Bahan Ajar Kelas 5
Ayo Belajar Pantun
Disusun oleh : Nurista Kurnia Nisfin
Petunjuk Penggunaan
E-Book
Bacalah e-book ini dari awal sampai
1. akhir dengan berurutan dan jangan
lupa membaca doa sebelum belajar
terlebih dahulu
Bacalah Kompetensi Inti dan Dasar
2. melalui e-book agar memperoleh
gambaran mengenai tujuan e-book
Bacalah dan kerjakan semua tugas
yang harus dikerakan dengan baik
3. secara individu atau kelompok.
Tugas-tugas tersebut bertujuan
untuk memperkuat pemahaman dari
materi yang disajikan melalui e-book
Kompetensi Inti
1. Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama
yang dianutnya
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun,
peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan
keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati
(mendengar, melihat, membaca dan menanya ) dan
menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya,
makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda
yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas,
sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam
gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam
tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan
berakhlak mulia
Kompetensi Dasar
1. Menggali isi dan amanat pantun yang disajikan secara
lisan dan tulis dengan tujuan untuk kesenangan
2. Membaca pantun hasil karya sendiri dengan lafal,
intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk
ungkapan diri.
Indikator
1.1 Menyebutkan bagian-bagian dan ciri-ciri pantun.
2.2 Membuat pantun dengan tema tertentu, lalu
menunjukkan unsur-unsur pantun yang dibuat.
Tujuan Pembelajaran
1. Dengan kegiatan menulis pantun, siswa dapat
menjelaskan isi pantun yang disajikan secara
tertulis dan runtut.
2. Dengan kegiatan menulis pantun dengan tema
bebas, siswa dapat membacakan pantun yang
dibuatnya dengan lafal dan intonasi yang tepat
secara penuh percaya diri.
Mari
Berdoa
Doa Sebelum Belajar
Pengertian Pantun
Pantun berasal dari bahasa Minangkabau, disebut
patuntun yang berarti penuntun yang awalnya
merupakan satu di antara bentuk dari sastra lain.
Pantun biasanya dijumpai dalam bentuk tertulis.
Namun seiring berjalannya waktu, pantun sudah
berkembang menjadi media penuturan pesan
menggunakan permainan kata-kata.
Pantun merupakan salah satu seni merangkai kata.
Pantun dapat digunakan untuk mengungkapkan
perasaan seseorang mengenai suatu kejadian atau
peristiwa yang dialaminya.
Pantun
memiliki ciri
khas
sehingga
berbeda
dengan
bentuk puisi
lainnya.
1
Ayo Membaca !!
Sejarah Pantun
Pantun adalah ekspresi dan praktik kultural yang
diperkirakan sudah ada selama 500 tahun. Akan tetapi,
tidak diketahui secara persis pada tahun berapa dan
siapa yang pertama kali menemukan pantun. Sebagai
praktik yang hidup dalam masyarakat, tidak ada pencipta
atau penemu perorangan. Tradisi pantun ini, diwariskan
secara lisan dari generasi ke generasi.
Di masa modern, ada upaya dokumentasi dalam
bentuk tulisan sehingga memudahkan pewarisannya
melalui pendidikan. Pantun adalah sebuah tradisi lisan
dari masyarakat Melayu. Melayu di sini meliputi di
antaranya Malaysia, Pulau Sumatera termasuk juga Riau,
dan Padang.
UNESCO menetapkan pantun sebagai warisan tak
benda salah satu alasannya karena hingga saat ini masih
terus digunakan dan tetap hidup di tengah-tengah
masyarakat. Pantun telah ada sejak munculnya tradisi
kebudayaan Melayu pada zaman Kerajaan Riau, Johor,
Kesultanan Aceh, dan sebagainya.
2
Adapun teks Melayu tertua yang dijumpai dan mulai
menyebut pantun sebagai bentuk sajak yang popular
dalam masyarakat Melayu adalah teks syair-syair tasawuf
Abdul Jamal, penyair dan sufi Melayu yang hidup di Barus
dan Aceh pada abad ke-17 M dan merupakan murid dari
Syekh Syamsudin Pasai.
Syair Abdul Jamal itu sebutan pantun dengan kata-kata
seperti bandun, bantun, dan lantun. Secara tersirat,
dalam syair itu pantun disebut sebagai puisi yang biasa
dilantunkan secara spontan untuk menyindir, berseloroh,
dan menghibur diri.
3
Bacalah contoh Pantun berikut !
Bermain di taman dengan akur Sampiran
Bersama teman naik jungkat-jungkit
Mari kawan kita bersyukur Isi
Menjaga kesehatan sebelum sakit
Tubuh letih usah dipaksakan, Sampiran
Nanti sakit sekujur tubuh. Isi
Pendidikan jangan disia-siakan,
Itulah jalan menuju maju.
4
Struktur Pantun
Pantun memiliki dua bagian, yaitu :
1. bagian pertama yakni pada bait pertama dan kedua
disebut dengan sampiran (Sampiran biasanya tidak
ada hubungannya dengan isi, namun memberi
gambaran seperti apa isi pantun)
2. bagian kedua pada bait ketiga dan keempat disebut
dengan isi (inti dari pikiran pembuatnya)
Peranan dan Fungsi Pantun
a. Pantun bisa menjaga dan jadi media kebudayaan
dalam memperkenalkan nilai-nilai adat istiadat.
b. Pantun memiliki fungsi sangat kuat dalam
pergaulan, seperti menjadi sebab pantun tetap enak
ketika digunakan dalam berkomunikasi
c. Terciptanya pantun sebagai alat pemelihara bahasa
5
Ciri-ciri dan Jenis-jenis Pantun
Ciri-ciri pantun ada 4, yaitu:
1. Bersajak a-b-a-b dan a-a-a-a
2. Terdiri atas empat baris dalam satu
bait
3. Setiap baris terdiri atas 8-12 suku
kata
4. Ada dua bagian, yaitu sampiran dan
isi
6
Menjelaskan Isi Pantun
Anak pandai selalu hemat, Sampiran
Membeli barang slalu manfaat.
Kepada yang tua mestilah hormat, Isi
Agar hidup mendapat berkat.
Makna pantun :
Setiap orang memiliki karakternya masing-masing. Ada
anak yang suka hidup foya-foya, ada juga anak yang bisa
hidup hemat. Orang yang bisa hidup berhemat akan
berhati-hati dalam memberi barang. Sekalinya memberi
barang akan membeli barang yang bermanfaat.
Di pantun tersebut juga ingin menjelaskan bahwasanya
seorang anak harus berbakti dan hormat kepada
orangtua. Ketika ikhlas hormat dan bakti kepada orang
tua, maka orangtua akan mendoakan dengan tulus agar
anak-anaknya hidup dengan damai dan penuh berkat.
7
Jenis Pantun Berdasarkan Usia
Berdasarkan usia, pantun digolongkan menjadi
tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
Pantun Anak-anak
Pantun Orang Muda
Pantun Orang Tua
8
Jenis Pantun Berdasarkan Isi (1)
Ayo, perhatikan pantun nasihat dan pantun jenaka
berikut!
Contoh pantun nasihat
Pamanku seorang petani Sampiran
Punya kebun, punya lading
Ayo, membaca buku hari ini Isi
Supaya masa depan menjadi lebih
gemilang
Makna : pantun nasehat ini berisikan bahwa buku
adalah jendela dunia. Jadi, untuk meraih masa depan
yang cerah bisa diawali dengan suka membaca buku.
9
Contoh pantun jenaka Sampiran
Pak tani ke ladang membawa karung,
Dibawanya dengan jemari,
Wajah kamu jangan murung, Isi
Kayak belum makan tiga hari
Makna: Pantun jenaka ini memiliki makna untuk
menceriakan teman yang sedang bersedih, dengan
wajah murungnya yang terlihat seperti orang yang
belum memakan apa-apa sejak tiga hari yang lalu, alias
terlihat lemas dan lesu.
10
Ayo Mengamati !!
Perhatikan pantun berikut !
Ke pasar membeli gunting
Tidak lupa membeli pita
Sangatlah heran si induk kucing
Melihat tikus naik kereta
Apa jenis pantun diatas ?
Ada berapa baitkah pantun diatas ?
Terdiri dari berapa bariskah bait pantun diatas ?
Tuliskan bait yang merupakan sampiran !
Tuliskan bait yang merupakan isi pantun tersebut !
11
Tuliskan jawabanmu dalam bentuk tabel seperti
berikut !
Jenis Jumlah Jumlah Baris Baris Isi
Pantun Bait Baris Sampiran Pantun
Kerjakan dengan teliti
dan jangan tergesa-gesa !!
12
Jenis Pantun Berdasarkan Isi (2)
Ayo, perhatikan pantun teka-teki dan pantun
kiasan berikut!
Contoh pantun Teka-teki
Pergi ke kota naik angkutan Sampiran
Tidak lupa berkunjung ke balai kota
Punya sisik, tapi bukan ikan Isi
Punya mahkota, tapi bukan raja
Jawaban : nanas
Pantun teka-teki terdapat pertanyaan yang menarik
untuk dijawab pada bagian isi pantun.
13
Contoh pantun kiasan Sampiran
Naik perahu dekat kemudi
Betapa harum bunga selasih
Elok nian resminya padi Isi
Makin tunduk makin berisi
Makna: Padi yang telah menguning bulirnya akan
semakin berisi. Padi akan merunduk karena bobot
berasnya yang makin berat. Dari padi, manusia dapat
belajar bahwa seseorang yang memiliki banyak ilmu
atau materi seharusnya semakin rendah hati.
Pantun kiasan adalah pantun yang berisi kata kiasan,
yaitu mengibaratkan sesuatu dengan sesuatu yang lain.
14
Perhatikan contoh pantun berikut !
Menolong orang tanpa pamrih,
Itulah kebaikan yang sesungguhnya.
Loreng-loreng hitam putih,
Punya empat kaki mirip kuda.
Berdasarkan pantun di atas dapat dijelaskan sebagai
berikut
1. Pantun memiliki satu bait yang terdiri dari 4 baris
2. Suku kata pada setiap baris secara urutan
berjumlah 9-11-8-10
3. Baris yang menunjukkan sampiran yaitu :
Menolong orang tanpa pamrih (baris pertama)
Itulah kebaikan yang sesungguhnya (baris kedua)
4. Baris yang menunjukkan isi yaitu :
Loreng-loreng hitam putih (baris ketiga)
Pumya empat kaki mirip kuda (baris keempat)
5. Bersajak a-b-a-b
6. Pantun diatas termasuk pantun teka-teki
15
Ayo Menulis !!
Berdasarkan contoh diatas, coba tuliskan bagian-
bagian dari pantun dan ciri-ciri pantun sesuai dengan
pantun dibawah ini, dan tuliskan pada kolom berikut !
Kayu jati dibuat papan,
burung puyuh jauh menghilang.
Padi kutanam dengan harapan,
tumbuh pula rumput ilalang.
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
16
Ayo Mencoba !!
Kamu telah memahami ciri-ciri serta ruang lingkup
pantun, nah sekarang coba kamu membuat pantun
bertema bebas, buatlah pantun dalam kolom berikut
dantuliskan ciri-cirinya !!
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
...................................................................
17
Catatan
18
Profil Penulis
Nama : Nurista Kurnia Nisfin AM.
Prodi : PGMI-D
Universitas : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
18