The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ika Rian Sari, 2020-10-26 12:32:08

3 BAHAN AJAR

3 BAHAN AJAR

PERTEMUAN KE-1

KONSEP KALOR,
HUBUNGAN KALOR

TERHADAP
PERUBAHAN SUHU
DAN WUJUD ZAT

KALOR DAN
PERPINDAHANYA

Cariti Dassa Urra, M.Pd.Si

http://bit.ly/ModulKalor1Cariti

Kompetensi Dasar (KD) : Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.4Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, 3.4.1 Menganalisis konsep kalor
3.4.2 Mengidentifikasi hubungan kalor dengan
perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan
3.4.3 Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan
sehari-hari termasuk mekanisme menjaga kestabilan wujud zat
suhu tubuh pada manusia dan hewan
4.4 Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor 3.4.4 Menganalisis konsep kalor dan penerapannya

terhadap suhu dan wujud benda serta perpindahan dalam kehidupan sehari-hari
kalor 4.4.1 Menyelidiki pengaruh kalor terhadap perubahan

suhu dan wujud benda

Tujuan Pembelajaran :

Melalui eksperimen pengaruh kalor terhadap perubahan suhu dan wujud zat, peserta didik dapat menganalisis konsep kalor

,menyelidiki hubungan kalor dengan perubahan suhu dan wujud zat dapat menyebutkan 3 contoh perubahan wujud zat, serta

menganalisis konsep kalor dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dengan disiplin.

A PENDAHULUAN

Di musim panas kalian bisa merasakan hangatnya panas Matahari. Kalian berkeringat dan
membuat kalian perlu melepas pakaian agar tetap dingin. Di musim dingin, kalian mengenakan
pakaian ekstra untuk menghentikan rasa dingin yang terlalu banyak. Kalor dapat menghangatkan,
mengeringkan, memasak, meleleh, dan membakar.

Kalor adalah bentuk energi yang mempengaruhi kita setiap hari. Pada Kegiatan Belajar
sebelumnya Kalian telah mempelajari bahwa panas dan dingin (perubahan suhu benda) dapat
mempengaruhi wujud benda, sehingga benda dapat mengalami perubahan wujud. Misalnya air dapat
berubah wujud dari zat cair menjadi padat (membeku) bila didinginkan, atau air berubah wujud
menjadi gas (menguap) bila dipanaskan. Selain itu setiap benda juga dapat mengalami pemuaian
ketika dipanaskan dan penyusutan ketika didinginkan.

Bagaimana energi panas dapat berpindah ? Bagaimana tubuh manusia dan hewan bisa
beradaptasi dengan suhu dan energi panas yang ada di sekitarnya ? Untuk menjawab pertanyaan
ini, pada Kegiatan Belajar berikut ini akan kita lanjutkan pembahasan dengan konsep
berikutnya, yaitu mengenai panas atau kalor.

B PENGERTIAN KALOR

Kalor erat hubungannya dengan suhu. Benda yang

Kalor adalah bersuhu tinggi akan memiliki kalor yang lebih
merupakan energi besar daripada benda yang bersuhu rendah.
panas yang berpindah

dari benda yang Ketika sebuah objek menjadi lebih panas,
suhunya lebih tinggi partikelnya bergetar lebih banyak dan cepat.

ke benda yang

suhunya lebih rendah Saat didinginkan maka partikel bergetar lebih

lambat. Suhu berperan mengukur berapa banyak

partikel-partikel ini bergetar. Perhatikan kejadian yang sering terjadi dalam kehidupan

sehari-hari. Ketika sendok dimasukkan ke dalam secangkir kopi panas, sendok menjadi hangat

dan kopi panasnya menjadi berkurang. Hal ini karena kalor mengalir dari kopi panas (suhu lebih

tinggi) ke sendok (suhu lebih rendah). Apabila secangkir kopi panas itu dibiarkan di atas meja,

lama-kelamaan kopi panas itu akan menjadi dingin dengan sendirinya. Hal ini karena kalor

mengalir dari kopi panas (suhu lebih tinggi) ke lingkungan sekitarnya (suhu lebih dingin). Kalor

berhenti mengalir apabila suhu kopi panas sama dengan suhu lingkungannya. Jadi Kalor

merupakan energi panas yang berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang

suhunya lebih rendah.

Satuan kalor = satuan energi, dalam SI bersatuan Joule. Satuan energi yang lain adalah

kalori. Satu kalori adalah kalor untuk menaikkan suhu 1 g air hingga naik 10C. Ekivalennya

adalah 1 kalori = 4,186 J. Benda yang mendapatkan kalor akan mengalami perubahan suhu dan

perubahan wujud.

C PENGARUH KALOR TERHADAP SUATU ZAT

1) Kalor Menyebabkan Perubahan Suhu

Air panas memiliki suhu yang tinggi. Air dingin

memiliki suhu yang rendah. Apabila kedua kondisi suhu

tersebut dicampur, akan diperoleh suhu yang baru pada air.

Perubahan suhu terjadi karena panas dari suhu air yang

lebih tinggi berpindah ke air yang suhunya lebih rendah.

Suhu rendah meningkat, karena menerima panasdari suhu Gambar 1 Air yang dipanaskan suhunya
tinggi. Panas yang bergerak dari suhu yang tinggi ke suhu akan meningkat
yang rendah itu disebut kalor.
Sumber : www.sahabatkepo.blogspot.com

Sewaktu air dipanaskan, air menerima energi panas dari api melalui cerek yang mewadahinya.

Air menerima energi panas, ditandai dengan adanya kenaikan suhu. Semakin besar energi panas yang

diterima air, semakin besar pula kenaikan suhu pada air. Banyaknya kalor yang diperlukan untuk

menaikkan suhu suatu benda bergantung pada lamanya pemanasan dan massa zat. Hal ini

menunjukkan bahwa semakin lama air dipanaskan, suhu air akan semakin tinggi Jadi besarnya kalor

yang diberikan pada suatu benda sebanding dengan kenaikan suhu (Δt). Semakin besar massa air,

semakin lama waktu yang diperlukan untuk mencapai suhu tersebut. Jadi besarnya kalor yang

diberikan juga dipengaruhi oleh massa zat (m).

Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut :

Q = m x C x ΔT INFO SAINS
Tahukah kamu ?

Keterangan: Apabila ΔT bernilai negatif, maka nilai Q
Q = kalor (J)
m = massa benda (kg) negatif, yang berarti telah terjadi pelepasan
c = kalor jenis benda (J/kg0C) energi kalor pada benda. Apabila ΔT bernilai
Δt = kenaikan suhu (0C), Δ = delta positif, maka nilai Q positif, berarti telah terjadi

penerimaan energi kalor pada benda.

Lab Mini 1

Menyelidiki Faktor-Faktor Yang Link YouTobe
Mempengaruhi Kalor Pengaruhi kalor Terhadap Kenaikan Suhu
Sumber :
Alat dan bahan: https://www.youtube.com/watch?v=_CDYhsAz-
1. Pembakar Bunsen zo
2. Gelas Kimia 250 ml Analisislah !
3. Termometer
4. Air 100 mL 1. Bagaimana pengaruh Kalor
Prosedur kerja: terhadap kenaikan suhu ?
1. Masukkan air dalam gelas kimia

sebesar 100 mL
2. Ukur suhu awalnya dengan

thermometer
3. Panaskan gelas kimia selama 1

menit, 2 menit, 3 menit
4. Ukur suhu akhirnya

2) Kalor Menyebabkan Perubahan Wujud Zat

Setelah kamu memahami tentang pengertian kalor,

danpengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda,

selanjutnya kamuakan mempelajari tentang pengaruh kalor

terhadap perubahan wujud zat.

Pada suatu hari kamu membeli es krim. Es krim disimpan

dimeja. Kamu lupa tidak memakannya. Setelah beberapa

jam, kamu melihat es krim. Apa yang terjadi dengan es Gambar 2
krim? Ya, betul, es itu mencair. Mengapa? Es mencair Es krim mencair
karena es menerima energi kalor dari udara. Peristiwa itu
sebagai salah satu contoh dari perubahan wujud zat yang Sumber:
www.serbailmuseputarkita.blogspot.co

m

dipengaruhi oleh kalor.

Wujud zat ada tiga, yaitu padat, cair, dan gas. Es merupakan salah satu contoh dari

wujud zat padat. Es dipanaskan berarti es diberi energi kalor. Karena es diberi energi

kalor, suhunya menjadi naik, sehingga es mencair atau melebur menjadi air. Perubahan

wujud zat ini disebut mencair atau melebur. Apabila air dipanaskan, berarti air diberi

energi kalor. Karena air diberi energi kalor, suhu air naik, sehingga air mendidih. Air

mendidih ditandai dengan adanya gelembung-gelembung air yang bergerak pada suhu 100°C

dan adanya asap yang mengepul menguap menjadi gas. Perubahan wujud zat seperti itu

disebut menguap.

Gambar 3
Siklus Perubahan wujud benda
Sumber: asihen.wordpress.com

Apabila gas melepaskan kalornya, gas akan berubah menjadiair atau zat cair, sehingga
terjadi perubahan wujud zat yang disebut mengembun. Apabila air melepaskan kalornya
secara terus menerusakan menjadi es. Perubahan wujud zat seperti itu disebut membeku.
Kapur barus atau kamper dalam keadaan terbuka akan menerima energi kalor dari udara,
sehingga ukuran kamper itu mengecil dan kemudian habis menjadi gas. Peristiwa perubahan
wujud padat menjadi gas disebut menyublim.

Hubungan antara banyaknya kalor yang diperlukan atau dilepaskan (Q), massa zat (m),
dan kalor lebur digunakan atau yang dilepaskan (L), maka akan terbentuk dalam persamaan:

Q=mxL

Keterangan:
Q = kalor yang diperlukan atau dilepaskan
m = massa zat (kg)
L = Kalor Laten Lebur (J/Kg)

Sewaktu kamu memanaskan air dan minyak kelapa, ternyata minyak kelapa lebih cepat
bertambah suhunya, dan apabila pemanasan diteruskan, maka akan mendidih. Suatu zat dikatakan
mendidih apabila sudah terbentuk gelembung-gelembung uap zat yang meninggalkan zat itu.
Mendidihnya minyak kelapa lebih cepatdari pada air, sehingga jenis zat memengaruhi banyaknya
kalor yang dibutuhkan. Suhu didih setiap zat berbeda-beda, tergantung kepada jenis zatnya,
seperti suhu air mendidih lebih tinggi dari minyak. Suhu yang dibutuhkan untuk mendidih disebut
titik didih.

Banyaknya energi kalor yang diperlukan untuk mendidih, mengembun, dan menguap
bergantung kepada massa zat dan kalor uap. Kalor uap yaitu banyaknya kalor yang
dibutuhkan oleh 1 kg zat untuk menguap pada titik didihnya. Satuan kalor uap dinyatakan
dengan joule per kilogram (J/kg). Besarnya kalor uap pada beberapa zat dapat kamu amati

pada tabel. Hubungan antara banyaknya energi kalor yang diperlukan untuk menguap pada
titik didihnya (Q), massa zat yang akan menguap (m), dan kalor uap (U) dapat dituliskan
dalam persamaan:

Q=mxU

Keterangan:
Q = kalor yang diperlukan atau dilepaskan (J)
m = massa zat (kg),
U = kalor laten Uap (J/kg)

Ayo kita diskusikan

https://www.greeners.co/berita/mencairny
a-lapisan-es-kutub-pengaruhi-cuaca-
global/

RANGKUMAN

 Kalor adalah energi yang berpindah dari satu benda ke benda lain karena adanya
perbedaan suhu.

 Satuan kalor adalah kalori. Satu kalori (1 kal) didefinisikan sebagai jumlah kalor yang
diperlukan untuk menaikkan suhu satu gram air dari 14,5oC menjadi 15,5oC.

 Pengaruh kalor pada suatu benda menyebabkan perubahan suhu dan wujud benda.
 Jumlah kalor (Q) yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda sebanding dengan massa

benda (m), kalor jenis benda (c), dan kenaikan suhu (T).
 Jumlah kalor (Q) yang diperlukan untuk merubah wujud benda sebanding dengan massa

benda (m) dan kalor laten benda.
 Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg suatu zat

sebesar 1oC atau 1 K.
 Kalor laten adalah kalor yang diperlukan oleh 1 kg zat untuk berubah wujud.

Grosarium

Kalor : energi yang berpindah dari satu benda ke benda lain karenadanya perbedaan
suhu

Kalor jenis : banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg suatu zat sebesar
1oC atau 1 K.

Kalor laten : kalor yang diperlukan oleh 1 kg zat untuk berubah wujud.

Daftar Pustaka
Puspita, Diana. (2009). Alam Sekitar IPA Terpadu Kelas VII. Jakarta: PT. Leuser Cita Pustaka

Sumarwan, dkk. (2010). IPA SMP untuk Kelas VII. Jakarta: Erlangga

Wasis, et al. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII Semester 1. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

Widodo wahono, dkk. (2017). Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII Semester 1. Jakarta: Pusat Kurikulum
dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikkbud


Click to View FlipBook Version