LAPORAN PERJALANAN OUTINGCLASS kelompok : 1. Khanza Aulia Shafaraz 2. Arreta Indriyana Candra R 3. Aufa Nazhir Abyan 4. Fathan Raya Putra Liandhi SMP NEGERI 4 NGAGLIK
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yanng telah memberikan rahmat , taufik , kesehatan , dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan karya tulis ini dengan baik. Selanjutnya, dalam proses penyelesaian karya tulis ini, penulis mendapatkan berbagai pengalaman dari objek yang penulis kunjungi untuk dijadikan isi laporan karya tulis ini, sampai selesainya pembuatan karya tulis ini. Maka dengan demikian penulis mengucapkan terima kasih kepada : seluruh guru/tenaga pendidikan SMP negeri 4 Ngaglik, karna telah mengadakan kegiatan belajar diluar atau kegiatan outing class. penulis masih belajar dalam membuat karya tulis ini. Oleh karena itu, saya berharap pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun agar perbaikan laporan selanjutnya menjadi lebih baik, Demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga laporan ini dapat memeberikan sumber pengalaman, memberikan pengetahuan positif dan juga menambah ilmu penetahuan bagi semua pembaca. KATA PENGANTAR Sleman, 25 feb 2025
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................... .................... i KATA PENGANTAR……….................................................. ....................... ii DAFTAR ISI…………............................................................... ..................... iii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. . 1 A. Latar Belakang ............................................................................. 1 B. Maksud dan Tujuan ....................................................................... 1 BAB II LANDASAN TEORI …..................................................................... 2 A. Pengertian wisata.................................................................. .......... 2 BAB III PEMBAHASAN....................................................... ......................... 5 A. Jadwal Kegiatan ............................................................................. 5 B. Isi ............................................................................. ......................4 C. Dokumentasi …………………………………………………… 10 BAB IV PENUTUP ………………………………………………………….. A. Kesimpulan………………………………………………………. B. Saran ………………………………………………………………
A. Latar belakang Museum adalah sebuah gedung yang dimana sering digunakan sebagai tempat untuk pameran tetap benda-benda yang patut mendapat perhatian umum, seperti peninggalan sejarah kuno, seni, dan ilmu pengetahuan B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang kegiatan tersebut, maka dapat dikembangkan melalui beberapa rumusan masalah sebagai obyek penelitian sebagi berikut: 1. Kenapa sekolah mengagendakan kegiatan study tour ini? 2. Apa yang akan di lakukan pada saat sampai pada salah satu tujuan study tour? C. Tujuan Kegiatan study tour pada dasarnya tidak hanya untuk sarana refreshing saja, tetapi yang terpenting haruslah memiliki beberapa tujuan antara lain: 1. Mengajak para murid belajar di luar kelas tanpa harus menggunakan buku 2. Dapat menambah wawasan serta ilmu 3. Sebagai program yang sudah berjalan tiap tahunnya 4. Para murid dapat berinteraksi di luar sekolah BAB I PENDAHULUAN
Pariwisata merupakan perjalanan sementara waktu yang dilakukan dari suatu tempat ke tempat lain, dengan tujuan untuk menikmati perjalanan tamasya atau rekreasi dan menutupi kebutuhan yang beranekaragam (Yoeti, 2010: 41). Jenis-Jenis Pariwisata Jenis-jenis pariwisata menurut objeknya (Suwena & Widyatmaja, 2017: 21), sebagai berikut: 7 1) Wisata Budaya (Cultural Tourism) yaitu jenis pariwisata di mana motivasi wisatawan untuk melakukan perjalanan disebabkan karena adanya daya tarik dari seni dan budaya suatu tempat atau daerah. 2) Wisata Kesehatan (Recuperational Motivasi Tourism) yaitu jenis pariwisata di mana motivasi wisatawan melakukan perjalanan adalah untuk menyembuhkan penyakit, seperti mandi di sumber air panas, mandi lumpur, dan lain-lain. 3) Wisata Komersial (Commercial Tourism) yaitu jenis pariwisata di mana motivasi wisatwan untuk melakukan perjalanan dikaitkan dengan kegiatan perdagangan nasional dan internasional. 4) Wisata Olahraga (Sport Tourism) yaitu jenis pariwisata di mana motivasi wisatawan untuk melakukan perjalanan adalah untuk melihat atau menyaksikan suatu pesta olahraga di suatu tempat atau negara tertentu. BAB II LANDASAN TEORI
BAB III PEMBAHASAN A. Jadwal kegiatan: B. Isi ada di halaman sebelah karena tidak cukup textnya..
A. Museum Benteng Vredeburg Benteng Vredeburg adalah benteng peninggalan Belanda yang terletak di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di depan Gedung Agung dan dekat dengan Keraton Yogyakarta. Benteng ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan kolonialisme Belanda di Indonesia. Sejarah Benteng Vredeburg : 1. Pembangunan Awal (1760) Benteng ini awalnya dibangun pada tahun 1760 atas perintah Sultan Hamengkubuwono I sebagai bentuk pengamanan bagi Keraton Yogyakarta. Namun, Belanda yang saat itu diwakili oleh Gubernur Nicolas Hartingh mengusulkan agar benteng tersebut diperkuat sehingga dapat digunakan oleh Belanda sendiri. 2. Perluasan dan Pemberian Nama (1765-1787) Pada tahun 1765, benteng ini mulai diperkuat dengan dinding bata dan dilengkapi berbagai fasilitas militer. Setelah selesai diperbaiki pada tahun 1787, benteng ini diberi nama Benteng Rustenburg yang berarti "Benteng Peristirahatan." Namun, setelah mengalami gempa bumi besar pada tahun 1867, benteng ini direnovasi dan namanya diubah menjadi Benteng Vredeburg, yang berarti "Benteng Perdamaian." 3. Masa Pendudukan Jepang (1942-1945) Saat Jepang menguasai Indonesia pada Perang Dunia II, benteng ini diambil alih dan digunakan sebagai markas militer Jepang. 4. Pasca Kemerdekaan Indonesia (1945-sekarang) Setelah Indonesia merdeka, benteng ini sempat digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebelum akhirnya dialihfungsikan menjadi museum sejarah perjuangan nasional.
B. Museum Sonobudoyo Museum Sonobudoyo adalah museum yang menyimpan berbagai koleksi budaya dan sejarah Jawa, Bali, Madura, Lombok, dan daerah lainnya di Indonesia. Museum ini terletak di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Trikora, dekat dengan Keraton Yogyakarta dan Alun-Alun Utara. Sejarah Museum Sonobudoyo : 1. Berdirinya Java Instituut (1919) Museum ini berawal dari pendirian Java Instituut, sebuah lembaga kebudayaan yang bertujuan untuk melestarikan seni, budaya, dan sejarah Jawa, Bali, serta Lombok. Lembaga ini didirikan pada tahun 1919 oleh para ahli budaya Belanda dan pribumi. 2. Pendirian Museum (1935) Atas inisiatif Java Instituuct, museum ini mulai dibangun pada tahun 1934 dan diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VIII pada 6 November 1935. Bangunan museum didesain dengan gaya arsitektur tradisional Jawa yang terinspirasi dari rumah adat Kudus. 3. Pasca Kemerdekaan (1945-sekarang) Setelah Indonesia merdeka, Museum Sonobudoyo menjadi bagian dari Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Museum ini terus berkembang dengan menambah koleksi dan memperluas ruang pameran.
C. Museum Wayang Kekayon Museum Wayang Kekayon adalah museum yang menyimpan berbagai koleksi wayang dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Museum ini terletak di Jalan Raya Wonosari KM 7, Yogyakarta. Sejarah Museum Wayang Kekayon : 1. Pendirian oleh Dr. HM Soejono Prawirohadikusumo (1990) Museum ini didirikan oleh Dr. HM Soejono Prawirohadikusumo, seorang dokter sekaligus pecinta budaya, pada 23 Juli 1990. Tujuan utama pendiriannya adalah untuk melestarikan wayang sebagai warisan budaya bangsa dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas. 2. Inspirasi dan Konsep Museum Nama "Kekayon" berasal dari kata "kayon" dalam wayang kulit, yang melambangkan kehidupan. Museum ini tidak hanya menampilkan koleksi wayang, tetapi juga mengedukasi pengunjung tentang filosofi dan sejarah wayang dalam budaya Jawa dan Nusantara.
D. Museum Dirgantara Mandala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala adalah museum yang menyimpan berbagai koleksi sejarah dan perkembangan TNI Angkatan Udara Indonesia. Museum ini terletak di kompleks Pangkalan Udara Adisutjipto, Yogyakarta. Sejarah Museum Dirgantara Mandala : 1. Pendirian Awal (1969) Museum Dirgantara pertama kali diresmikan pada 4 April 1969 oleh Kasau Marsekal TNI Roesmin Nurjadin di Jakarta. Namun, karena pertimbangan strategis dan historis, museum ini kemudian dipindahkan ke Yogyakarta, yang dianggap sebagai kota bersejarah bagi TNI AU. 2. Relokasi ke Yogyakarta (1978-1984) Pada tahun 1978, museum ini resmi dipindahkan ke Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Proses pemindahan dan pembangunan ulang museum berlangsung hingga akhirnya diresmikan kembali pada 29 Juli 1984 oleh Kasau Marsekal TNI Sukardi. 3. Pengembangan Koleksi dan Ruang Pameran Seiring waktu, Museum Dirgantara Mandala terus berkembang dengan menambah koleksi pesawat, diorama, dan memorabilia terkait sejarah penerbangan dan peran TNI AU dalam berbagai peristiwa nasional, seperti Agresi Militer Belanda, Operasi Trikora, dan Operasi Seroja.
E. Fungsi Dan Koleksi Dari Semua Museum 1) Benteng Vredeburg Fungsi dan Koleksi Saat Ini : Saat ini, Benteng Vredeburg menjadi Museum Benteng Vredeburg yang menampilkan berbagai diorama perjuangan kemerdekaan Indonesia, dokumen sejarah, dan benda-benda peninggalan masa kolonial. Museum ini juga sering menjadi tempat pameran budaya dan edukasi sejarah. Benteng Vredeburg merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang populer di Yogyakarta dan menjadi saksi bisu perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. 2) Sonobudoyo Koleksi Museum Sonobudoyo : Museum ini memiliki lebih dari 40.000 koleksi, menjadikannya museum dengan koleksi terlengkap setelah Museum Nasional di Jakarta. Beberapa koleksi utamanya meliputi: 1. Arca dan Prasasti dari era Hindu-Buddha. 2. Keris dan Senjata Tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. 3. Wayang Kulit dan Wayang Golek, termasuk wayang klasik yang langka. 4. Naskah Kuno seperti Babad Tanah Jawi dan Serat Centhini. 5. Peralatan Rumah Tangga dan Kesenian Tradisional. Peran dan Fungsi Museum : Museum Sonobudoyo berfungsi sebagai pusat pelestarian dan edukasi budaya Jawa dan Nusantara. Selain pameran koleksi, museum ini juga sering mengadakan pertunjukan wayang kulit, seminar kebudayaan, dan lokakarya seni. Dengan koleksi yang kaya dan program edukatifnya, Museum Sonobudoyo menjadi salah satu destinasi utama bagi wisatawan dan peneliti yang ingin mempelajari budaya dan sejarah Indonesia.
3) Kekayon Koleksi Museum Wayang Kekayon : Museum ini memiliki lebih dari 1.000 koleksi wayang, termasuk: Wayang Kulit dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Surakarta, Bali, dan Cirebon. a. Wayang Golek dari Jawa Barat. b. Wayang Beber, yang merupakan salah satu jenis wayang tertua. c. Wayang Modern, termasuk wayang yang digunakan dalam pendidikan dan sosialisasi. d. Wayang dari Luar Negeri, seperti wayang dari India dan Tiongkok yang menunjukkan pengaruh budaya asing dalam seni wayang di Indonesia. Peran dan Fungsi Museum : Museum Wayang Kekayon tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga pusat edukasi dan penelitian tentang wayang. Museum ini sering mengadakan pameran, seminar, dan pertunjukan wayang untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni wayang. Dengan koleksi yang kaya dan fokus pada pelestarian budaya, Museum Wayang Kekayon menjadi salah satu tempat penting di Yogyakarta bagi para pecinta wayang dan budaya Indonesia. 4) Dirgantara Mandala A) Koleksi Utama Museum : Museum ini memiliki berbagai koleksi menarik, di antaranya : Pesawat bersejarah, seperti Mustang P-51, MiG-17, MiG-19, A-4 Skyhawk, dan B-25 Mitchell. Diorama pertempuran, termasuk peran TNI AU dalam perjuangan kemerdekaan. Seragam, senjata, dan peralatan militer dari masa ke masa. Dokumen dan foto bersejarah mengenai perkembangan Angkatan Udara Indonesia. B) Peran dan Fungsi Museum : Museum Dirgantara Mandala tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan sejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang dunia penerbangan militer Indonesia. Selain itu, museum ini sering menjadi destinasi wisata edukasi bagi pelajar, akademisi, dan pecinta aviasi. Dengan koleksi yang lengkap dan nilai sejarah yang tinggi, Museum Dirgantara Mandala menjadi salah satu tempat terbaik untuk mengenal lebih jauh tentang sejarah dan perkembangan Angkatan Udara Indonesia.
C. Dokumentasi
A. Kesimpulan Dari berbagai banyak obyek yang saya kunjungi, dapat saya simpulkan sebagai berikut : 1. Dapat memberikan pengetahuan yang luas tentang obyek/ tempat – tempat yang saya kunjungi 2. Obyek wisata berperan penting dalam pembangunan bangsa 3. Obyek wisata dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk 4. Dengan adanya kunjungan obyek wisata dapat menambah ilmu pengetahuan alam 5. Kita dapa mengenal tempat obyek wisata secara detail 6. Kelestarian budaya bangsa berada ditangan generasi muda . BAB IV PENUTUP
B. Saran Setelah diadakan study tour ke museum benteng Vredeburg, museum Sonobudoyo, museum Kekayon, dan museum Dirgantara, kami memiliki saran kepada pembaca sebagai berikut : jangan coba coba merusak barang/fasilitas pada saat di museum 1. jagalah kebersihan saat berada di museum 2. 3. selalu perhatikan peraturan yang ada 4. selalu menjaga nama baik sekolah 5. berhati hatilah saat di tempat wisata tidak berbuat hal yang tidak di inginkan 6. Demikian semoga saran kami dapat bermanfaat bagi semua pembaca maupun orang lain. *Maaf jika ada kesalahan saat membuat e-book ini, kami mohon maaf