pemerintah
yang dapat dijadikan patokan untuk dapat menjaga
kelestarian ekosistem. Baik itu yang berada di perairan
maupun yang berada didaratan. Dari banyaknya
organisasi ini kita bisa belajar banyak dari organisasi
ini.Organisasi-organisasi yang sudah besar dan terkenal
contohnya seperti WWF dan Greenpeace, yang
kontribusi untuk lingkungannya sudah tidak dapat
diragukan lagi. Selain dua organisasi diatas, juga masih
28
ada lagi organisasi yang baru tumbuh seperti ivory wars.
Organisasi ini juga berkegiatan unutk menayangkan
tayangan mengenai orang-orang yang menjaga serta
menangkap pemburu gading gajah yang berada di Afrika
dan daerah lain yang masi banyak terdapat hutan.
29
EVALUASI
A. Penilaian Kognitif
Soal.
1. Apakah yang dimaksud dengan ekosistem?
2. Sebutkan dan jelaskan komponen-komponen yang ada dalam ekosistem!
3. Berikan 3 contoh ekosistem akuatik!
4. Taiga dan Tundra merupakan 2 ekosistem terestrial (darat) yang berbeda. Sebutkan 3
hal yang membuat Taiga dan Tundra berbeda!
5. Ekosistem memberikan banyak manfaat bagi kelangsungan hidup makhluk hidup.
Sebutkan 3 manfaat ekosistem!
6. Limbah pabrik yang dibuang ke laut akan merusak ekosistem laut yang ada. Seandainya
kamu memiliki sebuah pabrik di pinggir laut, upaya apa yang akan kamu lakukan untuk
menjaga ekosistem laut dari pembuangan limbah pabrik yang beracun?
B. Penilaian Afektif
No. Pernyataan SS Pilihan Sikap STS
S N TS
1. Saya meminati pembelajaran tentang komponen-
komponen ekosistem, karena materi tersebut sangat
dekat dengan kehidupan sehari-hari
2. Saya bisa menjawab pertanyaan yang guru tanyakan
3. Saya berinisiatif untuk mencatat materi yang
dijelaskan oleh guruu dan membacanya ulang
dirumah
4. Saya dapat menghubungkan materi komponen-
komponen ekosistem dengan lingkungan sekitar saya
5. Saya melaksanakan pembelajaran materi komponen-
komponen ekosistem dengan sungguh-sungguh
Jumlah
Total
30
Keterangan: Skor Maksimal = 25
SS = Sangat Setuju Skor Minimal = 5
S = Setuju
N = Netral
TS = Tidak Setuju
STS = Sangat Tidak Setuju
C. Penilaian Psikomotor Kelas: ………………….
Nama: …………………….
No. Keterampilan 1 Skor 5
234
1. Aktif dalam kegiatan peduli lingkungan
2. Sadar dengan ancaman pencemaran lingkungan
3. Tidak membuang sampah sembarangan
Mampu membedakan sampah organik anorganik, kertas,
4.
residu, dan B3
5. Mengajak orang lain untuk peduli dengan lingkungan
Keseluruhan hasil sesuai dengan skor yang diperoleh.
31
DAFTAR PUSTAKA
Anton Mujahir. (2018, November 2018). Inilah 10 Fakta Menarik tentang Laut Indonesia.
Diakses dari https://www.mongabay.co.id/2018/11/02/inilah-10-fakta-menarik-
tentang-laut-indonesia/
Anwar Husman. (2016, November 12). 6 Cara Menjaga Keseimbangan Ekosistem. Diakses
dari https://dosenbiologi.com/lingkungan/cara-menjaga-keseimbangan-ekosistem
Modul Ekosistem-SMAN 78 Jakarta. Diakses pada Juni 12, 2021, dari http://sman78-
jkt.sch.id/sumberbelajar/bahanajar/Ekosistem_1.pdf
Mohammad Fadillah Arsa. (2018, Juli 21). Peranan Komponen Ekosistem bagi Kehidupan.
Diakses dari https://tulisan.fadillaharsa.id/2019/07/peranan-komponen-ekosistem-
bagi-kehidupan/