2.1.1 Tujuh Peranan Jaringan Komunikasi
1) Anggota Klik
Klik adalah kelompok individu yang sedikitnya separuh dari kontaknya merupakan
hubungan dengan anggota-anggota lainnya. Farancedan rekan-rekannya (1977)
menunjukkan bahwa sebuah klik terbentuk bila lebih daripada separuh komunikasi
anggota-anggotanya berkomunikasi dengan sesama anggota, bila setiap anggotanya
dihubungkan dengan semua anggota lainnya, dan bila tidak ada satu hubungan pun
atau seorang anggota pun yang dapat dihilangkan sehingga mengakibatkan
kelompok terpecah (Pace, 2010:176)
2) Opinion leader/ Pemimpin Pendapat
Opinion leader disini adalah pimpinan informal dalam organisasi, mereka ini
tidaklah selalu orang-orang yang mempunyai otoritas formal dalam organisasi,
tetapi berpengaruh pada tingkah laku dan juga keputusan anggota organisasi.
3) Gate keepers/ Penjaga Gawang
Gate keepers adalah individu yang mengontrol arus informasi diantara anggota
organisasi. Mereka berada di tengah suatu jaringan dan menyampaikan pesan dari
satu orang kepada orang lain atau tidak memberikan informasi. Gate keepers
memiliki kekuasaan untuk menyampaikan atau tidak informasi yang di dapat,
tergantung dari penting atau tidak pentingnya informasi untuk organisasi. Nyatalah
Gate keepers memiliki peran yang sangat penting dalam jaringan komunikasi.
4) Cosmopolites/ Kosmopolit
Cosmopolites adalah individu yang menghubungkan organisasi dengan
lingkungannya. Mengumpulkan informasi yang ada dan memberikan informasi
mengenai organisasi kepada orang tertentu.
5) Bridge/ Jembatan
Bridge adalah anggota kelompok atau klik dalam satu organisasi yang
menghubungkan kelompok itu dengan anggota kelompok lainnya.
6) Liaison/ Penghubung
Sebenarnya liaison memiliki peran yang sama dengan bridge, hanya saja individu
itu bukanlah anggota dari satu kelompok, akan tetapi dia merupakan penghubung di
antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.
7) Isolate/ Penyendiri
Isolate adalah anggota organisasi yang mempunyai kontak minimal dengan orang
lain dalam organisasi. Ini disebabkan mungkin karena dia sengaja menyembunyikan
diri atau memang di asingkan oleh teman-temannya dalam organisasi.
45
2.1.2 Jenis-Jenis Komunikasi Organisasi
a. Komunikasi ke Bawah
Komunikasi ke bawah (Downward Communication) yang berasal dari seseorang
yang mempunyai posisi yang lebih tinggi kepada orang yang mempunyai status
lebih rendah. Komunikasi ke bawah, biasanya berupa policy (kebijakan), perintah,
petunjuk dan informasi yang bersifat umum. Selain itu komunikasi ke bawah juga
biasanya berisi pesan yang berhubungan dengan pengarahan, tujuan, disiplin,
perintah, perintah dan kebijaksanaan umum.
b. Komunikasi ke Atas
Komunikasi ke atas (Upward Communication) adalah kebalikan dari komunikasi
ke bawah, biasanya berisi laporan, pengaduan, permohonan, tuntutan dan keinginan.
Komunikasi ini dapat dilakukan melalui tatap muka. Tujuan dari komunikasi ini
adalah untuk memberikan balikan, memberikan saran dan mengajukan pertanyaan.
c. Komunikasi Horizontal
Komunikasi horizontal (Horizontal Communication) yaitu komunikasi antar
status yang sama dalam jabatannya. Komunikasi horizontal mempunyai beberapa
tujuan diantaranya untuk mempercepat jalannya komunikasi antar bagian yang
memiliki status yang sama dan dapat menyatukan organisasi. Pesan yang mengalir
menurut fungsi dalam organisasi di arahkan secara horizontal, dan pesan ini
biasanya berhubungan dengan tugas-tugas atau tujuan kemanusiaan, seperti
koordinasi, pemecahan masalah, penyelesaian konflik dan saling memberikan
informasi.
2.1.3 Konsep Komunikasi Organisasi
Menurut Goldhaber organisasi adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan
dalam satu jaringan hubungan yang saling tergantung sama lain untuk mengatasi
lingkungan yang tidak pasti atau yang selalu berubah-ubah.
1) Proses
Suatu organisasi adalah suatu sistem terbuka yang dinamis yang menciptakan dan
saling menukar pesan di antara anggotanya. Karena gejala menciptakan dan
menukar informasi ini berjalan terus menerus dan tidak ada henti-hentinya maka
dikatakan sebagai suatu proses. Dengan menggunakan serentetan komunikasi
sebuah kelompok secara tidak langsung akan membentuk sebuah organisasi sesuai
dengan kebutuhan dan keinginan lingkungan mereka. hal itu disebabkan oleh proses
komunikasi yang secara terus menerus mereka lakukan.
46
2) Pesan
Yang dimaksud dengan pesan adalah susunan simbol yang penuh arti tentang
orang, objek, kejadian yang dihasilkan oleh interaksi dengan orang. Dalam
komunikasi organisasi kita mempelajari ciptaan dan pertukaran pesan dalam seluruh
organisasi. Pesan dalam organisasi ini dapat dilihat menurut beberapa klasifikasi,
yang berhubungan dengan bahasa, penerima yang dimaksud, metode difusi dan arus
tujuan dari pesan. Dalam bahasa pesan dapat dibedakan menjadi pesan verbal dan
non verbal. Sedangkan dalam penerima yang diharapkan pesan dibedakan menjadi
dua yaitu internal dan eksternal.
3) Jaringan
Organisasi terdiri dari satu seri orang yang tiap-tiapnya menduduki posisi atau
peranan tertentu dalam organisasi. Ciptaan dan pertukaran pesan dari orang-orang
ini sesamanya terjadi melewati set jalan kecil yang dinamakan jaringan komunikasi.
Suatu jaringan komunikasi ini mungkin mencakup hanya dua orang, beberapa
orang, atau keseluruhan organisasi. Hakikat dan luas jaringan ini di pengaruhi oleh
banyak faktor antara lain, hubungan peranan, arah dan arus pesan,hakikat seri dari
arus pesan, dan isi dari pesan.
4) Keadaan Saling Tergantung
Konsep ini terjadi karena antara yang pertama dan seterusnya mengalami sebuah
Keadaan saling tergantung. Bila suatu bagian dari organisasi mengalami gangguan
maka akan berpengaruh kepada bagian lainnya dan mungkin juga kepada seluruh
system organisasi. Begitu juga halnya dengan jaringan komunikasi dalam suatu
organisasi, saling melengkapi.
5) Hubungan
Karena organisasi merupakan suatu system terbuka, system kehidupan sosial
maka untuk berfungsinya bagian-bagian itu terletak pada tangan manusia. Dengan
kata lain jaringan melalui mana jalannya pesan dalam suatu organisasi dihubungkan
oleh manusia. Oleh karena itu hubungan manusia dalam organisasi yang
memfokuskan kepada tingkah laku komunikasi dari orang yang terlibat dalam suatu
hubungan perlu dipelajari.
6) Lingkungan
Yang dimaksud dengan lingkungan adalah semua totalitas secara fisik dan faktor
sosial yang diperhitungkan dalam pembuatan keputusan mengenai individu dalam
suatu system. Lingkungan ini dapat dibedakan atas lingkungan internal dan
lingkungan eksternal.
7) Ketidakpastian
Yang dimaksud dengan ketidakpastian disini adalah perbedaan informasi yang
tersedia dengan informasi yang diharapkan. Maksudnya adalah, ketika informasi
yang diterima tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi maka akan berpengaruh
dalam organisasi. Ketidakpastian dalam suatu organisasi juga disebabkan oleh
terlalu banyak informasi yang diterima daripada sesungguhnya diperlukan untuk
menghadapi lingkungan mereka.
47
2.1.4 Pendekatan yang Digunakan Dalam Komunikasi Organisasi
1) Pendekatan Makro
Dalam pendekatan makro organisasi dipandang sebagai suatu struktur global
yang berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam berinteraksi ini organisasi
melakukan aktivitas tertentu seperti memproses informasi dari lingkungan,
mengadakan identifikasi, melakukan integrasi dan menentukan tujuan organisasi.
a. Memproses informasi dan lingkungan
b. Identifikasi
c. Integrasi dengan organisasi lain
d. Penentuan Tujuan
2) Pendekatan Mikro
Pendekatan ini terutama memfokuskan kepada komunikasi dalam unit dan
subunit pada suatu organisasi. Komunikasi yang diperlukan pada tingkat ini adalah
komunikasi antar anggota kelompok, komunikasi untuk pemberian orientasi dan
latihan, serta komunikasi untuk melibatkan anggota kelompok dalam tugas
kelompok. Di dalam organisasi biasanya terdapat bermacammacam kelompok
sosial. Masing-masing kelompok ini memiliki tujuan mereka masing-masing.
Agar kelompok ini dapat menyokong pencapaian tujuan organisasi, sebagai
seorang pimpinan organisasi harus mampu memberikan informasi mengenai tujuan
organisasi dan penjelasan terkait dengan tujuan kelompok sehingga masing-masing
kelompok merasakan bahwa tujuan organisasi adalah tujuan mereka bersama.
Dibutuhkan ketrampilan khusus sebagai seorang pimpinan organisasi dalam hal ini
3) Pendekatan Individual
Pendekatan individual berpusat pada tingkah laku komunikasi individual dalam
organisasi. Kerja kelompok adalah pusat efektifnya kerja organisasi dan disini
memang sangat dibutuhkan ketrampilan berkomunikasi agar dapat mendapatkan
dan memberikan informasi yang diperlukan dari kelompok itu. Biasanya di dalam
organisasi banyak keputusan-keputusan penting yang di buat melalui perdebatan
yang terjadi diantara aggota kelompok, disinilah individu yang ada didalamnya
harus juga memiliki ketrampilan agar usulan atau program yang di ajukan bisa
diberikan dan diterima oleh semua anggota kelompok atau organisasi itu
2.1.5 Model Jaringan Komunikasi
Jaringan komunikasi adalah penggambaran “who say to whom” (siapa berbicara
kepada siapa) dalam suatu sistem sosial. Jaringan komunikasi menggambarkan
komunikasi interpersonal. Dimana terdapat pemuka- pemuka opini dan pengikut yang
saling memiliki hubungan komunikasi pada suatu topik tertentu, yang terjadi dalam
suatu sistem sosial tertentu seperti sebuah kelompok atau sebuah organisasi. Model
yang biasanya terdapat pada jaringan komunikasi diantaranya:
48
a. Model Jaringan Komunikasi Roda
Dalam model ini pemimpin sebagai pusat perhatian dan informasi. Pemimpin bisa
berkomunikasi dengan semua anggota kelompok, tetapi anggota kelompok hanya
bisa berkomunikasi dengan pemimpinnya.
b. Model Jaringan Komunikasi Rantai
Dalam model ini A bisa berkomunikasi dengan B, B dengan C, C dengan D dan
seterusnya. Yang dimaksudkan dengan A B dan seterusnya itu bisa berupa
kelompok. organisasi, pemimpin, atau anggota kelompok dan organisasi itu.
c. Model Jaringan Komunikasi Y
Dalam model ini ada beberapa anggota kelompok (tiga) yang bisa berkomunikasi
dengan anggota lain yang ada disampingnya seperti model rantai. Tapi ada dua
orang yang hanya bisa berkomunikasi dengan satu orang yang ada disampingnya.
d. Model Jaringan Komunikasi Lingkaran
Selanjutnya adalah model jaringan komunikasi lingkaran. Dalam model ini setiap
orang hanya bisa berkomunikasi dengan dua orang di sampingnya. Dengan kata lain
dalam model ini tidak terdapat pemimpin.
e. Model Jaringan Komunikasi Bintang
Yang terakhir ini adalah model jaringan komunikasi bintang, dalam model ini
bisa dikatakan sebagai model jaringan komunikasi semua jaringan/all channel. Yang
artinya semua orang yang ada dalam kelompok atau organisasi itu bisa
berkomunikasi dengan semua anggota kelompok atau organisasi lain.
2.2 Spam of Nets (Keterbatasan Jaringan)
Keunggulan sistem jaringan kerja adalah, apabila memiliki akses yang luas keluar
organisasi (Organization External), karena akses ini akan lebih banyak data yang dapat
diperoleh untuk diolah menjadi kebijakan (Decision Making). Siapa saja yang memiliki
akses jaringan kerja sampai ke tingkat dunia yang dapat dimonitor lebih banyak, maka dia
akan memilki kekuasaan lebih besar. Sebagai contoh, didalam organisasi pemerintahan
Republik Indonesia, departemen luar negeri merupakan departemen yang mempunyai
akses hampir ke seluruh dunia, dapat dilihat kenyataannya bahwa departemen ini
merupakan dominasi dibandingkan departemen lain yang ada didalam jaringan kerja.
Pengertiannya, departemen luar negeri merupakan pemegang kewenangan yang lebih
besar dibandingkan departemen lain yang ada, dimana departemen lain mempunyai
ketergantungan didalam mengakses data dari departemen luar negeri.
Kenyataannya, walaupun departemen luar negeri meiliki akses data yang lebih banyak,
tetapi tetap saja mempunyai masalah dengan keterbatasan jalur, seperti dengan tidak ada
jalur dengan Israel, terbatas jalur ke Amerika Serikat yang menyangkut hubungan dengan
kelompok yang dipimpin Amerika Serikat, seperti lepasnya Timor-timur dari Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang disebabkan terbatasnya jalur komunikasi dengan
Portugis yang termasuk kelompok Amerika Serikat.
49
Dengan demikian, dapat dikatakan setiap jaringan kerja (networking) akan tetap
memiliki keterbatasan jalur. Keadaan demikian disebabkan kurang modalnya investasi di
dalam pengembangan teknologi informasi, kesenjangan performa yang mampu mengelola
informasi, termasuk performa diplomat (intelijen, sandiawan, dan kurir informasi),
kemudian karena lebih cepatnya perubahan teknologi dibandingkan investasi yang
dilakukan tiap-tiap organisasi atau suatu negara.
Suatu organisasi atau negara yang lebih maju dengan tingkat kekayaan yang lebih tinggi
akan lebih baik basis data (data based) yang dimiliki dibandingkan negara yang sedang
berkembang apalagi dibandingkan dengan negara keterbelakang.
2.3 Koalisi dan Kerjasama
Orang atau pun organisasi yang memiliki jaringan kerja yang lebih luas akan lebih cepat
sukses didalam melaksanakan kegiatannya dibandingkan orang atau organisasi yang tidak
memilki atau kurang mempunyai akses didalam jaringan kerja. Jaringan kerja yang luas
akan lebih cepat mendapatkan isu yang baru (core issue) yang dapat dipergunakan didalam
pengembangan dan perubahan. Karena banyaknya keterbatasan jaringan kerja pada setiap
orang atau organisasi, jalan terbaik yang umumnya dilakukan adalah membentuk kerja
sama jaringan kerja.
Pengertiannya; dengan kerja sama jaringan kerja akan dapat membantu pada organisasi
yang memiliki keterbatasan yang lebih banyak dibandingkan organisasi yang memiliki
sedikit keterbatasan, keadaan demikian menggambarkan bahwa; siapa yang memiliki data
based dan jaringan kerja yang lebih luas, dapat dikatakan meiliki kekuasaan yang lebih
kuat didalam jaringan kerja.
Dengan demikian, apabila orang maupun organisasi dapat menjalin kerja sama jaringan
kerja (koalisi), maka mereka akan dapat menjadi kuat dan lebih berkuas dibandingkan
apabila mereka membuat jaringan secara sendiri-sendiri untuk menghdapi kelompok lain
yang mempunyai jaringan kerja yang lebih luas.
50
BAB 6 - DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK
DAN KELOMPOK KERJA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kelompok sosial yang juga biasa disebut dengan komunitas merupakan setiap
kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling
berinteraksi (Horton & Hunt, 1984:215). Kelompok ini cenderung memiliki kesadaran
akan anggotanya dengan adanya kepentingan yang terbentuk oleh tujuan, pandangan, dan
pemahaman bersama. Kelompok sosial (social group) merupakan himpunan atau kesatuan
manusia yang menganggap diri mereka bagian dari suatu kebersamaan, dan mereka
berinteraksi satu dengan yang lainnya (Henslin, 2007:120). Kelompok sangat berpengaruh
terhadap hidup individu sehingga menentukan siapa individu itu. Kelompok merupakan
inti kehidupan dalam masyarakat, dari kelompok seseorang memperoleh orientasi ke
dunia. Keanggotaan dan partisipasi dalam kelompok sosial pun memberikan kepada
individu suatu perasaan memiliki.
1.2 Rumusan Masalah
1. Definisi Kelompok
2. Konsep Dasar Kelompok
3. Norma
1.3 Tujuan Pembahasan
Mengetahui dan memahami tentang kelompok dan norma
51
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kelompok
Kelompok adalah kumpulan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling
mempengaruhi untuk suatu tujuan tertentu yang dipahami bersama. Kelompok di buat
sosial dimana anggota-anggotanya yang saling tergantung, dan setidak-tidaknya memiliki
potensi untuk melakukan interaksi satu sama lain. kelompok disusun oleh organisasi
dengan tujuan untuk menjalankan berbagai pekerjaan atau tugas yang terkait dengan
pencapaian tujuan organisasi Kelompok merupakan kumpulan yang beranggotakan lebih
dari satu orang, yang berarti adanya karakteristik yang berbeda dari setiap orang, serta
adanya tujuan bersama yang ingin dicapai.
Ada beberapa ahli yang mendefinisikan tentang kelompok, diantaranya:
a. Hornby, A.S (1973: 441) berpendapat bahwa kelompok adalah sejumlah orang atau
benda yang berkumpul atau ditempatkan secara bersama-sama atau secara alamiah
berkumpul. (A number of persons or things gathered, or naturally associated).
b. Webster (1989: 425) ,mengatakan bahwa kelompok adalah sejumlah orang atau benda
yang bergabung secara erat dan menganggap dirinya sebagai suatu kesatuan.
c. (Sherif: 1962), berpendapat Kelompok adalah unit sosial yang terdiri dari sejumlah
individu yang mempunyai hubungan saling ketergantungan satu sama lain sesuai
dengan status dan perannya secara tertulis atau tidak mereka telah mengadakan norma
yang mengatur tingkah laku anggota kelompoknya.
d. Slamet Santosa (1992: 8), “Kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa
individu yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan
cara dan atas dasar kesatuan persepsi”.
e. Menurut Zaltman (1972: 75), bahwa Dinamika Kelompok adalah kekuatankekuatan
yang berlangsung dalam kelompok, kekuatan tersebut bertujuan memberikan arah
perilaku kelompok
Kelompok dibagi menjadi dua jenis yaitu, kelompok Formal dan Informal.
1) Kelompok Formal
Kelompok Formal adalah kelompok yang dibentuk atau disusun secara resmi oleh
manajer dimana kelompok tersebut diberikan tugas dan pekerjaan yang terkait dengan
pencapaian tujuan organisasi. Contoh kelompok formal: Organisasi badan-badan
pemerintah yaitu, Organisasi Badan Pengatur Penyediaaan dan Pendistribusian BBM.
2) Kelompok Informal
Kelompok Informal adalah kelompok yang disusun atau tersusun dengan sendirinya
ketika beberapa anggota dari organisasi yang kegiatannya biasanya tidak terkait
langsung dengan rencana-rencanarutin dari organisasi, namun secara tidak langsung
akan mempengaruhi kinerja dari orang-orang dalam organisasi. Contoh kelompok
informal: Kelompok yang dimiliki user dalam situs jejaring sosial seperti facebook
52
2.1.1 Peran Individu Dalam Kelompok
Kinerja organisasi sangat tergantung pada kinerja individu yang ada di dalamnya.
Seluruh pekerjaan dalam organisasi itu, para anggotalah yang menentukan
keberhasilannya. Sehingga berbagai upaya meningkatkan produktivitas organisasi
harus dimulai dari perbaikan produktivitas anggota. Oleh karena itu, pemahaman
tentang perilaku organisasi menjadi sangat penting dalam rangka meningkatkan
kinerjanya.
Anggota sebagai individu ketika memasuki organisasi akan membawa kemampuan,
kepercayaan pribadi, pengharapan-pengharapan, kebutuhan dan pengalaman masa
lalunya sebagai karakteristik individualnya. Oleh karena itu, maaf-maaf kalau kita
mengamati anggota baru di kantor. Ada yang terlampau aktif, maupun yang terlampau
pasif. Hal ini dapat dimengerti karena anggota baru biasanya masih membawa sifat-sifat
karakteristik individualnya.
Setiap anggota mempunyai karakteristik yang berbeda, karakteristik ini menurut
Thoha (1983), akan berinteraksi dengan tatanan organisasi seperti: peraturan dan
hirarki, tugas-tugas, wewenang dan tanggung jawab, sistem kompensasi dan sistem
pengendalian. Hasil interaksi tersebut akan membentuk perilaku-perilaku tertentu
individu dalam organisasi. Oleh karena itu penting bagi manajer untuk mengenalkan
aturan-aturan organisasi kepada anggota baru.
Pada tingkat individu, jika anggota merasa bahwa organisasi memenuhi kebutuhan
dan karakteristik individualnya, ia akan cenderung berperilaku positif. Tetapi
sebaliknya, jika anggota tidak merasa diperlakukan dengan adil, maka mereka
cenderung untuk tidak tertarik melakukan hal yang terbaik (Cowling dan James, 1996)
Untuk itu, ketika seseorang mempunyai ketertarikan yang tinggi dengan pekerjaan,
seseorang akan menunjukkan perilaku terbaiknya dalam bekerja (Duran-Arenas et.al,
1998).
Selanjutnya menurut Cowling dan James; tidak semua individu tertarik dengan
pekerjaannya. Akibatnya beberapa target pekerjaan tidak tercapai, tujuan-tujuan
organisasi tertunda dan kepuasan dan produktivitas anggota menurun. Di lain pihak,
organisasi berharap dapat memenuhi standar-standar sekarang yang sudah ditetapkan
serta dapat meningkat sepanjang waktu.
Masalahnya adalah cara menyelaraskan sasaran-sasaran individu dan kelompok
dengan sasaran organisasi, dan jika memungkinkan, sasaran organisasi menjadi sasaran
individu dan kelompok. Untuk itu diperlukan pemahaman bagaimana orang-orang
dalam organisasi itu bekerja serta kondisi-kondisi yang memungkinkan mereka dapat
memberikan kontribusinya yang tinggi terhadap organisasi.
53
2.1.2 Ciri-ciri Kelompok
1. Motif Yang Sama
Merupakan pengikat sehingga setiap anggota kelompok tidak bekerja sendiri-
sendiri,melainkan bekerja bersama untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Sikap In-Group Dan Out-Group
Manusia mempunyai tugas yang sulit atau yang mengalami hidup bersama mereka
akan menunjukkan tingkah laku yang khusus. Apabila orang lain di luar kelompok
bertingkah laku seperti mereka, akan menyingkirkan diri.
3. Solidaritas
Kesetiakawanan antar anggota kelompok social.
4. Struktur Kelompok
Suatu sistem mengenai relasi antara anggota-anggota kelompok berdasarkan
peranan dan status.
5. Norma Kelompok
Pedoman-pedoman yang mengatur tingkahlaku individu dalam suatu kelompok.
2.1.3 Bentuk-Bentuk Kelompok
1. Primer dan Sekunder
Kelompok primer merupakan yang merujuk pada kelompok kecil yang memiliki
ciri bersifat intimitas, asosiasi tatap muka, dan kerja sama. Kelompok primer
merupakan kelompok yang anggota-anggotanya sering berhadapan muka dan saling
mengenal dari dekat dan karena itu hubungannya lebih erat.
Kelompok sekunder merupakan kelompok yang merujuk pada sebuah kelompok
formal imersonal yang memiliki sedikit kedekatan sosial. Interaksi dalam kelompok
sekunder terdiri atas saling hubungan yang tidak langsung dan kurang bersifat
kekeluargaan hubungan-hubungan kelompok skunder biasanya lebih bersifat
objektif. Peranan atau fungsi kelompok sekunder dalam kehidupan manusia adalah
untuk mencapai tujuan tertentu dalam masyarakat dengan bersama, secara objektif
dan rasional.
2. Gemeinschaft & Gesellschaft
Gemeinschaft = Diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah juga
kekal (Paguyuban). Sedangkan Gesellschaft adalah ikatan lahir yang bersifat pokok.
Jangka waktunya pendek sebagai suatu sikap alam pikiran belaka.
3. Formal Group & Informal Group
Kelompok Formal adalah kelompok-kelompok yang mempunyai peraturan yang
tegas dan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan
antara anggota-angotanya terkoordinasi melalui usaha-usaha untuk mencapai tujuan
berdasarkan bagian-bagian organisasi yang bersifat spesialisasi. Kegiatannya
didasarkan pada aturan-aturan yang sebelumnya sudah ditentukan. Organisasi
biasanya ditegakkan pada landasan mekanisme administratif. Staf administratif
bertanggung jawab memelihara organisasi dan mengkoordinasikan kegiatan-
kegiatan organisasi.
54
Kelompok Informal merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses
interaksi, daya tarik, dan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Keanggotaan kelompok
biasanya tidak teratur dan keanggotaan ditentukan oleh daya tarik bersama dari
individu dan kelompok. Kelompok ini terjadi pembagian tugas yang jelas tapi
bersifat informal dan hanya berdasarkan kekeluargaan dan simpati. Misalnya,
kelompok arisan dan sebagainya.
4. Membership Group & Refrensi-Group
Membership Group merupakan suatu kelompok di mana setiap orang secara fisik
menjadi anggota kelompok tersebut. Sedangkan Reference Group adalah kelompok-
kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok
tersebut) untuk membentuk pribadi dan perilakunya.
5. In-Group & Out-Group
Kelompok Dalam (In-Group) adalah kelompok dalam merupakan bentuk
kesadaran seseorang tentang identitas dirinya dalam suatu kelompok, misalnya
keluargaku, negaraku, dan profesiku. Kata "ku" dalam pernyataan tersebut
menunjukan seseorang merasa menjadi bagian dalam kelompok. Dan kelompok
Luar (Out-Group) Dalam kelompok luar seseorang dapat merasa bahwa dirinya
bukan bagian dari suatu kelompok. Out-group dapat berubah in-group karena
adanya kontak dan komunikasi yang memungkinkan interaksi sosial antar kelompok
atau antar individu terjalin dengan baik sehingga muncul rasa simpati.
2.1.4 Syarat Terbentuknya Kelompok
1. Setiap anggota kelompok tersebut harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari
kelompok yang bersangkutan.
2. Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota lainnya.
3. Terdapat suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok itu,
sehingga hubungan antara mereka bertambah erat. Faktor tadi bisa merupakan nasib
yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama
dan lain-lain.
4. Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku.
2.2 Norma
Norma berkaitan dengan aturan yang berlaku pada masyarakat tertentu. Aturan ini
berkaitan dengan tingkah laku manusia, jika melanggar dapat terkena sanksi. Norma
adalah aturan atau kaidah untuk perilaku manusia yang berisi perintah, larangan, dan
sanksi. Perintah ini merupakan sesuatu yang harus dilakukan, sementara larangan yaitu
sesuatu yang tidak boleh dilakukan. Jika melanggar perintah dan larangan, maka
seseorang bisa terkena sanksi. Nama lain sanksi adalah hukuman yang diberikan ke
seseorang karena telah melanggar norma.
55
Norma bisa juga disebut sebagai petunjuk yang dibenarkan oleh kelompok, untuk
menjalani interaksi sosial. Perbedaan antara nilai sosial dan norma sosial terdapat pada
sanksinya. Seseorang yang melanggar norma akan dikenakan hukuman. Norma adalah
aturan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, berfungsi sebagai pengendali
dalam hidup. Aturan ini berisi petunjuk yang sifatnya mengikat dan wajib ditaati. Ada tiga
poin penting tentang norma yaitu kaidah, tingkah laku manusia, perintah berisi larangan,
dan sanksi.
Berikut pengertian norma menurut para ahli:
1) John J. Macionis - Norma adalah aturan dan harapan dalam masyarakat untuk
memandu perilaku anggota-anggotanya.
2) Robert Mz. Lawang - Norma merupakan gambaran mengenai apa yang diinginkan,
baik atau tidaknya. Sehingga anggapan yang baik perlu dihargai sebagaimana
mestinya.
3) Hans Kelsen - Norma adalah perintah yang tidak personal dan anonim.
4) Soerjono Soekanto - Norma merupakan suatu perangkat supaya hubungan
antarmasyarakat terjalin dengan baik.
5) Isworo Hadi Wiyono - Norma adalah peraturan atau petunjuk hidup yang memberi
perbuatan mana yang boleh dilakukan dan perbuatan yang harus dihindari.
2.2.1 Jenis-Jenis Norma
Berdasarkan jenisnya, norma dibagi menjadi 4 yaitu norma agama, norma kesusilaan,
norma kesopanan, norma kebiasaan, dan norma hukum.
1. Norma Agama
Jenis norma agama berdasarkan akidah atau aturan yang ada di dalam agama. Norma
ini sifatnya mutlak dan penganutnya harus menaati aturan dalam agama tersebut.
Jika tidak seseorang akan kehilangan iman dan keyakinan.
2. Norma Kesusilaan
Normal ini berdasarkan hati nurani atau akhlak manusia dan sifatnya umum. Arti
umum yaitu setiap orang memilikinya meski bentuknya bisa berbeda. Norma
kesusilaan berkaitan dengan nilai kemanusiaan. Jika melanggar akan terjerat hukum
pidana dan sanksi di masyarakat.
3. Norma Kesopanan
Asal norma kesopanan dari tingkah laku masyarakat yang berlaku di daerah tertentu.
Norma ini bersifat relatif, artinya penerapannya bisa berbeda satu sama lain.
4. Norma Kebiasaan
Merupakan perbuatan yang dilakukan dalam bentuk berulang-ulang, sehingga
menjadi kebiasaan. Dalam lingkungan tertentu, seseorang bisa dianggap aneh jika
tidak melakukan norma kebiasaan. Norma ini terjadi secara berulang sampai
menjadi ciri khas tertentu.
56
5. Norma Hukum
Norma hukum berfungsi mengatur tata tertib di suatu negara. Masyarakat akan
mendapat sanksi jika melanggar aturan yang sudah ditetapkan dalam negara. Sanksi
ini dilakukan oleh lembaga pemerintah resmi. Ciri-ciri norma hukum yaitu diakui
oleh masyarakat, adanya penegak hukum, dan pihak berwenang yang memberi
sanksi. Tujuan dari norma hukum ini untuk menciptakan lingkungan yang tertib dan
aman.
2.2.2 Fungsi Norma
• Untuk memastikan terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih aman dan tertib.
• Untuk mengatur perbuatan masyarakat agar sesuai dengan nilai yang ada dan
berlaku.
• Agar dapat mencegah adanya benturan kepentingan antar masyarakat.
• Untuk membantu masyarakat dalam mencapai tujuan atau kesepakatan bersama.
• Digunakan sebagai petunjuk maupun pedoman yang dapat digunakan untuk
menjalani hidup di lingkungan masyarakat sebagai individu.
• Norma digunakan agar dapat mengatur perilaku masyarakat.
• Norma digunakan agar adanya suatu batasan untuk tidak dilanggar.
• Norma digunakan untuk mendorong individu untuk dapat beradaptasi dengan
lingkungan masyarakat yang ada berdasarkan nilai-nilai yang berlaku.
2.2.3 Macam-Macam Norma
1. Norma Formal
Norma formal, merupakan suatu aturan yang dijalankan oleh masyarakat yang
dirumuskan oleh pihak yang berwenang seperti pemerintah maupun lembaga
masyarakat atau institusi resmi yang berguna untuk mengatur masyarakat dan
memastikan adanya kesepakatan bersama yang sifatnya resmi maupun formal.
2. Norma Non-Formal
Norma non-formal, merupakan suatu bentuk ketentuan maupun aturan yang
dijalankan masyarakat dalam sebuah lingkungan tanpa diketahui siapa yang
merumuskannya dan biasanya bentuk dari norma non-formal ini tidak tertulis,
namun masyarakat menjalankannya karena kesadaran ataupun sudah menjadi
kebiasaan dalam diri untuk menjaga keharmonisan lingkungan masyarakat yang
sifatnya tidak resmi dan tidak memaksa masyarakatnya untuk menjalankan aturan
tersebut. Contoh dari norma non-formal yaitu, aturan-aturan yang ada di rumah
maupun keluarga, seperti bagaimana cara kita bersikap ketika makan maupun
minum, dan juga bagaimana cara kita berpakaian yang biasanya norma non-formal
ini berbentuk sebuah kebiasaan.
57
2.2.4 Jenis-jenis Norma Sosial Berdasarkan Tingkatan Daya Ikat
1. Cara / Usage
Norma sosial jenis ini memiliki daya pengikat yang paling lemah karena sanksi yang
diberikan jika dilanggar biasanya hanya berupa cemoohan. Contoh dari norma sosial
jenis cara adalah ketika kamu sedang makan tidak boleh berbicara, jadi ketika norma
tersebut dilanggar kamu akan ditegur atau diperingati oleh orang-orang yang ada.
2. Kebiasaan / Folkways
Normal sosial jenis ini memiliki daya pengikat yang lebih kuat daripada norma jenis
cara atau usage karena merupakan suatu aturan yang akan dilakukan secara
berulang-ulang. Contoh dari norma sosial jenis kebiasaan adalah kita sebagai
manusia harus menghormati orang yang lebih tua dibandingkan kita, jika norma
tersebut dilanggar maka sanksi yang diterima akan berbeda-beda tergantung
seberapa sering kita melakukan hal tersebut dan apakah ada niat untuk merubah diri
menjadi lebih baik.
3. Kelakuan / Mores
Norma sosial jenis ini memiliki daya pengikat yang lebih kuat daripada norma jenis
kebiasaan atau Folkways karena norma jenis merupakan suatu aturan yang telah
disepakati dalam lingkungan masyarakat dan dijadikan nilai standar bagi orang di
dalam lingkungan tersebut, jika norma sosial jenis tata kelakuan atau mores ini
dilanggar maka sanksi yang diterima akan lebih berat. Contoh dari norma sosial
jenis ini adalah larangan berzina atau hubungan terlarang, dimana jika dilanggar
maka akan diadili secara hukum yang berlaku di suatu daerah.
4. Adat Istiadat atau Custom
Dan yang terakhir, norma sosial ini memiliki daya pengikat yang paling tinggi
daripada normal sosial lain, karena memiliki sifat turun temurun yang sudah
menjadi kewajiban orang di lingkungan tersebut, dan jika normal sosial jenis adat
istiadat atau custom ini dilanggar maka akan mendapatkan sanksi yang berat.
Contoh dari norma sosial jenis ini adalah larangan orang Batak menikah dengan
orang yang memiliki marga sama.
2.2.5 Ciri-Ciri Norma
• Norma yang ada biasanya tidak tertulis dan dilakukan sebagai bentuk kebiasaan.
• Norma yang tercipta di suatu lingkungan masyarakat biasanya merupakan hasil
kesepakatan yang dapat diterima dan dijalankan setiap orang.
• Sebagai masyarakat dimana norma tersebut dijalankan, sudah menjadi kewajiban
untuk menaati norma yang ada.
• Jika seseorang melanggar norma yang sudah disepakati bersama, maka orang
tersebut akan mendapat sanksi maupun hukuman yang telah disepakati.
• Dengan semakin berkembangnya zaman, norma yang ada juga dapat berubah
seiring perubahan dan sifatnya menyesuaikan.
• Dan yang terakhir, norma yang berlaku di lingkungan masyarakat dibuat dan
disepakati secara sadar.
58
BAB 7 – KEKUASAAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Gilbert W. Fairholm mendefinisikan kekuasaan sebagai kemampuan individu untuk
mencapai tujuannya saat berhubungan dengan orang lain, bahkan ketika dihadapkan pada
penolakan mereka. Fairholm lalu merinci sejumlah gagasan penting dalam penggunaan
kekuasaan secara sistematik dengan menakankan bahwa kapasitas personal-lah yang
membuat pengguna kekuasaan bisa melakukan persaingan dengan orang lain.
Kekuasaan adalah gagasan politik yang berkisar pada sejumlah karakteristik.
Karakteristik tersebut mengelaborasi kekuasaan selaku alat yang digunakan seseorang,
yaitu pemimpin (juga pengikut) gunakan dalam hubungan interpersonalnya. Seseorang
bisa saja punya kekuasaan tetapi tidak menerapkannya. Kekuasaan punya fungsi
bergantung. Semakin besar ketergantungan B atas A, semakin besar kekuasaan A dalam
hubungan mereka. Ketergantungan, pada gilirannya, didasarkan pada alternatif yang ada
pada B dan pentingnya alternatif tersebut bagi B dalam memandang kendali A.
Esensi kekuasaan adalah kendali atas perilaku orang lain. Kekuasaan adalah kekuatan
yang kita gunakan agar sesuatu hal terjadi dengan cara disengaja, di mana influence
(pengaruh) adalah apa yang kita gunakan saat kita menggunakan kekuasaan. Seorang
manajer membiakkan kekuasaan dari aneka sumber, baik dari organisasi yang disebut
sebagai “power position” ataupun dari personalitasnya sendiri yang disebut “personal
power.”
1.2 Rumusan Masalah
1. Pengertian Kekuasaan
2. Sumber Kekuasaan
3. Karakteristik Bawahan
4. Faktor Situasi
5. Kekuasaan Paksaan
6. Kekuasaan dan Bawahan
1,3 Tujuan Pembahasan
Mengetahui dan memahami tentang macam kekuasaan dalam organisasi
59
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kekuasaan
Pada dasarnya yang dimaksud dengan kekuasaan adalah kemampuan memengaruhi
orang lain untuk bersedia melakukan sesuatu yang diinginkannya. Penggunaan kekuasaan
oleh seorang pemimpin dalam menimbulkan dua dampak yaitu dampak positif dan
dampak negatif. Penggunaan kekuasaan yang efektif akan meningkatkan motivasi
bawahannya sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, jika penggunaan
kekuasaan yang tidak efektif oleh seorang pemimpin akan mengakibatkan dampak negatif
sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik.
2.1.1 Jenis-Jenis Kekuasaan
1. Kekuasaan Balas Jasa (Reward Power)
Kekuasaan jenis ini merupakan kekuasaan yang menggunakan balas jasa atau
reward untuk mempengaruhi seseorang untuk bersedia melakukan sesuatu sesuai
keinginannya, Kekuasaan ini dapat berupa gaji, upah, bonus, promosi, pujian,
pengakuan atau penempatan tugas yang lebih menarik. Namun melalui kekuasaan
ini seorang pemimpin juga dapat menunda pemberian reward tersebut sebagai
hukumancjika bawahannya tidak melakukan apa yang telah diperintahkan.
2. Kekuasaan Paksaan (Coercive Power)
Kekuasaan ini lebih cenderung ke penggunaan ancaman atau hukuman untuk
mempengaruhi seseorang agar bersedia melakukan sesuatu sesuai keinginannya.
Kekuasaan paksaan ini adalah kebalikan atau sisi negatif dari kekuasaan balas jasa.
Contoh yang diberlakukan jika tidak mengikuti perintah yang diintruksikan, antara
lain pemberian surat peringatan, penurunan gaji, penurunan jabatan dan bahkan
pemberhentian kerja atau PHK.
3. Kekuasaan Rujukan (Referent Power)
Kekuasaan rujukan ini merupakan kekuasaan yang diperoleh atas dasar
kekaguman, keteladanan, kharisma dan kepribadian dari seorang pemimpin.
Contohnya si A yang memimpin banyak orang karena kepribadiannya dan
karismanya.
4. Kekuasaan Sah (Legitimate Power)
Kekuasaan ini berasal dari posisi resmi yang dijabat oleh seseorang, baik itu
dalam suatu organisasi, birokrasi ataupun pemerintahan. Kekuasaan sah adalah
kekuasaan yang diperoleh dari konsekuensi hirarki dalam organisasi. Seseorang
yang menduduki posisi itu memiliki hak dan wewenang untuk memberikan perintah
dan intruksi kepada bawahannya dan bawahannya berkewajiban untuk menjalankan
intruksi yang telah diberikan.
60
5. Kekuasaan Keahlian (Expert Power)
Kekuasaan Keahlian ini muncul karena adanya keahlian ataupun keterampilan
yang dimiliki oleh seseorang. Acap kali seseorang yang memiliki pengalaman dan
keahlian tertentu memiliki kekuasaan ahli dalam suatu organisasi meskipun orang
tersebut bukanlah manajer atau pemimpin. Individu-individu yang memiliki
keterampilan/keahlian tersebut biasanya dipercayai oleh Manajernya untuk
membimbing karyawan lainnya dengan benar.
Kemampuan untuk memengaruhi orang lain merupakan inti penting dari
Kepemimpinan. Pada dasarnya, Kekuasaan seseorang dalam suatu perusahaan berasal
dari posisi yang ditempatinya atau otoritas yang dimilikinya dalam organisasi. setiap
orang yang sudah bpada pucuk kepemimpinan pada suatu organisasi atau ke
pemimpinan lainnya, memiliki kekuasaan yang besar untuk mengatur orang di
bawahnya. Sebagian pemimpin harus menggunakan kekuasaan dengan efektif,
sehingga mampu menumbuhkan motivasi bawahan untuk bekerja dan melaksanakan
tugas dengan lebih baik lagi, dan menjunjung mutu dan kualitas dan selaksanakan
peraturan-peraturan yang sudah di tentukan.
2.1.2 Sumber Kekuasaan
Thomas (1995: 124-130) dan Mc Shane & Van Glnow (2010: 301 – 304)
mengemukakan lima sumber kekuasaan di dalam organisasi, yaitu legitimate power,
reward power, coercive power, expert power, dan referent power.
1. Legitimate power merupakan kesepakatan anggota organisasi bahwa individu dalam
peran-peran tertentu dapat menentukan prilaku tertentu dari orang lain. Legitimate
power biasanya ditentukan oleh deskripsi pekerjaan dalam suatu jabatan, misalnya
seorang atasan memiliki kekuasaan untuk meminta bawahannya melaksanakan
tugas-tugas organisasi sesuai dengan kapasitasnya.
2. Reward power adalah kekuasaan untuk mengontrol atau memberikan penghargaan
kepada pihak lain. Seorang manajer dapat mempromosikan bawahannya ke level
yang lebih tinggi, member bonus, atau member hak berlibur sebagai imbalan yang
diberikan kepada karyawan yang mencapai target kerja tertentu. Sebaliknya,
seorang bawahan dapat memberikan umpan balik atas kinerja atasannya.
3. Coercive power adalah kekuasaan untuk member sanksi atau hukuman. Contoh
coercive power adalah seorang atasan memiliki kekuasaan untuk memberikan
sanksi kepada bawahannya yang terbukti memiliki kesalahan fatal yang merugikan
organisasi.
4. Expert power adalah kekuasaan yang berhubungan dengan kemampuan, keahlian,
atau pengetahuan yang dimiliki oleh individu. Misalnya, tim peneliti yang dimiliki
oleh perusahaan pertambangan memiliki kekuasaan apakah sebuah projek dapat
dilanjutkan atau tidak.
61
5. Referent power adalah kekuasaan yang diasosiasikan dengan charisma seseorang.
Secara ilmiah, definisi referent power memunculkan perdebatan di kalangan para
ahli karena ukuran kharisma yang sulit untuk distandarkan. Namun, secara factual
referent power memang ada di dalam kehidupan berorganisasi. Di banyak
perkampungan di Indonesia ada tokoh-tokoh masyarakat yang disegani karena
memiliki kharisma. Hal itu merupakan contoh yang nyata dari referent power.
Dalam kenyataannya, kekuasaan memberikan beberapa keleluasaan bagi pihak yang
memiliki posisi superior. Keleluasaan tersebut dapat menentukan optimal atau tidaknya
kinerja sebuah organisasi.
2.1.3 Karakteristik Bawahan
Bawahan memainkan peranan penting dalam memengaruhi gaya kepemimpinan
manajer. Karakteristik bawahan memengaruhi gaya kepemimpinan manajer dengan
beberapa cara. Pertama, ketrampilan dan pelatihan bawahan memengaruhi pilihan gaya
manajer. Karyawan yang terampil biasanya kurang memerlukan pendekatan yang
bersifat perintah. Kedua, sikap bawahan juga akan menjadi sebuah faktor yang
berpengaruh. Tipe karyawan tertentu mungkin lebih menyukai pemimpin yang otoriter
sedangkan tipe karyawan yang lain mungkin lebih suka diberi tanggung jawab penuh
atas pekerjaannya sendiri.
Harapan bawahan adalah faktor lain yang menentukan apakah suatu gaya tertentu
akan cocok. Bawahan yang dimasa lampau pernah mempunyai seorang manajer yang
berorientasi pada karyawan mengharapkan manajer baru yang mempunyai gaya yang
sama dan mungkin akan memberikan reaksi negatif terhadap pemimpin yang
otoriter.demikian juga karyawan yang sangat terampil dan termotivasi mungkin
mengharapkan agar manajer tidak terlalu ikut campur. Sebaliknya, karyawan yang
dihadapkan dengan tugas baru yang menantang mungkin mengharapkan instruksi
manajer dan mungkin kecewa jika ternyata hal itu tidak kunjung tiba.
2.1.4 Faktor Situasi
Faktor situasional adalah faktor situasi yang konsumen miliki yang bersifat sementara
dalam aktivitas belanja konsumen yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu. Terdapat
tiga indikator faktor situasional berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Belk
(1975), yaitu ketersediaan waktu, ketersediaan uang, dan definisi tugas.
Beatty & Ferrel (1998) mendefinisikan ketersediaan waktu sebagai jumlah waktu
yang tersedia bagi pembelanja saat itu. Konsumen yang memiliki cukup waktu untuk
berbelanja akan mengalami sedikit tekanan ketika memilih produk dan memberi
perhatian lebih kepada lingkungan toko secara visual yang dapat menghasilkan rasa
santai dan respon emosional positif saat berbelanja.
62
Hal ini dapat mendorong terjadinya pembelian secara impulsif. Sebaliknya,
konsumen yang tidak memiliki cukup waktu untuk berbelanja akan mengurangi
kesempatan untuk melakukan pembelian secara impulsif (Chang et al., 2013).
Menurut Beatty & Ferrel (1998) ketersediaan uang didefinisikan sebagai jumlah
anggaran atau uang ekstra yang dimiliki seseorang untuk digunakan saat itu. Konsumen
dengan ketersedian uang yang lebih akan merasa lebih bahagia dan bereaksi lebih positif
terhadap perilaku pembelian secara impulsif, dibandingkan dengan mereka yang
memiliki ketersediaan uang rendah (Chang et al., 2013).
Punj (2011) dalam penelitiannya menemukan bukti nyata bahwa tugas atau
peran seseorang dalam pengambilan keputusan pembelian suatu produk dalam keluarga
akan menentukan jenis dan jumlah barang yang akan dibelinya. Jenis dan jumlah barang
yang dibeli dapat menjadi lebih banyak saat individu tersebut direspon secara positif
emosinya dalam berbelanja. Chang, et al (2013) menemukan bahwa ketika berbelanja
itu merupakan tugas tertentu, konsumen merasa bahagia terhadap pengalaman belanja
mereka dan dengan demikian cenderung untuk melakukan pembelian secara impulsif.
2.1.5 Kekuasaan Paksaan
Coercive power atau kekuasaan paksaan adalah kekuasaan pemimpin untuk
mempengaruhi orang lain dengan kekuatan memaksa, karena ia mempunyai kedudukan
dan posisi yang sangat kuat. Dengan posisi kuat tersebut maka seorang pemimpin dapat
memberikan perintah, dapat memaksa orang lain untuk bertindak tertentu. Bekerja di
bawah tekanan kekuasaan orang lain tentu kurang menarik bahkan membuahkan sebuah
resistensi. Hanya lantaran anak buah ketakutan, anak buah bersedia melaksanakan
perintah-perintah pemimpin. Suasana tersebut menjadi sangat tidak sehat dan tidak
efektif, meskipun pekerjaan rutin tetap berjalan seperti sediakala.
Kekuasaan paksaan adalah kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin karena
pemimpin tersebut memiliki posisi yang sangat kuat. Kekuasaan ini bertentangan
dengan kekuasaan penghargaan karena kekuasaan penghargaan memberikan hadiah
atau penghargaan sedangkan kekuasaan paksaan memberikan hukuman (punishment)
atas kinerja yang buruk dari bawahannya. Setiap pemimpin tentu harus berhati-hati
dalam menggunakan kekuasaan ini karena pada prinsipnya tidak ada orang yang
menginginkan mendapatkan hukuman.
2.1.6 Kekuasaan dan Bawahan
Kekuasaan mengacu pada kemampuan yang dimiliki seorang atasan untuk
mempengaruhi bawahannya sehingga bawahannya tersebut bertindak sesuai keinginan
atasan. Kekuasaan biasanya didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk
membuat orang lain atau sekelompok orang melakukan sesuatu yang jika tidak ada
pengaruh tersebut, maka tidak akan mereka lakukan (Kusdi, 2009).
63
Kekuasaan digunakan untuk menjelaskan kapasitas absolut seorang pemimpin untuk
mempengaruhi perilaku atau sifat bawahan pada satu waktu tertentu (Yulk, 2005).
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi perilaku orang lain,
sehingga orang lain tersebut akan berperilaku sesuai dengan yang diharapkan oleh orang
yang memiliki kekuasaan (Robbins dan Judge, 2007).
64
KISI-KISI UAS
BAB 1
1. Apa itu efektivitas organisasi
Jawab:
Efektivitas organisasi adalah aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh unsur-unsur
organisasi yang berjalan dengan efektif dan efisien sehingga bisa mencapai tujuan
organisasi yang sudah susun sebelumnya.
2. Apa itu efektivitas kerja
Jawab:
Efektivitas kerja adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan kegiatan
manajemen dalam mencapai tujuan meliputi kuantitas kerja, kualitas kerja, dan ketepatan
waktu dalam menyelesaikan pekerjaan.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas organisasi
Jawab:
Keterlibatan, konsistensi, adaptasi, dan misi.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja
Jawab:
Karakteristik organisasi, karakteristik lingkungan, karakteristik pekerja, dan karakteristik
kebijakan & praktek manajemen.
5. Manfaat efektivitas kerja
Jawab:
Efektivitas kerja bermanfaat dalam memberikan pelayanan kepada orang lain atau kepada
organisasi yang menggunakan produknya, seperti halnya dengan organisasi yang
memiliki tugas pokok dan fungsi menyusun program organisasi yang bersangkutan.
BAB 2
1. Apa itu sikap?
Jawab:
Sikap merupakan pengendalian perasaan individu, pikiran, dan predisposisi untuk
bertindak terhadap beberapa aspek dari lingkungan. Dengan demikian sikap merupakan
faktor yang menentukan perilaku, karena sikap itu berhubungan dengan persepsi,
kepribadian, belajar dan motivasi.
Sikap adalah kesiap-siagaan mental yang diorganisasi lewat pengalaman yang mempunyai
pengaruh tertentu kepada tanggapan seseorang terhadap orang, objek dan situasi yang
berhubungan dengannya. Sikap adalah pernyataan evaluative. Baik yang menyenangkan
maupun tidak menyenangkan terhadap objek, individu, atau peristiwa
65
2. Sebutkan 3 sumber sikap!
Jawab:
Tiga sumber utama sikap (Calhoun dan Accocella, 1990):
• Pengalaman Pribadi - Sikap dapat merupakan hasil pengalaman yang menyenangkan
atau menyakitkan dengan objek sikap.
• Pemindahan perasaan yang menyakitkan, pemindahan adalah secara tidak sadar
mengalihkan perasaan yang menyakitkan (terutama permusuhan) jauh dari objek
sebenarnya pada objek lain yang lebih aman.
• Pengaruh sosial, sumber ini dapat dimungkinkan menjadi sumber utama dalam sikap.
3. Sebutkan fungsi-fungsi sikap!
Jawab:
Menurut Atkinson, Smith, dan Bem (1996) mengungkapkan bahwa sikap memiliki lima
fungsi, yaitu instrumental, pertahanan, ego, ekspresi nilai, pengetahuan,dan penyesuaian
nilai.
1. Fungsi Instrumental
Fungsi sikap ini dikaitkan dengan alasan praktis atau manfaat, dan menggambarkan
keadaan keinginan. Bahwa untuk mencapai suatu tujuan, diperlukan suatu sarana yang
disebut sikap. Apabila objek sikap dapat membantu individu mencapai tujuan, individu
akan bersikap positif terhadap objek tersebut atau sebaiknya.
2. Fungsi Pertahanan Ego
Sikap ini diambil individu dalam rangka melindungi diri dari kecemasan atau ancaman
harga dirinya.
3. Fungsi Ekspresi
Sikap ini mengekspresikan nilai yang ada dalam diri individu. Sistem nilai yang terdapat
pada diri individu dapat dilihat dari sikap yang diambilnya bersangkutan terhadap nilai
tertentu.
4. Fungsi Pengetahuan
Sikap ini membantu individu memahami dunia yang membawa keteraturan terhadap
bermacam-macam informasi yang perlu diasimilasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap individu memiliki motif ingin tahu, ingin mengerti, dan pengetahuan.
5. Fungsi Penyesuainan Sosial
Sikap ini membantu individu merasa menjadi bagian dari masyarakat. Dalam hal ini sikap
yang diambi individu tersebut akan sesuai dengan lingkungannya.
4. Apa itu kepuasan kerja?
Jawab:
Kepuasan kerja merupakan respon afektif atau emosional terhadap berbagai segi atau aspek
pekerjaan seseorang sehingga kepuasan kerja bukan merupakan konsep tunggal. Seseorang
dapat relatif puas dengan salah satu aspek pekerjaan dan tidak puas dengan satu atau lebih
aspek lainnya Kepuasan kerja merupakan suatu perasaan positif tentang pekerjaan
seseorang yang merupakan hasil dari sebuah evaluasi karakeristiknya.
66
5. Sebutkan 3 ciri-ciri nilai!
Jawab:
Ada tiga ciri–ciri nilai, yaitu:
1. Nilai Itu Suatu Realitas Abstrak dan Ada Dalam Kehidupan Manusia.
Nilai yang bersifat abstrak tidak dapat diindra. Hal yang dapat diamati hanyalah objek
yang bernilai itu. Misalnya, orang yang memiliki kejujuran. Kejujuran adalah
nilai,tetapi kita tidak bisa mengindra kejujuran itu. Yang dapat kita indra adalah
kegiatan yang dihasilkan dari kejujuran itu.
2. Nilai Memiliki Sifat Normative
Artinya nilai mengandung harapan, cita-cita, dan suatu keharusan sehingga nilai
nemiliki sifat ideal (das sollen). Nilai diwujudkan dalam bentuk norma sebagai
landasan manusia dalam bertindak. Misalnya, nilai keadilan. Semua orang berharap dan
mendapatkan dan berperilaku yang mencerminkan nilai keadilan.
3. Nilai berfungsi sebagai daya dorong/motivator dan manusia adalah pendukung nilai.
Manusia bertindak berdasar dan didorong oleh nilai yang diyakininya.Misalnya, nilai
ketakwaan. Adanya nilai ini menjadikan semua orang terdorong untuk bisa mencapai
derajat ketakwaan.
BAB 3
1. Sebutkan ciri-ciri orang yang ambisius
Jawab:
1. Selalu bersedia bekerja keras demi mewujudkan ambisinya. Bagusnya orang yang
ambisius, jika gagal tidak cepat putus asa. Mereka yang ambisius umumnya juga cerdik
dan terkadang licik. Mereka pandai memanfaatkan waktu dan orang lain untuk
kesenangan dan mencapai tujuannya sendiri.
2. Jika bekerja dalam tim ia ingin selalu menonjolkan ide-idenya. Ia ingin orang lain
mengakui bahwa idenya lebih bagus daripada orang lain. Ia akan berusaha agar idenya
lah yang diterima. Orang yang ambisius juga biasanya haus akan pujian. Dengan
demikian jika idenya diterima ia berharap akan mendapat pujian dari sana sini.
3. Dalam setiap kesempatan seperti presentasi, meeting, seminar, dsb ia selalu dominan
bicara. Di banding yang lain ia memang terkesan lebih banyak berbicara. Maksudnya
tentu saja agar orang-orang yang hadir menyadari kelebihannya.
4. Jika ada orang yang lebih menonjol dari dirinya ia tidak segan untuk mengalahkan
dengan caranya sendiri. Kadang ia nggak peduli cara yang diambilnya merugikan orang
lain atau tidak, yang penting keinginannya dapat terlaksana.
5. Biasanya si ambisius juga selalu percaya diri. Ia yakin dan sangat percaya dengan
kemampuannya, sehingga ia cenderung menganggap remeh kemampuan orang lain.
2. Sebutkan cara menumbuhkan dan mengendalikan ambisi
Jawab:
1. Milikilah tujuan yang jelas dan mengaculah pada tujuan tersebut dengan kemauan yang
tinggi.
2. Tentukan kapan dapat bekerja untuk merealisasikan tujuan anda.
3. Bertindaklah dengan penuh optimisme dan singkirkan sikap pesimisme.
4. Jika gagal, pelajari penyebabnya. Jangan merubah tujuan hanya karena anda gagal.
67
5. Bekerja samalah dengan orang-orang yang dapat membantu anda. Eksploitasi gagasan
anda untuk merumuskan tujuan yang jelas. Dalam hal ini sugesti dalam diri juga
memberi kekuatan yang luar biasa dalam menumbuhkan ambisi.
6. Selalu berpikir positif. Ambisi yang positif menjauhkan anda dari rasa takut, iri hati,
ragu-ragu, dendam, dan benci.
3. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi
Jawab:
Faktor Internal:
- Fisiologis
- Kapasitas indera
- Perhatian
- Energi
- Minat
- Perceptual Vigilance
- Kebutuhan yang searah
- Pengalaman dan ingatan
- Suasana hati
Faktor Eksternal:
- Ukuran dan Penempatan Dari Obyek atau Stimulus
- Warna dari objek
- Keunikan dan kekontrasan stimulus
- Intensitas dan kekuatan stimulus
- Kekuatan dari stimulus
4. Sebutkan 3 komponen persepsi menurut Jeniffer M. Geroge dan Gareth R. Jones
Jawab:
1) Orang yang membuat pemahaman, yaitu orang yang mencoba untuk
menginterpretasikan hasil observasi yang dilakukannya atau masukan dari dari panca
inderanya.
2) Target dari persepsi, yaitu segala sesuatu yang dicoba untuk dipahami oleh seseorang.
Target dapat berupa orang lain, sekelompok orang, sebuah peristiwa, sebuah situasi,
sebuah idea, suatu kebisingan, atau hal lain yang menjadi fokus dari orang yang ingin
memahami.
3) Situasi, yaitu konteks dimana persepsi tersebut mengambil bagian (suatu pertemuan
komite, sebuah lorong, di depan mesin pembuatkopi, dan sebagainya).
5. Jelaskan pengertian persepsi
Jawab:
Kata persepsi berasal dari bahasa latin yaitu “perceptio” yang memiliki arti menjadi sadar
atau sadar (akan sesuatu), menyadari atau memahami. Dalam kamus Oxford, kata persepsi
sebagai kata benda memiliki arti kemampuan untuk melihat, mendengar, atau menjadi
sadar akan sesuatu melalui panca indra. Pengertian lainnya yaitu cara dalam menanggapi,
memahami, dan menafsirkan sesuatu.
68
Menurut Miftah Thoha (2012), persepsi adalah proses kognitif yang dialami setiap orang
di dalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik lewat penglihatan,
pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman. Kunci untuk memahami persepsi
terletak pada pengenalan bahwa persepsi itu merupakan suatu penafsiran yang unik
terhadap situasi, dan bukannya suatu pencatatan yang benar terhadap situasi (Fred Luthans,
1995; Miftah Thoha, 2012).
BAB 4
1. Jelaskan pengertian motivasi!
Jawab:
Motivasi adalah keinginan untuk melakukan sebagai kesediaan untuK mengeluarkan
tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan-tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh
kemampuan upaya itu untuk memenuhi suatu kebutuhan individual. Motivasi adalah
serangkaian sikap dan nilai – nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang
spesifik sesuai tujuan individu. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu invisible yang
memberikan kekuatan untuk mendorong individu dalam mencapai tujuan.
2. Sebutkan teori kebutuhan yang dikemukakan oleh McClelland!
Jawab:
1) Kebutuhan akan prestasi - Dorongan untuk lebih unggul, berprestasi, dan berusaha
keras untuk sukses.
2) Kebutuhan akan kekuasaan - Individu dengan need for power ini menikmati untuk
dibebani, bergulat untuk dapat mempengaruhi orang lain, suka ditempatkan dalam
situasi kompetitif, berorientasi status, dan cenderung lebih peduli akan prestise dan
memperoleh pengaruh terhadap orang lain daripada kinerja yang efektif.
3) Kebutuhan akan afiliasi - Hasrat untuk hubungan antar pribadi yang ramah dan akrab,
untuk disukai dan diterima baik oleh orang lain.
3. Sebutkan dan jelaskan teori motivasi!
Jawab:
1) Teori A.H Maslow
Tindakan atau tingkah laku suatu organisme pada suatu saat tertentu biasanya
ditentukan oleh kebutuhannya yang paling mendesak (his strongest need). Oleh karena
itu bagi setiap pemimpin, nampaknya perlu mempunyai suatu pemahaman yang
mendalam tentang kebutuhan yang sangat penting bagi manusia pada umumnya.
2) Teori Douglas Mc. Gregor
Ia menyatakan bahwa ada dua pendekatan atau filsafat manajemen yang mungkin
diterapkan dalam perusahaan. Masing-masing pendekatan ini mendasarkan diri pada
serangkaian asumsi mengenai sifat manusia yang dinamainya Teori X dan Teori Y.
3) Teori Federich Hezeberg
Menurut teori Hezeberg, faktor-faktor yang berperang sebagai motivator terhadap
pegawai, yakni yang mampu memuaskan dan mendorong orang untuk bekerja baik
terdiri dari:
69
- Achievement (Keberhasilan Pelaksanaan)
- Recognition (Pengakuan)
- The Work It Self (Pekerjaan Itu Sendiri)
- Responsibilities (Tanggung Jawab)
- Advancement (Pengembangan)
4) Teori David Mc. Clelland
Menurut David Mc. Clelland, orang yang mempunyai kebutuhan untuk keberhasilan,
yakni mempunyai keinginan kuat mendapat sesuatu, mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut:
- Mereka menentukan tujuan tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah, tetapi
tujuan itu cukup merupakan tentangan untuk dapat dikerjakan dengan lebih baik.
- Mereka menentukan tujuan seperti itu, karena secara pribadi dapat mengetahui
bahwa hasilnya dapat dikuasai bila mereka kerjakan sendiri.
- Mereka senang kepada pekerjaannya itu dan merasa sangat berkepentingan dengan
keberhasilannya sendiri.
- Mereka lebih suka bekerja di dalam pekerjaan yang dapat memberikan gambaran
bagaimana keadaan pekerjaannya.
4. Apa saja jenis motivasi?
Jawab:
Motivasi dapat dibedakan menjadi beberapa yaitu:
1) Motivasi Positif (Insentif Negatif), manager memotivasi bawahan dengan memberikan
reword kepada karyawan yang berprestasi baik. Dengan motivasi positif ini, semangat
kerja akan meningkat, karena manusia pada umumnya senang menerima yang baik-
baik saja.
2) Motivasi Negatif (Insentif Negatif), manager memotivasi karyawan dengan
memberikan hukuman kepada meraka yang pekerjaannya. kurang baik. Dengan
motivasi negatif ini, semangat bekerja bawahan dalam jangka waktu pendek akan
meningkat karena mereka takut dihukum, tetapi untuk jangka waktu panjang dapat
berakibat kurang baik.
5. Sebutkan 3 alat motivasi!
Jawab:
Ada tiga alat motivasi yaitu motivasi materiil insentif, non-materiil, insentif, kombinasi
materiil dan non-materiil.
1) Materiil insentif, ialah alat motivasi yang diberikan berupa uang dan atau barang yang
mempunyai nilai pasar, jadi memberikan kebutuhan ekonomis. Misalnya, kendaraan,
rumah dan lain-lainya.
2) Non-materiil insentif, ialah alat motivasi yang diberikan berupa barang atau benda
yang tidak ternilai, jadi hanya memberikan kepuasan atau kebanggaan rohani.
Misalnya, medali, piagam, bintang jasa, dan lain-lainnya.
3) Kombinasi materiil dan non-materiil insentif, ialah alat motivasi yang diberikan
berupa materi (uang dan barang) dan non-materiil (medali dan piagam), jadi
memenuhi kebutuhan ekonomis dan kepuasan atau kebanggaan rohani
70
BAB 5
1. Apa yang dimaksud dengan jaringan/network?
Jawab:
Jaringan atau networks didefinisikan sebagai social structures created by communication
among individual and groups (struktur social yang diciptakan melalui komunikasi di antara
sejumlah individu dan kelompok). Ketika orang berkomunikasi dengan orang lain, maka
terciptalah hubungan (link) yang merupakan garis-garis komunikasi dalam organisasi.
Sebagian dari hubungan itu merupakan jaringan formal (formal network) yang dibentuk
oleh aturan-aturan organisasi seperti struktur organisasi. Namun, jaringan formal pada
dasarnya mencakup hanya sebagian dari struktur yang terdapat pada organisasi. Selain
jaringan formal terdapat juga jaringan informal (emergent network) yang merupakan
saluran komunikasi nonformal yang terbentuk melalui kontak atau interaksi yang terjadi
antara anggota organisasi setiap harinya.
2. Sebutkan 7 peranan jaringan komunikasi
Jawab:
- Anggota klik
- Opinion Leader / Pemimpin Pendapat
- Gate Keeper / Penjaga Gawang
- Cosmopolite / Kosmopolit
- Bridge / Jembatan
- Liaison / Penghubung
- Isolate / Penyendiri
3. Jelaskan dan sebutkan jenis-jenis komunikasi organisasi
Jawab:
- Komunikasi ke Bawah
Komunikasi ke bawah (Downward Communication) yang berasal dari seseorang
yang mempunyai posisi yang lebih tinggi kepada orang yang mempunyai status lebih
rendah. Komunikasi ke bawah, biasanya berupa policy (kebijakan), perintah, petunjuk
dan informasi yang bersifat umum. Selain itu komunikasi ke bawah juga biasanya
berisi pesan yang berhubungan dengan pengarahan, tujuan, disiplin, perintah, perintah
dan kebijaksanaan umum.
- Komunikasi ke Atas
Komunikasi ke atas (Upward Communication) adalah kebalikan dari komunikasi ke
bawah, biasanya berisi laporan, pengaduan, permohonan, tuntutan dan keinginan.
Komunikasi ini dapat dilakukan melalui tatap muka. Tujuan dari komunikasi ini
adalah untuk memberikan balikan, memberikan saran dan mengajukan pertanyaan.
- Komunikasi Horizontal
Komunikasi horizontal (Horizontal Communication) yaitu komunikasi antar status
yang sama dalam jabatannya. Komunikasi horizontal mempunyai beberapa tujuan
diantaranya untuk mempercepat jalannya komunikasi antar bagian yang memiliki
status yang sama dan dapat menyatukan organisasi. Pesan yang mengalir menurut
fungsi dalam organisasi di arahkan secara horizontal, dan pesan ini biasanya
berhubungan dengan tugas-tugas atau tujuan kemanusiaan, seperti koordinasi,
pemecahan masalah, penyelesaian konflik dan saling memberikan informasi.
71
4. Sebutkan konsep komunikasi organisasi
Jawab:
Menurut Goldhaber organisasi adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam
satu jaringan hubungan yang saling tergantung sama lain untuk mengatasi lingkungan yang
tidak pasti atau yang selalu berubah-ubah.
- Proses
- Pesan
- Jaringan
- Keadaan Saling Tergantung
- Hubungan
- Lingkungan
- Ketidakpastian
5. Jelaskan kegunaan Koalisi dan Kerjasama dalam organisasi
Jawab:
Orang atau pun organisasi yang memiliki jaringan kerja yang lebih luas akan lebih cepat
sukses didalam melaksanakan kegiatannya dibandingkan orang atau organisasi yang tidak
memilki atau kurang mempunyai akses didalam jaringan kerja. Jaringan kerja yang luas
akan lebih cepat mendapatkan isu yang baru (core issue) yang dapat dipergunakan didalam
pengembangan dan perubahan. Karena banyaknya keterbatasan jaringan kerja pada setiap
orang atau organisasi, jalan terbaik yang umumnya dilakukan adalah membentuk kerja
sama jaringan kerja. Yang berarti dengan kerja sama jaringan kerja akan dapat membantu
pada organisasi yang memiliki keterbatasan yang lebih banyak dibandingkan organisasi
yang memiliki sedikit keterbatasan, keadaan demikian menggambarkan bahwa; siapa yang
memiliki data based dan jaringan kerja yang lebih luas, dapat dikatakan meiliki kekuasaan
yang lebih kuat didalam jaringan kerja.
BAB 6
1. Apa yang dimaksud dengan kelompok?
Jawab:
Kelompok adalah kumpulan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling
mempengaruhi untuk suatu tujuan tertentu yang dipahami bersama. Kelompok di buat
sosial dimana anggota-anggotanya yang saling tergantung, dan setidak-tidaknya memiliki
potensi untuk melakukan interaksi satu sama lain. kelompok disusun oleh organisasi
dengan tujuan untuk menjalankan berbagai pekerjaan atau tugas yang terkait dengan
pencapaian tujuan organisasi
2. Sebutkan dan jelaskan jenis kelompok!
Jawab:
1) Kelompok Formal
Kelompok Formal adalah kelompok yang dibentuk atau disusun secara resmi oleh
manajer dimana kelompok tersebut diberikan tugas dan pekerjaan yang terkait dengan
pencapaian tujuan organisasi. Contoh kelompok formal: Organisasi badan-badan
pemerintah yaitu, Organisasi Badan Pengatur Penyediaaan dan Pendistribusian BBM.
72
2) Kelompok Informal
Kelompok Informal adalah kelompok yang disusun atau tersusun dengan sendirinya
ketika beberapa anggota dari organisasi yang kegiatannya biasanya tidak terkait
langsung dengan rencana-rencanarutin dari organisasi, namun secara tidak langsung
akan mempengaruhi kinerja dari orang-orang dalam organisasi. Contoh kelompok
informal: Kelompok yang dimiliki user dalam situs jejaring sosial seperti facebook
3. Apa saja ciri-ciri kelompok
Jawab:
1. Motif Yang Sama
Merupakan pengikat sehingga setiap anggota kelompok tidak bekerja sendiri-
sendiri,melainkan bekerja bersama untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Sikap In-Group Dan Out-Group
Manusia mempunyai tugas yang sulit atau yang mengalami hidup bersama mereka akan
menunjukkan tingkah laku yang khusus. Apabila orang lain di luar kelompok
bertingkah laku seperti mereka, akan menyingkirkan diri.
3. Solidaritas
Kesetiakawanan antar anggota kelompok social.
4. Struktur Kelompok
Suatu sistem mengenai relasi antara anggota-anggota kelompok berdasarkan peranan
dan status.
5. Norma Kelompok
Pedoman-pedoman yang mengatur tingkahlaku individu dalam suatu kelompok.
4. Apa saja bentuk-bentuk kelompok?
Jawab:
1) Primer dan Sekunder
Kelompok primer merupakan yang merujuk pada kelompok kecil yang memiliki ciri
bersifat intimitas, asosiasi tatap muka, dan kerja sama. Kelompok primer merupakan
kelompok yang anggota-anggotanya sering berhadapan muka dan saling mengenal dari
dekat dan karena itu hubungannya lebih erat.
Kelompok sekunder merupakan kelompok yang merujuk pada sebuah kelompok
formal imersonal yang memiliki sedikit kedekatan sosial. Interaksi dalam kelompok
sekunder terdiri atas saling hubungan yang tidak langsung dan kurang bersifat
kekeluargaan hubungan-hubungan kelompok skunder biasanya lebih bersifat objektif.
Peranan atau fungsi kelompok sekunder dalam kehidupan manusia adalah untuk
mencapai tujuan tertentu dalam masyarakat dengan bersama, secara objektif dan
rasional.
2) Gemeinschaft & Gesellschaft
Gemeinschaft = Diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah juga
kekal (Paguyuban). Sedangkan Gesellschaft adalah ikatan lahir yang bersifat pokok.
Jangka waktunya pendek sebagai suatu sikap alam pikiran belaka.
73
3) Formal Group & Informal Group
Kelompok Formal adalah kelompok-kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas
dan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan antara
anggota-angotanya terkoordinasi melalui usaha-usaha untuk mencapai tujuan berdasarkan
bagian-bagian organisasi yang bersifat spesialisasi. Kegiatannya didasarkan pada aturan-
aturan yang sebelumnya sudah ditentukan. Organisasi biasanya ditegakkan pada landasan
mekanisme administratif. Staf administratif bertanggung jawab memelihara organisasi dan
mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan organisasi.
Kelompok Informal merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya
tarik, dan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Keanggotaan kelompok biasanya tidak teratur
dan keanggotaan ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok.
Kelompok ini terjadi pembagian tugas yang jelas tapi bersifat informal dan hanya
berdasarkan kekeluargaan dan simpati. Misalnya, kelompok arisan dan sebagainya.
4) Membership Group & Refrensi-Group
Membership Group merupakan suatu kelompok di mana setiap orang secara fisik
menjadi anggota kelompok tersebut. Sedangkan Reference Group adalah kelompok-
kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok tersebut)
untuk membentuk pribadi dan perilakunya.
5) In-Group & Out-Group
Kelompok Dalam (In-Group) adalah kelompok dalam merupakan bentuk kesadaran
seseorang tentang identitas dirinya dalam suatu kelompok, misalnya keluargaku,
negaraku, dan profesiku. Kata "ku" dalam pernyataan tersebut menunjukan seseorang
merasa menjadi bagian dalam kelompok. Dan kelompok Luar (Out-Group) Dalam
kelompok luar seseorang dapat merasa bahwa dirinya bukan bagian dari suatu kelompok.
5. Sebutkan syarat terbentuknya kelompok!
Jawab:
1. Setiap anggota kelompok tersebut harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari
kelompok yang bersangkutan.
2. Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota lainnya.
3. Terdapat suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok itu,
sehingga hubungan antara mereka bertambah erat. Faktor tadi bisa merupakan nasib
yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama dan
lain-lain.
4. Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku.
BAB 7
1. Apa yang dimaksud dengan kekuasaan
Jawab:
kekuasaan adalah kemampuan memengaruhi orang lain untuk bersedia melakukan sesuatu
yang diinginkannya. Penggunaan kekuasaan oleh seorang pemimpin dalam menimbulkan
dua dampak yaitu dampak positif dan dampak negatif.
74
2. Apa saja jenis-jenis kekuasaan
Jawab:
1. Kekuasaan Balas Jasa (Reward Power)
Kekuasaan jenis ini merupakan kekuasaan yang menggunakan balas jasa atau reward
untuk mempengaruhi seseorang untuk bersedia melakukan sesuatu sesuai
keinginannya, Kekuasaan ini dapat berupa gaji, upah, bonus, promosi, pujian,
pengakuan atau penempatan tugas yang lebih menarik. Namun melalui kekuasaan ini
seorang pemimpin juga dapat menunda pemberian reward tersebut sebagai
hukumancjika bawahannya tidak melakukan apa yang telah diperintahkan.
2. Kekuasaan Paksaan (Coercive Power)
Kekuasaan ini lebih cenderung ke penggunaan ancaman atau hukuman untuk
mempengaruhi seseorang agar bersedia melakukan sesuatu sesuai keinginannya.
Kekuasaan paksaan ini adalah kebalikan atau sisi negatif dari kekuasaan balas jasa.
Contoh yang diberlakukan jika tidak mengikuti perintah yang diintruksikan, antara lain
pemberian surat peringatan, penurunan gaji, penurunan jabatan dan bahkan
pemberhentian kerja atau PHK.
3. Kekuasaan Rujukan (Referent Power)
Kekuasaan rujukan ini merupakan kekuasaan yang diperoleh atas dasar kekaguman,
keteladanan, kharisma dan kepribadian dari seorang pemimpin. Contohnya si A yang
memimpin banyak orang karena kepribadiannya dan karismanya.
4. Kekuasaan Sah (Legitimate Power)
Kekuasaan ini berasal dari posisi resmi yang dijabat oleh seseorang, baik itu dalam
suatu organisasi, birokrasi ataupun pemerintahan. Kekuasaan sah adalah kekuasaan
yang diperoleh dari konsekuensi hirarki dalam organisasi. Seseorang yang menduduki
posisi itu memiliki hak dan wewenang untuk memberikan perintah dan intruksi kepada
bawahannya dan bawahannya berkewajiban untuk menjalankan intruksi yang telah
diberikan.
5. Kekuasaan Keahlian (Expert Power)
Kekuasaan Keahlian ini muncul karena adanya keahlian ataupun keterampilan yang
dimiliki oleh seseorang. Acap kali seseorang yang memiliki pengalaman dan keahlian
tertentu memiliki kekuasaan ahli dalam suatu organisasi meskipun orang tersebut
bukanlah manajer atau pemimpin.
3. Sebutkan 5 sumber kekuaasaan
Jawab:
1) Legitimate power merupakan kesepakatan anggota organisasi bahwa individu dalam
peran-peran tertentu dapat menentukan prilaku tertentu dari orang lain. Legitimate
power biasanya ditentukan oleh deskripsi pekerjaan dalam suatu jabatan, misalnya
seorang atasan memiliki kekuasaan untuk meminta bawahannya melaksanakan tugas-
tugas organisasi sesuai dengan kapasitasnya.
75
2) Reward power adalah kekuasaan untuk mengontrol atau memberikan penghargaan
kepada pihak lain. Seorang manajer dapat mempromosikan bawahannya ke level yang
lebih tinggi, member bonus, atau member hak berlibur sebagai imbalan yang diberikan
kepada karyawan yang mencapai target kerja tertentu. Sebaliknya, seorang bawahan
dapat memberikan umpan balik atas kinerja atasannya.
3) Coercive power adalah kekuasaan untuk member sanksi atau hukuman. Contoh
coercive power adalah seorang atasan memiliki kekuasaan untuk memberikan sanksi
kepada bawahannya yang terbukti memiliki kesalahan fatal yang merugikan organisasi.
4) Expert power adalah kekuasaan yang berhubungan dengan kemampuan, keahlian, atau
pengetahuan yang dimiliki oleh individu. Misalnya, tim peneliti yang dimiliki oleh
perusahaan pertambangan memiliki kekuasaan apakah sebuah projek dapat dilanjutkan
atau tidak.
5) Referent power adalah kekuasaan yang diasosiasikan dengan charisma seseorang.
Secara ilmiah, definisi referent power memunculkan perdebatan di kalangan para ahli
karena ukuran kharisma yang sulit untuk distandarkan. Namun, secara factual referent
power memang ada di dalam kehidupan berorganisasi. Di banyak perkampungan di
Indonesia ada tokoh-tokoh masyarakat yang disegani karena memiliki kharisma. Hal
itu merupakan contoh yang nyata dari referent power.
4. Apa yang dimaksud dengan kekuasaan paksaan
Jawab:
Coercive power atau kekuasaan paksaan adalah kekuasaan pemimpin untuk mempengaruhi
orang lain dengan kekuatan memaksa, karena ia mempunyai kedudukan dan posisi yang
sangat kuat. Dengan posisi kuat tersebut maka seorang pemimpin dapat memberikan
perintah, dapat memaksa orang lain untuk bertindak tertentu. Kekuasaan paksaan adalah
kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin karena pemimpin tersebut memiliki posisi
yang sangat kuat. Kekuasaan ini bertentangan dengan kekuasaan penghargaan karena
kekuasaan penghargaan memberikan hadiah atau penghargaan sedangkan kekuasaan
paksaan memberikan hukuman (punishment) atas kinerja yang buruk dari bawahannya.
5. Apa itu faktor situasi dan sebutkan 3 indikator faktor situasional
Jawab:
Faktor situasional adalah faktor situasi yang konsumen miliki yang bersifat sementara
dalam aktivitas belanja konsumen yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu. Terdapat
tiga indikator faktor situasional berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Belk (1975),
yaitu ketersediaan waktu, ketersediaan uang, dan definisi tugas.
76
DAFTAR PUSTAKA
Kajianpustaka.com. (2014, 13 Juni). Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Organisasi.
Diakses pada 15 Maret 2022, dari
https://www.kajianpustaka.com/2014/06/faktor-mempengaruhi-efektivitas-
organisasi.html
Duta.co. (2019, 16 Desember). Pendekatan-Pendekatan dalam Menjelaskan Efektivitas
Organisasi. Diakses pada 15 Maret 2022, dari https://duta.co/pendekatan-pendekatan-
dalam-menjelaskan-efektivitas-organisasi
Psychologymania.com. Kriteria Efektivitas Organisasi. Diakses pada 15 Maret 2022,
dari https://www.psychologymania.com/2012/12/kriteria-efektivitas-
organisasi.html#:~:text=Kriteria%20efektivitas%20organisasi%20terdiri%20dari,visi%20d
an
%20misi%20dari%20organisasi
Jojonomic.com. (2021, 16 Desember). Efektivitas Organisasi : Kriteria
PengukuranKeefektifannya. Diakses pada 15 Maret 2022, dari
https://www.jojonomic.com/blog/efektivitas-organisasi/
(1982). Organisasi kepemimpinan dan perilaku administrasi, Jakarta:
Gunungagung(2004). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi
Aksara.Steers, Richard. (1985). Efektivitas Organisasi Kaidah Perilaku. Jakarta:
Erlangga
Robbins Stephen. P – Judge Timothy A. , “Perilaku Organisasi” Organizational Bahavior,
Buku I, Edisi 12, Penerbit Salemba Empat, Jakarta 2008.
Robbins Stephen. P – Judge Timothy A. , “Perilaku Organisasi” Organizational Bahavior,
Buku I, Edisi 5, Penerbit Erlangga, Jakarta 2002.
Wordpress.com. (2015, 30 April). Perilaku Keorganisasian – Sikap dan Kepribadian.
Diakses pada 21 Maret 2022, dari https://vianisilv.wordpress.com/2015/04/30/perilaku-
keorganisasian-sikap-dan-kepribadian/
Wordpress.com. (2012, 6 November). Perilaku Organisasi. Diakses pada 21 Maret 2022, dari
https://septiancahyosusilo.wordpress.com/2012/11/06/manajemen-korporasi-2/
Kompasiana.com. (2013, 20 Oktober). Persepsi: Pengertian, Definisi, dan Faktor yang
Mempengaruhi. Diakses pada 29 Maret 2022, dari
https://www.kompasiana.com/hasminee/552999136ea8349a1f552d01/persepsi-pengertian-
definisi-dan-factor-yang-mempengaruhi?page=all#section1
Kotler, Philip, 1997. Manajemen Pemasaran. Prenhallindo. Jakarta.
Hidayat, A. Alimul Aziz. 2009. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia,Buku 1. Salemba
Medika, Jakarta.
77
Popbela.com. (2019, 20 Maret). Menjadi Sosok Ambisius, Baik atau Buruk?. Diakses pada
29 Maret 2022, dari https://www.popbela.com/career/working-life/shintya-maharani/menjadi-
sosok-ambisius-baik-atau-buruk/3
Alwisol. (2007). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.
Olson, K. (2005). Psikologi Harapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sobur, A. (2009). Psikologi Umum. Bandung: CV Pustaka Setia.
Stephen, Robbins P. 2001. Perilaku Organisasi Edisi Kesembilan.
Moslow, A. H. (1984). Motivasi dan Kepribadian. Jakarta: PT. Gramedia.
Sudrajat, A. (2008). Teori-Teori Motivasi.
Rachman, Derry Arif. Perilaku Berorganisasi.
https://www.academia.edu/5090820/Perilaku_Berorganisasi
https://repository.usm.ac.id/files/skripsi/G31A/2014/G.331.14.0102/G.331.14.0102-05-
BAB-II-20190823030234.pdf
Gramedia.com. Pengertian Norma: Fungsi, Jenis, Contoh dan Ciri-cirinya. Diakses pada 28
April 2022, dari https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-norma/
Selalucintaindonesia.wordpress.com. (30 April 2012). Kelompok dalam Organisasi.
Diakses pada 28 April 2022, dari
https://selalucintaindonesia.wordpress.com/2012/04/30/kelompok-dalam-organisasi/
Edukasi.kompas.com. (10 Agustus 2021). Siswa, Seperti Ini Jenis-jenis Kelompok Sosial.
Diakses pada 28 April 2022, dari
https://edukasi.kompas.com/read/2021/08/10/123514671/siswa-seperti-ini-jenis-jenis-
kelompok-sosial?page=all
Bola.com. (23 September 2021). Pengertian Kelompok Sosial, Syarat, Ciri-Ciri, Faktor,
dan Macam-macamnya. Diakses pada 28 April 2022, dari
https://www.bola.com/ragam/read/4665660/pengertian-kelompok-sosial-syarat-ciri-ciri-
faktor-dan-macam-macamnya
Katadata.co.id. (27 Desember 2021). Pengertian, Jenis Jenis Norma, Beserta Contohnya.
Diakses pada 28 April 2022, dari
https://www.katadata.co.id/safrezi/berita/61c98796d7999/pengertian-jenis-jenis-norma-
beserta-contohnya
Kompasiana.com. (5 Desember 2019). Pengertian Kekuasaan dan 5 Jenis Kekuasaan dalam
Organisasi. Diakses pada 26 April 2022, dari
https://www.kompasiana.com/ianpribadi6149/5de868c9097f367ce3653732/pengertian-
kekuasaan-dan-5-jenis-kekuasaan-dalam-organisasi
78
Dosen.perbanas.id. (14 Oktober 2016). Kekuasaan, Politik, dan Konflik di dalam
Organisasi. Diakses pada 26 April 2022, dari https://dosen.perbanas.id/kekuasaan-politik-
dan-konflik-di-dalam-organisasi-nani-
fitriani/#:~:text=Thomas%20(1995%3A%20124%2D130,expert%20power%2C%20dan%20r
eferent%20power
Nasution, Yuanita Halimah. (2011). Pengaruh Sifat Kepemimpinan Terhadap Motivasi
Kerja Karyawan Di Pt. Gold Coin Indonesia Tahun 2010.
Yudiaatmaja, Fridayana. (2013). Kepemimpinan: Konsep, Teori Dan Karakternya.
79